Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9. No. Juni 2025, pp. ISSN 2615-5621 Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi: Scooping review Machfudloh1*. Amara Dinda Aulia2 1,2 Sarjana Dan Profesi Bidan. Fakultas Farmasi. Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Indonesia. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel Latar belakang: Perilaku seksual pranikah pada remaja terus meningkat, menyebabkan konsekuensi serius seperti kehamilan remaja, aborsi yang tidak aman, dan peningkatan infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Pemerintah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui penyediaan alat kontrasepsi, namun kebijakan ini masih diperdebatkan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan scooping review yang dilakukan sesuai dengan framework dari Arksey dan OAoMalley yang terdiri dari 5 langkah. Hasil: Dari tinjauan 10 artikel terdiri dari 3 kualitatif, 4 kuantitatif, dan 3 campuran. Ditemukan bahwa pengetahuan remaja mengenai kontrasepsi bervariasi, dengan banyak yang hanya mengetahui metode. Sikap positif terhadap kontrasepsi sebagian besar ada, namun masih terdapat hambatan yang signifikan, termasuk stigma sosial dan akses informasi yang terbatas. Simpulan: Banyak remaja masih kurang memahami berbagai aspek kontrasepsi. Edukasi yang lebih baik dan pengurangan stigma sosial diperlukan untuk mendorong penggunaan kontrasepsi yang lebih luas dan aman di kalangan remaja. Tanggal diterima, 28 Maret 2025 Tanggal direvisi, 15 Juli 2025 Tanggal dipublikasi, 14 Agustus 2025 Kata kunci: Sikap Terhadap Kontrasepsi. Pengetahuan Kontrasepsi pada remaja. Kesehatan Seksual. Penggunaan Kontrasepsi. 32536/jrki. Keyword: Attitude Towards Contraception. Knowledge of Contraception Adolescents. Sexual Health. Contraceptive Use. Background: Premarital sexual behavior among adolescents is on the rise, leading to serious consequences such as teenage pregnancy, unsafe abortion, and an increase in sexually transmitted infections, including HIV/AIDS. The government has attempted to address this problem through the provision of contraceptives, but this policy is still debated. Objective: to determine the level of knowledge and attitudes of adolescents towards contraceptive use. Methods: This study used a scooping review approach conducted according to the framework of Arksey and O'Malley which consists of 5 steps. Results: From the review of 10 articles consisting of 3 qualitative, 4 quantitative, and 3 mixed. It was found that adolescents' knowledge of contraception varied, with many only knowing the methods. Positive attitudes towards contraception were largely present, but there were still significant barriers, including social stigma and limited access to information. Conclusions: Many adolescents still lack understanding of various aspects of contraception. Improved education and reduction of social stigma are needed to encourage wider and safer contraceptive use among adolescents. Pendahuluan1 Perilaku seksual sebelum nikah pada remaja terus meningkat dan mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan (Alwi, 2. Data survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Kesehatan . menunjukkan prevalensi hubungan seksual di luar nikah pada remaja Indonesia mencapai angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 62,7% (Yanti & Aris, 2. Salah satu penelitian tentang perilaku seksual remaja yang dilakukan di empat kota (Surabaya. Jakarta. Bandung. Meda. dengan melibatkan 450 remaja, diperoleh hasil 44 % mereka mengaku bahwa mereka mempunyai pengalaman seksual ketika berusia 16-18 tahun dan 16 % lainnya mempunyai pengalaman seksual ketika berusia 13-15 tahun (Indriani et al, 2. Korespondensi penulis Alamat E-mail: amaraaulia004@gmail. Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia ISSN 2615-5621 Vol 9. No. Juni 2025, pp. Presentase ini semakin meningkat setiap tahunnya hingga di tahun 2023 sebanyak 68,29% yang berusia 19 tahun dimana menurut UndangUndang diperbolehkan untuk melakukan perkawinan sah secara agama dan negara, tetapi enggan melakukan perkawinan dan lebih memilih seks bebas (Viryadi, 2. Dampak seks bebas pada remaja dapat menyebabkan permasalahan serius dan tidak dapat diremehkan. Misalnya kehamilan di usia muda, prematur, bayi lahir dengan cacat, aborsi yang berisiko, putus pendidikan, pernikahan dini, perceraian, serta penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS yang sangat berbahaya bagi remaja (Bahdad et al, 2. Menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga (BKKBN) pada tahun 2023, jumlah kasus aborsi di Indonesia telah mencapai 2,6 juta per tahun, 700. diantaranya dilakukan oleh remaja akibat kehamilan tidak diinginkan (BKKBN, 2. Hal ini sangat memungkinkan angka terus meningkat (Alifah et al, 2. Fakta ini diperparah dengan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2022, bahwa adanya peningkatan kasus HIV dari tahun sebelumnya sebesar 3,8% pada remaja berusia 15-24 tahun, dengan estimasi jumlah penderita 929 orang (Farhan et al, 2. Hal ini menjadikan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja menjadi isu global yang perlu penanganan serius (Salfadila et al, 2. Berdasarkan kejadian tersebut, upaya terbaru pemerintah tertuang dalam Peraturan Pemerintah no 28 tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang no 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan pada pasal 103 ayat . huruf e yang secara muatan substansi mengandung AuPelayanan Kesehatan reproduksi yang diberikan sebagai upaya Kesehatan system reproduksi usia sekolah dan remaja adalah berupa penyediaan alat kontrasepsiAy. Namun, kebijakan ini masih diperdebatkan, karena dianggap cenderung diantaranya UU no 35 Tahun 2014 serta UndangUndang Dasar 1945 dalam hal pengaturan perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi (Viryadi, 2. Dalam pengendalian seks bebas remaja, lebih disarankan dalam bentuk pendidikan dan informasi dalam menjaga Kesehatan reproduksi, seperti penyuluhan kesehatan reproduksi, pembentukan posyandu remaja, dan pembentukan Kader Kesehatan Remaja dari pihak Puskesmas (Purnami et al. Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, maka peningkatan pengetahuan Keluarga Berencana dikalangan remaja sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (Li et al, 2. Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan banyaknya remaja putri belum menikah telah aktif seksual dan berujung pada Kesehatan membahayakan Kesehatan reproduksi dan mengancam keselamatan remaja putri yang belum menikah (Akmal et al, 2. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut mengenai pengetahuan dan sikap remaja terhadap pemakaian kontrasepsi (Sharma et al, 2. Berdasarkan paparan latar belakang yang telah dijelaskan, maka pembahasan dalam scooping review ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi, serta besaran pengaruh secara langsung maupun tidak langsung antara pengetahuan dan sikap dalam pemakaian kontrasepsi dengan riwayat kesehatan reproduksi pada remaja. Metode penelitian Metode pencarian literatur menggunakan Scooping review. Scooping Review digunakan untuk mencari evidence dan diteliti secara mendalam dan menyeluruh yang diperoleh melalui berbagai sumber serta berkaitan dengan topik penelitian (Arksey & OAoMalley, 2. Protokol yang digunakan menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyse. Adapun 5 langkah Scooping Review menurut Levac . , yaitu: . identifikasi pertanyaan penelitian, . identifikasi artikel yang relevan, . seleksi artikel, . data Charting, dan . penyajian data/hasil, diskusi dan Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. ISSN 2615-5621 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9. No. Juni 2025, pp. Langkah 1: Mengidentifikasi pertanyaan Tabel 1. Framework PEO P (Populatio. E (Exposur. Remaja OR Adolescent* OR Teenager* OR Youth* OR Young people* AND Pemakaian kontrasepsi OR AuContraseptive useAy* AND O (Outcome. / T (Theme. Pengetahuan dan sikap OR Knowledge and attitude an* AND Pencarian artikel menggunakan beberapa strategi pencarian dengan kata kunci . , menggunakan medical subject heading (MesH), menggunakan truncation, menggunakan Boolean operator (OR. AND, dan NOT) (Levac et al, 2. Pencarian scooping review ini menggunakan database Pubmed dan ScienceDirect, dan satu mesin pencari yaitu Google Scholar. Fokus dalam penulisan ini adalah membahas pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Langkah 3: Seleksi Artikel Kerangka yang digunakan pada scooping review ini menggunakan framework PEO (Population. Exposure dan Outcom. agar memudahkan dalam pencarian literatur ilmiah yang sesuai. Dengan mengidentifikasi pertanyaan dalam review literature adalah langkah penting yang menjadi penentuan metode strategi pencarian artikel, kriteria inklusi serta eksklusi maupun ringkasan data (Rusdi et al. , 2. Pertanyaan scooping review dalam penelitian ini adalah bagaimana pengetahuan maupun sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi dengan tujuan untuk mengetahui berbagai tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi, dalam hal kebutuhan, hambatan, dan upaya edukasi berdasarkan evidence based baik secara nasional maupun internasional. Pencarian artikel berdasarkan kata kunci ditemukan sebanyak 807 artikel, dengan rincian Pubmed 405. ScienceDirect 205, dan Google Scholar 197 artikel. Selanjutnya, dilakukan penyaringan dengan cara menyeleksi berdasarkan kesesuaian judul dan abstrack sesuai dengan tujuan penelaahan dengan fokus masalah pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Didapatkan hasil akhir 10 artikel, yang memenuhi tujuan scooping kriteria inklusi berdasarkan hasil analisis. Berikut ini adalah tahapan pencarian artikel yang digunakan dalam kajian literatur dapat dilihat pada PRISMA Flowchart. Langkah 2: Mengidentifikasi artikel yang Tabel 2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi Artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmiah 2. Artikel berupa artikel asli riginal researc. Artikel yang dipublikasikan tahun 2019-2024 Berbahasa inggris maupun Bahasa Indonesia Artikel yang berfokus pada kebutuhan edukasi penggunaan kontrasepsi pada remaja, hambatan dan upaya berdasarkan evidence based baik nasional maupun internasional dalam edukasi penggunaan kontrasepsi pada Kriteria Ekslusi Artikel yang berupa Artikel yang berupa pedoman dan Standar operasional prosedur (SOP) Artikel yang berupa study design systematic review atau scooping review Gambar 1. PRISMA Flow chart Hasil pencarian dengan menggunakan kata kunci, database dan mesin pencari yaitu google scholar didapatkan 807 artikel. Artikel yang didapat, diinput ke Mendeley dan 77 artikel dihilangkan melalui pemeriksaan duplikasi artikel dan disaring secara manual judul dan abstrak dari 730 artikel penelitian dan sebanyak 715 di keluarkan karena tidak sesuai dengan kriteria Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia ISSN 2615-5621 Vol 9. No. Juni 2025, pp. inklusi dan eksklusi. Sebanyak 15 artikel kemudian disaring secara utuh dan ditemukan artikel dikeluarkan karena tahun pengumpulan datanya lebih dari 10 tahun. Ekstraksi artikel dan penilaian kualitas artikel dilakukan pada 10 artikel yang telah memenuhi syarat. Langkah 4: Data Charting Berdasarkan 10 artikel yang telah terpilih, selanjutnya akan dilakukan data Charting yang mencakup kriteria utama meliputi penulis, tahun, judul penelitian, tujuan, negara, desain penelitian, populasi, instrument dan hasil Pemetaan data dilakukan melalui diskusi dengan penulis ke 2 yang mengadopsi modifikasi Joanna Bridgee Institute (JBI). Penulis mencatat dan membandingkan data yang dianalisis, dapat dilihat pada tabel berikut. Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. ISSN 2615-5621 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9. No. Juni 2025, pp. Tabel 3. Analisa Artikel Penulis dan Tahun Judul Tujuan Negara Sharma et al. Knowledge and attitudes towards contraceptives among adolescents and young adults. Amerika Serikat Marhamah. Herinawati and Lilis Pengetahuan Persepsi Remaja Putri Tentang Kontrasepsi di SMA 8 Rengas Bandung Kabupaten Muaro Jambi Memahami pengetahuan dan kontrasepsi pada remaja serta membantu penyedia layanan Kesehatan mengatasi hambatan yang dihadapi oleh pasien saat memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan persepsi Scarano-Pereira et al. Young studentsAo knowledge and attitudes towards sexuality and contraception in two spanish universities: an inferential study Menilai tingkat pengetahuan metode kontrasepsi pada mahasiswa muda jurusan Kesehatan Spanyol Castro et al. Knowledge and attitudes regarding contraceptive education in students and Menilai pengetahuan yang memadai terhadap kontrasepsi pada Columbia Indonesia Desain, populasi dan Studi cross-sectional, pasien klinik remaja Rumah Sakit Universitas Staten Island, meliputi pasien pria dan wanita berusia 13 tahun hingga 23 tahun, survei anonim yang menilai pengetahuan dan sikap mereka secara keseluruhan kontrasepsi dengan penekanan pada IUD menggunakan teknik purposive sampling. Cross sectional study, seluruh siswi SMA Rengas Bandung Kabupaten Muaro Jambi dengan sampel diambil dengan teknik exidental sampling berjumlah 204 remaja putri, menggunakan kuisioner google form. Penelitian Mahasiswa kedokteran dan Universitas Complutense Madrid Universitas Jayn. Spanyol, instrumen pengukuran Sexuality and Contraceptive Knowledge Instrument scale dengan teknik Convenience sampling Studi cross-sectional analitis dan studi fenomenologi hermeneutik kualitatif, terdiri dari 8 kelompok siswa dan 7 kelompok orang tua. Hasil Sebagian besar partisipan tidak mengetahui bahwa IUD juga dapat digunakan sebagai salah satu bentuk kontrasepsi darurat. Meskipun ada kesadaran tentang IUD, pengetahuan yang setara masih kurang di kalangan remaja dan dewasa muda mengenai Dari yang pernah mendengar tentang IUD, hanya 14,1% mengetahui bahwa IUD dapat digunakan sebagai EC . < 0,. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang kontrasepsi dan persepsi responden positif tentang kontrasepsi. Hasil dari 204 responden, dengan uji statistik didapatkan nilai p-value = 0. menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi remaja putri tentang Tingkat pengetahuan umum dari mahasiswa program studi kesehatan cukup tinggi dan memadai, didapatkan hasil : peserta perempuan memiliki skor pengetahuan lebih tinggi (Z = -2,563, p < 0,01 untuk Z = -3,779, p < 0,01 untuk kedoktera. Jenis kelamin, penggunaan metode kontrasepsi, dan pengetahuan tentang pusat perencanaan keluarga berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan, dengan nilai F = 27,318 . < 0,. untuk mahasiswa kedokteran dan F = 9,115 . < 0,. untuk mahasiswa keperawatan. Sebanyak 52. 3% siswa memiliki pengetahuan yang memadai tentang metode kontrasepsi, sementara 1% menunjukkan sikap penerimaan terhadap Komunikasi dengan orang tua mengenai Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia ISSN 2615-5621 Vol 9. No. Juni 2025, pp. Colombian schools 2020Ae 2021: a mixed methods siswa, faktor-faktor yang terkait, perilaku seksual pada siswa yang aktif secara seksual, dan pengalaman dengan pendidikan seks. Menilai pengetahuan dan sikap perempuan Lebanon yang berusia reproduktif kontrasepsi darurat karena dikaitkan dengan kejadian diinginkan yang berujung aborsi tidak aman, sehingga dapat kematian ibu Menganalisis pengetahuan, sikap, dan praktik para remaja perencanaan keluarga . amily planning. FP) di Republik Demokratik Kongo kuesioner & focus group discussions (FGD) dengan teknik purposive sampling pendidikan seks berpengaruh positif, dengan odds ratio (OR) 1. = 0. untuk pengetahuan dan OR 99 . < 0. untuk sikap penerimaan. Lebanon Penelitian crosectional 419 wanita memenuhi kriteria inklusi berusia antara 15 49 tahun. Kuesioner terstruktur & Convenience sampling Kongo DR Penelitian kualitatif, 62 remaja berusia 15-19 tahun, terdiri dari yang bersekolah dan tidak Dan 7 guru yang Pendidikan untuk Kehidupan (EVIE), metode pengambilan Focus Group Disscusion (FGD) dan semi-struktural. convenience sampling & snowball Sebanyak 78% responden tidak pernah mendengar tentang EC. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang EC dan karakteristik sosiodemografis peserta, dengan p-value sebesar 0. untuk usia, 0. 5 untuk status pernikahan, dan 0. untuk tingkat Pendidikan. Sebanyak 57. 3% responden menunjukkan Sikap positif terkait dengan tingkat pendidikan, dengan p-value sebesar 0. 026, sementara perbedaan signifikan dalam sikap berdasarkan area tempat tinggal . -value 0. Pengetahuan tentang kontrasepsi masih terbatas, dengan hanya tiga metode yang disebutkan oleh responden: abstinensi periodik, kondom pria, dan pil Kondom pria digunakan secara tidak teratur, sementara remaja perempuan lebih memilih metode alami karena kekhawatiran terhadap efek samping dari metode modern, dan banyak remaja memiliki pandangan negatif terhadap metode kontrasepsi modern. Mereka lebih memilih abstinensi atau metode alami karena adanya mitos atau ketakutan terhadap efek samping. Kesalahpahaman ini menyebabkan penggunaan metode yang kurang efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak Faktor budaya dan agama . abu seksual, keperawanan. Familismo, dan aib keluarg. remaja Latino menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan (P-value 0,. menegaskan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat akulturasi berdasarkan jenis kelamin, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku terkait kontrasepsi Penelitian ini menemukan bahwa remaja dan orang tua . ,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penggunaan kontrasepsi, dengan Hammoud et al. Knowledge and attitudes of Lebanese women of childbearing age towards emergency contraception Mpunga et al. Connaissances, attitudes enseignants en matiyre rysultats dAoune ytude qualitative ryalisye en Rypublique Dymocratique du Congo Barral et al. Knowledge. Beliefs, and Attitudes Contraception Among Rural Latino Adolescents and Young Adults Romina Mendeskripsikan pengetahuan, kepercayaan, dan sikap tentang kontrasepsi di kalangan remaja dan dewasa muda Latino di Kansas Penelitian campuran, 84 remaja dan pemuda Latino berusia 15-24 tahun dengan 15 kelompok Focus Group Discussions (FGD) dan Survei Individu dengan teknik Purposive Sampling Hategekimana et al. Knowledge, attitudes and contraceptive utilization Mengeksplorasi pengetahuan, sikap dan Rwanda Desain cross-sectional dengan pendekatan mixed method, 394 peserta terdiri dari 151 remaja Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. ISSN 2615-5621 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9. No. Juni 2025, pp. among adolescents: views from beneficiaries and parents in City of Kigali Firdaus et al. Identifikasi Pengetahuan dan Persepsi Tentang Kontrasepsi Pada Generasi Z di Surabaya Mengidentifikasi yang dimiliki Generasi Z di Surabaya terkait kontrasepsi serta menentukan strategi yang tepat bagi apoteker muda dalam memberikan informasi yang tepat di masa Mwaisaka et al. AuThose are things for peopleAy exploring parentsAo/adultsAo adolescentsAo contraceptives in Narok and Homa Bay Counties. Kenya Untuk mengeksplorasi dan membandingkan narasi dan dewasa/orang tua dan remaja kontrasepsi di Kabupaten Narok dan Homa Bay. Kenya . dan 193 orang tua untuk pendekatan kuantitatif. Peserta kualitatif terdiri dari 29 orang tua dan 21 remaja. Kuesioner semi-terstruktur dengan Kobo Collect dan In-Depth Interviews remaja . ,5%) menunjukkan pengetahuan yang jauh lebih rendah daripada orang tua . ,4%). Mayoritas peserta, 195 . ,7%), memiliki sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi di kalangan remaja. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan faktor sosio-demografi seperti pendidikan (P= 0. dan status perkawinan (P= 0. , yang mengindikasikan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi di antara mereka yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Indonesia Studi deskriptif, 106 orang untuk responden mahasiswa dan 11 orang untuk responden apoteker muda, survei menggunakan instrumen kuesioner tertutup, teknik non random sampling Kenya Studi kualitatif menggunakan wawancara mendalam FGD, remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang dipilih secara purposive sampling dan 12 FGD juga dilakukan dengan 86 orang dewasa yang dari dua kabupaten. Dari segi pengetahuan tentang kontrasepsi, penelitian menemukan bahwa sebagian besar GenZ, yaitu sekitar 90% responden, sudah mengetahui istilah kontrasepsi, dan 74% responden mengartikan kontrasepsi sebagai pencegah kehamilan. Jenis kontrasepsi yang paling dikenal oleh GenZ adalah pil KB, yang diakui oleh 75% responden, diikuti oleh kondom pria . %) dan injeksi . %). Persepsi GenZ tentang manfaat kontrasepsi menunjukkan bahwa 57% responden percaya bahwa kontrasepsi dapat membantu dalam perencanaan keluarga yang baik, sedangkan 34% lainnya melihatnya sebagai pencegahan kehamilan. Dalam hal persepsi tentang kontrasepsi, 75% remaja percaya bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan infertilitas, sementara 60% orang tua berpendapat bahwa kontrasepsi hanya diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah. Temuan ini mencerminkan adanya mitos dan kesalahpahaman yang meluas mengenai kontrasepsi di kalangan masyarakat. 65% orang tua bersedia membahas kontrasepsi setelah remaja mengalami kehamilan, menunjukkan bahwa diskusi tentang kontrasepsi sering kali terjadi hanya setelah situasi darurat, seperti kehamilan yang tidak direncanakan. Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia ISSN 2615-5621 Vol 9. No. Juni 2025, pp. Langkah 5: Penyajian data/hasil, diskusi dan Pada scooping review ini, penilaian kualitas artikel dilakukan dengan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool, dengan kriteria penilaian yang digunakan sebagai 2 : pertanyaan dijawab dengan baik dan dijelaskan dengan rinci 1 : pertanyaan dijawab tetapi tidak dijelaskan dengan rinci 0 : pertanyaan tidak dijawab dan/ tidak dijelaskan pada artikel Karakteristik Artikel Berdasarkan Negara Setelah melakukan penilaian artikel kemudian dilanjukan dengan pengelompokkan kualitas artikel menjadi 4 kriteria/ grades yaitu: nilai akhir 16-20 nilai akhir 11-15 nilai akhir 6-10 nilai akhir 0-5 Tabel 4. Data Penilaian Kualitas Artikel Study 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tujuan & Objektif yang jelas 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Ketepatan metodologi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Desain penelitian 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Perekrutan 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 Pengumpulan data 1 2 1 1 2 2 1 1 2 2 Hubungan antara peneliti dan 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 Pertimbangan masalah etika 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 Analisis data 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 Penemuan & pelaporan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Nilai penelitian 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah 17 15 17 19 16 15 17 17 16 17 Hasil A B A A A B A A A A Berdasarkan hasil penilaian kualitas artikel didapatkan 8 artikel yang artikel berkualitas A dan 2 artikel yang berkualitas B. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan 10 artikel yang telah dianalisa pada scooping review terkait pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi didapatkan hasil sebagai berikut: Berdasarkan Karakteristik Artikel Karakteristik Studi berdasarkan Negara Gambar 2. Karakteristik Studi berdasarkan Negara Berdasarkan Gambar 2 didapatkan hasil dari beberapa artikel yang ditemukan dari berbagai negara yaitu 1 artikel dari Amerika Serikat, 2 dari Indonesia, 1 dari Spanyol, 1 dari Columbia, 1 dari Lebanon, 1 dari Kongo DR, 1 dari Kansas, 1 dari Rwanda, dan 1 dari Kenya. Karakteristik Studi berdasarkan desain Karakteristik berdasarkan desain penelitian Kuantitatif Kualitatif Metode Gambar 3. Karakteristik Studi berdasarkan desain penelitian Berdasarkan karakteristik desain penelitian didapatkan hasil dari 10 artikel terdapat 3 artikel dengan desain penelitian kuantitatif, 4 artikel dengan desain penelitian kualitaif dan 3 artikel dengan desain penelitian metode campuran. Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. ISSN 2615-5621 Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9. No. Juni 2025, pp. Karakteristik Studi berdasarkan kualitas Karakteristik berdasarkan kualitas artikel Gambar 4. Karakteristik Studi berdasarkan kualitas artikel Berdasarkan penilaian critical appraisal yang dilakukan dari 10 artikel ini, didapatkan kualitas grade (A) sejumlah 8 artikel dan artikel dengan kualitas grade (B) sejumlah 2 artikel. Berdasarkan Analisis Tema Artikel Berdasarkan penelitian ini dilakukan pemetaan tema artikel, melalui ekstraksi data dan penilaian kualitas artikel penelitian maka diidentifikasi tema artikel penelitian yang sudah dipilih yaitu: Tabel 5. Analisis dan Pemetaan Tema Artikel Penelitian Tema Pengetahuan Remaja terhadap Sikap Remaja Hambatan akses kontrasepsi pada Sub Tema Baik Kurang Artikel Penelitian A3. A4. Kurang A1. A2. A5. A6. A7. A8. A10 A2. A3. A4. A6, A8. A9. A7. A10 Internal Eksternal A4. A10. Baik Berdasarkan hasil penelurusan literatur, diperoleh hasil yang terkait dengan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi sebagai berikut: Pengetahuan Remaja penggunaan kontrasepsi Dalam penelitian ini, terdapat 10 artikel yang dianalisis secara mendetail pada pengetahuan remaja terhadap pemakaian Setelah dianalisis, ditemukan bahwa pengetahuan remaja tentang pemakaian berdasarkan lokasi geografis, pendidikan, dan budaya (Hategekimana et al, 2. Beberapa studi mengindikasikan bahwa banyak remaja memiliki pengetahuan terbatas mengenai berbagai metode kontrasepsi misalnya, remaja hanya menyebutkan beberapa metode dasar seperti kondom dan pil (Mpunga et al, 2. Pengetahuan tentang metode yang lebih kompleks seperti IUD (Intrauterine Devic. juga rendah, di mana hanya sebagian kecil yang menyadari kegunaan IUD sebagai kontrasepsi darurat (Sharma et al, 2. Dalam studi oleh Barral et al . banyak remaja yang tidak mengetahui cara penggunaan yang benar dan efek samping yang mungkin terjadi, yang dapat mengarah pada penggunaan yang tidak efektif (Mpunga et al, 2. Namun terdapat penelitian yang masih menunjukkan adanya pengetahuan remaja terkait kontrasepsi, salah satunya studi yang dilakukan oleh Scarano-Pereira et al . mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan umum dari mahasiswa program studi kesehatan cukup tinggi dan memadai untuk dapat menanggapi tuntutan yang diberikan kepada mereka, baik di tingkat pribadi maupun profesional. Hal ini juga ditemukan dalam penelitian Firdaus et al . segi pengetahuan tentang kontrasepsi, penelitian menemukan bahwa sebagian besar GenZ, yaitu sekitar 90% responden, sudah mengetahui istilah kontrasepsi, dan 74% responden mengartikan kontrasepsi sebagai pencegah kehamilan. Ini menunjukkan bahwa masih ada sebagian kecil kelompok remaja yang lebih teredukasi mengenai kontrasepsi, walaupun masih ada banyak yang kurang informasi. Sikap remaja Beberapa artikel menunjukkan bahwa remaja memiliki sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi, seperti penelitian oleh Castro et al . bahwa 80,1% siswa di 8 Machfudloh dan Amara Dinda Aulia (Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia ISSN 2615-5621 Vol 9. No. Juni 2025, pp. sekolah Colombia memiliki sikap menerima (OR 2,33, 95% CI 1,1-4,. Hal sama juga ditemukan dalam penelitian Hammoud et al . , menunjukkan bahwa sebanyak 46,4ri responden memiliki sikap positif terhadap EC . value=0. Namun memperlihatkan kecemasan atau ketidakpastian, terutama terkait risiko dan stigma sosial yang menyertai penggunaan kontrasepsi (Barral et al. Penelitian Sharma et al . di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sikap remaja terhadap kontrasepsi sering kali dipengaruhi oleh kurangnya informasi yang akurat, terutama terkait metode tertentu seperti IUD yang dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. Hal ini menunjukkan bahwa sikap mereka cenderung netral atau ragu karena minimnya pengetahuan. Lebih lanjut, penelitian oleh Barral et al . menunjukkan bahwa kurangnya sikap pribadi kontrasepsi, karena mereka masih menghadapi hambatan budaya dan sosial yang mempengaruhi akses mereka terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi. Hambatan akses kontrasepsi pada remaja Banyak remaja merasa malu atau takut atau tidak nyaman untuk membahas topik ini dengan orang tua, guru, atau penyedia layanan Kesehatan karena mengingat stigma seputar seksualitas dan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan orang muda (Mpunga et al, 2. Kurangnya kesadaran diri menjadi salah satu penghalang utama bagi remaja untuk mengakses kontrasepsi, misalnya studi oleh Sharma et al . menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan tidak menyadari bahwa IUD (Intrauterine Devic. dapat digunakan sebagai kesenjangan informasi yang signifikan di kalangan remaja dan dewasa muda. Selain itu, persepsi yang salah atau negatif terhadap kontrasepsi juga dapat menghalangi remaja untuk mencari informasi atau menggunakannya. Dalam studi Barral et al . , menjelaskan bahwa kurangnya pengetahuan tentang reproduksi dan kontrasepsi di kalangan remaja Latin yang disebabkan oleh hambatan agama dan budaya. Dimana keyakinan agama menggambarkan kontrasepsi sebagai "melakukan aborsi" atau "membunuh sperma" dan seks di kalangan pemuda Latin pada umumnya dianggap Serta adanya beberapa aspek yang berkontribusi terhadap rendahnya penggunaan kontrasepsi di kalangan remaja, termasuk otonomi dalam hubungan, persepsi bahaya, dan pola komunikasi dengan pasangan . value<0,. , status pernikahan . =0. dan pekerjaan yang secara signifikan mempengaruhi pengetahuan . = 0. Simpulan Dari hasil review 10 artikel ditemukan bahwa banyak remaja masih kurang memahami kontrasepsi, baik dari segi pengetahuan umum, pemahaman tentang efektivitas metode. Meskipun terdapat kesadaran yang meningkat, pengetahuan remaja terkait kontrasepsi masih sering kali terbatas pada metode dasar. Sikap positif terhadap kontrasepsi terlihat, namun kekhawatiran terkait akses informasi, stigma sosial dan diskusi terbuka mengenai topik ini, masih menjadi hambatan yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan pendidikan kesehatan seksual dan penyuluhan yang tepat sangat penting untuk mengatasi hambatan ini, sehingga remaja dapat membuat keputusan yang lebih informatif dan bertanggung jawab mengenai kesehatan reproduksi mereka. Upaya kolaboratif antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan diperlukan untuk mendukung pemahaman yang lebih baik tentang kontrasepsi di kalangan remaja. Ucapan terima kasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penelitian ini. Daftar Pustaka