JURNAL BHAKTI CIVITAS AKADEMIKA Volume VII. Nomor 2. Tahun 2024 ISSN 2615-210X (Prin. dan ISSN . (Onlin. Available Online at http://e-journal. id/index. php/jbca EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA MASYARAKAT Raden Bagus Asyim. Program Studi Farmasi. Akademi Kesehatan Sumenep. Email: radenbagus09@gmail. Rizdyana Firmaniar. Program Studi Farmasi. Akademi Kesehatan Sumenep. Email: rizdyanafirmaniar@gmail. Aldita Cahyani Puspitasari. Program Studi Farmasi. Akademi Kesehatan Sumenep. Email: alditacahyani92@gmail. Moch. Rizal Ardiansyah. Program Studi Farmasi. Akademi Kesehatan Sumenep. Email: rizal. apt@gmail. Korespondensi : radenbagus09@gmail. ABSTRAK Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif mulai sering dianggap remeh oleh masyarakat. Hal ini salah satunya diakibatkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, perlu upaya serius membantu pemerintah dalam menekankan aspek promotif dan preventif di Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil dan Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Gelugur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Balai Desa Gelugur Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep pada Bulan Juni 2024. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya peserta kegiatan yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif yang semula sebanyak 20 peserta menurun menjadi 0 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dalam kategori baik yang semula 2 peserta naik menjadi 25 peserta. Kata Kunci : Edukasi. Ibu Hamil. Pasangan Usia Subur. ASI Eksklusif Halaman | 82 PENDAHULUAN Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI sebagai satusatunya sumber nutrisi terbaik bagi bayi baik diberikan langsung dari payudara ibu atau dengan menggunakan pompa ASI untuk memberikannya dalam bentuk botol, tanpa memberikan minuman seperti susu formula, jus, air, atau makanan lainnya selama enam bulan pertama kehidupannya. Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, persentase bayi berusia di bawah usia 6 bulan di Indonesia yang mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif meningkat 73,97 % pada tahun 2023. Meski demikian perlu dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat setiap tahunnya, dengan menitik beratkan pada masyarakat yang ada di pelosok Desa sebagai sasaran utama. Dari hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), masyarakat Desa Gelugur Kabupaten Sumenep mempunyai resiko yang tinggi terhadap cakupan pemberian ASI eksklusif dilihat dari keadaan lingkungan diantaranya lokasi berada di daerah pegunungan dengan mata pencaharian penduduk mayoritas adalah petani. Dari hasil pendekatan reduksi dan ekspansi yang dilakukan sebelumnya, kasus rendahnya cakupan ASI eksklusif terjadi pada masyarakat yang masih percaya terhadap mitos-mitos budaya tradisional serta dukungan keluarga yang kurang baik. Dari hasil Survey Mawas Diri (SMD) tahun 2024 yang dilakukan pada masyarakat Desa Gelugur, sebanyak 65% masyarakat sudah memberikan ASI eksklusif, tren ini tentu bisa meningkat atau mengalami penurunan setiap Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi kesehatan dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 10% dalam 1 tahun PELAKSANAAN DAN METODE Asas yang mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah asas edukatif. Masyarakat sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil dan Pasangan Usia Subur (PUS). Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Pendekatan pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Kemudian dari hasil program edukasi kesehatan perlu dilakukan evaluasi dengan tujuan agar antara program yang terlaksana tersebut sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai dari sebuah program. Selain itu juga program menjadi lebih Sasaran dari evaluasi ini yaitu PUS dan ibu hamil yang telah melahirkan yang tinggal di Desa Gelugur bekerjasama dengan Bidan Desa. Semuanya dievaluasi secara bersama seiring berjalannya program dan pasca program. Metode yang digunakan dalam evaluasi program ini adalah evaluasi formatif dan Secara formatif dilakukan evaluasi selama program berlangsung. Sedangkan secara sumatif dilakukan evaluasi setelah program selesai. Rencana kegiatan dalam evaluasi program secara formatif pada saat pelaksanaan program, yaitu Bulan Juni 2024 : Halaman | 83 a. Pre test dilakukan dengan tanya jawab sederhana, tim juga membuat sejumlah pertanyaan dalam bentuk kuesioner mengenai ASI eksklusif untuk mengetahui pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Post test di akhir penyuluhan untuk ibu hamil dan Pasangan Usia Subur. Rencana kegiatan dalam evaluasi sumatif: Evaluasi jangka panjang: Melihat peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif pada masyarakat Desa Gelugur sebanyak 10% dalam waktu 1 tahun pada bulan Juni 2025. Evaluasi jangka pendek: Pemantauan terhadap pemberian ASI eksklusif pada PUS dan ibu hamil yang telah melahirkan yang dilakukan secara berkala selama bulan Juni 2024 Mei 2025 HASIL KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Balai Desa Gelugur. Jumlah peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 25 orang (PUS dan ibu hami. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini disajikan sebagai berikut : Bentuk Kegiatan Faktor Predisposing (Predisposis. Penyuluhan tentang ASI eksklusif menggunakan media Audio Visual kepada PUS dan ibu hamil di Desa Gelugur. Praktek pemijatan payudara untuk memperlancar keluarnya ASI pada ibu hamil di Desa Gelugur. Faktor Reinforcing (Pengua. Sosialisasi kepada kader kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI Faktor Enabling (Pemungki. Pembagian leaflet gratis kepada PUS dan ibu hamil. Pemasangan poster pada area yang sering dilewati PUS dan ibu hamil beraktivitas, seperti di Balai Desa. Jalan Desa. Pos Keamanan Lingkungan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan setempat. Usia Tabel 1. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan usia di Desa Gelugur Usia peserta Jumlah Prosentase (%) 15-35 tahun 36-49 tahun Jumlah Sumber : Data pengabdian masyarakat, 2024 Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian masyarakat berusia 1535 tahun yaitu sebanyak 17 peserta . %) dan sebagian kecil peserta kegiatan pengabdian masyarakat berusia 36-49 tahun yaitu sebanyak 8 peserta . %). Halaman | 84 c. Jenis kelamin Tabel 2. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan jenis kelamin di Desa Gelugur Jenis kelamin Jumlah Prosentase (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber : Data pengabdian masyarakat, 2024 Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur didapatkan lebih dari separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat adalah perempuan yaitu sebanyak 15 peserta . %) dan hampir separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat adalah laki-laki yaitu sebanyak 10 peserta . %). Pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sebelum diberikan penyuluhan . Tabel 3. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan pengetahuan pentingnya pemberian ASI eksklusif . di Desa Gelugur No Pengetahuan ASI eksklusif . Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan baik Pengetahuan cukup pengetahuan kurang Jumlah Sumber : Data pengabdian masyarakat, 2024 Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur lebih separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 20 peserta . %), sebagian kecil peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan cukup tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 3 peserta . %) dan paling kecil peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 2 peserta . %). Pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif setelah diberikan penyuluhan . Tabel 4. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan pengetahuan pentingnya pemberian ASI eksklusif . di Desa Gelugur No Pengetahuan ASI eksklusif . Jumlah Prosentase (%) Pengetahuan baik Pengetahuan cukup pengetahuan kurang Jumlah Sumber : Data pengabdian masyarakat, 2024 Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur tersebut, semua peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan Halaman | 85 baik tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif setelah diberikan penyuluhan . yaitu sebanyak 25 peserta . %). PEMBAHASAN Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur lebih separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 20 peserta . %), sebagian kecil peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan cukup tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 3 peserta . %) dan paling kecil peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 2 peserta . %). Pengetahuan merupakan hasil tahu tentang sesuatu hal baik yang lama maupun yang baru dimana dalam upaya tahu ini melibatkan beragam indera yang dimiliki oleh seseorang. Ketika seseorang menggunakan indera yang dimiliki baik secara sengaja maupun tidak disengaja, dan akibat penggunaan indera ini seseorang menjadi tahu mengenai segala sesuatu hal. Namun tingkat tahu yang dimiliki seseorang akan sesuatu hal merupakan tingkatan terendah dalam dimensi kognitif (Darsini et al. , 2. Menurut L. Green . ada beberapa faktor yang berkontribusi pada perilaku, dalam hal ini adalah rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif Predisposing (Predisposis. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil dan PUS tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif Belum ada norma yang berkaitan langsung dengan ASI eksklusif Paradigma yang ada pada ibu hamil dan PUS masih belum pada tahap paradigma sehat . ebih pada aspek rehabilitatif dan kuratif daripada preventif dan promoti. Adanya kepercayaan terhadap unsur-unsur budaya yang masih dilaksanakan dan dipegang teguh oleh masyarakat. Reinforcing (Pengua. Tokoh masyarakat sekitar belum terbiasa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya Dalam keluarga, belum mendukung penuh anaknya atau ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif Enabling (Pemungki. Kurangnya penyuluhan dari puskesmas dan kader kesehatan setempat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelaksana program menyampaikan materi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan penyampaian materi. Pemateri kegiatan juga memberikan kesempatan kepada peserta kegiatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung jika ada materi yang dibingungkan atau tidak dimengerti. Hal ini dilakukan agar materi yang disampaikan dapat dipahami secara utuh oleh peserta Selain itu, sesi tanya jawab juga dilakukan oleh pelaksana kegiatan Halaman | 86 pengabdian masyarakat. Beragam pertanyaan diajukan oleh peserta kegiatan meskipun diluar konteks / materi yang disampaikan. Sebelum kegiatan diakhiri, pelaksana kegiatan melakukan pengumpulan data kembali untuk mengetahui pemahaman yang dimiliki oleh peserta kegiatan terkait materi yang telah disampaikan sebelumnya. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gelugur tersebut, semua peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif setelah diberikan penyuluhan . yaitu sebanyak 25 peserta . %) Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh Asyim et al . bahwa remaja putri yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang semula sebanyak 43 remaja putri menurun menjadi 3 remaja putri, dan untuk remaja putri kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pentingnya konsumsi TTD dalam kategori baik yang semula 0 remaja putri naik menjadi 47 remaja putri. Pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan dalam bidang kesehatan. Secara operasional pendidikan kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan, sikap, praktek baik individu, kelompok atau masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Hamzah et al. , 2. Menurut asumsi pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat, pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif semua dalam kategori baik setelah dilakukan Health Education (HE) tentang informasi dan edukasi pentingnya pemberian ASI eksklusif, hal ini disebabkan karena pemberian Health Education (HE) dengan metode diskusi kelompok menggunakan media poster dan tanya jawab pada pengabdian masyarakat ini sesuai dengan karakteristik responden, dimana pemberian pendidikan kesehatan merupakan program kesehatan dalam upaya promotif dan preventif untuk mengubah perilaku masyarakat dari tahu mau menjadi mampu sehingga dapat mencapai tujuan kesehatan dengan mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. KESIMPULAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Gelugur Kecamatan Batuan ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Lebih separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sebelum diberikan penyuluhan . yaitu sebanyak 20 peserta . %). Semua peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yaitu sebanyak 25 peserta . %). Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya peserta kegiatan yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . yang semula sebanyak 20 peserta menurun menjadi 0 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya Halaman | 87 memiliki pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif . dalam kategori baik yang semula 0 peserta naik menjadi 25 peserta. SARAN Diharapkan keluaga yang hidup bersama ibu hamil dan atau Pasangan Usia Subur (PUS), tenaga kesehatan dan dinas terkait dapat mengetahui dan memahami masalah kesehatan khususnya mengenai rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif, sehingga diharapkan mampu mengatasi masalah kesehatan tersebut salah satunya dengan memberi dukungan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif DAFTAR PUSTAKA