Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Strategi Mewujudkan Sekolah Unggul Dan Berkarakter Dalam Meningkatkan Daya Saing MI Aisyiyah Ngunut Moch Farid Rifai MI Aisyiyaah Ngunut Email: faridrifai@gmail. Abstrak Pada era dimana perkembangan dunia pendidikan begitu cepat. Sekolah dituntut untuk menghadirkan keunggulan serta memberikan Pendidikan berkarakter. Dalam rangka menciptakan sekolah unggul, berkarakter dan mampu memiliki daya saing. Penelitian ini bertujuan: . Mendeskripsikan alasan mengapa MI Aisyiyah Ngunut mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter. Menjelaskan strategi mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter di MI Aisyiyah Ngunut. Menjelaskan dampak mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter terhadap daya saing MI Aisyiyah Ngunut. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yaitu penelitian yang berusaha mencari dan memperoleh informasi mendalam daripada banyaknya informasi. Sedangkan uji kualitas menggunakan . Pengumpulan data, . Reduksi data, . Display data, dan . Kesimpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . MI Aisyiyah Ngunut mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter untuk meningkatkan daya saing, . MI Aisyiyah Ngunut memiliki strategi dalam mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter dengan memberi edukasi ke anak-anak dengan praktek langsung di alam, mengembangkan sikap tanggung jawab dan kekeluargaan. Dampak mewujudkan sekolah unggul dan berkarakter terhadap daya saing MI Aisyiyah Ngunut dengan bukti semakin diminati masyarakat baik dari kalangan internal maupun eksternal, tercipta anak-anak yang cerdas dan cakap dalam kehidupan diri sendiri, keluarga hingga masyarakat. Abstract In an era where the world of education is developing so rapidly, schools are required to present excellence and provide character education In order to create superior schools, with character and capable of competitiveness, this research aims to: . Describe the reasons why MI Aisyiyah Ngunut creates a school of excellence and character. Explain the strategy for creating a superior and characterful school at MI Aisyiyah Ngunut. Explain the impact of creating a superior and characterful school on the competitiveness of MI Aisyiyah Ngunut. This study uses a qualitative analysis method, namely research that seeks to find and obtain in-depth information from the amount of information. While the quality test uses . Data collection, . Data reduction, . Data display, and . Conclusion . The results of the study indicate that: . MI Aisyiyah Ngunut creates a school of excellence and character to increase competitiveness . MI Aisyiyah Ngunut has a strategy to create a superior and characterful school by providing education to children with direct practice in nature, developing an attitude of responsibility and family. The impact of creating a school with excellence and character on the competitiveness of MI Aisyiyah Ngunut with evidence of increasing interest from the community both internally and externally, creating children who are intelligent and capable in life for themselves, their families and society. Latar Belakang Teoritis Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal di Indonesia seperti halnya sekolah madrasah berusaha mencetak generasi unggul dan religius. Madrasah adalah sekolah plus yang memberikan pelajaran khusus kepada peserta didik. Madrasah terus melakukan inovasi sehingga mampu bersaing dalam kancah dunia Pendidikan. Madrasah mengikuti kurikulum dari Kementerian Pendidikan kebudayaan riset dan Teknologi (Kemendikbudriste. dan Kementerian Agama (Kemena. (Ihsanti, 2. Salah satu nilai plus madrasah adalah penguatan materi umum sekaligus karakter pribadi muslim. Terdapat beberapa mata pelajaran yang diajarkan di madrasah, tetapi tidak diberikan di sekolah. Materi pelajaran yang diajarkan di madrasah adalah akidah, fikih, akhlak, tafsir, hadits dan bahasa arab. Pelajaran plus ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Lembaga Pendidikan islam ini (Indayanti, 2. Jika kita melacak sejarah definisi tentang sekolah/madrasah berkualitas atau unggul dan berkarakter akan ketemu garis kemi-ripan seperti di bawah ini. Sekolah berkualitas/unggul adalah Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran . pendidikannya (MaAoarif, 2. Untuk mencapai keunggulan tersebut maka masukan . , proses pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus diarahkan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut. Sedangkan dalam Permendik-nas No. 63 tahun 2009, dijelaskan bahwa. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional (Ilham, 2. Madrasah sebagai garda terdepan dalam menjaga moral generasi bangsa. Sebagai suatu instansi lembaga bergerak di bidang pendidikan berbasis agama, madrasah juga mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengedepankan pemajuan akhlak, nilai-nilai moral dan etika yang berlandaskan pada ajaran ilahiyah, seperti relijius, kejujuran, kedisiplinan, rasa hormat, dan tanggung jawab (Anwar Prabu Mangkunegara, 2. Dalam porsi Membangun Karakter peserta didik dan generasi bangsa secara umum. Madrasah juga berperan menanamkan banyak nilai-nilai moral dan akhlak yang baik kepada peserta didik sejak dini, seperti pentingnya berbagi, saling menghormati, dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari (Duwi Prayitno, 2. Perkembangan jaman menuntut madrasah memberikan pendidikan dengan Teladan. Peserta didik saat ini tidak cukup dengan retorika semata. Guru dan pengasuh sebagai garda depan di madrasah menjadi panutan pertama dalam pengembangan karakter dengan teladan. Contoh bagi siswa dalam perilaku baik dan pengamalan ajaran agama yang benar. Guru tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai moral itu diterapkan dalam kehidupan (Rusman. Peserta didik juga diwajibkan untuk berani tanggung jawab. Hidup mereka tentu yang mengatur juga mereka sendiri. Menanamkan Tanggung Jawab pribadi dan Sosial menjadi keniscayaan. Madrasah seringkali mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap sesama, membantu yang membutuhkan, dan terlibat dalam kegiatan sosial, yang dapat meningkatkan rasa tanggung jawab sosial siswa (Anwar Sanusi, 2. Madrasah punya andil dalam Mengatasi Krisis Moral yang menjadi keluhan di masyarakat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan rumit ini, madrasah menjadi rujukan dan dapat menjadi tempat yang mengajarkan teroboson untuk memberi solusi hidup terhadap masalah sosial dan moral, dengan memberikan sudut pandang agama yang terbuka, moderat, bijaksana, dan penuh kasih sayang (Rufaidah Salam, 2. Dalam pengembangan pendidikan menyeluruh yang dikenal Holistik, madrasah memiliki peranan dominan. Pendidikan di madrasah tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga mencakup pembentukan pribadi yang baik secara keseluruhan, baik dari segi spiritual, emosional, sosial, maupun intelektual (Najib Habibi, 2. Upaya menjaga moral generasi bangsa ini dimulai dari jenjang pendidikan dasar dengan pendidikan karakter yang terintegrasi berupa pendidikan di sekolah dasar dengan kurikulum pendidikan yang mencakup pendidikan karakter yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran dan Hal ini bisa mencakup nilai-nilai seperti kepedulian kepada sesama, kejujuran, saling menghormati, kerja sama, tenggang rasa, toleransi, dan kedisiplinan (Prim Masrokan Mutohar, 2. Pembiasaan akhlak baik sejak dini, pembiasaan perilaku baik sejak dini dapat dilakukan dengan mengajarkan anak untuk berperilaku sopan, menghormati orang tua dan guru, serta berbuat baik kepada sesama. Ini menjadi dasar yang kuat bagi perkembangan moral mereka. Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam mendidik anak-anak (Toha Machsun, 2. Orang tua juga harus menjadi contoh moral yang baik dan mendukung pendidikan moral anak-anak di rumah. Ini menciptakan sinergi antara lingkungan rumah dan sekolah yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI) bahkan bahkan tingkat paling bawah. Raudhotul Athfal (RA). Pada jenjang pendidikan ini anak-anak diberi muatan pendidikan Al-QurAoan, akhlak, dan akidah lebih banyak (Supian, 2. Muatan tersebut diberikan sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik . sejak usia dini. Jika karakter dibentuk sejak siswa menempuh jenjang Pendidikan MI, maka mereka kelak tumbuh menjadi pribadi berkarakter unggul (Machsun, 2. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Semua lembaga pendidikan diharapkan dapat mencetak siswa unggul dan berkarakter. Mereka harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan akademik yang tinggi sebagai indicator siswa yang unggul. Keunggulan tersebut harus diimbangi oleh karakter yang baik yang harus dimiliki oleh siswa (Amarullah, 2. Menurut Ngainun Naim dan Achmad Syauqi, karakter tersebut diantaranya sikap terbuka, saling menghargai, solidaritas, kebersamaan, tidak membedakan latar belakang . gama, suku dan buday. , kerjasama dan toleransi. Penanaman karakter tersebut perlu dilakukan kepada generasi muda melalui Pendidikan di madrasah (Naim dan Syauqi, 2008: . Sejalan dengan pendapat tersebut. Tilaar menjelaskan bahwa penanaman karakter yang efektif melalui proses pendidikan baik tingkat dasar, menengah dan tinggi. Namun dalam pendidikan dasar merupakan pondasi awal yang tepat untuk penanaman kesadaran tersebut (Tilaar, 2002:. Madrasah harus terus menjaga mutu agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Sebagai Lembaga Pendidikan madrasah perlu menerima kemajuan sebagai tuntutan era terkini. Sistem penjaminan mutu pendidikan di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 63 Tahun 2009. Peraturan tersebut telah mengatur banyak hal dalam bidang Pendidikan (Mutohar, 2. Diantaranya tentang batasan mutu, tujuan penjaminan mutu, dan acuan tingkatan mutu, aturan tersebut tertuang dalam beberapa pasal, antara lain: Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. (Psl. 2 ayat . Kesadaran pengelola Lembaga Pendidikan untuk menjaga mutu terus berkembang di Indonesia termasuk di Tulungagung. Baik madrasah atau sekolah di kota ini terus berinovasi untuk menjadi Lembaga unggul sehingga diminati masyarakat. Tidak terkecuali bagi Lembaga Pendidikan swasta (Tiniyyah, 2. Salah satunya adalah MI Aisyiyah Ngunut. Madrasah Aisyiyah yang berada di tingkat ibtidaiyah punya peran yang penting dalam penanaman karakter sejak dini sekaligus menyiapkan manusia paripurna yang terbuka dalam Madrasah menjadi bagian satu pintu untuk menekankan kesadaran terhadap nilai-nilai utama berupa keberagaman, menjunjung tinggi toleransi, terbuka, mau menerima perbedaan yang ada secara kontinyuitas (Salam, 2. Ditinjau dari letak geografisnya MI Aisyiyah Ngunut dikelilingi oleh sekolah atau madrasah yang berdiri jauh lebih lama. Diantaranya disebelah barat terdapat MI Modern Mutiara Iman Ngunut, disebelah utara SDN Ngunut 4. SDN Ngunut 8 dan SDI Sunan Giri Ngunut, disebelah timur SDN Ngunut 6. MI Al Ifadah, disebelah selatan SDN Ngunut 5. SDI Qurrota Akyun. MI Aisyiyah Ngunut memiliki beberapa inovasi yang membuat lembaga ini diminati Setiap tahun jumlah pendaftar madrasah ini semakin meningkat. Mereka berasal dari berbagai desa atau kecamatan lain, tidak hanya berasal dari Ngunut saja. Animo masyarakat yang tinggi untuk menyekolahkan anaknya di madrasah ini menunjukkan tingkat inovasi madrasah cukup Dengan kata lain madrasah ini memiliki keunggulan yang diinginkan oleh masyarakat. Selain itu, daya saing madrasah tidak kalah dengan Lembaga Pendidikan disekitar walaupun sarana dan prasarana madrasah terbilang minim. Selain dari keunggulan lembaga. MI Aisyiyah Ngunut telah menorehkan beberapa prestasi. Tidak kalah dengan sekolah atau madrasah di sekitar yang jauh lebih lama keberadaannya, madrasah ini telah menjuarai berbagai event tingkat lokal maupun nasional. Diantara prestasi tersebut adalah Juara I Kuntum Terantusias ASCI (Aisyiyah Student Competition Indonesi. 6 Sekolah/Madrasah Aisyiyah Se-Indonesia 2022. Juara i Smaphore Putra ASCI (Aisyiyah Student Competition Indonesi. 6 Sekolah/Madrasah Aisyiyah Se-Indonesia 2022. Juara 1 Putri Melukis MI se Kecamatan Ngunut. Juara II Yelling Creatif ASCI (Aisyiyah Student Competition Indonesi. 7 Sekolah/Madrasah Aisyiyah Se-Indonesia 2023. Juara II Hasta karya Sains ASCI (Aisyiyah Student Competition Indonesi. 7 Sekolah/Madrasah Aisyiyah Se-Indonesia 2023. Juara 2 seni Tunggal Putra Kejuaraan Pencak Silat Tapak suci di Malang 2022. Juara 3 Kejuaraan Pencak silat AuIPSI Malang Championship 4Autingkat Nasional Piala Kemenpora dan Wali Kota Malang Tahun 2023. Pencapain prestasi yang telah diperoleh tersebut menunjukkan bahwa madrasah ini memiliki keunggulan dan karakter yang mampu menjadi daya saing di Masyarakat, oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan alasan MI Aisyiyah Ngunut dalam mewujudkan sekolah unggul dan Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 berkarakter, menjelaskan strategi yang diterapkan untuk mencapainya, serta menganalisis dampaknya terhadap daya saing sekolah. Sekolah unggul Sekolah Unggul adalah Suatu sekolah yang berorientasi pada AumutuAy dituntut untuk selalu bergerak dinamis penuh upaya inovasi, dan mengkondisikan diri sebagai lembaga atau organisasi pembelajar yang selalu memperhatikan tuntutan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Untuk itu sekolah dituntut untuk selalu berusaha menyempurnakan desain atau standar proses dan hasil pendidikan agar dapat menghasilkan AululusanAy yang sesuai dengan tuntutan masyarakat (Muhammad Anas MaAoarif, 2. Pengertian mutu memiliki variasi entri yang di definisikan oleh masing-masing orang atau pihak (Antiq Kusthon Tiniyyah, 2. Produsen . enyedia barang/jas. atau konsumen . engguna/pemakai barang/ jas. akan memiliki definisi yang berbeda mengenai mutu barang /jasa. Perbedaan ini mengacu pada orientasi masing-masing pihak mengenai barang / jasa yang menjadi Satu kata yang menjadi benang merah dalam konsep mutu baik menurut konsumen atau produsen adalah kepuasan. Barang atau jasa yang dikatakan bermutu adalah yang dapat memberikan kepuasan baik bagi pelanggan maupun produsen (Rufaidah Salam, 2. Karakter Pembelajaran akidah akhlak ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak Rasulullah untuk diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Karakter merupakan elemen yang penting pada diri setiap individu. Pendidikan karakter adalah proses penanaman nilai-nilai luhur yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Tujuannya agar siswa memiliki kepribadian yang jujur, baik, bertanggung jawab, adil, tidak diskriminatif, pekerja keras, menghormati dan menghargai orang lain (Yayan Supian, 2. Implementasi pendidikan karakter bukanlah sebuah mata pelajaran yang berdiri sendiri. Pendidikan karakter merupakan penanaman nilai-nilai akhlak yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada. Pelaksanaan pendidikan karakter di madrasah bisa dimulai dengan menyusun rancangan kegiatan pembelajaran. Rancangan kegiatan pembelajaran harus mencantumkan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan ke dalam diri siswa. Nilai-nilai karakter dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan contohnya, silabus, desain pembelajaran dan evaluasi nilai (Sri Ekowati, 2. Madrasah memiliki peran sentral dalam mencetak generasi madani. Mereka adalah generasi yang belajar dan mengajarkan keseimbangan fikir dan zikir. Lembaga ini mampu mencetak manusia yang intelektual dan bermoral. Lebih penting lagi, lembaga ini menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai ciri khasnya kepada peserta didik (Sugiyono, 2. Manajemen Madrasah yang Efektif Manajemen salah satu titik krusial yang menentukan eksistensi dan prestasi sebuah lembaga Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam sudah seharusnya menata manajemennya secara modern dan profesional, sehingga proses pendidikan berjalan dengan sukses (Etik Adhilah Ihsanti, 2. Manajemen, menurut Nanang Fattah, adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian organisasi dengan segala aspeknya, supaya tujuan organisasi bisa tercapai dengan efektif dan efisien (M. Hasanah, 2. Manajemen pendidikan islam diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, motivasi, pengawasan, dan pengembangan segala daya untuk mengatur serta mendayagunakan sumber daya manusia dan sarana prasarana, demi menggapai tujuan lembaga pendidikan Islam yang dilandasi nilai-nilai Islam (Etik Adhilah Ihsanti, 2. Manajemen berbasis sekolah yang disingkat MBS merupakan penggunaan sumber daya secara efektif yang berasaskan sekolah Manajemen SDM harus dilakukan secara terbuka dan konsisten, jangan sampai ada distori maupun manipulasi, karena akan melemahkan semangat dalam berprestasi dan menggapai cita-cita organisasi yang disepakati bersama dalam proses pengajaran atau pembelajaran untk mencapai sasaran kepada orang lain yang menerima komunikasi tersebut (Notoatmojo, 2. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Metode Transfer Nilai-Nilai Karakter Utama dan Unggul Melalui Pembelajaran Madrasah yang Inklusif Manajemen Madrasah yang Efektif A Proses penyampaian satu arah . Proses penyampaian dengan satu arah merupakan proses yang sering dilakukan oleh pengajar baik secara formal maupun informal seperti pengajian. Dimana penceramah terus bertutur dan jamaah hanya mendengarkan tanpa mengemukakan pendapatnya. Dalam pengajaran karakter tentu proses ini sering dilakukan baik dalam pembukaan saja atau sampai selesai (Anwar Sanusi. Proses satu arah ini tentu ada kelemahan karena audiens hanya menerima mentah-mentah dari penyampai. Tidak ada proses dialog yang menyebabkan kebosanan. Jika tidak ada yang lucu maka akan cenderung mengantuk. Dalam konteks anak sekolah dasar maka akan ramai sendiri. A Proses penyampaian dua arah . Metode ini merupakan cara penguasaan materi dengan tukar menukar ide, gagasan dan pendapat. Kedudukan dalam metode ini guru dengan anak didik bisa sejajar. Tidak ada yang lebih pintar. Juga dalam metode bisa saja guru sebagai mediator. Kondisi seperti ini anak didik harus menguasai bahasan. Proses ini bisa menggiring anak didik untuk bisa bekerjasama dengan orang Kadang sebuah masalah memang tidak bisa dipecahkan sendiri. (Saleh: 2006:. A Proses tanya jawab Metode ini seorang guru bisa melontarkan pertanyaan kepada anak didik. Anak didik wajib Atau anak didik bertanya kepada guru dan guru menjelaskan kepada anak didik. Sehingga ada transfer pengetahuan yang tanya jawab. Kedudukan dari keduanya tentu berbeda. Jika seorang guru bertanya posisi sebagai penguji. Anak didik bertanya sebagai yang tidak tahu (Nata: 2009:. A Proses dengan menonton film Metode ini memang membutuhkan sebuah alat. Minimal pemutar dan layar. Namun dalam film lebih efektif jika ingin mendeskripsikan nilai-nilai karakter kepada anak-anak setingkat sekolah Salah satu film yang saat ini digemari anak-anak adalah Upin dan Ipin (Anwar Sanusi. Daya Saing Lembaga Pendidikan Ningsih . mengatakan bahwa Daya saing merupakan kemampuan untuk berkompetisi untuk meningkatkan kualitas seseorang atau sebuah lembaga yang melakukannya. Dalam daya saing ada beberapa hal yang menjadi fokus utama diantaranya, keterampilan, kekuatan, pengetahuan, dan sebagainya melalui strategi untuk meningkatkan kualitas dengan mencapai suatu ukuran tertentu, digunakan selera atau kepuasan konsumen yang menjadi tolak ukur atau patokannya, dan sesuai yang di syaratkan sehingga dapat menarik perhatian pasar . Menurut Wiyani . , terdapat beberapa macam tujuan daya saing. yang pertama untuk menghasilkan keunggulan kompetitif pada lembaga Pendidikan, kedua untuk meningkatkan loyalitas masyarakat sebagai pelanggan . Lembaga dan Ketiga untuk meningkatkan kualitas mutu lembaga Pendidikan. Dari ketiga tujuan yang sudah dijelaskan diatas, dapat penulis tarik kesimpulan bahwa tujuan daya dari daya saing itu sendiri adalah untuk menghasilkan keunggulan kompetitif terhadap suatu lembaga, meningkatkan loyalitas masyarakat sebagai pelanggan, dan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Metode Penelitian Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Beni Ahmad Saebani . , penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kalimat dari objek yang diamati. Selain itu, pengumpulan data tidak dipandu oleh teori tetapi dipandu oleh faktafakta yang ditemukan pada saat penelitian di lapangan (Astuti, 2. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha mencari dan memperoleh informasi mendalam daripada banyaknya informasi (Djunaidi & Fauzan, 2. Penelitian kualitatif berusaha Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 untuk mendapatkan secara mendalam dengan mencari informasi pada seorang yang dipilih dari kelompok kecil. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan realita empirik secara mendalam, rinci, dan tuntas di balik penerapan sekolah unggul yang mengarah kepada pembentukan karakter guna meningkatkan daya saing sekolah, yaitu melalui pemilihan materi dan langkah-langkah sekolah dalam menumbuhkan suasana yang saling mendukung. Penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan mencocokkan realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Widodo, 2. Jenis penelitian yang diambil dari sisi studi kasus. Studi kasus yang menekankan penelitian fakta tunggal dan kasuistik yang belum banyak terjadi di masyarakat (Astuti, 2. studi kasus dipilih dalam melakukan penelitian tentang penerapan sekolah unggul yang mengarah kepada pembentukan karakter guna meningkatkan daya saing sekolah ini karena studi multisitus dapat digunakan terutama pengembangan teori yang diangkat dari dua latar penelitian yang serupa yaitu di MI Aisyiyah Ngunut, sehingga dihasilkan teori yang dapat ditransfer kesituasi yang lebih luas dan lebih umum cakupannya. Kehadiran Peneliti Peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpulan data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian penelitan kualitatif sangatlah mutlak diperlukan, karena peneliti merupakan sumber informasi dan menjadikan tulisan yang objektif (Ilham. Peneliti hadir langsung di lokasi penelitan sebagai pengamat penuh tanpa mengganggu kegiatan yang berlangsung akan mampu menghadirkan informasi yang akurat, proporsional, dan objektif sesuai dengan kondisi di lapangan. Kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di lembaga pendidikan setingkat madrasah ibtidaiyah di bawah naungan persyarikatan Aisyiyah bernama MI Aisyiyah Ngunut Jl. Recobarong LK. VII Ds Ngunut Kec. Ngunut Kab. Tulungagung. Alasan mengambil tempat tersebut karena kondisi masyarakat di sekitar tersebut yang heterogen. Mulai yang beragama Islam. Katolik. Kristen. Hindu. Budha. Dari islam sendiri mulai Muhammadiyah. Nahdhatul Ulama. LDII Dan Salafi. Kemudian kultural masyarakat pecinta reog kendang dan adu ayam. Betapa heterogen penduduk disana membuat penulis tertarik melakukan penelitian di sekolah tersebut. Sumber Data Data akan dikumpulkan dari beberapa sumber data. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dari beberapa informan, yaitu kepala sekolah. Pengurus Yayasan, guru, wali murid dan siswa. Kelima informan itu penting untuk digali agar dapat data yang komprehensif. Prosedur Pengumpulan Data A Observasi A Wawancara A Dokumentasi A Focus Group Discussion (FGD) Analisa Data Metode analisis data yang dipakai Deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh di deskripsikan sehingga terbentuk sebuah kesimpulan dari penelitian tersebut. Dalam penelitian ini tentang penerapan sekolah unggul yang mengarah kepada pembentukan karakter guna meningkatkan Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 daya saing. Sehingga nampak dalam penelitian untuk menggali seberapa jauh penerapan dan hasil terhadap pendidikan karakter kepada anak didik. Pengecekan Keabsahan Data A Keterpercayaan (Credibility / Validitas Interna. Penelitian berangkat dari data. Data adalah segala-galanya dalam penelitian. Oleh karena itu, data harus benar-benar valid. Ukuran validitas suatu penelitian terdapat pada alat untuk menjaring data, apakah data sudah tepat, benar, sesuai dan mengukur apa yang seharusnya. Alat untuk menjaring data penelitian kualitatif terletak pada penelitiannya yang dibantu dengan metode interview. FGD, observasi dan studi dokumen. Dengan demikian yang diuji ketepatannyaadalah kapasitas peneliti dalam merancang focus, menetapkan dan memilih informan, melaksanakan metode pengumpulan data, menganalisis dan menginterpretasi dan melaporkan hasil penelitian yang kesemuanya itu perlu menunjukkan konsistensinya satu sama A Keteralihan (Transfereability / validitas eksterna. Uji terhadap ketepatan suatu penelitian kualitatif selain dilakukan pada internal penelitian juga pada keterpakaiannya oleh pihak eksternal. Validitas eskternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi di mana sampel tersebut diambil atau pada setting sosial yang berbeda dengan karakteristik yang hampir sama. Menegenai hal ini. Nasution . mengatakan bahwa AuBagi penelitian kualitatif, transferabilitas tergantung pada si pemakai yakni, sampai manakah hasil penelitian itu dapat mereka gunakan dalam konteks dalam situasi tertentu. Karena itu transferabilitas hasil penelitian ini diserahkan kepada pemakainya. Suatu penelitian yang nilai transferabilitasnya tinggi senantiasa dicari orang lain untuk dirujuk, dicontoh, dipelajari lebih lanjut, untuk diterapkan ditempat lain. Oleh kerena itu, peneliti perlu membuat laporan yang baik agar terbaca dan memberikan infromasi yang lengkap jelas, sistematis, dan dapat Bila pembaca mendapat gambaran yang jelas dari suatu hasil penelitian dapat dilakukan . , maka hasil penelitian tersebut memenuhi standar transferabilitas A Kebergantungan (Dependability / Reliabilita. Kebergantungan menunjukkan bahwa penelitian memiliki sifat ketaatan dengan menunjukkan konsistensi dan stabilitas data atau temuan yang dapat direflikasi. Dalam hal reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam penelitian kualitatif akan menentukan kesulitan untuk mereflikasi pada situasi yang sama karena setting sosial senantiasa berubah dan berbeda. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif digunakan kriteria kebergantungan yaitu bahwa suatu penelitian merupakan refresentasi dari rangkaian kegiatan pencarian data yang dapat ditelusuri jejaknya. Oleh karena itu uji dependabilitas adalah uji terhadap data dengan informan sebagai sumbernya dan Teknik yang diambilnya apaka menunjukkan rasionalitas yang tinggi atau tidak. Jangan sampai ada data tetapi tidak dapat ditelusuri cara mendapatkannya dan orang yang mengungkapkannya. Pengujian ini dilakukan dengan mengaudit keseluruhan proses penelitian. Kalua proses penelitian tidak dilakukan dilapangan dan datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliabel atau dependable. Audit dilakukan oleh independent atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan sumber data, dan membuat kesimpulan. Jika peneliti tidak mempunyai dan tidak daapt menunjukkan aktivitas yang dilakukan di lapangan, maka dependabilitas penelitiannya diragukan A Kepastian (Confirmability / objecticita. Kepastian atau audit kepastian yaitu bahwa data yang diperoleh daapt dilacak kebenarannya dan sumber informasinya jelas. Konfirmabilitas berhubungan dengan objektivitas hasil penelitian. Hasil penelitian dikatakan memiliki derajat objektivitas yang tinggi apabila keberadaan data dapat ditelusuri secara pasti dan penelitian dikatakan objektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Uji konfrimabilitas hampir sama dengan uji dependabilitas, sehingga pengujiannya Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 dapat dilakukan secara bersamaan. Uji konfrimabilitas berarti menguji hasil penelitian dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmabilitas. Artinya, seorang peneliti melaporkan hasil penelitian karena ia telah melakukan serangkaian kegiatan penelitian di lapangan. Untuk menjaga kebenaran dan objektifitas hasil penelitian, perlu dilakukan Aaudit trailA yakni, melakukan pemeriksaan guna menyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan memang demikian adanya. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Berdasarkan data yang diperoleh melalu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menjawab rumusan masalah yang ada maka peneliti membagi pembahasan sebagai berikut: A MI Aisyiyah Ngunut mengembangkan sekolah unggul dan berkarakter. Sekolah Unggul adalah Suatu sekolah yang berorientasi pada mutu. Sekolah bergerak dinamis penuh upaya inovasi. Mampu memperhatikan tuntutan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang (Astuti, 2. Menurut Juran . , mutu dari suatu kebutuhan produk yang berkualitas isinya tentu ada hal keterikatan, hubungan dan kecocokan latar belakang, fungsi dan tujuan produk itu ada. Oleh sebab itu, produk bagus lagi unggul selalu fokus dalam memperhatikan untuk kebutuhan yang mampu memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan. Sekolah yang unggul memiliki konsentrasi dan perhatian pada pengembangan struktur kurikulum yang relevan pada perkembangan guru dan peserta didik serta terstruktur dengan kualitas yang terstandar baik. Kurikulum yang direkayasa hingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan suatu zaman dan mempersiapkan peserta didik untuk tantangan masa depan (Hartati, 2. Gb. Anak-Anak Sedang Olahraga sebagai Penguat Jasmani Guru diharuskan menjadi pusat dalam perkembangan peserta didik yang dididiknya. Interaksi keduanya dalam sehari-hari di sekolah menjadi penentu, pelangsung dan pengembang di dalam perkembangan anak-anak. Sekolah yang fokus pada level unggul tidak selalu memberikan harus nomor satu atau juara dan menguasai materi pelajaran semata tapi mempunyai penekanan pada pemahaman terkait apa yang dipelajari dan digarap. Pembelajaran menggunakan metode Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 pengajaran yang kreatif, moderat, toleran, inovatif, menarik, dan efektif seharusnya dipraktekan untuk mengembangkan potensi siswa dan potensi guru juga serta secara umum untuk sekolah (Retno Indayati, 2. Sekolah yang mempunyai tradisi unggul selalu terpenuhi dengan sarana yang mendukung pembelajaran seperti ruang kelas dengan tingkatan maksimal untuk kenyamanan. Sekolah butuh tempat praktik untuk visual pelajaran sehingga perlu ada laboratorium, baik itu laboratorium bahasa, laboratorium komputer dan laboratorium alam. Menambah dan meningkatkan kemampuan literasi butuh juga dengan ada perpustakaan. Sekolah yang unggul peka akan perkembangan teknologi berupa perkembangan teknologi pendidikan terkini hingga kemampuan menggunakan teknologi dengan baik dan bijak. Mengingat penyalahgunaan teknologi bagi usia dasar cukup besar dalam kejadian yang sudah terjadi. Aktivitas fisik bermanfaat bagi peserta didik untuk itu membutuhkan ruang olahraga. Ruang terbuka di sekolah bisa dioptimalkan dengan ruang olahraga (Nilamartani, 2. Fokus pada prestasi akademik tidak cukup dalam mengejar keinginan sekolah yang unggul dalam setiap lini. Sekolah unggul tidak hanya juara sana-sini, tetapi juga mengembangkan karakter dan keterampilan sosial siswa, seperti kepemimpinan, kerjasama, komunikasi, dan empati (Thariq Modanggu, 2. Gb. Kegiatan Wawancara Peneliti Dengan Anak-Anak Sekolah unggul peduli dengan perkembangan kesejahteraan mental dan emosional siswa. Salah satu upaya yang harus disediakan berupa menyediakan dukungan konseling dan program yang membantu siswa dalam mengelola stres atau masalah pribadi. Tidak sedikit anak-anak bertingkah di luar kewajaran anak disebab stres dini, kurang perhatian dan tekanan psikis tidak tertangani sejak awal (Retno Indayati, 2. Sekolah unggul melibatkan semua pihak baik yang berlaku dominan atau minoritas seperti teman, orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan, menjaga komunikasi yang baik antara sekolah, siswa, dan keluarga. Sering kali memiliki prestasi yang mencakup berbagai bidang, baik dalam akademik . eperti olimpiade, ujian nasiona. maupun non-akademik . eperti olahraga, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler lainny. (Rusman, 2. Sekolah unggul yang diharapkan tercipta di MI Aisyiyah Ngunut berupa Sekolah unggul yang didapatkan adalah madrasah alam dan eduwisata. Sedikit lain dalam perspektif Islam, sekolah unggul tidak hanya dilihat dari segi kelebihan prestasi akademik atau fasilitas fisik atau nampak mata, tetapi juga harus mencakup nilai-nilai moral dan spiritual yang sesuai dengan ajaran Islam. Tatanan sekolah unggul dalam Islam melibatkan pengembangan seluruh aspek yang ada pada diri siswa, baik fisik, intelektual, psikologi, emosional atau spiritual (Retno Indayati, 2. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Sekolah mutu dan unggul dalam Islam memiliki tujuan dalam penanaman akidah yang kuat, yaitu keyakinan kepada rukun iman berupa iman kepada Allah, iman kepada Rasul-Nya, iman kepada kitab-Nya, iman kepada malaikat-Nya, iman kepada takdir-Nya, dan iman kepada hari kiamat (Rufaidah Salam, 2. Pembelajaran agama mau tidak mau diwajibkan menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah. Materi pelajaran yang diajarkan juga harus mematuhi prinsipprinsip pokok dalam Islam, menghindari hal-hal yang bertentangan dan mengandung kekafiran dalam ajaran agama, dan mencakup nilai-nilai moral dalam setiap bidang pembelajaran (Retno Indayati, 2. Gb. Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Ketua Dikdasmen PDM Tulungagung Sekolah yang dapat diandalkan dalam keunggulan dalam Islam mengajarkan akhlak yang baik, seperti jujur, adil, sabar, rendah hati, disiplin, dan hormat kepada orang tua serta guru. Dalam Islam, ilmu tidak hanya terbatas pada pengetahuan duniawi, tetapi juga mencakup ilmu akhirat. Islam juga mengajarkan ilmu dunia dan agama dengan keseimbangan yang tepat, sehingga siswa tidak hanya sukses di dunia tetapi juga di akhirat. Hal ini mengacu pada prinsip dalam Islam bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim, baik untuk kebutuhan dunia maupun untuk persiapan kehidupan akhirat. Penekanan yang tidak kalah pentingnya adalah terkait kemandirian, keahlian survival dan bertahan dalam tekanan internal dan eksternal, di mana siswa diajarkan untuk menjadi pribadi yang berdaya saing dan tidak bergantung pada orang lain, sambil tetap mengedepankan prinsip saling membantu dan tolong-menolong (Muhammad Anas MaAoarif. Keunggulan dalam pendidikan yang merata dan holistic menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual, intelektual, dan sosial siswa. Lingkungan yang Islami akan membuat siswa merasa aman dan nyaman, serta terbebas dari pengaruh-pengaruh yang merusak (Prim Masrokan Mutohar, 2. Adapun karakter yang diperoleh adalah memiliki nilai-nilai religius yang kuat, toleransi yang tinggi, dan kedisiplinan (Imam Ghazali, 2. Menjadi Sekolah yang unggul dalam prestasi dan trampil dalam penggunaan Ilmu pengetahuan dan Tehnologi berdasarkan Iman danTaqwa. Anak didik berakhlaqul karimah & berprestasi (Nilamartani, 2. Mewujudkan Unggul dalam agama meliputi tahfidzul qur an, mencetak dai-dai muda dan ilmu umum begitu pula kebiasaan anak-anak yang sudah diterapkan selama di sekolah (Priyana, 2. Karakter merupakan nilai-nilai yang ada sejak dini. Sedangkan pendidikan karakter adalah proses penanaman nilai-nilai luhur yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih baik (Sujana, 2. Karakter yang dikembangkan di MI Aisyiyah Ngunut menjadikan peserta didik yang mandiri, kreatif dan berkarakter. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Kreatif bagian dari karakter dalam pengembangan kepada peserta didik. Karakter ini menjadi modal untuk berprestasi secara nasional maupun internasional. Sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional (Rusman, 2. Karakter tidak bisa hanya diberikan berupa himbauan atau teori semata. Perlu diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah seperti sholat dhuha, menghafal al qur an, sholat wajib dan sopan santun terhadap semua orang (Sonitra dan Sri Ekowati, 2. Dengan praktek sehari akan mudah tertanam dengan baik ke peserta didik. Otak juga akan mudah merekam dalam jangka lama (Astuti, 2. Ketika nilai-nilai karakter diajarkan secara konsisten setiap hari, baik melalui contoh langsung dari guru dan orang dewasa di sekitar siswa, otak akan membentuk pola yang kuat dan mudah Hal ini karena otak kita menyukai kebiasaan dan rutinitas yang berulang. Pendidikan karakter diterapkan dalam konteks yang nyata, misalnya melalui interaksi di kelas, kegiatan sosial, atau kehidupan sehari-hari siswa, mereka dapat lebih mudah memahaminya. Misalnya, mengajarkan kerjasama dengan memberikan tugas kelompok atau mengajarkan kejujuran melalui penguatan perilaku saat ujian. Pembelajaran Kontekstual Jika pendidikan karakter diterapkan dalam konteks yang nyata, misalnya melalui interaksi di kelas, kegiatan sosial, atau kehidupan sehari-hari siswa, mereka dapat lebih mudah memahaminya. Misalnya, mengajarkan kerjasama dengan memberikan tugas kelompok atau mengajarkan kejujuran melalui penguatan perilaku saat ujian (Retno Indayati, 2. Pembelajaran Melalui Teladan. Guru dan orang dewasa adalah role model atau teladan bagi Ketika mereka melihat perilaku baik dari orang dewasa, anak-anak akan lebih mudah Misalnya, guru yang menunjukkan kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab akan menginspirasi siswa untuk mengikuti jejak tersebut. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari. Pendidikan karakter bukan hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana nilainilai tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata. Misalnya, memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial, seperti membantu sesama teman atau menjaga kebersihan lingkungan sekolah, adalah cara yang efektif untuk menanamkan karakter yang baik (Antiq Kusthon Tiniyyah, 2. Gb. Kelas Inklusi Penguatan Positif. Pemberian penguatan positif ketika siswa menunjukkan perilaku baik atau karakter yang positif juga membantu memperkuat pembelajaran karakter mereka. Penguatan ini bisa berupa pujian, penghargaan, atau bahkan ucapan terima kasih yang membuat mereka merasa Keterlibatan Emosional. Pendidikan karakter yang diterapkan dalam konteks yang melibatkan perasaan dan emosi siswa akan lebih mudah diterima. Misalnya, berbicara tentang pentingnya empati dan saling menghargai ketika siswa melihat atau mengalami situasi yang membutuhkan kepedulian terhadap orang lain (Retno Indayati, 2. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Menciptakan Kebiasaan Baik. Dengan mengulang tindakan-tindakan kecil yang berkaitan dengan karakter yang baik, seperti mengucapkan salam, membantu teman, atau menyelesaikan tugas tepat waktu, kebiasaan positif ini akan tertanam dalam diri siswa dan menjadi bagian dari identitas mereka. Otak kita cenderung mengingat apa yang sering dilakukan dan diulang. Pembelajaran yang Terintegrasi. Pendidikan karakter sebaiknya tidak dipisahkan dari pembelajaran akademik, tetapi seharusnya terintegrasi dalam setiap aspek pembelajaran. Misalnya, saat belajar matematika atau bahasa, siswa juga diajarkan tentang kejujuran dalam mengerjakan soal atau tanggung jawab atas pekerjaan mereka (Toha Machsun, 2. Lingkungan yang Mendukung. Jika sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, seperti adanya budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan mendukung satu sama lain, maka karakter yang baik akan mudah tertanam pada siswa. Lingkungan yang positif ini akan membentuk persepsi dan kebiasaan siswa terhadap nilai-nilai yang baik. Refleksi Diri. Proses refleksi juga penting dalam pendidikan karakter. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk merenungkan apa yang mereka lakukan, misalnya melalui diskusi atau menulis jurnal, bisa membantu mereka lebih memahami dan menghargai nilai-nilai yang diajarkan. Dengan penerapan yang terus-menerus dan konsisten, pendidikan karakter tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebiasaan siswa, yang akan mereka bawa sepanjang hidup. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya akhlak mulia dalam setiap aspek kehidupan (Ilham, 2. MI Aisyiyah Ngunut memiliki strategi dalam mengembangkan sekolah unggul dan berkarakter. Strategi secara umum bisa diartikan sebagai upaya individu atau kelompok untuk membuat skema guna mencapai target sasaran yang hendak dituju (Yuningsih, 2. Kemampuan dan sumber daya yang dimiliki guna untuk mencapai target sasaran melalui tata cara yang dianggap dapat efektif dan efisien untuk mencapai sasaran yang telah diharapkan (Sugiono, 2. Strategi yang sering diterapkan ke anak-anak agar tercapai sekolah unggul dan berkarakter dengan memberi edukasi ke anak-anak dan mengajak anak-anak praktek langsung mengolah madrasah alam sekaligus belajar berproses (Suharsaputra, 2. Selain itu juga strategi yang dilakukan MI aisyiyah Ngunut setiap guru harus mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa kekeluargaan demi mencetak anak-anak yang unggul dan prestasi. Dalam praktek tiap harinya dengan humanis dan penuh kegembiraan. Anak-anak terhindar dari perasaan tertekan (Prim Masrokan Mutohar, 2. Dalam penerapan lebih lanjut berupa penguatan pendidikan karakter Islami, peningkatan kualitas pembelajaran, penciptaan lingkungan kondusif, pembinaan keterampilan hidup, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Peran guru dan lingkungan dalam menciptakan lingkungan islami menjadi faktor penting (Muhamad Anas MaAoarif, 2. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Gb. Suasana Akreditasi Madrasah Membiasakan dan melatih seluruh warga sekolah dalam penerapan karakter sesuai dengan nilainilai karakter yang disepakati warga sekolah. Implementasi pendidikan karakter harus masuk dalam setiap mata pelajaran, hal ini akan berkaitan dengan pembiasaan nilai dan budaya yang dikembangkan sekolah untuk dibiasakan kepada para siswa secara aktif (Ngainun Naim, 2. Setiap hasil pembelajaran tentu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari masuknya nilai pendidikan karakter dapat memberikan dampak yang positif bagi para siswa (Rufaidah Salam, 2. Gb. Juara 1 Lomba Tolak Peluru Meningkatkan kualitas guru pendidik dan kepala madrasah dengan mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan secara berkesinambungan (Yayan Supian, 2. Baik secara internal maupun eksternal. Dengan meningkatkan kompetensi pendidiknya, menerapkan inovasi dalam pembelajaran (Ilham, 2. Strategi yang dilakukan MI aisyiyah Ngunut mendorong agar setiap guru mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa kekeluargaan di dalam mencetak anak-anak yang Dengan mendidik siswa yang mandiri, kreatif, dan berakhlakul karimah. Melalui pembiasaan sholat dhuha, pembiasaan berperilaku baik, ekstrakurikuler dan pembinaan Dampak pengembangan sekolah unggul dan berkarakter terhadap daya saing MI Aisyiyah Ngunut. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Pendidikan yang berkualitas merupakan kunci untuk membentuk generasi yang unggul dan berkontribusi pada masyarakat (Risal Qori Amarullah, 2. Sekolah yang fokus pada mutu akan menciptakan atmosfer yang positif, meningkatkan kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran (Anwar Sanusi, 2. Mutu sekolah yang tinggi mendukung pengembangan kemampuan kognitif siswa, termasuk peningkatan rasa percaya diri, kemandirian dan meningkatkan kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran (Siti Nur Azizah, 2. Sekolah yang fokus pada peningkatan mutu mampu mendorong pembangunan pribadi siswa, termasuk peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian. Sekolah memberikan fondasi yang kokoh bagi siswa untuk meraih potensi terbaik mereka (Anwar Prabu Mangkunegara, 2. Dampak sekolah unggul dan berkarakter terlihat pada perkembangan kecerdasan akademik, kepribadian berakhlak mulia dan peka pada sekitar (Toha Mahsun, 2. Lulusan sekolah unggul memberikan peluang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, proyek kolaboratif, dan pengembangan kepemimpinan. Tujuan jangka panjang diperoleh individu yang berintegritas, memiliki keterampilan hidup yang memadai, serta mampu mengatasi tantangan global dengan bijaksana (M. Hasanah, 2. Tanda sekolah unggul diminati oleh masyarakat karena siswa memiliki ketahanan emosional dan kemampuan untuk beradaptasi dalam berbagai situasi (Etik Adhilah Ihsanti, 2. Kesimpulan A MI Aisyiyah Ngunut mengembangkan sekolah unggul dan berkarakter untuk meningkatkan daya A MI Aisyiyah Ngunut memiliki strategi dalam mengembangkan sekolah unggul dan berkarakter dengan memberi edukasi ke anak-anak dengan praktek langsung di alam, mengembangkan sikap tanggung jawab dan kekeluargaan. A Dampak pengembangan sekolah unggul dan berkarakter terhadap daya saing MI Aisyiyah Ngunut dengan bukti semakin diminati masyarakat baik dari kalangan internal maupun eksternal, tercipta anak-anak yang cerdas dan cakap dalam kehidupan diri sendiri, keluarga hingga Daftar Pustaka