JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN DAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN MEDIA KARTU ANGKA PADA KELOMPOK B DI TK PERTIWI I KOTA JAMBI Tahun Pelajaran 2016/2017 SUCIATI Taman Kanak-Kanak Pertiwi I kota Jambi Email: suciaticici1231@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang upaya meningkatkan kemampuan mengenal angka melalui media kartu angka. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 17 anak. Hasil analisa data bahwa: . perencanaan pembelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran, . langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, . peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada anak usia dini dengan menggunakan media kartu angka di TK Pertiwi I Kota Jambi yaitu anak mengenal angka 1-10 mencapai 93%. Kata kunci : Kemampuan. Media. Kartu Angka PENDAHULUAN Latar Belakang Taman Kanak-kanak adalah merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki banku pendidikan Sekolah Dasar, lembaga ini dianggap penting karena bagi anak usia ini merupakan Golden Age (Usia Ema. yang di dalamnya terdapat masa peka yang harus betul-betul dimaksimalkan. Masa peka adalah suatu masa yang metuntut perkembangan anak dikembangkan secara Penelitian para pakar menunjukan bahwa 80 % perkembangan mental, kecerdasan anak berlangsung pada masa ini. Anak usia dini ini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak. Salah satu tugas pokok institusi pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini seperti Taman Kanak-kanak adalah meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, dengan suasana dan lingkungan yang menyenangkan serta dengan melakukan penyempurnaan program, kegiatan belajar mengajar atau kurikulum TK beserta perangkatnya. Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan diman anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang meberikan kesempatan padanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diprolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan Perlunya pengembangan pembelajaran yang maksimal di dalam legiatan ini, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran guru harus mempersiapkan diri yang salahsatunya adalah menyusun model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan fisik dan spikologis anak TK serta sarana dan prasarana pendidikan. Salah satu bidang pengembangan yang diajarkan di Taman Kank-kanak adalah bidang pengembangan kognitif, guru diharapkan mengacu pada pedoman pembelajaaran ini, kemampuan kognitif dipersiapkan guru untuk meningkatkan kemmpuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik PAUD adalah mampu mengikuti pendidikan selanjutnya dengan kesiapan yang optimal sesuai dengan tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Kemampuan dasar yang dikembangkan di PAUD meliputi kemampuan bahasa, fisik/motorik, seni dan VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI Pengembangan SUCIATI meningkatkan kemampuan berpikir anak. Pada kemampuan kognitif tersebut, anak diharapkan dapat mengenal konsep sains dan matematika sederhana. Kegiatan pembelajaran matematika pada anak diorganisir secara terpadu melalui tema-tema pembelajaran yang paling dekat dengan konteks kehidupan anak dan pengalaman-pengalaman riil. Guru dapat menggunakan media permainan dalam pembelajaran yang memungkinkan anak bekerja dan belajar secara individual, kelompok dan juga klasikal. Penggunaan media pada kegiatan pembelajaran matematika anak usia dini, khususnya dalam pengenalan konsep bilangan bertujuan mengembangkan pemahaman anak terhadap bilangan dan operasi bilangan dengan benda-benda kongkrit sebagai pondasi yang kokoh pada anak untuk mengembangkan kemampuan matematika pada tahap selanjutnya. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan penulis di lapangan ditemukan adanya permasalahan dalam kegiatan pengembangan di kelas yaitu rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Pertiwi I Kota Jambi pada Kelompok B. Pada saat proses pembelajaran peneliti melihat peran guru masih menekankan pengajaran yang berpusat pada guru . eacher centere. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peran guru yang terlalu menguasai kelas. Guru dengan spontan memberikan tugas kepada anak tanpa memberikan pilihan kegiatan kepada anak. Kondisi ini ditengarai penyebabnya adalah dalam proses pembelajaran guru kurang memanfaatkan media pembelajaran dan permainan yang tepat yang dapat menumbuhkan motivasi belajar anak. Selain kurangnya media pembelajaran dan permainan yang tepat, hal ini lebih disebabkan oleh minimnya ruangan kelas yang dimiliki oleh TK Pertiwi I Kota Jambi. Sehingga guru merasa kesulitan mencari tempat jika menambahkan media dan sumber belajar terlalu banyak. Permasalahan lain yang terjadi di TK Pertiwi I Kota Jambi adalah metode yang digunakan oleh guru masih menggunakan metode drill dan praktek-praktek paper-pencil test. Pada pengembangan kognitif khususnya pada pengenalan konsep bilangan, guru memberikan perintah kepada anak agar mengambil majalah dan pensil masing-masing. Selanjutnya guru memberikan contoh kepada anak VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI untuk menghitung jumlah benda yang terdapat pada majalah dan mengisinya dengan angka yang sesuai dengan jumlah benda tersebut pada kolom yang telah Setelah anak mengerti, guru menyuruh anak untuk mengerjakannya Hal ini merupakan salah satu penyebab rendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di TK Pertiwi I Kota Jambi . Sebagai indikator rendahnya kemampuan anak di TK tersebut, dapat dilihat bahwa dari 15 siswa kelompok B yang sudah mengenal bilangan hanya 8 siswa . %), dan sisanya sebanyak 7 siswa . %) belum mengenal angka. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di TK Pertiwi I Kota Jambi, penulis tertarik untuk meneliti secara langsung pemanfaatan media kartu angka sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak PAUD dan dapat memperbaiki kondisi pembelajaran yang terjadi di TK Pertiwi I Kota Jambi. Media ini dianggap mampu memecahkan masalah diatas karena dalam proses pembelajaran, alat bantu atau media tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Penggunaan media pembelajaran selain dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar, media pembelajaran juga memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Kemungkinan-kemungkinan mrmbantu ketuntasan anak dalam belajar dengan memberikan pengenalan pengembangan berhitung permulaan melalui permainan dengan media kartu Dari identifikasi masalah tersebut penulis dapat menganalisa permasalahnpermasalahan dalam proses pengembangan kemampuan berhitung permulaan bagi anak usia dini khususnya Taman Kanak-kanak Kelompok B. Guru tidak menjelaskan tentang tugas yang harus diselesaikan sehingga anak tidak mengerti apa yang akan dilakukan VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Guru kurang jelas dan tidak memberikan contoh Guru kurang memberi motivasi kepada anak secara klasikal maupun kelompok pada saat sebelum maupun selama kegiatan berlangsung Guru tidak membuat alat peraga yang memungkinkan anak dapat mengembangkan kemampuannya dalam kegiatan berhitung awal Guru tidak memulai dari tahapan awal pengenalan angka kepada anak Guru belum mengetahui karakter dan kemampuan anak. Masalah tersebut diatas dapat ditanggulangi dan diatasi dengan memberikan berbagai contoh serta latihan-latihan yang membuat anak mampu mengembangkan kemampuannya melalui permainan-permainan. Selanjut untuk meneliti masalah di atas. Penulis menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan judul Au Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan dan Berhitung Permulaan Siswa Kelompok B Melalui Permainan Media Kartu Angka di TK Pertiwi I Ay. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah:Apakah melalui kegiatan permainan media kartu angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal Lambang Bilangan dan Berhitung Permulaan pada Anak Kelompok B di TK Pertiwi I? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah kemampuan mengenal angka siswa kelompok B dapat meningkatkan Melalui Media Kartu Angka di TK Pertiwi I Kota Jambi Tahun Pelajaran 2016/2017. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi anak ataupun guru, dalam meningkatkan serta memperbaiki proses pembelajaran berhitung, selain itu juga diharapkan bagi peneliti lain dapat mengembangkan penggunaan media atau pendekatan lain guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI LANDASAN TEORI Media Kartu Angka Kata media berasal dari bahasa Latin AuMediusAy yang berarti tengah, perantara, dan pengantar, dalam bahasa Arab, media diartikan ssebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Menurut Djamarah . , media adalah alat bantu apa saja yang dapatg dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai suatu tujuan pembelajaran. Menurut Purnawati dan Eldarni . , media merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan suatu informasi sehingga dapat merangsang fikiran, persaan, perhatian, dan minat anak sehingga terjadi proses belajar. Istilah media dalam bidang pembelajaran disebut juga media pembelajaran, alat bantu atau media tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang anak untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Jenis-jenis Media Berdasarkan pengertian media yang disebutkan oleh beberapa pakar, secara umum media itu banyak, ada media elektronik, media gambar dan lain Media yang dibahas pada penelitian ini merupakan jenis media yang secara khusus digunakan pada pendidikan anak usia dini. Jenis-jenis media yang digunakan dalam meningkatkan pengetahuan untuk anak usia dini diantaranya . Media Serutan Kayu . Media gambar . Media kartu angka (Nurani, 2. Manfaat Media Menurut pendapat yang dikemukakan (Tim PKP PG PAUD. tentang manfaat media pengajaran dalam proses belajar anak, sebagai berikut: Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih Metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Pengertian Kartu Angka Kartu angka atau alat peraga kartu adalah alat-alat atau perlengkapan yang digunakan oleh seorang guru dalam mengajar yang berupa kartu dengan bertuliskan angka sesuai dengan tema yang diajarkan. Alat peraga kartu adalah alat bantu bagi anak untuk mengingat pelajaran. Alat peraga kartu huruf dapat menimbulkan kesan di hati sehingga anak-anak tidak mudah melupakannya. Sejalan dengan ingatan anak akan alat peraga itu, ia juga diingatkan dengan pelajaran yang disampaikan guru. Semakin kecil anak, ia semakin perlu visualisasi/konkret . erlu lebih banyak alat perag. yang dapat disentuh, dilihat, dirasakan, dan didengarnya (Nurani, 2. Alat peraga kartu adalah alat untuk menjelaskan yang sangat efektif, misalnya: Untuk menjelaskan usia, ciri khas, karekter atau sifat dari seorang Dengan alat peraga, gambar lebih jelas daripada dijelaskan dengan katakata saja. Sehingga anak dapat menghayati karakter tokoh yang diceritakan. Untuk menjelaskan situasi sebuah tempat, misal keadaan sebuah kota, bangunan, dan sebagainya, dengan gambar akan lebih jelas daripada diceritakan secara lisan saja (Nurani, 2. Langkah-Langkah Penerapan Kartu Angka Dalam Pembelajaran. Menurut Tadkirotun . kartu angka merupakan fasilitas penting dalam pembelajaran di sekolah karena bermanfaat untuk meningkatkan perhatian Dengan alat peraga kartu, anak diajak secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan guru. Satu hal yang harus diingat, walaupun fasilitas alat peraga kartu VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI yang dimiliki sekolah sangat minim, tetapi bila penggunaan alat peraga diikuti dengan metode anak aktif, maka efektifitas pengajaran akan semakin baik. METODE PENELITIAN Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B TK Pertiwi I Kota Jambi yang dilaksanakn pada bulan November sampai Desember 2016/2017. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah Anak Usia Dini Kelompok B TK Pertiwi I Kota Jambi Tahun Pelajaran 2016/2017. Dan objek penelitiannya adalah mengenal angka dengan media kartu angka. Rencana Tindakan Penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 siklus yang tiap siklus terdapat beberapa tahap atau langkah. Adapun tahap-tahap atau langkah tersebut yaitu: Tahap perencanaan Tahap pelaksanaan tindakan Tahap pengamtan dan interpretasi Tahap analisis dan refleksi Cara Pengumpulan Data Observasi Observasi adalah salah satu tehnik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan informasi dengan cara mengamati perilaku anak dalam situasi Tehnik ini sangat cocok digunakan untuk menilai atau mengukur kadar perilaku, baik kognitif, apektif, maupun psikomotorik. Dokumentasi Dokumentasi adalah salah satu tehnik pengumpulan data atau bukti-bukti penjelasan yang lebih luas mengenai fokus penelitian. Dokumen digunakan dengan tujuan mencari data yang berasal dari wawancara dan catatan yang ada hubungannya dengan objek penelitian sebagai sumber data. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Tekhnik Analisa Data Berapapun banyak data yang terkumpul, tidak akan bermakna sebelum data tersebut dianalisa dan diolah. Dengan terkumpulnay data maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik Deskriptif Kompratif dan Analisis Kritis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DESKRIPSI PER SIKLUS Siklus I . Tahap Perencanaan Sebelum melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh peneliti, diantaranya adalah sebagai berikut: Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) Membuat Skenario Menyiapkan alat peraga berupa: kartu angka, gambar bunga matahari beragam jumlah daun dan lambang bilangan 1 Ae 10. Menyiapkan Papan Flanel . Pelaksanaan Tindakan Kegiatan Pengembangan I (Pembukaa. BerdoAoa sebelum belajar Judul kegiatan menyanyi bersama lagu Au1, 2, 3. Au Penataan ruang diubah sehingga terdapat area kosong untuk membentuk Tahap Pengamatan/Observasi Hasil observasi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan oleh peneliti antara lain: VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Kegiatan guru Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ada hal yang masih kurang dalam penyampaian materi yang disampaikan oleh guru sehingga proses pembelajaran kurang maksimal, diantaranya: Pada kegiatan pengembangan 1 . Guru menyanyikan lagu dengan cepat sehingga murid-murid banyak yang tidak mampu mengikuti dengan baik. Guru tidak menyanyikan lagu baris demi baris sehingga murid-murid kesulitan dalam menghafal lagu yang disampaikan. Dalam menyanyikan lagu, guru tidak membagi kelompok bernyanyi pada anak sehingga lagu yang dinyanyikan anak tidak serempak. Tahap Refleksi Dari kajian dan pengamatan yang sudah dilakukan oleh peneliti bahwa ada kekurangan dalam kegiatan pembelajaran sehingga perlu dilakukan perbaikan diantaranya yaitu: Pada kegiatan pengembangan I . Guru sebaiknya menyanyikan lagu dengan santai Guru seharusnya menyanyikan lagu baris demi bari agar murid mudah dalam mengikuti dan menghafal lagu Sebaiknya guru harus membagikan kelompok anak dalam bernyanyi sehingga mudah dilakukan evaluasi dan lagu yang dinyanyikan bisa terdengar serempak. Siklus II . Tahap Perencanaan Sebelum melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh peneliti, diantaranya adalah sebagai berikut: Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) Membuat Skenario Menyiapkan alat peraga berupa: Kartu Angka. Gambar bunga matahari beragam jumlah daun. Lambang bilangan 1 Ae 10 VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Menyiapkan Papan Flanel . Pelaksanaan Tindakan Kegiatan Pengembangan I (Pembukaa. BerdoAoa sebelum belajar Judul kegiatan menyanyi bersama lagu Au1, 2, 3. Au Penataan ruang diubah sehingga terdapat area kosong untuk membentuk Langkah Ae langkah perbaikan: Guru menyanyikan baris demi baris Guru meminta anak mengikuti lagu 1, 2, 3 didahului oleh guru. Guru menyanyikan lagu secara utuh Guru meminta anak menyanyi secara berkelompok Kegiatan pengembangan II . Judul kegiatan : mencocokkan jumlah daun bunga matahari dengan lambang bilangan 1 Ae 10 Penataan ruangan diubah sehingga terdapat area kosong dengan karpet/tikar Pengorganisasian anak : anak-anak berdiri dilantai dengan formasi setengah lingkaran, posisi duduk guru lebih tinggi daripada murid-murid Langkah-langkah perbaikan: Guru menyiapkan aneka gambar bunga matahari dan kartu gambar sesuai dengan jumlah murid. Guru mengenalkan pada murid bentuk asli bunga matahari Guru menjelaskan aturan Ae aturan dan cara menggunakan kartu angka Guru menyebutkan nama permainan Guru memulai permainan mencocokkan jumlah daun bunga matahari dengan lambang bilangan 1- 10 menggunakan kartu angka Kegiatan pengembangan i ( penutu. Judul kegiatan : meniru lambaian bunga matahari tertiup angin 10 kali Posisi kursi dan meja anak diatur seperti biasa Pengorganisasian : anak-anak berdiri di samping meja masing-masing BerdoAoa setelah belajar/sebelum pulang VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Salam . Tahap Pengamatan/Observasi Hasil observasi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan oleh peneliti antara lain: Kegiatan guru Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa proses pembelajaran sudah maksimal karena: Guru sudah menyanyikan lagu dengan santai sehingga murid-murid sudah banyak yang mampu mengikuti dengan baik. Guru sudah menyanyikan lagu baris demi baris sehingga murid bisa mengikuti dan menghafal Guru sudah membentuk kelompok bernyanyi pada anak Guru sudah menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sesuai dengan jumlah murid yang ada Guru sudah memperkenalkan bentuk tanaman bunga matahari yang Guru sudah menyuruh murid untuk berdiri dalam meniru gerakan bunga matahari tertiup angin Guru sudah meminta murid untuk menceritakan kembali apa yang sudah Aktivitas murid Dari hasil pengamatan tentang kegiatan murid sudah terjadi peningkatan - Pada kegiatan pembukaan murid-murid sudah banyak yang mengikuti dan - Pada kegiatan inti anak-anak tidak saling berebut alat lagi karena masingmasing sudah memiliki media sendiri. - Pada kegiatan penutup anak-anak sudah bisa melakukan permainan kartu angka dan sudah mampu untuk menceritakan apa yang sudah pernah Prestasi siswa VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI Hasil pengamatan yang sudah dilaksanakan oleh peneliti tentang prestasi siswa dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Dari data yang tertera pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa setelah dilakukan perbaikan dengan siklus dua terdapat peningkatan pengetahuan mengenal angka pada anak yaitu: anak yang sudah mengenal angka atau sudah berkembang ada 25 anak . %) dan 2 anak . %) yang mulai berkembang yang pada awalnya tidak mengenal angka, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak perlu dilakukan perbaikan lagi dengan siklus berikutnya karena sudah mencapai kriteria keberhasilan yaitu di atas 85%. Tahap refleksi Dari kajian dan pengamatan yang sudah dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan pembelajaran siklus 2, terjadi peningkatan pembelajaran pada guru umumnya dan khusus pada siswa mengalami peningkatan dan memberikan hasil yang cukup memuaskan, hal ini dapat dilihat dari persentase peningkatan kemampuan anak yaitu dari 78%, meningkat menjadi 93% anak yang sudah mengenal angka dan hanya 7% anak yang sedang berkembang . ulai mengena. Jadi, dapat dijelaskan bahwa menggunakan media kartu angka dalam proses pembelajaran yang dilakukan di TK Pertiwi I Kota Jambi dapat meningkatkan kemampuan anak usia dini khususnya dalam meningkatkan kemampuan mengenal Pembahasan Perencanaan pembelajaran menggunakan media kartu angka bergambar dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka/bilangan pada anak usia dini di TK Pertiwi I Kota Jambi seperti : menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, pengelolaan dan pengorganisasian anak, mengembangkan materi media . lat perag. pembelajaran, merencanakan skenario kegiatan, merencanakan mengembangkan dan meningkatkan tingkat kecerdasan anak. Perencanaan yang dilakukan oleh guru dapat membantu pelaksanaan pembelajaran dan tindakan VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI kelas, sehingga pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan sistematika Selain itu perencanaan yang dilakukan dapat dikategorikan AubaikAy karena sesuai dengan teori. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan kartu angka bergambar dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka/bilangan pada anak usia dini di TK Pertiwi I Kota Jambi sangat menunjang kegiatan pembelajaran. Pengelolaan interaksi kelas, pemberian penilaian proses dan hasil belajar anak. Peningkatan kemampuan mengenal angka dengan mengunakan media kartu angka pada anak usia dini di TK Pertiwi I Kota Jambi setelah dilaksanakan pembelajaran yaitu dari 17 anak yang ada di TK Pertiwi I 13 anak sudah mengenal angka/bilangan atau 93% dan hanya 2 anak yang mulai berkembang atau mengenal angka/bilangan sebanyak 7%. Tabel 2. Hasil Pengamatan Penilaian siklus 2 (Prestasi sisw. Nama Hasil Penilaian BSB BSH AKBAR ADELIA ASHILLA ADIKA ALYA ADRIANO AMEERA ZAKWAN DODI LASKAR RAJA RIZKY ASYIFA ABID Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI NABILA ZILMA FURQON Klasifikasi Skala Penilaian Penilaian Kriteria 76 - 100 BSB = Berkembang Sangat Baik 56 Ae 75 BSH = Berkembang Sesuai Harapan 40 Ae 55 MB = Mulai Berkembang Kurang 40 BB = Belum Berkembang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan Penggunan media kartu angka yang diterapkan di TK Pertiwi I Kota Jambi dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka serta memberikan hasil yang sangat baik bagi perkembangan kemampuan anak. Metode serta prilaku guru dalam menyampaikan materi merupakan kunci efektifnya proses belajar mengajar di TK Pertiwi I Kota Jambi Saran Untuk melaksanakan pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan mengenal anak dan konsep bilangan hendaknya: Guru dapat menggunakan media kartu angka yang bergambar unik dan sesuai dengan kesenangan anak Guru dapat menggunakan pencampuran metode seperti metode pendekatan emosional dengan anak agar penyampian materi dapat berjalan dengan baik Guru dapat meningkatkan latihan dan bimbingan bagi anak yang belum paham dan belum mengenal angka VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SUCIATI DAFTAR PUSTAKA