Vol. No. 2, 2021, pp. DOI: https://doi. org/10. 32698/jhns. Contents lists available at Journal Global Econedu Journal of Health. Nursing and Society ISSN: 2807-3517 (Prin. ISSN: 2807-3509 (Electroni. Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Relationship between self-esteem and adolescent sexual Hubungan antara harga diri dengan perilaku seksual remaja Mutia Annika1*). Indah Sukmawati1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Received Aug 16 , 2021 Revised Sept 19th, 2021 Accepted Oct 21th, 2021 Keyword: Self-esteem Sexual behavior This study aims to examine the relationship betweem self- esteem with sexual This research is a quantitative study involving students of SMA Negeri 13 Padang with a total sample of 278 students. The instrument used to colled data in this study was a questionnaire. Data analysis using person product moment correlation technique using statistic product and service solution (SPSS). These result show the correlation coefficient with this study is -0,686 and the significant level is <,001. This means that there is a significant negative relationship between self- esteem anf sexual behavior . This means that the higher the self-esteem , the lower the students sexual behavior, and vive versa, yhe lower the self-esteem , the higher the sexual behavior. A 2021 The Authors. Published by Global Econedu. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Annika. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: mutiaannika00@gmail. Pendahuluan Nunally & Hawari dalam Martini L . mengatakan bahwa salah satu penyebab remaja terjerumus pada seks bebas adalah kepribadian yang sangat lemah. Adapunkepribadian yang sangat lemah yaitu harga diri yang rendah. Baron & Byrne . mengatakan bahwa harga diri merupakan penilaian yan dibuat oleh setiap individu yang mengarah pada dimensi positif dan negatif. Individu yang memiliki harga diri positif akan menerima dan menghargai dirinya sendiri sebagaimana adanya, serta tidak cepat menyalahkan dirinya atas kekurangan dan ketidak sempurnaan dirinya, ia selalu merasa puas dan bangga dengah hasil karyanya sendiri dan selalu percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan. Sedangkan individu yang memiliki harga diri yang negatif merasa dirinya tidak berguna, tidak berharga dan selalu menyalahkan dirinya atas ketidak sempurnaan dirinya Santrok (Desmita, 2. Harga diri juga akan mempengaruhi remaja dalam mengontrol perilaku seksual remaja dalam ber. Tentu saja remaja yang memiliki harga diri positif diharapkan lebih mampu mengontrol perilaku seksualnya, dan terhindar dari perasaan berdosa. Sebaliknya remaja yang kurang mampu menghargai diri sendiri biasanya akan mengalami kesulitan untuk mengontrol dan mengendalikan diri ketika berada dalam situasi yang penuh rangsangan seksual dan cenderung mengambil keputusan berdasarkan perasaan saat itu, tanpa ada kesempatan untuk berfikir panjang atas akibat yang akan terjadi (Mayasari & Hadjan, 2. Observasi yang peneliti lakukan di SMA Negeri 13 Padang diperoleh hasil bahwa dilingkungan sekolah terdapat beberapa siswa yang sering berduan seperti di kelas, ditaman sekolah , diparkiran dan ditempat makan sedang asik berduaan bahkan ada beberapa yang saling berpegangan tangan. Annika. & Sukmawati. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. Masalah seksualitas pada remaja menjadi pembicaraan yang menarik bagi sebagian orang. Adanyanya remaja yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah menjadi salah satu pemikiran yang serius bagi orangtua, masyarakat, dan pendidik. Perilaku seksual sebagai perilaku mencari kenikmatan dari relasi seksual baik dari gaya berpacaran, pergaulan maupun pelacuran seringkali terjadi pada remaja. Salah satu penyebab remaja terjerumus pada perilaku seks ialah kepribadian yang lemah yaitu harga diri yang rendah. Sekolah merupakan konteks yang penting bagi perkembangan moral siswa. Kesejahteraan sekolah penting untuk diketahui karena dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk kesejahteraan siswa dalam kehidupan di sekolah (Asmuliadi. , & Karneli. , 2. Masa remaja merupakan salah satu periode yang penting dalam suatu rentang kehidupan (Fitri. Zola, & Ifdil, 2018: Ifdil. Denich, & Ilyas, 2. Masa remaja merupakan salah satu periode dalam rentang kehidupan manusia, dimana individu meninggalkan masa anak-anaknya dan memasuki masa dewasa (Hafis. Yusri dan Asmidir, 2. Netrawati. Khairani & Yeni . menjelaskan remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa pubertas dimana perkembangan fisik dan mental berkembang secara pesat. Masa remaja merupakan masa awal menuju proses mencapai dewasa. Pada masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan baik secara fisik maupun psikis. Adanya perubahan yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan problema atau masalah pada dirinya. Prayitno . mengemukakan idealnya remaja berkembang dengan baik, tidak menampilkan perilaku yang mengarah pada perilaku Dorongan seksual yang muncul akan membentuk perilaku-perilaku seksual. Perilaku seksual muncul dikontrol oleh nilai-nilai yang dimiliki remaja (Firman & Syahniar, 2. Kurangnya pendidikan seksual terhadap remaja akan menimbulkan penyimpangan tingkah laku seksual pada remaja (Mulyana. Mudjiran, & Yarmis, 2. Remaja terjerumus dalam perilaku seksual pada dasarnya didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahuinya. Rasa ingin tahu tersebut merupakan salah satu karakteristik remaja yang hanya dipuaskan dan diwujudkan melalui pengalamannya sendiri. Oleh karena itu remaja yang sedang dalam periode ini ingin mencboa dan meniru apa yang dilihat atau didengar (Aida Fitria. Daharnis, & Dina Sukma, 2. Sarwono . menyatakan bahwa perilaku seksual pada remaja dipengaruhi oleh banyak faktor seperti perubahan hormonal , pergaulan bebas, kurangnya pemahaman siswa terhadap kematangan seksual, kurangnya informasi tentang seks. Masa ini adalah periode perkembangan dimana remaja berusaha untuk mengembangkan jati diri mereka. Usia remaja merupakan waktu untuk bereksperimen, berfantasi seksual, dan adanya kenyataan seksual sebagai bagian dari identitas seseorang ( Nesya& Mudjiran, 2. Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan mulai dari sentuhan fisik antara pria dan wanita hingga mencapai hubungan intim, perilaku seksual sebagai perilaku mencari kenikmatan dari relasi seksual baik dari gaya berpacaran maupun pergaulan yang terjadi pada remaja (Mons, dkk, 2. Adapun bentuk-bentuk perilaku seksual yaitu berpegangan tangan, ciuman kering, ciuman basah, berpelukan , berfantasi atau berimajinasi, meraba, mastrubasi dan petting . Duvall & Miller (Khairunnisa, 2. Sarwono (Aida. Daharnis, & Dina Sukma. Perilaku seksual dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja, diantaranya sebagai berikut: Pertama, dampak psikologis di antaranya adalah perasaan marah, takut, cemas, depresi, rendah diri, bersalah dan berdosa. Kedua, dampak sosial anatara lain dikucilkan, putus sekolah dan dicela oleh Ketiga, dampak fisik adalah berkembangnya penyakit menular seksual di kalangan remaja, dengan frekuensi penderita penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan antara harga diri dengan perilaku seksual remaja. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antar variabel penelitian. Variabel penelitian ini terdiri dari harga diri (X) merupakan variabel bebas dan perilaku seksual (Y) merupakan variabel terikat. Dengan demikian penelitian ini mengungkapkan hubungan harga diri dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri 13 Padang, dengan jumlah sampek 278 orang. Instrument yang digunakan adalah kuesioner model skala Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data, maka hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 13 Padang dapat dijelaskan dalam tabel berikut: Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Relationship between self-esteem . Harga Diri Berdasarkan hasil penelitian data yang telah dilakukan, berikut deskripsi harga diri siswa di SMA Negeri 1 3 Padang, yang dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 1 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah Interval >120 102 Ae 119 78 Ae 101 54 Ae 77 30 Ae 53 Berdasarkan tabel 1, menunjukkan harga diri siswa SMA Negeri 13 Padang berada pada kategori sedang sebanyak 134 siswa dengan persentase 48%, kategori tinggi sebanyak 84 orang dengan persentase 30%, kategori sangat tinggi sebanyak 49 orang dengan persentase 18%, kategori rendah sebanyak 11 orang dengan persentase 4% dan kategori sangat rendah tidak ada. Hasil deskripsi ini mengungkapkan bahwa secara umum harga diri siswa SMA Negeri 13 Padang berada pada kategori sedang. Perilaku Seksual Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, berikut deskripsi perilaku seksual siswa SMA Negeri 13 Padang yang dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 2 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah Interval >116 75 Ae 103 Berdasarkan tabel 2, menunjukkan perilaku seksual siswa SMA Negeri 13 Padang berada pada kaegori sedangsebanyak 100 orang dengan persentase 36%, kategori sangat tinggi sebanyak 0 orang dengan persentase 0%, kategori tinggi sebanyak 7 orang dengan persentase 3%, kategori rendah dan sangat rendah sebanyak 85 orang dengan persentase 31% . Hasil deskripsi ini mengungkapkan bahwa secara umum perilaku seksual siswa SMA Negeri 13 Padang berada dalam kategori sedang. Perilaku seksual memberikan dampak negatif bagi keluarga dan lingkungan seperti remaja bisa kehilangan kesempatan belajar yang disebabkan oleh perilaku seksual. Disamping itu, lingkungan sekolah memiliki peranan penting agar siswa tercegah dari perilaku seksual (Pane. Mudjiran & Daharnis, 2. Hubungan harga diri dengan peilku seksual siswa Temuan penelitian mengungkapkan adanya hubungan negatif signifikan antara variabel harga diri dengan variabel perilaku seksual. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Person Product Moment. Pengolahan data untuk menguji korelasi hubungan harga diri dengan perilaku seksual siswa menggunakan bantuan SPSS for Windows. Adapun hasil korelasi variabel harga diri (X) dengan perilaku seksual (Y) dapat dilihat pada tabel 3. Berdasarkan tabel 3 maka dapat diketahui besarnya nilai korelasi antara harga diri ( (X) dengan perilaku seksual (Y) adalah -0,686 dan nilai signifikan sebesar <,001. Sehingga dapat diartikan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan perilaku seksual. Journal homepage: http://jurnal. org/index. php/jhns Annika. & Sukmawati. Journal of Health. Nursing and Society Vol. No. 2, 2021, pp. Tabel 3 Pearson Correlation Harga diri (X) Sig. -taile. Pearson Correlation Perilaku seksual Sig. -taile. (Y) **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. VAR00001 VAR00002 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 13 Padang dengan judul hubungan harga diri dengan perilaku seksual remaja berpacaran, dapat disimpulkan bahwa . secara keseluruhan harga diri siswa berada pada kategori sedang . secara keseluruhan perilaku seksual siswa berada pada kategori sedang dan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri dengan perilaku seksual. Artinya. apabila harga diri siswa tinggi,maka perilaku seksual sisiwa rendah, begitu sebaliknya, apabila harga diri redah,maka perilaku seksual siswa tinggi. Referensi