MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Nilai-nilai Ketawadhuan dalam Tradisi Pesantren Ar-Risalah Bandung untuk Pengembangan Kultur Religius Sekolah Muhammad Alif Anugrah Munggaran Universitas Pendidikan Indonesia alifmunggaran@upi. Wawan Hermawan Universitas Pendidikan Indonesia h1960@upi. Agus Fakhruddin Universitas Pendidikan Indonesia agusfakhruddin@upi. Abstract: Nowadays the religious culture in schools is starting to fade, one of which is regarding the fading of the school's religious culture in the form of humility which is marked by the emergence of the phenomenon of students committing acts of violence against teachers because they do not accept being reprimanded for their actions. In another phenomenon, it was found that students did not respect the teacher during the learning process. This research was conducted at the Ar-risalah Islamic boarding school in Bandung with the aim of describing how the values of laughter in the pesantren tradition are to be developed in the school's religious culture. This research is very important to neutralize humble attitude in public schools so that it becomes a positive tradition. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. To obtain detailed information about the tradition of the values of humility in Islamic boarding schools, researchers used participatory observation. Data were collected from observations, interviews and documentation of pesantren leaders, teachers, santri supervisors and santri. The results of the study show that the values of humility are practiced in various forms in the daily life of students and each contains a basis and meaning based on Islamic teaching sources so that they can be adapted to public schools in developing a school religious culture in the form of students not leaving class or gathering before the teacher comes out first, students are accustomed to kissing the teacher's hand, students stand up and bow their heads. When a teacher wants to pass, students invite the teacher to lead first, and students respect the teacher. Keyword: Humility. Islamic boarding school, school religious culture. Abstrak: Di zaman sekarang, kultur religius di sekolah mulai luntur. Satu diantaranya yaitu mengenai lunturnya kultur religius sekolah berupa ketawadhuan yang ditandai munculnya fenomena siswa melakukan tindakan kekerasan terhadap guru karena tidak terima di tegur atas Dalam fenomena lain, ditemukan siswa tidak menghormati guru saat proses belajar berlangsung. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Ar-risalah Bandung dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai ketawadhaun dalam tradisi pesantren untuk dikembangkan dalam kultur religius sekolah. Penelitian ini sangat penting untuk menetralisasi ketawadhuan pada sekolah umum sehingga menjadi sebuah tradisi yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Untuk mendapatkan informasi detail mengenai tadisi nilai-nilai ketawadhuan di pesantren, peneliti menggunakan observasi partisifatif. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Data di kumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, guru, pembimbing santri, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ketawadhuan dipraktekkan dalam beragam bentuk pada kehidupan sehari-hari santri dan masing-masing mengandung dasar dan makna berdasarkan sumber ajaran Islam sehingga dapat diadaptasi pada sekolah umum dalam mengembangkan kultur religius sekolah yang berupa siswa tidak keluar dari kelas ataupun perkumpulan sebelum gurunya keluar terlebih dahulu, siswa di biasakan untuk mencium tangan guru, siswa berdiri dan menundukkan kepala Ketika ada guru yang hendak melewatinya, siswa mempersilahkan guru untuk terlebih dahulu memimpin, dan siswa menghormati guru. Kata kunci: Ketawadhuan. Kultur religius Sekolah. Pesantren. PENDAHULUAN Sekolah memiliki peran strategis dalam pembudayaan nilai-nilai agama seseorang. Asmaun Sahlan berpendapat bahwasanya nilai merupakan suatu tipe kepercayaan yang berada pada suatu lingkup sistem kepercayaan yang berada dimana seseorang bertindak atau menghindari suatu tindakan, atau mengenai sesuatu yang dianggap pantas atau tidak pantas. Ini berarti pemaknaan atau pemberian arti terhadap suatu objek. Sedangkan keberagaman merupakan suatu sikap atau kesadaran yang muncul yang didasarkan atas keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap suatu agama1. Mengutip penjelasan intelektual muslim Nurcholis Madjid dalam Ngainun Naim, agama sendiri bukan hanya kepercayaan kepada yang ghaib dan melaksanakan ritual-ritual Agama dapat diartikan sebagai keseluruhan tingkah laku manusia yang terpuji, yang dilakukan demi memperoleh ridha Allah swt. Agama. Dengan kata lain, agama meliputi keseluruhan tingkah laku yang membentuk keutuhan manusia untuk menjadi pribadi yang berbudi luhur . erakhlak karima. , atas dasar percaya atau iman kepada Allah swt dan tanggung jawab pribadi di hari kemudian2. Agama bagi setiap orang sangatlah perlu karena dengan agama, orang memiliki dasar keimanan dan kepercayaan kepada Allah swt, sehingga orang mampu mengatur tingkah yang luhur. Salah satu nilai yang penting untuk dibudayakan di sekolah adalah nilai Sahlan. Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah. Malang: UIN Maliki Press. Madjid. Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan. Kemanusiaan, dan Kemoderenan. Jakarta: Yayasaka Wakaf Paramadina. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Religiusitas seseorang diwujudkan dalam berbagai sisi kehidupannya. Aktivitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual . , tetapi juga ketika melakukan aktivitas lain yang didorong oleh kekuatan supranatural. Ketika nilai-nilai religius tertanam pada diri peserta didik dan dipupuk dengan baik, maka dengan sendirinya akan tumbuh menjadi jiwa agama. Dalam hal ini jiwa agama merupakan suatu kekuatan batin, daya dan kesanggupan dalam jasad manusia yang menurut para ahli ilmu jiwa agama, kekuatan tersebut bersarang pada akal, kemauan dan perasaan. Pendidikan karakter religius merupakan usaha aktif untuk membentuk suatu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Seseorang dapat dikatakan memiliki karakter religius ketika telah mentaati ajaran agama yang dianutnya dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan pemeluk agama lain3. Dalam konteks Pendidikan di sekolah, ada banyak nilai religius yang dapat dibudayakan di sekolah, diantaranya kejujuran. bermanfaat bagi orang lain. rendah hati . , dan disiplin tinggi. Dari sekian banyak nilai religius, salah satu nilai religius yang penting untuk dikembangkan di sekolah adalah nilai ketawadhuan. Dalam Islam, ketawadhuan menjadi salah satu ajaran penting. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: "Kalau sekiranya ada orang bersikap tawadhu agar Allah Shubhanahu wa taAoalla mengangkat derajatnya dimata orang, maka ini belum dikatakan telah merengkuh sifat tawadhu, karena maksud utama perilakunya itu didasari agar mulia dimata orang, dan sikap seperti itu menghapus tawadhu yang sebenarnya"4. Dalam realita kehidupan, fenomena ketawadhuan masih menyisakan banyak persoalan. Diantaranya sikap seorang anak yang masih melawan orangtuanya dan keangkuhan serta kesombongan seseorang yang kerap kali terjadi di lingkungan. Demikian pula dalam dunia Pendidikan, nilai-nilai ketawadhuan belum tercermin secara nyata. Sebagai contoh murid atau siswa yang melawan guru5. di dalam berita tersebut seorang siswa SMAN 7 Kendari, mengancam gurunya dengan keris karena kesal dituduh merusak sebuah motor di sekolah. Lalu seorang guru Nur Rosyid, dkk. Pendidikan Karakter Wacana dan Kepengaturan. Yogyakarta: Mitra Media, 2013. Taymiyyah, s. -i. AL-FATAWA AL-KUBRA. arabic: DAr al-Kutub al-adthah. Indonesia. 9, februari . https://nationalgeographic. Retrieved from National Geographic Indonesia: https://nationalgeographic. id/read/131635159/kasus-siswa-menantang-guru-di-gresikmengapa-aksi-ini-bisa-terjadi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 SMAN 1 Torjun. Sampang, tewas setelah dipukul di pelipis oleh muridnya yang tidak terima Lalu di berita lainnya diberitakan tentang siswa menganiaya guru sebagaimana diinfokan 6. dalam berita tersebut diberitakan sang murid bermain handphone di dalam kelas lalu guru yang melihat menegurnya. Karena di tegur oleh guru sang murid tidak terima lalu melakukan perlawanan terhadap guru tersebut. Lalu di berita selanjutnya pada portal berikut 7. ada seorang oknum guru yang melakukan tindakan penganiayaan fisik terhadap siswa di karenakan siswa tersebut tidak mengerjakan tugas sekolah. Masih banyak berita lainnya yang bisa diungkap terkait hal itu. Melihat fenomena pudarnya ketawadhuan seorang murid terhadap guru sangat mengkhawatirkan, sebab hal tersbut bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang nantinya akan menjadi sebuah tradisi. Tradisi dipahami sebagai suatu kebiasaan masyarakat yang memiliki pijakan sejarah masa lampau dalam bidang adat, bahasa, tata kemasyarakatan keyakinan dan sebagainya, maupun proses penyerahan atau penerusannya pada generasi berikutnya. Sering proses penerusan tejadi tanpa dipertanyakan sama sekali, khususnya dalam masyarakat tertutup dimana hal-hal yang telah lazim dianggap benar dan lebih baik diambil alih begitu saja. Memang tidak ada kehidupan manusia tanpa suatu tradisi. Bahasa daerah yang dipakai dengan sendirinya diambil dari sejarahnya yang panjang tetapi bila tradisi diambil alih sebagai harga mati tanpa pernah dipertanyakan maka masa sekarang pun menjadi tertutup dan tanpa garis bentuk yang jelas seakan-akan hubungan dengan masa depan pun menjadi terselumbung. Tradisi lalu menjadi tujuan dalam dirinya sendiri8. Dalam konteks Pendidikan di Indonesia, sesungguhnya telah ada Lembaga yang memiiki tradisi baik dalam mengimplementasikan nilai ketawadhuan, yaitu pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang besar dan luas penyebarannya di Seluruh pelosok Tanah air telah banyak memberikan nilai positif dalam pembentukan manusia Indonesia yang religius. Adianto. 9, februari . https://enamplus. Retrieved from liputan6. https://enamplus. com/global/read/3901075/video-ponsel-disita-siswa-nekat-melawan-guru. Chaterine. 1, november . https://nasional. Retrieved from kompas. https://nasional. com/read/2021/11/02/14235821/kecam-kejadian-guru-pukul-murid-hingga-tewaskemendikbud-ristek-singgung-3 Shadily. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Lembaga tersebut telah banyak melahirkan pimpinan bangsa dimasa lalu, kini, dan masa yang akan datang. Lulusan pesantren banyak yang mengambil keaktifan dalam partisipasi Pesantren berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan lain yang bukan pesantren, serta produknya pun berbeda dan khusus. Ciri khusus dari kehidupan pesantren adalah kesederhanaan dengan tujuan membentuk manusia yang baik. Menurut H. A Timur Djaelani pesantren adalah lingkungan masyarakat dimana para santri menuntut ilmu dan bermukim9. Perkataan Pesantren berasal dari kata santri, yang dan berawalan pe dan akhiran an yang dapat diartikan tempat tinggal para santri. Dengan demikian, pesantren selain sebagai lembaga penyebar agama Islam juga berperan ganda sebagai sebuah lembaga sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk membentuk lapisan masyarakat yang berakhlak mulia, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Ar-risalah Bandung dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai ketawadhaun dalam tradisi pesantren untuk dikembangkan dalam kultur religius sekolah. METODE Penelitian ini menganalisis kegiatan di Pondok Pesantren Ar-risalah Bandung untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporan. Penelitian ini dilakukan secara sistematis, dikontrol, dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada 10 . Ditinjau dari pola dan prosedur yang dilakukan oleh peneliti, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggali fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian di pondok pesantren Ar-risalah Bandung melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lainlain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khususnya yang alamiyah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiyah. Menurut Bogdan dan Taylor metodelogi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data Djaelani. Peningkatan Mutu Pendidikan Dan Pembangunan Perguruan Agama. Jakarta: Dermaga. Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jogyakarta: Bumi Aksara. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 deskriptif berupa kata-kata, tertulis, atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati11. Sedangkan pola penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pola deskriptif. penelitian yang diarahkan untuk membahas gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, menggunakan sifat sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang mendalam tentang nilai-nilai ketawadhuan dalam tradisi pesantren untuk pengembangan kultur religius sekolah. Kegiatan teoritis dan empiris pada penelitian ini diklasifikasikan dalam metode deskriptif kualitatif, karena peneliti melaporkan hasil penelitian tentang peran Santri dalam meningkatkan nilai ketawadhuan di pondok pesantren ar-risalah Bandung. Dalam analisis data peneliti melakukan reduksi data, display data dan verifikasi data. kemudian mendiskripsikan dan memadukan dengan konsepsi teoriteori yang ada. Nana Syaodih dalam bukunya juga menjelaskan bahwa penelitian deskriptif merupakan AuSuatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian ini mengkaji bentuk, aktifitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaannya dengan fenomena lainAy12. HASIL DAN PEMBAHASAN Praktik ketawadhuan dalam tradisi Pesantren Ar-Risalah Bandung Pesantren Ar-risalah Bandung Berdiri Sejak 30 juli 2016 dengan luas 6000 meter Persegi. Pesantren ar-risalah memiliki visi menghasilkan Santri yang unggul dalam keilmuan, berpengetahuan luas, disiplin, berakhlakul karimah dan mampu menjadi Pemimpin Umat yang memberikan kontribusi positif bagi Agama. Bangsa dan Negara (DcOK). Pesantren Ar-Risalah merupakan Pesantren Salafy Yang Memiliki Guru Pengajar Kompeten Mayoritas guru pengajar merupakan alumni Pondok Pesantren Al-anwar Sarang Pondok murni rintisan dari AlMaghfurlah Syaikhina K. Maimoen Zubair, bukan merupakan pondok peninggalan terdahulu. Pondok Pesantren Ar-risalah Dipimpin oleh Dr. KH. Mohammad Rofiqul AAola. c MA. Beliau Merupakan Lulusan Syiria, dan merupakan Ulama Ushul Fiqh. Ar Risalah Bandung. Beliau pun Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 telah menyelesaikan studi S3 di Universitas Islam Sunan Gunung Jati Bandung. Pondok Pesantren Ar-risalah Memiliki Santri Putra Maupun Putri Yang berjumlah 130an Santri Dan alumninya sudah tersebar di berbagai daerah. Praktik Ketawadhuan Yang Berada di Pondok Pesantren ar-risalah Merupakan Visi Pesantren dalam Menghasilkan santri yang berakhlakul karimah dan pondok Pesantren Ar-risalah Memiliki misi yaitu : Mendidik Santri dengan berbagai disiplin ilmu yang berdasarkan pada Sanad keilmuan yang sambung sampai kepada Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam. Membekali Santri dengan jiwa leadership, juju, amanah, ikhlas, tawadhu dan istiqomah dalam Beribadah dan Berjuang. Menanamkan nilai-nilai Religius dan Nasionalis. Dalam Mewujudkan Visi maupun Misi Pesantren Ar-risalah Bandung, pengasuh serta pimpinan pondok pesantren ar-risalah Mewajibkan bagi setiap keluarga pesantren mulai dari guru pengajar beserta santri melaksanakan visi dan misi pesantren agar terciptanya suasana pesantren yang harmonis, religius serta nasionalis. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi, pondok pesantren ar-risalah menciptakan sebuah tradisi positif yang baik dan bagus serta tidak melanggar norma-norma yang sudah ada. Berdasarkan hasil pengamatan ada beberapa fenomena yang diterapkan di pondok pesantren ar-risalah. Adapun beberapa praktik berdasarkan hasil penelitian Ketawadhuan Santri tidak keluar masjid atau tempat berkumpul sebelum guru dan kiai nya dahulu keluar Observasi ketika di waktu shalat Ashar dan Maghrib. Peneliti menemukan fenomena santri tidak keluar tempat perkumpulan sebelum ustadz serta kiainya keluar terlebih dahulu. Mereka terlihat menunggu secara gembira dan keleluansaan hati. Sembari membungkukkan badan serta salim terhadap kiai dan guru pondok pesantren ar-risalah yang hendak keluar dari tempat Dalam proses Santri menunggu guru ataupun kiai keluar mereka melakukan kegiatan positif seperti mengaji al-quran membaca kitab menghafal al-quran serta berbincang dengan santri lainnya membahas kegiatan ataupun hafalan al-quran maupun kitab. Selain menunggu gurunya keluar terlebih dahulu santri pun memang sudah di biasakan untuk menunggu seperti dalam berbicara dengan gurunya santri tidak akan berbicara sebelum sang guru selesai berbicara serta MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Ketika ingin bertanya santri akan menunggu gurunya untuk mempersilahkan berbicara karena hal demikian merupakan hal yang utama13. Adapun dasar dan makna yang dapat peneliti ambil dari beberapa literatur mengatakan santri tidak keluar dari Masjid atau tempat berkumpul sebelum guru dan kiainya dahulu merupakan sebuah penghormatan ke ilmuan guru dan kiainya dalam proses menunggu guru dan kiainya santri mendapatkan wawasan baru serta pembentukkan karakter sabar. Implikasi sabar dalam pendidikan Islam memperhatikan perilaku individu yang memiliki moral dalam hubungannya dengan sabar antara lain: pertama Kaitannya dengan keyakinan (Aqida. Firman Allah sebagaimana dalam surat (As-Sajdah : . AuDan Kami Jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan selalu menyakini ayat-ayat kamiAy. Yang dimaksud dengan keyakinan, menurut ungkapan Al-Imam Al-Ghazali 14 adalah: pengetahuan yang pasti tentang pokok-pokok agama yang diperoleh seseorang hamba dengan hidayah Allah SWT. Santri tidak keluar dari masjid atau tempat berkumpul sebelum guru dan kiainya dahulu merupakan sebuah bentuk ketaqwaan sebagaimana Allah berfirman : AuJika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Ay (QS. Ali Imran : . Pada ayat yang lain. Allah berfirman: AuSesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Ay (Yusuf : . Selain itu, kaitannya dengan Al-Haq dalam konteks, kebenaran sebagaimana Firman Allah : AuDemi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihati menasehati supaya menetapi kesabaran. Ay (Al AoAshr : 1-. Dengan demikian menurut Yusuf Qardhawi sabar menjadi pilar utama untuk menyelamatkan dari kerugian di dunia dan akhirat. Beriman, mengerjakan amal sholeh, nasihat Syakhrani. Petunjuk Rasulullah SAW Tentang Tugas Dan Kewajiban Peserta Didik. Educatioanl Journal: General and Specific Research, 298-306. Kamila. Relevansi Tujuan Pendidikan Islam Dengan Konsep Sabar Menurut Imam Al-Gazyly Dalam Kitab Ihya Ulumuddin. (Vol. Ciamis: Tarbiyah Al-Aulad. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 menasihati untuk mentaati. Kesabaran tersebut, hendaknya dibarengi dengan memuji Allah agar tetap dalam lindungan Allah Swt15. Ketawadhuan Santri mencium tangan guru dan kiai Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan kejadian unik yaitu Ketika santri dengan ketawadhuannya mencium tangan guru dan kiai serta terlihat seperti mengharapkan sesuatu dari guru maupun kiai seperti ada rasa pengharapan yang besar di jiwa santri. Para santri mencium tangan guru selayaknya seorang anak yang mencium tangan orang tuanya. Ada pun tatacara etika bersalaman menurut ajaran islam, yaitu: Bersalaman dengan wajah yang berseri Mengucapkan salam ketika bersalaman tidak terburu-buru untuk melepaskan bersalaman Tidak memalingkan pandangan ketika bersalaman Melihatkan rasa kecintaan ketika sedang bersalaman Mencium tangan dan dahi Tujuan dari mencium tangan adalah suatu bentuk penghormatan kepada yang lebih tua dan sesuatu yang bisa menjadikan seorang mukmin lebih terikat dengan saudara secara mukminin. hingga dengan keterkaitan itulah, akan menimbukan kasih sayang dan ujungnya akan mempererat atali ukuwah islamiyah antara mukminin, apalagi bersalaman adalah suatu budaya yang bernilai Ketawadhuan Santri berdiri serta menundukkan kepala Ketika ada guru ataupun kiai yang akan Berdasarkan hasil penelitian di temukan ada fenomena dimana saat guru maupun kiai hendak melewati santri. Para santri dengan sigap dan terarah langsung berdiri ketika kiai ataupun guru melewatinya serta tidak lupa para santri turut menundukkan kepalanya. Ketika para Santri sedang berkumpul lalu datanglah seorang guru maupun kiai para santri dengan sigap berdiri Chaer. Sabar dalam Perspektif Islam dan Barat. jurnal online kopertais wilayah iv, 233-244. Retrieved from https://core. uk/download/pdf/231310642. Zarah Adawiah. Implikasi Adab Mencium Tangan Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Dawud No. 4540 terhadap Peran Pendidikan Keluarga dalam Mendidik Anak. prosiding pendidikan agama islam, 180. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 sembari menundukkan kepala agar pandangan santri tidak melihat tajam kepada guru ataupun kiainya ini merupakan sebuah ketawadhuan atas penghormatan keilmuan dan keshalihan para guru dan kiai. Karena santrilah yang menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadian yang baik untuk bekal hidupnya agar berbahagia di dunia dan akhirat dengan jalan belajar yang sungguh-sungguh17. Karena Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat-sifat yang baik. Oleh karena itu, hal jiwa manusia dapat memerlukan perbuatan-perbuatan lahiriah. Tingkah laku zahir dilahirkan oleh tingkah laku batin, berupa sifat dan kelakuan batin yang juga dapat membolak-balik yang mengakibatkan berbolak-baliknya perbuatan jasmani manusia di dalam kitab Taisirul al-Khallyq karya Hafidz Hasan MasAoudi memerintahkan muridnya untuk menghormati guru dan memuliakan Yaitu dengan cara menundukkan diri ketika sedang berhadapan langsung dengan guru, bahkan dianjurkan untuk tidak memandang guru dengan kedua matanya langsung ketika bertatap muka atau sedang berbicara18. Ketika guru nya hendak melewati santri sepatutnya santri berdiri karena dengan santri berdiri itu merupakan sebuah penghormatan terhadap keilmuan dari guru ataupun kiainya santri pun turut menundukkan kepala agar santri tidak melihat langsung dari wajah guru serta kiai karena santri atau murid memilki kewajiban terhadap gurunya yaitu hormat. Hormat kepada guru adalah prinsip yang harus dipegang oleh setiap murid. Menghormati guru juga hal yang tak tepisahkan dari menghargai ilmu. Menghormati dan menghargai guru hendaknya tidak didasari rasa takut, tetapi lebih karena mengharapkan ilmu dan kearifan yang didapat dari guru akan benar-benar dapat merasuk dalam pikiran dan hati. Sehingga ilmu yang kita dapat membawa manfaat kepada Ketawadhuan Santri Ketika setelah sholat doa akan di pimpin oleh kiai ataupun guru. Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan sebuah fenomena unik Ketika selepas sholat berdzikir dan tahlil di pimpin oleh imam namun Ketika di waktu doa imam pun meminta Al-Attas. Konsep Pendidikan Islam: Suatu Kerangka Pikir Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan. Mas'udi. Akhlak Mulia Terjemahan Taysirul Khallaq Jawa Pegon dan Terjemah Indonesia. Surabaya: Al-Miftah. Burdah. Pendidikan Karakter Islami Untuk Siswa SMP/MTs. Jakarta: Erlangga. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 untuk guru ataupun kiai yang memimpin doa. Hal tersebut jarang sekali di temukan di masjidmasjid manapun. dasar dan makna yang dapat peneliti ambil dari literatur Ketika setelah sholat doa akan di pimpin oleh kiai ataupun guru melihat dari kedudukan guru ataupun kiai hal tersebut merupakan sebuah Tatakrama imam . kepada gurunya, karena imam . menghormati atas keilmuan guru ataupun kiainya karena mengharapkan keberkahan yang didapat dari guru akan benar-benar masuk kedalam batin dan bawah sadar karena doa memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam kehidupan. Seseorang akan mencapai sesuatu kesuksesan kalau dia sendiri mengangungkan sesuatu yang dicari20. Sesuatu yang tampak tidak mungkin di mata manusia akan menjadi mungkin atas kehendak Allah SWT. Doa yang di pimpin oleh kiai ataupun guru setelah sholat karena kiai dipandang sebagai individu yang dekat dengan Allah sehingga perbuatannya perlu mencerminkan ibadah berupa mendekatkan diri kepada allah, segala bentuk Tindakan perbuatan yang di lakukan kiai merupakan sebuah kerangka ikhtiar yang di nyatakan sebagai perintah allah. Motivasi dakwah li iAola kalimatillah adalah kewajiban yang disandang oleh gelar kiai sebagai tanggung jawab kekhususan atas perannya dan keistimewaan yang disandangnya 21. Ketawadhuan Santri Ketika Sholat berjamaah Berdasarkan hasil observasi, ketika adzan berkumandang selesai ada jeda waktu antara adzan dan iqamah yang begitu senggang hasil pengamatan peneliti menemukan bahwa iqamah baru di kumandangkan ketika kiai datang ke masjid namun apabila kiai berhalangan hadir iqamah akan di kumandangkan setelah guru yang menggantikan kiai datang. adapun dasar dan makna yang dapat peneliti ambil dari literatur di dalam kitab yCdyb al-yClim wa al-Mutalim di jelaskan Adab murid terhadap guru menurut kitab Adabulalim wa Mutaalim diantaranya Ketika guru belum datang dalam sebuah majlis maka murid harus menunggunya 22 . Sholat pun akan di pimpin oleh kiai ataupun ustadz Karena Untuk menjadi imam shalat siapapun bisa menjadi imam shalat asal bisa NafiAah. Etika Pelajar terhadap Guru Menurut KH. Hasyim AsyAari dan Relevansinya dengan pendidikan Karakter. Surakarta: Skripsi. Azharghany. KONSUMSI YANG SAKRAL: Amalan dan Air Doa sebagai Terapi Religius. AtTurA: Jurnal Studi Keislaman, 138-176. Nawawi. Adabulalim wa Mutaalim: Butiran-butiran Nasihat tentang Pentingnya Ilmu. Adab Mengajar dan Belajar. Serta Berfatwa. Yogyakarta: DIVA Press. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 bacaan shalat tentunya. Namun demikian memang ada prioritas bagi mereka yang memenuhi beberapa kriteria, misalnya bacaan QurAoannya yang fasih, paling mengerti sunnah atau alim, paling tua usianya dan yang pertama kali tinggal atau hijrah Ketentuan yang paling baik menjadi imam shalat adalah yang paling baik bacaannya, maka dari pada itu kiai ataupun guru lah yang akan menjadi imam sholat lalu melihat model Imam Ideal-Literalis kiai ataupun guru. Imam dalam kategori ini beruasaha semaksimal mungkin melaksanakan shalat sesuai kaidah teks hadits termasuk di dalam shalat berjamaah. Pilihan surat dan panjang pendeknya ayat atau surat yang dibaca dan bahkan sampai kepada fiqh yang dipakai berdasarkan ketentuan teks yang diyakininya 23. Nilai dan praktik ketawadhuan dalam tradisi pesantren yang dapat dikembangkan dalam kultur religius sekolah. Dalam proses pengembangan nilai dan praktik ketawadhuan dalam tradisi pesantren dalam perkembangan kultur religius sekolah memang tidaklah mudah sebab para siswa harus di hadapkan dengan modeling kultur baru atau tingkah laku baru yang mana Teknik modeling ini bertujuan untuk membentuk tingkah laku baru dari diri seseorang. Stimulus perilaku model diubah oleh kemampuan kognitif menjadi gambar mental dan simbol verbal yang dapat diingat di masa depan. Kognisi simbolik mendorong orang untuk mengubah hal-hal tertentu menjadi perilaku baru24. Dan sekolah memiliki peran dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi dan oleh karena itu harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum. Namun demikian, di sekolah itu sendiri timbul pola kelakuan tertentu. Kebudayaan sekolah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat luas, namun mempunyai ciri-ciri yang khas/unik sebagai suatu sub-kebudayaan/sub-culture 25 . Maka dari pada itu sekolah serta Siswa memiliki peran terhadap kultur sekolah Diantaranya : Siswa tidak keluar dari kelas atau tempat berkumpul sebelum guru. Rohim. Pertunjukan Imam Sholat Dan Tafsir Politik Jamaah. Analisis: Jurnal Studi Keislaman. Volume 14. Nomor 1. Juni 2014, 91-108. Septiyana. Skripsi Penerapan Indirect Teaching Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Di Mts Wahid Hasyim Balung Jember. Jember: Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Nasution, s. Kurikulum dan pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Salah satu praktik ketawadhuan yang dapat dilakukan oleh sekolah adalah siswa mulai di biasakan untuk tidak keluar kelas sebelum Guru nya keluar kelas atau tempat berkumpul terkecuali ada perintah dari guru nya untuk di persilahkan keluar kelas Sembari menunggu keluar kelas siswa dapat melakukan interaksi terhadap teman sekelasnya dengan tujuan agar siswa dapat memahami karakteristik di sekitarnya. Karena Menurut Thomas Lickona . menyatakan bahwa mempelajari karakter merupakan pekerjaan yang bertujuan untuk membantu seseorang agar dapat memahami, memusatkan perhatian, dan mempraktikkan kualitas moral pusat26. Siswa Mencium Tangan Guru pada hasil observasi, salah satu praktik ketawadhuan di pesantren yang dapat diterapkan di sekolah adalah siswa di biasakan untuk mencium tangan Guru di setiap Saat, seperti sebelum maupun selesai kelas berlangsung agar senantiasa siswa mendapatkan keberkahan atas ilmu yang di dapat dari gurunya, serta melatih siswa untuk dapat bertawadhu atas ilmu yang di dapat dari gurunya, siswa mencium tangan guru pun di wajibkan juga untuk mencium tangan kedua orang tuanya agar siswa mendapatkan keberkahan dari guru dan kedua orang tuanya. Seperti yang dilakukan oleh Fatimah R. A dengan Rasulullah SAW adalah bentuk pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah kepada putrinya. sehingga Fatima R. A menjadi salah satu cerminan Rasulullah SAW. Dan dalam syarah hadits tersebut menjelaskan bahwa mencium tangan orang yang lebih tua adalah sebagai bentuk penghormatan dan menunjukan rasa sayangnya kepada anaknya 27 Siswa Berdiri dan menundukkan kepala Ketika ada guru yang hendak melewatinya Hasil observasi, salah satu praktik ketawadhuan di pesantren yang dapat diterapkan di sekolah adalah siswa di biasakan untuk berdiri serta menundukkan kepala ketika ada guru yang hendak melewatinya. ini merupakan kegiatan atau norma yang baik dan positif karena Ketika siswa berdiri serta menundukkan kepala Ketika guru hendak melewatinya ini merupakan sebuah penghormatan terhadap keilmuan gurunya serta mengharap keberkahan serta keikhlasan dari keilmuan yang gurunya berikan dan ini merupakan salah satu nilai ketawadhuan yang harus di Dan ini merupakan sebuah sikap penghormatan terhadap keilmuan guru Sikap hormat kepada guru. Dalam kitab Taysirul Khallaq juga memerintahkan muridnya untuk menghormati Sudrajat. Mengapa pendidikan karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 22-24. Zarah Adawiah. Implikasi Adab Mencium Tangan Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Dawud No. 4540 terhadap Peran Pendidikan Keluarga dalam Mendidik Anak. prosiding pendidikan agama islam. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 guru dan memuliakan gurunya. Yaitu dengan cara menundukkan diri ketika sedang berhadapan langsung dengan guru, bahkan dianjurkan untuk tidak memandang guru dengan kedua matanya langsung ketika bertatap muka atau sedang berbicara28. Siswa mempersilahkan guru untuk terlebih dahulu memimpin pada hasil observasi, salah satu praktik ketawadhuan di pesantren yang dapat diterapkan di sekolah adalah siswa dibiasakan untuk mempersilahkan Gurunya mendahulukan siswa dalam memimpin apapun, nilai yang di dapatkan siswa ialah keilmuan dari kepemimpinan guru, keberkahan dari guru, serta dapat mengetahui nilai-nilai kepemipinan agar siswa dapat mencontohkan karena di dalam Kitab TaAolimul MutaAoalim di dalamnya membahas bahwasanya ketika proses pembelajaran, para siswa harus memuliakan guru, menghormati teman, mengutamakan ilmu, bertabiat waraAo . idak melakukan perkara yang tidak boleh dilakuka. , bersifat asih, siswa tidak boleh berjalan di depan, duduk di tempat guru dan tawakal29. Sebab pada dasarnya seorang guru adalah pemimpin atas dirinya dan peserta didik yang Hal ini sebagaimana Hadis Rasulullah 30 yang berbunyi sebagai berikut: Dari Abdillah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda: Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu. Seorang suami adalah pemimpin di dalam keluarganya, dan akan dimintai pertanggung jawaban dalam pimpinannya. Seorang isteri adalah pimpinan dalam rumah tangga suaminya dan akan dimintai pertanggung jawaban dalam pimpinannya itu. ( HR. bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar ) Dari penjelasan Hadis tersebut tergambar bahwa seorang guru adalah pemimpin baik bagi dirinya sendiri maupun bagi peserta didik yang dididiknya. Olehnya itu seorang guru harus mempunyai etika yang baik31. Siswa Menghormati Guru salah satu praktik ketawadhuan di pesantren yang dapat diterapkan di sekolah adalah siswa dibiasakan untuk menghormati gurunya karena homat terhadap guru merupakan sebuah prinsip Hidayah. Konsep Akhlak Murid Terhadap Guru (Studi Komparasi Antara Kitab yCdyb Al-AyClim Wa Al-Mutalim Dan Kitab Taisirul Al-Khallyq. Ponorogo: Jurusan Pendidikan Agama Islam. Lellya. Konsep TaAlimul Mutalim Dalam Kultur Adab Perguruan Tinggi Islam Di Kalimantan Selatan. Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19. , 128. Bukhary. Shahih Bukhary. Juz IV. Beirut: Darul Fikr. Rahman. Etika Berkomunikasi Guru Dan Peserta Didik Menurut Ajaran Agama Islam. Jurnal IqraAo Vol. 3 No. 1, 53-65. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 penuntut ilmu atau para siswa untuk mendapatkan keridhoan dan kerberkahan dari ilmu yang guru Seperti yang di fatwakan oleh Az-Zarmuji, bahwa jika seorang siswa ingin ilmunya bermanfaat . udah mendapatkan dan mudah menerapkanny. , maka ia harus menghormati guru Seorang Siswa tidak akan mendapatkan kesuksesan ilmu pengtahuan dan tidak akan mendapatkan kemanfaatan dari pengetahuan yang dimilikinya, jika tidak mau mengangungkan ilmu pengetahuan tersebut, menghormati ahli ilmu dan mengangungkan guru. Seseorang akan mencapai sesuatu kesuksesan kalau dia sendiri mengangungkan sesuatu yang dicari 33 Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa salah satu kewajiban murid dalam belajar hendaknya menghormati gurunya, karena dengan menghormati dan memuliakan gurunya, murid akan memperoleh kemanfaatan dari ilmu. KESIMPULAN Berdasarkan Hasil Penelitian diperoleh bahwa nilai-nilai ketawadhuan di pondok pesantren Ar-risalah memiliki 5 aspek yaitu santri tidak keluar dari tempat perkumpulan sebelum guru ataupun kiainya, santri mencium tangan guru dan kiai, santri berdiri dan menundukkan kepala Ketika ada guru ataupun kiai yang akan melewatinya. Ketika setelah sholat doa akan dipimpin oleh kiai ataupun guru. Sholat akan dimulai Ketika kiai sudah datang ke masjid namun apabila kiai sedang berhalangan sholat akan dimulai Ketika guru datang. Santri tidak keluar dari tempat perkumpulan sebelum guru ataupun kiainya hal tersebut merupakan sebuah penghormatan kepada guru ataupun kiai karena sejatinya guru ataupun kiai merupakan sesosok pemimpin di pondok pesantren maka dari itu santri tidak keluar terlebih dahulu kecuali guru ataupun kiainya memerintahnya untuk keluar terlebih dahulu dalam hal ini adalah dasar dari ketawadhuan santri. Selanjutnya santri mencium tangan guru ataupun kiai hal tersebut merupakan sebuah penghormatan akan keilmuan dari guru ataupun kiai dan juga ada sisi pengharapan keberkahan dari guru ataupun kiai karena dari tangan guru ataupun kiai pun juga telah Nafisah. Hubungan Keteladanan Guru Dengan Ketawadhuan Siswa Pada Guru Di Mts AlAe Manar Tengaran Semarang. Tarbiyah, 67-74. NafiAah. Etika Pelajar terhadap Guru Menurut KH. Hasyim AsyAari dan Relevansinya dengan pendidikan Karakter. Surakarta: Skripsi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 bersalaman dengan orang-orang alim lainnya sehingga para santri mengharapkan keberkahan dari guru ataupun kiainya. Selanjutnya mengenai santri berdiri dan tunduk kepalanya saat guru ataupun kiai akan melewatinya hal tersebut merupakan wujud nilai ketawadhuan santri terhadap guru serta kiainya para santri berdiri dan menundukkan kepalanya itu sebagai bentuk penghormatan terhadap keilmuan guru serta kiai. para santri tidak berani menatap wajah guru ataupun kiai karena bentuk ketawadhuan santri kecuali santri diminta untuk menghadapkan wajahnya kepada guru serta Selanjutnya mengenai doa setelah sholat berjamaah akan dipimpin kiai ataupun gurunya hal tersebut merupakan sebuah ketawadhuan santri terhadap keilmuan serta ke aliaman guru dan juga kiainya para imam sholat dengan terarahnya langsung meminta izin kepada kiai ataupun guru untuk memimpin doa selepas sholat berjamaah. Lalu Ketika jeda adzan dengan iqamah memiliki jeda yang senggang dikarenakan menunggu kiai serta guru untuk datang kemasjid para santri Ketika menunggu mereka melakukan kegiatan seperti mengaji belajar serta berinteraksi dengan santri lainnya lalu Ketika guru serta kiainya sudah datang maka iqamah langsung dikumandangkan dalam proses menunggu tersebutlah ketawadhuan santri diuji dengan kesabaran dan kerendah hatian santri sehingga santri tidak sembarangan dalam mengambil Tindakan. Lalu tradisi pesantren yang dapat mengembangkan kultur religius sekolah ada 5 aspek diantaranya siswa tidak keluar dari kelas ataupun perkumpulan sebelum gurunya keluar terlebih dahulu, siswa dibiasakan untuk mencium tangan guru, siswa berdiri dan menundukkan kepala Ketika ada guru yang hendak melewatinya, siswa mempersilahkan guru untuk terlebih dahulu memimpin, dan siswa menghormati guru. DAFTAR RUJUKAN Adianto. 9, februari . https://enamplus. Retrieved from liputan6. https://enamplus. com/global/read/3901075/video-ponsel-disita-siswa-nekatmelawan-guru. Al-Attas. Konsep Pendidikan Islam: Suatu Kerangka Pikir Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan. Azharghany. KONSUMSI YANG SAKRAL: Amalan dan Air Doa sebagai Terapi Religius. At-TurA: Jurnal Studi Keislaman, 138-176. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Bukhary. Shahih Bukhary. Juz IV. Beirut: Darul Fikr. Burdah. Pendidikan Karakter Islami Untuk Siswa SMP/MTs. Jakarta: Erlangga. Chaer. Sabar dalam Perspektif Islam dan Barat. jurnal online kopertais wilayah iv. Retrieved from https://core. uk/download/pdf/231310642. Chaterine. 1, november . https://nasional. Retrieved from kompas. https://nasional. com/read/2021/11/02/14235821/kecam-kejadian-guru-pukulmurid-hingga-tewas-kemendikbud-ristek-singgung-3 Djaelani. Peningkatan Mutu Pendidikan Dan Pembangunan Perguruan Agama. Jakarta: Dermaga. Pendidikan Karakter Wacana dan Kepengaturan . Yogyakarta: Mitra Media Hidayah. Konsep Akhlak Murid Terhadap Guru (Studi Komparasi Antara Kitab yCdyb Al-AyClim Wa Al-Mutalim Dan Kitab Taisirul Al-Khallyq. Ponorogo: Jurusan Pendidikan Agama Islam. Indonesia. 9, februari . https://nationalgeographic. Retrieved from National Geographic Indonesia: https://nationalgeographic. id/read/131635159/kasus-siswamenantang-guru-di-gresik-mengapa-aksi-ini-bisa-terjadi. Kamila. Relevansi Tujuan Pendidikan Islam Dengan Konsep Sabar Menurut Imam Al-Gazyly Dalam Kitab Ihya Ulumuddin. (Vol. Ciamis: Tarbiyah Al-Aulad. Lellya. Konsep TaAlimul Mutalim Dalam Kultur Adab Perguruan Tinggi Islam Di Kalimantan Selatan. Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19. , 128. Madjid. Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan. Kemanusiaan, dan Kemoderenan. Jakarta: Yayasaka Wakaf Paramadina. Mas'udi. Akhlak Mulia Terjemahan Taysirul Khallaq Jawa Pegon dan Terjemah Indonesia. Surabaya: Al-Miftah. Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. NafiAah. Etika Pelajar terhadap Guru Menurut KH. Hasyim AsyAari dan Relevansinya dengan pendidikan Karakter. Surakarta: Skripsi. NafiAah. Etika Pelajar terhadap Guru Menurut KH. Hasyim AsyAari dan Relevansinya dengan pendidikan Karakter. Surakarta: Skripsi. Nafisah. Hubungan Keteladanan Guru Dengan Ketawadhuan Siswa Pada Guru Di Mts AlAe Manar Tengaran Semarang. Tarbiyah, 67-74. Nasution, s. Kurikulum dan pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Rahman. Etika Berkomunikasi Guru Dan Peserta Didik Menurut Ajaran Agama Islam. Jurnal IqraAo Vol. 3 No. 1, 53-65. Rohim. Pertunjukan Imam Sholat Dan Tafsir Politik Jamaah. Analisis: Jurnal Studi Keislaman. Volume 14. Nomor 1. Juni 2014, 91-108. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Sahlan. Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah. Malang: UIN Maliki Press. Septiyana. Skripsi Penerapan Indirect Teaching Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Di Mts Wahid Hasyim Balung Jember. Jember: Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Shadily. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve Sudrajat. Mengapa pendidikan karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 22-24. Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jogyakarta: Bumi Aksara. Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Syakhrani. Petunjuk Rasulullah Saw Tentang Tugas Dan Kewajiban Peserta Didik. Educatioanl Journal: General And Specific Research, 298-306. taymiyyah, s. -i. AL-FATAWA AL-KUBRA. arabic: DAr al-Kutub al-adthah. Zarah Adawiah. Implikasi Adab Mencium Tangan Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Dawud No. 4540 terhadap Peran Pendidikan Keluarga dalam Mendidik Anak. pendidikan agama islam, 180.