Hadis Maudhu A Rabiatul Aslamiah Hadis Maudhu dan Akibatnya Oleh: Rabiatul Aslamiah Abstrak Segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Saw menjadi sumber ajaran,panutan dan nilai yang sangat berharga bagi ummat Islam. Dari penelitian yang dilakukan para ulama hadis,ternyata ada hadis-hadis yang tidak layak untuk dijadikan sumber ajaran karena keberadaannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, hadis itulah yang disebat maudhu . Hadis-hadis semacam itu dapat menimbulkan dampak negatif diantaranya: Menimbulkan dan mempertajam perpecahan dikalangan ummat Islam, mencemarkan pribadi Nabi saw, mengaburkan pemahaman terhadap Islam serta melemahkan jiwa dan semangat keislaman. Kata Kunci: Rasulullah saw. Hadis maudhu, akibat. Pendahuluan Hadits sebagai sumber hukum Islam setelah Al QurAoan telah disepakati oleh ulama tokohtokoh ummat Islam. Setiap gerak dan aktivitas ummat, harus dilakukan berdasarkan petunjuk yang ada dalam al QuAoan dan dan hadits. Begitu pula jika ada permasalahan yang yang muncul di tengah tengah masyarakat, tentu haruslah diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya. Cara penyelesaian dan jalan keluar yang terbaik adalah dengan berpedoman kepada Al QurAoan dan Hadits. Namun sangat disayangkan keberadaan hadis yang benar-benar berasal dari Rasulullah saw, dinodai oleh munculnya hadis-hadis maudhu . yang sengaja dibuat-buat oleh orangorang tertentu dengan tujuan dan motif yang beragam, dan disebarkan ditengah-tengah masyarakat oleh sebagian orang dengan tujuan yang beragam pula. Meyakini dan mengamalkan hadis maudhu merupakan kekeliruan yang besar, karena meskipun ada hadis maudlu yang isinya baik, tetapi kebanyakan hadis palsu itu bertentangan dengan jiwa dan semangat Islam, lagi pula pembuatan hadis maudlu merupakan perbuatan dusta kepada Nabi Muhammad saw. Pengertian Hadits MaudhuAo Apabila dilihat dari segi bahasa, kata maudhuAo merupakan bentuk isim mafAoul dari kata AO AA AOOA. Kata A OAmemiliki beberapa makna, antara lain: AEC A . emalsukan dan mengada-adaka. AEEA s AEA OA AEEAA Adapun pengertian maudhuAo menurut istilah ulama hadits yaitu: ANO I I sOE EOE AEO NEE EON O EI OEC O E IN IE OCENA AO OAEN O OCNA Artimya: AuSesuatu yang dinisbahkan Rasulullah saw dengan cara mengada-ada dan dusta , yaitu yang tidak pernah beliau sabdakan, beliau kerjakan maupun beliau taqrirkanAy. ( Ajaj Al-Khatib. Ushul al Hadist 1981:. Para ahli hadis mendefinisikan bahwa Hadis Maudhu adalah: Hadis yang diciptakan dan dibuat-buat oleh orang-orang pendusta dan kemudian dikatakan bahwa itu hadis Rasulullah (Subhi Shalih. Ulumul hadts wa Musthalahuhu, : . Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa Hadist maudhuAo adalah segala sesuatu . yang disandarkan pada Nabi Muhammad saw, baik perbuatan, perkataan, maupun taqrir secara di buat-buat disengaja dan sifatnya mengada-ada atau Tegasnya hadis maudhu adalanh hadis yang diada-ada atau dibuat-buat (Ajaj al Khatib. Ushulul Hadits : . Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Hadis semacam ini tentu saja tidak benar dan tidak dapat diterima tanpa terkecuali, sebab ini sesungguhnya bukan hadis, tindakan demikian adalah merupakan pendustaan terhadap Nabi Muhammad saw. yang pelakunya diancam dengan neraka. dan hadis ini haram untuk disampaikan pada masyarakat umum kecuali hanya sebatas memberikan penjelasan dan adalah maudhuAo . Sejarah Munculnya Hadis maudhuAo Masuknya secara massal penganut agama lain ke dalam Islam, yang merupakan bukti keberhasilan dakwah Islamiyah ke seluruh dunia, secara tidak langsung menjadi factor yang menyebabkan munculnya hadist-hadist palsu. Tidak bisa diingkari bahwa masuknya mereka ke Islam, di samping ada yang benar-benar murni tertarik dan percaya kepada ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, tetapi ada juga segolongan mereka yang menganut agama Islam hanya karena terpaksa tunduk pada kekuasaan Islam pada waktu itu. Golongan ini kita kenal dengan kaum munafik dan Zindiq. Terjadinya pertikaian politik yang terjadi pada akhir masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib merupakan awal adanya benih-benih fitnah, yang memicu munculnya pemalsuan hadis,tetapi pada masa ini belum begitu meluas karena masih banyak sahabat ulama yang masih hidup dan mengetahui dengan penuh yakin akan kepalsuan suatu hadist. Para sahabat ini mengetahui bahaya dari hadist maudhuAo karena ada ancaman yang keras dikeluarkan oleh Nabi SAW terhadap orang yang memalsukan hadist. Namun pada masa sesudahnya, yaitu pada akhir pemerintahan Khalifah Bani Umayyah pemalsuaan hadis mulai marak , baik yang dibuat oleh ummat Islam sendiri, maupunyang dibuat oleh orang diluar Islam. Menurut penyaksian Hammad bin Zayyad 000 hadis maudhu. Abdul Karim al Auja mengaku telah membuat 4. 000 Hadis Terpecahnya ummat Islam menjadi beberapa golongan politik dam keagamaan Rabiatul Aslamiah menjadi pemicu munculnya hadis maudhu. Masing-masing pengikut kelompok ada yang berusaha memperkuat kelompoknya dengan mengutip dalil dalil dari Al QurAoan dan hadis, menafsirkan/menAo tawilkan Al QurAoan dan hadis menyimpang dari arti sebenarnya, sesuak denagan keinginan mereka. Jika mereka tidak dapat menemukan yang demikian itu maka membuat hadis dengan cara mengada-ada atau berbohong atas diri Rasulullah saw. Maka muncullah hadis-hadis tentang keutamaan para khalifah . ecara berlebiha. dan para pemimpin golongan dan mazhab (Ajaj al Khatib : . Menurut Subhi Shalih, hadis maudhu mulai muncul sejak tahun 41 H, yaitu ketika terjadi perpecahan antara Ali bin Abi Thalib yang didukung oleh penduduk Hijaz dan Irak dengan Muawiyah bin Abi Sufyan yang didukung oleh penduduk Syria dan Mesir. Ummat Islam terbagi kepada beberapa firqah: SyiAoah. Khawarij dan Jumhur. Karena itu menurut Subhi Shaleh, bahwa tmbulnya Firqah-firqah dan mazhab merupakan sebab yang paling penting bagi timbulnya usaha mengada Aeada habar dan hadis. (Subhi Shalih : Faktor-faktor Penyebab Munculnya Hadist MaudhuAo Bertitik tolak dari hadis-hadis maudhu yang tersebar, nampaknya motivasi dan tujuan pembuatan hadis maudhu bervariasi, diantaranya : Faktor Politik Pertentangan di antara umat Islam timbul setelah terjadinya pembunuhan terhadap khalifah Utsman bin Affan oleh para pemberontak dan kekhalifahan digantikan oleh Ali bin Abi Thalib menyebabkan Umat Islam pada masa itu terpecah-belah menjadi beberapa golongan, seperti golongan yang ingin menuntut bela terhadap kematian khalifah Utsman dan golongan yang mendukung kekhalifahan Ali (SyiAoa. Setelah perang Siffin, muncul pula beberapa golongan lainnya, seperti Khawarij dan golongan pendukung Muawiyyah, masingmasing mereka mengklaim bahwa kelompoknya yang paling benar sesuai dengan ijtihad mereka, ingin mempertahankan Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A kelompoknya, dan mencari simpati massa yang paling besar dengan cara mengambil dalil AlQurAoan dan Hadist. Jika tidak ada dalil yang mendukung kelompoknya, mereka mencoba mentakwilkan dan memberikan interpretasi . yang terkadang tidak layak. Sehingga mereka membuat suatu hadist palsu seperti Hadist Hadist para khalifah, pimpinan kelompok, dan aliranaliran dalam agama. Yang pertama dan yang paling banyak membuat hadist maudhuAo adalah dari golongan SyiAoah dan Rafidhah. Kelompok syiAoah membuat hadis tentang wasiat nabi bahwa Ali adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah setelah beliau dan mereka menjatuhkan orang-orang yang dianggap lawan-lawan politiknya, yaitu Abu Bakar. Umar, dan lain-lain. Diantara hadis maudlu tersebut: AOAOO O IOC O O EOAO OA NEO O II EA O EOA Artinya: AuYang menerima wasiatku, dan yang menjadi tempat rahasiaku dan penggantiku dari keluargaku adalah Ali. Di pihak MuAoawiyah ada pula yang membuat hadis maudhu sebagai berikut: AEII I EE E N I OOE OI OONA Artinya: Au Orang yang dapat dipercaya disisi Allah ada tiga yaitu: Aku. Jibril dan MuAoawiyahAy. Faktor Kebencian dan permusuhan. Keberhasilan dakwah Islam myebabkan masuknya pemeluk agama lain kedalam Islam, namun ada diantara mereka ada yang masih menyimpan dendam dan sakit hati melihat kemajuan Islam. Mereka inilah yang kemudian membuat hadis-hadis maudhu. Golongan ini terdiri dari golongan Zindiq. Yahudi. Majusi, dan Nasrani yang senantiasa menyimpan dendam dan benci terhadap agama Islam. Mereka tidak mampu untuk melawan kekuatan Islam secara terbuka maka mereka mengambil jalan yang buruk ini, yaitu menciptakan sejumlah hadist maudhuAo dengan tujuan merusak ajaran Islam dan menghilangkan kemurnian dan ketinggiannya dalam pandangan ahli fikir dan ahli ilmu. Diantara hadis yang dibuat kelompok ini yaitu: AEO e aN Ea aIeO aE aa aA a AOEA a AEIaca uA Rabiatul Aslamiah Artinya: AuMelihat . kepada muka yang indah, adalah ibadatAy. AEea aeIa I a aAEE a eO sA Artinya: AuBuah terong itu, penawar bagi segala penyakitAy. Ada yang berpendapat bahwa faktor ini merupakan faktor awal munculnya hadist maudhuAo. Hal ini berdasarkan peristiwa Abdullah bin SabaAo yang mencoba memecah-belah umat Islam dengan mengaku kecintaannya kepada Ahli Bait. Sejarah mencatat bukti bahwa ia adalah seorang Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Oleh sebab itu, ia berani menciptakan hadist maudhuAo pada saat masih banyak sahabat ulama masih hidup. Tokoh-tokoh hadist maudhuAo dari kalangan orang zindiq ini, . Abdul Karim bin Abi Al-Auja, telah hadist maudhuAotentang hukum halalharam, ia membuat hadis untuk mengharamkan yang halal. Akhirnya, ia dihukum mati olen Muhammad bin Sulaiman. Walikota Bashrah. Muhammad bin SaAoid Al-Mashlub, yang dihukum bunuh oleh Abu JaAofar AlMashur. Bayan bin SamAoan Al-Mahdy, yang akhirnya dihukum mati oleh Khalid bin Abdillah. Faktor Kebodohan. Ada golongan dari ummat Islam yang suka beramal ibadah namun kurang memahami agama, mereka membuat at hadist-hadis maudlu . dengan tujuan menarik orang untuk berbuat lebih baik dengan cara membuat hadis berisi dorongan-dorongan untuk meningkatkan amal dengan menyebutkan kelebihan dan keutamaan dari amalan tertentu tanpa dasar yang benar melalui hadist targhib yang mereka buat sendiri. Biasanya hadis palsu semacam ini menjanjikan pahala yang sangat besar kepada perbuatan kecil. Mereka juga membuat hadis maudhu . yang berisi Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Rabiatul Aslamiah dorongan untuk meninggalkan perbuatan yang dipandangnya tidak baik dengan cara membuat hadis maudhu yang memberikan ancaman besar terhadap perbutan salah yang sepele. Diantaranya hadis palsu itu : AAE EOI OOI A OAC OOI EI ONO AE II IO OAA dia berusaha mengumpulkan orang dengan cara membuat hadits-hadits palsu yang membuat masyarakat suka dan tertarik kepada mreka, menggerakkan keinginan, juga memberikan harapan bagi mereka. Misalnya: A IICN II NA,A EC NEE II EE EEI A,AII CE EuEN uE NEEA AO IA AOON II IIA Artinya: AuSeutama-utama hari adalah hari wukuf di Arafah, apabila . ari wukuf di arafa. bertepatan dengan hari jumAoat, maka hari itu lebih utama daripada tujuh puluh haji yang tidak bertepatan dengan hari jumAoat. Ay Menurut al QurAoan yang dimaksud haji akbar adalah ibadah haji itu sendiri ( Al QurAoan Surah Attaubah : . dengan pengertian bahwa ibadah umrah disebut dengan haji kecil. Hadis maudhu itu dibuat oleh muballig /guru agama yang ingin memberi nilai lebih kepada ibadah haji yang wukufnya bertepatan dengan hari jumAoat. Fanatisme yang keliru Sikap sebagian penguasa Bani Umayah yang cenderung fanatisme dan rasialis, telah ikut mendorong kalangan Mawali untuk membuat hadits-hadits palsu sebagai upaya untuk mempersamakan mereka dengan orang-orang Arab. Misalnya: A eI uOE NEE EAOA OEEI NE EI EOA Artinya: AuBarang siapa membaca la ilaha illallah, niscaya Allah menjadikan dari tiap-tiap kalimatnya seekor burung, paruhnya dari emas dan buahnya dari marjanAy. Demikian juga para pegawai dan tokoh masyarakat yang ingin mencari muka . enjilat ) kepada penguasa membuat hadsi-hadis maudhu untuk tujuan supaya lebih dekat dengan penguasa agar mendapatkan fasilitas tertentu atau popularitas saja. Misalnya Ghiyadh Ibn Ibrahim ketika datang kepada khalifah Al Mahdi yang pada saat itu sedang mengadu burung merpati. Ghiyadh memalsukan hadis berikut: AE C uE OA IAOE O A O A OIA Artinya: AuPercakapan yang paling dimurkai Allah adalah bahasa Persia dan bahasa penghuni surga adalah bahasa ArabAy Selain itu,Fanatisme Madzhab dan Teologi juga menjadi factor munculnya hadis palsu, seperti yang dilakukan oleh para pengikut Madzhab Fiqh dan Teologi, diantaraya: AII A ON OA EEO AE AE ENA Artinya: AuBarang siapa yang mengangkat tangannya ketika rukuAo, maka tiadalah shalat baginyaAy Hadis ini diduga dibuat oleh pengikut mazhab yang tidak mengangkat tangan ketika rukuAo. Faktor Popularitas dan Ekonomi Sebagian tukang cerita yang ingin agar apa yang disampaikan nya menarik perhatian orang. Artinya: AuTidak ada perlombaan kecuali pada panah, unta kuda dan burungAy Kata Au JanahAy adalah tambahan yang dibuat oleh Ghiyadh untuk menarik simpati dari Khalifah al Mahdi. Para pedagang barang-barang tertentu juga membuat hadis- hadis palsu tentang keutamaan barang dagangannya misalnya. AEOE EO OO OO OO OEA " Artinya: Ayam putih adalah kekasihku dan kekasih oleh kekasihku JibrilAy Hasbi Assiddiqy menjelaskan bahwa golongan yang membuat hadis maudhu itu ada sembilan golongan yaitu: Zanadiqah . rang orang zindi. Penganut-penganut bidAoah. Orang-orang dipengaruhi fanatik . Orang-orang yang taAoashshub kepada kebangsaan, kenegerian dan kkeimanan. Orang-orang yang dipengaruhi taAoashshub mazhab. Para Qushshas ( ahli riwayat dongen. Para ahli Tasawuf zuhhad yang keliru. Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A . Orang-orang yang mencarai pengahrgaan pembesar negeri. Orang Aeorang yang ingin memegahkan dirinya dengandapat meriwayatkan hadis yang diperoleh orang lain. ( Hasbi Ashshiqqiqy. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis: . Ciri-ciri Hadis Maudhu Indikasi ke-maudhuAo an hadist adakalanya berkaitan dengan rawi/ sanad dan mungkin pula berkaitan dengan matan. Ciri yang berkaitan dengan rawi / . Periwayatnya dikenal sebagai pendusta, dan tidak ada jalur lain yang periwayatnya tsiqoh meriwayatkan hadist itu. Misalnya. Ketika saad ibn Dharif mendapati anaknya pulang mengatakan bahwa dia dipukul gurunya, maka Saad ibn Dharif berkata : Bahwa Nabi saw bersabda: AIEIO AOIEI EI CENI I EEOOI OENI EO IEEIOA Artinya: "Guru anak kecil itu adalah yang paling jahat diantara kamu, merekka paling sedikit kasih sayangnya kepada anak yatim dan paling kasar terhadap orang miskin. Al Hafdz Ibnu Hibban mengatakan bakwa Saad ibn Dharif adalah seorang pendusta/ pemalsu hadits. ( Mustahafa Zahri. Kunci memahami Musthalahul Hadits : . Periwayatnya membuat hadist tersebut. Maisarah ibn Abdirrabih al Farisi mengaku bahwa dia telah membuat hadis maudhu tentang keutamaan Al qurAoan. , dan ia juga mengaku membuat hadis maudhu tentang keutamman Ali ibn Abi Tahalib sebanyak 70 buah hadis. (Musthafa Zahri, : . Ditemukan indikasi yang semakna memalsukan hadist, seperti seorang periwayat yang mengaku meriwayatkan hadist dari seorang guru yang tidak Rabiatul Aslamiah pernah bertemu dengannya. Karena menurut kenyataan sejarah guru tersebut dinyatakannya wafat sebelum ia sendiri Misanlnya. MaAomun ibn Ahmad al Harawi mengaku mendengar hadis dari Hisyam ibn Hammar. Al hafiz ibn Hibban menanyakan kapan MaAomun datang ke Syam? MaAomun menjawab: Maka ibnu Hibban mengatakan banwa Hisyam ibn Ammar wafat tahun 254. MaAomun menjawab bahwa itu Hisyam ibn Ammar yang ( Musthafa Zahri, : . Ciri-ciri yang berkaitan dengan Matan Kepalsuan suatu hadis dapat dilihat juga pada matan, berikut ciri-cirinya: Kerancuan redaksi atau Kerusakan . Berkaitan dengan kerusakan ma. Ibnu Jauzi berkata: Saya sungguh malu dengan adanya pemalsuan Dari sejumlah hadis palsu, ada yang mengatakan: Au Siapa yang salat, ia mendapatkan 70 buah gedung, pada setiap gedung ada 70. 000 kamar, pada setiap kamar ada 70 000 tempat tidur, pada setiap tempat tidur ada 70 000 Perkatan ini adalah rekayasa yang tak terpuji. ( Nuruddin : . Setelah diadakan penelitian terhadap suatu hadis ternyata menurut ahli hadis tidak terdapat dalam hafalan para rawi dan tidak terdapat dalam kitab-kitab Misalnya perkataan yang berbunyi: ANEE IEOC EO EE i I O EO II AC OEO EE II AC IA AI O EE iA Artinya: AuSesungguhnya Allah telah mengambil Janji kepada setiap orang mukmin untuk membenci kepada setiap munafik, dan kepada setiap munafik untuk membenci kepada setiap mukminAy . Perkataan diatas tidak diketahui Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Rabiatul Aslamiah Hadisnya menyalahi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, seperti ketentuan akal, tidak dapat ditakwil, ditolak oleh perasaan, kejadian empiris dan fakta sejarah. Misalnya perkataan yang berbunyi: A EE I EO ANOEOE ACNA Artinya AuJika seseorang bersin ketika membacakan suatu hadis, maka itu menandakan bahwa pembicaraanya benarAy . Hadisnya bertentangan dengn petunjuk Al-Quran yang pasti. Misalnya: AOE EI EOE EI OE O IA Artinya: Au Anak zina tidak masuk syurga hingga tujuh turunanAy Hadis tersebut bertentangan dengan ayat al QurAoan : EAEAeIAECaCAE AEAEaCc ACeAAEaA CAaEAa A ACeACsEAEA AACcECEsA EaCcEaCa ECcEUCeAA Ca A aeaNECEAAC EaACOEaE EAaEAIAoEA aOEaA AEAECuEaECUAE Artinya: Audan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan. "(QS Al AnAoam :. Musthafa AssibaAoi memuat tujuh macam ciri Hadis palsu yaitu: Susunan Gramatikanya sangat jelek. Maknanya sangat bertentangan dengan akal sehat. Menyalahi Al qurAoan yang telah jelas . Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi saw. Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya, sedang orang tersebut terkenal sangat fanatic terhadap . Mengandung suatu perkara yang seharusnya perkara tersebut diberitakan oleh orang banyak, tetapi ternyata diberitakan oleh seorang saja. Mengandung berita tentang perberian pahala yang besat untuk perbuatan kecil, atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti ( Syuhudi Ismail : . Menurut Hasbi Ashshddiqy, ciri Hadis palsu . Maknanya berlawanan dngan hal-hal yang mudah dipahami. Berlawanan dengan ketentuan umum dan akhlak atau menyalahi kenyataan. Berlawanan denga ilmu kedokteran. Menyalahi peraturan- peaturan akal terhadap Allah. Menyalahi ketentuan Allah dalam menjadikan alam. Mengandung dongengan- dongengan yang tidak dibenarkan akal. Menyalahi keterangan Al QurAoan yang terang tegas. Menyalahi kaedah umum. Menyalahi hakikat sejarah yang telah terkenal dimasa Nabi saw. Sesuai dengan mazhab yang dianut perawi, sedang perawi itu orang sangat fanatic mazhabnya. Menerangkan urusan yang seharusnya kalau ada dinukilkan oleh orang banyak. Menerangkan pahala yang sangat besar terhadap suatu perbuatan kecil atau siksaan yang amat besar terhadap suatu amal yang tak berarti: (Hasbi Ashshiddiqy, pokok-pokok ilmu Dirayah Hadis: . Mustahafa Zahri dalam buku AuKunci Memahami Musthalah HaditsAy memberikan ciri hadis maudhu berikut: Berlawanan dengan pendapat akal sehat. Misalnya: AII OE O IE OCN OIA Artinya: AuSiapa yang memelihara ayam putih niscaya tidak disekati syaithanAy . Berlawanan QurAoan. Artinya: AyUmur Dunia itu 7000 tahun, dan sekarang sudah pada ribuan yang ketujuhAy Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Rabiatul Aslamiah Hadis tersebut bertentangan dengan ayat Al QurAoan surah Al AAoraf 187 yang berbunyi: aEAUEAEaE aOCAeEaA EAAEAu A aCoECaEAE aCCEAA EaEAC a ENAAE aeAEAACECACE EaCaCAAOC a CeEaE EAsAAEa A aEA CAEaA aEOAOEAuaEaA aCaEaECI CA A CeEaCc ACOAoEaE ACeEIa AACAea aeAEAACECACE A AoaNEEAA CAEaA EAEACUEaAEa CA A ENEoECcAIa EECACAoa AACaoEa CAEIACa Ca ACOAoEaE aEAOEAEaE aOCAeEaA EAAEAu A aEAyAE ENEOEcEaEO aEAOAAEEACE CA Artinya: mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat . uru haranya bagi makhlu. yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tibatiba". mereka bertanya kepadamu seakanakan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah. Mengetahui". (QS Al A,raf . Berlawanan dengan sunnah / Hadis Mutawatir. Contohnya: A I O OOAC EC AO N N I IE A "Artinya: Jika diriwayatkan kepada kamu tentang suatu hadis yang sesuai dengan kebenaran, maka ambillah dia, baik aku ada mengatakannya ataupun tidakAy Perkataan diatas bertentangan dengan hadis yang berbunyi: )Aa( ON E OA. AA aEa acO Ia aI U AaEeOa acOe aI eC a aN aI aI EIac aA a AaOaI eI aE aA Artinya: AuSiapa yang berdusta terhadapku dengan sengaja maka hendaklah dia menempati tempatnya di nerakaAy . Berlawanan dengan ijma yang disepakati para sahabat/ulama. Contohnya: AE O E EI EE II OIO II O IA Artinya: AuSetiap yang bernama Muhammad atau Ahmad tidak akan masuk nerakaAy Hadis ini adalah maudhu, karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah. Karena keselamatan dari nereka tidak tergantung dengan nama saja, tetapi tergantung kepada iman dan amal shaleh serta rahmat Allah SWT. Hukum Meriwayatkan Hadist Maudlu Diharamkan meriwayatkan hadits maudhu dengan menyandarkannya kepada Nabi saw, kecuali hanya memberikan contoh tentang Kerena maudlu adalah satu bentuk dusta kepa nabi saw. Nabi saw bersabda: AA aEa acO Ia aI U AaEeOa acOe aI eC a aN aI aI EIac aA a AaOaI eI aE aA Artinya: AuSiapa yang berdusta terhadapku dengan sengaja maka hendaklah dia menempati tempatnya di neraka Ay(HR. Bukhar. Keharaman meriwayatkan hadis Maudhu ini, berlaku pada semua keadaan, baik yang berkaitan dengan hal hukum, certera, targhib-tarhib ( dorongan kebaikan Aeancaman keburuka. juga yang berkaitan dengan Nabi saw s a a a AII A Aa Ee aE acaIOA a A AaN aO AUAac aO aON aO OaaO IacN aEA a ea Artinya: AuSiapa yang menceriterakan suatu hadis . entang ak. dan dia tahu bahwa itu dusta, maka dia termasuk golongan pendustaAy(HR Ahmad : 18. Penanggulangan dan pemberantasan Hadis Maudhu Para ulama mengambil langkah yang sangat baik untuk memberantas dan memerangi pemalsu hadi serta berusaha menanggulangi dan menghindarkan bahaya para pemalsu hadis. Untuk itu, mereka menggunakan berbagai cara yang sangat baik diantaranya sebagai berikut: Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Meneliti karakteristik para rawi dengan mengamati tingkah laku dan riwayat Memberi peringatan keras kepada para pendusta dan mengungkap kejelekan kedustaan mereka kepada para pemuka Pencarian sanad hadis, sehingga mereka tidak menerima hadis yang tidak bersanad, bahkan hadis yang demikian mereka anggap sebagai hadis yang batil. Menguji kebenaran hadis dengan membandingkannya dengan riwayat yang melalui jalur lain dan hadi-hadis yang telah diakui keberadaannya. Menetapkan pedoman-pedoman untuk mengungkapkan hadis maudhuAo. Menyusun kitab himpunan hadis-hadis maudhuAo untuk memberi penerangan dan peringatan kepada masyarakt tentang hadis-hadis Nurudin Itr :317-. Akibat Munculnya Hadis Maudhu Tersebarnya hadis Maudlu di tengah-tengah masyarakat, meskipun ada hadits maudlu yang isinya baik , namun banyak diantaranya yang membawa dampak negative . antara lain: Menimbulkan perpecahan dikalangan ummat Islam. Suatu mazhab/golongan yang diserang oleh pihak / golongan lain dengan menggunakan mempertahankan kelompoknya, dan bahkan dengan balas menyerang penyerangnya dengan membuat hadis palsu juga. Akibatnya terjadilah saling menyerang dan Ini berakibat pada semakin tajamnya perpecahan dikalangan ummat Islam. Tajamnya pertentangan ini tentu akan melemahkan persatuan dan kesatuan ummat Islam dan bahkan dapat mengakibatkan ummat Islam menjadi bercerai berai. Akibat semacam ini sungguh sangat tidak diharapkan, karena ummat Islam disuruh untuk bersatu, sebagaimana dijelaskan dalam Al QurAoan: Rabiatul Aslamiah aECsEAECUa A aEAuCCsAEAA Ca AAoECUEaAOAA Ca EOAAEaCA aEAOEIEaNEEa EAaEAEaEAEAu AeAA AACaE AuEaCOEEAA EAUEEAoEA ECUEaA EAaEAECUaE Ca AAsAAOeaAe E AAoAeCaEAEaA ECEaAEaAIaUeaAoEaA AUeaECaE Artinya: Audan berpeganglah kamu semuanya kepada tali . Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu . asa Jahiliya. bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,(QS. Ali Imran Perpecahan tentu dapat menyebabkan ummat Islam semakin lemah dan bahkan kehilangan kekuatan, saat-saat seperti itu menjadi peluang bagi mereka yang ingin menyerang dan menghancurkan ummat Islam. Di dalam ayat lain. Allah melarang ummat Islam untuk berepccah belah dan berbantahbantahan, sebagai berikut: aEACUa aEAACEEAANAE aE ACeCaoAA Ca CEaECoAACca Ca aEECUEaEua ENEsEaEO CoeaCaEOACCEa AEAAC Ca CAEaA A AAEAECaEOAECa A EAEAEACIEsCc Artinya: Audan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang (QS Al Anfal : . Mencemarkan pribadi Rasulullah saw Munculnya hadis-hadis Maudlu yang isinya kadang-kadang bertentangan dengan akal sehat, logika yang benar dan fakta yang ada, dapat mencemarkan pribadi Rasulullah saw. Karena dari hadis-hadis palsu itu tergambar bahwa Rasulullah saw seolah-olah, pelupa, bodoh, egois dan kekanak-kanakan. Hal ini sangat bertentanagn dengan fakta pribadi Rasulullah saw yang sebenarnya. Dari fakta sejarah Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A diketahui bahwa Rasulullah saw diakui memiliki kecerdasan, keluhuran budi dan kemuliaannya, pengakuan itu tidak hanya datang dari para sahabat dan orang-orang mukmin saja, tetapi juga para penentang dan musuh-musuh beliau. Membuat sebuah perkataan, kemudian menyandarkannya kepada Rasulullah saw adalah sebuah kesalahan besar dan sangat berbahaya. Dampaknya dapat menimpa dirinya sendiri dan juga orang lain. Rasulullah saw memberikan ultimatum yang tegas kepada mereka yang berani berdusta terhadap beliau dengan sabdanya: A aEa acO Ia aI U AaEeOa acOe aI eC a aN aI aI EIac aA a AaOaI eI aE aA Artinya: AuSiapa yang berdusta terhadapku dengan sengaja maka hendaklah dia menempati tempatnya di nerakaAy (Shahih Bukhari. Juz I h. Mengaburkan pemahaman terhadap Islam. Sebagaimana disebutkan terdahulu bahwa sumber Islam setelah Al QurAoan adalah Hadist Rasulullah saw. Dalam hal ini tentulah bahwa nilai-nilai keislaman yang menjadi pedoman bagi ummat Islam banyak bersumber dari Al Hadits. Kalau hadis yang menjadi sumber itu palsu, berbeda dan bahkan bertentangan dengan Islam yang sebenarnya, akan terjadilah pemahaman yang salah terhadap Islam, sehingga Islam tidak dapat diakui dan dipercaya sebagai agama fitrah yang dapat membimbing dan membawa manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia dan akhirat. Akibat semacam ini dapat kita lihat sekarang, bahwa masyarakat Islam tidak sepenuhnya menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya, hal ini mungkin disebabkan mereka belum yakin sepenuhnya terhadap Islam. Golongan dari luar Islam yang ingin mempelajari Islam, bila mereka mendapatkan informasi tentang Islam dari sumber yang salah . mungkin perhatian mereka terhadap Islam akan berkurang, atau mungkin pula mereka meremehkan dan mencemoohkannya karena menganggap Islam tidak logis, tidak masuk akal karena bertentangan dengan data dan fakta yang ada. Rabiatul Aslamiah Melemahkan jiwa dan semangat Salah paham terhadap Islam, dapat menimbulkan keraguan dan kebimbangan terhadap Islam menyelimuti ummat Islam yang tentu saja hal ini dapat membawa akibat yang fatal yaitu melemahnya jiwa dan semangat Bila jiwa dan semangat keislaman ini lemah, maka dikuatirkan kekuatan yang ada pada ummat Islam akan lumpuh, sehingga ummat Islam tidak lagi menjadi Ummat yang disegani sebagaimana ummat Islam terdahulu yang sanggup mengalahkan lawan meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit disbanding dengan jumlah lawan yang jauh lebih banyak, sebagaimana disebutkan dalam Al qurAoan: AEAACE AEaA A EOaIEOAEa CeaE CoeaAoEaACEAEAOEa ENEoEUACsAA CaeOACAoa aCoCOAACCACE AEAACE AEa A EOeAANACyAAEaAC aEAEaAEEACE aECaEOACAC aECaECEaE EAaEAAoEaC EAaEACAeAAEaA aECsAEAA CoeaAuCa AAEaC AAoEEa AAEAEAEaAEEACE EAACyAAEaC AaEAAoEaC CoAAEaEEACE CA EAaEau Artinya: AuHai Nabi. Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti (QS AL anfal : . Kemenangan yang diperoleh ummat Islam yang minoritas saat itu terhadap orang kafir yang mayoritas, disebabkan karena ummat Islam saat itu mempunyai jiwa semangat Islam yang kuat dan mantap. Tetapi bila jiwa dan semangat Islam sudah lemah, maka meskipun dalam kaadaan mayoritas, tentu kekalahan yang didapat nauzubillahi min zalik. Penutup Berdasar kepada uraian terdahulu, dapatlah disimpulkan sebagai berikut: Alhiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 04 No. 07 Januari-Juni 2016 Hadis Maudhu A Yang dimaksud hadis maudlu . Segala riwayat yang dinisbahkan kepada Rasulullah saw dengan jalan mengada-ada atau berbohong tentang apa yang tidak pernah diucapkan dan dikerjakan oleh Rasulullah saw, serta tidak pula disetujui Faktor yang menyebabkan munculnya hadis maudhu adalah: Kebencian dan permusuhan, politik, fanatisme yang keliru, kebodohan, popularitas dan ekonomi. Ciri-ciri hadis maudhu diantaranya adalah: Perawinya pendusta, pengakuan dari pembuatnya, terdapat kerancuan lafaz dan bertentangan dengan akal sehat, bertentangan dengan Al qurAoan dan Hadits Mutawatir, meyalahi fakta sejarah, menyalahi kaedah umum dan disepakati . ulama, isinya sejalan dengan fanatisme perawinya. Rabiatul Aslamiah menjanjikan pahala yang sangat besar terhadap perbuatan kecil dan memberikan ancaman besar terhadap kesalahan kecil. Penanggulangan terhadap hadist maudhu dilakukan para ulama dilakukan dengan: Meneliti perawi hadist, pencarian dan penelitian sanad, tindakan tegas terhadap keburukannya, menetapkan ketentuan untuk mengungkap hadis Maudlu, dan menyusun kitab-kitab kumpulan hadis maudlu agar diketahui masyarakat. Akibat dari munculnya hadis maudlu . diantaranya adalah: Menimbulkan dan ummat Islam, mencemarkan pribadi Nabi saw, mengaburkan pemahaman terhadap Islam. melemahkan jiwa dan semangat Daftar Pustaka