Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Laboratorium Kelly Rozalinda1. Rini Syevyilni Wisda2. Nurzen. 1,2,3 Jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. IAIN Kerinci. Jambi. Indonesia Info Artikel ABSTRAK _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Januari, 2025 Perguruan Tinggi Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Generasi Disetujui:Februari, 2025 Muda Yang Berkompeten Dan Berdaya Saing. Namun Demikian Persepsi Dipublikasi: Maret, 2025 Mahasiswa Terhadap Sarana Prasarana Memegang Peranan Penting Terhadap Ketersediaan Dan Kelayakan Fasilitas Termasuk Ketersediaan _________________ Sarana Prasarana Laboratorium. Penelitian Ini Menganalisis Persepsi Kata kunci: Kepuasan Mahasiswa. Mahasiswa Jurusan Biologi Terhadap Ketersediaan Sarana Prasarana Sarana Prasarana. Laboratorium Iain Kerinci. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Survei. Informan Adalah Seluruh Mahasiswa Jurusan Biologi Iain Kerinci. Instrumen Laboratorium. Penelitian Dirancang Secara Online Dengan Google Form. Data Dianalisis Secara Deskriptif Kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa. Hasil Keywords: Penelitian Tentang Kepuasan Mahasiswa Terhadap Sarana Dan Prasarana Laboratorium Di Iain Kerinci Menunjukkan Mayoritas Mahasiswa Student Satisfaction. Memberikan Penilaian Positif. Namun Demikian. Terdapat Aspek-Aspek Infrastructure. Yang Perlu Ditingkatkan. Seperti Kecukupan Alat Dan Bahan. Kemudahan Laboratory. Akses. Dukungan Informasi. Serta Ketersediaan Dan Kesediaan Instruktur. Evaluasi Menyeluruh Dan Perbaikan Yang Tepat Sangat Diperlukan Untuk Corresponding Author: Meningkatkan Kualitas Pengalaman Belajar Mahasiswa Dalam Melakukan Penelitian Dan Praktikum Di Laboratorium. Kelly Rozalinda Email: kellyrozalinda@gmil. ABSTRACT Higher education has an important role in forming a competent and competitive young generation, however, student perceptions of infrastructure facilities play an important role in the availability and feasibility of facilities including the availability of laboratory infrastructure. This study analyzes the perceptions of students majoring in Biology on the availability of laboratory facilities IAIN Kerinci. This research is a survey research, informants are all students majoring in Biology IAIN Kerinci, the research instrument is designed online with google form, the data is analyzed descriptively quantitative. The results showed that. The results of research on student satisfaction with laboratory facilities and infrastructure at IAIN Kerinci showed the majority of students gave a positive assessment. However, there are aspects that need to be improved, such as the adequacy of tools and materials, ease of access, information support, and the availability and willingness of instructors. A thorough evaluation and appropriate improvements are needed to improve the quality of students' learning experience in conducting research and practicum in the laboratory. A 2025 Kelly Rozalinda. Rini Syevyilni Wisda. Nurzen. This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 60 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. PENDAHULUAN Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang kompeten dan berdaya saing (Sinambela, 2. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan tinggi adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran (Harahap. Makhdalena. , & Zulkarnain, 2. IAIN Kerinci sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas di bidang keislaman turut memberikan perhatian kepada sarana prasarana sebagai bagian integral dari pengalaman mahasiswa (Yolanda. Suarman. , & Haryana. Sarana prasarana melibatkan berbagai elemen, seperti fasilitas kelas, perpustakaan, laboratorium, pusat kegiatan mahasiswa, dan lain sebagainya (Lestari et al. , 2. Dalam konteks ini, penting untuk memahami sejauh mana kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana yang disediakan oleh IAIN Kerinci. Menurut (Lestari. Ayu. Pratama. Anggraeni. , & Penulis, 2. analisis kepuasan sarana-prasarana tidak hanya melibatkan pemahaman sejauh mana sarana prasarana memenuhi kebutuhan praktis mahasiswa, tetapi juga sejauh mana hal tersebut berkontribusi terhadap pengalaman pendidikan secara keseluruhan. Oleh sebab itu sangat penting adanya manajemen sarana prasarana yang baik di perguruan tinggi untuk menunjang aktivitas akademik (Sopian, 2. Manajemen sarana prasarana merujuk pada serangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan yang dilakukan untuk mengelola serta memastikan efektivitas penggunaan dan pemeliharaan segala fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan dalam suatu organisasi atau lembaga(Yulianto. Istifadah. Hs. Sukatman. Rahma. Khasanah. , & Fauzi, 2. , (Sarbaini, 2017. dan (Purwanto. Dalam konteks pendidikan tinggi seperti IAIN Kerinci, manajemen sarana prasarana akan melibatkan pengelolaan berbagai fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, gedung perkuliahan, pusat kegiatan mahasiswa, dan fasilitas lainnya yang mendukung proses pembelajaran dan aktivitas kampus seperti laboratorium. Manajemen sarana prasarana di lembaga pendidikan tinggi memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan mahasiswa (Malikhah, 2. dan (Isnaini. Kusuma. , & Noviani, 2. Perencanaan yang matang dalam menyediakan fasilitas seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan yang memadai, dan pusat kegiatan mahasiswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif (Sarbaini, 2017. Ketersediaan teknologi modern dan fasilitas ruang kolaboratif juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Mahasiswa yang merasa didukung oleh infrastruktur kampus yang baik cenderung lebih puas, karena mereka dapat fokus pada proses pembelajaran tanpa hambatan atau ketidaknyamanan (Lestari et al. , 2. Lebih dari sekadar aspek fisik, manajemen sarana prasarana yang responsif terhadap umpan balik mahasiswa memperkuat hubungan positif dengan kepuasan mereka (Wibowo, 2. Sarana dan prasarana laboratorium memiliki peran krusial dalam mendukung pembelajaran dan penelitian di Prodi Biologi (Sastria et al. , 2. Lingkungan laboratorium yang memadai tidak hanya menjadi tempat untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari mahasiswa tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan praktis, penelitian ilmiah, dan inovasi (Deazzahra et al. Oleh karena itu. PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Permendikbud No. 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi menegaskan bahwa laboratorium harus memenuhi kecukupan sarana, mutu dan aksesibilitas fasilitas Kaitannya dengan IAIN Kerinci agar mahasiswa Prodi Biologi di IAIN Kerinci bisa belajar dengan nyaman dan optimal dan mahasiswa menjadi puas. Kepuasan menurut (Oliver, 1. adalah kesesuaian antara harapan dan fakta. Peneliti menggunakan teori Expectancy Disconfirmation (Teori Harapan dan Disconfirmatio. pertama kali diperkenalkan oleh Oliver. L salah seorang profesor bidang pemasaran pada tahun 1980 dalam makalahnya yang berjudul "A Cognitive Model of the Antecedents and Consequences of Satisfaction Decisions. " Lebih lanjut (Oliver, 2. mencoba menjelaskan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 61 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. bagaimana konsumen . tau pengguna dalam konteks lainnya, seperti mahasisw. membentuk persepsi kepuasan mereka berdasarkan perbandingan antara harapan awal, persepsi aktual, dan disconfirmation . erbedaan antara harapan dan pengalaman aktua. Berangkat dari teori tersebut maka akan menjadi landasan dalam menilai kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana. Kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana dapat mencerminkan efektivitas manajemen institusi dalam menyediakan lingkungan belajar yang kondusif (Malikhah, 2. Kepuasan terhadap ketersediaan sarana prasarana laboratorium dapat di ukur dengan beberapa indikator seperti . Keadaan dan Kondisi Sarana Prasarana Labor: Indikator ini mencakup kualitas dan keadaan fisik sarana prasarana labor seperti peralatan dan mesin, ruang laboratorium, dan lingkungan kerja lainnya. Mahasiswa mungkin merasa puas jika mereka merasa bahwa sarana prasarana labor yang tersedia memenuhi standar dan kebutuhan untuk melakukan penelitian dan praktikum. Ketersediaan Alat dan Bahan: Mahasiswa juga harus merasa puas dengan ketersediaan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan eksperimen dan penelitian. Ini termasuk alat pengukur, bahan kimia, dan bahan lainnya yang relevan. Pemahaman dan Pengetahuan: Mahasiswa juga dapat merasa puas jika mereka merasa bahwa mereka menerima pemahaman dan pengetahuan yang cukup tentang cara menggunakan sarana prasarana labor dan alat-alat yang tersedia. Ketersediaan Instruktur atau Supervisor: Mahasiswa juga dapat merasa puas jika mereka memiliki instruktur atau supervisor yang kompeten dan siap membantu mereka dalam menggunakan sarana prasarana labor. Masa yang Diberikan untuk Praktikum: Jumlah waktu yang diberikan untuk praktikum juga bisa menjadi indikator. Mahasiswa mungkin merasa puas jika mereka merasa bahwa mereka memiliki cukup waktu untuk melakukan penelitian dan eksperimen tanpa tekanan waktu yang berlebihan. Dengan memahami sejauh mana kebutuhan mahasiswa terpenuhi dan sejauh mana harapan mereka terpenuhi. IAIN Kerinci dapat mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan guna meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, hasil analisis kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana ini juga dapat memberikan masukan yang berharga bagi pengambilan keputusan institusi dalam perencanaan pengembangan infrastruktur pendidikan (Frisdiantara & Graha, 2. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana di IAIN Kerinci sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi di lembaga Dalam konteks ini, fakta nya IAIN Kerinci tidak lepas dari permasalahan terkait sarana prasarana hal ini terjadi karena peningkatan jumlah mahasiswa yang berkembang, perkembangan kurikulum, dan pembukaan program sudi baru sehingga menempatkan tekanan tambahan pada sarana prasarana yang ada. Keterbatasan ruang kelas, fasilitas laboratorium, dan pustaka seringkali menjadi kendala yang memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran di IAIN Kerinci (Sastria et al. , 2. , (Gusmanto, 2. Tidak di pungkiri bahwa sarana prasarana labor praktikum jurusan Biologi IAIN Kerinci masih kurang, ditambah lagi kurang nya asisten praktikum (Sastria et al. , 2. Hasil wawancara mahasiswa jurusan Biologi IAIN Kerinci, dimana mereka menyatakan bahwa sarana dan prasarana labor praktikum biologi masih kurang dan terkesan lama tidak ada keterbaruan sarana prasarana. Hasil observasi peneliti langsung di Laboratorium praktikum biologi IAIN Kerinci menemukan bahwa alat-alat praktikum yang tersedia masih kurang dengan jumlah mahasiswa, dan beberapa alat praktikum sudah rusak tidak bisa di pakai sehingga perlu di Pentingnya sarana prasarana yang memadai bukan hanya menjadi kebutuhan praktis, tetapi juga berperan penting dalam membentuk citra positif lembaga (Mardiana & Hartati, 2. Lingkungan belajar yang nyaman dan modern dapat meningkatkan motivasi mahasiswa (Mulyawan & Rinawati, 2. , mempercepat proses pembelajaran, serta menciptakan suasana akademis yang memicu kreativitas dan kolaborasi (Yolanda et al. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 62 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Oleh karena itu, penting untuk menilai sejauh mana sarana prasarana di IAIN Kerinci dapat memenuhi harapan dan kebutuhan mahasiswa. Sejumlah penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk mengevaluasi kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana telah dilakukan, seperti penelitian Harahap et al. meneliti sarana pendidikan di Universitas Riau terhadap kepuasan mahasiswa, penelitian Frisdiantara & Graha, . meneliti pengaruh fasilitas terhadap kepuasan mahasiswa. Malikhah . meneliti pengaruh sarana pendukung terhadap kepuasan mahasiswa. Penelitian Isnaini et al. , . pengaruh fasilitas belajar terahap kepuasan Penelitian di IAIN Kerinci juga pernah dilakukan oleh (Sastria et al. , 2. meneliti persepsi mahasiswa terahap sarana praktikum Biologi AIAI Kerinci, penelitian (Gusmanto, 2. meneliti manajemen alat dan bahan laboratorium FTIK IAIN Kerinci. Meskipun demikian, setiap lembaga memiliki karakteristik uniknya sendiri, sehingga penelitian terdahulu belum lah dapat menggambarkan keadaan yang ada di IAIN Kerinci. Penelitian terdahulu belum secara khusus fokus pada kepuasan mahasiswa IAIN Kerinci atas sarana prasarana yang ada di IAIN Kerinci, dan kebutuhan serta harapan mahasiswa di lembaga ini dapat berbeda dengan lembaga lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk mengisi kekosongan pengetahuan ini dan memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kepuasan mahasiswa di IAIN Kerinci. Gap penelitian ini terletak pada kurangnya pemahaman mendalam mengenai kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana khususnya sarana prasarana praktikum jurusan biologi di IAIN Kerinci. Dengan memahami gap ini, penelitian ini akan mengeksplorasi aspek-aspek tertentu yang mungkin belum tercakup dalam penelitian sebelumnya dan memberikan kontribusi terhadap literatur kepuasan mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi berbasis keislaman khususnya pada sarana prasarana laboratorium. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana di IAIN Kerinci. Tujuan khusus penelitian ini adalah: . Menilai kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya di IAIN Kerinci. Mengidentifikasi faktorfaktor yang berkontribusi terhadap kepuasan atau ketidakpuasan mahasiswa terhadap sarana . Menyajikan rekomendasi perbaikan atau pengembangan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Kerinci. Dengan menjawab pertanyaanpertanyaan ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana di IAIN Kerinci dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan lembaga pendidikan tinggi tersebut. [Font Arial, 11 pt. Spasi 1,. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Metode survei dipilih karena dapat memberikan data yang kuantitatif dan dapat diukur dengan jelas, memungkinkan analisis statistik yang lebih mendalam, serta memfasilitasi pengumpulan data dari sejumlah responden secara efisien. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif di IAIN Kerinci. Sampel penelitian akan dipilih secara acak stratifikasi berdasarkan fakultas atau jurusan untuk memastikan representasi yang merata. Jumlah sampel akan dihitung berdasarkan formula statistik yang sesuai. Pengumpulan data akan dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang terpilih. Kuesioner dapat diisi secara mandiri oleh responden dan dikumpulkan kembali melalui surat elektronik atau platform daring. Kuesioner akan dikembangkan berdasarkan literatur terkait, diskusi dengan pakar pendidikan, dan dapat melibatkan tahap uji coba untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Pertanyaanpertanyaan akan diformulasikan dengan jelas dan netral untuk menghindari bias. Proses penelitian akan dimulai dengan pendekatan kepada otoritas akademis IAIN Kerinci untuk mendapatkan izin penelitian. Setelah izin diperoleh, peneliti merancang instrumen berupa Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 63 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. https://docs. com/forms/d/1PGjzPPDLvU_Kx0L96RtXfYw1DgbA_lUIp9cXqjl6T94/edit Alat utama penelitian adalah kuesioner terstruktur yang dirancang secara cermat untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana. Kuesioner akan mencakup pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan aspek-aspek spesifik seperti fasilitas kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif akan memberikan gambaran umum tentang tingkat kepuasan, sedangkan analisis inferensial akan memungkinkan penarikan kesimpulan lebih lanjut berdasarkan data yang dikumpulkan. [Font Arial, 11 pt. Spasi 1,. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data menjelaskan tentang karakteristik responden berdasarkan tingkatan semester, karakteristik berdasarkan jenis kelamin, dan hasil penelitian terkait analisis kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium yang di jelaskan pada penjelasan berikut. Table 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkatan Semester No. Semester Frekuensi Persentase 70,9% 14,7% 0,9% Sumber: Analisis, 2024 Berdasarkan tabel diatas di ketahui bahwa informan dalam penelitian ini adalah 117 orang mahasiswa IAIN Kerinci jurusan Pendidikan Biologi terdiri dari mahasiswa 2 terlibat sebanyak 9 responden atau 7. 8% dari total sampel. Meskipun jumlahnya relatif kecil, pandangan dari mahasiswa semester ini memberikan perspektif awal terkait kepuasan mereka terhadap sarana laboratorium. Selanjutnya, mahasiswa semester 4, dengan frekuensi sebanyak 83 atau 70. Ini mencerminkan peran dominan mahasiswa semester tersebut dalam memberikan pandangan terkait kepuasan mereka terhadap fasilitas laboratorium. Sementara itu, mahasiswa semester 6 juga memberikan kontribusi yang berarti dengan frekuensi 17 atau 14. 7%, menambahkan variasi perspektif dalam analisis tersebut. Mahasiswa semester 8 sebanyak 7 orang atau 6%. Namun, perlu dicatat bahwa mahasiswa semester 9 memiliki partisipasi yang lebih rendah, dengan hanya satu responden atau 0. Meskipun jumlahnya kecil, pandangan dari mahasiswa semester ini juga tetap berharga untuk dipertimbangkan dalam merinci kepuasan mahasiswa secara menyeluruh. Dengan demikian, tabel ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk mengeksplorasi dan menganalisis aspek-aspek kritis kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan sarana dan prasarana Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa responden yang paling besar keterlibatannya dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 sebanyak 83 orang atau 70,9% dari total peserta. Selanjutnya karakteristik responden juga dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan Pada tabel berikut. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 64 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Table 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Perempuan 62,4% Laki-laki 37,6% Sumber: Analisis, 2024 Tabel 2, yang menggambarkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, merupakan elemen penting dalam penelitian analisis kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium yang dilakukan pada tahun 2024. Data ini memberikan perspektif gender dalam konteks kepuasan mahasiswa, menciptakan landasan yang kaya untuk interpretasi hasil. Pertama-tama, dari total 117 responden, sebanyak 73 atau 4% adalah mahasiswa perempuan dengan frekuensi yang signifikan, pandangan dari mahasiswa perempuan ini menjadi komponen penting dalam menilai aspek-aspek kepuasan terkait sarana laboratorium. Persentase yang relatif tinggi juga mencerminkan kontribusi yang kuat dari segmen ini terhadap penelitian. Di sisi lain, sebanyak 44 responden atau 37,6% adalah mahasiswa Laki-laki. Meskipun persentasenya lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki, pandangan dari segmen ini memberikan dimensi yang berbeda dan diperlukan untuk melihat variabilitas kepuasan secara menyeluruh. Dengan mempertimbangkan kedua kelompok gender, penelitian ini memiliki potensi untuk mengidentifikasi perbedaan persepsi kepuasan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Kombinasi data ini dengan karakteristik informan dari berbagai semester menciptakan kerangka kerja yang holistik, memungkinkan peneliti untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana Sumber data dari analisis tahun 2024 menambahkan keandalan dan aktualitas pada temuan penelitian ini. Selanjutnya hasil penelitian terkait analisis kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium di jelaskan sebagai berikut: Keadaan Kondisi Sarana Prasarana Labor Hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa pada aspek kondisi sarana prasarana Labor IAIN Kerinci, disajikan pada tabel berikut. No. Table 3. Kepuasan Mahasiswa Pada Aspek Keadaan Sarana Prasarana Labor Pernyataan Sangat Memuaska Kurang Tidak Sangat Memuaska Memuaska memuaska Tidak Memuaska Ketersediaa ,7%) ,9%) 40 . ,2%) ,4%) ,9%) n sarana Keterfungsia 17 . ,5%) 55 . %) 37 . ,6%) 5 . ,3%) 3 . ,6%) n peralatan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 65 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dan mesin di Kebersihan untuk belajar dan bekerja Kesesuaian sarana dan 21 . ,9%) 66 . ,6%) 24 . ,5%) 7 . %) 0 . %) 19 . ,2%) 54 . %) 36 . ,8%) 4 . ,4%) 3 . ,6%) ,7%) ,4%) ,9%) ,1%) ,9%) Sumber: Analisis, 2024 Berdasarkan Tabel 3 hasil kuesioner terkait keadaan kondisi sarana prasarana labor, dapat dilihat dari Tabel 3 bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kondisi sarana prasarana laboratorium. Sebanyak 48,3% responden menyatakan bahwa ketersediaan sarana prasarana labor memadai untuk melakukan penelitian dan praktikum, sedangkan 34,5% merasa cukup memuaskan. Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil responden sebesar 3,4% yang menganggap kurang memuaskan, dan 0,9% menyatakan sangat tidak memuaskan. Selanjutnya, aspek keterfungsian peralatan dan mesin di laboratorium juga mendapatkan penilaian positif, dengan 47,4% responden menyatakan memuaskan dan 31,9% merasa cukup memuaskan. Meskipun terdapat sebagian kecil responden yang menyatakan ketidakpuasan, yaitu 4,3% kurang memuaskan dan 2,6% sangat tidak memuaskan. Adapun aspek kebersihan dan kenyamanan laboratorium untuk belajar dan bekerja juga mendapat penilaian positif, dengan 55,2% responden yang merasa sangat memuaskan dan 20,7% memuaskan. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa 18,1% responden menganggap kurang memuaskan, dan 6% menyatakan tidak memuaskan. Kemudian, keadaan kesesuaian lingkungan laboratorium untuk kebutuhan belajar mendapatkan penilaian positif dari 46,6% responden yang merasa memuaskan dan 31% cukup memuaskan. Namun, terdapat sebagian kecil responden yang menganggap kurang memuaskan sebesar 3,4%, dan 2,6% menyatakan sangat tidak memuaskan. Terakhir, aspek kebaruan sarana dan prasarana juga mendapat penilaian positif, dengan 44% responden yang merasa memuaskan dan 36,2% cukup memuaskan. Meskipun demikian, sebagian kecil responden sebesar 5,2% menyatakan kurang memuaskan, dan 0,9% menyatakan sangat tidak memuaskan. Secara keseluruhan, meskipun mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kondisi sarana prasarana laboratorium, perlu diperhatikan beberapa aspek yang masih perlu perbaikan untuk meningkatkan kepuasan dan kenyamanan dalam melakukan kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium tersebut. Aspek yang perlu perbaikan dalam kondisi sarana prasarana laboratorium. Beberapa aspek yang dapat menjadi fokus perbaikan meliputi: . Ketersediaan Sarana Prasarana Labor dengan memperhatikan kebutuhan yang tidak terpenuhi yang disampaikan oleh responden yang menganggap kurang memuaskan atau sangat tidak memuaskan, . Keterfungsian Peralatan dan Mesin di Laboratorium dengan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan peralatan laboratorium untuk mengurangi jumlah responden yang menyatakan ketidakpuasan terkait keterfungsian, . Kebersihan dan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 66 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kenyamanan Laboratorium dengan menanggapi tingginya persentase responden yang menganggap kurang memuaskan dan sangat tidak memuaskan terkait kebersihan dan kenyamanan laboratorium. Mungkin diperlukan langkah-langkah seperti perbaikan kebersihan, perawatan fasilitas, atau peningkatan ruang kerja, . Kesesuaian Lingkungan Laboratorium dengan memperhatikan kebutuhan belajar yang dirasakan kurang sesuai oleh sebagian responden. Mungkin diperlukan evaluasi ulang terhadap desain dan pengaturan laboratorium, dan . Kebaruan Sarana dan Prasarana dengan menanggapi tingginya persentase responden yang menganggap kurang memuaskan terkait kebaruan sarana dan Perlu dipertimbangkan untuk melakukan peningkatan atau peremajaan peralatan dan fasilitas yang ada. Langkah-langkah perbaikan pada aspek-aspek tersebut dapat dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap keadaan sarana prasarana laboratorium, menggali masukan lebih lanjut dari pengguna laboratorium, dan merancang rencana perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan yang diidentifikasi. Ketersediaan Alat dan Bahan Hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa pada aspek ketersediaan alat dan bahan Labor IAIN Kerinci, disajikan pada tabel berikut. Table 4. Kepuasan Mahasiswa Pada Aspek Ketersediaan Alat dan Bahan No. Pernyataan Sangat Memuaska Kurang Tidak Sangat Memuaska Memuaska memuaska Tidak Memuaska ketersediaa 16 . ,7%) 51 . ,6%) 43 . ,8%) 5 . ,3%) 2 . ,7%) semua alat dan bahan Kecukupan 13 . ,1%) 61 . ,1%) 40 . ,2%) 2 . ,7%) 1 . ,9%) alat dan Kemudahan 17 . ,5%) 56 . ,9%) 36 . ,8%) 6 . ,7%) akses alat dan bahan Kondisi ,5%) 54 . ,2%) 34 . ,1%) 12 . ,3%) Baik Sarana Kesiapan 11 . ,4%) 35 . ,9%) 10 . ,5%) 2 . ,7%) alat untuk . ,42%) Sumber: Analisis, 2024 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 67 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Berdasarkan tabel 4 hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan alat dan bahan di Labor IAIN Kerinci, dapat ditarik beberapa pola penilaian pada Tabel 5. Mayoritas responden menyatakan kepuasan terhadap ketersediaan alat dan bahan untuk penelitian dan praktikum, dengan 43,6% merasa memuaskan dan 13,7% sangat Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa sekitar 38,8% responden menganggap kurang memuaskan, serta 4,3% dan 1,7% merasa tidak memuaskan dan sangat tidak memuaskan, secara berturut-turut. Selanjutnya, aspek kecukupan alat dan bahan untuk praktikum juga mendapatkan penilaian positif, dengan 52,1% responden merasa memuaskan dan 11,1% sangat memuaskan. Namun, 34,2% responden memberikan penilaian kurang memuaskan, dan terdapat sebagian kecil yang merasa tidak memuaskan . ,7%) atau sangat tidak memuaskan . ,9%). Kemudahan akses terhadap alat dan bahan juga menjadi perhatian, meskipun mayoritas responden . ,9%) merasa memuaskan, 14,5% sangat memuaskan, dan 30,8% merasa kurang memuaskan. Adanya responden yang menyatakan tidak memuaskan . ,15%) dan sangat tidak memuaskan . ,7%) menunjukkan adanya potensi perbaikan dalam aspek ini. Terakhir, kesiapan alat untuk digunakan mendapatkan penilaian positif dari 46,2% responden yang merasa memuaskan dan 14,5% sangat memuaskan. Meskipun sebagian responden . ,1%) memberikan penilaian kurang memuaskan, tidak ada yang menyatakan tidak memuaskan atau sangat tidak memuaskan. Secara keseluruhan, hasil kuesioner menunjukkan adanya kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan alat dan bahan di Labor IAIN Kerinci, namun beberapa aspek seperti kecukupan, kemudahan akses, dan kesiapan alat masih memerlukan perhatian dan perbaikan agar dapat meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dalam melakukan penelitian dan Meskipun hasil kuesioner menunjukkan adanya kepuasan sebagian mahasiswa terhadap ketersediaan alat dan bahan di Labor IAIN Kerinci, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian dan perbaikan. Pertama, aspek kecukupan alat dan bahan mendapat penilaian kurang memuaskan dari sebagian responden . ,8% pada item 6 dan 34,2% pada item . Hal ini menunjukkan perlunya peninjauan lebih lanjut terkait dengan jenis dan jumlah alat serta bahan yang tersedia untuk memastikan kecukupannya sesuai dengan kebutuhan penelitian dan praktikum mahasiswa. Kedua, kemudahan akses terhadap alat dan bahan juga menjadi perhatian karena 30,8% responden memberikan penilaian kurang memuaskan pada item 8. Hal ini dapat mengindikasikan adanya kendala atau hambatan dalam proses akses mahasiswa terhadap alat dan bahan yang dapat menghambat kelancaran kegiatan praktikum atau penelitian. Perbaikan dalam hal ini mungkin melibatkan perbaikan prosedur peminjaman, penyimpanan yang efisien, atau peningkatan koordinasi antara pengelola laboratorium dan mahasiswa. Terakhir, aspek kesiapan alat untuk digunakan mendapatkan penilaian kurang memuaskan dari 29,1% responden pada item 9. Ini menunjukkan perlunya peninjauan dan perbaikan dalam hal perawatan, pemeliharaan, dan ketersediaan alat yang siap pakai. Upaya meningkatkan kesiapan alat tersebut dapat meminimalkan potensi gangguan dalam jalannya kegiatan praktikum atau penelitian. Dengan memperbaiki dan meningkatkan ketiga aspek tersebut, yaitu kecukupan alat dan bahan, kemudahan akses, dan kesiapan alat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih optimal dan mendukung pengalaman belajar mahasiswa secara Pemahaman dan Pengetahuan Hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa pada aspek pemahaman dan pengetahuan sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci, disajikan pada tabel berikut. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 68 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Table 5. Kepuasan Mahasiswa Pada Aspek Pemahaman dan Pengetahuan Sarana Labor No. Pernyataan Sangat Memuaska Kurang Tidak Sangat Memuaska Memuaska memuaska Tidak Memuaska Saya 18 . ,4%) 56 . ,9%) 35 . ,9%) 7 . %) 1 . yang cukup tentang cara n sarana Informasi ,7%) 53 . ,3%) 39 . ,3%) ,8%) Dukungan 15 . ,8%) 53 . ,3%) 38 . ,5%) 7 . %) 4 . ,4%) Peluang ,8%) 57 . ,7%) 32 . ,4%) ,4%) ,7%) Peluang ,7%) ,8%) ,1%) ,4%) Sumber: Analisis, 2024 Berdasarkan tabel 5 hasil kuesioner mengenai kepuasan mahasiswa terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci, dapat ditarik beberapa pola penilaian pada Tabel 5. Mayoritas responden menyatakan cukup puas dengan pemahaman mereka tentang cara menggunakan sarana prasarana laboratorium, dengan 47,9% merasa memuaskan dan 15,4% sangat memuaskan. Meskipun demikian, 29,9% responden menganggap kurang memuaskan, sementara 6% merasa tidak memuaskan dan 0,9% sangat tidak memuaskan. Selanjutnya, informasi tentang penggunaan sarana prasarana juga mendapat penilaian yang relatif positif, dengan 45,3% responden merasa memuaskan dan 13,7% sangat memuaskan. Meskipun ada 33,3% yang memberikan penilaian kurang memuaskan, terdapat juga 6,8% responden yang merasa tidak memuaskan dan 0,9% sangat tidak memuaskan. Dukungan untuk memahami penggunaan sarana prasarana labor Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 69 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. mendapatkan penilaian positif dari 45,3% responden yang merasa memuaskan dan 12,8% sangat memuaskan. Meskipun demikian, 32,5% responden menganggap kurang memuaskan, sementara 6% merasa tidak memuaskan dan 3,4% sangat tidak memuaskan. Adapun peluang bertanya dan menerima jawaban tentang penggunaan sarana juga mendapat penilaian positif, dengan mayoritas responden merasa memuaskan atau sangat Namun, perlu dicatat bahwa terdapat sebagian kecil responden yang memberikan penilaian kurang memuaskan hingga sangat tidak memuaskan. Ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa merasa puas dengan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang sarana dan prasarana laboratorium, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan dukungan dan informasi agar semua mahasiswa dapat merasa memuaskan dalam memahami dan menggunakan fasilitas laboratorium tersebut. Ketersediaan Instruktur atau Supervisor Hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa pada aspek ketersediaan instruktur atau supervisor sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci, disajikan pada tabel berikut. Table 6. Kepuasan Mahasiswa Pada Aspek Ketersediaan Instruktur atau Supervisor Labor No. Pernyataan Sangat Memuaska Kurang Tidak Sangat Memuaska Memuaska memuaska Tidak Memuaska Ketersediaa 15 . ,8%) 63 . ,8%) 30 . ,6%) 8 . ,8%) 1 . n Instruktur Kesediaan 10 . ,5%) 65 . ,6%) 32 . ,4%) 7 . %) 3 . ,6%) Upan balik 15 . ,8%) 56 . ,9%) 33 . ,2%) 11 . ,4%) 2 . ,7%) saran dari Memfasilitas 15 . ,8%) 58 . ,6%) 28 . %) 2 . ,7%) Sumber: Analisis, 2024 Berdasarkan hasil kuesioner mengenai kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan instruktur atau supervisor di Labor IAIN Kerinci, dapat ditarik beberapa pola penilaian dari Tabel 6. Mayoritas responden menyatakan kepuasan terhadap ketersediaan instruktur atau supervisor yang kompeten, dengan 53,8% merasa memuaskan dan 12,8% sangat Meskipun demikian, 25,6% responden menganggap kurang memuaskan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 70 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sementara 6,8% merasa tidak memuaskan dan 0,9% sangat tidak memuaskan. Selanjutnya, kesediaan instruktur atau supervisor untuk membantu juga mendapat penilaian positif, dengan 55,6% responden merasa memuaskan dan 8,5% sangat memuaskan. Meskipun terdapat 27,4% responden yang memberikan penilaian kurang memuaskan, serta 6% yang merasa tidak memuaskan dan 2,6% sangat tidak memuaskan. Pernyataan mengenai umpan balik dari instruktur terhadap penggunaan sarana dan fasilitas laboratorium juga mendapatkan penilaian positif, dengan 47,9% responden yang merasa memuaskan dan 12,8% sangat Meskipun demikian, 28,2% responden memberikan penilaian kurang memuaskan, dan terdapat sebagian kecil responden yang merasa tidak memuaskan . ,4%) atau sangat tidak memuaskan . ,7%). Adapun aspek memfasilitasi penggunaan sarana prasarana, mayoritas responden merasa memuaskan . ,6%) dan 12,8% sangat Namun, terdapat 23,9% responden yang memberikan penilaian kurang memuaskan, serta 12% yang merasa tidak memuaskan dan 1,7% sangat tidak memuaskan. Secara keseluruhan, meskipun mayoritas responden merasa puas dengan ketersediaan instruktur atau supervisor, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih, seperti peningkatan kesediaan instruktur untuk memberikan bantuan, memberikan umpan balik, dan memfasilitasi penggunaan sarana prasarana. Peningkatan komunikasi dan dukungan instruktur dapat meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam menggunakan fasilitas laboratorium dan memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi secara optimal. Waktu yang Diberikan untuk Praktikum Hasil kuesioner terkait kepuasan mahasiswa pada aspek ketersediaan instruktur atau supervisor sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci, disajikan pada tabel berikut. Table 7. Kepuasan Mahasiswa Pada Aspek Waktu yang Diberikan untuk Praktikum No. Pernyataan Sangat Memuaska Kurang Tidak Sangat Memuaska Memuaska memuaska Tidak Memuaska Kecukupan 16 . ,7%) 67 . ,3%) 25 . ,4%) 8 . ,8%) 1 . ,9%) Kecukupan 15 . ,8%) 55 . %) 32 . ,4% 13 . ,1%) 2 . ,7%) dan menguji Kecukupan 18 . ,4%) 59 . ,4%) 29 . ,8%) 8 . ,8%) 3 . ,6%) waktu untuk n tugas Sumber: Analisis, 2024 Berdasarkan tabel 7 hasil kuesioner mengenai kepuasan mahasiswa terhadap masa yang diberikan untuk praktikum di Labor IAIN Kerinci, pola penilaian pada Tabel 7 menunjukkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Mayoritas responden menyatakan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 71 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kepuasan terhadap kecukupan waktu yang diberikan untuk penelitian dan bereksperimen, dengan 57,3% merasa memuaskan dan 13,7% sangat memuaskan. Meskipun demikian, 21,4% responden menganggap kurang memuaskan, sementara 6,8% merasa tidak memuaskan dan 0,9% sangat tidak memuaskan. Selanjutnya, aspek kecukupan waktu untuk mempelajari dan menguji konsep juga mendapat penilaian positif, dengan 47% responden merasa memuaskan dan 12,8% sangat memuaskan. Namun, terdapat 27,4% responden yang memberikan penilaian kurang memuaskan, serta 11,1% yang merasa tidak memuaskan dan 1,7% sangat tidak memuaskan. Adapun kecukupan waktu untuk menyelesaikan tugas pembelajaran mendapatkan penilaian positif dari 50,4% responden yang merasa memuaskan dan 15,4% sangat memuaskan. Meskipun demikian, terdapat 24,8% responden yang menganggap kurang memuaskan, serta 6,8% merasa tidak memuaskan dan 2,6% sangat tidak memuaskan. Secara keseluruhan, meskipun mayoritas mahasiswa memberikan penilaian positif terkait waktu yang diberikan untuk praktikum, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih, seperti: Pertama, dalam konteks kecukupan waktu untuk penelitian dan bereksperimen (Item . , sebagian mahasiswa mengungkapkan ketidakpuasan, dengan 21,4% merasa kurang memuaskan dan 6,8% sangat tidak memuaskan. Evaluasi menyeluruh terhadap kecukupan waktu ini diperlukan untuk memastikan bahwa jangka waktu yang disediakan memadai untuk mendukung kegiatan penelitian dan eksperimen mahasiswa. Selanjutnya, aspek kecukupan waktu untuk mempelajari dan menguji konsep (Item . menunjukkan bahwa 27,4% responden memberikan penilaian kurang memuaskan, sementara 11,1% sangat tidak memuaskan. Pemahaman lebih lanjut terkait kebutuhan waktu mahasiswa dalam memahami dan menguji konsep dapat membantu dalam menyesuaikan jadwal praktikum, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih optimal. Terakhir, kendati mayoritas mahasiswa merasa puas dengan kecukupan waktu untuk menyelesaikan tugas pembelajaran (Item . , sekitar 24,8% responden memberikan penilaian kurang memuaskan, dan 6,8% sangat tidak Pemahaman lebih mendalam tentang kompleksitas tugas pembelajaran dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya perlu dievaluasi agar dapat menentukan apakah penyesuaian dalam alokasi waktu diperlukan. Dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut, upaya perbaikan dan peningkatan dapat diimplementasikan untuk memastikan bahwa waktu yang diberikan dalam praktikum mendukung secara memadai proses pembelajaran mahasiswa. Evaluasi lebih lanjut dan dialog antara instruktur dan mahasiswa dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus dan mencari solusi yang lebih optimal, sehingga pengalaman praktikum menjadi lebih efektif dan bermakna bagi perkembangan akademis mahasiswa di Labor IAIN Kerinci. Saran dan Rekomendasi Berdasarkan saran dan rekomendasi yang di inginkan oleh informan ada beberapa poin yang perlu di perhatikan yaitu: Peningkatan sarana dan prasarana laboratorium di IAIN Kerinci menjadi suatu keharusan yang mendesak, seiring dengan beragam saran yang diberikan oleh para responden. Pertama-tama, kebutuhan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan praktikum menjadi poin utama. Hal ini tidak hanya mencakup penambahan alat praktikum di laboratorium, tetapi juga menekankan pentingnya perbaruan teknologi dan pelatihan staf serta mahasiswa dalam penggunaan peralatan modern. Dalam konteks ini, kerjasama dengan pihak eksternal, seperti perusahaan atau yayasan, dapat memberikan dukungan keuangan untuk pengadaan peralatan laboratorium yang lebih mutakhir. Selanjutnya, promosi fasilitas di kalangan mahasiswa dan aktivitas pengurus labor menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan sarana laboratorium. Dukungan wifi untuk mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitas tambahan, melainkan juga sebagai aspek yang mendukung kegiatan belajar-mengajar. Peningkatan keselamatan dengan menambah Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 72 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. perlengkapan keselamatan menjadi perhatian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan aspek kualitas dan kuantitas sarana laboratorium. Pembaruan peralatan laboratorium secara berkala menjadi langkah strategis untuk menjaga agar sarana tersebut tetap relevan dengan perkembangan Fokus pada kebutuhan spesifik setiap prodi, seperti prodi biologi, juga menjadi upaya terpenting dalam memastikan keberlanjutan dan keefektifan laboratorium. Dalam hal ini, melibatkan mahasiswa dalam pengelolaan laboratorium menjadi sebuah inisiatif yang baik. Partisipasi mereka dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan yang mungkin terlewatkan oleh pihak pengelola laboratorium. Perpanjangan jam operasional laboratorium, peningkatan kebersihan, serta pengadaan AC adalah langkah-langkah konkret yang dapat mengatasi keluhan mahasiswa terkait kenyamanan dan waktu operasional. Akhirnya, aspek pengelolaan dana menjadi poin krusial untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan sarana laboratorium. Penggunaan dana penelitian untuk pengadaan fasilitas dapat memberikan dampak positif dalam memajukan kualitas laboratorium. Dengan menjaga dan memperbarui secara berkala, diharapkan laboratorium dapat tetap menjadi pusat pembelajaran yang berkualitas dan relevan bagi mahasiswa IAIN Kerinci. Dengan mempertimbangkan serangkaian saran tersebut secara holistik, langkah-langkah perbaikan dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan peningkatan sarana dan prasarana laboratorium yang diinginkan. Berdasarkan teori Expectancy Disconfirmation yang dijelaskan dalam bagian pendahuluan, kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana laboratorium dapat dianalisis dengan mempertimbangkan perbandingan antara harapan awal, persepsi aktual, dan disconfirmation. Disconfirmation sendiri merujuk pada perbedaan antara harapan yang dimiliki oleh mahasiswa dan pengalaman aktual mereka (Oliver, 1. Dalam konteks ini, hasil kuesioner mengungkapkan beberapa poin penting yang memerlukan analisis lebih Pertama, keadaan kondisi sarana prasarana laboratorium menjadi fokus pertama. Meskipun mayoritas responden memberikan penilaian positif, adanya sebagian kecil yang menganggap kurang memuaskan atau sangat tidak memuaskan menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, serta perbedaan persepsi antara mahasiswa yang berada pada semester yang berbeda. Teori Expectancy Disconfirmation menjelaskan bahwa perbedaan ini dapat menjadi sumber ketidakpuasan dan perlu perhatian lebih lanjut. Berdasarkan teori Expectancy Disconfirmation oleh (Oliver, 1. , kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana dapat dipahami melalui perbandingan antara harapan awal, persepsi aktual, dan disconfirmation. Data hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kondisi sarana prasarana labor di IAIN Kerinci. Sebanyak 48,3% responden menyatakan bahwa ketersediaan sarana prasarana labor memadai untuk melakukan penelitian dan praktikum, sedangkan 34,5% merasa cukup memuaskan. Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil responden yang menganggap kurang memuaskan, menunjukkan adanya perbedaan antara harapan awal dengan pengalaman aktual. Selain itu, penelitian Harahap et al. , . ) menyoroti pentingnya sarana dan prasarana dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa aspek-aspek seperti keterfungsian peralatan dan mesin di laboratorium mendapatkan penilaian positif dari sebagian besar responden. Namun, masih ada sebagian kecil yang menyatakan ketidakpuasan terkait hal ini. Hal ini sejalan dengan temuan yang menegaskan bahwa sarana prasarana yang baik dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa. Oleh karena itu, teori Expectancy Disconfirmation dan penelitian Harahap et al. , . memberikan landasan yang kuat untuk memahami evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana labor di IAIN Kerinci. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya perbaikan dan pengembangan sarana prasarana guna meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa di Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 73 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kedua, ketersediaan alat dan bahan juga menjadi aspek penting. Meskipun mayoritas merasa puas, perbedaan persepsi antara jenis kelamin dan semester mahasiswa menunjukkan potensi area perbaikan. Teori Expectancy Disconfirmation mendukung gagasan bahwa jika harapan tidak sesuai dengan pengalaman aktual, hal ini dapat mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa. Berdasarkan teori Expectancy Disconfirmation oleh Oliver, . 0, 2. , kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana dapat dipahami melalui perbandingan antara harapan awal, persepsi aktual, dan disconfirmation. Data hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kondisi sarana prasarana labor di IAIN Kerinci. Sebanyak 48,3% responden menyatakan bahwa ketersediaan sarana prasarana labor memadai untuk melakukan penelitian dan praktikum, sedangkan 34,5% merasa cukup memuaskan. Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil responden yang menganggap kurang memuaskan, menunjukkan adanya perbedaan antara harapan awal dengan pengalaman aktual. Oleh karena itu, teori Expectancy Disconfirmation Oliver, . 0, 2. memberikan landasan yang kuat untuk memahami evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana labor di IAIN Kerinci, serta mendorong upaya perbaikan untuk meningkatkan pengalaman belajar mereka. Selain itu. Frisdiantara & Graha, . dalam penelitiannya meneliti pengaruh fasilitas terhadap kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas fasilitas memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Oleh karena itu, perbaikan dan peningkatan sarana prasarana laboratorium di IAIN Kerinci dapat secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan mahasiswa terhadap lingkungan belajar mereka. Dalam konteks penelitian ini, perlu juga dicatat bahwa menurut (Oliver, 1. , kepuasan merupakan kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Dengan demikian, hasil kuesioner yang menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap beberapa aspek sarana prasarana laboratorium dapat diinterpretasikan sebagai adanya ketidaksesuaian antara harapan mahasiswa dan pengalaman yang mereka alami. Oleh karena itu, pemahaman teori ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan mahasiswa terhadap sarana prasarana di IAIN Kerinci, serta membantu dalam merancang langkah-langkah perbaikan yang sesuai. Ketiga, pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang sarana dan prasarana laboratorium mencatat mayoritas puas, namun terdapat sebagian yang merasa kurang Analisis perbedaan persepsi antara kelompok mahasiswa memberikan indikasi bahwa evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami aspek yang mungkin perlu Berdasarkan teori Expectancy Disconfirmation oleh Oliver, . 0, 2. , hasil kuesioner tentang kepuasan mahasiswa terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci dapat dipahami melalui perbandingan antara harapan awal, persepsi aktual, dan disconfirmation. Meskipun mayoritas mahasiswa merasa cukup puas dengan pemahaman mereka tentang penggunaan sarana prasarana laboratorium, terdapat persentase yang signifikan yang merasa kurang atau bahkan tidak puas, menunjukkan ketidaksesuaian antara harapan awal dan pengalaman yang mereka Penelitian Frisdiantara & Graha, . menunjukkan bahwa kualitas fasilitas juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa, menegaskan pentingnya perhatian terhadap aspek ini dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa. Kesesuaian antara harapan dan kenyataan, seperti yang dikemukakan oleh (Oliver, 1. , menjadi kunci dalam memahami kepuasan. Hasil kuesioner yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang sarana dan prasarana Labor IAIN Kerinci dapat diinterpretasikan sebagai ketidaksesuaian antara harapan mahasiswa dan pengalaman mereka, memperkuat urgensi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan mahasiswa dan merancang langkah-langkah perbaikan yang sesuai. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 74 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Keempat, ketersediaan instruktur atau supervisor juga menjadi perhatian. Meskipun mayoritas merasa puas, adanya responden yang merasa kurang memuaskan menunjukkan adanya area yang perlu diperhatikan oleh pihak laboratorium. Teori Expectancy Disconfirmation dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana perbedaan antara harapan dan pengalaman aktual dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Peningkatan komunikasi dan dukungan instruktur dapat meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam menggunakan fasilitas laboratorium dan memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi secara optimal. Analisis kepuasan mahasiswa terhadap ketersediaan instruktur atau supervisor di Labor IAIN Kerinci, penting untuk mempertimbangkan teori Expectancy Disconfirmation (Oliver, 1. yang menjelaskan bagaimana kepuasan terbentuk dari perbandingan antara harapan dan pengalaman aktual. Konsep ini mengimplikasikan bahwa kepuasan mahasiswa tergantung pada sejauh mana pengalaman mereka dengan instruktur atau supervisor tersebut memenuhi atau melebihi harapan. memahami harapan mahasiswa dan memastikan pengalaman mereka memenuhi atau melebihi harapan. IAIN Kerinci dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik di Labor mereka. Kelima, waktu yang diberikan untuk praktikum menjadi faktor penting lainnya. Meskipun mayoritas puas, perbedaan persepsi antara kelompok mahasiswa menunjukkan adanya potensi peningkatan. Teori Expectancy Disconfirmation dapat memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana perbedaan ini dapat memengaruhi kepuasan dan kenyamanan upaya perbaikan dan peningkatan dapat diimplementasikan untuk memastikan bahwa waktu yang diberikan dalam praktikum mendukung secara memadai proses pembelajaran mahasiswa. Evaluasi lebih lanjut dan dialog antara instruktur dan mahasiswa dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus dan mencari solusi yang lebih optimal, sehingga pengalaman praktikum menjadi lebih efektif dan bermakna bagi perkembangan akademis mahasiswa di Labor IAIN Kerinci. Selain itu, manajemen sarana prasarana yang baik juga merupakan elemen penting dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa. Teori-teori manajemen, seperti yang dijelaskan oleh (Yulianto et al. , 2. (Sarbaini, 2017. (Purwanto, 2. menggarisbawahi pentingnya perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan dalam mengelola serta memastikan efektivitas penggunaan dan pemeliharaan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan dalam suatu organisasi atau lembaga. Dalam konteks pendidikan tinggi, manajemen sarana prasarana akan melibatkan pengelolaan berbagai fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, gedung perkuliahan, pusat kegiatan mahasiswa, dan fasilitas lainnya yang mendukung proses pembelajaran dan aktivitas kampus. Selanjutnya, penelitian terdahulu, seperti yang dilakukan oleh (Harahap et al. , 2019. Frisdiantara & Graha, 2013. Malikhah, 2019. Isnaini et al. , 2. telah menunjukkan bahwa manajemen sarana prasarana yang efektif memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Perencanaan yang matang dalam menyediakan fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan yang memadai, dan pusat kegiatan mahasiswa, dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Dalam konteks laboratorium, sarana prasarana memiliki peran krusial dalam mendukung pembelajaran dan penelitian, sebagaimana dijelaskan oleh (Sastria et al. Deazzahra et al. , 2. Lingkungan laboratorium yang memadai tidak hanya menjadi tempat untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari mahasiswa tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan praktis, penelitian ilmiah, dan inovasi. Oleh karena itu, penting bagi laboratorium di IAIN Kerinci, termasuk laboratorium Prodi Biologi, untuk memenuhi standar dan kebutuhan yang ditetapkan oleh peraturan seperti PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendikbud No. 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 75 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Teori Expectancy Disconfirmation mendukung hasil penelitian Anda dengan menjelaskan bagaimana perbedaan antara harapan dan pengalaman aktual dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana laboratorium (Oliver. Dalam penelitian ini, beberapa mahasiswa merasa tidak puas dengan kondisi sarana prasarana laboratorium, ketersediaan alat dan bahan, pemahaman dan pengetahuan, ketersediaan instruktur atau supervisor, dan waktu yang diberikan untuk praktikum. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara harapan mereka dan pengalaman aktual mereka. Lebih lanjut Teori Expectancy Disconfirmation dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa ada perbedaan ini. Misalnya, jika mahasiswa memiliki harapan tertentu tentang kondisi laboratorium, tetapi pengalaman mereka saat menggunakan laboratorium tidak sesuai dengan harapan tersebut, maka mereka akan merasa tidak puas. Hal ini juga berlaku untuk ketersediaan alat dan bahan, pemahaman dan pengetahuan, ketersediaan instruktur atau supervisor, dan waktu yang diberikan untuk praktikum. Oleh karena itu. Teori Expectancy Disconfirmation mendukung hasil penelitian Anda dengan menunjukkan bagaimana perbedaan antara harapan dan pengalaman aktual dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana laboratorium. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap keadaan sarana prasarana laboratorium, penggalian masukan lebih lanjut dari pengguna laboratorium, dan merancang rencana perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan yang diidentifikasi perlu dilakukan oleh IAIN Kerinci untuk meningkatkan kepuasan dan kenyamanan mahasiswa dalam melakukan kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium. SIMPULAN Hasil penelitian kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana laboratorium di IAIN Kerinci menunjukkan mayoritas mahasiswa memberikan penilaian positif. Meskipun demikian, terdapat aspek-aspek yang perlu diperbaiki, seperti kecukupan alat dan bahan, kemudahan akses, dukungan informasi, serta ketersediaan dan kesediaan instruktur. Evaluasi menyeluruh dan perbaikan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa dalam melakukan penelitian dan praktikum di laboratorium. UCAPAN TERIMAKASIH JIKA ADA Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung proses penulisan artikel ini. Terima kasih kepada dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman, yang telah memberikan semangat, arahan, serta masukan yang Semoga kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan yang terbaik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi banyak kalangan. DAFTAR PUSTAKA Deazzahra. Habibie. Kristiyaningsih. Anggraeni4. Nisak. , & Amalia. Analisis Penggunaan Laboratorium Biologi untuk Praktikum Pengamatan Sel Tumbuhan. Jornal of Education and Technology, 3. , 10Ae16. Frisdiantara. , & Graha. Pengaruh Dimensi Pelayanan Dan Dimensi Fasilitas Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pada Universitas Kanjuruhan Malang. Jurnal Ekonomi MODERNISASI, 9. , 106. https://doi. org/10. 21067/jem. Gusmanto. Manajemen Pengelolaan Alat dan Bahan di Laboratorium Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci. Leader: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1. , 112Ae121. https://doi. org/10. 32939/ljmpi. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 76 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Harahap. Makhdalena. , & Zulkarnain. Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Dan Sarana Prasarana Pendidikan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Fki. Universitas Riau. Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidika. , 7 . https://doi. org/10. 31258/jmp. Harahap. Makhdalena. , & Zulkarnain. Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Dan Sarana Prasarana Pendidikan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Fki. Universitas Riau. Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidika. , 7. , 116. https://doi. org/10. 31258/jmp. Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan. In PP. Isnaini. Kusuma. , & Noviani. Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fkip Uns. BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis Dan Ekonomi, . https://jurnal. id/bise/article/view/17968 Isnaini. Kusuma. , & Noviani. Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fkip Uns. BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis Dan Ekonomi, 1. , 1Ae20. Lestari. Ayu. Pratama. Anggraeni. , & Penulis. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan, 1. , 1Ae16. https://doi. org/10. 47861/jdan. Lestari. Ayu. Pratama. Anggraeni. , & Penulis. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan, 1. , 1Ae16. Malikhah. Pengaruh Mutu Pelayanan. Pemahaman Sistem Operasional Prosedur Dan Sarana Pendukung Terhadap Kepuasan Mahasiswa. Jurnal Panca Budi . Universitas Pembangunan Panca Budi, 11 . Mardiana. , & Hartati. Pengaruh Media Pembelajaran . Fasilitas Belajar d an Lingkungan Belajar t erhadap Motivasi Belajar Selama. Prosiding The 13th Industrial Research Workshop and National Seminar, 2018, 13Ae14. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Mulyawan. , & Rinawati. Pengaruh Kualitas Layanan Akademik Terhadap Kepuasan Mahasiswa. Juranal Ekonomi. Bisnis & Entrepreneurship, 10. , 119Ae131. Oliver. A Cognitive Model of the Antecedents and Consequences of Satisfaction Decisions. Journal Marketing Research, 17. , 460Ae469. https://doi. org/10. 1177/002224378001700405 Oliver. Statisfaction A Behavioral Perspective on the Consumer (Third Edi. Routledge Taylor & Francis Group. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 77 | 78 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 60-78 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Purwanto. Administrasi Sarana