E-ISSN 2798-3846 Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA DI SDN 2 GOMBANG TULUNGAGUNG Ana Dhaoud Daroin1*. Okta Vanessa Kartika Santoso2. Dwirana Mei Aftitak Pranidia2. Lutfi Lailatul Halimah2 Universitas PGRI Madiun Universitas Bhineka PGRI *Anadha@unipma. id, oktavanesa215@gmail. com, dwiranamei59@gmail. lutfilailatul01@gmail. ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi serta mengembangkan budaya literasi numerasi di lingkungan sekolah SDN 2 Gombang. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyuluhan atau edukasi pentingnya literasi numerasi bagi siswa. donasi buku bacaan berkualitas, dan penambahan jam tambahan materi literasi dan numerasi di sekolah. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara kolaboratif oleh kelompok dosen dan mahasiswa kampus mengajar Angkatan 2 di SDN 2 Gombang selama 6 bulan mulai bulan Juli-Desember 2021. Subjek pengabdian adalah siswa kelas tinggi . untuk kegiatan penambahan jam materi literasi numerasi, sedangkan program donasi buku dan edukasi budaya literasi ditujukan untuk seluruh Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, observasi, penentuan teknis pelaksanaan, pelaksanaan program dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat yang diperoleh telah berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas 4-6, memperoleh donasi buku sebanyak 106 buku bacaan, dan mengimplementasikan budaya literasi pada siswa di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Kualitas pembelajaran. Budaya literasi. Lingkungan sekolah ABSTRACT The community service program aims to improve literacy, numeracy skills and develop a numeracy literacy culture in the SDN 2 Gombang school environment. The form of community service activities is carried out by counseling or educating the importance of numeracy literacy for students. donation of quality reading books, and adding additional hours of literacy and numeracy materials at school. The community service program is carried out collaboratively by a group of lecturers and campus students teaching Batch 2 at SDN 2 Gombang for 6 months starting from July-December 2021. The subjects of the service are high-class students . for additional hours of numeracy literacy material, while The book donation program and literacy culture education are aimed at all students. Implementation of activities through several stages, namely planning, observation, technical determination of implementation, program implementation and evaluation. The results of community service obtained have succeeded in increasing the literacy skills of grade 4-6 students, obtaining book donations of 106 reading books, and implementing a literacy culture in students in the school environment. Keywords: Quality of learning. literacy culture. good school environment Masuk: 26 Maret 2022 Diterima: 17 Juni 2022 Halaman: 38-49 Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 PENDAHULUAN Ketrampilan dasar literasi abad 21 meliputi 6 hal pokok, yaitu literasi numerasi, literasi baca tulis, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan serta literasi digital. Literasi dasar merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan wajib dimiliki oleh pelajar, sehingga program terkait peningkatan literasi bagi siswa adalah program prioritas pemerintah. Literasi dianggap penting karena bernilai bagi pertumbuhan Kemampuan literasi dinilai berperan penting bagi pertumbuhan intelektual dan kompetisi setiap individu di Indonesia. implementasinya di satuan Pendidikan, muncul Gerakan Literasi Sekolah Dalam (GLS) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . yang terkandung dalam gerakan literasi sekolah (GLS) bahwa budaya literasi adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu yang cerdas melalui berbagai kegiatan, termasuk membaca, melihat, mendengarkan, menulis, dan Urgensi literasi sebagai basic skill bagi siswa di jenjang dasar dan menengah menjadi problematika tersendiri, mengingat budaya literasi belum menjadi kebiasaan baik generasi kita, khususnya pelajar. Kemampuan literasi juga harus diimbangi kritis/ memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (Rachman, dkk, 2. Dalam upaya mengembangkan kemampuan literasi bisa diperoleh dari lingkungan terdekat, seperti sekolah yang menjadi ladang ilmu bagi Kemampuan literasi baca tulis dan literasi numerasi seharusnya tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungan sekolah. Disamping dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. SDN 2 Gombang merupakan salah satu sekolah negeri yang terletak di kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Dalam membangun budaya literasi, sekolah menyediakan pojok literasi di setiap kelas. Namun kondisinya kurang terawat. Penyediaan gedung perpustakaan sedang dalam proses pengajuan dan sudah dsetujui untuk dibangun, namun pandemi covid yang terjadi di Indonesia, menyebabkan belum berjalanya proyek pembangunan gedung perpustakaan di SDN 2 Gombang. Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Hasil observasi awal tim kampus mengajar Angkatan 2, menyebutkan literasi baca tulis dan numerasi siswa tergolong rendah-cukup. Sebagai contoh masih ada siswa yang seharusnya sudah capak membaca . erasda pada jenjnag kelas tingg. namun masih belum bisa membaca dengan baik. Tim menduga siswa tersebut membutuhkan dorongan literasi yang lebih kuat dan konsisten agar dapat membaca, menulis, dan menyimak dengan lancar. Hasil observasi ini mendorong tim pengabdian masayrakat untuk melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan budaya literasi, khususnya literasi baca tulis dan juga literasi numerasi. Tujuan program adalah membantu siswa khususnya di SDN 2 Gombang agar bisa baca tulis, serta kemampuan literasi numerasinya meningkat. Peningkagtan kemampuan disini, tidak semata pada tercapaianya kemampuan kognitif yang bertambah atau nilai pada mata pelajaran yang baik, namun lebih pada kebiasaan baik yang akan terus membekas dan terbawa meski siswa tersebut telah lulus dari jenjang dasar di satuan Pendidikan tersebut. Dalam jangka panjang, kebiasaan literasi akan membantu peningkatan sumber daya manusia yang lebih baik. Siswa yang memiliki kemampuan dasar literasi yang baik akan Sebagaimana berkembangnya jaman, metode pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa agar sejalan dengan siswa. Pengembangan metode pembelajaran bakat peserta didik untuk lebih berkarya (Putri, 2. Peserta didik hadir sebagai partner guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi pembelajaran. METODE Program pengabdian masyarakat peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di SDN 2 Gombang Tulungagung dilaksanakan mulai Juli- Desember 2021. Kegiatan ini mentargetkan seluruh siswa kelas 1-6 di SDN 2 Gombang. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Kampus Mengajar angakatan 2 dan Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam melaksanakan program ada 4 tahapan yang dilakukan, sebagaimana dijelaskan dalam table 1. Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Tabel 1 Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Tahapan Deskripsi Kegiatan Mahasiswa DPL kondisi lingkungan, karakteristik siswa dan ketercapaian pembelajaran pada materi literasi dan numerasi. Mahasiswa dan DPL berkoordinasi Perencanaan menentukan jenis kegiatan abdimas, sarana dan kendala yang dihadapi guru Penentuan jenis kegiatan literasi dan pelaksanaan serta teknis pelaksanaan. Sosialisasi program kegiatan kepada Pelaksanaan guru, donatur, dan wali siswa. Melaksanakan kegiatan donasi buku, penambahan jam mata pelajaran dan edukasi/penyuluhan Evaluasi pelaksanaan kegaitan literasi Evaluasi dan numerasi. Rekomendasi dan keberlanjutan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran siswa SDN 2 Gombang menyasar siswa kelas 1-6. Kegiatan ini beryjuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 numerasi serta menjadikan literasi dan numerasi sebagai budaya positif di lingkungan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimplementasikan menjadi 3 bentuk kegiatan kecil, yaitu: Kegiatan Edukasi/penyuluhan pentingnya literasi dan numerasi Kegiatan edukasi/penyuluhan tentang pentingnya budaya literasi dan numerasi dilakukan dengan latar belakang, masih minimnya kesadaran atau budaya membaca di lingkungan SD 2 Gombang. Hasil observasi awal, survei kepada 60 siswa SDN 2 Gombang, di dapatkan hasil sebagaimana Gambar 1. Gambar 1. Frekuensi membaca buku siswa SDN 2 Gembong Sumber: Data diolah, 2021. Berdasarkan gambar diatas dapat kita lihat bahwa 54% siswa mengaku tidak pernah membaca buku diluar buku pelajaran, 25% emnyatakan jarang dan sisanya 21% siswa menyatakan pernag membaca buku di luar buku pelajaran sekolah. Hasil survei ini menunjukan pada kita bahwa budaya literasi di SDN 2 Gombang masih perlu ditingkatkan dan dtumbuhkan. Faktor lain adalah keterbatasan buku bacaan di sekolah, sehingga mahasiswa kampus mengajar Angkatan 2 bersama DPL membuat program yang berakitan yaitu iopen donasi buku untuk menambah bahn bacaan menarik dan berkualitas dan juga melakukan edukasi pentingnya budaya membaca. Usulan ini kemudian dikoordinasikan ke sekolah untuk mendapat masukan dari dewan guru dan kepala sekolah. Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Gambar 2. Koordinasi dengan guru dan sekolah terkait kegiatan abdimas Kegiatan edukasi/penyuluhan pentingnya budaya literasi dilakukan dengan mengadakan kegiatan 1 buku 1 siswa 1 bulan. Setiap siswa diminta membaca buku bacaan secara rutin setiap bulan. Buku bacaan tidak dibatasi entah dari jenis fiksi maupun non fiksi. Buku bacaan bisa dari milik pribadi, atau meminjam di perpustakaan Mahasiswa juga menghimbau untuk memanfaatkan pojok literasi di setiap sudut ruang kelas untuk memupuk budaya literasi. Pada hari besar nasional, tepatnya di hari pahlawan dan sumpah pemuda diadakan lomba telling story untuk mengetahui perkembangan kemampuan budaya literasi siswa. Gambar 3. Kegiatan lomba memperingati hari sumpah pemuda. Sumber: Dokumentasi tim abdimas Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Kegiatan tambahan jam pembelajaran Kegiatan jam pembelajaran tambahan, diarasa perlu dilakukan karena kemampuan beberapa siswa di kelas 4-6 belum memenuhi capaian pembelajaran. Peserta dalam kegiatan ini adalah 2 siswa dari kelas 4 dan 5. Siswa diberikan soal dan pemahaman oleh mahasiswa kampus mengajar. Bagi siswa yang belum lancar dalam literasi dan numerasi, akan sulit bagi mereka untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Karena belum bisa memahami pembelajaran yang di berikan saat itu. Hal ini berpengaruh pada siswa yang belum lancar terhadap literasi dan numerasi. Guru yang tidak telaten dalam pembelajaran pada siswa yang kurang dalam literasi dan numerasi akan menganggap siswa tersebut bodoh dan lambat dalam pembelajaran. Selain itu orang tua yang sudah memasrahkan anaknya untuk belajar di sekolah tidak memperhatikan pembelajaran anak terutama literasi dan numerasi. Hal ini sangat berpengaruh pada nilai siswa yang akhirnya tidak memuaskan. Gambar 4. Kegiatan jam pembelajaran tambahan di SDN 2 Gombang. Sumber: Dokumentasi tim abdimas Untuk mengatasi permasalahan tersebut cara yang dapat dilakukan yaitu membentuk gerakan literasi sekolah. Gerakan ini dilakukan untuk melatih kemampuan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari dan menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk yang selanjutnya Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 menginterpretasikan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan (Kemdikbud dalam Mahmud & Pratiwi, 2. Dengan kegiatan literasi dan numerasi ini, mahasiswa kampus mengajar ingin mengatasi dan membantu siswa yang kurang dalam literasi dan numerasi agar siswa yang belum lancar membaca dan berhitung setidaknya mampu memahami pembelajaran yang di berikan oleh guru. Agar ketika siswa tersebut memasuki jenjang yang lebih tinggi, siswa dapat mengikuti pembelajaran yang di berikan. Beberapa siswa telah menunjukkan peningatan kualitas belajar dalam literasi numerasi terutama setelah kegiatan Pertemuan Tatap Muka terbatas yang di lakukan sekolah. Dengan begitu mahasiswa lebih mudah menjangkau anak anak daan memantau dalam peningkatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan. Pemberlakuan literasi dan numerasi juga lebih efisien dengan mengamati langsung perkembangan siswa dalam literasi dan numerasi yang di laksanakan. Kegiatan donasi buku Gerakan donasi buku ini adalah solusi yang dapat kita lakukan untuk membantu permasalahan koleksi buku yang ada di SDN 2 Gombang. Tujuan mahasiswa kampus mengajar angkatan 2 melakukan donasi buku karena agar para siswa-siswi lebih semangat dalam kegiatan literasi di SDN 2 Gombang. Kurangnya fasilitas buku yang ada di pojok literasi membuat suasana pojok literasi menjadi membosankan. Disini mahasiswa kampus mengajar selain melaksanakan kegiatan donasi buku, juga melaksanakan kegiatan labeling dan juga penyampulan buku agar lebih menarik para siswa-siswi dalam kegiatan literasi. Dengan bantuan bapak dan ibu guru di SDN 2 Gombang semakin mempermudah mahasiswa kampus mengajar dalam kegiatan labeling dan penyampulan ini. Pihak sekolah juga merespon positif kegiatan kami karena selain dapat menyelesaikan program kerja kami di SDN 2 Gombang juga dapat mempercantik dan merapikan pojok literasi yang awalnya terlihat lusuh menjadi sangat bersih dan rapi. Gerakan donasi buku dalam upaya meningkatkan budaya literasi di SDN 2 Gombang dilakukan untuk mengisi koleksi yang ada di pojok literasi tiap kelas. Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Kegiatan donasi buku ini dilakukan pada bulan Oktober sampai bulan November 2021. Para mahasiswa kampus mengajar menyebarkan informasi mengenai donasi buku ini melalui sosial media masing-masing mahasiswa. Dalam kegiatan donasi buku yang di selenggarakan oleh mahasiswa kampus mengajar mendapatkan sekitar 93 buku dimana masing-masing buku sudah di pilih dan yang layak di baca oleh siswa-siswi sekolah Untuk buku yang tidak layak untuk usia sekolah dasar akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Gambar 5 Kegiatan Labeling. Penyampulan Sekaligus Menata Buku Pada Pojok Literasi. Sumber: Dokumentasi Pribadi Pada kegiatan donasi buku ini para mahasiswa kampus mengajar hanya mengambil satu tahap kegiatan. Pada satu tahap tersebut sudah terkumpul sebanyak 93 buku yang sudah di sortir atau yang sudah di pilih dan masih layak baca. Terdapat 4 kriteria buku yang sudah masuk dalam buku yang sudah di sortir. Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Tabel 2 Daftar Jenis Donasi Buku Kriteria Buku Jumlah Buku Pelajaran Buku Umum Cerita Anak Novel Ensiklopedia Komik Agama Bahasa Inggris Total SIMPULAN DAN SARAN Gerakan donasi buku ini untuk meningkatkan jumlah koleksi dan jumlah ketersediaan buku di SDN 2 Gombang sehingga dapat meningkatkan minat siswa-siswi SDN 2 Gombang dalam upaya meningkatkan budaya literasi untuk siswa sekolah dasar dan kualitas pembelajaran. Gerakan donasi buku berhasil mengumpulkan 93 buku bacaan dari donatur. Diharapkan menjadi kegiatan pengabdian yang berkelanjutan, dengan menyasar masyarakat donatur yang lebih luas. Penyuluhan atau edukasi pentingnya literasi numerasi bagi siswa dilakukan dengan memberikan pemahaman secara kontinu setiap awal pembelajaran tentang pentingnya Kegiatan penyuluhan atau edukasi pentingnya literasi numerasi bagi siswa menyasar pada seluruh siswa kelas, baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Kegiatan dilakukan dengan meminta siswa untuk telling story dan mentargetkan siswa untuk membaca 1 buku bacan per bulan dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah. Penambahan jam pembelajaran materi literasi dan numerasi dilakukan dengan target kelas 4-6, atau kelas tinggi. Hal ini dilakukan karena adanya siswa yang belum mencapai target membaca dan menulis di kelas tersebut. Penambahan jam pembelajaran Daroin. Santoso. Pranidia. Halimah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 dilakukan setelah jam pembelajaran inti/jam 10. Penurunan kemampuan literasi dan numerasi diindikasi karena pembelajaran dilakukan secara daring sehingga kurang UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih diberikan kepada Kemenristekdikti selaku penyelenggara program kampus mengajar Angkatan 2. Kepala sekolah dan guru di SDN 2 Gombang serta mahasiswa tim kampus mengajar Angkatan 2 penempatan SDN 2 Gombang yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi terbaik dalam program pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA