Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 Efek Antidiabetik Ekstrak Daun. Bunga dan Akar Kembang Bulan (Tithonia Diversifoli. pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicu. yang diinduksi Aloksan Retno Sintowati1. Nurhayati2. Sares Daselva3. Rosyid Prasetyo4 1,2,3,4 Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Jl A. Yani Tromol Pos 1. Gonilan. Kartasura. Surakarta 57102 Email: 1rs160@ums. naya@yahoo. 3saresdaselva@yahoo. pr@gmail. Tanggal Submisi: 7 Oktober 2020. Tanggal Penerimaan: 14 April 2021 ABSTRAK Tanaman kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. mengandung saponin, polifenol dan flavonoid yang diduga mampu meregenerasi sel pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetik ekstrak etanol 70% daun, bunga dan akar tanaman kembang bulan pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Rancangan yang digunakan adalah True Experimental-Post Test Only Control Group Design. Sampel uji ekstrak bunga, akar dan daun tanaman kembang bulan diberikan pada tikus Wistar yang sebelumnya diinduksi aloksan intra peritoneal (IP). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu P1 diberi ekstrak daun kembang bulan (EDKB). P2 diberi ekstrak bunga kembang bulan (EBKB). P3 diberi ekstrak akar kembang bulan (EAKB). P4 diinduksi aloksan saja sebagai kontrol negatif (KN), dan P5 kontrol positif, diberi Glibenclamide (KG). Ekstrak daun, bunga, akar, masing-masing dibuat tiga dosis, yaitu 100mg/kgBB, 500mg/kgBB dan 1500mg/KgBB, dan diujikan selama 7 hari, dengan 5x pengulangan. Didapatkan hasil ekstrak daun, bunga, dan akar dosis100 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 1. 500 mg/kgBB memiliki efek hipoglikemik dibanding KN . <0. Tidak ada perbedaan efek yang signifikan antara ekstrak daun, bunga dan akar . > 0. Kesimpulannya, ekstrak etanol 70% daun, bunga, dan akar tanaman kembang bulan dosis 100mg/kgBB, 500mg/kgBB dan 1. 500mg/kgBB mempunyai efek antidiabetik pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Kata Kunci :Antidiabetik. Gula darah. Kembang Bulan. Tithonia diversifolia. ABSTRACT Tithonia diversifolia (Hemsle. Gray contain saponins, polyphenols and flavonoids which are known to be able to regenerate pancreatic cells. This study aims to determine the antidiabetic effect of 70% ethanol extract of leaf, flower, and root of the Tithonia diversifolia in alloxan-induced Wistar rats. The design used is the True Experimental-Post Test Only Control Group Design. Flower, root, and leaf extracts of the Tithonia diversifolia were given to Wistar rats that were previously induced by intra- Sintowati R. Nurhayati. Daselva S & Prasetyo R / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 peritoneal (IP) alloxan. The test animals were divided into 5 groups. P1 was given the extract of the leaves of the Tithonia diversifolia. P2 was given the extract of the Tithonia diversifolia flower. P3 was given the extract of the root of Tithonia diversifolia. P4 was induced by alloxan alone as a negative control, and P5, the positive control, was given Glibenclamide. The extracts of leaves, flowers, roots were each made in three doses, namely 100mg / kgBB, 500mg / kgBB and 1500mg / KgBB, and being tested for 7 days, with 5 repetitions. The results obtained from leaf, flower, and root extracts at doses of 100 mg / kg, 500 mg / kg and 1,500 mg / kg of body weight had a hypoglycemic effect compared to negative control . <0. There was no significant difference in effect between leaf, flower, and root extracts . > 0. In conclusion, the ethanol extract of 70% leaves, flowers, and roots of the Tithonia diversifolia with doses of 100 mg / kg, 500 mg / kg and 1,500 mg / kg have an antidiabetic effect on alloxan-induced Wistar Keyword : Antidiabetics. Blood glucose. Tithonia diversifolia ISSN 1979-7621 (Prin. ISSN 2620-7761 (Onlin. DOI 10. 23917/jk. PENDAHULUAN Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terjadi karena peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan atau resistensi insulin di dalam tubuh (Wahyuni dan Alkaff. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa diabetes melitus berkontribusi 1,9% di dunia dan penyebab kematian urutan ke-7 (Pranoto dan Purnamasari, 2. Angka kejadian penyakit diabetes melitus di Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar di dunia (Saptaningsih, 2. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur 15 tahun sebesar 2%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan penduduk 15 tahun pada hasil Riskesdas 2013 sebesar 1,5%. Namun prevalensi pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada tahun Angka ini menunjukkan bahwa baru sekitar 25% penderita diabetes yang mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes (Kemenkes RI, 2013. Kemenkes RI, 2. Pengobatan Diabetes Melitus sendiri sudah dikenal secara medis obat-obatan menurunkan kadar gula darah baik secara oral maupun suntikan. Akan tetapi efek samping yang berbahaya juga dapat ditimbulkan obat anti diabetes jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan monitoring yang kurang teratur. Salah satu efek samping utamanya adalah hipoglikemi (BPOM, 2. Sampai sekarang masih banyak dilakukan penelitian untuk menghasilkan obat yang efektif untuk diabetes melitus, tetapi minimum efek samping pada Pengobatan dengan cara alami dengan menggunakan bahan-bahan herbal sekarang menjadi budaya tersendiri untuk menyembuhkan suatu penyakit, seperti Sintowati R. Nurhayati. Daselva S & Prasetyo R / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 diabetes melitus. Salah satu kandidat tanaman yang digunakan antidiabetes adalah tanaman kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. yang memiliki kandungan saponin, polifenol dan flavonoid pada bagian akarnya (Widyaningrum, 2. Aktivitas anti hiperglikemik dari ekstrak etanol dan fraksi n-heksana daun kembang bulan pada tikus putih jantan juga telah dibuktikan pada penelitian glucometer tes untuk pemeriksaan darah hewan uji (Darmawi dkk, 2. Penelitian yang lain menyatakan, bahwa ekstrak etanol 70% daun kembang bulan yang diekstraksi dengan metode maserasi dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan (Mus musculus L. ) Strain Swiss Webster dengan menggunakan alat Glukometer (Ridwan dkk, 2. Sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian yang membandingkan efek antidiabetik dari bagian-bagian tanaman kembang bulan secara bersamaan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetik dari ekstrak daun, bunga,dan akar tanaman kembang bulan secara bersama-sama dan sekaligus mengetahui bagian tanaman yang paling besar efeknya dalam menurunkan kadar gula darah pada hewan uji tikus putih Wistar yang diinduksi alloxan. kadar gula darah di laboratotium CITO Surakarta Subjek penelitian ini adalah daun, bunga, dan akar tanaman kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. yang didapat dari dusun Klurak. Gondang Winangun. Ngadirejo. Temanggung. Jawa Tengah. Indonesia yang dipanen pada bulan Agustus 2016. Metode ekstraksi yang digunakan adalalah maserasi, masing-masing sebanyak 1kg serbuk simplisia daun, bunga dan akar tanaman kembang bulan dengan menggunakan etanol 70% sebanyak 5 liter untuk tiap simplisia. Proses maserasi dilaksanakan selama 7 hari, selanjutnya dilakukan proses peyaringan terhadap hasil maserasi. Maserat yang dihasilkan selanjutnya dilakukan proses evaporasi dilaksanakan sampai didapatkan ekstrak kental. Sedangkan serbuk sisa penyaringan dilakukan proses remaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Seluruh ekstrak hasil evaporasi dikumpukan untuk selanjutnya digunakan untuk proses Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicu. , dengan usia kurang lebih 2-3 bulan dan berat badan kurang lebih 150200 gram. Penggunaan hewan uji telah lolos Ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran UMS No 442/A. 1/KEPKFKUMS/XI/2016. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan simple random. Sampel uji yang berupa ekstrak bunga, akar dan daun tanaman kembang bulan (Thitonia diversifoli. diberikan pada hewan uji tikus, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok pertama (P. adalah kelompok hewan uji yang diberikan perlakuan dengan ekstrak daun kembang bulan (EDKB), kelompok kedua (P. kelompok hewan uji yang diberikan perlakuan dengan menggunakan ekstrak METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental metode pre test and post test with controlled group design Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Adapun determinasi tanaman dilakukan di laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta No. 615/A. E1/LAB. BIO/XII/2016 dan pengukuran Sintowati R. Nurhayati. Daselva S & Prasetyo R / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 bunga kembang bulan (EBKB), kelompok ketiga (P. kelompok hewan uji yang diberikan perlakuan ekstrak akar kembang bulan (EAKB), kelompok keempat (P. adalah kelompok kontrol negatif (KN), yaitu kelompok yang tanpa perlakuan ekstrak hanya induksi aloksan saja,dan kelompok kelima (P. adalah kelompok kontrol positif yaitu kelompok yang Glibenclamide (KG). Pada kelompok P1 hewan uji diberikan perlakuan dengan ekstrak daun kembang bulan dengan tiga peringkat dosis, yaitu 100 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 1500 mg/KgBB, masing2 Hal yang sama dilakukan untuk kelompok perlakuan P2 . iberikan bunga kembang bula. dan kelompok perlakuan P3 . iberikan ekstrak akar kembang bula. dengan peringkat dosis yang sama, dengan 5x pengulangan untuk tiap dosis. Sebelum diberi perlakuan hewan uji diperiksa kadar glukosa darah terlebih dahulu untuk mendapatkan data gula darah awal (GD . Selanjutnya pada hari pertama seluruh hewan uji diinduksi alloxan 125 mg/kgBB secara intra peritoneal, ditunggu hingga tiga hari dan diukur kembali sebagai glukosa darah post alloxan (GDPA). Pada hari keenam seluruh hewan uji diberi perlakuan ekstrak sesuai kelompoknya selama tujuh hari, kemudian pada hari keduabelas glukosa mendapatkan data posttest. Data Kadar gula yang didapatkan sebelum dan sesudah induksi aloxan dilakukan analisis dengan menggunakan uji T berpasangan untuk mengetahui keberhasilan induksi Selajutnya rerata kadar gula setelah pemberlakuan ekstrak dilakukan analisis dengan Two Way Anova dan dilanjutkan dengan analisis post hoc Tukey. HASIL DAN PEMBAHASAN Kadar gula darah awal dan gula darah post induksi aloksan dianalisis dengan uji T berpasangan untuk Hasilnya didapatkan nilai p < 0,001 yang berarti induksi berhasil. Data gula darah awal dan post induksi alloxan disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Pengaruh Induksi Alloxan terhadap Gula Darah Hasil rerata gula darah setelah perlakuan ekstrak dianalisis dengan Two Way Anova dilanjutkan analisis post hoc Tukey dan disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Rerata Gula Darah Setelah Perlakuan (Post tes. Terdapat perbedaan signifikan antara perlakuan ekstrak daun, bunga, akar dengan kontrol negative/KN . ilai signifikansi < 0. , yang berarti ekstrak Sintowati R. Nurhayati. Daselva S & Prasetyo R / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 daun, bunga, dan akar ketiganya memiliki efek menurunkan gula darah. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pelakuan ekstrak daun, bunga dan akar . ignifikansi > 0. Jadi ekstrak daun, bunga dan akar sama-sama memberikan efek menurunkan kadar gula darah, dengan penurunan kadar gula darah dianggap sama antar perlakuan. Ekstrak daun dosis 3 tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (KG) . ilai p> 0. 05, sedangkan ekstrak bunga dan akar memiliki perbedaan signifikan dibanding KG. Perbandingan penurunan gula darah oleh ekstrak daun, bunga, dan akar tanaman kembang bulan dapat dilihat pada Gambar 1. penelitian sebelumnya. yaitu Sasmita et al . dan Muin . bahwa terdapat efek ekstrak daun Tithonia diversifolia terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus Wistar, di mana semakin tinggi konsentrasi semakin efektif penurunan gula darah (Sasmita dkk, 2017. Muin. Ekstrak etanol 70% bunga, daun akar tanaman kembang bulan (Tithonia diversifoli (Hemsle. Gra. memiliki kandungan polifenol yang merupakan zat aktif antioksidan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh sebagaimana saponin, dan flavonoid (Hidayat dan Napitupulu, 2. Peran polifenol sebagai antioksidan diduga mampu melindungi sel beta pankreas dari efek toksik radikal bebas yang diproduksi di bawah kondisi hiperglikemia kronis. Selain itu polifenol mampu meningkatkan massa sel beta pankreas dan juga menjaga kandungan insulin di dalamnya (Ridwan dkk, 2. Sedangkan flavonoid diketahui mampu berperan menangkap radikal bebas atau berfungsi sebagai antioksidan Aktivitas antioksidan tersebut menangkap atau menetralkan radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) atau reactive nitrogen species (RNS) terkait dengan gugus OH fenolik, sehingga dapat memperbaiki keadaan jaringan yang rusak dengan kata lain proses inflamasi dapat terhambat. Flavonoid kerusakan jaringan pankreas yang diakibatkan oleh alkilasi DNA akibat induksi aloksan, sebagai akibatnya dapat memperbaiki morfologi pancreas mencit. Flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes yang mampu meregenerasi sel pada pulau Langerhans (Prameswari dan Wijanarko, 2. Persentase Penurunan Glukosa Kontrol Kontrol Dosis 1 Dosis 2 Dosis 3 Daun Akar (-) ( ) Bunga (Sumber: Data Primer, 2. Gambar 1. Diagram Penurunan Kadar Gula Darah oleh Ekstrak Daun. Bunga, dan Akar Kembang Bulan Pada penelitian ini ekstrak daun kembang bulan dosis 3 . 0 mg/kgBB) memiliki persentase penurunan gula darah paling besar dibandingkan dosis 1 . 0mg/kgBB) . mg/kgBB). Semakin tinggi dosis ekstrak maka semakin besar efek yang Tingginya dosis yang konsentrasi senyawa aktif pada ekstrak tersebut juga semakin tinggi sehingga kemampuan untuk menekan juga semakin kuat (Purwaningdyah dkk, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian116 Sintowati R. Nurhayati. Daselva S & Prasetyo R / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 112-118 Selain flavonoid dan polifenol tanaman kembang bulan mengandung zat aktif saponin. Saponin diduga mampu menyebabkan adanya peningkatan jumlah sel beta pankreas dan pulau-pulau langerhans sehingga sekresi insulin akan mengalami peningkatan. Peningkatan sekresi insulin tersebut akan membantu Regenerasi sel beta pancreas itu terjadi karena adanya sel quiescent pada pankreas yang memiliki kemampuan beregenerasi (Firdous et. al, 2. Ekstrak etanol 70% daun, bunga, dan akar tanaman kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. dosis 100 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB mempunyai efek antidiabetik pada tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicu. yang diinduksi dengan aloksan. Dosis paling efektif sebagai antidiabetik adalah dosis 1. mg/kgBB. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Lab Farmakologi FK UMS dan Lab Biologi FKIP UMS. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA