1115 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pentingnya Keamanan Digital dan Internet Sehat di SMP Negeri 3 Bangli Anak Agung Gede Adi Mega Putra1. Helmy Syakh Alam2. Surya Adi Prayoga3. Gusti Ngurah Fajar Aditya Darma Putra4. Christian Junior Lenggu5 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Primakara. Indonesia Program Studi Sistem Informasi Akuntansi. Universitas Primakara. Indonesia E-mail: gungde@primakara. id1, helmy@primakara. id2, suryaadit832@gmail. ngurahfajar36@gmail. com4, juniorchrstian627@gmail. 1,3,4,5 Article History: Received: 01 Mei 2025 Revised: 14 Mei 2025 Accepted: 19 Mei 2025 Keywords: Keamanan digital. Intenet sehat Abstract: Pengembangan teknologi digital memiliki efek yang signifikan, termasuk peningkatan ancaman keamanan cyber. Artikel ini bertujuan untuk mencari tau pemahaman siswa SMP Negeri 3 Bangli mengenai keamanan digital dan penggunaan internet sehat melalui survei. Metode survei termasuk menyediakan tahap persiapan, tahap pelaksaan, tahap evaluasi. Hasilnya menunjukkan tingkat pemahaman terhadap pentingnya memahami apa itu phishing . %), pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat . %), pentingnya kemampuan membedakan informasi hoax . %), pentingnya berhati-hati terhadap link dari sumber yang tidak dikenal . %), dan menyadari bahaya jejak digital . %). Program ini menunjukkan pendekatan holistik dalam membentuk literasi digital dan menciptakan generasi yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital. PENDAHULUAN Dalam era digital, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia (Suari, et al, 2. Revolusi digital ini, meski membawa banyak kemudahan, juga menghadirkan tantangan yang signifikan terkait keamanan digital, kebiasaan berinternet yang sehat, dan meningkatnya prevalensi cyberbullying (Alismaiel. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah dan kompleksitas serangan cycber yang mengancam sistem komputer dan data di seluruh dunia (Susanto, et al, 2. Penggunaan internet dan perangkat digital yang semakin masif telah mempercepat laju pertukaran informasi pribadi, yang di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain meningkatkan risiko penyalahgunaan dan kebocoran data (Saputra, 2. Mempelajari keamanan digital menjadi aspek penting untuk melindungi informasi dari berbagai ancaman digital seperti pencurian data, serangan malware, dan penipuan yang dapat menyebabkan kerugian finansial signifikan, kerusakan reputasi, dan gangguan pada berbagai aspek kehidupan (Herawati, et al. , 2. Bukan hanya itu saja, seiring dengan berkembangnya teknologi dan mudahnya mengakses media sosial, tentu saja akan memicu munculnya cyberbullying (Nelfianti, et al, 2. Cyberbullying, yang didefinisikan sebagai perundungan melalui perangkat digital, telah muncul a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 sebagai masalah besar (Bhat. Chang, & Linscott, 2. Tidak seperti perundungan tradisional, cyberbullying dapat menjangkau khalayak luas dengan cepat, yang menyebabkan tekanan emosional dan psikologis yang parah bagi para korban (Wong-Lo. Bullock, & Gable, 2. Media sosial yang merupakan tempat untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri, juga dapat menjadi sarana bagi individu untuk ikut serta dalam melakukan aksi cyberbullying, karena dalam media sosial terdapat anonimitas yang dapat disalahgunakan oleh pelaku cyberbullying (Tazkiyah, et al, 2. Anonimitas yang disediakan oleh media sosial dapat mendorong pelaku untuk melakukan cyberbullying tanpa khawatir identitasnya terungkap (Ikhsan, 2. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pendidikan serta pengawasan kepada anak saat mereka mengakses media sosial. Kegiatan survei keamanan digital dan internet sehat menjadi sangat relevan bagi siswa sekolah menengah pertama yang sedang dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja. SMP Negeri 3 Bangli, sebuah sekolah di Kabupaten Bangli, menghadapi tantangan nyata dalam pendidikan teknologi di daerah pedesaan. Mayoritas siswa berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, sehingga pengembangan keterampilan keamanan digital dan akses teknologi menjadi Mengingat tantangan tersebut, program ini dirancang untuk mengetahui hasil survei mengenai pemahaman keamanan digital dan internet sehat bagi siswa SMP Negeri 3 Bangli. Program ini menggunakan pendekatan design thinking yang berpusat pada manusia sebagai metodologi pemecahan masalah yang inovatif dan praktis dengan mengutamakan kebutuhan pengguna (Binus University, 2. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat memahami berbagai elemen keamanan digital, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, meningkatkan kesadaran akan bahaya internet, serta membangun infrastruktur digital yang tangguh dan responsif terhadap kemajuan teknologi. METODE Dalam kegiatan survei ini, ada tiga metode utama, tiga metode utama yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini: . tahap persiapan, . tahap pelaksanaan, dan . tahap evaluasi. Metode ini dibuat untuk memastikan bahwa kegiatan survei dilakukan dengan efektif, tepat sasaran, berguna dan memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa SMP Negeri 3 Bangli. Tahap Persiapan Tim pengabdian menggunakan pendekatan design thinking sebagai kerangka kerja utama untuk membuat pertanyaan survei yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan siswa. Design thinking adalah metode yang dipilih karena berfokus pada pemahaman yang lebih baik tentang pengguna . ser-centere. dan memungkinkan pembuatan solusi yang inovatif dan berguna. Menurut Irfansyah . Empathize. Define. Ideate. Prototype, dan Test adalah lima fase utama dari design thinking yang cocok digunakan untuk mempermudah pendekatan kepada siswa SMP Negeri 3 Bangli. Empathize Selama periode ini, pendekatan langsung kepada siswa dilakukan untuk menemukan informasi tentang kebiasaan menggunakan Internet, pengetahuan tentang keamanan digital dan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 masalah yang mereka hadapi di dunia maya. Proses ini dilakukan oleh pengamatan lingkungan, wawancara singkat dengan para siswa dan guru, serta menyebarkan kuesioner sederhana. Tujuannya adalah untuk dapat memahami semua karakteristik, kebutuhan dan emosi siswa SMP Negeri 3 Bangli. Define Informasi yang telah dikumpulkan dari periode empathize kemudian dianalisis untuk mengembangkan permasalahan yang signifikan. Pada saat ini, tim pengabdi telah berhasil merangkum pernyataan kebutuhan siswa yang terkait dengan memahami keamanan digital dan perilaku internet yang sehat. Ideate Langkah ini adalah brainstorming internal dari kelompok. Berbagai gagasan dan solusi alternatif yang berbeda telah dikembangkan untuk memenuhi masalah yang telah dibangun atau terjadi di lingkungan sekolah. Gagasan yang muncul kemudian dievaluasi untuk memilih solusi terbaik yang dapat diimplementasikan sesuai dengan konteks sekolah. Prototype Solusi yang dipilih dikembangkan dalam aktivitas prototype, yaitu dalam bentuk pelatihan interaktif, peralatan visual . oster dan video pendidika. , serta merancang kegiatan dalam bentuk simulasi dan teka-teki. rangkuman materi ini dikompilasi, mengamati usia dan pemahaman siswa SMP Negeri 3 Bangli sehingga dapat dengan mudah diserap. Test Prototype pelatihan telah diuji dalam skala kecil terkait dengan sejumlah perwakilan Pada tahap ini, kelompok berkomentar dan umpan balik efektivitas kegiatan yang telah Komentar umpan balik digunakan untuk meningkatkan pelatihan pada langkah Tahap Pelaksaan Dalam tahap pelaksaan dilakukan pembuatan survei dan disebarkan kepada siswa sebagai peserta pelatihan, fungsinya adalah agar mendapatkan data yang dibutuhkan untuk berkegiatan pelatihan dalam bentuk interaktif. Tahap Evaluasi Pada tahap ini dipergunakan untuk memproses hasil data dari survei yang telah diisi oleh para siswa pelatihan di SMP Negeri 3 Bangli. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan survei berlangsung di SMP Negeri 3 Bangli yang berlokasi JL. Dr. Ir. Soekarno. Desa/Kelurahan Taman bali. Kecamatan Bangli. Kabupaten Bangli. Provinsi Bali. SMP Negeri 3 Bangli dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki fasilitas yang memadai serta akses yang mudah dijangkau oleh siswa pelatihan, kegiatan akan berlangsung di aula sekolah. Kegiatan ini a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 terlaksana pada Selasa, 19 November sampai dengan Sabtu, 21 Desember 2024. Pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 4 minggu dimulai sesuai jadwal yaitu 19 November 2024 pada pukul 08. 00 WITA hingga 14. 00 WITA. Tabel. 1 Rata-Rata Hasil Survei. Pernyataan Menurut Anda, seberapa penting memahami apa itu phishing dalam aktivitas online sehari-hari? Seberapa penting menurut Anda menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun digital? Menurut Anda, seberapa penting kemampuan membedakan antara informasi valid dan hoaks di internet? Seberapa penting menurut kamu untuk berhati-hati terhadap link dan file dari sumber yang tidak dikenal? Apakah Anda menyadari bahwa jejak digital yang kita tinggalkan bisa berdampak jangka panjang terhadap reputasi dan keamanan pribadi? Rata-rata Skor Pembahasan Hasil data dari kegiatan survei ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan adalah kombinasi dari design thinking, memberikan dokumen interaktif dan mensimulasikan kasuskasus aktual yang telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya keamanan digital dan internet sehat. Peningkatan pengujian yang signifikan menunjukkan bahwa siswa memiliki keprihatinan besar dan penyerapan masalah digital yang secara langsung terkait dengan kehidupan sehari -hari mereka. Hal ini berkaitan dengan hasil dari Syafuddin dan kawan kawan . bahwa pengetahuan keamanan digital dan internet sehat dapat meningkatkan pemahaman informasi bagi siswa dan mempertahankan keamanan online. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam kegiatan survei ini juga mendukung hasil studi Azrasabiy dan kawan kawan . yang menunjukkan pendidikan berdasarkan pengalaman langsung . engalaman belaja. secara efektif dalam melatih perilaku digital kaum muda yang bertanggung jawab. Berikut adalah analisis lebih lanjut dari setiap aspek yang disurvei: Berdasarkan data yang diperoleh, sebesar 87% peserta menyatakan pentingnya memahami apa itu phishing dalam aktivitas online sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa peserta memiliki kesadaran terhadap risiko serangan siber dan pentingnya mengenali modus-modus penipuan digital. Sebesar 93% peserta menyatakan pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun digital. Ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami bahwa penggunaan kata sandi yang aman merupakan salah satu langkah utama dalam menjaga keamanan akun digital mereka. Sebanyak 92% peserta menilai pentingnya kemampuan membedakan antara informasi valid dan hoaks di internet. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta memiliki kesadaran akan pentingnya literasi digital untuk menghindari penyebaran informasi Sebanyak 95% peserta menyatakan pentingnya berhati-hati terhadap tautan dan file a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 dari sumber yang tidak dikenal. Angka ini menunjukkan bahwa peserta sudah cukup teredukasi mengenai potensi bahaya yang tersebar melalui tautan mencurigakan. Sebanyak 92% peserta menyadari bahwa aktivitas online . ejak digita. yang mereka tinggalkan dapat memengaruhi reputasi dan keamanan pribadi dalam jangka panjang. Hal ini mencerminkan kesadaran mereka untuk menjaga privasi serta berperilaku bijak saat beraktivitas di dunia digital. Gambar 1. Kegiatan Survei di Aula SMP Negeri 3 Bangli KESIMPULAN Kegiatan survei mengenai pentingnya keamanan digital dan internet sehat ini, berhasil mendapatkan kriteria pemahaman terhadap siswa SMP Negeri 3 Bangli mengenai keamanan digital dan penggunaan internet sehat melalui pendekatan yang meliputi mengisian survei Hasil dari kegiatan berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya keamanan digital dan internet sehat. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan holistik dalam literasi digital sangat efektif untuk membentuk generasi yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital. Secara teoritis, program ini memperkuat pentingnya integrasi nilai-nilai moral, sosial, dan budaya dalam pendidikan literasi digital. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan orang tua menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 DAFTAR REFERENSI Alismaiel. Digital media used in education: the influence on cyberbullying behaviors among youth students. International journal of environmental research and public health, 20. , 1370. Azrasabiy. Gery. , & Elnawati. Peningkatan Karakter Siswa melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif dengan Metode Bermain Peran di MI Muhammadiyah Lebaksiuh 1 Sukabumi. SEMNASFIP. Bhat. Cyber bullying: Overview and strategies for school counsellors, guidance officers, and all school personnel. Australian Journal of Guidance and Counselling, 18. Bhat. Chang. , & Linscott. Addressing cyberbullying as a media literacy New Horizons in Education, 58. , 34-43. Binus University. March . Design thinking: Pengertian, tahapan, dan contoh Binus University. Retrieved https://sis. id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contohpenerapannya/ Herawati. Mustofa. Sari. Mirsa. Widiyan. , & Astuti. Edukasi digital safety dalam meningkatkan kecakapan bermedia digital siswa. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3. , 47-54. Herfandi. Yuliadi. Zaen. Hamdani. , & Safira. Penerapan Metode Design Thinking Dalam Pengembangan UI dan UX. Building of Informatics. Technology and Science (BITS), 4. , 337-344. Ikhsan. Tantangan Cyberbullying di Kalangan Remaja Analisis di Era Teknologi Modem: Jurnal Informatika dan Sains Teknologi. , 2. , 222-228. Irfansyah. December . 5 tahap design thinking yang perlu kamu pahami. Eduparx. https://eduparx. id/blog/insight/5-tahap-design-thinking/ Nelfianti. Martiwi. Rahman. , & Kurniawan. Pelatihan Internet Sehat Dan Aman Untuk Remaja. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 115-122. Saputra. Literasi digital untuk perlindungan data pribadi. Jurnal Ilmu Kepolisian, 17. Sidyawati. Aviccienna. , & Mahayasa. Literasi Keamanan Digital Untuk Meningkatkan Etika Berinternet Yang Aman Bagi Warga Desa Donowarih. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 696-701. Suari. , & Sarjana. Menjaga privasi di era digital: Perlindungan data pribadi di Indonesia. Jurnal Analisis Hukum, 6. , 132-142. Syafuddin. Peningkatan literasi keamanan digital dan perlindungan data pribadi bagi siswa di SMPN 154 Jakarta. Eastasouth Journal of Impactive Community Services, 1. Tazkiyah. Fadillah. Kusuma. Siswantoro. , & Cahyono. Peran anonimitas terhadap cyberbullying pada media sosial. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi (Vol. No. 1, pp. Wong-Lo. Bullock. , & Gable. Cyber bullying: Practices to face digital Emotional and Behavioural Difficulties, 16. , 317-325. ISSN : 2828-5700 .