Vol. No. November 2025, hal, 160-170 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss02. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Al-QurAoan di Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi Maria Ulfa. Indah Setianingrum. Sekolah Tinggi Agama Islam MaAoarif Magetan. Indonesia E-mail: . ismafa92@gmail. com, . indahsetianingrum008@gmail. Info Artikel Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat Pembinaan Seni baca Al QurAoan Penulis Koresponden : Maria Ulfa E-mail : ismafa92@gmail. ABSTRAK Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia, tradisi seni baca Al-QurAoan berkembang dan tersosialisasi secara luas di tengah masyarakat. Banyak lembaga formal maupun non formal yang didirikan khusus untuk mempelajari seni baca Al-QurAoan. Namun, pada kenyataannya masih belum mampu memenuhi tujuan utama dari pendidikan seni baca Al-QurAoan itu sendiri. Masih ditemukan beberapa daerah yang sebagian penduduknya belum mempunyai kemampuan seni baca Al-QurAoan yang mumpuni disebabkan kurangnya minat dan motivasi untuk belajar seni baca Al-QurAoan. Salah satu daerah yang masih tergolong rendah motivasi belajar seni baca Al-QurAoan adalah desa Keraskulon kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Hal ini diketahui dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa problematika pembelajaran seni baca Al-QurAoan masih belum teratasi dengan baik di desa tersebut, sehingga diperlukan adanya program pendampingan dalam pembinaan seni baca AlQurAoan. Pendampingan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Researc. dengan beberapa tahapan yaitu koordinasi dengan kepala desa, koordinasi dengan mitra pengabdian, sosialisasi program, pembinaan, pelatihan, dan evaluasi hasil binaan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dan terdapat kemajuan intelektual di masyarakat khususnya di bidang pendidikan seni baca Al-QurAoan. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kitab suci dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam yang ada di dunia. Al-QurAoan mengandung mukjizat, diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu Aoalaihi wa sallam secara mutawatir dan disusun dalam mushaf. Membaca Al-QurAoan merupakan ibadah, dan di dalamnya terkandung nilai-nilai serta ajaran yang harus dilaksanakan oleh umat manusia di dunia (Nurhanifah, 2. Perhatian umat Islam terhadap seni baca Al-QurAoan sudah ada sejak zaman dahulu hingga masa sekarang. Di Indonesia, seni baca Al-QurAoan tersosialisasikan dengan sangat intensif, sehingga banyak sekali lembaga-lembaga yang berdiri baik formal seperti LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil QurAoa. maupun non formal seperti IPQAH (Ikatan Persaudaraan QariAo-QariAoah dan Hafidz - Hafidza. JAMQUR ( JamAoiyyatul QurroAo wal Huffadz ) yang khusus mempelajari seni baca Al QurAoan (Jannah, 2. Antusias masyarakat juga sangat Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Maria Ulfa. Indah Setianingrum tinggi untuk mempelajari seni baca Al QurAoan, sebagaimana dijelaskan oleh Muchtar dalam penelitiannya bahwa masyarakat sangat antusias untuk mempelajari seni baca Al-QurAoan dengan mengikuti perlombaan MTQ (Musabaqah Tilawatil QurAoan ) yang selalu digelar setiap tahunnya sejak zaman dahulu hingga sekarang mulai dari Tingkat kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga Internasional (Ali, 2. Namun, pada kenyataannya banyak lembaga dan organisasi yang fokus di bidang pengembangan seni baca Al-QurAoan tersebut, masih belum mampu memenuhi tujuan utama dari pendidikan seni baca Al-QurAoan itu sendiri. Hingga kini ditemukan beberapa daerah yang sebagian penduduknya belum mempunyai kemampuan seni baca Al-QurAoan yang mumpuni, disebabkan kurangnya minat dan motivasi untuk belajar seni baca Al-QurAoan. Salah satu daerah yang masih tergolong rendah motivasi belajar seni baca Al QurAoan adalah Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa problematika pembelajaran seni baca Al-QurAoan masih belum teratasi dengan baik di desa tersebut. Penyebab utamanya adalah rendahnya minat dan motivasi masyarakat untuk berhubungan dengan seni baca Al-QurAoan. Minat dan motivasi yang rendah tersebut juga dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah banyaknya orang tua yang kurang memperhatikan kemampuan seni baca Al-QurAoan anaknya, dikarenakan kesibukan bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hal tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan koordinator bidang Tilawah JAMQURNU (JamAoiyyatul Qurro Wal Huffadz Nahdlotul UlamaAo ) kabupaten Ngawi yaitu bapak Achmad Turmudzi Yusuf, bahwa Desa Keraskulon mengalami penurunan kualitas peserta dalam setiap kegiatan MTQ (Musabaqah Tilawatil QurAoa. di kabupaten Ngawi, hal ini diketahui dari intensitas peserta yang beberapa kali saja meraih juara, bahkan sempat beberapa kali tidak mendapatkan juara sama sekali. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya. Desa Keraskulon sempat menjadi pusatnya qoriAo-qoriAoah Kabupaten Ngawi, dan salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya motivasi masyarakat terhadap pentingnya seni baca Al-QurAoan. Di Desa Keraskulon juga terdapat beberapa sekolah dasar dan TPQ yang tersebar di masingmasing dusun. Pelatihan seni baca Al-QurAoan sebenarnya juga sudah diterapkan di beberapa sekolah dan TPQ tersebut, namun pelatihan yang dilakukan itu belum menunjukkan hasil yang maksimal. Penyebab utama diantaranya adalah pelatihan seni baca Al-QurAoan hanya sebatas ekstrakurikuler, ditambah lagi ketidakdisiplinan pada saat latihan, rendahnya minat dan motivasi siswa, dan tidak adanya progres serta evaluasi dari hasil latihan yang dialami siswa setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Berdasarkan problematika tersebut, maka perlu dilakukan suatu pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan untuk melakukan program-program yang sekiranya dapat menarik minat Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca dan menumbuhkan motivasi bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-QurAoan dan meningkatkan kemampuan tilawahnya. Pemberdayaan masyarakat, merupakan upaya nonkonstruktif yang memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan potensi lokal dan fasilitas yang ada baik dari lintas sektor instansi maupun LSM dan tokoh masyarakat (Yusuf et , 2. Adapun pentingnya pendampingan, ini sebagaimana dijelaskan oleh Kurniawan, bahwa sesuai amanat yang terdapat dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa, bahwa pendampingan desa itu sangat penting untuk dilakukan. Pendampingan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa(Kurniawan et al. , 2. Salah satu pendampingan yang dapat dilakukan adalah dalam program pembinaan seni baca AlQurAoan. Program pembinaan seni baca Al-QurAoan ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-QurAoan dan kemudian termotivasi meningkatkan kemampuan dalam bidang seni baca Al-QurAoan. Program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendidikan masyarakat khususnya dalam pendidikan Al-QurAoan sehingga dapat memberikan nilai positif juga pada aspek kehidupan yang lain. Tujuan pendampingan jika dilihat berdasarkan pengertiannya yaitu terjadinya proses perubahan kreatif yang diprakarsai oleh masyarakat sendiri, menunjukkan adanya proses inisiatif dan bentuk tindakan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri tanpa adanya intervensi dari luar. Maka tujuan utama dari pendampingan adalah adanya kemandirian kelompok masyarakat. Ada tiga hal pokok dalam kemandirian, yaitu kemandirian material, kemandirian intelektual, dan kemandirian pendampingan. Kemandirian material yaitu kemampuan produktif guna memenuhi kebutuhan dasar dan mekanisme untuk tetap dapat bertahan pada waktu krisis. Kemandirian intelektual yaitu pembentukan dasar pengetahuan otonom oleh masyarakat yang memungkinkan mereka menanggulangi bentuk-bentuk dominasi yang muncul. Kemandirian pendampingan yaitu kemampuan otonom masyarakat untuk mengembangkan diri mereka sendiri dalam bentuk pengelolaan tindakan kolektif yang membawa pada perubahan kehidupan mereka. Adapun secara lebih spesifik, pendampingan dalam pembinaan seni baca Al-QurAoan yang dilakukan di masjid JamiAo Al Idris dusun Tejo adalah sebagai berikut : Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seni baca Al-QurAoan masyarakat Desa Keraskulon Menciptakan generasi muda yang mumpuni di bidang seni baca Al-QurAoan di masa yang akan datang. Dapat memperindah bacaan ayat-ayat suci Al-QurAoan dengan naghom atau nada yang telah Memudahkan pembacanya dan orang yang mendengarkannya untuk menghayati Al-QurAoan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Maria Ulfa. Indah Setianingrum Dengan tilawah yang bagus, memungkinkan seseorang mengajarkan Al-QurAoan kepada orang lain, minimal kepada keluarganya. Membangkitkan semangat peserta didik untuk mempelajari Al-QurAoan melalui pelajaran irama Al-QurAoan serta memudahkan peserta didik untuk membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. METODE PENGABDIAN Pendampingan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al Idris yang terletak di dusun Tejo desa Keraskulon. Desa Keraskulon merupakan salah satu dari lima desa yang ada di kecamatan Gerih. Desa Keraskulon terletak kurang lebih 5 km ke arah Timur dari kantor kecamatan Gerih. Desa Keraskulon mempunyai luas wilayah 233,349 ha. Secara geografis, kondisi Desa Keraskulon berada di dataran rendah dengan wilayah mayoritas persawahan. Desa Keraskulon terbagi menjadi lima dusun yaitu Keraskulon 1. Keraskulon 2. Keraskulon 3. Tejo, dan Gambyak. Terdiri dari 15 RT dan 6 RW. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan berdasar pada berbagai pertimbangan, diantaranya adalah observasi awal yang dilakukan. Hasil observasi berbentuk data mengenai kondisi masyarakat desa Keraskulon serta problematika pembelajaran Al QurAoan yang masih belum teratasi dengan Faktor internal yang mempengaruhi permasalahan tersebut antara lain adalah : Kurangnya minat membaca Al-QurAoan Tidak adanya motivasi dalam belajar Al-QurAoan Tidak ada keseriusan dalam belajar Al-QurAoan Kurangnya perhatian orang tua terhadap kemampuan belajar Al-QurAoan anak Kurangnya bimbingan dari orang tua dalam belajar membaca Al-QurAoan Banyak waktu dihabiskan hanya untuk bermain gadget Hal itu juga sebagaimana dipaparkan oleh Nur dewi dalam penelitiannya, bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca Al QurAoan berasal dari lingkungan , minat, dan motivasi siswa, selain itu juga dipengaruhi oleh kesibukan orang tua dan alokasi waktu yang terbatas saat di sekolah. (Nurdewi, 2. Metode pendampingan dalam kegiatan pembinaan seni baca Al QurAoan di masjid Al Idris dusun Tejo desa Keraskulon menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Researc. PAR (Participatory Action Researc. adalah salah satu dari sekian banyak model penelitian yang bertujuan mencari sesuatu untuk menghubungkan proses penelitian ke dalam proses perubahan (Abdul Rahmat & Mira Mirnawati, 2. Perubahan sosial yang dimaksudkan adalah bagaimana dalam proses pemberdayaan tersebut dapat mewujudkan adanya komitmen bersama masyarakat, yang dibangun berdasarkan kebutuhan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Dalam penelitian ini, instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi partisipatif, angket/ kuesioner, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Observasi partisipatif dilakukan selama proses pendampingan berlangsung untuk mendapatkan data terkait respon peserta, antusias, dan keterlibatannya dalam proses pendampingan. Angket digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan peserta terhadap program pendampingan yang dilakukan dan pengetahuan yang didapatkan, sedangkan wawancara terstruktur digunakan untuk mendapatkan data terkait pengalaman dan juga perubahan yang dirasakan setelah proses pendampingan, adapun dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data pendukung lainnya seperti foto dokumentasi kegiatan, catatan data peserta, dan lain sebagainya. Sedangkan subjek dampingan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berdasarkan hasil diskusi dengan semua pihak terkait mulai dari koordinator bidang tilawah JAMQURNU (JamAoiyyatul QurroAo wal Huffadz Nahdlotul Ulam. kabupaten Ngawi hingga koordinator bidang pendidikan takmir masjid Al Idris Dusun Tejo. Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi. Selain itu, subjek dampingan juga dipilih dari para qoriAo-qoriAoah, dan ustadz Ae ustadzah yang hadir pada saat sosialisasi program. Pemilihan subjek dampingan ini dipilih berdasarkan urgensitas tujuan utama dilaksanakannya pendampingan ini, yaitu terciptanya kebiasaan pada diri masyarakat dampingan dalam menerapkan hasil pendampingan baik pada saat berada di lingkungan kerja ataupun pada saat berada di rumah. Tidak hanya itu, masyarakat dampingan juga diharapkan dapat menularkan kebiasaan baik berupa motivasi belajar Al-QurAoan yang tinggi kepada kerabat, tetangga, dan orang-orang lingkungan sekitar rumahnya. Adapun tahapan-tahapan dalam program pendampingan ini dimulai dengan sosialisasi kepada sasaran program yaitu masyarakat Desa Keraskulon terkhusus santriwan-santriwati TPA, santriwanAesantriwati madrasah diniyah, hafidz-hafidzah dan ustadz-ustadzah. Sosialisasi program ini dilaksanakan secara langsung dalam satu kali pertemuan, dan dilaksanakan dengan jarak satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan pendampingan. Sosialisasi dilaksanakan di masjid Al Idris dengan mengundang perwakilan dari masing-masing lembaga dan masyarakat terkait. Setelah sosialisasi program, tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan pembinaan seni baca AlQurAoan, serta pendampingan dalam evaluasi hasil binaan. Setiap tahapan dalam pembinaan ini saling berkesinambungan antara satu tahapan dengan tahapan yang lain. Adapun strategi yang digunakan adalah : Observasi awal Memulai pendekatan kepada masyarakat Pengorganisasian komunitas Menganalisis rencana aksi serta problem yang terjadi. Merancang Langkah-langkah pendampingan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Maria Ulfa. Indah Setianingrum Langkah-langkah pendampingan yang ditempuh adalah sebagai berikut : Koordinasi dengan kepala desa terkait Koordinasi dengan kepala desa Keraskulon yaitu bapak Syamsul Hadi, dilakukan agar pelaksanaan pendampingan bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Koordinasi dengan mitra pengabdian yaitu JAMQURNU (Jamiiyyatul QurroAo wal Huffadz Nahdlotul Ulam. Kabupaten Ngawi, dan Takmir masjid Al Idris Sosialisasi program Sosialisasi program pendampingan dilaksanakan di Gedung Balaidesa Keraskulon, dengan diikuti oleh 30 orang perwakilan dari beberapa lembaga pendidikan setempat dan juga perwakilan dari takmir masjid dan masyarakat sekitar Pembinaan Pembinaan seni baca Al QurAoan dilakukan secara langsung . di Masjid JamiAo Al Idris Dusun Tejo. Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi Pelatihan Pelatihan secara mandiri dilaksanakan oleh masing-masing lembaga pendidikan dan juga beberapa kelompok yang sudah dibentuk pada saat sosialisasi program Pendampingan evaluasi hasil binaan Pendampingan evaluasi hasil pembinaan ini dilaksanakan untuk menjaga kualitas hasil binaan, dan juga menjaga pelatihan mandiri tetap berjalan dengan minat dan motivasi masyarakat yang semakin meningkat, sehingga tujuan dari pendampingan ini bisa tercapai dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pelatihan dan pengumpulan data yang dilaksanakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat melalui pembagian angket/kuesioner kepada 104 peserta pembinaan yang digunakan sebagai mitra, maka diketahui bahwa sebagian besar mitra antusias terhadap kegiatan Hasil pembinaan seni baca Al-QurAoan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang sehingga tercapai tujuan yang lebih baik. Karakteristik responden yang dapat disajikan dalam pengabdian ini adalah tingkat kepuasan peserta terhadap program pendampingan yang dilakukan dan pengetahuan pada seni baca AlQurAoan. Dari hasil angket menunjukkan bahwa 78 orang menunjukkan persentase 75% sangat puas, 26 orang menunjukkan persentase 25% puas. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Persentase Tingkat Kepuasan Peserta sangat puas Gambar 1. Persentase Tingkat Kepuasan Peserta Hasil yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan . % sangat pua. menunjukkan bahwa program pembinaan seni baca Al-QurAoan mampu memberikan nilai lebih bagi peserta, tidak hanya sebagai pembinaan religi saja, namun juga sebagai pemberdayaan. Pemberdayaan Masyarakat yang dimaksud adalah proses memberikan pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat dapat mengelola sumber daya, mengatasi masalah, dan mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka (Oktaviari et al. , 2. Begitu juga teori pemberdayaan menurut Jim Ife yang mendefinisikan pemberdayaan sebagai upaya memberikan sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan kepada warga agar mereka mampu menentukan masa depan sendiri dan mengambil keputusan dalam kehidupannya (Ife, 1. Adapun program pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan seni baca Al-QurAoan yang dilaksanakan di masjid Al Idris ini mencerminkan bahwa program pembinaan bukan sekedar formalitas saja, namun sebagai alat pemberdayaan yang memberikan keterampilan kepada peserta sehingga memperkuat kemampuan mereka menjadi lebih baik dan mandiri di masa depan. Dengan demikian, maka program ini sesuai dengan prinsip pemberdayaan, bukan hanya sekedar memberikan layanan sementara tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas jangka panjang masyarakat dampingan. Selain antusias masyarakat yang tinggi terhadap pendampingan pembinaan yang diadakan, juga terdapat kemajuan dengan adanya kelompok hasil binaan yang dibentuk. Pembentukan kelompok hasil binaan dan pendampingan dalam pelatihan secara mandiri oleh tiap-tiap kelompok, mampu membuat pengembangan intelektual masyarakat di bidang pendidikan Al QurAoan di Desa Keraskulon bisa lebih tertata dengan baik, dan diharapkan secara bertahap mampu berkembang dan mencapai tujuan awal dengan adanya pemberdayaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode PAR (Participatory Action Researc. dalam penelitian ini terbukti efektif, dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan, maka rasa memiliki terhadap program menjadi semakin kuat, hal ini sangat penting karena bisa membuat Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Maria Ulfa. Indah Setianingrum masyarakat termotivasi untuk ikut berpartisipasi, sehingga program tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi bisa terus berlanjut dengan pembentukan kelompok secara mandiri tersebut. Dan hal ini sejalan dengan teori PAR (Participatory Action Researc. bahwa pemberdayaan dan perubahan sosial yang baik dapat terjadi ketika masyarakat dilibatkan sebagai subjek, bukan hanya sekedar Sebagaimana menurut Rahmat, bahwa pendekatan PAR (Participatory Action Researc. ini disebut sebagai strategi paling demokratis dan berkelanjutan untuk pemberdayaan dan pembangunan komunitas (Abdul Rahmat & Mira Mirnawati, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan dalam pembinaan seni baca Al-QurAoan yang dilakukan di masjid JamiAo Al Idris Dusun Tejo. Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi ini sangatlah bermanfaat dan penting untuk dilakukan, mengingat bahwa tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengembangan intelektual di bidang Seni Baca Al-QurAoan masyarakat, yang dikhususkan bagi masyarakat Desa Keraskulon, sehingga dapat menciptakan generasi muda yang profesional, berkemampuan unggul di bidang seni baca/tilawah Al-QurAoan, serta berdampak pula pada pemenuhan kebutuhan pendidikan Seni baca Al-QurAoan, dipilih sebagai salah satu program pembinaan dalam pemberdayaan masyarakat berdasarkan beberapa urgensi dari tilawah Al QurAoan sebagai berikut : Tilawah yang baik dan benar, sebagaimana ayat Al-QurAoan itu diturunkan, sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa TaAoala. Al-QurAoan diwahyukan Allah Subhanahu wa TaAoala melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam dengan bacaan yang Begitu juga Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam mengajarkan kepada sahabatnya dengan bacaan tartil. Para sahabat Rasulullah membaca dan mengajarkan Al-QurAoan kepada TabiAoin juga dengan bacaan yang tartil, dan begitu seharusnya. Tilawah yang bagus akan memudahkan pembacanya atau orang yang mendengarkannya menghayati Al QurAoan. Hampir tidak mungkin pembaca Al-QurAoan yang tidak bagus bacaannya dapat menghayati Al-QurAoan dengan baik, begitu juga orang yang mendengarkan bacaannya, apalagi jika bacaan itu dilakukan dalam shalat. Tilawah yang bagus akan memudahkan seseorang meraih pahala dari Allah Subhanahu wa TaAoala. Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam menganjurkan kepada kita untuk minimal dapat menyelesaikan tilawah Al-QurAoan 30 juz dalam sebulan. Tilawah yang bagus memungkinkan seseorang mengajarkan Al-QurAoan kepada orang lain, minimal kepada keluarganya. Hampir dipastikan setiap muslim harus memiliki andil mengajarkan tilawah kepada orang lain, minimal kepada anaknya, kalau tidak maka kita akan rugi tidak mendapatkan kebaikan yang dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Tilawah yang bagus dapat mengangkat kualitas seseorang Dan bukan hanya itu saja, jika ditelisik lebih dalam lagi, terdapat banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari program pembinaan seni baca Al-QurAoan, antara lain : Meningkatkan kualitas bacaan yang fasih dan benar sesuai ilmu tajwid untuk menjaga keaslian makna bacaan. Membaca Al-QurAoan dengan indah dapat membantu memahami kandungan nilai-nilai agama yang ada dalam bacaan ayat Al-QurAoan tersebut. Menumbuhkan keimanan dengan meresapi nilai-nilai Al-QurAoan. Melalui pembinaan yang baik dan metode yang menarik, akan mampu meningkatkan minat siswa dan menumbuhkan kecintaannya pada Al-QurAoan. Menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia berdasarkan pedoman dari ayat-ayat Al-QurAoan. Demikian pentingnya tilawah Al-QurAoan bagi kehidupan seorang muslim, sehingga pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan seni baca Al-QurAoan dinilai sangat tepat dan mampu memberikan nilai positif pada aspek kehidupan bermasyarakat khususnya mampu meningkatkan kualitas intelektual ilmu pengetahuan di bidang pendidikan Al-QurAoan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pendampingan dalam program pembinaan seni baca Al-QurAoan yang diadakan di masjid JamiAo Al Idris Dusun Tejo. Desa Keraskulon. Kecamatan Gerih. Kabupaten Ngawi sangat tinggi. Dibuktikan dengan hasil angket yang disebarkan pada 104 peserta binaan dengan jumlah persentase 75% sangat puas, dan 25% puas. Hal ini menunjukkan bahwa metode PAR (Participatory Action Researc. yang digunakan terbukti efektif untuk program pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan seni baca Al-QurAoan. Program pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat ini sangat direkomendasikan, karena terbukti dapat memajukan masyarakat dengan adanya kelompok hasil binaan yang dibentuk. Sebagaimana diketahui bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan dalam pembinaan seni baca Al-QurAoan ini bisa dilihat dari tingginya antusias masyarakat, keterlibatan masyarakat secara aktif, peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan yang lebih baik, serta adanya kemandirian dan keberlanjutan. Yaitu masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri setelah intervensi awal berakhir, tanpa bergantung pada program atau bantuan eksternal. Pembentukan kelompok hasil binaan dan pendampingan dalam pelatihan secara mandiri oleh tiaptiap kelompok, mampu membuat pengembangan intelektual khususnya bidang pendidikan AlQurAoan di Desa Keraskulon bisa lebih tertata dengan baik. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Maria Ulfa. Indah Setianingrum DAFTAR PUSTAKA