Volume 10 No. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 DOI: doi. org/10. 35747/jcps https://journal. id/index. php/jcps/index POTENSI EKSTRAK N-HEKSAN JAMUR ENDOFIT BAJAKAH (Spatholobus littoralisk Hass. TERHADAP Escherichia coli dan IDENTIFIKASI SENYAWA SECARA GAS CHROMATOGRAPHY-MASS SPECTROMETRY Yudha Wahyu Utomo1* Abstract Kunti Nastiti1 The availability of Bajakah (Spatholobus littoralisk Hass. stems is currently very limited, with most of it obtained from forests. Endophytic fungi that have been successfully isolated from their host plants can produce secondary metabolites similar to those produced by the host plant itself. This is due to the endophytic fungi undergoing coevolution through genetic transfer from their host plants. determine the potential of compounds contained in the N-hexane extract of Bajakah stem endophytic fungi as antibacterials against Escherichia coli. Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS) was used. The research method used was a True Experimental design to identify the antibacterial activity of Bajakah endophytic fungi through MIC and MBC tests against Escherichia coli bacteria, and the compound test using the GCMS method. The antibacterial activity of the N-hexane extract of Bajakah endophytic fungi against Escherichia coli bacteria showed an inhibition zone of 24. 055 A 0. 10 mm. The MIC showed clarity at a concentration of 50 ppm, and the MBC had a colony count of <300 at a concentration of 50 ppm. Based on the GCMS analysis, seven compounds were detected, with the highest concentration being Methyl Ester (CAS) Methyl Oleate, with a % area of 70. The n-hexane extract of Bajakah endophytic fungi against Escherichia coli bacteria had MIC and MBC values at a concentration of 50 ppm, and the Methyl Ester (CAS) Methyl Oleate compound has antibacterial potential. Nur Hidayah1 Rohama1 1Universitas Sari Mulia. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *)yudhawahyu191@gmail. Kata kunci: Bajakah Escherichia coli Gas Chromatography Mass Spectrometry Jamur endofit Article Info Received: Agustus 2025 Accepted: Maret 2026 Published: Maret 2026 A 2026. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Tumbuhan di Indonesia tersebar luas di berbagai Tumbuhan di Indonesia dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang mempunyai dampak yang sangat minim dari pada obat yang terbuat secara sintesis. Masyarakat menggunakan tumbuhan tradisional untuk menghindari terjadinya penyakit, mempertahankan daya tahan tubuh, dan menyembuhkan berbagai macam Bahan baku obat sering digunakan sebagai keanekaragaman hayati 1. Salah satu tumbuhan yang secara empiris sering digunakan sebagai obat oleh masyarakat adalah Batang Bajakah (Spatholobus littoralisk Hass. Batang Bajakah ditemukan di daerah Kalimantan Tengah. Tumbuhan ini adalah salah satu tumbuhan dari genus Spatholobus yang tersebar dan banyak hidup di daerah Asia, 29 spesies diantaranya tumbuh dan hidup di hutan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 Asia Tenggara2. Dari hasil pengalaman yang telah ada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya secara turun-menurun dari masyarakat, air rebusan dari jamur endofit batang bajakah (Spatholobus littoralisk batang bajakah dapat digunakan sebagai obat sakit perut. Hass. mempunyai kemampuan sebagai antibakteri diare dan disentri. Dari Skrining Fitokimia yang telah terhadap bakteri Escherichia coli dan Mengetahui adanya dilakukan peneliti sebelumnya dinyatakan bahwa senyawa kandungan ekstrak N-Heksan jamur endofit ekstrak Bajakah terbukti memiliki senyawa kimia berupa batang bajakah (Spatholobus littoralisk Hass. yang Flavonoid. Saponin dan Tannin. Senyawa kimia yang mempunyai aktivitas antibakteri Escherichia coli melalui mudah menguap pada Bajakah berupa Terpenoid seperti pengujian dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometry -pinena, -pinena, dan kamfen memiliki titik didih yang (GCMS). relatif rendah dan mudah menguap. Terpenoid memiliki METODE aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherchia coli 3. Alat dan Bahan Secara penelitian Bajakah mempunyai efek sebagai autoklaf (GEA YX-280D), api bunsen, cawan petri . , corong kaca. Erlenmeyer . , gelas ukur . 100 mengandung kadar senyawa flavonoid sebanyak 12,33 mL, gelas objek, gelas beaker . , inkubator (ESCO GAE/mg 4. Isother. , jarum preparate, jarum ose. LAF (Laminar Air Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu Ketersediaan batang bajakah (Spatholobus littoralisk Flo. , mikroskop optilab, oven, pinset, pipet volume, rak Hass. saat ini sangat terbatas yang dikarenakan belum tabung, silet, tabung reaksi . , sarung tangan, adanya pembudidayaan tamanan tersebut. Sebagian spatula, batang pengaduk, dan timbangan analitik besar batang bajakah (Spatholobus littoralisk Hass. masih (Metteler Toled. diperoleh langsung dari alam yang tentunya dapat Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu mempengaruhi ketersediaan tanaman tersebut yang batang bajakah (Spatholobus littoralis Hass. , bakteri dapat mengakibatkan terjadinya kepunahan. Penelitian Escherichia coli, media potato dextrose agar (PDA), media jamur endofit sangat bermanfaat bagi bidang ilmuan nutrient agar (NA), media Nutrien Broth (NB), media terutama dalam bidang farmasi dan pertanian dimana Muller-Hinton Agar (MHA), aquadest. N- Heksan, kapas, biasanya jamur endofit digunakan sebagai bahan baku alumunium foil, dan tisu. obat, senyawa pengendali hama, dan enzim. Jamur Pengambilan dan pengelolaan sampel endofit yang telah berhasil diisolasi dari tanaman Sampel yang diambil berupa batang bajakah yang inangnya akan dapat menghasilkan senyawa metabolit diperoleh dari Kalimantan Tengah setelah itu dilakukan sekunder yang sama dengan yang telah dihasilkan oleh pencucian hingga bersih dengan menggunakan air tanaman inangnya sendiri. Hal ini disebabkan oleh jamur mengalir agar tidak ada kotoran yang terbawa. endofit mengalami koevolusi transfer genetik dari Determinasi tanaman inangnya 1. Sehingga senyawa metabolit tidak Tumbuhan batang bajakah yang diperoleh dari lagi diambil dari tanamannya langsung melainkan hutan Kalimantan Tengah. Tumbuhan ini akan dilakukan diambil dari jamur endofit. Sehingga ketersediaan proses determinasi sampel di Laboratorium Biologi tanaman bajakah ini tetap akan terjaga. Universitas Lambung Mangkurat. Determinasi yang Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. Month Year. Page 19 Ae 29 ciri-ciri e-ISSN: 2598-2095 mendidih dan larut dengan sempurna. Setelah larut tumbuhan terhadap data kepustakaan 5. dengan sempurna sumbat menggunakan kapas. Sterilisasi alat kemudian disterilkan di dalam autoklaf selama 15 Alat yang akan digunakan pada penelitian ini harus dilakukan pensterilan terlebih dahulu dengan menit dengan suhu 121AC Muller-Hinton Agar (MHA) menggunakan oven dan autoklaf. Oven digunakan untuk Muller-Hinton Agar (MHA) ditimbang sebanyak mensterilkan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan 19 gram, kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer media . awan petri, ose, dan pinse. pada suhu 180AC yang mana dilarutkan menggunakan aquadest hingga dengan waktu selama 2 jam. sedangkan autoklaf 500 ml. Setelah itu dilakukan pemanasan hingga digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan pembuatan mendidih dan larut dengan sempurna. Media Muller- media dan alat gelas (Erlenmeyer, tabung reaksi, dan Hinton Agar akan berwarna kuning ketika larutan medi. dengan suhu 121AC dengan waktu selama 15 disterilkan di dalam autoklaf selama 15 menit dengan Pembuatan media suhu 121AC. Kemudian media dituangkan ke cawan petri yang telah disterilkan dan didiamkan pada suhu Potato Dextrosa Agar (PDA) Potato Dextrosa Agar (PDA) ditimbang 3,9 gram. Erlenmeyer, larutkan dengan aquadest sampai 100 ml kemudian di kamar sampai mengeras. Sterilisasi Batang Bajakah dan Penumbuhan jamur endofit lakukan pengecekan pH hingga 7,0 A 0,2. Setelah itu Batang Bajakah dicuci dengan menggunakan air dilakukan pemanasan hingga mendidih dan larut mengalir, kemudian dipotong kecil dengan ukuran 3-4 Setelah larut dengan sempurna disumbat cm dengan ketebalan A 5 mm. Setelah itu disterilkan menggunakan kapas, kemudian disterilkan di dalam menggunakan etanol 70% direndam selama 2 menit, lalu autoklaf selama 15 menit dengan suhu 121AC. rendam menggunakan NaOCl selama 2 menit, lalu Nutrient Agar (NA) rendam menggunakan NaCl selama 2 menit. Bilas Nutrient Agar (NA) ditimbang sebanyak 2 gram, dengan aquadest steril sebanyak 3 kali. Potongan batang kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang bajakah ditanam pada media Potato Dextrosa Agar (PDA), mana dilarutkan menggunakan aquadest hingga 100 kemudian di inkubasi selama 7 hari dengan suhu kamar yaitu 25AC atau hingga terdapat pertumbuhan jamur. mendidih dan larut dengan sempurna. Setelah larut Jamur yang diambil adalah jamur yang tumbuh pada dengan sempurna sumbat menggunakan kapas. Batang Bajakah 6. kemudian disterilkan didalam autoklaf selama 15 Pemurnian jamur endofit Setelah menit dengan suhu 121AC 6. Nutrien Broth (NB) Jamur endofit yang tumbuh pada media Potato Dextrosa Agar (PDA), dimurnikan pada media Potato Nutrien Broth (NB) ditimbang sebanyak 8 gram. Dextrosa Agar (PDA) dan diinkubasi selama 8 hari pada kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang suhu 25AC. Setelah itu, jamur yang tumbuh diamati mana dilarutkan menggunakan aquadest hingga 1 bentuk dan warna koloni yang berbeda bentuk maupun Setelah itu dilakukan pemanasan hingga Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 warnanya dimurnikan lagi pada media Potato Dextrosa yang terbentuk disekitar kertas whatmann dilakukan Agar (PDA) 6. Ekstraksi jamur endofit menggunakan jangka sorong 7. Ekstrak jamur endofit dilakukan penimbangan Uji Konsetrasi Hambat Minimum (KHM) terlebih dahulu, kemudian dilarutkan menggunakan Pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). pelarut N- Heksan. Setelah larutan terbentuk, dilakukan Sebanyak 6 tabung reaksi yang sudah steril disiapkan. Setiap tabung dimasukkan media Nutrien Broth (NB) memisahkan ekstrak padat. Larutan yang telah dilakukan sebanyak 3,5 ml dan 0,5 ml bakteri escherichia coli yang penyaringan kemudian diuapkan untuk memperoleh setara dengan standar Mc Farland 0,5. Setiap tabung uji ekstrak dalam bentuk serbuk. Serbuk yang telah diberi label 1-4, kemudian tabung ke 5 diberikan label K didapatkan dilakukan penimbangan untuk memastikan ( ) yang merupakan kontrol positif, yaitu tabung yang kadar ekstrak yang didapatkan. berisi antibiotik. Tabung 6 diberikan label K (-) yang merupakan kontrol negatif, yaitu tabung berisi aquadest Bobot ekstrak yang didapat . Rendemen = Bobot simplisia sebelum ekstraksi . x 100% Tabung 1-4 dimasukkan ektrak N- Heksan jamur Karakteristik jamur endofit endofit batang bajakah (Spatholobus littoralis Hass. Media Potato Dextrosa Agar (PDA) diambil dari cawan petri dengan jarum ose, kemudian potongan media tersebut diletakkan diatas gelas objek. Jamur dari dengan konsentrasi 25% ppm, 50% ppm, 75% ppm, dan 100% ppm masing-masing sebanyak 1 ml 8. Selanjutnya biakan murni diambil menggunakan jarum ose lalu diinkubasi selama 1x24 jam dengan suhu 37AC, semua inokolum jamur diletakkan diatas potongan media pada tabung tersebut dilihat kekeruhan secara visual. Bila objek glass lalu ditutup dengan gelas penutup. Preparat kekeruhan masing-masing tabung masih setara atau lebih keruh dari tabung K (-) yang berisi suspensi bakteri itu dilakukan Escherichia coli sesuai standar kekeruhan Mc Farland 0,5 Setelah pengamatan secara makroskopik dan mikroskopik 6. berarti bakteri masih dapat bertumbuh, akan tetapi bila Uji Antibakteri dengan Metode Difusi Cakram larutan dalam tabung terlihat mulai lebih jernih dari pada Serbuk ekstrak N- Heksan ditambahkan dengan tabung K (-) berarti pertumbuhan bakteri mulai pelarut DMSO 100%. Pengujian aktivitas antibakteri Hal ini yang menunjukkan konsentrasi dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Kertas hambat minimum (KHM). Kadar hambat minimum whatmann dengan diameter 1 cm dicelupkan pada bakteri ditentukan dengan konsentrasi ekstrak terkecil pada uji pada MRS broth kemudian diletakkan diatas media tabung perlakuan yang sudah mulai menghambat agar yang telah berisi bakteri patogen tersebut. Uji pertumbuhan bakteri 8. Uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) Escherichia coli dilakukan perendaman terlebih dahulu pengujian Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). selama 1 jam. Kertas whatmann setelah diletakkan Sebanyak 15 mL media Muller-Hinton Agar (MHA) kemudia cawan petri tersebut diinkubasi menggunakan dituangkan ke dalam cawan petri dan dibiarkan selama inkubator selama 24 jam pada suhu 37AC dengan posisi beberapa menit sehingga menjadi padat. Kemudian terbalik untuk melihat zona hambatnya. Zona hambat Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. Month Year. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 dipipet sejumlah 0,1 ml, kemudian disebarkan diatas menyesuaikan ciri-ciri morfologi yang ada pada tanaman media Muller-Hinton Agar (MHA) steril 8. bajakah dengan kepustakaan atau literature yang ada. Selanjutnya dilakukan inkubasi selama 24 jam Penumbuhan Jamur Endofit Batang Bajakah dengan suhu 37AC. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) endofit adalah media Potato Dextrosa Agar (PDA), karena media PDA memiliki karbohidrat yang baik bagi Konsentrasi terendah yang menunjukkan pertumbuhan jamur. PDA juga merupakan salah satu jumlah koloni <300 dinyatakan nilai KBM. Data yang media yang baik digunakan untuk membiakkan suatu diperoleh dianalisa secara deskriptif berupa konsentrasi mikroorganisme berupa jamur. Pengamatan dilakukan terendah dari ekstrak yang mampu menghambat dan selama 7 hari yang dilakukan untuk melihat adanya membunuh bakteri Escherichia coli 8. kemungkinan jamur endofit yang tumbuh. Pada hasil Pengujian senyawa secara Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) pertumbuhan jamur endofit seragam dari ketiga batang Media yang digunakan dalam penumbuhan jamur Preparasi sampel untuk analisis GCMS meliputi ke-7, bajakah pada cawan petri. Penumbuhan jamur endofit bajakah mendapatkan terjadinya kontaminasi, dilakukan pembersihan sampel tiga jenis jamur dengan warna yang berbeda, yaitu putih, dari kontaminan menggunakan teknik seperti filtrasi. hitam, dan coklat. Perbedaan warna jamur endofit yang Sampel diinjeksikan ke alat melalui injektor. Gas dihasilkan dapat disebabkan oleh faktor lingkungan pembawa yang digunakan adalah helium. Temperatur oven diatur suhu 60AC dengan kenaikan rata-rata mempengaruhi pertumbuhan dan warna jamur10. 10AC/menit dan temperatur maksimalnya 325AC. Laju Pemurnian Jamur Endofit Batang Bajakah hati-hati alir kolom 1 ml/menit. Kolom yang digunakan adalah Pemurnian ini bertujuan untuk memisahkan Agilent 190915-433UI: 0236716H HP-5MS UI dengan koloni endofit dengan morfologi berbeda untuk dijadikan ukuran 30 m x 250 AAm x 0,25 AAm. Data berupa isolat tersendiri. Hasil dari penumbuhan jamur endofit kromatogram yang dihasilkan diidentifikasi dengan yang telah tumbuh pada media PDA, kemudian secara bertahap dilakukan pemurnian berdasarkan perubahan HASIL DAN PEMBAHASAN warna dan karakteristik. Masing-masing isolat murni Determinasi Tanaman jamur endofit yang diperoleh, kemudian dipindahkan ke dalam media dalam PDA cawan petri baru. Pengamatan laboratorium FMIPA UNLAM Banjarbaru dengan nomor morfologi dilakukan kembali setelah inkubasi selama 3 surat 156/LB. LABDASAR/V/2025. Hasil determinasi hari, dan apabila masih ditemukan pertumbuhan koloni tanaman ditemukan tanaman ini merupakan tanaman bajakah dengan spesies (Spatholobus littoralis Hass. dipisahkan kembali sampai diperoleh isolat murni. Jamur Determinasi Tujuan determinasi adalah untuk menetapkan kebenaran sampel yang digunakan dalam penelitian. Determinasi endofit diinkubasi pada suhu kamar selama 5-8 hari sesuai dengan pertumbuhannya 11. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 19 Ae 29 Karakteristik Jamur Endofit e-ISSN: 2598-2095 Jamur Endofit Bajakah (JEB) i hifa seperti helaian Hasil dari isolat jamur endofit kemudian dilakukan rambut dan hasil spora terdapat bercak-bercak yang pengamatan makroskopik dan mikroskopik dengan berbentuk lingkaran yang berjarak berbentuk lonjong, perbesaran 40y dengan alat mikroskop optik lab untuk yang mempunyai kemiripan dengan jamur Cladosporium sp dengan ciri-ciri berbentuk lonjong atau elips, sering bersekat dan tersusun dalam rantai. Konidiofornya gelap mengambil sedikit hifa jamur endofit kemudian diamati dan bercabang tidak beraturan. Koloni tumbuh lambat di di bawah mikroskop. media kultur, berwarna zaitun hingga hitam, dan Pengamatan Jamur Cladosporium makroskopik morfologi yang tampak, yaitu warna hifa, memiliki fungsi untuk menghasilkan metabolit yang bentuk, dan tekstur. Hasil pengamatan makroskopik dari dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli ketiga jamur memiliki karakteristik yang sama yaitu terlihat koloni berwarna putih, hitam, dan coklat, koloni Uji Antibakteri dengan Metode Difusi Cakram berbentuk seperti kapas dan memiliki tekstur halus dan Tabel 1. Hasil Uji Antibakteri dengan Metode Difusi Cakram Sampel Diameter Zona Hambat . seragam di ke-3 replikasi. Hasil pengamatan mikroskopik juga terdapat hifa dan spora yang berbagai macam Jamur Endofit Bajakah (JEB) I hifa putih batang sendiri seperti akar serabut dan hasil spora seperti bercak berbentuk bulat atau oval, yang mempunyai kemiripan dengan jamur Trichoderma sp dengan ciri-ciri mencakup hifa bersepta dan bercabang, serta konidiofor bercabang secara vertikillata dengan konidia berbentuk bulat atau oval dan Koloni jamur ini tumbuh cepat dan membentuk Rata-rata A SD JEB I 13,315 14,515 13,955 13,928 A0,60 JEB II 12,24 13,11 12,79 12,713 A 0,44 JEB i 24,045 23,96 24,16 24,055 A 0,10 Kontrol Positif 24,065 24,37 23,915 24,116 A 0,23 Kontrol Negatif Hasil dari pemurnian isolate jamur endofit yang tekstur seperti kapas. Trichoderma sp Memiliki fungsi sebagai agen antibakteri yang lebih dikenal sebagai menggunakan pelarut n-heksan. N-heksan merupakan pengendali hayati patogen tanaman 12. pelarut non-polar yang efektif dalam melarutkan PDA. Jamur Endofit Bajakah (JEB) II hifa seperti akar senyawa-senyawa non-polar 15. Setelah proses pelarutan, serabut dan hasil spora terdapat spora yang menempel lalu diuapkan dengan menggunakan waterbath hingga diujung hifa, yang mempunyai kemiripan dengan jamur pelarut hilang yang ditandai dengan bobot ekstrak Aspergillus sp dengan ciri-ciri memiliki konidiofor yang Selanjutnya, sebelum dilakukan uji difusi cakram, tumbuhnya fialid yang menghasilkan konidia bulat ekstrak hasil penguapan ditimbang sebanyak 1gram dan berwarna hijau, kuning, atau coklat tergantung spesies. dilarutkan dalam 10 mL pelarut DMSO 100%. Proses Koloninya tumbuh cepat dan tampak bertepung. pelarutan ini berlangsung selama 15 menit. DMSO Aspergillus sp memiliki fungsi sebagai penghasil senyawa . imetil sulfoksid. dikenal sebagai pelarut polar aprotik bioakktif dengan aktivitas antibakteri 13. yang mampu melarutkan berbagai jenis senyawa, baik Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. Month Year. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 organik maupun anorganik, termasuk senyawa polar dan rata-rata 24,116A0,23 non-polar 16. termasuk kategori sangat kuat 18. Sedangkan pada kontrol Dalam penelitian ini digunakan kloramfenikol negatif aquadest tidak memiliki diameter zona hambat sebagai kontrol positif. Kloramfenikol dipilih karena Jamur endofit bajakah yang memiliki zona bersifat sebagai antibiotik spektrum luas yang efektif hambat terbesar merupakan jamur endofit bajakah i terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. yang dimana jamur tersebut memiliki klasifikasi yang Mekanisme kerjanya yaitu dengan menghambat sintesis mendekati jamur Cladosporium sp. protein bakteri pada bagian ribosom, sehingga mampu Uji Konsetrasi Hambat Minimum (KHM) menghambat pertumbuhan mikroorganisme 17. Tabel 2. Hasil Uji Konsetrasi Hambat Minimum (KHM) Replikasi Nilai KHM JEB i i Bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli, yang termasuk dalam kelompok bakteri Gram negatif dilakukan di dalam ruangan Bio Safety Cabinet (BSC). Konsentrasi 25 ppm Keruh Keruh Keruh Konsentrasi 50 ppm Jernih Jernih Jernih Konsentrasi 75 ppm Jernih Jernih Jernih Konsentrasi 100 ppm Jernih Jernih Jernih Kontrol ( ) Jernih Jernih Jernih Kontrol (-) Keruh Keruh Keruh Dari hasil uji antibakteri menggunakan metode yaitu alat pelindung laboratorium yang dirancang untuk difusi cakram, jamur endofi yang dilanjutkan ke uji melindungi pengguna, lingkungan, serta sampel dari Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Sebelum Bunuh Minimum (KBM) yaitu jamur endofit bajakah i. digunakan seluruh alat disterilkan terlebih dahulu Pengujian aktivitas antibakteri Konsentrasi Hambat menggunakan autoklaf dengan suhu 121AC untuk Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair memastikan kondisi steril dan tidak terjadi kontaminasi dengan media Nutrient Broth (NB). Pengujian KHM selama proses pengujian. Setelah itu, media diinkubasi merupakan salah satu pengujian yang digunakan untuk selama 1 y 24 jam untuk mengamati hasil uji aktivitas mengetahui suatu sensitivitas dari mikroba pada zat Metode dilusi merupakan pengujian kekuatan dan dikenal sebagai penyebab penyakit diare. Cakram kertas yang telah direndam dalam larutan ekstrak diletakkan di atas media agar NA yang sebelumnya telah diinokulasi dengan bakteri Escherichia coli. Pengerjaan Hasil dari zona hambat yang telah dilakukan, antibakteri dalam media cair yang telah diberikan agen antibakteri dan di inkubasi selama 1x24 jam. Ekstrak diameter zona hambat yang ditandai dengan adanya jamur endofit menggunakan beberapa konsentrasi yaitu zona bening. Pada JEB I memiliki diameter rata-rata 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm. Dalam 13,928A0,60 mm termasuk kategori kuat. Pada JEB II menentukan nilai dari KHM dipilih konsentrasi terendah memiliki diameter rata-rata 12,713A0,44 mm termasuk yang menujukan kejernihan yang bisa menghambat kategori kuat, dan Pada JEB i memiliki diameter rata- pertumbuhan bakteri 19. rata 24,055A0,10 mm termasuk kategori sangat kuat 18. Hasil yang didapatkan pada pengujian aktivitas Dari hasil yang didapatkan bahwa JEB i memiliki antibakteri KHM yang dimana pada konsentrasi 50 ppm rata-rata 24,055A0,10 mm termasuk kategori sangat kuat dan kontrol positif memiliki aktivitas antibakteri yang lebih pertumbuhan bakteri dibandingkan kontrol negatif yang menunjukkan adanya kekeruhan. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 19 Ae 29 Uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) Tabel 3. Hasil Uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) Nilai KBM JEB Replikasi i i Konsentrasi 25 Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni (>. (>. (>. Konsentrasi 50 Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni . Konsentrasi 75 Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni . Konsentrasi 100 Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni . Kontrol ( ) Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni . Kontrol (-) Tumbuh Tumbuh Tumbuh Koloni Koloni Koloni (>. (>. (>. Setelah didapatkannya nilai KHM dari konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu mulai dari konsentrasi 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm, maka akan dilanjutkan dengan penentuan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dengan cara menyebarkan masing-masing konsentrasi pada media dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37AC. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) konsentrasi terendah dari suatu zat antibakteri yang dapat membunuh pertumbuhan bakteri pada media Adapun hasil KBM dari ekstrak N-Heksan jamur endofit memiliki nilai KBM dikarenakan dari ketiga konsentrasi memiliki jumlah koloni <300 menurut 20. Hal ini di tunjukkan dari konsentrasi 50 ppm memiliki jumlah koloni 107-124 koloni, konsentrasi 75 ppm memiliki jumlah koloni 76-87 koloni, dan konsentrasi 100 ppm memiliki jumlah konsentrasi 64-78 koloni. Hasil uji KBM dari konsentrasi 50 ppm, 75 ppm dan 100 ppm di nilai dapat membunuh bakteri dikarenakan menunjukkan pertumbuhan bakteri sedangkan kontrol negatif yang tidak memiliki nilai KBM dikarenakan memiliki jumlah koloni > 300 koloni. e-ISSN: 2598-2095 Pengujian senyawa secara Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) Uji Kandungan Senyawa Ekstrak N-heksan Jamur Endofit secara Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) di Laboratorium Terpadu Pengujian dan Kalibrasi Universitas Islam Indonesia. Hasil GCMS menunjukkan terdapat 7 senyawa dalam Ekstrak Nheksan Jamur Endofi Bajakah (Spatholobus littoralis Hass. yang dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel 4. Hasil Pengujian senyawa secara Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) Peak R. Time Area A/M Nama Senyawa 9-Octadecenoic Acid (Z)- (CAS) Oleic Acid Methyl Ester (CAS) Methyl Oleate Methyl Oleate (Methyl Cis-9Octadecenoat. Di-. -Octadecenoy. -Glycerol 1-Tricosanol (Ca. Tricosanol Bis. -Ethylhexy. Phthalate Bis. ,5-Di-Tert-Butyl-4Hydroxypheny. Propyl Maleate Berdasarkan hasil analisis GCMS Ekstrak Nheksan Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralis Hass. pada ga (Placeholder. (Placeholder. mbar diatas terdapat banyaknya puncak puncak . Puncak tersebut menunjukkan sebagai komponen atau senyawa yang terindentifikasi pada waktu retensi Waktu retensi diukur melalui kromatogram dari menit ke-0 selain puncak dari retensi waktu pada kromatogram akan terlihat persen area senyawa. Persen area menunjukkan besar atau tidaknya konsentrasi senyawa yang berada dalam sampel. Berdasarkan hasil Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. Month Year. Page 19 Ae 29 e-ISSN: 2598-2095 analisis GCMS Ekstrak N-heksan Jamur Endofit Bajakah antibakteri terhadap beberapa bakteri antara lain bakteri (Spatholobus littoralis Hass. menunjukan banyaknya Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jamur endofit senyawa yang ditunjukan oleh jumlah . oleh yang tumbuh dibatang bajakah yang diprediksi dari kromatogram sebesar 7 senyawa yang terdeteksi 21. genus Cladosporium sp yang menghasilkan senyawa Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil Methyl Ester (CAS) Methyl Oleate yang memiliki fungsi analisis GCMS menunjukan Ekstrak N-heksan Jamur sebagai antibakteri, menurut 21 senyawa tersebut dapat Endofit Bajakah adanya komponen mayor . menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. adalah senyawa Methyl Ester (CAS) Methyl Oleate dengan KESIMPULAN %area sebesar 70,26 yang memiliki fungsi sebagai Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan dapat disimpulkan bahwa batang bajakah menghasilkan bakteri Escherichia coli 21. jamur endofit sebagai aktivitas antibakteri terhadap Adapun senyawa lainnya seperti 9-Octadecenoic Escherichia rata-rata Acid (Z)- (CAS) Oleic Acid dengan %area sebesar 1,46 yang 24,055A0,10 mm yang termasuk kategori sangat kuat memiliki fungsi sebagai komponen penting dalam sel dengan jenis jamur Cladosporium sp. Pada pengujian KHM tubuh, termasuk sebagai bahan dasar dalam membrane menunjukkan kejernihan pada konsentrasi terendah 50 sel, dan memiliki fungsi biologis sebagai antioksidan ppm dan pada pengujian KBM menunjukkan jumah serta terlibat dalam berbagai proses metabolisme 22. koloni <300 pada konsentrasi terendah 50 ppm. Senyawa Methyl Oleate (Methyl Cis-9Octadecenoat. dengan Berdasarkan hasil analisis GCMS Ekstrak N-heksan %area sebesar 4,96 memiliki fungsi sebagai pelarut, agen Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus littoralis Hass. pengemulsi, atau emolien dalam berbagai aplikasi, menunjukan banyaknya senyawa yang ditunjukan oleh seperti kosmetik, farmasi, dan industri23. Senyawa Di-. - jumlah . oleh kromatogram sebanyak 7 senyawa Octadecenoy. -Glycerol 7,95 yang terdeteksi dan mempunyai komponen mayor memiliki fungsi sebagai minyak nabati dan minyak . ,26%) adalah senyawa Methyl Ester (CAS) Methyl Oleat Senyawa 1-Tricosanol (Ca. Tricosanol dengan yang memiliki fungsi sebagai antibakteri yang dapat %area sebesar 1,50 memiliki fungsi sebagai antioksidan, menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. membantu melindungi sel-sel dari kerusakan yang UCAPAN TERIMAKASIH %area disebabkan oleh radikal bebas Senyawa Bis. - Penulis mengucapkan terimakasih kepada pembimbing I Ethylhexy. Phthalate dengan %area sebesar 7,76 memiliki Kunti Nastiti. Far. ,MSc dan pembimbing II Nur fungsi sebagai plasticizer atau pelunak dalam pembuatan Hidayah. MT serta penguji apt. Rohama,S. Farm. ,MM yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam Senyawa Bis. ,5-Di-Tert-Butyl-4- Hydroxypheny. Propyl Maleate dengan %area sebesar 6,12 penyelesaian penelitian ini memiliki fungsi sebagai pelindung bahan-bahan dari DAFTAR PUSTAKA