KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Peran Kepemilikan Institusional Pemoderasi Size Dan Profitabilitas Terhadap Solvabilitas Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022 Narinda Lailatus Amy1. Rusdiyanto2 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gresik Email: narindalailatusamy@gmail. com , rusdiyanto@unigres. Article Info Abstract Article history: Submitted: 05 June 2024 Revised: 29 June 2024 Accepted: 20 July 2024 PurposeAi This study aims to obtain empirical evidence related to the role of institutional ownership moderating size and profitability on MethodAi This study uses a quantitative approach with the population and research samples using food and beverage sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018-2. FindingAi The first meeting results explain that the higher the size affects the decrease in The second finding explains that higher profitability has a decreasing effect on solvency. The results of the third finding explain the size and profitability variables together have an effect on solvency. The fourth finding result explains that institutional ownership is not a moderating variable for the effect of size on solvency. The fifth finding result explains that institutional ownership is not a moderating variable for the effect of profitability on solvency. ImplikasiAi The practical implications of the results of this study are to help universities, further research and companies. The theoretical implications of the results of this study can explain agency theory as a grand theory and signaling theory as a supporting theory. The implications of the research results prove that size affects solvency and profitability affects solvency. OriginalityAiThe result of research observations so far have not found the same research with the topic of the role of institusional ownership moderating size and profitability on solvency. Keywords -- Institutional Ownership. Size. Profitability. Solvency Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x PENDAHULUAN Kepemilikan institusional dapat meningkatkan pengawasan, serta menekan terjadinya perilaku oportunistik manajer sehingga mampu meningkatkan return on Dana tesebut dapat diperoleh dari dua sumber yang berbeda yaitu dari dana internal maupun dari dana eksternal. Sumber dana internal berasal dari laba di tahan yang dihasilkan pada saat menjalankan kegiatan operasional, sedangkan dana eksternal berasal dari pihak ketiga yaitu disebut dengan liabilitas. Kepemilikan institusional yang besar akan meningkatkan kinerja perusahaan, karena semakin besar saham yang dimilki institusi maka pihak institusi akan mengontrol dan memonitoring perusahaan. Pihak institusi akan membantu menekan kebijakan hutang yang akan di ajukan oleh perusahaan setelah melihat kemampuan perusahaan untuk melunasi utangnya. Kebijakan liabilitas dapat diputuskan dengan mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya dapat dilihat dari besar kecilnya ukuran perusahaan dan profitabilitasnya. Dalam hubungan ini kepemilikan institusional dapat berperan sebagai moderasi, yaitu dengan memperlemah ataupun memperkuat hubungan antara size, profitabilitas, dan Dengan perkembangan perusahaan bertumbuh menjadi bertambah besar tentunya asset dan profitabilitas otomatis juga akan mengalami kenaikan. Para pemegang saham institusi mengerti akan kejadian ini, maka telah dilakukakan pengontrolan dan monitoring pada perusahaan tersebut, pengontrolan dan monitoring bukan hanya dilakukan pada laporan keuangan saja, tetapi dilakukan juga pada sumber daya manusianya, serta sistem kerja yang di pakai, agar bisa menekan angka hutang yang terus meningkat. Hal ini sama seperti dengan kasus pada salah satu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ukuran perusahaan . skala besar dan kecilnya perusahaan yang dapat diukur dalam berbagai cara diantaranya adalah dengan mengukur pendapatan, total asset dan total ekuitas. Menurut (Setiyani & Sudarsi, 2. dan (Sari dkk. menyatakan bahwa ukuran perusahaan . berdampak positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang atau solvabilitas karena perusahaan yang memiliki ukuran yang besar akan lebih mudah untuk mendapatkan dana hutang dan memiliki kecenderungan untuk memanfaatkan hutang secara optimal. Menurut (Alysa dkk. , 2. menyatakan bahwa ukuran perusahaan . berpengaruh negative dan signifikan terhadap kebijakan hutang . di karenakan utang perusahaan akan dipengaruhi oleh ukurannya . esar kecilnya ukuran perusahaa. jika ukuran perusahaan semakin besar maka semakin besar pula modal yang akan digunakan yang mana akan menyebabkan perusahaan memiliki kecenderungan untuk menggunakan lebih banyak modalnya dan akan menjadikan hutang sebagai dana pembantu jika dana internal tidak cukup untuk mendanai kegiatan operasionalnya. penelitian yang dilakukan oleh (Al Adiat dkk. dan (Lestari & Sidik, 2. menyatakan bahwa ukuran perusahaan . tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang . karena tingkat asset yang begitu tinggi akan membuat tingkat hutang yang lebih rendah dikarenakan perusahaan yang memiliki total asset yang tinggi memiliki dana Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x internal yang melimpah. Selain itu, perusahaan besar tidak perlu melakukan hutang untuk pendanaan kegiatan operasionalnya. Penelitian (Lestari & Sidik, 2. menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan hutang . dikarenakan semakin besar profitabilitas yang didapatkan perusahaan maka semakin tinggi laba yang didapatkan, perusahaan akan menggunakan laba ditahan untuk kegiatan operasionalnya. Menurut (Maharani dkk. , 2. dan (Setiyani & Sudarsi, 2. menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negative dan signifikan terhadap kebijakan hutang . dikarenakan semakin tinggi profitabilitas yang dihasilkan perusahaan maka semakin tinggi pula keuntungan dan laba di tahan yang dihasilkan. Menurut (Alysa dkk. , 2. yang mengungkapkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang . karena perusahaan akan cenderung menggunakan dana internalnya daripada dana eksternalnya untuk meningkatkan suatu Selain itu, tinggi rendahnya suatu profitabilitas tidak dilihat oleh manajemen untuk menentukan kebijakan hutang, biasanya manajemen cenderung melihat dan mempertimbangkan biaya tetap berupa bunga dan kemungkinan risiko ketidakpastian tingkat pengembalian yang akan dilakukan. Menurut (Alysa dkk. , 2. menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kebijakan hutang, karena semakin besar saham yang dimiliki oleh investor institusional maka semakin sedikit utang yang dimiliki perusahaan, hal ini disebabkan investor institusi lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang aman dan tidak memiliki risiko besar, karena perusahaan yang memiliki utang besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya berkurang seiring dengan jumlah utang yang dimilikinya, oleh karena itu, kemungkinan perusahaan akan bangkrut juga akan meningkat. LANDASAN TEORI Agency theory Teori keagenan yang dikembangkan oleh (Jensen & Meckling, 1. menjelaskan bahwa adanya konflik kepentingan antara manajemen . dengan pihak pemegang saham . Selain itu, teori ini juga ditekankan untuk mengatasi masalah hubungan antara manajerial dengan pemegang saham (Eisenhardt & Eisenhardt, 1. Masalah pertama adalah mengenai tujuan dari para pihak investor dengan pihak manajemen. Pihak investor menginkan keuntungan pengembalian yang sebesar-besarnya dari modal yang ditanamkan, sedangkan pihak manajerial mengingkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari aktivitas kegiatannya dengan tingkat nilai pengembalian return yang rendah. Konflik keagenan yang terjadi karena adanya asimetri informasi dimana pihak manajemen sebagai pengelola perusahaan secara langsung lebih mengetahui keadaan internal perusahaan daripada pihak principal yang memiliki sedikit informasi tentang kondisi perusahaan(Maharani, dkk. , 2. Signaling Theory Signaling Theory adalah pemecahan saham yang diinformasikan kepada para investor tentang momentum dan peluang, adapun kenaikan return di masa depan yang signifikan menjanjajikan. Menurut (Spance, 1. mengatakan bahwa perusahaan sebagai entitas memiliki alasan dalam memberikan informasi yang Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x seluas-luasnya kepada pihak kreditur. Pihak kreditur tidak hanya menerima informasi mengenai laporan keuangan saja namun juga menerima informasi tambahan dari laporan keberlanjutan, sehingga pihak kreditur tidak hanya mengetahui jumlah profit suatu perusahaan. Dengan mengetahui bahwa perusahaan akan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi, maka hal ini akan memberikan dorongan dan daya tarik terhadap investor untuk melakukan investasi dan akan mendorong perusahaan dalam pemecahan saham. Jadi dengan begitu hutang akan menjadikan nilai tanda positif dalam kemajuan perusahaan (Setiyani & Sudarsi, 2. Size Semakin besar peruasahaan tentunya semakin besar harta yang dimiliki, dengan besarnya asset yang dimiliki maka kemampuan untuk membayar dan melunasi hutang jangka pendek maupun panjang semakin tinggi, maka dari itu biasanya perusahaan besar akan lebih mudah untuk mendapatkan pendanaan dari pihak eksternal karena kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan asset yang dimiliki sebagai jaminan lebih besar di bandingkan dengan perusahaan kecil. Size di bagi menjadi tiga yaitu kecil, menengah dan besar. Semakin besar peruasahaan tentunya semakin besar harta yang dimiliki, dengan besarnya asset yang dimiliki maka kemampuan untuk membayar dan melunasi hutang jangka pendek maupun panjang semakin tinggi Semakin besar perusahaan maka akan semakin besar asset yang dimilikinya (Alysa dkk. , 2. Size = Ln (Total Asse. Profitabilitas Profitabilitas juga bisa melihat indikasi kinerja perusahaan, maka semakin tinggi profitabilitas yang didapatkan perusahaan maka akan semakin baik perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi diharapkan mampu untuk melunasi hutang yang dimilikinya. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi cenderung akan menggunakan hutang yang relative kecil karena laba ditahan yang ada sudah cukup untuk memenuhi biaya yang akan di keluarkan pada saat kegiatan operasional berlansung (Fahmie, 2. Sementara perusahaan yang kurang menguntungkan mungkin akan lebih bergantung pada hutang. Solvabilitas Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang (Kasmir, 2019:. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka waktu Ini mencerminkan tingkat risiko kebangkrutan dan dapat dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan, termasuk tingkat utang. Solvabilitas yang baik dapat memberikan kepercayaan kepada pemegang saham dan kreditur. Kebijakan hutang yang optimal akan meminimalkan biaya penggunaan modal dan memaksimalkan nilai perusahaan. Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan perusahaan. Dengan adanya saham-saham yang beredar tersebut diharapkan mampu memberikan hasil keuntungan yang lebih maksimal baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Dalam hal ini sejauh mana pihak institusi mampu mengawasi manajer secara lebih efektif dengan tujuan supaya lebih efektif dalam mengelola mayoritas saham yang beredar (Alysa dkk, 2. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian kuantitatif. Data yang didapatkan bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang datanya berupa laporan keuangan tahunan data tersebut selanjutnya dianalisisis menggunakan statistic deskriptif sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Menurut ( Sugiyono, 2022:80 ) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang sesuai dengan kriteria serta kualitas peneliti yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk kemudian dipelajari dan dapat diambil Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsector food and beverage yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2022 sebanyak 9 Teknik pengambilan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga sampel akan dipilih menggunakan kriteri-kriteria yang telah Perhitungan jumlah sampel penelitian dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut : Tabel 1 Kriteria Sampel Perusahaan Kriteria Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara berturut-turut dan bisa di akses di website resmi perusahaan maupun BEI pada tahun 2018-2022 Perusahaan yang mengalami keuntungan secara secara berturut-turut selama periode Perusahaan yang memiliki total asset diatas 10 Trilliun selama periode 2018-2022 Total Total Sampel X 5 tahun Sumber : Data diolah peneliti, 2023 Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. Total KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Penelitian ini menguji kelayakan dan menggunakan uji asumsi klasik untuk dapat melakukan uji analisis regresi berganda untuk mengenali arah ikatan variabel terikat dengan variabel bebas dan moderated analysis regression digunakan untuk melihat variabel dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel terikat dengan variabel bebas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Mean Size Tabel 2 Statistik deskriptif Minimu Maksimu STD. Deviation Profitabilitas Solvabilitas Variabel Valid N . Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Berdasarkan table 2 diketahui bahwa sampel data berjumlah 45 data yang diambil dari 9 perusahaan food and baverage dengan periode 5 tahun mulai dari tahun 2018-2022 yang berarti ada 45 data sampel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3 Uji Normalitas UNSTANDARDIZES RESIDUAL KET Asymp. Sig . Normal Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Hasil uji normalitas dalam tabel 3 menunjukkan bahwa titik-titik regresi mendekati dan mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa model regresi variabel dependen, independen, dan moderasi memenuhi asumsi normalitas. Pada tabel 3 menjelaskan bahwa nilai Asymp. Sig . -Taile. 200 maka dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal. Uji Heteroskedasitas Tabel 4 Uji Heteroskedasitas Variabel Signifikan Size Profitabilitas Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Kepemilikan Institusional Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Variabel size yang diproksikan dengan LN total asset diperoleh nilai sig sebesar 275, sehingga angka tersebut memiliki ketentuan lebih besar dari 0. Maka Size tidak terjadi heteroskedastisitas. Variabel profitabilitas (X. yang diproksikan dengan ROI diperoleh nilai sig 957, sehingga angka tersebut memiliki ketentuan lebih besar dari 0. Maka profitabilitas tidak terjadi heteroskedatisitas. Variabel Kepemilikan Institusional (M) yang diproksikan menggunakna jumlah saham institsusi/jumlah saham beredar diperoleh nilai sig sebesar 0. 233, sehingga angka tersebut memiliki ketentuan lebih besar dari 0. Maka kepemilikan institusional tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Multokolonieritas Variabel Tabel 5 Uji Multikolonieritas Tolerance VIF Size Profitabilitas Kepemilikan Institusional Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Berdasarkan tabel 5 yang menjelaskan bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari variabel size yang diproksikan dengan LN total asset diperoleh hasil 1. Variabel Profitabilitas diproksikan dengan Return On Investment (ROI) dengan hasil 141, variabel kepemilikan instusional yang diproksikan menggunakna jumlah saham institsusi/jumlah saham beredar diperoleh hasil 1. Maka nilai VIF dengan ketentuan < 10 dari tiga variabel dapat memberikan informasi tidak adanya multikolonieritas. Dari hasil adanya nilai tolerance dari variabel size yang diproksikan dengan LN total asset diperoleh hasil 0. Variabel Profitabilitas diproksikan dengan Return On Investment (ROI) dengan hasil 0. 876, variabel kepemilikan instusional yang diproksikan menggunakna jumlah saham institsusi/jumlah saham beredar diperoleh hasil 0. Uji Autokorelasi Tabel 6 Uji Autokorelasi Durbin-Watson Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Berdasarkan pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi dengan kriteria dapat memberikan ketentuan nilai DU 1. 7259 lebih rendah dari nulai Durbin Watson senilai 2. dengan syarat dibawah 4-dU adalah 2. 2741 yang menunjukkan nilai Durbin-Watson berada diantara daerah dU dengan 4-dU Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x . 7259<2. 103<2. maka dapat dikatakan tidak adanya autokorelasi secara positif maupun negatif dan keputusan tidak ditolak. Uji Autokorelasi Tabel 7 Uji Autokorelasi Variabel Square Sig. Keterangan Size Terdapat Profitabilitas Terdapat Kepemilikan Institusional Terdapat Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Nilai signifikan pada variabel size yang di proksikan dengan LN total asset dengan nilai solvabilitas proksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) memiliki nilai sig sebesar 0. 044 yaitu lebih kecil dari 0. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan linear secara signifikan antara size terhadap solvabilitas. Nilai signifikan pada variabel profitabilitas yang di proksikan dengan Return On Investment (ROI) dengan nilai solvabilitas proksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) memiliki nilai sig sebesar 0. 000 yaitu lebih kecil dari 0. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan linear secara signifikan antara profitabilitas terhadap solvabilitas. Nilai signifikan pada variabel kepemilikan institusional yang di proksikan dengan jumlah saham institusi/jumlah saham beredar dengan nilai solvabilitas proksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) memiliki nilai sig sebesar 0. 033 yaitu lebih kecil dari 0. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan linear secara signifikan antara kepemilikan institusional terhadap solvabilitas. Uji Analisis Linear Berganda Tabel 8 Uji Analisis linear berganda Coefficientsa Variabel Unstandardized Coefficients Sig. (Constan. SIZE PROFITABILITAS Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda persamaan I diperoleh hasil pada tabel 8 dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = X1 X2 e Y = 2. 909 Ae 0. 051X1 - 2. 333X2 e Moderated Regression Analysis (MRA) Tabel 9 Uji MRA Coefficientsa Unstandardized Coefficients Sig. (Constan. SIZE PROFITABILITAS SIZE*KI PROFITABILITAS*KI Variabel Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Berdasarkan hasil uji moderated regression analysis (MRA) pada table 9 dapat dirumuskan persamaan sebagai berikut : Y = X1 X2 M X1M X2M e Y = -8. 299 X1 Ae 1. 191 X2 13. 279 - 0. 432X1M Ae 1. 588X2M e Uji Statistik T Tabel 10 Uji T Coefficientsa Variabel Sig. (Constan. SIZE PROFITABILITAS Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x Uji Statistik F Regression Tabel 11 Uji Statistik F Sum of Mean Squares Square Residual Total Sig. Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Uji Koefisien Determinasi Tabel 12 Uji Koefisien determinasi Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate Sumber : Data Hasil Output SPSS, diolah penulis . Hasil dari table diatas menjelaskan bahwa angka koefisiensi determinasi pada penelitian ini berkisar sejumlah 53. Dari angka tersebut dapat menjelaskan bahwa nilai 53. 3% solvabilitas (Y) dapat dijelaskan oleh size (X. yang diproksikan oleh LN total ase. Profitabilitas (X. diproksikan oleh Return On Investment (ROI),dimana sisa selebihnya 46. 7% dijelaskan oleh beberapa variabel lain diluar penelitian ini PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Size Terhadap Solvabilitas Variabel Size (X. yang diproksikan dengan Ln total asset memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0. 051 artinya setiap kenaikan 1 satuan . %) size (X. tersebut menyebabkan variabel solvabilitas (Y) mengalami penurunan sebesar 0. Hasil pengujian dari variabel size terhadap solvabilitas menunjukkan nilai signifikasi 040 < 0. 05, sedangkan hasil thitung > ttabel yakni sebesar -2. 149 > 1. yang artinya H1 diterima H0 gagal diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa size berpengaruh signifikan negative terhadap solvabilitas. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Solvabilitas Variabel profitabilitas (X. yang diproksikan dengan Return On Investment (ROI) memiliki nilai koefisien regresi sebesar -2. 333 artinya setiap kenaikan 1 satuan . %) profitabilitas (X. tersebut menyebabkan variabel solvabilitas (Y) mengalami penurunan sebesar 2. Hasil pengujian dari variabel profitabilitas terhadap solvabilitas menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0. 000 < 0. 05, sedangkan hasil thitung > ttabel yakni sebesar -6. 874 > 1. 69552, yang artinya H1 diterima H0 ditolak. Hal tersebut Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan negative terhadap Pengaruh Size dan Profitabilitas secara bersama-sama terhadap Solvabilitas Nilai signifikasi variable solvabilitas adalah 0. 000 lebih kecil dari batas signifikasi yakni 0. 05 selain itu diperoleh nilai Fhitung sebesar 19. 843 lebih besar dari Ftabel sebesar 2. 91 yang artinya variabel independen secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Peran Kepemilikan Institusional memoderasi pengaruh Size terhadap Solvabilitas Nilai koefesien regresi ineraksi kepemilikan institusional dengan size memiliki nilai sebesar -0. 432 artinya setiap kenaikan 1 satuan . %) kepemilikan institusional tersebut menyebabkan variabel solvabilitas mengalami penurunan sebesar 0. Hasil pengujian dari variabel kepemilikan institusional memoderasi pengaruh size terhadap solvabilitas menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0. 053 > 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan institusional bukan merupakan variabel moderasi pengaruh size terhadap solvabilitas. Peran Kepemilikan Institusional Memoderasi Pengaruh Profitabilitas terhadap Solvabilitas Nilai koefesien regresi ineraksi kepemilikan institusional dengan profitabilitas memiliki nilai sebesar -1. 588 artinya setiap kenaikan 1 satuan . %) kepemilikan institusional tersebut menyebabkan variabel solvabilitas mengalami penurunan sebesar 1. Hasil pengujian dari variabel kepemilikan institusional memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap solvabilitas menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0. 326 > 0. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan institusional bukan merupakan variabel moderasi pengaruh profitabilitas terhadap solvabilitas. KESIMPULAN Berdasarkan pengujian dan analisa yang dilakukan makadapat disimpulkan sebagai Size secara parsial berpengaruh negative signifikan terhadap solvabilitas. Hal ini menunjukkan jika variabel size semakin tinggi maka akan membuat penurunan solvabilitas. Profitabilitas secara parsial berpengaruh negative signifikan terhadap Hal ini menunjukkan jika variabel profitabilitas semakin tinggi maka akan membuat penurunan solvabilitas, begitupun sebaliknya jika tingkat profitabilitas rendah maka akan meningkatkan solvabilitas. Size yang diproksikan menggunakan logaritma natural total asset dan Profitabilitas yang diproksikan menggunakan return on investment (ROI) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas. Peran Kepemilikan institusional pemoderasi pengaruh size terhadap Hasil temuan pada penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa variabel kepemilikan institusional bukan merupakan variabel moderasi hubungan pengaruh size terhadap solvabilitas. Peran Kepemilikan institusional pemoderasi pengaruh profitabilitas terhadap Hasil temuan pada penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa variabel kepemilikan institusional bukan merupakan variabel moderasi hubungan pengaruh profitabilitas terhadap solvabilitas. Corresponding Author : rusdiyanto@unigres. KAPITAL EKONOMI VOL. 2 NO. 1 JULI 2024 P-ISSN : x-x E-ISSN: x-x BIBLIOGRAFI Aldi Al Adiat. Hesty Ervianni Zulaecha. Imam Hidayat, & Djenny Sasmita. Pengaruh Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Kebijakan Deviden, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen, 1. , 01Ae17. https://doi. org/10. 55606/jupiman. Alysa. Afandi. Shafira. , & Susilo. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Utang pada Perusahaan Batu Bara. Progress: Jurnal Pendidikan. Akuntansi Dan Keuangan, 6. , 91Ae104. https://doi. org/10. 47080/progress. Eisenhardt. , & Eisenhardt. Linked references are available on JSTOR for this article : Agency Theory : An Assessment and Review. Academy of Management, 14. , 57Ae74. Fahmie. Pengaruh Dividen. Struktur Aset. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 10. , 123Ae130. https://doi. org/10. 37641/jiakes. Hutang. Perusahaan. Yang. Di. Efek. , & Pada. Jurnal income volume 4 nomer 2 tahun 2023 Page 1. 4, 1Ae14. Jensen. , & Meckling. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. The Economic Nature of the Firm: A Reader. Third Edition, 283Ae303. https://doi. org/10. 1017/CBO9780511817410. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. 12th ed. Depok: PT. Rajagrafindo Persada. Lestari. , & Sidik. Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perushaan Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Subsektor Farmasi Yang Terdaftar di BEI Tahun 2015-2020. Edukasi : Ekonomi. Pendidikan Dan Akuntansi, 10(Novembe. , 105Ae114. Sari. Bone. , & Utomo. Pengaruh Profitabilitas . Arus Kas Bebas , dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Setiyani. , & Sudarsi. Analisis Pengaruh Profitabilitas. Kepemilikan Manajerial. Kebijakan Deviden . Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang. SEIKO : Journal of Management & Business, 6. , 889Ae901. https://doi. org/10. 37531/sejaman. Spence. Michael. Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics. Vol. No. (Aug. , 1. , pp. Sugiyono. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta. Wallwiener. , & Schauf. Editorial: Aktuell diskutiert. Geburtshilfe Und Frauenheilkunde, 64. , 419. https://doi. org/10. 1055/s-2004-820924 Corresponding Author : rusdiyanto@unigres.