Dame, dkk/ Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital Bagi Generasi Muda di HKBP Sisoma. PEMTEKDIKMAS (Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyaraka. ISSN: x-x Vol. 6CNo. PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN DIGITAL BAGI GENERASI MUDA DI HKBP SISOMA RESSORT EBENEZER SISOMA Dame Ria Rananta Saragi. Lasm Lenida Sianipar. Anita Tresia Samosir. Audrey M Siahaan. Universitas HKBP Nommensen Article Info Abstract This digital financial record-keeping training for young people financial literacy, digital aims to improve financial literacy and digital-based financial bookkeeping, young generation, management skills. This activity was motivated by the low level of financial training. understanding of financial management among young people, especially among MSMEs and start-up entrepreneurs, despite their familiarity with digital technology. The training method used a hands-on approach and emphasized hands-on practice using simple applications such as Excel and Jurnal. The training participants consisted of 60 young people . ged 18-. from various business backgrounds. Evaluation results showed a significant increase in participant understanding, with 65% adopting digital financial applications in their businesses, and 39 participants successfully preparing simple financial reports. The participant satisfaction rate reached 85% for the clarity of the material and 95% for the usefulness of the practical sessions. The main challenges faced included difficulty adapting to the application . % of participant. and consistency in recordkeeping. This training demonstrated that a practical, technologybased approach is effective in improving the digital financial competency of young people. Sustainability requires long-term mentoring, refinement of materials tailored to business sectors, and collaboration with relevant stakeholders. This activity Corresponding Author: contributes to strengthening the foundation of young damesaragi@uhn. entrepreneurs in the digital era by increasing the capacity for transparent and accountable financial management. Keywords: Pelatihan pencatatan keuangan digital bagi generasi muda ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan pengelolaan keuangan berbasis digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman generasi muda dalam pengelolaan keuangan, terutama di kalangan pelaku UMKM dan wirausaha pemula, meskipun mereka telah familiar dengan teknologi digital. Metode pelatihan menggunakan pendekatan dan penekanan pada praktik langsung menggunakan aplikasi sederhana seperti Excel dan Jurnal. Peserta pelatihan terdiri dari 60 generasi muda . sia 18-30 tahu. dengan berbagai latar belakang usaha. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, sebanyak 65% peserta telah mengadopsi aplikasi keuangan digital dalam usaha mereka, dan 39 peserta berhasil menyusun laporan keuangan sederhana. Tingkat kepuasan peserta mencapai 85% untuk kejelasan materi dan 95% untuk manfaat sesi praktik. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kesulitan adaptasi dengan aplikasi 152% pesert. dan Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . A2025 PEMTEKDIKMAS. All rights reserved. peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, sebanyak 65% peserta telah mengadopsi aplikasi keuangan digital dalam usaha mereka, dan 39 peserta berhasil menyusun laporan keuangan Tingkat kepuasan peserta mencapai 85% untuk kejelasan materi dan 95% untuk manfaat sesi praktik. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kesulitan adaptasi dengan aplikasi 152% pesert. dan konsistensi dalam pencatatan. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan praktis berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kompetensi keuangan digital generasi muda. Untuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan jangka panjang, penyempurnaan materi sesuai sektor usaha, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan pondasi kewirausahaan muda di era digital melalui peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. PENDAHULUAN Pelatihan pencatatan keuangan digital bagi generasi muda semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi. Generasi muda saat ini, terutama Gen Z dan milenial, sangat akrab dengan gadget dan aplikasi digital, tetapi banyak yang masih kurang memahami literasi keuangan dasar. Survei OJK . menunjukkan bahwa hanya 37% generasi muda Indonesia yang memiliki perencanaan keuangan yang baik. Hal ini menjadi tantangan karena semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia kewirausahaan, baik sebagai pelaku UMKM, freelancer, maupun content creator, namun seringkali tidak melakukan pencatatan keuangan dengan benar. Akibatnya, banyak bisnis muda gagal berkembang karena ketidakmampuan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta kurangnya analisis keuangan yang mendalam. Perubahan dari pembukuan manual ke digital juga menjadi fenomena yang mendorong pentingnya pelatihan ini. Generasi muda cenderung lebih nyaman menggunakan aplikasi seperti Excel. Jurnal, atau Accurate Online dibandingkan mencatat secara konvensional. Namun, banyak dari mereka hanya mencatat transaksi tanpa memahami cara mengelola arus kas, pajak, atau labarugi. Selain itu, di dunia kerja, kemampuan menggunakan software akuntansi menjadi nilai tambah yang meningkatkan employability. Pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi calon wirausaha, tetapi juga bagi mahasiswa dan fresh graduate yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang Fenomena lain yang melatarbelakangi pelatihan ini adalah maraknya investasi dan fintech yang rentan penipuan. Banyak anak muda tertarik dengan investasi saham, crypto, atau peer-topeer lending, tetapi minim pengetahuan tentang pencatatan keuangan dan manajemen risiko. Pelatihan pencatatan keuangan digital dapat menjadi solusi dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat, deteksi fraud, dan perencanaan finansial jangka panjang. Dengan pendekatan yang interaktif, seperti simulasi bisnis dan studi kasus nyata, pelatihan ini Dame, dkk/ Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital Bagi Generasi Muda di HKBP Sisoma. dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap literasi keuangan sekaligus memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan keuangan yang lebih efisien. PROSES KEGIATAN Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, menggabungkan teori dasar dengan praktik langsung menggunakan tools digital. Berikut metode pelaksanaannya: Pendekatan Pembelajaran Experiential Learning dimana peserta langsung mempraktikkan pencatatan keuangan dengan studi kasus bisnis riil . isal: usaha kuliner, dropshipping, atau freelanc. Tahapan Pelaksanaan Persiapan Survei Kebutuhan: Mengidentifikasi tingkat literasi keuangan dan jenis usaha peserta melalui Penyusunan Materi: Menyesuaikan konten dengan kebutuhan, seperti: Dasar akuntansi untuk pemula. Tutorial aplikasi (Excel. Jurnal. MYOB). Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . Pelaksanaan C Sesi Teori Singkat . % wakt. Pengenalan prinsip akuntansi dasar . emasukan, pengeluaran, aset, utan. C Pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Pengenalan aplikasi digital yang user-friendly Sesi Praktik . % wakt. Simulasi pencatatan transaksi harian menggunakan aplikasi. Analisis laporan keuangan sederhana . aba/rugi, arus ka. Games interaktif . isal: "Challenge Catat 7 Hari Transaksi"). Metode ini dirancang untuk memudahkan generasi muda memahami pencatatan keuangan digital tanpa kesan rumit. Dengan pendekatan praktis dan berkelanjutan, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan wirausaha muda. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ini berhasil melatih 60 peserta generasi muda . sia 18-30 tahu. dengan tingkat penyelesaian program mencapai 85%. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta: Peningkatan Literasi Keuangan: Skor pre-test rata-rata: 45% . ategori renda. C Skor post-test rata-rata: 75% . ategori bai. C 90% peserta mengaku baru pertama kali memahami pentingnya pembukuan digital Penerapan Praktis: 65% peserta telah mulai menggunakan aplikasi keuangan digital Dame, dkk/ Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital Bagi Generasi Muda di HKBP Sisoma. 18 peserta . %) berhasil membuat laporan keuangan usaha sederhana C 3 peserta . %) melaporkan peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan usaha Tingkat Kepuasan: 85% peserta menilai materi mudah dipahami C 95% menyatakan metode praktik langsung sangat membantu C 80% tertarik untuk mengikuti pelatihan lanjutan Pembahasan: Efektivitas Metode Pembelajaran: Pendekatan blended learning terbukti efektif untuk generasi muda. Kombinasi materi daring dan praktik langsung berhasil meningkatkan engagement peserta. Metode flipped classroom memungkinkan peserta datang ke sesi tatap muka dengan persiapan yang lebih baik. Tantangan yang Dihadapi: 22% peserta awal mengalami kesulitan adaptasi dengan aplikasi Keterbatasan gawai dan kuota internet bagi sebagian peserta C Motivasi jangka panjang untuk konsisten mencatat keuangan Faktor Pendukung Keberhasilan: Penggunaan aplikasi sederhana (Excel. Jurnal. yang mudah diakses C Studi kasus dari usaha peserta sendiri meningkatkan relevansi materi C Pendampingan melalui grup WhatsApp terbukti efektif untuk konsultasi Dampak terhadap Kewirausahaan Muda: Pelatihan ini berhasil: Mengurangi kesalahan pencatatan keuangan usaha Meningkatkan kesadaran pentingnya transparansi keuangan C Memberikan keterampilan praktis yang langsung aplikatif Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . Dame, dkk/ Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital Bagi Generasi Muda di HKBP Sisoma. KESIMPULAN Pelatihan Pencatatan Keuangan Digital bagi Generasi Muda telah membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan praktis pengelolaan keuangan digital. Melalui pendekatan blended learning yang menggabungkan teori singkat dengan praktik langsung menggunakan aplikasi sederhana, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan . ari skor rata-rata 45% menjadi 78%). Pelatihan ini berhasil menjembatani kesenjangan antara melek teknologi dan melek keuangan pada generasi muda, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang langsung aplikatif untuk pengembangan usaha. Faktor kunci keberhasilan terletak pada metode pembelajaran partisipatif, penggunaan studi kasus riil, serta pendampingan berkelanjutan melalui grup daring. Namun, tantangan seperti konsistensi dalam pencatatan dan keterbatasan akses teknologi masih perlu menjadi perhatian. Jurnal Pengabdian Ekonomi Multidisiplin Teknologi Pendidikan Untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1, . DAFTAR PUSTAKA