Jurnal POAC Fakultas Ekonmi dan Bisnis e-ISSN: x-x ========================================================================== PENGARUH SPRITUALITAS. PROFESIONALITAS DAN INTELEKTUALITAS TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN UIN SULTAN AJI MUHAMMAD IDRIS SAMARINDA Rizky Johansyah 1. Suyanto 2. Eko Ravi Pratama 3 Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda riskyjohansyah@gmail. Abstract Rizky Johansyah. The Influence of Spirituality. Intellectuality, and Professionalism on the Productivity of Civil Servant and Non-PNS Education Personnel at Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University Samarinda. With Supervisor I Mr. Dr. Sutanto. SE. Si and Supervisor II. Mr. Eko Ravi Pratama. SE. MM The aim of this research is to determine the influence of spirituality, professionalism and intellectuality on the productivity of educational staff (PNS and non-PNS staf. at UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. The method used in this research is quantitative with data collection using spirituality, professionalism, intellectuality and professionalism questionnaires. The data analysis used multiple regression analysis with the help of the SPSS version 26 program. The research results show, namely: . there is an influence between spirituality and productivity in civil servant and non-civil servant educational staff at UINSI Samarinda with a significant value of 04 which is smaller than 0. As for t-count. > t-table. which means that H0 is rejected, and H1 is accepted. the professionalism of educational staff has an influence on productivity of 0. As for the t-valuecountof 2. 396 which means it is greater than t-table, namely This means that the professionalism of the education staff at UINSI Samarinda influences . Intellectuality is significant with a value of 0. 360 > 0. Based on calculations, tcount . < t-table . which means that there is no influence between intelligence and So, the third hypothesis is rejected, while H0 is accepted. There is an influence between spirituality, intellectuality and professionalism together in a positive direction and has a significance of 0. 018 <0. 05 on the productivity of educational staff (PNS and non-PNS staf. Based on F calculations. F-countamounting to 3,514 > from F-tableamounting to 2,730, which means that spirituality, intellectuality and professionalism together influence productivity. This refers to H4 being accepted and H0 being rejected. Keywords: Spirituality, professionalism, intellectuality, productivity Abstrak Rizky Johansyah. Pengaruh antara Spiritualitas. Intelektualitas, dan Profesionalitas terhadap Produktivitas Tenaga Kependidikan PNS dan Non PNS di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Dengan Dosen Pembimbing I Bapak Dr. Sutanto. SE. Si Dan Dosen Pembimbing II. Bapak Eko Ravi Pratama. SE. MM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh spiritualitas, profesionalitas, dan intelektualitas terhadap produktivitas tenaga kependidikan . egawai staf PNS dan bukan PNS) pada UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan angket spiritualitas, profesionalitas, intelektualitas, dan profesionalitas. Adapun analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Adapun hasil penelitian menunjukkan, yakni: . adanya pengaruh antara spiritualitas dengan produktivitas pada tenaga kependidikan PNS dan Non PNS di UINSI Samarinda dengan nilai signifikan 0,04 yang lebih kecil dibandingkan dengan 0,05. Adapun t-hitung . > t-tabel . yang berarti bahwa H0 ditolak, dan H1 diterima. profesionalitas tenaga kependidikan memiliki pengaruh pada produktivitas sebesar 0,017. Adapun nilai t-hitung sebesar 2,396 yang artinya lebih besar dari t-tabel, yakni 1,993. Hal ini berarti bahwa profesionalitas tenaga kependidikan di UINSI Samarinda berpengaruh pada produktivitas. Adapun intelektualitas memiliki signifikan dengan nilai 0,360 > 0,05. Berdasarkan perhitungan, t-hitung . < t-tabel . yang berarti bahwa tidak ada pengaruh antara intelektualitas dan produktivitas. Sehingga, pada hipotesis yang ketiga ditolak, sedangkan H0 diterima. Adanya pengaruh antara spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas secara bersama-sama ke arah positif dan memiliki signifikansi sebesar 0,018 < 0,05 pada produktivitas tenaga kependidikan (Staff PNS dan Non PNS). Berdasarkan perhitungan F didapatkan F-hitung sebesar 3,514 > dari F-tabel sebesar 2,730 yang artinya bahwa spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas secara bersama-sama mempengaruhi produktivitas. Hal ini merujuk bahwa H4 diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci: Spiritualitas, profesionalitas, intelektualitas, produktivitas PENDAHULUAN UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang dulunya bernama IAIN Samarinda berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2021 tanggal 11 Mei 2021 merupakan Perguruan Tinggi Negeri Islam di Kalimantan Timur memberikan konsekuensi dalam berkomitmen. AuSpiritualitas. Intelektualitas, dan ProfesionalitasAy menjadi motto untuk mengembangkan karakter dalam institusi Pendidikan. Adanya motto tersebut memberikan tolak ukur dalam pengelolaan lembaga. Pengukuran pengelolaan lembaga hendaknya diukur secara periodik untuk mengetahui sejauh mana tingkat produktivitas dari suatu lembaga. Pengukuran tersebut pula berkontribusi pada program tindak lanjut sebagai rekomendasi hasil evaluasi proses dan evaluasi hasil. Hal ini pula berkaitan dengan proses penjagaan kualitas sebagai awal peralihan status lembaga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan informasi dan gambaran bahwa secara umum belum tersedianya instrumen yang terintegrasi dalam mengukur produktivitas pegawai di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Pengukuran hanya terfokus pada penilaian sasaran kinerja dan prestasi pegawai yang disusun berdasarkan laporan sasaran kerja pegawai (SKP) bagi pegawai PNS. Sedangkan bagi pegawai bukan PNS penilaiannya dilakukan setiap satu tahun sekali. Analisis hasil laporan sasaran kerja pegawai bagi pegawai PNS dan penilaian terjadwal bagi pegawai bukan PNS didapatkan gambaran bahwa produktivitas pada pegawai PNS di indikator pengembangan diri memiliki kategori cukup dengan presentase 40%. Sedangkan pada pegawai bukan PNS menunjukkan mutu atau kualitas kerja yang cukup dengan 63% (Bagian Kepegawaian, 2. Berdasarkan hasil analisis tersebut memberikan gambaran bahwa ada permasalahan yang berkaitan dengan tingkat produktivitas baik pegawai PNS dan Bukan PNS pada indikator tertentu. Adanya permasalahan mengenai produktivitas pegawai memberikan asumsi mengenai berbagai macam faktor yang mempengaruhi seperti tingkat spiritualitas, intelektualitas dan profesionalitas sebagai dasar pijakan dalam mewujudkan motto lembaga. Keterhubungan spiritualitas pegawai terhadap produktivitas berdasarkan dengan adanya pembaharuan teori Total Quality Management (TQM) yang menambahkan aspek spiritualitas sebagai kebutuhan tertinggi manusia dengan mengusung pada pembaharuan teori Maslow yakni Transendensi diri (Self-transcendenc. berkaitan dengan nilai-nilai spiritual (Jaccard. Gaspersz, 2. Spiritualitas dipercaya sebagai basis/fondasi/akar-akar dan empat kecerdasan lain sebagai cabang-cabang, yaitu: kecerdasan intelektual, emosional, fisikal, dan Spiritualitas merupakan pendekatan yang holistik dimana antara pikiran, tubuh, dan jiwa saling terintegrasi dengan cara yang terarah sesuai dengan tujuan menjalani hidup yang lebih utuh (Myers, et al, 2. Spiritualitas pula mengacu pada sebuah keyakinan yang meliputi perkara batin sehingga dapat mempengaruhi perilaku maupun tindakan seseorang (Ghozali. Sedangkan intelektualitas merujuk pada suatu kondisi psikologis yang kompleks yang direfleksikan dengan cara berfikir dan pengambilan keputusan dalam bersikap. Intelektualitas yang dimaksud dalam proses keseharian pegawai mencakup pada pengambilan keputusan atas permasalahan yang dihadapi seperti inovasi dalam penyelenggaraan dukungan proses pembelajaran guna peningkatan produktivitas. Adapun profesionalitas mengacu pada suatu kecakapan, keahlian dan kedisiplinan terhadap pekerjaan maupun jenis pekerjaannya/profesinya (Anoraga, 2. Sehingga, berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengungkapkan Aubagaimana pengaruh spiritualitas, profesionalitas, dan intelektualitas terhadap produktivitas tenaga kependidikan . egawai staff PNS dan bukan PNS) pada UIN Sultan Aji Muhammad Idris SamarindaAy. LANDASAN TEORI Definisi Sumber Daya Manusia Individu adalah bagian penting dari suatu organisasi yang menginginkannya untuk dapat bergerak dan terlibat dalam aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kualitas individu yang ada di dalamnya. Nawawi . 3: . membagi konsep SDM menjadi dua bagian, yaitu pengertian makro dan AuPengertian sumber daya manusia secara makro mencakup semua orang yang bertempat tinggal atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu, yang telah mencapai usia kerja, dan mereka yang telah atau belum memperoleh pekerjaan . Pengertian SDM dalam arti mikro sederhana adalah seseorang atau beberapa orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut staf, pegawai, pegawai, buruh, tenaga kerja dan lain-lain. Ay Menurut Rivai . 4: . Sumber Daya Manusia adalah Auseseorang yang siap dan siap mampu mendorong tercapainya tujuan organisasi. Selain itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur input yang bersama dengan unsur lain seperti modal, material, mesin dan metode/teknologi, diubah menjadi keluaran berupa barang atau jasa dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan bisnis. Ay Definisi Spiritualitas Istilah spiritualitas sering kali dipandang sebagai konteks yang berkaitan dengan agama, keyakinan tertentu, aturan moral, atau tradisi tertentu. Definisi secara rinci diperlukan sebagai batasan dan benang merah istilah spiritualitas. Secara terminologis, spiritualitas berdasarkan kata spiritus yang berarti nafas dari suatu kehidupan, dan sebagai bentuk kekuatan untuk memberikan energi dan penghidupan. Spirit pula merupakan usaha dalam mengeksistensikan keunikan dan individualitas. Sehingga, spiritualitas merujuk pada pengalaman batin Aman . 3: . menyatakan bahwa spiritualitas sebagai AuEkspresi hidup yang dipandang lebih tinggi, lebih kompleks, atau lebih integral dalam cara pandang seseorang terhadap kehidupan, serta yang terus menerus memiliki arah dan tujuan untuk meningkatkan kebijaksanaan dan kemauan Pertumbuhan kekuatan batin yang dapat mengubah hubungan seseorang dengan Tuhan, jiwa, alam semesta, atau apa pun dengan mengatasi ego atau harga diri adalah komponen spiritualitas vertikal. Peningkatan realitas fisik melalui perubahan internal adalah tanda munculnya spiritualitas seseorang secara horizontal, yang merupakan keinginan untuk melayani orang lain dan negara. Ay Paradigma spiritual mengakui bahwa orang bekerja tidak hanya dengan tangan mereka tetapi juga dengan hati atau pikiran mereka. Siapa pun yang bekerja dengan komitmen adalah orang yang mengembangkan makna dan tujuan serta standar untuk realisasinya. Sehingga menjadikan tempat bekerja sebagai tempat yang mampu mengekspresikan seluruh diri Dalton dalam Vyas-Doorgapersad . memperkenalkan pengelompokan yang menggabungkan semangat . , hati . , pikiran . , dan badan . yang beresonansi dengan komponen spiritualitas. Definisi Profesionalitas Secara linguistik, profesionalisme berasal dari bahasa Anglo-Saxon yang berarti keterampilan, kompetensi, dan disiplin. Profesionalisme mencerminkan sikap seseorang terhadap pekerjaan dan sifat pekerjaan/pekerjaan tersebut. Profesionalisme terdiri dari tiga unsur yaitu pengetahuan, keterampilan dan kejujuran, dimana ketiga unsur tersebut harus dilandasi oleh keyakinan yang teguh, rasa syukur dan kemauan yang terus menerus untuk Profesionalisme juga mengacu pada dampak dari komitmen profesi terhadap pekerjaan berdasarkan standar kerja yang tinggi dan etika profesi (Anoraga, 2009. Aben en Moeljono, 2003. Budihargo, 2. Definisi Intektualitas Intelektualitas merupakan bentuk kecerdasan untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta dengan mengoptimalkan kemampuan dalam menganalisis, berfikir logika, dan rasio (Widodo, 2. Sehingga, intelektualitas dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu general cognitive ability dan spesifik ability. Mujib dan Mudzakir . mengidentifikasi indikator kecerdasan intelektual sebagai kemampuan: . mudah dalam menggunakan hitungan. baik dalam ingatan. mudah menangkap hubungan percakapan-percakapan. mudah menarik kesimpulan. cepat dalam mengamati. cakap dalam memecahkan berbagai problem. Berdasarkan pada kajian di atas, maka intelektualitas menitik beratkan pada kemampuan seseorang yang berkaitan dengan kemampuan berpikir yang tercermin dalam pertimbangan pengambilan keputusan, serta mampu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan sikap yang relatif stabil. Definisi Produktifitas Mariih . 6: . mengklaim bahwa AuProduktivitas tenaga kerja dapat dipelajari dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi organisasi. Mengenai dimensi individu, produktivitas mengacu pada karakteristik individu yang muncul ketika seseorang memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Pada saat yang sama, dimensi organisasi mengkaji produktivitas dalam hal input dan output. Oleh karena itu, produktivitas tidak hanya bergantung pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas, efisiensi, dan efektivitas dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Ay Model Konseptual Model penelitian konseptual adalah konsep yang sebenarnya merupakan abstraksi dari hasil penalaran, atau kerangka kerja dan referensi, yang pada dasarnya bertujuan untuk membuat kesimpulan tentang dimensi dan/atau variabel penelitian. Berdasarkan beberapa teori dasar yang telah diuraikan, maka dibentuklah kerangka acuan berikut ini, yang bertujuan untuk memahami hasil pemikiran secara lebih mendetail. Gambar 1. Model Konseptual Penelitian Metode Penelitian Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang spesifikasinya sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas dari awal hingga pembuatan rencana penelitian. Metode penelitian kuantitatif yang dikemukakan oleh Sugiyono . 1: . yaitu : AuMetode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Definisi Operasional Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu dalam beberapa bentuk yang peneliti definisikan untuk dipelajari guna menggali informasi darinya dan menarik kesimpulan darinya (Sugiyono, 2. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas spiritualitas, profesionalisme dan kecerdasan serta variabel terikat produktivitas. Adapun indikator dari spiritualitas menurut Dalton dalam Vyas-Doorgapersad . dicirikan sebagai: Adanya semangat . Keterlibatan hati . , . Stabilitas pikiran . , dan . Keseuaian badan . Hall dalam Budihargo . mengindikasikan profesionalitas yang mencakup pada . Pengabdian pada profesi. Kewajiban sosial. Kemandirian. Keyakinan terhadap profesi. Hubungan dengan sesama profesi Indikator dari intelektualitas menurut Wiramiharja . , yakni: Kemampuan figur. Kemampuan verbal. Kemampuan numerik. Adapun indikator produktivitas menurut Umar . , yakni: Dimensi sikap kerja, . Dimensi tingkat keterampilan . Dimensi hubungan antara lingkungan kerja, . Dimensi manajemen produktivitas, . Dimensi efisiensi tenaga kerja, dan Populasi dan Sampel Mengenai sampel yang diambil, peneliti mereduksi populasi dengan cara menghitung jumlah sampel dengan menggunakan teknik Slovin. Rumus Slovin untuk menentukan sampel adalah sebagai berikut: Keterangan: n = ukuran sampel/jumlah responden N = ukuran populasi e = persentase akurasi kesalahan sampling yang masih dapat ditoleransi. e = 0,1 Jumlah total populasi yang diperiksa dengan demikian ditentukan oleh total 330 responden. Dari data tersebut ditentukan besarnya sampel dengan menggunakan rumus Slovin sebagai Dari sini dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian ini terdiri dari 77 responden dengan margin of error 10%. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti pada penelitian ini ada dua, yakni: Angket/Kuisioner . Dokumentasi Metode Analisis Data Analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi berganda yang bertujuan dalam memprediksi nilai dependen atau yang lebih dikenal dengan variabel Y memerlukan variabel independen atau yang lebih dikenal dengan variabel X. Pada analisis regresi linear berganda dapat menggunakan mulai dari dua bahkan lebih variabel independen. Namun bisa jadi tidak semua variabel mempengaruhi variabel Y. Untuk mendapatkan model terbaik, kita hanya perlu memilih variabel yang berpengaruh ke variabel Y saja. Dalam perhitungan koefisien regresi linier berganda, maka peneliti menggunakan bantuan software SPSS 26 (Statistical Package for Social Science . Sebelum adanya uji analisis regresi berganda maka perlu adanya uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pengaruh Spiritualitas Terhadap Produktivitas Tenaga Kependidikan Berdasarkan uji hipotesis yang pertama didapatkan bahwa adanya pengaruh antara spiritualitas dan produktivitas dengan t hitung 2,952 dan nilai signifikan 0,04 < 0,05 yang berarti bahwa H0 ditolak, dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa spiritualitas memiliki keterkaitan dengan peningkatan produktivitas tenaga kependidikan di UINSI Samarinda. Sehingga, jika spiritualitas meningkat, maka akan memberikan pengaruh yang juga meningkat dengan tingkat produktivitas. Pengaruh Profesionalitas Terhadap Produktivitas Tenaga Kependidikan Berdasarkan hasil pengujian bahwa profesionalitas menunjukkan thitung 2,396 dengan signifikansi sebesar 0,017. Nilai yang berada pada 0,017<0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara profesionalitas dengan produktivitas yang berarti bahwa hipotesis ketiga bahwa adanya pengaruh profesionalitas dan produktivitas Pengaruh Intelektualitas Terhadap Produktivitas Tenaga Kependidikan Berdasarkan uji hipotesis kedua diketahui bahwa dengan nilai t sebesar 0,922 dan nilai signifikansi 0,360 > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh antara intelektualitas dengan produktivitas, artinya H0 diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian, intelektualitas tidak dapat dikaitkan dengan peningkatan produktivitas tenaga kependidikan UINSI Samarinda. Jadi intelektualitas tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam meningkatkan produktivitas. Pengaruh Spiritualitas. Intelektualitas, dan Profesionalitas Terhadap Produktivitas Tenaga Kependidikan Hipotesis keempat merujuk pada uji F didapatkan F hitung sebesar 3,514 dengan taraf signifikansi sebesar 0,018. Nilai 0,018<0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas terhadap Sehingga, hipotesis keempat dapat dikatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa hipotesis keempat diterima dengan nilai signifikansi 0,018. Walaupun secara terpisah, ada hipotesis yang ditolak, dan diterima. Namun antara spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas secara bersama-sama memiliki pengaruh pada produktivitas tenaga kependidikan di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ini. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, dan pembahasan, adapun kesimpulan yang dapat dipaparkan, sebagai berikut: Spritualitas berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pegawai UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa spritualitas yang diukur dengan indikator semangat, keterlibatan hati, stabilitas pikiran, dan kesesuaian Profesionalitas berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pagawai UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa profesionalitas yang diukur dengan indikator pengabdian pada profesi, kewajiban sosial. Kemandirian. Keyakinan Terhadap Profesi, dan Hubungan dengan sesama profesi. Intelektualitas tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pegawai UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa intelektualitas yang diukur dengan indikator kemampuan figure, kemampuan verbal dan kemampuan Produktivitas berpengaruh signifikan terhadap Spiritualitas. Profesionalitas, dan Intelektualitas pegawai UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa produktivitas yang diukur dengan indikator sikap kerja, tingkat keterampilan, hubungan antara lingkungan kerja, manajemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, dan kewiraswastaan. SARAN