SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 E-ISSN 2988-0823 | P-ISSN 2988-0858 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/sibernetik/index Email: ejurnal. sibernetik@gmail. PENGARUH TATA TERTIB SEKOLAH TERHADAP KESADARAN SISWA DI SMA SWASTA ST. PETRUS KEWAPANTE Paula Hutrista1. Abdullah Muis Kasim2. Danar Aswim3 Ikip Muhammadiyah Maumere1,2,3,4 Email Korespondensi: paulahutristq@gmail. comuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 12 Juni 2023 Diterima: 24 Juni 2023 Diterbitkan: 26 Juni 2023 Kata Kunci: Kesadaran. Tata tertib. Smas St. Petrus Kewapante ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik dan pengumpulan data melalui tiga langkah, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informen yang dijadikan sumber yaitu guru Bk, kepala sekolah, guru kesiswaan, dan siswa. Hasil penelitian adalah siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante masih sangat kurang mentaati aturan tata tertib yang diterapkan. Kurangnya kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah yang harus diterapkan. masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri,mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang Upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah yaitu dengan cara teguran langsung kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah, dan mengeluarkan surat panggilan. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa Setiap lembaga pendidikan memiliki aturan tata tertib sekolah, ketertiban dimaksud dituangkan dalam peraturan yang disusun secara operasional untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup siswa. Lembaga pendidikan menjalankan aturan yang berlaku guna menjaga kenyamanan dalam lembaga Setiap lembaga pendidikan memiliki aturan tata tertib sekolah, ketertiban dimaksud dituangkan dalam peraturan yang disusun secara operasional untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup siswa. Lembaga pendidikan menjalankan aturan yang berlaku guna menjaga kenyamanan dalam lembaga pendidikan. Menurut Prijodarminto, . 4 : . menyatakan bahwa tata tertib adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukan nilai ketaatan,kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Siswa yang memiliki tata tertib akan menunjukan ketaatan, dan keteraturan terhadap perannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar secara terarah dan teratur. Berdasarkan observasi singkat di SMA Swasta St Petrus Kewapante masih ditemukan sebagian siswa tidak mengikuti aturan tata tertib sekolah seperti merokok di lingkungan sekolah, dan bolos saat Siswa saat ini pada umumnya selalu mengikuti perkembangan zaman dengan mengesampingkan aturan yang berlaku di sekolah, gaya hidup modern akan berpengaruh terhadap kesadaran tata tertib terjadi dikarenakan siswa ingin merasa bebas, berpengaruh terhadap siswa belum SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 menganggap bahwa pentingnya perilaku disiplin yang dituangkan dalam bentuk tata tertib dan belajar bagi perubahan perilaku . bebas dari aturan, seperti keinginan siswa untuk bebas dalam berpakaian dan berperasaan bosan untuk mematuhi tata tertib di sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Tata Tertib Sekolah Terhadap Kesadaran Siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Adapun fokus penelitian ini adalah Pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St Petrus Kewapante. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante dan untuk mengetahui upaya guru mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah di SMA Swasta. St Petrus Kewapante. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono . Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada interpretif yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data yang Secara holistik dengan cara di deskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Menurut Sugiyono . sumber data dibagi menjadi 2 kelompok: Data Primer Data Primer merupakan data yang secara langsung pada pengumpulan data, seperti wawancara dan observasi. Adapun yang merupakan sumber data utama atau informan dalam penelitian ini adalah orang-orang langsung disekolah. Dalam penelitian ini sumber data primer adalah Kepala Sekolah. Guru Kesiswaan. Guru Bimbingan Konseling, dan Siswa. Data Sekunder Data Sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui informasi tertulis dan dokumentasi serta dari jurnal dan buku yang mempunyai hubungan dan masalah yang akan dibahas. Dalam rangka pengumpulan data penulis maka diperlukan teknik pengumpulan data yaitu: Observasi Observasi atau pengamatan adalah suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Metode ini digunakan untuk meneliti dan mengobservasi secara langsung untuk memperoleh data dan informasi mengenai pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Teknik observasi yang dilakukan adalah terjun langsung ke lapangan dan melihat langsung kegiatan. Sehingga peneliti memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang diteliti. Wawancara Metode Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan mengajukan berbagai pertanyaan secara lisan. Sebelum melakukan wawancara ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan pertanyaan sesuai dengan jenis data yang diperlukan. Tujuanya adalah untuk menemukan permasalahan secara terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Metode wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara adalah Kepala Sekolah. Guru Kesiswaan. Guru Bimbingan Konseling, dan Siswa. Dokumentasi Dokumentasi merupakan percakapan pribadi dan memerlukan interpretasi yang berhubungan dengan rekaman peristiwa tersebut. Dokumentasi dapat berupa himpunan dan menganalisis dokumendokumen, baik dokumen tertuli seperti catatan guru BP. Kepala Sekolah. Kesiswaan, dan Siswa. Proses analisis dapat dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber setelah itu langkah berikutnya adalah menggunakan model analisis interaktif berikut: SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Reduksi Data Dalam proses ini adalah pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan pengabstrakan, dan transformasi data yang muncul dari catatan-catatan lapangan pada saat pengumpulan data. Meredruksi data berarti merangkum, memilih hal pokok, memfokus pada hal yang penting, serta dicari tema dan polanya. Penyajian Data Penyajian data merupakan suatu cara merangkai data dalam suatu kesimpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam hal ini, penyajian data dalam bentuk uraian singkat, berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan judul penelitian ini yaitu pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Verifikasi Data Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya (Sugiyono. Pada tahap Verifikasi ini peneliti akan membuat kesimpulan sementara tentang pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa di SMA Swasta St. Petrus kewapante. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengaruh Tata Tertib Sekolah Terhadap Kesadaran Siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante Pelaksanaan program sekolah tentang tata tertib, dalam wawancara bersama Ibu Sesilia Soge selaku kepala sekolah menyatakan bahwa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante telah menerapkan beberapa program pelaksanaan tata tertib seperti yang tertera dalam buku tata tertib sekolah. Setiap siswa SMAS St. Petrus Kewapante berkewajiban mematuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Kehadiran di sekolah Siswa berada di lingkungan sekolah pada pukul 07. 00 WITA Siswa berada di ruangan kelas pada pukul 07. 15 WITA Selambat-lambatnya 5 . menit sebelum bel tanda masuk sekolah dibunyikan siswa harus berada di lingkungan sekolah 5 . menit sebelum bel tanda pembelajaran dimulai, siswa harus sudah berada di ruangan kelas. Siswa yang terlambat masuk kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran kurang dari dan sama dengan 15 ( lima belas ) menit diizinkan masuk apabila telah melaksanakan sanksi yang diberikan oleh guru piket Siswa yang terlambat lebih dari 15 (Lima Bela. menit, maka diperkenankan masuk untuk mengikuti pembelajaran sampai dengan jam pembelajaran ke-4 selesai atau bel tanda istirahat dibunyikan kecuali ada penyampaian dari orang tua/ wali baik lisan maupun tertulis Kegiatan Intrakurikuler Siswa memasuki ruangan kelas secara teratur dan teratur setelah selesai doa dan literasi Sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa memberikan salam hormat yang dipimpin oleh salah satu siswa Setelah kegiatan belajar mengajar berakhir siswa memberikan salam hormat dan dan ucapan terimakasih yang dipimpin oleh salah satu siswa Kegiatan belajar mengajar berlangsung diawali dan diakhiri dengan doa Siswa tidak dibenarkan meninggalkan ruangan kelas selama jam pelajaran berlangsung atau meninggalkan sekolah sebelum bel tanda pulang sekolah dibunyikan kecuali ada keperluan sangat mendesak dan mendapat ijin dari guru mata pelajaran atau guru piket. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 c. Absensi Siswa Siswa tidak hadir di sekolah 1 (Sat. hari tanpa ada keterangan tertulis maupun lisan maka siswa yang bersangkutan boleh masuk sekolah kembali dengan membawa surat dari orangtua/wali sebagai bukti yang sah dan harus diserahkan kepada wakil kepala sekolah urusan kesiswaan atau guru BP/ wali kelas. Apabila ketidak hadiran siswa tersebut karena sakit lebih dari 3 (Tig. hari maka orang tua/ wali harus memberitahu pada sekolah dengan menyertakan surat keterangan dari dokter. Pemberian ujian tanpa surat hanya diberikan dalam keadaan terpaksa misalnya sakit, kematian, kebakaran, dan kecelakaan Apabila siswa tidak hadir di sekolah selama 3 ( Tiga ) hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis maupun lisan akan diadakan panggilan orang tua/wali oleh wali kelas melalui surat Apabila surat keterangan yang masuk tidak benar maka ketidakhadiran siswa yang bersangkutan akan dianggap alpa dan selanjutnya akan diproses oleh wali kelas/kepala sekolah urusan kesiswaan/ guru BK Pakaian Seragam Siswa memakai pakaian seragam sesuai ketentuan sekolah yaitu Seragam nasional dipakai pada hari Senin : baju kemeja putih lengkap dengan atribut sekolahcelana panjang/rok abu-abu, sepatu hitam, kaos kaki putih ikat pinggang hitam, topi dan dasi. Seragam nasional dipakai pada hari Selasa: Baju kemeja putih lengkap dengan atribut sekolah-celana panjang/rok abu-abu, sepatu hitam, kaos kaki putih, ikat pinggang hitam dan Seragam pramuka dipakai pada hari sabtu dan kamis baju kemeja-celana/rok berwarna coklat, sepatu hitam, kaos kaki hitam, dan ikat pinggang hitam. Seragam osis dipakai pada hari jumat : Baju kaos berkerah, celana/rok abu-abu, sepatu hitam dan kaos kaki putih Seragam olahraga pada hari sabtu dan pada jam olahraga : Baju kaos berkerah dan training, sepatu hitam, dan kaos kaki putih. Seharusnya dalam diri siswa/siswi tentu punya kesadaran dalam hal mentaati peraturan tata tertib Kesadaran sikap atau perilaku yang sadar yang selalu dilakukan dengan keadaan tahu, mengerti, merasa dan yakin tentang kondisi tertentu. Apabila Seseorang sadar akan suatu peraturan dapat dilihat dari sikap dan perilaku yang ditampilkan seorang berdasarkan apa yang diketahui, dimengerti, sehingga ia mentaati dan menghargai aturan tata tertib sekolah yang telah ditentukan. Selanjutnya dari wawancara bersama kepala sekolah tentang penerapan tata tertib dikatakan bahwa aturan tata tertib sekolah sudah diterapkan, tetapi kesadaran siswa SMA Swasta St. Petrus Kewapante terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah masih sangat kurang, hal ini disebabkan karena siswa belum memahami tujuan dari adanya tata tertib sekolah. Sebagian siswa merasa terbebani dengan adanya peraturan tata tertib sekolah. Masih ada siswa yang melanggar tata tertib sekolah baik disengaja maupun tidak disengaja. Siswa yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa dapat dilihat dari sikap yang ditampilkan seorang berdasarkan apa yang diketahui, dimengerti, sehingga ia mentaati dan menghargai aturan tata tertib sekolah yang telah ditentukan. (Wawancara. Ibu Sesilia Soge, 22 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa tata tertib merupakan suatu peraturan yang sangat penting yang harus dipatuhi oleh siswa dalam lingkungan sekolah demi menjaga keamanan dan kenyamanan. Namun. Sebagian siswa merasa terbebani dengan adanya peraturan tata tertib sekolah. Masih ada siswa yang melanggar tata tertib sekolah baik disengaja maupun tidak disengaja. Siswa yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa dapat dilihat dari sikap yang ditampilkan seorang SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 berdasarkan apa yang diketahui, dimengerti, sehingga ia mentaati dan menghargai aturan tata tertib sekolah yang telah ditentukan. Aturan tata tertib sekolah sudah disosialisasikan sejak Masa Orientasi Siswa (MOS). Sejak disosialisasikan aturan tata tertib pada masa Orientasi Siswa (MOS) maka tentunya setiap siswa pasti sudah memahami aturan tata tertib yang diterapkan, mereka menjadikan tata tertib bagian dari kebiasaan yang melekat pada diri mereka, mereka harus mencintai aturan yang telah dibuat. Namun ada siswa yang sudah mengikuti aturan tersebut tetapi ada juga yang mengabaikan aturan tersebut. Ada siswa yang mentaati aturan tersebut karena mereka tahu bahwa tata tertib sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyaman di sekolah, tetapi ada juga siswa yang sama sekali tidak menganggap bahwa tata tertib sangatlah penting bagi mereka bahkan mereka selalu mengabaikan aturan-aturan yang telah diterapkan di sekolah. mereka menjadikan tata tertib bagian dari kebiasaan yang melekat pada diri mereka, mereka harus mencintai aturan yang telah dibuat. Hasil wawancara diungkapkan pula oleh guru bidang kesiswaan mengatakan bahwa Auperaturan tata tertib sekolah sudah disosialisasikan sejak masa orientasi siswa (MOS) sesuai dengan peraturan yang tertera dalam buku aturan tata tertib sekolah. Maka, tentunya setiap siswa pasti sudah memahami aturan tata tertib yang diterapkan , mereka menjadikan tata tertib bagian dari kebiasaan yang melekat pada diri mereka. tetapi kenyataanya siswa hanya menerapkan aturan tata tertib sekolah tersebut pada awal mereka memasuki lingkungan sekolah, ada beberapa larangan yang diterapkan pada aturan tata tertib sekolah seperti, tidak merokok, dilarang membawa HP ke sekolah. Tetapi faktanya masih terdapat ada beberapa siswa yang melakukan pelanggaran seperti merokok di belakang sekolah, dan bermain HP di dalam kelas. Beliau mengatakan bahwa kesadaran dari diri siswa sangat berkurang, karena ada guru yang kurang memperhatikan, fungsi pengawasan kurang diperketat,. Kesadaran akan tata tertib sekolah sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran bagi siswa untuk senantiasa bersikap disiplin dalam mentaati segala peraturan dan tata tertib yang sudah diterapkan. ( Wawancara. Servianus kali, 23 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa dalam mentaati aturan tata tertib sekolah siswa SMA Swasta St. Petrus Kewapante masih belum memahami tentang peraturan yang sudah Kesadaran tata tertib sekolah sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran bagi siswa untuk senantiasa bersikap disiplin dalam mentaati segala peraturan dan tata tertib yang sudah Mendukung pernyataan tersebut dari hasil wawancara bersama 2 orang siswa kelas X IPA mengatakan bahwa Dalam diri kami tentu punya kesadaran dalam hal mentaati aturan tata tertib sekolah, tetapi di sisi lain akan terbawah pengaruh teman sebaya, teman yang baik menunjukan sikap yang sopan yang harus mentaati aturan tata tertib sekolah ada juga teman yang tidak menerapkan aturan tata tertib sekolah dengan cara mengajak teman untuk berbuat hal-hal yang selalu melanggar aturan tata tertib sekolah, misalnya pada saat jam pelajaran berlangsung seperti yang kami amati ada beberapa siswa yang suka bolos dengan alasan mereka kurang simpatik dengan mata pelajaran tersebut, akhirnya yang terjadi mereka baku ajak untuk bolos pada saat jam pelajaran berlangsungAy . Kristiana Aprilista. Stefania Marlin, 22 Maret 2. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa mereka melanggar tata tertib sekolah dikarenakan pergaulan dari teman sebaya yang bisa mempengaruhi mereka. Untuk ketertiban siswa di sekolah tugas pula kepada guru BP dimana dalam wawancara mengatakan faktanya di sekolah ini masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri, mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang diterapkan. Ibu Himelta Astri Yuni juga mengatakan bahwa ada beberapa siswa yang suka nongkrong di rumah orang pada saat jam pelajaran berlangsung, dan siswa masih sangat kurang menerapkan aturan memakai seragam yang telah ditentukan, siswa dengan sesuka hati SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 memakai seragam tanpa mengikuti aturan yang ditentukan, seperti pada hari jumat seharusnya siswa memakai rok/celana abu-abu dan baju kaos osis tetapi, ada siswa yang memakai seragam pramuka dan seragam putih abu-abu. Ibu Maria Himelta Astri Yuni juga mengatakan bahwa pengaruh kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah berasal dari dalam diri sendiri dimana hal ini disebabkan oleh siswa yang memang tidak terbiasa untuk bersikap disiplin dalam mematuhi aturan yang diterapkanAy . Ibu Himelta Atri Yuni, 25 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante ini masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. pengaruh kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah berasal dari dalam diri sendiri dimana hal ini disebabkan oleh siswa yang memang tidak terbiasa untuk bersikap disiplin dalam mematuhi aturan yang diterapkan. Upaya Guru Mengatasi Siswa Yang Melanggar Tata Tertib Sekolah di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Mengenai pelanggaran tata tertib sekolah tentu adanya upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi pelanggaran tata tertib tersebut. Upaya yang dilakukan guru merupakan cara yang dilakukan agar bisa mengatasi siswa/siswi yang melanggar peraturan tata tertib yang diterapkan. Dalam wawancara bersama kepala sekolah mengatakan sebagai berikut untuk mengatasi siswa yang melanggar tata tertib sekolah yaitu dengan upaya yang dilakukan yaitu melakukan pelanggaran satu kali tidak diperkenankan mengikuti pelajaran sampai pergantian jam, melakukan pelanggaran 2 kali harus membuat surat pernyataan yang diketahui wali kelas, melakukan pelanggaran 3 kali dipanggil dan membuat surat pernyataan yang harus diketahui wali kelas . jika siswa yang melanggar peraturan sekolah akan diberikan sanksi yaitu menyapu halaman, berlutut, dan membawa alat kebersihan. Ada siswa yang memiliki efek jerah tetapi ada siswa yang harus berkali-kali agar bisa jerah dengan cara berlutut,memberikan tugas yang mudah seperti menyapu halaman. Dalam memberikan sanksi kepada sikap yang bersangkutan di sisi lain hukuman yang diberikan kepada siswa harus dapat membebani siswa untuk memberikan efek jerah. Tetapi jika siswa tersebut sama sekali masih saja melakukan pelanggaran berulang kali dan tidak bisa diatasi lagi, maka akan dikeluarkan dari sekolah. Ibu sesilia Soge. 26 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa untuk mengatasi siswa yang melanggar peraturan tata tertib sekolah harus ada upaya yang dilakukan sehingga siswa menyadari akan pentingnya tata tertib sekolah. Hasil wawancara juga didukung oleh guru bidang kesiswaan bahwa dalam wawancaranya mengatakan bahwa Au upaya yang mengatasi siswa yang melanggar tata tertib sekolah yaitu dengan cara memberikan teguran secara lisan, memberikan pengarahan, membuatkan surat atau perjanjian, memanggil yang bersangkutan bersama kedua orangtuanya, agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi pelanggaran yang diperbuatnyaAy . Bpk Servianus Kali,27 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa untuk mengatasi siswa/siswi yang melanggar peraturan tata tertib sekolah tentunya yang pertama harus memberikan peringatan. Upaya mengatasi siswa yang melanggar peraturan juga dilakukan oleh salah satu guru BP beliau menyatakan bahwa untuk mengatasi siswa yang melanggar tata tertib sekolah saya selaku guru BP melakukan upaya Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan supaya bisa mengetahui masalah ataupun pelanggaran apa yang dilakukan oleh siswa dan sebagai dasar untuk memberikan upaya terhadap siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Pemberian peringatan, nasehat, hukuman, dan melakukan pemanggilan. Untuk mencegah terjadinya bentuk pelanggaran yang pernah dilakukan oleh siswa sehingga siswa bisa SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 berperilaku dan bertindak lebih baik lagi dan lebih mengarah kepada hal-hal positif. Pemberian peringatan, nasehat, dan hukuman terhadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib. Melakukan Pengawasan Melakukan pengawasan terhadap siswa yang pernah melakukan pelanggaran tata tertib . Pengawasan bisa dilakukan dengan melihat data pada buku piket supaya bisa mengetahui perkembangan anak tersebut. Memanggil Orang tua. Siswa yang berulang kali melakukan pelanggaran dan sudah diberi peringatan pada guru BP tetapi masih tetap melakukan pelanggaran maka orang tuanya akan dipanggil supaya memberi efek jerah terhadap siswa dan orang tua juga bisa melakukan kontrol terhadap pergaulan anaknya di luar sekolah. (Hasil wawancara, 28 Maret 2. Berdasarkan hasil wawancara di atas ibu Maria Himelta Astri Yuni selaku guru BP untuk mengatasi siswa/sisi yang melanggar tata tertib sekolah perlu diadakan berbagai upaya sehingga siswa/ Siswi bisa diatasi dengan baik, seperti pemberian peringatan, nasehat, hukuman, dan melakukan pemanggilan untuk mencegah terjadinya bentuk pelanggaran yang pernah dilakukan oleh siswa. Pengawasan dilakukan dengan melihat data pada buku piket supaya bisa mengetahui perkembangan anak tersebut. Memanggil orang tua siswa yang berulang kali melakukan pelanggaran dan sudah diberi peringatan pada guru BP tetapi masih tetap melakukan pelanggaran maka orang tuanya akan dipanggil supaya memberi efek jerah kepada siswa dan orang tua juga bisa melakukan control pergaulan anaknya diluar sekolah. Berdasarkan hasil wawancara diatas disimpulkan bahwa untuk mengatasi siswa yang melanggar tata tertib sekolah saya selaku guru BP melakukan upaya seperti pemberian peringatan, nasehat dan hukuman terhadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Melakukan pengawasan terhadap siswa yang pernah melakukan pelanggaran tata tertib. Pembahasan Pengaruh Tata Tertib Sekolah Terhadap Kesadaran Siswa di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Dalam melaksanakan aturan tata tertib sekolah tentunya dalam diri kita harus punya kesadaran dalam mentaati peraturan tata tertib sekolah. Tertib melaksanakan aturan yang diterapkan. Menurut Sugiyono . , tata tertib adalah suatu petunjuk atau pedoman kaidah dan ketentuan yang dibuat untuk mengatur. Sugono menekankan bahwa tata tertib ada untuk mengatur tiap tingkah laku atau tindakan seseorang didalam masyarakat. DI SMAS St. Petrus Kewapante peneliti menemukan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negatif dari diri mereka sendiri. kesadaran diri berkurang misalnya tidak bertanggung jawab terhadap aturan yang telah dibuat, kurangnya percaya diri, mudah putus asa. Kurangnya kesadaran siswa serta pemahaman siswa tentang pentingnya tata tertib yang Tindakan bolos pada saat jam sekolah adalah tindakan yang melanggar aturan sekolah, pihak sekolah biasanya mengambil sikap tegas, dalam mengatasi siswa yang bolos pada jam pelajaran Dalam hal ini siswa SMAS St Petrus Kewapante masih terdapat beberapa siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah. Masih ada siswa yang keluar kelas atau dikatakan bolos pada saat jam pembelajaran berlangsung tanpa izin dari guru. SMAS St. Petrus Kewapante memiliki aturan dalam berpakaian baik guru maupun siswa. Setiap jenjang sekolah memiliki aturan berseragam secara umum dan khusus. Disiplin berpakaian adalah suatu sikap dan perilaku individu dalam mematuhi norma dan etika dalam berpakaian. Disiplin berpakaian seperti seragam sekolah, bertujuan untuk membuat siswa mudah diarahkan, diatur, agar siswa berdisiplin diri. Menurut Hudzaifah . , menyatakan keperluan ketahanan sekolah diciptakan pakaian seragam, sebagai pakaian yang digunakan saat belajar di sekolah yang diseragamkan, yang diatur bentuk, warna, atribut dan cara penggunaannya. Disiplin berpakaian pada SMAS St. Petrus Kewapante. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 peneliti menemukan sebagian siswa yang berpakaian tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa berasal dari dalam diri sendiri dimana hal ini disebabkan oleh siswa yang memang tidak terbiasa untuk bersikap disiplin dalam mematuhi aturan yang Menurut Solso dkk . Kesadaran sangat berpengaruh terhadap diri individu dalam kaitannya dengan pengaruh tata tertib sekolah terhadap kesadaran siswa untuk melakukan suatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang diterapkan dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun. Dalam lembaga sekolah tentunya sudah diterapkan aturan tata tertib, siswa dilarang membawa alat yang mengganggu saat jam pelajaran berlangsung misalnya membawa Handphone karena dapat mempengaruhi proses pembelajaran berlangsung. Menurut Alif M ( 2. Dampak negatif yang bisa mempengaruhi para pelajar. Ia memberi contoh bahwa HP bisa mengganggu konsentrasi siswa ketika guru menjelaskan materi dan lebih memilih bermain HP di dalam kelas. Di SMA Swasta St. Petrus kewapante peneliti menemukan masih terdapat beberapa siswa yang membawa HP ke sekolah. Jika tidak ada guru yang masuk saat jam pelajaran, mereka selalu menggunakan HP untuk kesenangan Upaya Guru Mengatasi Siswa Yang Melanggar Tata Tertib Sekolah di SMA Swasta St. Petrus Kewapante. Dalam mengatasi siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah tentunya ada upaya untuk mengatasi siswa yang melanggar tata tertib sekolah yaitu dengan upaya yang dilakukan yaitu melakukan pelanggaran satu kali tidak diperkenankan mengikuti pelajaran sampai pergantian jam, melakukan pelanggaran 2 kali harus membuat surat pernyataan yang diketahui wali kelas, melakukan pelanggaran 3 kali dipanggil dan membuat surat pernyataan yang harus diketahui wali kelas . Ada siswa yang memiliki efek jerah tetapi ada siswa yang harus berkali-kali agar bisa jerah dengan cara berlutut,memberikan tugas yang mudah seperti menyapu halaman. Dalam memberikan sanksi kepada sikap yang bersangkutan di sisi lain hukuman yang diberikan kepada siswa harus dapat membebani siswa untuk memberikan efek jerah. Tetapi jika siswa tersebut sama sekali masih saja melakukan pelanggaran berulang kali dan tidak bisa diatasi lagi, maka akan dikeluarkan dari sekolah. Preventif Upaya preventif merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Dengan memberikan hukuman diharapkan siswa mempunyai efek jerah untuk melakukan Menurut ( Oktavia,2. upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Pengendalian sosial preventif biasanya dilakukan dengan pemberian bimbingan, himbauan, pengarahan, dan ajakan. Hal tersebut dapat terlihat dari upaya yang sudah dilakukan pihak sekolah dengan melakukan beberapa langkah dalam ,mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan siswa dengan terutama perilaku siswa yang ingin melanggar peraturan yang sudah diterapkan. Pengendalian dapat dilakukan oleh setiap warga sekolah terutama oleh guru piket,bimbingan konseling, dan Pembina kesiswaan. Guru melakukan beberapa pengendalian preventif di lingkungan sekolah dalam rangka menanggulangi perilaku siswa yang melanggar diantaranya dengan melakukan sosialisasi, nasehat, dan teguran. Sosialisasi dilakukan oleh guru pada saat upacara bendera dengan memberikan suatu arahan kepada para siswa untuk selalu mentaati tata tertib yang ada disekolah dan tidak melakukan pelanggaran di sekolah. Represif Suatu usaha-usaha yang bertujuan untuk mengembalikan keserasihan yang pernah mengalami Tindakan represif berwujud penjatuhan sanksi terhadap para siswa yang melanggar atau menyimpang dari tata tertib sekolah, pada saat menemukan siswa yang melanggar tata tertib sekolah guru langsung memberikan hukuman. Soekanto Soerjono ( 2009:180 ). Tindakan represif berupa memberikan teguran langsung kepada siswa yang melanggar tata tertib. Nanang ( 2014:104 ) Bentuk SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 pengendalian preventif yang dilakukan guru dalam menanggulangi perilaku pada siswa yang melanggar tata tertib sekolah Pengendalian yang secara represif yang berupa pemberian sanksi tegas yang telah melakukan pelanggaran tata tertib. Pemberiaan hukuman, pemanggilan orang tua yang dilakukan oleh guru BP. Skorsing yang mana ini adalah bentuk sanksi yang berat apabila siswa melakukan pelanggaran yang dikategorikan berat. SMA Swasta St. Petrus Kewapante peneliti menemukan sanksi yang diberikan kepada siswa yang melanggar aturan sekolah yaitu menyapu halaman, berlutut, dan membawa alat kebersihan. Dengan demikian sanksi yang diberikan kepada siswa dilakukan dengan tujuan menyadarkan siswa yang melakukan pelanggaran terhadap aturan tata tertib sekolah. Sanksi yang diberikan bukan sanksi yang berat tetapi sanksi ringan yang diberikan dengan tujuan menyadarkan siswa yang melanggar aturan tata tertib. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pengaruh kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah di SMAS St Petrus Kewapante maka dapat disimpulkan sebagai berikut: . Tata tertib sekolah merupakan ikatan atau aturan yang harus dipatuhi warga sekolah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Pelaksanaan tata tertib sekolah akan berjalan dengan baik jika guru, aparat sekolah, dan siswa telah saling mendukung terhadap tata tertib sekolah itu sendiri. Kurangnya dukungan dari siswa akan mengakibatkan kuranmg berartinya tata tertib sekolah yang diterapkan disekolah. Peraturan sekolah yang berupa tata tertib sekolah merupakan kumpulan aturan-aturan yang dibuat secara tertulis dan mengikat lingkungan sekolah. Namun, di SMAS St petrus Kewapante masih terdapat siswa/ siswi yang masih melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Banyak sikap buruk yang mereka lakukan karena kurangnya kesadaran pada diri mereka tentu saja hal ini berdampak negative dari diri mereka . Adapun Upaya guru untuk mengatasi peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah yaitu dengan Upaya prenvetif merupakan upaya yang dilakukan Untuk mencegah terjadinya Dengan memberikan hukuman diharapkan siswa mempunyai evek jerah untuk melakukan Tindakan represif berwujud penjatuhan sanksi terhadap para siswa yang melanggar atau menyimpang dari tata tertib sekolah, pada saat menemukan siswa yang melanggar tata tertib sekolah guru langsung memberikan hukuman. Tindakan ini ditunjukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadadi kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki DAFTAR PUSTAKA