AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMA Di Kota Pagar Alam Imam Subhi . Hendi Kariyanto . Noni Witisma . Rangga Saputra . Holvi Mardalena Pasacasarjana IAI Pagar Alam Email : elhafdatbi12@gmail. com, hendykarianto@gmail. Witisma90@gmail. com, holvimardalinah1717@gmail. Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, khususnya modul ajar. Sayangnya, banyak guru PAI di Kota Pagar Alam yang mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dalam merancang dan menyusun modul ajar yang berpusat pada peserta didik . tudent-centere. Metode yang digunakan adalah participatory training yang meliputi penyampaian materi, pendampingan intensif penyusunan modul, dan peer-review. Kegiatan diikuti oleh 25 guru PAI yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru. Pada awal kegiatan, hanya 20% peserta yang mampu membedakan modul ajar dengan RPP konvensional. Setelah pelatihan, 90% peserta berhasil menghasilkan draft modul ajar lengkap untuk satu tema pelajaran yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka, lengkap dengan asesmen diagnostik dan diferensiasi pembelajaran. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan kualitas implementasi kurikulum di kelas. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. Modul Ajar. Guru PAI. Profesionalisme Guru PENDAHULUAN Kurikulum Merdeka membawa paradigma baru dalam dunia pendidikan Indonesia, menekankan pada pembelajaran yang fleksibel dan berfokus pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Dalam konteks ini, modul ajar menjadi dokumen perencanaan yang krusial karena dirancang untuk memberikan yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Namun, transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka tidak selalu berjalan mulus, terutama bagi guru-guru di daerah. Di Kota Pagar Alam, berdasarkan diskusi terfokus . ocus group discussio. dengan pengurus MGMP PAI SMA, teridentifikasi permasalahan bahwa sebagian besar guru masih kesulitan mentransformasi RPP konvensional menjadi modul ajar. Mereka belum terbiasa merancang asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal siswa, serta kesulitan dalam merumuskan kegiatan pembelajaran yang terdiferensiasi. Padahal, komponen-komponen tersebut adalah esensi dari Kurikulum Merdeka. Program Studi Pendidikan Agama Islam, sebagai lembaga pencetak pendidik, tanggung jawab moral untuk turut profesionalisme guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan teknis dan pendampingan intensif kepada guru PAI dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan produk modul ajar yang berkualitas serta meningkatkan kapasitas pedagogik guru. METODE PENGABDIAN Lokasi kegiatan pengabdian bertempat di Aula MGMP Kabupaten Majulancar dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Peserta kegiatan adalah 25 orang guru PAI SMA yang tergabung dalam MGMP. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan tahapan : Pemaparan Materi: Narasumber memberikan pencerahan mengenai filosofi Kurikulum Merdeka, struktur modul ajar, serta teknik penyusunan asesmen diagnostik dan pembelajaran diferensiasi. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pendampingan Praktik (Worksho. : Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil berdasarkan kelas (X. XI. XII). Setiap kelompok didampingi oleh satu fasilitator . osen PAI) untuk menyusun modul ajar secara bertahap. Peer Review dan Revisi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan modul ajar untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain dan tim ahli. Evaluasi: Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kualitas modul ajar awal . ika ad. dengan modul ajar yang dihasilkan selama workshop menggunakan rubrik penilaian modul ajar. HASIL PENGABDIAN DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan intensitas tinggi. Pada sesi awal, tim pengabdi melakukan pre-test sederhana yang menunjukkan bahwa 80% peserta belum memahami secara utuh komponen modul ajar dan masih menyamakannya dengan RPP. Materi yang paling menarik perhatian peserta adalah cara menyusun kegiatan pembelajaran yang terdiferensiasi, di mana guru harus menyiapkan tiga skenario belajar berbeda untuk siswa dengan gaya belajar yang berbeda . isual, auditori, kinesteti. Hasil utama dari pengabdian ini adalah terciptanya 10 draft modul ajar untuk berbagai jenjang kelas yang telah melalui proses review. Misalnya, satu kelompok berhasil menyusun modul ajar untuk materi "Pernikahan dalam Islam" dengan pendekatan project based learning, di mana siswa diminta membuat konten edukasi di media sosial. Modul ini dinilai inovatif karena relevan dengan kehidupan siswa saat ini . Dari segi kuantitas, 90% peserta berhasil menyelesaikan modul ajar, meningkat drastis dibandingkan sebelum pelatihan yang hanya 20%. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pembahasan menunjukkan bahwa kendala teknis seperti pemilihan model pendampingan intensif. Model "magang" atau pendampingan terbukti efektif untuk pelatihan guru, karena mereka bisa langsung bertanya dan mengerjakan sambil Keberhasilan ini juga didukung oleh semangat kolaborasi antar guru dalam forum MGMP. Dengan adanya produk modul ajar ini, diharapkan kualitas pembelajaran PAI di SMA Kota Pagar Alam dapat meningkat dan lebih berpusat pada siswa. KESIMPULAN Pelatihan penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka bagi guru PAI SMA di Kabupaten Majulancar telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan Para guru kini mampu menghasilkan modul ajar yang lebih inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya program pendampingan teknis yang berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tataran sosialisasi. Direkomendasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk memfasilitasi program serupa secara rutin, serta mendorong terbentuknya bank modul ajar karya guru PAI sebagai wadah berbagi praktik baik. DAFTAR PUSTAKA