JIMP Vol 2 . (Maret 2. hal: 32 Ae 52 e - ISSN 2776-1835 p - ISSN 2774-9517 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP PENGARUH LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA PERIODE TAHUN Dini Nuraini1. Florida Ariani2. Chaerani Nisa3 1,2,3Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta Email:rainforest. good@Gmail. Diterima 13 Januari 2022. Disetujui 14 Januari 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana pengaruh Current ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obyek penelitian ini adalah perusahaan subsektor farmasi yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2016-2021 dengan jumlah sampel sebanyak 9 perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan olah data menggunakan Eviews9. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa secara bersama Current ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di BEI periode tahun 2016-2021. Variabel Current ratio (CR) memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham perusahaan subsektor farmasi. Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham perusahaan subsektor farmasi. Return on Equity (ROE) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan subsektor farmasi. Kata Kunci: Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE) Abstract This research aims to find out and explain how the effect of current ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Equity (ROE) on stock prices in pharmaceutical subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The object of this research is a pharmaceutical subsector company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2016-2021 with a sample number of 9 companies. The study used purposive sampling techniques. Data used secondary data. Data analysis techniques use descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis with data processing using Eviews9. The results of the hypothesis test proved the Current ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Equity (ROE) had an influence on the share price of pharmaceutical subsector companies listed on the IDX for the period 2016-2021. Variable current ratio (CR) has a negative influence on the stock price of pharmaceutical subsector companies. Debt to Equity Ratio (DER) has a negative influence on the stock price of pharmaceutical subsector companies. Return on Equity (ROE) has no effect on the stock price of pharmaceutical subsector companies. Key words: Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE) JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 PENDAHULUAN Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki tujuan utama yaitu mengakumulasikan keuntungan yang sebesar-besarnya demi mempertahankan eksistensi dan keberlangsungan perusahaan tersebut. Sektor usaha yang mengalami peningkatan dan perkembangan yang signifikan adalah perusahaan farmasi, hal ini disebabkan oleh kebutuhan konsumen terhadap produk kesehatan dimasa pandemi yang mengalami peningkatan drastis, faktor inilah yang menimbulkan ruang kemungkinan pada perusahaan yang bergerak di sektor farmasi untuk meningkatkan produktivitas guna meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Berdasarkan harga saham pada indeks sektoral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor farmasi mengalami peningkatan harga saham secara signifikan periode tahun 2020. Pada periode 2020, harga saham pada perusahaan subsektor farmasi mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata sebesar 4. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, secara berturut-turut harga saham pada perusahaan subsektor farmasi periode 2018 dan 2019 mengalami penurunan yang signifikan dengan nilai rata-rata sebesar 4. 265 dan 3. Untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh perusahaan maka perusahaan melakukan hal lain untuk mencapai target tersebut seperti, melakukan jual-beli saham, melakukan jual-beli asset dan meyakinkan investor untuk menanamkan modal pada perusahaan tersebut. Pandemi covid-19 bisa dikatakan sebagai sebuah kejadian luar biasa yang berdampak langsung kepada perekonomian Indonesia, pandemi ini memicu rendahnya sentimen investor terhadap pasar yang pada akhirnya menjadi penyebab pergerakan pasar yang cenderung menurun, namun demikian pada 1 Juli 2020. IHSG menunjukan pergerakan kenaikan harga saham ke arah positif, hal ini disebabkan oleh rencana pemerintah yang diumumkan oleh presiden republik Indonesia bahwa pemerintah akan melakukan pengembangan uji klinis vaksin sinovac melalui Bio Farma yang ditargetkan rampung pada Januari 2021. Pasca diumumkannya rencana pemerintah tersebut gairah investor kembali tergugah sehingga mendorong meningkatnya IHSG pada periode tersebut. Pandemi covid-19 selain memberikan dampak destruktif terhadap harga saham pada pasar modal disatu sisi, dilain sisi juga memberikan energi positif bagi harga saham subsektor farmasi. Selain memberikan energi positif pada perusahaan sektor farmasi, meningkatnya harga saham pada beberapa perusahaan sektor farmasi juga membuka iklim persaingan usaha yang semakin ketat. Dalam situasi persaingan seketat ini manajerial perusahaan yang baik dan efisien dalam membidik peluang merupakan sesuatu yang fundamental dalam upaya mencapai target perusahaan, terutama untuk menarik dan meyakinkan investor untuk menanamkan modal pada perusahaan tersebut. Secara teoritis tujuan investor berinvestasi adalah untuk mendapatkan deviden dan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan dari kegiatan jual- beli saham yang didapatkan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli saham, dengan demikian dapat dipahami bahwa capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual, tentunya hal ini Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham dapat terjadi jika manajerial perusahaan mampu bekerja secara efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan harga jual saham pada Bursa Efek Indonesia. Sementara deviden, adalah keuntungan yang didapatkan oleh investor dari perusahaan melalui RUPS. Jika diamati, penilaian investor untuk menanamkan modal pada suatu perusahaan ditentukan oleh harga saham pada perusahaan tersebut, fluktuasi harga saham dianggap sangat penting bagi investor sebagai bahan pertimbangan untuk menanamkan modal pada perusahaan tersebut. Jika saham pada perusahaan mengalami kenaikan maka investor pun mendapatkan keuntungan, sebaliknya jika perusahaan mengalami penurunan harga saham yang drastis maka investor dan perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Harga saham pada pasar modal pada dasarnya adalah dinamis dan fluktuatif. Perkembangan harga saham dapat dilihat dalam Bursa Efek, fluktuasi harga saham bergantung kepada permintaan dan penawaran, jika permintaan saham meningkat maka harga saham akan mengalami peningkatan, namun jika penawaran yang mengalami peningkatan dari pada permintaan maka harga saham akan mengalami Semakin harga saham suatu perusahaan mengalami peningkatan, hal tersebut mengindikasikan keadaan ekonomi perusahaan dalam keadaan baik, sehingga memungkinkan perusahaan tersebut menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Secara teoritis ada dua faktor yang mempengaruhi harga saham yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Faktor internal perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan yang memberikan informasi tentang profit yang dihasilkan dari penjualan produk perusahaan tertentu. Faktor internal yang memiliki pengaruh terhadap harga saham adalah laporan kinerja, dapat dihitung menggunakan rasio Pada prinsipnya rasio keuangan dikelompokan menjadi empat yaitu, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio leverage dan rasio aktivitas. Rasio keuangan ini berguna untuk menciptakan prospek yang baik sehingga tujuan perusahaan untuk memberikan timbal balik berupa keuntungan bagi investor tercapai, selain itu faktor rasio keuangan yang baik juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun citra yang baik sehingga mampu menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya yang menyebabkan naiknya permintaan dan tentunya berpengaruh terhadap harga saham. Selain faktor internal, faktor eksternal juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan harga Faktor ekternal yang mempengaruhi harga saham pada umumnya adalah suku bunga, inflasi, politik, kondisi sosial politik. Diantara faktor ekternal dan faktor internal yang memberikan pengaruh terhadap harga saham dalam penelitian ini akan berfokus kepada factor internal yaitu laporan kinerja perusahaan yang berkaitan dengan rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio profitabilitas terhadap harga saham. Studi tentang pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap harga saham bukanlah yang pertama, sebelumnya Subarjo . melakukan penelitian tentang hal tersebut, kesimpulan dari penelitianya adalah bahwa rasio keuangan seperti, rasio profitabilitas dan rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Kalbe Farma Tbk, sedangkan penelitian ini dilakukan pada periode 2016-2021 dimana terjadi pandemi wabah virus corona yang mengguncang sendi perekonomian dunia. Namun ada beberapa perusahaan yang mengalami permintaan signifikan yaitu JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 sektor perusahaan farmasi. Berdasarkan urain diatas serta pertimbangan-pertimbangan latar belakang diatas maka penelitian ini mengambil judul sebagai berikut AuPengaruhRasio Likuiditas. Leverage dan Profitabilitas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021Ay. KAJIAN TEORI Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Dengan kata lain, rasio likuiditas adalah rasio yang dapat digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang akan segera jatuh tempo. Rasio solvabilitas atau leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva dalam perusahaan di biayai dengan utang. Perusahaan dengan leverage yang tinggi . emiliki utang yang besa. dapat berdampak pada timbulnya risiko keuangan yang besar, tetapi juga memiliki peluang yang besar pula untuk menghasilkan laba yang tinggi. Variabel inilah yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruhnya terhadap harga saham farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rasio profitabilitas adalah pengukuran hasil keputusan dari suatu perusahaan dalam usaha menghasilkan laba. Menurut Kasmir . Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba perusahaan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan agar mendapatkan keuntungan. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh pada periode tertentu dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan Perkembangan era globalisasi sekarang ini mengakibatkan kemajuan teknologi dan persaingan bisnis yang semakin ketat seiring berjalannya waktu dan semuanya itu tidak lepas dari peran sumber daya manusia. Sehingga di era globalisasi sekarang ini menuntut setiap individu untuk meningkatkan kualitasnya dalam segi kemampuan maupun keterampilan, agar dapat bersaing dengan individu yang lainnya. Sumber daya manusia merupakan aspek yang penting bagi sebuah perusahaan. Selain itu, seseorang juga dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan potensi dalam kinerja dan produktivitas di perusahaan guna menjadi tolak ukur keberhasilan dalam bekerja, dan juga memiliki daya bersaing dengan yang lain dalam peningkatan kinerja. Dalam penelitian ini menggunakan Return on Equity (ROE) untuk mewakili profitabilitas. Menurut Fahmi . Return on Equity (ROE)adalah rasio yang digunakan untuk mengkaji sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas yang dimiliki. Dapat diartikan bahwa Returnon Equity (ROE) merupakan alat ukur untuk mengetahui tingkat pengembalian bersih atau laba bersih setelah pajak atas investasi yang ditanamkan Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham oleh pemegang saham atau investor. ROE digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian perusahaan atau efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham, semakin tinggi ROE menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki peluang untuk memberikan penghasilan yang besar bagi pemiliksaham, sehingga tentunya akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan karena mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja yangbaik dan akibatnya harga saham pun akan ikut tinggi. Menurut Brigham dan Huston . mengungkapkan bahwa hargasaham adalah harga yang menyatukan kekayaan pemegang saham. Dengan meningkatkan kekayaan pemegang saham diartikan menjadi memaksimalkan harga saham perusahaan. Harga saham pada saat waktu tertentu akan bergantung pada arus kas yang diharapkan dan dapat diterima dimasa depan oleh investor. Berdasarkan latar belakang penelitian, rumusan masalah, identifikasi masalah, landasan teori dan penelitian terdahulu sebagaimana disampaikan pada bagian diatas maka pada penelitian ini akan menguji variable independen yaitu likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap harga saham perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana akan ditunjukan pada gambar dibawah ini : Hipotesis dapat dikatakan sebagai dugaan sementara mengenai pengaruhantar variabel yang akan diuji kebenarannya. Karena bersifat dugaan, maka hipotesis hendaknya mengandung implikasi yang lebih jelas terhadap pengujianpengaruh yang di nyatakan. Oleh karena itu hipotesis dari penelitian ini JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap harga saham Current Ratio (CR) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pemegang saham memiliki kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan yang memiliki tingkat Current Ratio (CR) yang tinggi. Semakin tinggi nilai Current Ratio (CR), maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen, tetapi tingginya nilai Current Ratio (CR) juga belum tentubaik bagi perusahaan, karena pada situasi tertentu menunjukkan bahwa manajemen perusahaan dalam kondisi buruk atas sumber likuiditas. Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fitri Rasdayanti padatahun 2020 diketahui bahwa variable Current Ratio (CR) berpengaruh negatifdan signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh E Sriwahyuni dan Rishi S Saputra pada tahun 2017 diketahui bahwa variable Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Selain itu. Indra Firmansyah dan Apriali Maharani dalam penelitiannya yang dilakukan pada tahun 2021 bahwa variable CurrentRatio (CR) tidak berpengaruh terhadap harga saham. H1: Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio solvabilitas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengembalikan utang-utangnya baik jangka pendek maupun jangka DER diukur dengan membandingkan antara total utang dengan total modal. Semakin tinggi nilai Debt to Equity Ratio (DER) menunjukan struktur modal perusahaan lebih banyak diperoleh melalui utang. Besarnya hutang atas modal mencerminkan risiko yang akan dihadapi perusahaan cenderung lebih tinggi. Hal ini akan mengurangi minat kreditur atau investor untuk menanamkan modal dalam perusahaan, sehingga akan menurunkan harga saham pada perusahaan. Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Budi G Siregar padatahun 2020 menunjukan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Dewi RMulyasaputri dan Budiyanto pada tahun 2019 menunjukan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadapharga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Ichsan Fajri Azil pada tahun 2020 diketahui bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruhterhadap harga H2: Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI) pada periode tahun 20162021. Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap harga saham Rasio ini mampu dijadikan tolak ukur untuk menilai efisiensi manajemen suatu perusahaan. Tolak ukur tersebut dapat ditunjukkan oleh keuntungan yang didapatkan investor dari penjualan dan pendapatan investasi. Rasio Return on Equity (ROE) menilai tingkat kemampuan perusahaan dalam Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham mencari keuntungan. Rasio ROE yang semakin meningkatmenunjukan posisi perusahaan yang semakin baik dari segi penggunaan asset untuk mendapatkan laba. Kepercayaan tersebut dapat merubah permintaan atau penawaran harga saham yang bersangkutan, sehingga akan meningkatkan harga Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Andriana Kundiman dan Lukmanul Hakim pada tahun 2016 menunjukan bahwa variable Return on Equity (ROE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Dalam penelitian MA Fakhtur Rohman pada tahun 2019 diketahui variable Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Laludalam penelitian Johna T Simbolon dan Paul Eduard Sudjiman pada tahun 2020 diketahui bahwa variable Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara simultan menunjukan variable Return on Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadapharga saham. H3: Return on Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap harga saham Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ichsan Fajri Azil pada tahun 2020 menunjukan hasil bahwa variable independent yaitu CurrentRatio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Fitri Rasdayanti pada tahun 2021 menunjukan hasil bahwa variable Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, variable Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap harga saham dan variabel Return on Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadapharga saham, sedangkan secara simultan menunjukan bahwa variable Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE)berpengaruh positif terhadap harga saham. H4: Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara bersama berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021. METODE Kategori Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Hubungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan kausal. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang datadatanya dalam bentuk sesuatu yang dapat dihitung. Penelitian kausalitas adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, maka dalam penelitian ini terdapat variabel independen dan variable dependen. Variable independen merupakan variable yang mempengaruhi, sedangkan variable dependen merupakan variable yang dipengaruhi. Dalam penelitian ini data-data yang disuguhkan merupakan data hasil olahan dengan mengikuti ketentuan penulisan karya tulis ilmiah yang berlaku. JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 Tabel 1. Operasional Variabel Sumber: Data diolah peneliti . Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dariBursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs w. Populasi yang dipilih adalah perusahaansubsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016-2021. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling, dimana sample penelitian ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut : Perusahaan yang di gunakan adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021 . Perusahaan farmasi yang digunakan secara periodik menerbitkan laporan keuangan setiap 6 . bulan dan memiliki data lengkap pada periode tahun 2016-2021 . Dari seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI, terdapat 9 . Perusahaan yang memiliki kriteria yang ditentukan. Berdasarkan kriteria penetapan sample dengan purposive sampling diatas, maka didapatkan sample yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 9 . perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016-2021. Obyek penelitian ini menggunakan variabel independen Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap variabel dependen harga saham. Penelitian ini meneliti pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dan bersama. Penelitian dilakukan pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2016-2021. Teknik Analisis Data Analisis penelitian data ini merupakan bagian dari proses pengujian data setelah melalui tahap pemilihan dan pengumpulan dari data penelitian. Menurut Sugiyono . 8 : . Teknik analisis data Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model data panel dengan bantuan software Eviews. Adapun pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan Analisis Statistik Deskriptif Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, agar dapat diperoleh gambaran secara menyeluruh tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini baik variabel terikat . ariable dependen. maupun variabel bebas . ndependent variabl. Dalam penelitian ini statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai minimum, maksimum, rata-rata . , nilai tengah . serta standard deviation yang bertujuan untuk mengetahui distribusi data yang menjadi sampel penelitian berdasarkan data olahan Eviews. Analisis Model Regresi Data Panel Data panel adalah gabungan antara data time series dan data cross section. Data time series meliputi satu objek atau individu, yang disusun berdasarkan urutan waktu data harian, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Data cross section terdiri dari beberapa atau banyak objek, dengan beberapa jenis data dalam suatu periode waktu tertentu . aktu yang sam. Penggabungan dari kedua jenis data dilihat dari variabel terikat yang terdiri dari beberapa daerah . ross sectio. namun dalam berbagai periodewaktu . ime serie. (Widarjono, 2013: . Pengujian digunakan peneliti untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh bagaimana hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Metode estimasi modelregresi dengan menggunakan data panel dilakukan melalui tiga pendekatan (Basuki dan Yuliadi, 2015: . antara lain: Model Common Effect (CEM) Model Common Effect merupakan pendekatan model data panel yang paling sederhana karena hanya mengkombinasikan data time series dan cross section. Pada model ini tidak diperhatikan dimensi waktu maupun individu, sehingga diasumsikan bahwa perilaku data perusahaan sama dalam berbagai kurun waktu. Metode ini bisa menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS) atau teknik kuadrat terkecil untuk mengestimasi model data panel. Model Fixed Effect (FEM) Model ini mengasumsikan bahwa perbedaan antar individu dapat diakomodasi dari perbedaan Untuk mengestimasi data panel model Fixed Effect menggunakan tehnik variable dummy untuk menangkap perbedaan intersep antar perusahaan. Namun demikian, slopenya sama antar Model estimasi ini sering juga disebut dengan teknik least Squares Dummy Variable (LDSV). JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 Model Random Effect Model ini akan mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan antar individu. Pada model Random Effect perbedaan intersep diakomodasi oleh error terms masing-masing perusahaan. Keuntungan menggunkan model Random Effect yakni menghilangkan heteroskedastisitas. Model ini juga disebut dengan Error Component Model (ECM) atau teknik Generalized Least Square (GLS). Pemilihan Model Menurut Sriyana . terdapat tiga pengujian untuk memilih teknik estimasi data panel. Pertama, uji statistik F atau disebut juga uji Chow digunakan untuk memilih antara metode Common Effect atau metode Fixed Effect. Kedua, uji Hausman yang digunakan untuk memilih antara metode Fixed Effect atau metode Random Effect. Ketiga, uji Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk memilih antara metode Common Effect atau metode Random Effect. Uji Chow (Chow Tes. Uji chow merupakan pengujian untuk mengetahui apakah model yang digunakan adalah common effect atau fixed effect. Hipotesis yang digunakan adalah: H0 = Model Common Effect Ha = Model Fixed Effect Jika profitabilitas > 0,05 maka H0 diterima, berarti menggunakan pendekatan model common effect Jika profitabilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan menerima Ha berarti menggunakan pendekatan model fixed effect Uji Hausman (Hausman Tes. Uji Hausman merupakan pengujian untuk menentukan apakah model yang paling tepat digunakan adalah model fixed effect atau modelrandom effect. Hipotesis yang digunakan adalah: H0 = Model Random Effect Ha = Model Fixed Effect Model Jika probabilitas > 0,05 maka menerima H0, berarti menggunakanpendekatan model random Jika probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan diterima Ha, berartimenggunakan pendekatan model fixed effect. Uji Lagrange Multiplier (LM) Lagrange Multiplier merupakan pengujian untuk mengetahuiapakah model random effect lebih baik dari model common effect inidikembangkan oleh Breusch-Pagan Metode Breusch- Paganmerupakan uji signifikansi model random effect yang didasarkan padanilai residual dari Hipotesis Uji Lagrange Multiplier adalah: H0 = Common Effect Model Ha = Random Effect Model Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Jika probabilitas Breusch-Pagan > 0,05 maka H0 diterima, berarti menggunakan pendekatan model common effect Jika probabilitas Breusch-Pagan < 0,05 maka H0 ditolak dan diterima Ha, berarti menggunakan pendekatan model random effect Analisis Regresi Linier berganda Menurut Sugiyono . analisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti, apabila peneliti meramalkan bagaimana naik turunnya keadaan variabel dependen . , bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dinaik turunkan nilainya . Pengujian regresi berganda digunakan oleh peneliti untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari variabel independen, yaitu Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap variabel terikat harga saham. Model regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y = X1 X2 X3 e HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan alat statistik yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai data yang telah dikumpulkan oleh peneliti seluruhnya tanpa menarik kesimpulan dan menghasilkan nilai dari karakteristik sample penelitian yang telah ditetapkan berupa rata-rata data . , nilai tengah . , nilai maksimum, nilai minimum dan standard deviation. Data yang dimaksud tersebut meliputi Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE) dan harga saham. Hasil pengujian statistik dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 1. Deskriptif Statistik Harga Saham Mean Median Maximum Minimum Std. Dev Sumber: Eviews9 (Data diola. , 2021 DER ROE Model Regresi Panel yang Digunakan Regresi data panel digunakan untuk mengetahui gambaranmengenai pengaruh atau hubungan yang signifikan secara menyeluruh dari variabel yang diambil dalam penelitian. Dalam arti lain. Regresi datapanel merupakan suatu metode untuk mengetahui bagaimana variabel dependen yaitu harga saham merespon tiga variabel independen yaitu Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE). Dari ketiga proses penyeleksian data panel sebelumnya, model Fixed Effect memiliki dua poin dari Uji Chow dan Uji Hausman, model Common Effect memiliki satu poin dari uji Lagrange Multiplier JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 dan model Random Effect tidak memiliki poin sama sekali, sehingga yang layak digunakan untuk proses selanjutnya adalah model Fixed Effect. Berikut hasil yang diperoleh dari estimasi pengaruh variabel independen terhadapvariable dependen. Tabel 2. Model Fixed Effect Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 11/01/21 Time: 10:24 Sample: 2016S1 2021S1 Periods included: 11 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 99 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DER ROE Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 32E 08 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Eviews9 (Data diola. , 2021 Berdasarkan hasil pengujian regresi data panel melalui model Fixed Effect (FEM), diperoleh persamaan model regresi sebagai berikut: Y = 3905. 000 - 482. 0817CR - 6. 058735DER 11. 61061ROE Nilai konstanta sebesar 3905. 000, artinya jika variabel independen Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity(ROE) dianggap konstan atau sama dengan nol, maka nilai harga sahamsebesar 3905. Nilai koefisien regresi pada Current Ratio (CR) sebesar -482. 0817, artinya jika nilai CR mengalami kenaikan satu satuan dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka akan menurunkan harga sahamsebesar -482. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antara variabel CRdengan harga saham memiliki hubungan yang negatif. Nilai koefisien regresi pada Debt to Equity Ratio (DER) sebesar - 6. 058735, artinya jika nilai DER mengalami kenaikan satu satuan dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka akan menurunkan harga saham sebesar -6. Hal ini dapat disimpulkanbahwa antara variabel DER dengan harga saham memiliki hubungan yang negatif. Nilai koefisien regresi pada Return on Equity (ROE) sebesar 11. 61061, artinya jika nilai ROE mengalami kenaikan satu satuan dengan asumsi variabel independen lainnya tetap, maka akan meningkatkan harga saham sebesar 11. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antara variabel ROE dengan harga saham memiliki hubungan yang positif. Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Uji T (Uji Parsia. Untuk melihat bagaimana pengaruhnya variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap harga saham, dapat dijelaskan pada tabel berikut : Tabel 3. Hasil Uji T (T-Tes. Dependent Variable: HS Method: Panel Least SquaresDate: 11/01/21 Time: 10:24 Sample: 2016S1 Periods included: 11 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 99 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DER ROE Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. Sumber: Eviews9 (Data diola. , 2021 Berdasarkan hasil Eviews pada tabel diatas, pada variabel Current Ratio (CR)diperoleh nilai thitung sebesar -3. 250967 dengan nilai probabilitas sebesar 0,0016, yang berarti nilai 0,0016 < dari tingkat signifikan = 5% . atau nilai 3. 250967 > dari ttabel 1. 98525 dengandf=99-4=95. Dapat disimpulkan bahwa variabel Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai thitung sebesar - 3. 214388 dengan nilai probabilitas sebesar 0,0018, yang berarti nilai 0,0018 < dari tingkat signifikan = 5% . atau nilai 3. 98525 dengan df=99-4=95. Dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Variabel independen yang terakhir yaitu Return on Equity (ROE)memiliki nilai thitung sebesar 378527 dengan nilai probabilitas sebesar0,1713, yang berarti nilai 0,1713 > dari tingkat signifikan = 5% . atau nilai 1. 378527 < dari nilai ttabel 1. 98525 dengan df=99-4=95. Dapat disimpulkan bahwa variabel Return on Equity (ROE) tidak berpengaruhsecara signifikan terhadap harga saham. Uji F (Uji Simulta. Uji simultan (F) dan uji parsial (T) pada dasarnya sama, namun yang membedakan uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap harga saham dan uji simultan digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap harga saham. Pada tabel 4. 14 dibawah ini diketahui nilai Fhitung sebesar 17. 01742 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000000, yang berarti nilai 0,000000 < dari tingkat signifikan = 5% . dan nilai 17. 01742 > dari Ftabel sebesar 2. 70 dengan df=4-1=3 dan df 2=99-3=96. Dapat disimpulkan bahwa variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Tabel 4. Hasil Uji Simultan Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 32E 08 dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Eviews9 (Data diola. , 2021 Uji Koefisien Determinasi (R. Pada penelitian ini. Uji R2 menghasilkan nilai yang akan menjelaskan besar kecilnya variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) mempengaruhi perubahan pada harga saham. Nilai yang dihasilkan antara nol dan satu, yang dimana jika hasilnya mendekati angka nol variabel CR. DER dan ROEmampu mempengaruhi harga saham secara terbatas atau ternilai kecil. Sebaliknya, jika hasilnya mendekati angka satu, maka variabel CR. DER dan ROE mampu mempengaruhi harga saham ternilai besar. Nilai yang diambil dalam pengujian ialah Adjusted R-squared, hasil yangdiperoleh ada pada tabel dibawah ini : Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 32E 08 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Eviews9 (Data diola. , 2021 Berdasarkan hasil Eviews tersebut, diperoleh nilai Adjusted R- squared sebesar 0,642586 atau 64,3%. Angka tersebut mendekati angka satu atau 100 yang berarti variabel independen mampu mempengaruhivariabel dependen dengan sangat kuat. Hal tersebut mengindikasian variabel CR. DER dan ROE mempengaruhi harga saham ternilai besar,sisanya sebesar 0,357414 atau 35,7% dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang tidak dimasukan kedalam penelitian, selain itudapat diartikan bahwa variabel independen dan variabel dependenmemiliki korelasi yang positif, sehingga apabila variabel CR. DER danROE meningkat maka harga saham pun akan meningkat. Pembahasan Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap harga saham Pada bab sebelumnya, ditetapkan hipotesis (H. pada CurrentRatio (CR) berpengaruh positif terhadap harga saham, namun setelah perolehan hasil pada pengujian diketahui nilai koefisien atau t hitung sebesar -3. 250967 dengan nilai mutlak 3. 250967 dan nilai probabilitas sebesar 0,0016, maka Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham nilai t hitung > dibandingkan dengan nilai t tabel 1. 98525 atau nilai probabilitas sebesar 0,0016 < dibandingkan dengan nilai tingkat signifikan = 5% . sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah variabel CR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, yang berarti hipotesis pada bab sebelumnya ditolak atau tidak sesuai dengan hasil yang di peroleh pada Pengaruh yang signifikan mengindikasikan nilai CR pada sembilan perusahaan farmasi relatif cukup tinggi, yang berarti kondisi keuangan pada perusahaan farmasi dapat dikatakan baik karena nilai CR mengindikasikan nilai yang lebih dari 1,0 kali dengan nilai rata-rata . Standarnya nilai CR pada perusahaan antara 1,5 dan 3, tetapi angka ideal untuk perusahaan berada di posisi aman bernilai 2. Nilai Current Ratio (CR) yang tinggi juga mengindikasikan bahwa aktiva lancar yang ada di perusahaan lebih tinggi atau lebih besar dibandingkan dengan hutang lancar, hal tersebut dapat dijelaskan bahwa perusahaan farmasi memiliki modal yang cukup untuk tetap beroperasi danjuga mampu untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar. Hubungan yang negatif antara variabel Current Ratio (CR) denganharga saham mengindikasikan bahwa variabel Current Ratio (CR) tidak memiliki pengaruh yang searah dengan harga saham, yang artinya jika variabel CR mengalami peningkatan maka akan menurunkan harga saham. Nilai yang tinggi atau nilai yang rendah pada Current Ratio (CR) perusahaan sama-sama akan mempengaruhi peningkatan atau penurunan pada harga saham, dalam hal ini apabila nilai CR mengindikasikan jumlah yang rendah pada perusahaan maka akan menurunkan harga saham pada perusahaan tersebut, sebaliknya apabila nilai CR tersebut dalam jumlah yang besar maka perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan pada harga saham. Akan tetapi, nilai CR yang besar juga tidak mengindikasikan bahwa kondisi perusahaan tersebut dalam keadaan baik, karena kelebihan aktiva lancar pada perusahaan seharusnya digunakan untuk membayar dividen, membayar hutang jangka panjang dan melakukan investasi yang menghasilkan tingkat pengembalian lebih. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa banyaknya dana yang tidak terpakai dan menjadipertimbangan bagi investor atau calon investor untuk tidak menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Meskipun demikian, aktiva lancar dalam jumlah besar juga menjadi pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya, karenabesarnya nilai yang ada pada aktiva lancar menjamin perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek setiap saat dan juga tidak akanmenurunkan nilai pasar . enjual efe. , yang berarti pada situasi yang laininvestor memiliki kepercayaan yang tinggi pada perusahaan yang memiliki nilai Current Ratio (CR) yang tinggi dengan jumlah aktiva lancaryang besar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fitri Rasdayanti pada tahun 2021 yang menyatakan bahwavariable Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh E Sriwahyuni dan Rishi S Saputra pada tahun 2017 yang menyatakan bahwavariable Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, selain itu Indra Firmansyah dan Apriali Maharani dalam penelitiannya yang dilakukan pada tahun 2021 menyatakan bahwa variable Current Ratio (CR) tidak JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham Pada hipotesis kedua (H. Debt to Equity Ratio (DER)berpengaruh negatif terhadap harga saham, setelah perolehan hasil pada pengujian diketahui nilai koefisien atau t hitung sebesar 3. 214388 dengannilai mutlak 3. 214388 dan nilai probabilitas sebesar 0,0018, maka nilai t hitung > dibandingkan dengan nilai t tabel 1. 98525 atau nilai probabilitassebesar 0,0018 < dibandingkan dengan nilai tingkat signifikan = 5% . sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah variabel DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, yang berarti hipotesis pada bab sebelumnya diterima atau sesuai dengan hasil yang di peroleh pada pengujian. Pengaruh yang signifikan mengindikasikan nilai DER pada sembilan perusahaan farmasi relatif cukup tinggi, yang berarti perusahaanfarmasi lebih banyak memperoleh modalnya melalui hutang. Kondisi keuangan perusahaan yang baik mengindikasikan nilai DER di bawah angka 1 atau dibawah Pada perusahaan farmasi diperoleh nilai rata-rata . 7467, hal ini juga dapat diartikan bahwa rata-rataperusahaan farmasi memiliki jumlah hutang yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah modal bersih. Hubungan yang negatif antara variabel Debt to Equity Ratio (DER) dengan harga saham mengindikasikan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) tidak memiliki pengaruh yang searah dengan harga saham, yang artinya jika variabel DER mengalami peningkatan maka akan menurunkan harga saham ataupun sebaliknya jika variabel DER mengalami penurunanmaka harga saham akan mengalami peningkatan. Perbandingan antara besarnya jumlah hutang dengan besarnya jumlah ekuitas dapat mengindikasikan asal perolehan modal perusahaan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan besar atau kecilnya nilai DER yang ada pada perusahaan. Apabila nilai DER suatu perusahaan dalam jumlah yang kecil atau rendah mengindikasikan bahwa perusahaan memperoleh jumlah modal yang sedikit dari hutang, yang berarti perusahaan tidak memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pihak luar. Penggunaan hutang yang relatif kecil juga mengindikasikan bahwa perusahaan akan menghasilkan keuntungan yang lebih menjanjikan, sehingga alasan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan semakin kuat. Sebaliknya, apabila nilai DER suatu perusahaan dalam jumlah yang besar atau tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan memperoleh jumlah modal yang lebih banyak melalui hutang, yang berarti perusahaan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pihak luar. Pinjaman hutang atas modal mencerminkan risiko yang akan dihadapi perusahan cenderung lebih tinggi, hal tersebut disebabkan dengan hutang yang harus segera dipenuhi oleh perusahaan. Dengan demikian keuntungan yang akan dihasilkan oleh perusahaan cenderung lebih sedikit dikarenakan sebagian keuntungan yang ada pada perusahaan digunakan untuk membayar bunga pinjaman. Pada konteks ini investor yang ada di pasar modal akan merespon secara negatif dan memicu minat untuk menanamkan modal pada perusahaan berkurang. Disisi lain, tingginya nilai Debt to Equity Ratio (DER) pada perusahaan belum tentu Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut memiliki kondisi yang tidak baik. Pada dasarnya perusahan yang sedang berkembang membutuhkan dana operasional yang tinggi sehingga memungkinkan ekuitas yang dimiliki perusahaan kurang. Investor atau kreditur harus meneliti secara detail pada laporan perusahaan (Balance Shee. dan mencari alasan yang kuat mengapa nilai DER pada Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kewajiban jangka pendek danjumlah kewajiban jangka panjang. Apabila jumlah kewajiban jangka pendeknya lebih besar, maka mengindikasikan kondisi keuangan perusahaan baik dan wajar dalam suatu proses produksi, sebaliknya apabila jumlah kewajiban jangka panjangnya yang lebih besar, maka hal tersebut memungkinkan perusahaan memiliki kondisi keuangan yang kurang baik, hal tersebut juga dapat dilihat dari ada atau tidaknya hutang perusahaan pada bank atau lembaga keuangan lainnya yang menetapkan pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Budi G Siregar pada tahun 2020 dan Dewi R Mulyasaputridan Budiyanto pada tahun 2019 yang menyatakan bahwa variable Debt toEquity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dewi R Mulyasaputri dan Budiyanto pada tahun 2019 menyatakan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Selain itu dalam penelitian Ichsan Fajri Azil pada tahun 2020 menyatakan bahwa variable Debt to Equity Ratio (DER) tidakberpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap harga saham Hipotesis ketiga (H. sebelumnya, diajukan Return on Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap harga saham, namun setelah perolehan hasil pada pengujian diketahui nilai koefisien atau t hitung sebesar 1. 378527 dengan probabilitas sebesar 0,1713, maka nilai t hitung< dibandingkan dengan nilai t tabel 1. 98525 atau nilai probabilitas sebesar0,1713 > dibandingkan dengan nilai tingkat signifikan = 5% . sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah variabel ROE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, yang berarti hipotesis pada bab sebelumnya ditolak atau tidak sesuai dengan hasil yangdiperoleh pada pengujian. Tidak berpengaruh secara signifikannya ROE terhadap harga saham, dikarenakan perusahaan farmasi diangap kurang mampu mengoptimalkan modalnya dalam menghasilkan keuntungan. Hal tersebutjuga membuktikan bahwa ada atau tidaknya nilai ROE tidak mempengaruhi fluktuasi harga Menurut Bank Indonesia (BI) suatuperusahaan dapat dikatakan baik apabila memiliki nilai ROE sebesar 12%. Pada perusahaan farmasi periode tahun 2016-2021 ditemukan seluruhnya nilai ROE dibawah 12% atau bahkan ada yang bernilai negatif dan perolehan nilai rata-ratanya . sebesar 737374, hal ini juga dapat diartikan bahwa perusahaan farmasi memiliki nilai dibawah standard Bank Indonesia dan tidak mendapatkan keuntungan dari penggunaan efektivitasmodal. Disisi lain, tidak berpengaruhnya ROE mengindikasikan bahwa sebagian investor tidak mempertimbangkan laba atas ekuitas perusahaan dikarenakan investor lebih tertarik untuk mendapatkan keuntungan jangkapendeknya saja yaitu capital gain dibandingkan dengan mendapatkan JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 32 - 52 keuntungan jangka panjang yaitu dividen, sehingga dalam menanamkan modalnya investor cenderung mengikuti tren pasar dibandingkan dengan besar atau kecilnya nilai ROE. Dalam kondisi pandemi ini, bisa dikatakanbahwa perusahaan lebih Return on Equity (ROE) pada dasarnya sering digunakan para investor untuk mengetahui seberapa besar tingkat keuntungan yang akan diberikan perusahaan setelah melakukan penanaman modal. Secara teori Return on Equity (ROE) dapat berpengaruh terhadap harga saham, karena semakin tinggi nilai ROE mengindikasikasikan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dalam mengelola ekuitas sehingga akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi pemilik saham, selain itu akanmenarik minat investor untuk menanamkan modal dan mengakibatkan harga saham mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Johna T Simbolon dan Paul Eduard Sudjiman pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa variable Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun berbeda dengan penelitian MA Fakhtur Rohman pada tahun 2019 yang menyatakan bahwa variable Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Lalu adapula penelitian Andriana Kundiman dan Lukmanul Hakim pada tahun 2016 yang menunjukan bahwa variable Return on Equity (ROE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap harga saham Hipotesis untuk pengaruh Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio(DER) dan Return on Equity (ROE) (H. sebelumnya diajukan secara bersama berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Setelah perolehan hasil dari F hitung sebesar 17. 01742 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000000, maka F hitung > dibandingkan dengan nilai F tabel sebesar 2,70dan nilai probabilitas < dibandingkan dengan nilai tingkat signifikan = 5% . , sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian ini variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara bersama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, yang berarti hipotesis sebelumnya diterima atau sesuai dengan perolehan pada pengujian. Pada hasil uji masing-masing variabel. Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan untuk variabel Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, namun pada kenyataannya hasil uji simultan menjelaskan bahwa variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara bersama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Hal ini membuktikan bahwa harga saham itu dipengaruhi oleh seluruh variabelyang diteliti dalam penelitian Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fitri Rasdayanti pada tahun 2021 yang menyatakan bahwavariable Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara bersama atau simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Dini dkk. Pengaruh Likuiditas. Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Ditemukan hasil pada uji parsial untuk variabel Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasiyang terdaftar di BEI periode tahun 2016-2021. Ditemukan hasil pada uji parsial untuk variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasiyang terdaftar di BEI periode tahun 20162021. Ditemukan hasil pada uji parsial untuk variabel Return on Equity (ROE) tidakberpengaruh secara signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasi yangterdaftar di BEI periode tahun 2016-2021. Pada uji simultan, ditemukan hasil bahwa variabel Current Ratio (CR). Debtto Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) secara bersama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham perusahaan farmasi yangterdaftar di BEI periode tahun 2016-2021. Hasil uji koefisien determinasi, variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) mempengaruhi harga saham sebesar 68,3%, sisanya sebesar 35,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukan kedalam penelitian. Saran Untuk harga saham saat ini, investor sebaiknya menggunakan analisa teknikalyaitu dengan melihat atau menggunakan data harian harga saham untuk melakukan investasi di pasar modal. Bagi perusahaan disarankan untuk mengurangi penggunaan jumlah hutang terhadap pihak luar, karena besarnya hutang akan berdampak pada risiko yang akan dihadapi perusahan cenderung lebih tinggi sehingga akan menurunkan minat investor dalam melakukan penanaman modal. Bagi perusahaan disarankan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan, hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk mendorong minat investor dalam melakukan penanaman modal, sehingga akan meningkatkan harga saham. Dengan demikian, investor akan merespon secara positif dikarenakan perusahaan mempunyai kinerja keuangan yang baik dalam mengoptimalkan modalnya sehingga menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan untuk menambah atau menggunakan variabel bebas lainya untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham karena variabel Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Equity (ROE) hanya menjelaskan harga saham sebesar0,642586 atau 64,3%, sisanya sebesar 0,357414 atau 35,7% dijelaskan olehvariabel bebas lainnya yang tidak dimasukan kedalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA