Volume XVi Nomor 01 SOSFILKOM Januari-Juni 2024 PEMIKIRAN CONFUCIUS DALAM KODE ETIK INDIVIDU SEBAGAI JALAN TENGAH DARI KRISIS IDENTITAS Raihan Chaerani Putri Budiman Fakultas Filsafat. Universitas Gadjah Mada raihanchaerani@mail. Abstrak Krisis Identitas merupakan permasalahan yang kerap terjadi pada masa kini. Permasalahan krisis identitas terjadi dikarenakan manusia tidak memahami akan eksistensi dirinya dan kurangnya kepercayaan diri, selain itu krisis identitas terjadi didasarkan beberapa permasalahan yaitu baik akademik, keluarga maupun asmara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang didapatkan dari penelitiaan kepustakaan. Confucius banyak menuliskan karya-karya. Filsafat Confucius merupakan filsafat yang memiliki pengaruh besar di Cina. Ajaran utama Confucius menekankan cara menjalani kehidupan yang harmonis dengan mengutamakan moralitas atau kebajikan dan mengarah menuju sifat-sifat ideal manusia baik sebagai individu maupun di dalam masyarakat. Kode Etik Individu merupakan pemikiran dari Filsuf Cina, yaitu Confucius. Kode Etik Individu merupakan sifat-sifat yang harus dimiliki yaitu konsep manusia ideal. Didalamnya terdapat beberapa sifat yang harus dimiliki manusia yaitu Jen . Hao . ormat kepada orang tu. Chun-tzu . Li . dan yang mendasari sifat-sifat tersebut yaitu harus memiliki sifat Chih (Kebijaksanaa. Dengan pendidikan mengenai kode etik individu dan diterapkan dalam diri manusia dapat menjadi jalan tengah dalam mengatasi krisis identitas karena individu dapat mengenal dirinya lebih dalam dan mengetahui akan adanya nilai dalam dirinya sehingga krisis identitas dapat teratasi. Kata Kunci: Krisis Identitas. Kode Etik Individu. Confucius Abstract Identity crisis is a problem that often occurs today. The issue of identity crisis occurs because humans do not understand their existence and lack self-confidence. besides that, identity crises occur based on several problems, namely academic, family and romance. The method used in this study is to use qualitative research methods with data obtained from library research. Confucius wrote many works. Confucian philosophy is a philosophy that has had a significant influence in China. The teachings of Confucius emphasize how to live a harmonious life by prioritizing morality or virtue and leading to the ideals of human beings as individuals and in society. The Individual Code of Ethics is the thought of the Chinese philosopher, namely Confucius. The Individual Code of Ethics is the characteristic that must be possessed, namely the concept of the ideal human being. In it, there are several characteristics that humans must have, namely Jen . Hao . espect for parent. Chun-tzu . , and Li . , and what underlies these traits is that they must have the nature of Chih (Wisdo. Educating about the personal code of ethics and applying it to humans can be a middle way to overcoming an identity crisis because individuals can know themselves more deeply and know that there are values in themselves so that the identity crisis can be overcome. Keywords: Identity Crisis. Individual Code of Ethics. Confucius PENDAHULUAN Pada dirinya . dan identitasnya dilanda dalam permasalahan yang cukup Fenomena mengenai permasalahan krisis identitas ramai dibicarakan dan melanda banyak orang. Identitas adalah proses inskripsi . unsur-unsur yang kemudian terekam sebagai sifat-sifat Diterbitkan oleh FISIP UMC dan karakter yang berada dalam diri subjek mengembangkan kehidupannya. Identitas adalah sebuah proses perubahan, bukan sekumpulan karakter atau atribut terbatas yang dipandang sebagai milik suatu subjek. Permasalahan mengenai krisis identitas dapat diatasi dengan beberapa hal. Salah satunya adalah dengan menyadari eksistensinya dan memiliki karakteristik SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 yang kuat. Pemikiran Confucius dalam Kode Etik Individu dapat menjadi jalan tengah dalam mengatasi Krisis Identitas. Confucius tampil sebagai salah satu tokoh besar yang istimewa dalam sejarah Bahkan di dalam buku, pemikir Eropa Karl Jaspers mengelompokkan Confucius sejajar dengan para filsuf besar seperti Socrates. Buddha dan Yesus. Walau demikian, tentunya Confucius yang pertama kali mengatakan bahwa ia hanyalah orang biasa seperti manusia (C. Alexander Simpskin dan Annelen Simpskin, 2006:. Filsafat Confucius memberikan dampak yang sangat besar dan mendalam bagi kalangan masyarakat maupun politik di Asia selama berabadabad. Dampaknya juga dirasakan di seluruh Ralph Wado Emerson menyanjung Confucius sebagai AuGeorge Washington dalam dunia pemikiranAy dan Voltaire mengatakan bahwa Aumewujudkan teori Confucius akan menciptakan periode sejarah umat manusia yang paling bahagia dan berhargaAy. Pertanyaan tentang Aumanusia idealAy merupakan sebuah pertanyaan filosofis yang sangat sentral dan Dikatakan AusentralAy karena dengan menanyakan gambaran manusia ideal, berarti manusia tidak hanya dilihat secara parsial, tetapi keseluruhan eksistensi manusia menjadi objek pengamatan Dengan demikian, keberadaan manusia di dunia menjadi bahan diskusi terutama bagi para filsuf yang menggeluti dunia manusia, tidak terkecuali Confucius. Lao Tzu dan yang lainnya. Confucius dalam pemikirannya tidak dapat dikatakan sistematis jika mengacu kepada standar Filsafat Barat, karena memang bukan itu sasarannya. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 mencoba mengacu dan menata standar bagi segenap penganut Konfusian di Cina yang melanjutkan ajarannya. Ia lebih percaya pada upaya melakukan pencarian ke dalam batin daripada menetapkan suatu sistem Pemikirannya mengenai manusia ideal bisa disebut juga sebagai pemikirannya mengenai Kode Etik Individu. RESEARCH METHOD/ METODE PENELITIAN Penelitian penelitian yang dilakukan dalam kondisi tertentu dalam kehidupan nyata . , yang tujuannya untuk mempelajari dan memahami fenomena. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami keadaan mendapatkan gambaran secara detail dan mendalam tentang gambaran keadaan suatu konteks yang alami . atural settin. , tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya yang di lapangan studi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu metode pengumpulan informasi dengan memahami dan menggali teori dari berbagai literatur terkait (Muhammad Rijal Fadli, 2021: RESULTS AND DISCUSSION/HASIL DAN PEMBAHASAN Kode Etik Individu dalam Pemikiran Confucius Confucius merupakan filsuf besar Cina, mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas dan memiliki pengaruh yang sangat besar dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisional Cina. Pengaruh Confucius SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 terhadap peradaban Cina tidak boleh dianggap enteng, ajarannya telah meluas ke Jepang. Korea dan Vietnam, khususnya melalui Konfusianisme, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya dan para komentator dan ajaran Confucius pun menjadi populer bagi peneliti barat. Confucius kecintaannya utuk terus belajar dan murid-muridnya. Confucius mengajarkan tentang 4 hal yaitu, sastra, perilaku manusia, menjadi diti sejati dan kejujuran dalam hubungan sosial. (Lin Yu Tang, 1938:. Confucius juga mengajarkan sikap demokrasi dan disiplin Ia menuntun murid-muridnya cara berpikir yang berdiri sendiri. Jangan mereka mudah menerima pendapat orang lain, mereka harus menganalisa dengan Confucius juga rela mendapat kritik dari murid-muridnya. Gagasan tentang manusia ideal dalam pemikiran Confucianisme bertitik tolak dari struktur kebajikan manusia. Untuk menjadi manusia yang ideal, kita membutuhkan kode etik individu. Dalam pemikiran Confucius terdapat kode etik individu yang sangat penting untuk terwujudnya manusia ideal. Salah satunya adalah Jen yaitu Kemanusiaan, simpati, kehalusan budi manusia, kebajikan atau sering diartikan dengan mencintai sesama manusia dengan rasa senang atau gembira, rasa ini muncul dari dalam diri manusia. Menurut Confucius cinta terhadap sesama manusia itu adalah sesuatu yang konkrit. Kodrat manusia itu baik yaitu bahwa setiap manusia seharusnya mempunyai kodrat cinta kasih yang murni sebelum ia melakukan suatu perbuatan. Jika manusia dalam melakukan sesuatu perbuatan tidak memiliki Jen maka yang ia perbuat adalah sia-sia. Jen berada dalam diri manusia. Jen Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 memiliki dua segi yaitu segi positif (Chun. dan segi negatif (Sh. Kemanusiaan Jen bukanlah suatu kemanusiaan yang sifatnya abstrak atau suatu yang tidak bisa diwujudkan. Jen adalah perasaan hati dari realisme manusia dan keberadaannya di antara manusiamanusia. Ia ada dalam masyarakat, menyusup ke dalam peradaban, tempat manusia mengembangkan dirinya. Confucius AuKemanusiaan yang benar itu terletak dalam mewujudkan dirimu secara benar dan memperbaharui peraturan moral. Jika seorang biar hanya dalam sehari dapat merealisasikan dirinya dan memperbaharui disiplin moral secara lengkap dunia akan mengikuti dia. Menjadi manusia tergantung pada dirimu sendiri. Ay. Karena itu, kita harus menjadi jen, hidup sesuai jen, dan mengekspresikan serta mengevolusikan sifat alami kemanusiaan kita hingga ke potensinya yang tertinggi. (C. Alezander Simpskin dan Annellen C. Simpskins, 2006:. Menurut Confucius untuk menjadi manusia yang ideal harus memiliki sifat Yi yaitu adil, kelayakan. Rasa keadilan AuYiAy artinya situasi Auyang seharusnyaAy terjadi. Ini merupakan imperative kategoris. Setiap orang dalam masyarakat mempunyai halhal tertentu yang seharusnya ia kerjakan, dan yang seharusnya ia kerjakan demi halhal itu sendiri karena secara moral merupakan hal-hal yang benar dikerjakan. Namun, jika ia mengerjakan hanya karena pertimbangan-pertimbangan non moral lain, maka sekalipun ia mengerjakan apa yang seharusnya ia kerjakan, namun tindakannya itu bukanlah tindakan yang (Fung Yu Lan, 2017:. Di dalam ajarannya tentang Yi diajarkan keikhlasan dan tidak mengharapkan sesuatu ketika . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 melakukan sesuatu. Dalam melakukan suatu perbuatan maka sebelum mereka bertindak harus menentukan bahwa itu layak atau tidak layak. Jika layak maka lakukan dan jika tidak layak maka Yi merupakan suatu patokan untuk pengarah tindakan manusia yang berasal dari dalam diri manusia. Untuk menjadi manusia ideal, manusia juga harus memiliki sifat Hao yaitu adalah hormat kepada orang tua, menghormati keluarga. Dalam adat istiadat yang terpenting adalah bakti kepada orang tua. Menurut Confucius, manusia itu pertama kali harus mencintai keluarga terlebih dahulu terutama orang tuanya lebih dahulu baru mencintai orang Ajaran mengenai Hao ini sangat mempengaruhi seluruh kehidupan bangsa Cina sehingga hidup kekeluargaan merupakan hal yang sangat diutamakan dan menjadi ciri khas bangsa Cina dan yang merupakan suatu yang penting untuk menjadi manusia yang ideal adalah Chuntzu. Chun-tzu adalah orang yang agung atau dalam bahasa inggrisnya adalah gentlemen. Seseorang dapat menjadi pemimpin bukan karena keturunan namun karena keagungan watak dan tingkah laku yang baik. Menurut Confucius bahwa setiap manusia berpotensi menjadi chun-tzu. Sesuai dengan ajarannya tentang Chun-tzu maka Confucius menerima muridmuridnya adapun syarat untuk menjadi Chun-tzu adalah pendidikan mengenai Li. Li adalah etiket, tata karma, sopan santun. Pelaksanaan Li harus meliputi sikap lahir maupun batin. Dengan menjalankan Li dengan tertib maka manusia akan mencapai suatu sikap hidup bagi dirinya sendiri. Dan yang terakhir adalah Chih yang merupakan penyebab timbulnya Jen. Yi dan Li. Chih adalah kebijaksanaan. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 Menurut Confucius, merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan umat manusia. Chih berasal dari dalam diri manusia oleh karena itu manusia tidak boleh membenci dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, untuk menjadi manusia yang ideal harus memiliki sifat Jen. Yi. Li. Hao. Chih, dan Chun-tzu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Eksistensi Manusia dan Krisis Identitas Manusia berasal dari kata AumanuAy . AumansAy . , yang berarti berfikir, berakal budi atau . ampu menguasai makhluk lai. Manusia secara istilah diartikan sebagai sebuah fakta atau konsep, sebuah realitas atau gagasan, seorang individu atau sebuah kelompok . (Hisny Fajrussalam, dkk, 2. Manusia adalah subjek dengan kesadaran dan kesadaran diri. Oleh karena itu, manusia adalah subjek yang sadar akan keberadaannya dan mampu memisahkan diri dari segala sesuatu yang berada di luar dirinya . Selain itu, seseorang tidak hanya mampu memikirkan dirinya sendiri dan alam sekitarnya, tetapi pada saat yang sama menyadari pikirannya. Meskipun manusia sadar akan perbedaan alam, dalam konteks seluruh alam semesta manusia adalah bagian darinya. Oleh karena itu, orang tidak hanya mempertanyakan asal usul alam semesta tempat mereka berada, tetapi juga asal usul keberadaan mereka (Muhammad S. Sumantri, 2. Keberadaan manusia menunjukkan adanya ketegangan diri dan krisis identitas. Latar belakang ini menunjukkan bahwa manusia berusaha mencari jawaban tentang hakikat dan tujuan keberadaannya sendiri. Krisis identitas kerap terjadi dikarenakan kebingungan akan dirinya merasakan . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 identitasnya, karena Identitas bukanlah sosok yang berasal dari teori filosofis tertentu atau dari konsep esensial dan tetap yang darinya prinsip etika/moral yang harus Dengan kata lain, identitas adalah proses perubahan, proses yang terusmenerus muncul melalui serangkaian tindakan, pilihan sehari-hari, dan berbagai ucapan yang diekspresikan sebagai respons pemahaman yang dihadapi subjek untuk (Robertus Wijanarko, 2020: Krisis identitas adalah kata yang tepat dikemukakan oleh Erik Erikson dalam bukunya disebut "teori kepribadian". Ketika seorang individu perlu mencari makna jawaban yang masuk akal untuk pertanyaan itu seperti "Siapa aku?" dan apa yang Anda inginkan Saya? dalam konteks alternatif dan pilihannya sendiri. Menurut Erikson Identitas adalah masa-masa sulit bagaimana individu mengalaminya tingkat yang dicita-citakan oleh tahap remaja yang berusaha untuk mempertahankan loyalitas yang diikrarkan dengan bebas meskipun ada kemunculan kontradiksi yang tidak identitas diri adalah kesadaran diri darimana individu itu berasal pengalaman dan penilaian diri dirinya sendiri dan menyadari itu adalah dia berbeda dengan individu lainnya. (Hidayah & Huriati. Krisis identitas pada manusia merujuk pada periode di mana seseorang ketidakpastian mengenai siapa mereka sebenarnya, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka ingin hidup. Krisis identitas sering terjadi pada masa remaja Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 dan awal dewasa, ketika individu sedang mencari jati diri mereka dan mencoba Krisis identitas terjadi dikarenakan identitas merupakan hal yang terus berkembang dan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Manusia kehilangan pemikiran mengenai eksistensi dirinya dan identitasnya. Eksistensi Manusia merupakan hal yang paling berpengaruh pada identitasnya. Eksistensi manusia dan identitas diri manusia saling eksklusif lain Bahkan, dapat dikatakan bahwa identitas seseorang adalah bagian darinya keberadaan ini. Orang tidak hanya memiliki identitas yang unik, tetapi juga keberadaan unik yang dapat dijadikan wadah berpikir kreatif dan berpikir. Krisis identitas pada manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh internet pada kehidupan remaja . Masuknya pengaruh internet telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat, namun remaja seringkali belum mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat (Ekasari & Dharmawan, 2. Selain itu, modernitas juga dapat menyebabkan krisis identitas dan krisis sosial yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia Perkembangan teknologi digital, seperti permainan daring, juga dapat berkontribusi pada krisis identitas pada remaja. Krisis identitas dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan individu, termasuk masalah kesehatan mental, kesulitan dalam hubungan interpersonal, dan kesulitan dalam mengambil keputusan. Untuk mengatasi krisis identitas, individu perlu menjalani proses eksplorasi diri yang mendalam, mencari pemahaman yang lebih baik . SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 tentang nilai-nilai, minat, dan tujuan hidup Kode Etik Individu dalam Pemikiran Confucius sebagai Jalan Tengah dari Krisis Identitas Krisis Identitas permasalahan dalam diri manusia. Manusia yang tidak memahami eksistensi pada dirinya yang biasanya terkena dari Krisis Identitas. Krisis Identitas merupakan fenomena yang terjadi pada masa kini. Krisis Identitas terjadi dikarenakan manusia tidak memiliki kepercayaan diri pada dirinya sendiri. Krisis Identitas biasanya terjadi pada remaja, namun krisis identitas dapat terjadi kepada semua Pada remaja biasanya dapat mengalami krisis identitas pada tahap awal jika masa penyesuaian tidak berjalan dengan baik. Sebagian besar penyebab krisis identitas pada anak muda terkait dengan tekanan hidup yang berujung pada stres dan depresi. Hal-hal yang bisa memicu krisis identitas, mulai dari akademik, asmara hingga keluarga. (BNN Sleman. Krisis identitas pada umumnya terjadi karena manusia belum memiliki karakter yang konsisten pada dirinya karena ketidakpercayaan diri. Dengan adanya kode etik individu berupa konsep manusia ideal yaitu karakter-karakter yang baik untuk manusia yang dikemukakan oleh Confucius dapat menjadi jalan tengah dan dapat dijadikan acuan agar menjadi manusia yang lebih percaya diri dan ideal. Pemikiran Confucius mengenai kode etik individu dapat membantu mengatasi krisis identitas. Jika manusia memiliki pemikiran dan menerapkan mengenai Jen yaitu kemanusiaan karena Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2024 Confusius mengajarkan Kemanusiaan sejati terletak pada ekspresi diri yang sejati dan reformasi moral. Jika seseorang dapat menyadari diri sendiri dan sepenuhnya mereformasi disiplin moralnya walaupun hanya dalam satu hari, dunia akan Oleh karena itu kita harus menjadi jen, menjalankan jen, dan mengungkapkan serta mengembangkan sifat manusia kita hingga potensi Manusia bergerak dan sampai kepada potensi tertinggi dan menyadari bahwa dirinya berharga. Dengan jen yang dikemukakan oleh Confucius inilah yang dapat menjadi jalan tengah dalam menghadapi krisis identitas. Terdapat kode etik individu lainnya yaitu. Yi yang berarti keadilan layak. Chih berarti kebijaksanaan. Hao memiliki arti hormat kepada orang tua. Chun-tzu yang merupakan orang yang agung dan untuk mencapai hal ini harus memiliki sifat Li memiliki arti etiket. Menjadi seseorang yang berbudi luhur, bijaksana, hormat kepada orang tua, dan menjadi orang yang gentlemen memiliki etiket yang baik akan membantu manusia meningkatkan nilai dalam dirinya. Pendidikan mengenai Kode etik individu yang dikemukakan oleh Confucius ini merupakan hal yang dapat menjadi obat atau jalan tengah dalam menghadapi krisis Krisis dikarenakan hal-hal seperti kurangnya kepercayaan diri yang dipicu oleh permasalahan akademik, maupun keluarga dan asmara. Pendidikan mengenai Kode etik individu yang dikemukakan oleh Confucius memiliki karakteristik yang luhur dan jika seseorang memiliki sikap itu, kepercayaan pada dirinya dan mengetahui akan nilai yang ada pada dirinya. SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 CONCLUSION/KESIMPULAN Pemikiran Confucius mengenai Kode Etik Individu untuk menjadi manusia yang ideal mencakup manusia seharusnya memiliki karakter Jen . Chih . Chun-tzu . Li . dan Hao . ormat kepada orang tu. dapat menjadi jalan tengah dalam mengatasi krisis identitas yang menjadi permasalahan pada masa kini. Dengan menerapkan kode etik individu dapat menjadikan manusia lebih percaya diri dan menjadi sadar akan nilai yang ada pada REFERENCES/DAFTAR PUSTAKA