Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA CABE MERAH GILING YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA JAMBI Havizur Rahman1*. Dika Zamri Yanni1. Putri Maya Sari1. Mia Prajuwita1. Intan Lestari2 Prodi Farmasi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Jambi Prodi Kimia. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Jambi *Email: havizurrahman27@unja. Artikel diterima: 6 Agustus 2019. Disetujui: 28 Oktober 2019 ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan formalin pada cabe merah giling yang dijual di pasar tradisional kota Jambi. Sampel cabe merah giling diperoleh dari 5 pasar dan masing-masing pasar dipilih 5 pedagang cabe merah giling. Tahapan pada penelitian ini meliputi preparasi sampel, uji kualitatif kandungan formalin menggunakan pereaksi asam kromatofat, dan analisis kuantitatif formalin menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 566 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan 6 dari 25 sampel teridentifikasi mengandung formalin. Analisis kualitatif dengan pereaksi asam kromatofat menunjukkan adanya perubahan warna mejadi kecoklatan. Kadar formalin untuk sampel yang positif diantaranya sample A2 sebesar 0,54 g/kg. B4 sebesar 0,74 g/kg. C2 sebesar 0,56 g/kg. D3 sebesar 0,65 g/kg. E3 sebesar 0,53 g/kg, dan E4 sebesar 0,65 g/kg. Dapat disimpulkan bahwa ditemukannya kandungan formalin pada cabe merah giling pada beberapa titik di pasar tradisional kota Jambi. Kata kunci: Formalin. Cabe Merah Giling. Spektrofotometri UV-Vis ABSTRACT Research has been conducted to analyze the presence of formaldehyde content in ground red chili which is sold in the traditional markets of Jambi city. The milled red chili samples were obtained from 5 markets and each market was chosen by 5 milled red chili traders. Stages in this study include sample preparation, a qualitative test of formaldehyde content using chromatophenic acid reagents, and quantitative analysis of formalin using UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 566 nm. The results of this study showed 6 of the 25 samples identified to contain formalin. Qualitative analysis with chromatophenic acid reagents showed a change in color to brown. Formalin levels for positive samples included A2 samples at 0. 54 g / kg. B4 at 0. 74 g / kg. C2 at 0. 56 g / kg. D3 at 0. g / kg. E3 at 0. 53 g / kg, and E4 of 0. 65 g / kg. It can be concluded that the discovery of formaldehyde content in ground red chili at several points in the traditional markets of the city of Jambi. Keywords: Formalin. Ground red chili. UV-Vis Spectrophotometry Havizur Rahman, dkk | 331 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PENDAHULUAN senyawanya (Boric aci. Formalin Untuk meningkatkan mutu dari (Formaldehyd. (Anonim, 2. Formalin menambahkan zat tambahan. Bahan diserap baik secara peroral maupun tambahan pangan adalah bahan yang inhalasi, namun sangat sedikit diserap ditambahkan untuk mempengaruhi melalui kulit. Sebagai bahan iritan, sifat atau bentuk pangan. Penggunaan formalin akan menyebabkan iritasi bahan tambahan atau zat aditif pada dan rasa terbakar pada mukosa mulut dan saluran nafas bagian atas jika terutama setelah adanya penemuan- masuk secara inhalasi (Ariani dkk. Pada konsentrasi lebih tinggi dalam mensintesis bahan kimia baru mampu mencapai bronkiolus dan yang lebih praktis, lebih murah, dan alveoli lalu menginduksi edema paru Bahan tertelan dalam Sedangkan pewarna, penyedap rasa dan aroma, menimbulkan gejala antioksidan, pengawet, pemanis, dan iritasi di mulut, kerongkongan, ulkus pengental (Winarno, 1. di saluran pencernaan, nyeri dada dan Pengawet perdarahan gastrointestinal, asidosis peruraian terhadap makanan yang (Hearn Formalin juga dapat menyebabkan Bahan kerusakan ginjal, disebutkan bahwa ditambahkan ke dalam makanan yang pemberian formalin pada hewan uji mudah rusak atau makanan yang disukai sebagai medium tumbuhnya neuropathic pain (Benson A. bakteri atau jamur. Bahan tambahan Menurut American Conference yang dilarang dan sering digunakan Hygienist (ACGIH), ambang batas formalin adalah 0,4 ppm, sedangkan Govermental Industrial Havizur Rahman, dkk | 332 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 menurut International Programme on kebersihan diri pedagang berpengaruh Chemical Safety (IPCS) adalah 0,1 terhadap penggunaan bahan pengawet mg/liter atau 0,2mg/hr dalam air berisiko (Cuprasitrut T. , 2. minum dan 1,5 mg-14 mg/hari dalam makanan (Cikmaz S. , 2. Pada BPOM melakukan sampling dan pengujian Tingginya penggunaan bahan laboratorium terhadap pangan jajanan pengawet makanan berisiko pada anak sekolah yang diambil dari 866 makanan jajanan dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan pedagang yang tersebar di 30 kota di Indonesia. yang rendah serta lingkungan yang Sampel pangan jajanan yang diambil 808 sampel, dan 1. pendidikan rendah cenderung tidak . ,46%) sampel di antaranya tidak memperhatikan faktor kesehatan dan memenuhi persyaratan keamanan dan keamanan pada makanannya serta lingkungan sosial yang sudah terbiasa pengujian terhadap parameter uji dengan penggunaan bahan pengawet berisiko pada makanan (Gunvanti, dilakukan terhadap 3. 206 sampel produk pangan jajanan anak sekolah yang terdiri dari mie basah, bakso. Pedagang Pedagang dasar/madrasah Dari lebih murah (Maskar, 2. diketahui bahwa 43 . ,34%) sampel beresiko dikarenakan harga yang Pada (BPOM. menunjukkan bahwa 45% sampel Penggunaan pengawet beresiko di daerah ini lebih mengandung formalin (Karyantina M, lingkungan sekitar. Sedangkan di Pengamatan di lapangan, cabe daerah perkotaan faktor pendidikan, giling yang dijual di pasar tradisional pengetahuan, sikap, perilaku, dan sering kali ditaruh pada suatu wadah. Havizur Rahman, dkk | 333 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dan sering kali tidak habis selama NaOH. HCl 5N. H2SO4 60%, etanol, beberapa hari dan tidak ada perlakuan asam kromatrofat, asam sulfat-asetat . , dan natrium karbonat. Ketika belum habis malah Uji Kualitatif Formalin ditambah lagi dengan cabe giling baru Persiapan Anehnya cabe giling tersebut belum sebanyak 10 g, dimasukkan ke dalam gelas kimia dan ditambahkan 100 mL penambahan zat tambahan pangan Kemudian diaduk sampai homogen dan disaring dengan kertas saring sampai terbentuk residu dan Dicurigai Sehingga Sampel pada wadah yang sama, dan diaduk. kandungan dan kadar bahan pengawet filtrat (Cahyadi, 2. didalam cabe Pembuatan Asam ditimbang sebanyak 0,5 g, kemudian METODE PENELITIAN dimasukkan ke dalam gelas kimia Alat dan Bahan yang telah berisi 100 mL H2SO4 60%. Alat-alat yang digunakan pada Setelah itu, diaduk sampai homogen. penelitian ini adalah gelas kimia Uji senyawa formalin. (Pyrek. , neraca analitik (ELRU-. , dalam tabung reaksi dimasukkan 5 tanur (Muffle Furnace Type 6. , mL filtrat dan 5 mL asam kromatofat cawan porselin, tabung reaksi, labu 0,5% dalam asam sulfat 60%. Larutan ukur, gelas ukur, corong, oven (Type dipanaskan selama 15 menit pada SPNISOSFD), spektrofotometer UV- Vis, penangas air, batang pengaduk, kertas tumerik, dan kertas saring. kecoklatan-merah-keunguan Bahan-bahan yang digunakan pada (Cahyadi, 2. penelitian ini adalah Cabe merah Uji Kuantitatif Formalin 100AC. Jika giling yang dijual di pasar tradisional Pembuatan larutan formalin kota Jambi, formaldehid 37%, boraks, 1000 ppm. Formalin dengan kadar 37% sebanyak 2,70 mL dimasukkan Havizur Rahman, dkk | 334 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ke dalam labu takar 1000 mL yang menit pada suhu 100AC. Pengukuran sudah berisi sedikit akuades. Akuades ditambahkan sampai tanda batas, dan Spektrofotometri diaduk sampai homogen. panjang gelombang maksimum yang Pembuatan larutan standar UV-Vis diperoleh (Day, 1. Larutan standar formalin Analisis Data dengan konsentrasi 0. 1,5. 2,5. Hasil dan 3 ppm dibuat dari larutan pengawet berbahaya . ormalin dan formalin 20 ppm (Cahyadi, 2. yang diuji secara kualitatif Penentuan Larutan deskriptif dan data kadar bahan standar formalin ditambahkan 5 mL pengawet berbahaya . ormalin dan asam kromatofat 0,5% dalam asam sulfat 60%, dimasukkan dalam labu menggunakan uji Chi-square. Dalam takar 10 ml. Larutan dipanaskan mengukur dan menghitung hubungan selama 15 menit pada suhu 100AC, erat kaitannya antara variable bebas dan variable terikat dapat dihitung UV-Vis panjang gelombang 400-600 nm. SPSS SPSS regresi logistik. Kemudian dibuat kurva konsentrasi larutan standar dan absorbansinya HASIL DAN PEMBAHASAN (Day, 1. Analisis Kualitatif Formalin pada Penentuan kadar formalin. Sampel Hasil pengujian secara kualitatif ditimbang sebanyak 10 g. Kemudian menunjukkan adanya formalin dalam dimasukkan ke dalam gelas kimia dan cabe merah giling sebesar 24%. ditambahkan 100 mL aquabidest. Sampel yang menunjukkan hasil akhir dalam tabung reaksi dimasukkan 5 mL filtrat dan 5 mL asam kromatofat 0,5% Cabe Merah Giling Selanjutnya dipanaskan selama 15 kecokelatan-merahpositif yang tidak mengandung formalin Havizur Rahman, dkk | 335 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ditunjukkan dengan campuran sampel hasil dokumentasinya dapat dilihat yang tetap berwarna kuning. Adapun pada Gambar 1. Tabel 1. Hasil pengujian cabe merah giling secara kualitatif Pasar Pedagang/Kode Sampel Hasil Pengujian . Hasil Pengujian (Positif/Negati. Aur Duri Mama Keluarga Simpang Pulai Angso Duo Kuning Kecokelatan Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning Kecokelatan Kuning Kuning Kecokelatan Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning Kecokelatan Kuning Kuning Kuning Kuning Kecokelatan Kecokelatan Kuning Negatif Positif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Negatif Negatif Positif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Positif Negatif . Gambar 1. Hasil dokumentasi uji kualitatif: . hasil positif. hasil negatif Havizur Rahman, dkk | 336 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Analisis kromatofat menghasilkan senyawa menggunakan metode pereaksi asam kompleks yang bewarna kecokelatan digunakan untuk mengikat formalin Asam agar terlepas dari bahan. Formalin (Male. Reaksi formalin dengan asam kromatofat pada Gambar 2. Asam Larutan bewarna Larutan bewarna jingga Gambar 2. Reaksi Formalin dan Asam Kromatofat Formalin Analisis Kuantitatif Formalin pada Cabe Merah Giling Formalin bereaksi dengan asam Penentuan berwarna kecoklatan merah sampai gelombang maksimal. Nilai serapan ungu, maka intensitas warna diukur dengan panjang gelombang 560 nm. gelombang antara 400 sampai 600 nm Semakin UV-Vis. formaldehid dalam sampel maka nilai Kurva panjang gelombang maksimum absorbansinya akan semakin besar. dapat dilihat pada Gambar 3. Nilai Pada kurva panjang gelombang dibandingkan dengan kurva standar (Cahyadi, 2. terdapat satu panjang gelombang Penentuan yakni 566 nm. Hasil pengukuran Penetapan kurva standar dilakukan dengan membuat seri larutan standar maksimum formalin tersebut dipilih yaitu konsentrasi 0. 1,5. 2,5. berdasarkan nilai serapan tertinggi. 3 ppm, kemudian diukur sesrapannya Havizur Rahman, dkk | 337 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pada panjang gelombang maksimum Ou0,9990 yang berarti bahwa hasil 566 nm. Kurva kalilbrasi standar formalin dapat dilihat pada Gambar 4. Dari kurva kalibrasi tersebut hubungan yang linier. Kurva baku ini digunakan untuk menghitung kadar y=0,0117x-0,0114 dengan koefisien zat pada sampel (Kresnadipayana, korelasi . sebesar 0,9998. Kriteria koefisien korelasi . adalah sebesar Gambar 3. Kurva Panjang Gelombang Maksimal Absorbansi Kurva Larutan Standar Formalin vs Absorbansi y = 0. 0117x - 0. RA = 0. Formalin Konsentrasi Larutan Standar Formalin Gambar 4. Kurva Kalibrasi Standar Formalin Kadar formalin pada sampel. Vis terbukti mengandung senyawa Pada Tabel 2 menunjukkan terdapat 6 formalin didalamnya. Berdasarkan sampel dari 25 sampel yang dianalisa Permenkes RI No. 33 Tahun 2012 menggunakan spektrofotometri UV- bahwa asam borat dan senyawanya Havizur Rahman, dkk | 338 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 melakukan control terhadap cabe digunakan sebagai bahan tambahan merah giling yang dijual di pasar Sehingga Kesehatan Dinas Jambi Kabupaten/Kotaperlu Tabel 2. Hasil Kadar Formalin pada Cabe Merah Giling menggunakan spektrofotometri UV-Vis Sampel Absorbansi X . Kadar . g/gra. Hasil uji kandungan formalin dengan SPSS menggunakan uji Chi- Spektrofotometri membuktikan 6 dari 25 sampel cabe diterima yang berarti tidak terdapat merah giling yang beredar di pasar tradisional kota Jambi teridentifikasi merah giling di lima pasar tradisional adanya formalin. Hasil uji kandungan formalin dengan SPSS menggunakan penggunaan formalin sebagai bahan uji Chi-square menunjukkan bahwa pengawet makanan. Oleh karena itu, tidak dapat dilanjutkan menganalisis pemilihan cabe merah giling di lima pasar tradisional kota Jambi terhadap Jambi UV-Vis variable bebas dan variable terikat sebagai bahan pengawet makanan. SPSS regresi logistik. UCAPAN TERIMA KASIH KESIMPULAN Dari Ucapan terima kasih kepada LPPM universitas Jambi disimpulkan bahwa cabe merah giling pemberi dana penelitian serta anggota yang dianalisis dengan metode uji penelitian dan mahasiswa yang ikut Havizur Rahman, dkk | 339 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 331-340 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dalam menyelesaikan penelitian dan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA