PENINGKATAN CALISTUNG (MEMBACA. MENULIS. BERHITUNG) MELALUI TAMAN DOLANAN LITERASI DAN NUMERASI IMPROVING CALISTUNG (READING. WRITING. AND NUMERACY) THROUGH LITERACY AND NUMERACY PLAYGROUNDS Endang Widati. Eva Marlina. Yopi Harminto. Triyono SD Negeri 1 Ngancar. Wonogiri. Jawa Tengah Email: sdn1ngancar@gmail. Diterima : 20 Januari 2025 Direvisi : 23 Mei 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 ABSTRAK Dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi siswa. SDN 1 Ngancar melaksanakan praktik baik AuTaman Dolanan Literasi dan NumerasiAy yaitu Taman Literasi berupa Lumbung basa dan Taman Dolanan Numerasi. Tujuan dari Taman Dolanan Literasi dan Numerasi sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan keterampilan calistung anak di SDN 1 Ngancar. Taman Dolanan Literasi AuLumbung BasaAy menekankan pada penggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari siswa dan Taman Dolanan Numerasi adalah wahana edukasi berbasis permainan tradisional yang dikombinasikan dengan kegiatan literasi dan numerasi yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Pendekatan ini dipilih untuk mengetahui efektivitas penerapan Taman Dolanan Literasi dan Numerasi dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui permainan tradisional yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan diakhiri kegiatan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung anak setelah mengikuti kegiatan di Taman Dolanan Literasi dan Numerasi. Anak-anak menunjukkan peningkatan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi melalui berbagai permainan tradisional seperti congklak, engklek, dan dakon. Implementasi taman dolanan ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kontekstual, sehingga anak dapat memahami konsep dasar literasi dan numerasi secara lebih bermakna, tidak hanya mendukung pengembangan kognitif, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan budaya lokal. Kata kunci: Calistung. Taman Dolanan. Literasi. Numerasi. Lumbung Basa. Permainan ABSTRACT To enhance students' literacy and numeracy skills. SDN 1 Ngancar implemented the "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi". This program comprises a Literacy Garden ("Lumbung Basa") and a Numeracy Playground. The aim of the "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi" is to provide an innovative approach to improving children's basic literacy and numeracy skills at SDN 1 Ngancar. The "Lumbung Basa" Literacy Garden emphasizes the use of the Javanese language in students' daily lives, while the Numeracy Playground is an educational tool based on traditional games combined with fun literacy and numeracy A qualitative approach was used to assess the program's effectiveness. This approach was chosen to determine the effectiveness of the "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi" in improving students' literacy and numeracy skills through traditional games, encompassing planning, implementation, observation, and reflection. Research results indicate an improvement in children's reading, writing, and numeracy skills after participating in the "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi" program. Children demonstrated increased learning motivation, critical thinking skills, and collaborative skills through various traditional games such as congklak, engklek, and dakon. The implementation of this playground also successfully created an interactive and contextual Peningkatan Calistunga. Widati. Marlina. Harminto. Triyono learning environment, enabling children to understand basic literacy and numeracy concepts more meaningfully. It not only supports cognitive development but also provides learning experiences relevant to local culture. Keywords: Calistung. Playground. Literacy. Numeracy. Lumbung Basa. Traditional games PENDAHULUAN Teknologi sering dianalogikan bukan sebagai musuh, tetapi seperti api. Api pada dasarnya adalah elemen yang netral, ia bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat ketika digunakan dengan bijak, namun bisa berbahaya jika tidak dikendalikan dengan baik. Demikian pula, teknologi memiliki potensi besar untuk membawa manfaat luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan teknologi, semua orang bisa mengakses informasi dengan cepat, berkolaborasi menemukan solusi inovatif untuk berbagai masalah. Seperti api, teknologi Ketergantungan pada teknologi dalam belajar bisa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Literasi membangun fondasi yang kuat bagi kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk peserta didik yang mampu menghadapi tantangan dunia nyata dengan cara yang analitis dan inovatif. Literasi menulis dan membaca. Literasi bukan hanya membaca dan menulis melainkan meliputi kontinum pembelajaran yang mencapai tujuan hidup mereka, mengembangkan pengetahuan dan potensinya dalam kehidupan sosial. Pengembangan literasi sangat penting untuk diasah. Dengan adanya literasi diharapkan dapat membantu siswa dalam tujuan setiap pembelajaran (Wahidin, dkk, 2. Pengaruh teknologi khususnya handphone bagi peserta didik SDN 1 Ngancar yang kurang terkendalikan serta kurangnya pendampingan orang tua, memberi dampak bagi peserta didik SDN 1 Ngancar yaitu berubahnya pola anak-anak. Handphone menyediakan akses mudah ke berbagai bentuk hiburan digital seperti video game, media sosial, dan aplikasi Akibatnya, anak-anak lebih cenderung memilih aktivitas digital tradisional sehingga terjadi penurunan Aktivitas fisik anak-anak. Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang membantu perkembangan motorik dan Sebaliknya, mengarah pada gaya hidup yang lebih sedentari, mengurangi aktivitas fisik yang penting bagi anak-anak. Serta Permainan dimainkan dalam kelompok dan melibatkan interaksi langsung dengan teman sebaya, yang membantu membangun keterampilan sosial dan kerja sama. Penggunaan handphone, terutama untuk bermain game atau menonton video secara individu, mengurangi kesempatan anak-anak untuk berinteraksi secara langsung dan belajar dari pengalaman bermain Yang paling berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran adalah anak-anak lebih menyukai mengandalkan mencari referensi dari Google untuk pemecahan masalah belajar dibandingkan membaca buka dan berpikir kritis. Konsep permainan tradisional menggabungkan aktivitas bermain dan belajar secara harmonis, sehingga siswa dapat belajar calistung tanpa tekanan, namun tetap efektif. Dalam kebijakan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 literasi Kemendikbud pentingnya pendekatan berbasis budaya Permainan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan pengembangan keterampilan (Kemendikbud, 2. Permainan tradisional ini mampu merangsang kemampuan berpikir logis, pengambilan keputusan, serta kerja sama, yang semuanya sangat relevan untuk pengembangan literasi dan numerasi pada anak. Literasi dan numerasi membangun fondasi yang kuat bagi kemampuan berpikir kritis dan Keduanya saling melengkapi dalam membentuk peserta didik yang mampu menghadapi tantangan dunia nyata dengan cara yang analitis dan Dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi siswa. SDN 1 Ngancar melaksanakan praktik baik AuTaman Dolanan Literasi dan NumerasiAy yaitu Taman Literasi berupa Lumbung basa dan Taman Dolanan Numerasi. LANDASAN TEORI Calistung (Membaca. Menulis, dan Berhitun. merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap individu. Calistung merupakan bagian dari kemampuan literasi dasar yang harus diberikan kepada anak secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangannya (Mulyasa, 2. Calistung tidak hanya mengacu pada keterampilan teknis dasar, tetapi juga memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan berpikir Pembelajaran calistung memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan berpikir kritis, karena melibatkan proses analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah (Zulfikar & Hasanah, 2. Peningkatan literasi dan numerasi dapat dilakukan dengan menerapkan Calistung merupakan akronim dari belajar membaca, menulis, dan berhitung. Calistung memudahkan individu untuk berkomunikasi baik secara bahasa, tulisan, maupun angka. Kemampuan calistung dapat memiliki dampak baik bagi perkembangan anak usia sekolah dasar (Rahayu, 2. Kemampuan membaca dan menulis dapat membantu Sedangkan kemampuan berhitung dapat membantu anak dalam mengembangkan logika berpikir. Literasi membangun fondasi yang kuat bagi kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Literasi, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber, membutuhkan keterampilan membaca yang baik untuk memproses teks secara kritis. Demikian pula, menulis mendukung literasi dengan membantu siswa menyusun argumen, menyampaikan ide, dan merefleksikan solusi melalui ekspresi yang terstruktur. Membaca keterampilan reseptif bahasa tulis. Membaca merupakan suatu kegiatan terpadu yang mencakup beberapa kegiatan yang meliputi mengenali huruf kata-kata digabungkan dan dirangkai dengan bunyi dan maknanya, serta menarik Kesimpulan dari suatu baca. Membaca dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan untuk memahami sebuah pesan baik yang tersirat maupun tersurat yang terkandung di dalam sebuah teks (Hendrayani, 2. Menulis merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa . yang menggunakan simbol-simbol tulis sebagai medianya. Menulis merupakan penuangan gagasan atau ide ke dalam Bahasa tulis yang dalam praktiknya Peningkatan Calistunga. Widati. Marlina. Harminto. Triyono diwujudkan dalam beberapa tahapan yang merupakan suatu system yang utuh (Anisatun, 2. Kemampuan menulis bagi anak usia sekolah dasar penting untuk mengembangkan keterampilan Numerasi, masalah dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan berhitung menjadi inti pengolahan data, evaluasi statistik, atau pengambilan keputusan berbasis angka. Berpikir kritis hadir dalam proses literasi dan numerasi saat siswa dituntut mengidentifikasi pola, dan membuat keputusan yang rasional. Integrasi antara calistung, literasi, dan numerasi menghasilkan kemampuan problemsolving yang efektif. Misalnya, siswa memahami permasalahan, menulis untuk merancang solusi, dan berhitung untuk mengevaluasi hasil. Berhitung merupakan kegiatan yang dilakukan dalam menyebutkan urutan bilangan (Madika, 2. Kemampuan berhitung merupakan suatu landasan untuk keterampilan anak sekolah dasar dalam mengembangkan Kemampuan berhitung dapat dimulai dengan menghitung urutan angka mulai dari yang terkecil hingga terbesar. Keterampilan berhitung berkaitan dengan bilangan yang di dalamnya terdapat kegiatan menyebut bilangan, mengoperasikan bilangan. Kegiatan "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi" yang terdiri dari dua kegiatan yaitu pertama. Taman Literasi atau AuLumbung BasaAy dan AuTaman Dolanan NumerasiAy dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi tantangan rendahnya minat belajar dan kesulitan dalam literasi dan Taman Dolanan Literasi AuLumbung Basa meningkatkan kemampuan literasi peserta didik dengan mengasah keterampilan membaca, menulis, dan Lumbung Basa ini menekankan pada aspek Bahasa Jawa, seperti menulis kosakata bahasa Jawa beserta artinya percakapan sehari-hari. Taman Dolanan Numerasi mengintegrasikan permainan tradisional dalam proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan penuh Permainan tradisional seperti keterampilan motorik halus, tetapi juga memperkenalkan konsep berhitung kepada anak secara menyenangkan (Sudono, 2. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka, tetapi juga untuk melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga. Taman Dolanan Numerasi memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkolaborasi, berkompetisi dan mengembangkan keterampilan sosial serta emosional. Permainan tradisional yang diterapkan di dalam kelas atau pengalaman belajar yang berbeda, di mana peserta didik tidak hanya belajar tentang angka dan huruf, tetapi juga nilai-nilai sportivitas, dan tanggung jawab. Permainan tradisional, seperti petak umpet atau gobak sodor, melibatkan lingkungan, yang secara tidak langsung petunjuk, mengenali angka, dan menulis skenario permainan. Dalam permainan petak umpet atau gobak sodor, anak Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 diajak untuk membaca petunjuk, mengenal angka, dan menulis skenario permainan, sehingga dapat melatih interaksi sosial (Suyadi, 2. Rozy. , & Baalwi. AuPeningkatan Kemampuan Numerasi Melalui Permainan TradisionalAy bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan ular tangga terhadap kemampuan numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Sidokare 3 Sidoarjo dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang, terdiri dari 4 laki-laki dan 26 perempuan yang merupakan siswa kelas 5. Data kemampuan numerasi melalui pretest dan postest berupa soal masing-masing sejumlah 20 dengan treatment berupa permainan ular tangga selama seminggu. Analisis data menggunakan paired sample Ttest dengan bantuan SPSS 26. Hasil. Hasil analisis data membuktikan bahwa ada peningkatan sebesar 27% dengan nilai t=-4. 029 dengan nilai Sig . -tailed = 0,. < . yang berarti ada beda antara hasil sebelum dan sesudah Hal tersebut menjelaskan bahwa kemampuan numerasi dapat Kesimpulan. Kemampuan numerasi siswa khususnya di sekolah dasar dapat ditingkatkan dengan pedagogi kreatif salah satunya dengan Permainan tradisional ular tangga menjadi salah satu opsinya. Maria Lily. Khotimah. , & Maarang. dengan judul AuEfektivitas Permainan Tradisonal Congklak Kemampuan Berhitung Anak Usia DiniAy bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan kemampuan berhitung anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Researc. dan dokumentasi, berbagai informasi dari berbagai sumber yang relevan seperti buku dan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa permainan tradisional congklak sangat efektif diterapkan pada anak usia meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini, hal ini dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian terdahulu yang sangat relevan dan juga praktek langsung yang dilakukan oleh anak-anak TK Kasih Bapa Moru, yang dimana setelah memainkan permainan congklak anak mampu mengenal, menulis bilangan dan juga menghitung skor yang mereka peroleh dalam permainan tradisional congklak. Jadi dapat disimpulkan bahwa permainan meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini. Melalui "Taman Dolanan Literasi dan Numerasi," diharapkan tercipta menyenangkan, serta penuh dengan nilai budaya yang berharga, sehingga peserta didik dapat mengembangkan diri mereka secara optimal dalam aspek akademis maupun sosial. METODE PENELITIAN Penelitian ini berdasarkan praktik baik pembelajaran dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Pendekatan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dari hasil observasi baik berupa kata-kata tertulis ataupun lisan yang menggambarkan realitas sesuai keadaan di lapangan (Warumu, 2. Pendekatan Taman Dolanan Literasi dan Numerasi dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui permainan tradisional yang dimulai dari Peningkatan Calistunga. Widati. Marlina. Harminto. Triyono tindakan, observasi, dan diakhiri kegiatan refleksi. Praktik baik pembelajaran ini dilaksanakan di SDN 1 Ngancar dengan subjek penelitian peserta didik kelas I VI yang berjumlah 49 siswa. Kegiatan praktik baik AuTaman Dolanan Literasi dan NumerasiAy terdiri dari dua area utama yaitu Taman Literasi atau AuLumbung BasaAy dan Taman Dolanan Numerasi. Taman Literasi AuLumbung BasaAy dilaksanakan secara terjadwal setelah apel pagi. Setiap hari Sabtu, peserta didik melakukan Panen Basa. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam kelas dan di pojok baca kelas. Kegiatan Taman Numerasi Dolanan dilaksanakan secara terjadwal setiap hari Sabtu bersamaan dengan kegiatan P5 sekolah dengan tema kearifan lokal dengan topik Permainan Tradisional AuWarisan LestariAy (Warna Ragam Permainan Tradisional untuk Lestarikan Buday. Kegiatan Taman Numerasi Dolanan dilaksanakan setiap hari saat jam istirahat sekolah. Permainan yang melibatkan aktivitas fisik, seperti gobak sodor, lompat tali, dan engklek, dilaksanakan di lapangan volley dan di halaman sekolah. Tempat ini dipilih karena ruangannya lebih luas dan memungkinkan peserta didik untuk bergerak bebas serta berinteraksi dalam suasana terbuka. Area Khusus Taman Literasi, untuk kegiatan tertentu, seperti dakon, sundamanda, bekel, kecrikan, ular tangga, membaca hasil kosakata atau refleksi bersama, dilakukan di "Taman Literasi". Data yang dihasilkan berupa penilaian hasil proses observasi dan hasil evaluasi peserta didik. Ada dua jenis variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah penggunaan Taman Dolanan Literasi dan Numerasi, yaitu suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan permainan tradisional sebagai media untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi Permainan-permainan tradisional tersebut dirancang sedemikian rupa agar memuat unsur membaca, menulis, berhitung, serta kemampuan berpikir Contohnya adalah permainan seperti engklek, congklak, dan ular Sementara itu, variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan literasi dan numerasi siswa. Literasi yang dimaksud mencakup kemampuan memahami kosakata Bahasa Jawa, mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari Sedangkan mencakup kemampuan berhitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, soal-soal sederhana yang sesuai dengan jenjang usia siswa. Untuk memperoleh data yang akurat dan mendalam. Instrumen yang digunakan, pertama, tes literasi dan numerasi digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa sebelum dan sesudah diterapkannya Taman Dolanan Literasi Numerasi. Kedua, digunakan lembar observasi yang antusiasme, dan keterlibatan siswa selama proses bermain. Observasi ini dilakukan oleh guru saat kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Praktik peningkatan calistung melalui taman dolanan literasi dan numerasi dilakukan dengan beberapa tahap. Secara garis besar terdapat tiga tahapan, yakni tahap Taman Literasi AuLumbung BasaAy Pengenalan Kegiatan . Sosialisasi Kegiatan Taman Literasi AuLumbung BasaAy kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta . Penyampaian tujuan Kegiatan Taman Literasi AuLumbung Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 BasaAy kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta didik. Sosialisasi tentang media yang digunakan, teknis pelaksanaan Kegiatan Taman Literasi AuLumbung BasaAy kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta Pelaksanaan Kegiatan . Setiap hari Senin sampai Sabtu Pembina apel memberikan satu kosa kata berbahasa jawa. Pembina apel secara singkat menjelaskan arti kosa kata dan penggunaannya berdasarkan tingkatannya . goko, kromo Misalnya AusiramAy artinya adus atau mandi. Sesampainya di kelas kosa kata tersebut dituliskan disecarik kertas, dan di masukkan ke dalam bumbung bambu atau lumbung basa dan disimpan di pojok kelas masing-masing. Kegiatan 1 dan 2 dilaksanakan setiap hari Senin s. Jumat. Kosa kata yang telah ditulis harus diaplikasikan di sekolah, lingkungan masyarakat. Setiap hari Sabtu peserta didik melakukan panen basa yaitu kegiatan membuka atau panen kosa kata bahasa jawa. Dari kosa kata tersebut, peserta didik membuat kalimat yang dituliskan pada tempat yang telah disiapkan. Observasi Kegiatan Peserta didik dinilai berdasarkan kemampuan mereka menambah kosakata baru dari permainan "Lumbung Basa" menggunakannya dalam kalimat. Setiap minggu, guru memeriksa jumlah dan kualitas kata-kata yang ditulis di bumbung basa dan mengevaluasi bagaimana peserta didik mengaplikasikannya dalam percakapan sehari-hari. Penilaian dan Refleksi . Guru penilaian terhadap kalimat yang telah ditulis. Penilaian dilakukan berdasarkan tata bahasa, ketepatan makna, dan kreativitas dalam penggunaan . Guru kelas dan peserta didik melakukan refleksi kegiatan yang telah dilaksanakan. Guru memberikan tugas kecil terkait materi yang dipelajari, misalnya meminta mereka kosakata dari Lumbung Basa di rumah dan menceritakan pengalaman mereka pada sesi Gambar 1. Aktivitas Taman Dolanan Literasi AuLumbung BasaAy Dari data diatas menunjukkan ada konsistensi dalam kegiatan pembiasaan dan ketekunan dalam menulis dan menerapkan kata dalam konteks kalimat. Kosakata yang dicatat menunjukkan penambahan kosakata Peningkatan Calistunga. Widati. Marlina. Harminto. Triyono yang variatif, tidak terbatas pada satu jenis kata mencakup kata kerja, kata benda dan kata sifat. Sebagian besar kosakata telah digunakan dengan struktur kalimat sederhana namun tepat. Ada beberapa kesalahan kecil . jaan/tata kalima. , tetapi secara umum siswa sudah mampu mengonstruksi makna dengan baik. Program AuLumbung BasaAy efektif dalam meningkatkan jumlah dan variasi kosakata Bahasa Jawa siswa, mendorong siswa untuk menggunakan Bahasa Jawa dalam kalimat yang kontekstual, serta melatih kebiasaan menulis dan berpikir dalam bahasa daerah, yang penting untuk pelestarian Taman Numerasi Dolanan Pengenalan Kegiatan . Sosialisasi Kegiatan Taman Numerasi Dolanan kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta didik. Penyampaian tujuan Kegiatan Taman Numerasi Dolanan kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta didik . Sosialisasi tentang media yang digunakan, teknis pelaksanaan Kegiatan Taman Numerasi Dolanan kepada komite sekolah. Orang tua/wali murid dan peserta didik Pelaksanaan . Melaksanakan diagnostic untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik tentang permainan tradisional . Pengenalan jenis-jenis permainan Peserta diperkenalkan pada permainan tradisional yang akan dimainkan, misalnya dakon, congklak atau gobak sodor dan sebagainya. Guru menjelaskan sejarah singkat permainan, sehingga peserta didik juga mendapatkan wawasan Guru instruksi singkat tentang aturan bermain dan tujuan yang ingin dicapai dalam setiap permainan. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok menghindari saling berebut dalam memilih permainan. Observasi Kegiatan Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam menggunakan keterampilan numerasi selama permainan tradisional seperti congklak dan gobak sodor. Misalnya, peserta dinilai dari membuat keputusan strategi langkah, atau mengelompokkan objek dalam permainan. Penilaian dan Refleksi . Guru dan peserta didik melakukan refleksi pelaksanaan kegiatan . Di akhir setiap bulan, guru memberikan tes numerasi sederhana untuk mengukur berhitung dan pemahaman konsep numerik dasar. Guru kerja sama, serta kemampuan literasi dan numerasi yang ditunjukkan oleh masingmasing peserta didik selama kegiatan berlangsung. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 Tabel 1 Rekap Nilai Perkembangan Taman Dolanan Numerasi Kelas 5 Tabel 2 Nilai Rata-Rata Kelas 5 Taman Dolanan Numerasi Bulan Rata-Rata Kelas Juli 2023 Agustus 2023 September 2023 Oktober 2023 November 2023 Desember 2023 Januari 2024 Februari 2024 Maret 2024 April 2024 Mei 2024 Juni 2024 Diagram 1 Nilai Rata-Rata Kelas 5 Taman Dolanan Numerasi Series 1 Peningkatan Calistunga. Widati. Marlina. Harminto. Triyono Diagram di atas adalah nilai rata-rata Taman Dolanan Numerasi Kelas 5 dengan jumlah 7 siswa di Tahun Pelajaran 2023/2024 yaitu periode Bulan Juli 2023 sampai dengan Bulan Juni 2024. Rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan signifikan dari awal hingga akhir tahun pelajaran. Terlihat bahwa nilai meningkat secara konsisten dari Juli hingga Desember, dengan lonjakan signifikan pada November-Januari. Nilai menurun sedikit pada Februari dan Maret, lalu meningkat kembali di bulan AprilAeJuni. Ini menunjukkan adanya dampak positif dari program Taman Dolanan, terutama setelah semester pertama. Dari tren peningkatan nilai bulanan dan konsistensi pencapaian predikat Baik ke atas, dapat disimpulkan bahwa Program Taman Dolanan Numerasi cukup efektif meningkatkan kemampuan numerasi Pembelajaran permainan tradisional kemungkinan memotivasi siswa dan meningkatkan hasil belajar. Program Taman Dolanan Numerasi terbukti efektif, ditandai dengan semua siswa mencapai kategori Baik atau lebih. Pembelajaran numerasi tradisional mendukung pembelajaran bermakna dan menyenangkan. KESIMPULAN Praktik meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dapat dilihat melalui Taman Dolanan Literasi dan Numerasi yang dilakukan di SD N 1 Ngancar. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang menyenangkan dan kontekstual, siswa lebih antusias dan aktif dalam proses belajar membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini kemampuan calistung, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta kemandirian Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan selama peningkatan dalam keterlibatan siswa dan hasil belajar mereka. Dengan demikian, pengalaman praktik baik dari SD N 1 Ngancar ini dapat menjadi inspirasi dan contoh nyata bahwa penguatan literasi dan numerasi dapat dicapai melalui strategi yang kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak. Dengan calistung yang baik, siswa tidak hanya terbantu dalam pencapaian membangun keterampilan berpikir menghadapi tantangan di dunia nyata. Hal ini menegaskan bahwa calistung bukan hanya keterampilan dasar, tetapi juga fondasi utama dalam membangun literasi dan numerasi yang berdaya guna. DAFTAR PUSTAKA