JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Pengukuran Antropometri dan Pembuatan MPASI Serta Menu Ibu Hamil Di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Endang Sri Wahyuni1*. Nawasari Indah PS2. Bertalina3 1,2,3 Program Studi Di Gizi Poltekkes Tanjungkarang Email: end_wahyuni71@poltekkes-tjk. id 1* Abstrak Kelurahan Sidodadi. Kecamatan Kedaton merupakan salah satu lokus stunting di Kota bandar Lampung dengan prevalensi stunting 6,09%. Cakupan vitamin A balita sebesar 96,58%. Balita yang ditimbang di posyandu pada bulan Januari 2022 sebesar 83,3%, bulan Maret 85,09% dan bulan Juni 87,5%. Balita yang naik berat badannya pada bulan Januari 2022 sebesar 61,08% dan 65,9% pada bulan Juni. Penyebab besarnya persentase balita yang tidak naik berat badannya diantaranya adalah pengetahuan kader tentang makanan bagi balita, ibu hamil, ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri kurang serta alat pengukur bebat badan bayi masih terbatas. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan kader tentang pengukuran antropometri dan pembuatan MPASI serta menyusun menu bagi ibu hamil. Materi pelatihan meliputi penyampaian teori dengan ceramah dan tanya jawab serta praktek mengukur antropometri dan pembuatan MPASI serta menu untuk ibu Kegiatan pengabdian dilaksanakan dari bulan Maret 2023 Ae Oktober 2023. Pelatihan diikuti oleh 35 kader dari 7 posyandu di wilayah Kelurahan Sidodadi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan pre-test dan post test setelah kegiatan pelatihan. Pendampingan kader dilakukan dengan mendampingi saat pelaksanaan kegiatan posyandu, maupun lewat Grup WA. Rata-rata nilai post test meningkat 11,6 point . ,32%) dari nilai rata-rata 66,96 saat pre-test menjadi 78,57 saat post-test. Balita yang naik berat badannya meningkat dari 79,31% pada bulan April menjadi 87,29% di bulan Agustus dan turun menjadi 80,89% di bulan September Kader sudah mencoba untuk memberikan pendampingan berupa edukasi gizi pada balita yang tidak naik berat badannya maupun ibu hamil dengan berat badan yang kurang, walaupun belum sepenuhnya percaya diri dalam penyampaiannya. Keywords: Antropometri. Menu ibu hamil. MPASI. Pelatihan kader PENDAHULUAN Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia (Kemenkes, 2. Stunting adalah kondisi tinggi badan berdasarkan umur berada pada <-2 SD baku median standar pertumbuhan anak WHO (De Onis & Branca, 2. Stunting dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian, perkembangan otak dan motorik yang terhambat, serta gangguan perkembangan mental (Amelia,2. , menurunkan kapasitas fisik, produktivitas dan ekonomi (Prendergast & Humphrey, 2. Stunting di Indonesia berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pembiayaan kesehatan (Ardhina Nugrahaeni, 2. Prevalensi stunting nasional tahun 2022 adalah 20,6%, sedangkan angka stunting untuk Provinsi Lampung 15,2%, dan prevalensi di Kota Bandar Lampung sebesar 11,1% (Kemenkes RI, 2. Prevalensi stunting di Kota Bandar Lampung turun sebesar 19,4% dari tahun 2018, namun Kota Bandar Lampung mentargetkan angka stunting di bawah 10% (Antara, 2. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kelurahan Sidodadi di bawah wilayah Kecamatan Kedaton. Kota Bandar Lampung dan dinyatakan sebagai kelurahan lokus stunting pada tahun 2022. Berdasarkan data Puskesmas Kedaton pada Juni 2022, terdapat 443 anak balita di wilayah Kelurahan Sidodadi, 27 balita diantaranya mempunyai status gizi stunting, 33 balita dengan status gizi kurang . Sebanyak 8 orang ibu hamil di wilayah Kelurahan ini mengalami kurang energi kronis (KEK) dan cakupan distribusi vitamin A untuk balita mencapai 96,58%. Berdasarkan data di Puskesmas, 100% balita mempunyai KMS. Sedangkan balita yang ditimbang di posyandu pada bulan Januari 2022 sebesar 83,3%, bulan Maret 85,09% dan bulan Juni 87,5%. Pada bulan Juni 2022 masih terdapat 12,5% balita yang tidak ditimbang. Adapun keberhasilan program posyandu di Kelurahan Sidodadi juga masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari balita yang naik berat badannya (N/D) pada bulan bulan Maret 66,45% dan bulan Juni 65,9%. Hal ini menunjukkan masih terdapat 34,1% balita yang tidak naik berat badannya pada bulan Juni 2022 yang berdampak meningkatkan risiko stunting di kemudian hari jika masalah ini tidak segera di atasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua balita, bidan desa, petugas gizi Puskesmas Sidodadi diperoleh informasi bahwa pola asuh balita dan pengetahuan orang tua balita tentang gizi masih kurang. Pengetahuan tentang gizi dapat berhubungan dengan kejadian stunting (Amalia, 2. Beberapa balita yang mempunyai masalah gizi, tidak diasuh langsung oleh orang tuanya karena ditinggal bekerja. Balita ini dititipkan ke keluarga besarnya seperti, neneknya, budhe atau buliknya. Hal ini mengakibatkan bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif karena kurangnya pengetahuan ibu maupun keluarga. Pemberian ASI eksklusif pada seorang anak berkaitan dengan kejadian stunting (Sampe dkk, 2. Anak yang tidak diasuh oleh orang tuanya berisiko tidak memperoleh perhatian yang cukup dalam asupan zat gizi. Di sisi lain, kader posyandu yang diharapkan dapat memberikan pendampingan, belum optimal dalam menjalankan fungsinya karena belum mempunyai cukup pengetahuan maupun ketrampilan untuk memotivasi ibu hamil maupun ibu balita tentang pentingnya memperhatikan status gizi serta asupan zat gizi. Hal ini disebabkan banyak kader yang baru dilatik pada tahun 2021 dan belum pernah mendapatkan pelatihan kader. Berdasarkan jenis dan jumlah makanan, balita stunting di wilayah Sidodadi mempunyai pola makan tidak seimbang. Makanan terdiri atas makanan pokok dengan sayuran ataupun makanan pokok dengan lauk tanpa sayur. Buah-buahan jarang dikonsumsi oleh balita di wilayah ini. Frekuensi makan anak antara 2 -3 x makanan utama. Hal ini dapat mengakibatkan seorang anak mengalami defisiensi vitamin dan mineral, yang meningkatkan seorang anak JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 berisiko mudah sakit. Asupan gizi berhubungan erat dengan kemudahan terjadinya stunting pada anak (Wati & Musnadi, 2. Berdasarkan diskusi dengan perangkat desa, disepakati bahwa prioritas masalah penyebab stunting di Desa Sidodadi adalah kurangnya pengetahuan kader tentang makanan bagi balita dan ibu hamil serta kurangnya fasilitas timbangan bayi dan ketrampilan kader dalam mengoperasionalkan alat antropometri. Untuk itu, upaya yang akan dilakukan adalah dengan pelatihan bagi kader posyandu tentang gizi bayi, balita dan ibu hamil serta praktek mengolah MPASI dan menu ibu hamil serta penyediaan timbangan bayi digital dan praktek cara mengukur antropometri. Kader posyandu merupakan pengerak posyandu sekaligus penyampai pesan kesehatan di masyarakat, diharapkan dapat mendampingi ibu hamil dan ibu balita dalam pemberian makannya, agar tercapai tingkat kesehatan yang optimal. METODE KEGIATAN Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah edukasi, praktek, pemberian bantuan timbangan digital baby scale dan spanduk sosialisasi serta pendampingan kader posyandu. Edukasi yang diberikan kepada kader posyandu berupa materi tentang gizi bagi bayi, balita dan ibu hamil, serta teori pengukuran antropometri. Praktek yang diajarkan meliputi praktek pembuatan MPASI dan menyusun menu ibu hamil serta praktek mengukur Pemberian bantuan timbangan digital baby scale, untuk membantu pengukuran berat badan bayi. Pendampingan kader tentang pengukuran antropometri dan edukasi ibu balita dan ibu hamil dilakukan saat pelaksanaan penimbangan bulanan serta melalui grup WA. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test setelah pelatihan, mengamati ketrampilan kader dalam mengukur antropometri dan edukasi gizi pada ibu balita saat pelaksanaan kegiatan di posyandu Evaluasi juga dilakukan dengan melihat tren prevalensi stunting serta besarnya balita yang naik berat badannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Persiapan dimulai dengan mengadakan rapat antar tim pengabdian masyarakat dengan pihak kelurahan yang diwakili oleh bidan desa, guna menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan, tempat pelaksanaan pelatihan, waktu serta teknis pelaksanaan pelatihan. Selanjutnya dilakukan pembagian tugas baik di dalam tim dosen maupun pihak kelurahan. Koordinasi tim dilakukan selama persiapan, pelaksanaan maupun evaluasi. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 1. Koordinasi dengan Lurah Sidodadi Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas 3 orang dosen dengan kompetensi Gizi & Kesehatan. Teknologi Panga. dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kegiatan pengabdian meliputi penyampaian materi teori, praktek dan pendampingan kader. Edukasi Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 dan 24 Mei 2023 bertempat di Posyandu Mawar 4. Kegiatan diikuti oleh 35 orang kader dari 7 posyandu yang ada di Kelurahan Sidodadi. Kedaton. Petugas gizi Puskesmas Kedaton dan bidan desa Sidodadi juga hadir pada kegiatan ini. Kegiatan dibuka oleh Lurah Sidodadi. Materi yang disampaikan pada hari pertama adalah materi tentang pemberian makan pada bayi, anak balita dan ibu hamil serta praktek pengukuran antropometri. Pada hari kedua materi pelatihan adalah praktek mengolah MPASI serta contoh hidangan bagi ibu hamil. Gambar 2. Pembukaan acara dan penyampaian materi pelatihan Praktek Praktek mengolah MPASI menggunakan protein hewani berupa hati ayam maupun ikan Di akhir sesi praktek mengolah MPASI, seluruh peserta mencicipi MPASI hasil olah. Selain praktek mengolah MPASI, peserta juga diberikan tutorial video cara pembuatan MPASI, yang diharapkan bisa menjadi media kader untuk mengedukasi orang tua balita. Pada kesempatan ini juga diberikan contoh hidangan sekali makan bagi ibu hamil. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 3. Praktek mengolah MPASI Praktek pengukuran antropometri yang dilakukan meliputi menimbang berat badan, mengukur panjang badan menggunakan lengboard, mengukur tinggi badan menggunakan stadiometer, mengukur lingkar lengan atas dan lingkar kepala. Gambaran pelaksanaan https://w. com/reel/C0iHKQISoAL/?igshid=ZWI2YzEzYmMxYg. Gambar 4. Praktek mengukur antropometri Penyerahan bantuan digital baby scale dan spanduk Pemberian bantuan digital baby scale dimaksudkan untuk membantu memperoleh hasil pengukuran berat badan bayi yang valid. Pengukuran berat badan bayi menggunakan baby scale lebih mudah dan dihasilkan pengukuran yang lebih dapat dipercaya. Sebanyak 4 buah digital baby scale dan 8 buah spanduk diserahkan kepada Lurah Sidodadi, disaksikan oleh bidan dan perangkat desa. Spanduk yang diserahkan berisi tentang sosialisasi stunting, porsi makanan bagi bayi dan himbauan ke dating posyandu untuk ibu yang mempunyai balita. Gambar 5. Penyerahan bantuan digital baby scale dan spanduk Pendampingan Kegiatan pendampingan kader dilakukan saat pelaksanaan penimbangan posyandu di masing-masing posyandu. Pendampingan meliputi pengukuran antropometri dan edukasi pada JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 anak yang stunting, gizi kurang ataupun yang mengalami penurunan berat badan. Selama pendampingan pengukuran antropometri semua kader sudah bisa melakukan pengukuran dengan benar. Namun, untuk edukasi gizi kader belum optimal karena masih terbatasnya kemampuan kader menyampaikan materi. Tidak semua balita yang berasalah dengan berat badan dan tinggi badan dilakukan edukasi, namun kader sudah menyebarkan materi video pembuatan MPASI kepada ibu yang mempunyai balita di wilayahnya Gambar 6. Pendampingan kader . engukuran antropometri & edukas. Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat manfaat/keberhasilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen. Monitoring evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan dilakukan dengan cara melihat nilai pre-test dan post-test, membandingkan nilai N/D, banyaknya balita stunting pada awal dan akhir kegiatan, melihat kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri dan edukasi. Evaluasi kegiatan juga dilakukan dengan meminta penilaian dari mitra terkait kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen. Mitra menyatakan sangat puas dengan kegiatan yang diadakan dengan nilai kepuasan 4,56 dari skala nilai 5. Tabel 1. Nilai kepuasan mitra terhadap kegiatan Pernyataan Dosen dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merespon pada kebutuhan kami . ermasalahan Kesehata. dengan tepat dan profesional Pelaksanaan kegiatan tepat waktu, efektif dan efisien Dosen yang melaksanankan kegiatan pengabmas memberi pendampingan/bantuan terhadap masyarakat Dalam melakukan kegiatan pengabmas, dosen menunjukkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang baik Kami mendapatkan hal yang berguna dari kegiatan pengabmas yang dilakukan dosen Poltekkes Kegiatan pengabmas dosen Poltekkes dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dan kesepahaman dengan masyarakat Kegiatan pengabmas yang dilakukan dosen Poltekkes mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam upaya peningkatan kesehatan Kemandirian kami di bidang Kesehatan akan meningkat setelah dilakukan kegiatan pengabmas oleh dosen Poltekkes Rata-rata Nilai 4,56 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pengetahuan kader tentang pemberian makan pada bayi, balita dan ibu hamil meningkat. Hasil nilai post-test meningkat sebesar 11,6 point . ,33%) dari nilai pre-test. Range nilai pada pre-test berkisar 55 Ae 75 menjadi 70 Ae 90 pada saat post-test. Beberapa hal yang masih belum dipahami sepenuhnya oleh kader berdasarkan jawaban pada saat post-test Pertanyaan yang masih dijawab salah oleh kader adalah lama waktu untuk melakukan inisiasi menyusu dini, makanan bagi bayi umur 6 bulan, anak usia 12 bulan, porsi makanan ibu hamil serta pencatatan hasil pengukuran panjang badan/tinggi badan. Tabel 2. Hasil pre-test dan post-test Pre test 66,96 70,00 Mean Median Minimum Maksimum Post Test 78,57 80,00 Peserta mempraktekkan cara memasak MPASI secara langsung. Video cara mengolah MPASI home made dibagikan lewat grup whatsapp. Contoh MPASI home made dibuat dengan menggunakan lauk hati ayam dan ikan lele yang kaya mikro mineral penting untuk anak seperti Fe. Zn, vitamin A yang sering defisien pada baduta. Walaupun hati ayam dan lele termasuk lauk yang amis, tetapi bisa diolah menjadi MPASI yang enak. Beberapa pertanyaan diajukan oleh kader. Bisakah jika MPASI dimasak dengan menggunakan bumbu opor? Makanan selingan apa yang bisa diberikan pada bayi umur 8 bulan? Apakah biscuit bisa diberikan untuk bayi? Apakah dibenarkan PMT pada saat pelaksanaan posyandu diberikan dalam bentuk bubur kacang hijau yang manis? Edukasi/pendampingan kepada ibu balita stunting/gizi dilakukan untuk memotivasi kader dan memberikan contoh kepada kader dalam mengedukasi ibu balita/ibu hamil yang bermasalah dengan gizi. Pendampingan juga dilakukan dengan membuat grup whatsapp untuk membuka forum tanya jawab dengan kader. Sebagai alat bantu edukasi tentang MPASI, tim pengabdian kepada masyarakat membuat video tentang cara membuat MPASI. Video ini menjadi sarana kader untuk mengedukasi ibu balita dengan cara membagikan lewat whatsapp. Kader masih kurang maksimal dalam memberikan edukasi secara langsung. Gizi seimbang dalam bentuk pesan sederhana disampaikan kader kepada ibu balita saat berat badan anak turun ataupun anak tampak kurus. Namun masih terdapat beberapa kader merasa tidak enak untuk menyampaikan edukasi ke ibu balita. Adapun you tube tentang pembuatan MPASI dapat dilihat pada Instagram DPD Persagi Lampung https://w. com/reel/CsxL24pp7vp/?igshid=MmJiY2I4NDBkZg== https://w. com/reel/CsxIU_1N8ky/?igshid=MmJiY2I4NDBkZg== JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pada saat pendampingan pengukuran panjang/tinggi badan semua posyandu . %) dapat melaksanakan pengukuran secara benar. Terdapat 2 posyandu yang terkendala dengan timbangan berat badan digital yang rusak, namun bisa diatasi dengan menggunakan timbangan digital punya kader. Nilai N/D pada pada bulan Juni 2022 sebesar 65,9% dan pada April 3023 sebesar 79,31%. Nilai N/D meningkat hingga 87,29% pada bulan Agustus dan turun pada bulan September menjadi 80,89%. Nilai N/D dapat menjadi indicator keberhasilan program. Pada bulan Agustus, sebanyak 87,29% balita yang ditimbang mengalami kenaikan berat badan. Namun pada bulan September angka ini turun menjadi 80,89%. Penurunan persentase balita yang naik berat badannya terjadi karena pada bulan ini banyak balita yang mengalami sakit demam, batuk dan pilek, terutama balita yang mengalami penurunan berat badan. Balita yang mengalami penurunan berat badan akan berpotensi untuk mengalami gizi kurang maupun Jumlah balita stunting mengalami penurunan dari 36 anak pada bulan April 2023, turun menjadi 15 anak pada bulan September. Hasil monitoring keberhasilan program (N/D) dapat dilihat pada table berikut: Tabel 3. Monitoring nilai N/D dan jumlah balita stunting Bulan Juni 2022 April 2023 Juni 2023 Juli 2023 Agustus 2023 September 2023 N/D (%) 79,31 79,76 82,39 87,29 80,89 Jumlah stunting 27 . ,08%) 36 . ,82% 15 . ,29%) KESIMPULAN Hasil post-test tentang pengetahuan kader tentang makanan bayi, anak balita dan ibu hamil, cara mengukur antropometri meningkat 11,6 point dari nilai rata-rata 66,96 saat pre-test menjadi 78,57 saat post-test. Nilai N/D meningkat dari 79,31% pada bulan April menjadi 87,29% di bulan Agustus dan turun menjadi 80,89% di bulan September. Jumlah balita stunting pada bulan September 2023 turun dari dari 36 anak . ,82%) pada bulan Juni menjadi 15 anak . ,29%) di bulan September 2023. Kader masih belum maksimal dalam memberikan edukasi pada ibu balita yang anaknya mengalami penurunan berat badan. Perlu pelatihan kader lebih lanjut mengenai pemantauan tumbuh kembang anak. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 DAFTAR PUSTAKA