EVALUASI DAYA TARIK WISATA LANSKAP SEJARAH ISTANA ALWATZIKHOEBILLAH SAMBAS KALIMANTAN BARAT Sabahan Mawazi Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata. Politeknik Negeri Sambas email: sabahan_polteksbs@yahoo. Abstract The Alwadzikhoebillah Palace area is a cultural heritage related to the history of ancient Sambas. The landscape of the palace building is in the form of a stage and is located close to the river. Rivers are the main infrastructure in carrying out social and government In addition to government interests, the existence of the Alwadzikhoebillah Palace area near the river is also based on the philosophy of the Malay community who believes that a good building location is a place close to a spring. This study uses quantitative and descriptive methods to analyze the relationship between existing data by looking at the potential and constraints that affect tourism activities. The quantitative method was carried out using a simple scoring technique based on the criteria of MacKinnon et al. with several modifications adapted to the conditions and research needs to assess the potential as a tourist attraction which consists of several components. This evaluation indicates that the Alwatzikhoebillah Palace area actually has two tourist objects and attractions . %) in the very potential category (S. and one tourist object and attraction . %) in the quite potential category (S. Objects and tourist attractions in the Alwadzikhoebillah Palace area have good access values. All of these accesses are in good condition, namely in the form of flat asphalt roads with no holes and can be passed by two and four-wheeled vehicles. It's just that in the dining area the ease of access is worth less due to the limited parking area for visitors. Keywords: Evaluation. Historical Landscape, and The Alwadzikhoebillah Palace PENDAHULUAN Lanskap merefleksikan interaksi antara manusia dan lingkungan alaminya dalam ruang dan Alam dalam konteks ini adalah padanan dari kelompok manusia, keduanya merupakan kekuatan dinamis yang membentuk lanskap sejarah. Wisata sejarah merupakan suatu kegiatan wisata menelusuri benda-benda hasil karya manusia masa lalu, baik benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Objek peninggalan sejarah tidak hanya terbatas pada bentuk fisik tetapi juga termasuk di dalamnya aspek sosial masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat di kabupaten Sambas pada umumnya sangat menyadari akan potensi Lanskap merupakan bentang alam yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat dinikmati oleh seluruh indra Lanskap sejarah merupakan suatu model atau bentuk yang dimiliki dari lanskap binaan, yang dibentuk oleh suatu nilai sejarah yang dimiliki suatu kelompok masyarakat yang dikaitkan dengan sumber daya alam dan lingkungan yang ada pada tempat tersebut. Lanskap tipe ini merupakan hasil interaksi antara manusia merefleksikan adaptasi manusia dan juga perasaan serta ekspresinya dalam menggunakan dan mengelola sumber daya alam dan lingkungan terkait erat dengan wisata sejarah di kawasan istana Alwatzikhoebillah. Keberadaan istana yang berada di tepian simpang tiga sungai Sambas, benda pusaka kerajaraan yang tersimpan di dalam istana, keberadaan makam para sultan, dan masjid Jami istana dengan berbagai keunikan di dalamnya mengindikasikan akan besarnya potensi pengembangan sektor wisata di wilayah Namun, di tengah berbagai potensi wisata yang dimiliki, sektor wisata sejarah masih belum berkembang sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelestarian sejarah dan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Oleh sebab itu penelitian ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana potensi lanskap bersejarah kawasan istana Alwatzikhoebillah pengembangan wisata sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya tarik wisata lanskap bersejarah kawasan istana Alwatzikhoebillah sebagai upaya kabupaten Sambas. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian ini dari pelaporan dilaksanakan selama 6 bulan terhitung dari bulan Pebruari sampai dengan bulan Juli 2020, sedangkan tempat penelitian ini berlokasi di kawasan istana Alwadzikhoebillah Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Pendekatan Penelitian Studi Pustaka Metode ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi umum lokasi penelitian serta membantu pengumpulan informasi-informasi umum terdahulu yang berkaitan dengan masalah Studi pustaka dilakukan mempelajari, dan menelaah buku-buku, majalah-majalah, brosur-brosur, dokumen-dokumen, dengan tujuan penelitian. Data yang diperlukan untuk penunjang penelitian sesuai dengan batasan dan perumusan masalah didapatkan berupa hardcopy dan softcopy melalui instansi pemerintah daerah, internet, pustaka buku, dan lainlain. Wawancara Wawancara atau interview merupakan proses interaksi dan komunikasi antara pengumpul data dan responden. Kegiatan wawancara secara langsung menggunakan panduan wawancara dengan berbagai pihak yaitu instansi terkait, pengelola, dan Sedangkan kuisioner kepada responden dilakukan secara purposive sampling, dalam hal ini masyarakat di lokasi penelitian. Survei Lapangan Metode mengumpulkan data dengan cara mengamati, meneliti, dan mengukur kejadian yang sedang berlangsung, sehingga diperoleh data yang faktual dan Pengamatan lapangan dilakukan untuk menggali potensi sumber daya yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek/atraksi wisata. Pengamatan memperoleh posisi dari masing-masing objek/atraksi, jalur sirkulasi, fasilitas wisata sejarah. Analisis Tahap analisis dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif untuk menganalisis keterkaitan data yang ada dengan melihat potensi dan kendala yang mempengaruhi kegiatan Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan teknik skoring sederhana berdasarkan kriteria Mc Kinnon et al. dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penelitian untuk menilai Evaluasi Daya Tarik Wisata Lanskap Sejarah Istana Alwatzikhoebillah Sambas Kalimantan Barat potensi sebagai objek wisata yang terdiri dari beberapa komponen. Teknik Evaluasi Pengembangan kawasan wisata di menentukan objek dan atraksi wisata yang Dalam penelitian ini, penilaian potensi kawasan wisata dilakukan dengan menggunakan metode modifikasi Mc Kinnon . dan Gunn . dengan responden ahli . sebagai penilai. Pemilihan responden ahli didasari oleh asumsi bahwa responden mengetahui sejarah dan ilmu pengetahuan di bidang wisata serta dapat mewakili masyarakat di sekitar kawasan istana Penilaian objek wisata dilakukan dengan memenuhi aspek berikut, yaitu aspek keberadaan . etak dari jalan utama estetika dan keaslian, transportasi dan aksessibilitas, atraksi dan keunikan, fasilitas pendukung, ketersediaan air bersih, dan dukungan masyarakat. Penilaian terhadap objek dan atraksi wisata sesuai dengan standar modifikasi Mc Kinnon . dan Gunn . dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Penilaian Terhadap Objek dan Atraksi Wisata Nilai No. Faktor Letak dari Estetika dan Keindahan Asimilasi, alam yang dominan masih asli bentuk asli Atraksi dan Hanya Fasilitas Tersedia sangat baik Ketersediaan Transportasi Dukungan Masyarakat (Sangat Kua. (Kua. (Sedan. < 1 km 1-2 km 2-3 km Asimilasi, bentuk baru (Lema. >3 km Sudah sama sekali Terdapat < 3 Terdapat 3-5 Terdapat > tempat 5 lokasi di ditempat lain lain tempat lain Tersedia kondisi baik Tersedia kurang baik Prasarana dan sarana air < 0,5 km 0,5 Ae 1 km 1 -2 km Jarak > 2 Jalan aspal. Jalan aspal berbatu, ada Jalan aspal Jalan tanah tanpa Sangat Mendukung Kurang Tidak Sumber : Modifikasi Mc Kinnon . dan Gunn . Jurnal Eksos. Juni 2021. Th XVII. No. Penghitungan penilaian terhadap objek dan atraksi wisata: Oc Flju Oc Fek Oc Fatk Oc Ffp Oc Fka Oc Fta Oc Fdm ycu=1 ycu=1 ycu=1 ycu=1 Keterangan: Flju = Faktor letak dari jalan utama Fek = Faktor estetika dan keaslian ycu=1 ycu=1 ycu=1 yang fokus kegiatannya berada di kawasan Istana Alwadzikhoebillah. PEMBAHASAN Fatk = Faktor atraksi dan keunikan Ffp = Faktor fasilitas pendukung Fka = Faktor ketersediaan air bersih Fta = Faktor transportasi dan aksesibilitas Fdm = Faktor dukungan masyarakat Oc = nilai responden ke 1 sampai 8 ycu=1 Skor hasil penjumlahan faktor di atas kemudian ditilai sesuai dengan kategori kelas masing-masing, di mana: S1 = Sangat potensial mempunyai nilai 193 Ae 256 S2 = Cukup Potensial mempunyai nilai 129 Ae 192 S3 = Kurang potensial mempunyai nilai 65 Ae 128 N = Tidak potensial mempunyai nilai O 64 HASIL Kawasan Istana Alwatzikhoebillah memiliki tiga . titik wisata yang potensial untuk dikembangkan menjadi objek dan atraksi wisata sejarah. Penilaian kesesuaian objek dan atraksi wisata dilakukan untuk pengembangan kawasan wisata sejarah di kawasan Istana Alwatzikhoebillah. Secara umum, hasil dari analisis kelayakan objek dan atraksi wisata sejarah di kawasan Istana Alwatzikhoebillah menunjukkan bahwa objek dan atraksi wisata tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan. Upaya Pemerintah kabupaten Sambas dalam rangka promosi wisata sejarah Kawasan Istana Alwadzikhobillah salah satunya dengan cara mengadakan acara tahunan Ulang Tahun Kabupaten Sambas Berdasarkan hasil penilaian yang telah Istana Alwatzikhoebillah secara aktual memiliki 2 . %) objek dan atraksi wisata dengan kategori sangat potensial (S. dan 1 . %) objek dan atraksi wisata dengan kategori cukup potensial (S. Penilaian kelayakan objek dan atraksi wisata di kawasan Istana Alwatzikhoebillah disajikan dalam tabel 2. Kawasan Istana Alwatzikhoebillah merupakan wilayah tepian sungai yang sangat luas, sehingga objek dan atraksi wisata di kawasan Istana Alwatzikhoebillah dapat mewakili berbagai karakteristik berdasarkan lingkungan . kuatik dan teresteria. , dan sumber daya . umber daya alam dan sumber daya buday. Sungai Istana Alwatzikhoebillah juga memiliki beragam karakteristik yang alami, yaitu simpang tiga sungai . ertemuan sungai Sambas Kecil. Subah dan Tebera. , tampak dari kejauhan terdapat jembatan batu, rumah apung dan pasar Sambas. Demikian pula halnya dengan aktivitas perairan dapat ditemukan bersampan, dan lalu lintas motor air. Berdasarkan ketersediaan objek/atraksi wisata sejarah, lokasi penelitian merupakan kawasan yang termasuk klasifikasi zona cukup atraktif dimana terdapat tiga objek/atraksi dalam satu kawasan wisata. Evaluasi Daya Tarik Wisata Lanskap Sejarah Istana Alwatzikhoebillah Sambas Kalimantan Barat Tabel 2. Penilaian Kelayakan Objek dan Atraksi Wisata Sejarah di Kawasan Istana Alwatzikhoebillah Fasilitas pendukung Ketersediaan air bersih Transportasi dan Dukungan masyarakat Skor Kategori Bangunan Utama Istana Masjid JamiAo Makam Kesultanan Atraksi dan Objek/Atraksi Wisata Estetika dan keaslian No. Letak dari jalan utama Parameter Keterangan : Nilai penjumlahan skoring tiap responden penilai . = . S1= Sangat Potensial . ilai 193 Ae . S2 = Cukup Potensial . ilai 129 Ae . S3 = Kurang Potensial . ilai 65 Ae . N = Tidak Potensial . ilai O . Lanskap Kawasan Istana Alwadzikhoebillah secara keseluruhan sungai-sungai, bangunan-bangunannya, aktivitas/budaya masyarakat di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri. Dengan adanya daya tarik wisata yang tinggi dari suatu objek wisata akan membuatnya dikunjungi oleh banyak wisatawan. Daya tarik ini dapat berupa keunikan, estetika/ arsitektur, keutuhan, keaslian, dan kondisi Berbagai kajian yang dilakukan dalam penelitian ini diantaranya berkaitan aksessibilitas . Interpretasi adalah suatu kegiatan memahami dan merasakan penampilan, nuansa, ataupun pesan yang disajikan dari suatu objek dan lingkungannya. Fasilitas interpretasi dan informasi sangat penting dalam kegiatan wisata sejarah untuk membantu para wisatawan memahami, merasakan, dan mendapatkan pengalaman dari objek yang dikunjunginya. Fasilitas interpretasi bermacam-macam seperti guide, leaflet, brosur, papan informasi, booklet, foto/gambar, museum, dan media Jurnal Eksos. Juni 2021. Th XVII. No. Keseluruhan objek dan lanskap sejarah di Kawasan Istana Alwadzikhoebillahini tidak mempunyai fasilitas interpretasi berupa guide, leaflet, booklet, foto/gambar, media elektronik, maupun papan informasi yang dapat memberikan penjelasan dan informasi kepada para pengunjung mengenai hal-hal yang berkaitan dengan objek-objek sejarah yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena lanskap bersejarah di kawasan Istana Alwadzikhoebillah ini belum dikelola secara khusus sebagai objek wisata sehingga belum memiliki fasilitas interpretasi. Informasi mengenai objek dapat diperoleh para pengunjung apabila melakukan wawancara atau bertanya Selain penjelasan dan informasi mengenai objek juga dapat diperoleh para pengunjung ketika mereka mengikuti kegiatan wisata yang diadakan oleh komunitas-komunitas pecinta sejarah maupun oleh instansi pemerintah pada waktu-waktu tertentu, misalnya dalam rangka peringatan hari bersejarah pemindahan Ibu Kota Kabupaten Sambas. Ketika mengikuti kegiatan ini para pengunjung secara khusus memperoleh informasi melalui guide dan booklet, sedangkan objek-objek yang dikunjungi tidak menyediakan media interpretasi sama sekali. Kawasan Istana Alwadzikhoebillah ini belum terdapat Pusat Informasi Turis (Tourist Information Centr. Papan informasi maupun signboard yang menyatakan bahwa kawasan ini memiliki nilai historis yang tinggi juga belum ada. Tidak adanya fasilitas informasi baik di kawasan maupun objek-objek sejarah merupakan sebuah kendala dalam kegiatan wisata karena akan menyebabkan para pengunjung tidak dapat menangkap keseluruhan makna sejarah yang ada di Aksesibilitas dan Sirkulasi Untuk mendukung kemudahan dalam melakukan kegiatan wisata faktor aksesibilitas merupakan salah satu faktor Faktor aksesibilitas yang dilihat di sini meliputi kondisi fisik, kemudahan, kapasitas, dan Kondisi fisik adalah kondisi jalan dilihat dari segi fisiknya, apakah cukup layak sebagai akses keluar masuk objek sejarah, apakah jalan tersebut dalam kondisi baik atau buruk . sehingga perlu diperbaiki. Yang dimaksud dengan kemudahan di sini adalah kemudahan dalam menuju dan menggunakan akses keluar masuk tersebut, apakah terdapat rintangan dan kesulitan-kesulitan seperti jalan yang berliku, jalan yang menanjak, kemacetan, dan sebagainya. Kapasitas adalah kapasitas keluar masuk objek, pengunjung dalam jumlah besar atau hanya dalam jumlah kecil saja. Sedangkan yang dimaksud dengan kejelasan adalah apakah keberadaan akses keluar masuk objek cukup jelas atau malah tersembunyi. Kejelasan disini dapat ditunjukkan dengan adanya papan penunjuk atau keteranganketerangan lainnya. Berdasarkan lapangan, bahwa semua objek dan daya tarik yang ada pada kawasan Istana Alwadzikhoebillah ini memiliki nilai akses yang baik. Semua akses ini dalam kondisi baik yaitu berupa jalan aspal yang rata dan tidak berlubang serta dapat dilewati oleh kendaraan beroda dua dan Hanya saja pada kawasan makan kemudahan akses bernilai kurang dikarenakan terbatasnya area parkir pengunjung sehingga sering terjadi kemacetan di ruas jalan mengingat kawasan ini merupakan jalur utama lalu lintas masyarakat. Posisi akses masingmasing objek cukup jelas dengan adanya papan nama jalan disetiap ruas jalan sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan akses keluar masuk ini dari jalan raya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, bahwa kawasan Istana Alwatzikhoebillah secara aktual memiliki 2 objek dan atraksi wisata dengan kategori sangat potensial (S. dan 1 objek dan atraksi wisata dengan kategori cukup potensial (S. Objek dan daya tarik wisata yang ada Istana Alwadzikhoebillah ini memiliki nilai akses yang baik. Semua akses ini dalam kondisi baik yaitu berupa jalan aspal yang rata dan tidak berlubang serta dapat dilewati oleh kendaraan beroda dua dan empat. Hanya saja pada kawasan makan kemudahan akses bernilai kurang dikarenakan terbatasnya area parkir pengunjung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pariwisata. Pemuda, dan Olahraga kabupaten Sambas Evaluasi Daya Tarik Wisata Lanskap Sejarah Istana Alwatzikhoebillah Sambas Kalimantan Barat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah istana Alwadzikhoebillah Sambas. Dalam pengembangannya, daya tarik wisata istana Alwadzikhoebillah perlu dilakukan pengelolaan yang kompehensif dan berkelanjutan. REFERENSI