Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 3 . November 2025 Page : 275Ae283 / e-ISSN : 2986-5212 DOI : https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten Siti Wardah Rizkiah1. Resi Dazia2 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Nusantara Tangerang. Indonesia Email: rizkiyahhsitiwardah@gmail. com1, 2 residazia@ptnutangerang. Article History : Received: 29-10-2025 Accepted: 10-11-2025 Publication: 20-11-2025 Abstract: This community outreach program aims to increase awareness and the role of parents, particularly mothers, in creating a safe, friendly, and supportive environment for children's growth and This outreach program is motivated by the increasing risk of violence and neglect against children in the family and community. The methods used include a participatory approach through counseling and outreach. The results of the program indicate that participants experienced an increased understanding of the concept of a child-friendly environment and strategies for preventing and addressing it within the family environment. This activity also fostered a collective commitment among mothers to monitor each other and create a safer social space for children Abstrak Kegiatan pendampingan kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan peran orang tua, khususnya ibu, dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kekerasan dan pengabaian terhadap anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui penyuluhan dan sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep lingkungan ramah anak dan strategi pencegahan dan penanganannya di lingkungan keluarga. Kegiatan ini juga menumbuhkan komitmen kolektif di antara ibu-ibu untuk saling mengawasi dan menciptakan ruang sosial yang lebih aman bagi anak-anak. Keywords : Pendampingan. Lingkungan Aman. Perlindungan Anak. Ibu-Ibu Majelis TaAolim. Pemberdayaan Komunitas PENDAHULUAN Lingkungan yang aman dan nyaman merupakan prasyarat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal baik dari aspek fisik, sosial maupun psikologis (Christina et al. , 2022. Friska et al. , 2022. Sukmawati et al. , 2. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan rasa aman cenderung memiliki kepercayaan diri, stabilitas emosi serta kemampuan sosial yang lebih baik (Adi et al. , 2022. Cahyani et al. , 2024. Sulistyarini et al. , 2. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan perlindungan lingkungan yang layak baik di rumah, sekolah maupun di lingkungan sosialnya (Rosyida et al. , 2021. Wonggo et al. , 2. Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Permasalahan tersebut menjadi semakin kompleks dengan meningkatnya paparan anak terhadap pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, serta ancaman kekerasan berbasis gender dan pelecehan di ruang publik maupun domestik(Absor et al. , 2024. Chumairoh et al. , 2025. Prameswari et al. , 2025. Syalsabilah et al. , 2. Persoalan terkait keamanan lingkungan bagi anak seperti lemahnya pengawasan orang tua, kurangnya pengetahuan ibu mengenai bahaya lingkungan sosial dan digital, serta minimnya kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak(Erda et al. , 2025. Said et al. , 2023. Wulandari et al. , 2. Dalam konteks ini peran ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga menjadi sangat Ibu-ibu anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membentuk lingkungan yang aman bagi anak-anak mereka. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan karena keterbatasan informasi, pemahaman dan keterampilan praktis dalam menciptakan serta menjaga lingkungan aman bagi anak. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu-ibu anggota Majelis TaAolim Al Yamin dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah anak di sekitar keluarga dan komunitasnya. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, pendampingan ini memberikan pemahaman mengenai prinsipprinsip perlindungan anak, deteksi dini terhadap potensi bahaya, serta strategi pengasuhan yang berorientasi pada keamanan dan kesejahteraan anak. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring sosial antaranggota majelis taAolim dalam upaya bersama menciptakan ruang sosial yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Kontribusi kegiatan pendampingan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu para ibu, tetapi juga memberikan nilai sosial bagi komunitas setempat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan solidaritas dalam menjaga keamanan anak-anak di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pendampingan ini menjadi bentuk nyata dari implementasi pendidikan masyarakat berbasis keluarga dan komunitas religius dalam mewujudkan lingkungan sosial yang aman, sehat, dan ramah anak di wilayah Citeras. Rangkasbitung. Lebak. Banten. METODE Kegiatan pendampingan lingkungan aman untuk anak diikuti ibu-ibu anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. dilaksankan pada tanggal 26 Agustus 2025. Sebanyak 30 peserta tidak hanya menjadi objek penerima materi, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran dan penerapan nilai-nilai perlindungan anak. Pendampingan ini dilaksanakan selama beberapa tahap, yang Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. mencakup tahap identifikasi masalah, tahap perencanaan kegiatan, tahap pelaksanaan pendampingan, tahap evaluasi, dan tahap tindak lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pendampingan ini dimulai dari tahap identifikas masalah. Tahap awal difokuskan pada proses penggalian informasi dan pemetaan kondisi sosial masyarakat, khususnya terkait pemahaman dan praktik ibu-ibu anggota majelis dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak. Kegiatan ini dilakukan melalui wawancara informal, observasi lingkungan sekitar, dan diskusi kelompok kecil. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum memahami konsep Aulingkungan amanAy secara menyeluruh, terutama terkait aspek perlindungan anak dari kekerasan verbal, psikologis, dan Pada tahap ini, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa mayoritas ibu-ibu anggota majelis belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pentingnya keamanan anak di lingkungan sosial maupun digital. Sebagian besar masih memandang keamanan anak sebatas pada pengawasan fisik di rumah, belum mencakup aspek psikologis, emosional, dan perlindungan dari ancaman sosial. Selain itu, ditemukan pula rendahnya kesadaran mengenai bahaya kekerasan verbal, perundungan . , serta risiko paparan konten negatif di media sosial yang dapat mempengaruhi perilaku anak. Temuan ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan Setelah permasalahan teridentifikasi, tim pendamping bersama pengurus Majelis TaAolim Al Yamin menyusun rencana kegiatan yang meliputi penentuan tujuan, materi, metode, dan jadwal Materi pendampingan difokuskan pada tiga aspek utama: . pemahaman tentang pentingnya lingkungan aman bagi anak, . pengenalan bentuk-bentuk ancaman terhadap anak di lingkungan sosial dan digital, serta . strategi praktis dalam menciptakan lingkungan keluarga dan komunitas yang ramah anak. Dalam tahap ini juga disusun media edukatif seperti leaflet, video pendek, dan modul pendampingan agar proses belajar lebih interaktif dan mudah dipahami. Tahapan selanjutnya adalah tahap pelaksanaan pendampingan. Kegiatan inti pendampingan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, workshop interaktif, dan diskusi kelompok. Pada sesi penyuluhan, narasumber dari lembaga perlindungan anak dan tokoh masyarakat memberikan penjelasan mengenai konsep lingkungan aman, bentuk-bentuk ancaman terhadap anak, serta strategi Pelaksaanan ini awali dengan sambutan dari ibu ketua Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Dalam sambutannya ibu ketua majelis taklim menyampaikan ucapan terima kasih atas egiatan pendampingan ini, pendampingan ini dapat menambah literasi dalam mendidik anak dan menberikan motivasi pada pendidikan anak lebih baik. Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Setelah sambutan ucapan terima kasih dan harapan pada kegiatan pendampingan, selanjutnya disampaikan acara sosialisasi dan penyampaian literasi tentang lingkungan aman bagi anak-anak. Penyampaian materi dimulai dengan penyampaian pentingnya membentuk lingkungan yang aman bagi Kegiatan ini berangkat dari fenomena sosial bahwa masih banyak anak yang mengalami kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis, serta terpapar berbagai risiko negatif dari lingkungan keluarga maupun sosial akibat lemahnya pengawasan dan pemahaman orang tua terhadap kebutuhan Lingkungan aman untuk anak merupakan kondisi di mana anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut, ancaman, atau tekanan yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan Dalam perspektif sosial dan pendidikan, lingkungan aman mencakup dimensi fisik . empat tinggal yang bebas dari bahay. , emosional . ubungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayan. , serta sosial . ingkungan masyarakat yang mendukung dan melindungi anak dari kekerasan atau Dalam kesempatan yang sama juga disampaikan lingkungan ramah anak berdasarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenpA) bahwa lingkungan ramah anak harus menjamin hak-hak anak, seperti hak untuk hidup, tumbuh, dilindungi, dan Oleh karena itu, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi ekosistem penting dalam menciptakan perlindungan yang menyeluruh terhadap anak. Begitu juga peran ibu sangat strategis sebagai figur utama dalam pembentukan karakter anak dan pengawasan perilaku sehari-hari. Dalam pandangan Islam, ibu adalah madrasah al-ula . ekolah pertam. bagi anak. Oleh karena itu, kualitas pengasuhan dan bimbingan seorang ibu sangat menentukan kepribadian dan rasa aman anak dalam proses tumbuh kembangnya. Melalui pendampingan ini, para ibu diberikan pemahaman bahwa menciptakan lingkungan aman tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik seperti keamanan rumah, tetapi juga mencakup aspek emosional, spiritual, dan sosial. Ibu perlu mengembangkan pola komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan kasih sayang tanpa kekerasan, serta menjadi teladan dalam perilaku dan tutur kata. Dengan demikian, anak merasa dihargai, dilindungi, dan mendapatkan dukungan positif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Disampikan juga bahwa berbagai faktor risiko yang dapat mengancam keamanan anak di lingkungan keluarga maupun sosial. Beberapa di antaranya adalah, kekerasan dalam rumah tangga, baik fisik maupun verbal, yang sering terjadi akibat tekanan ekonomi atau konflik keluarga. Kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak, yang menyebabkan anak mencari perhatian di luar rumah dengan cara yang salah. Pengaruh negatif media digital, seperti konten kekerasan, pornografi, dan Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Pergaulan bebas dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di lingkungan sosial. Pada kesempatan sosialisais juga disampaikan kesadaran dari seorang ibu rumah tangga. Materi ini diharapkan dapat mendorong ibu-ibu majelis taAolim untuk meningkatkan kewaspadaan dan peran aktif dalam melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap anak-anak mereka. Disampaikan juga beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan oleh para ibu dalam kehidupan sehari-hari, antara lain, membangun komunikasi yang positif antara orang tua dan anak dengan pendekatan penuh empati dan kasih sayang. Menciptakan rumah yang ramah anak, bebas dari kekerasan fisik maupun verbal, serta mendukung kegiatan belajar dan bermain anak. Menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral, seperti kejujuran, sopan santun, dan tanggung jawab sejak usia dini. Menjalin kerja sama dengan lingkungan sekitar, termasuk tokoh agama, guru, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan anak. Dan menggunakan teknologi secara bijak, dengan mengawasi penggunaan gawai dan media sosial anak. Gambar 1 Suasana kegiatan pendampingan ramah lingkungan anak Dalam kesempatan yang sama pemateri juga menyampaikan dan menekankan pentingnya nilainilai Islam dalam membangun lingkungan aman untuk anak. Islam mengajarkan bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, sebagaimana termaktub dalam QS. At-Tahrim: 6. AuHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ay Ayat ini mengandung pesan moral bahwa tanggung jawab orang tua, khususnya ibu, tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan jasmani anak, tetapi juga melindungi dan membimbingnya menuju keselamatan dunia dan akhirat. Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Penyampaian ayat tersebut juga dipekuat dengan hadits Rasulullah SAW juga menegaskan. AuSetiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang Ay (HR. Bukhari dan Musli. Hal ini memperkuat prinsip bahwa ibu sebagai pemimpin dalam keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan anak. Suasana kegiatan sosialisasi terasa lebih hidup ketika pemateri memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya dan menyampaikan argumentasi tentang permasalahan yang dihadapi setiap Para peserta diberi kesempatan dengan waktu yang cukup bebas tanpa dibatasi serta tanpa malu-malu menyampaikan keluahan selama ini dan solusi apa yang akan dilakukannya. Kegiatan semakin menarik dengan diisi berbagai pemberian door prize bagi peserta yang aktif dalam kegiatan Pada akhir kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan doa bersama yang sebelumnya dipertegas dengan penyampaian sambutan dari peserta atas kegiatan tersebut. Tahap akhir dalam kegiatan pendampingan ini berupa evaluasi dari semua kegiatan Secara keseluruhan pendampingan ini berjalan dengan baik tanpa halangan. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang konsep Aulingkungan aman bagi anakAy setelah mengikuti pendampingan. Ibu-ibu menjadi lebih proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap perilaku anak, baik di rumah maupun saat berinteraksi di luar lingkungan Kegitan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam membangun komunikasi positif dengan anak dan anggota keluarga lainnya. Peserta juga mengakui pentingnya membentuk kelompok kecil atau komunitas peduli anak di lingkungan sekitar untuk menjaga kesinambungan gerakan ini. Evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan solidaritas sosial antaranggota majelis dalam mengidentifikasi dan menanggulangi potensi bahaya terhadap anak di sekitar mereka. Selama pelaksanaan pendampingan, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi. Pertama, sebagian peserta masih memiliki keterbatasan waktu karena kesibukan rumah tangga, sehingga kehadiran dalam setiap sesi pendampingan tidak selalu penuh. Kedua, masih terdapat perbedaan tingkat pendidikan dan kemampuan literasi digital antar peserta, yang menyebabkan variasi dalam kecepatan pemahaman materi. Ketiga, belum tersedianya fasilitas edukasi anak dan ruang publik yang ramah anak di lingkungan sekitar juga menjadi kendala dalam penerapan hasil pendampingan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, hambatan-hambatan tersebut diatasi melalui pendekatan adaptif, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pembagian kelompok belajar kecil, serta penyusunan materi dalam bentuk visual yang mudah dipahami oleh seluruh peserta. Kegiatan pendampingan ini juga dapat berdampak dan nilai tambah bagi masyarakat. Pertama, pendekatan partisipatif menjadikan ibu-ibu peserta lebih aktif dan merasa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan anak. Kedua, kegiatan dilakukan di lingkungan majelis taAolim yang berbasis keagamaan, sehingga nilai-nilai moral dan spiritual menjadi dasar dalam pembentukan kesadaran Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. perlindungan anak. Ketiga, terbentuknya kelompok kader ibu peduli anak sebagai hasil tindak lanjut kegiatan, yang berfungsi sebagai agen edukasi di masyarakat dalam menyebarluaskan pentingnya lingkungan aman bagi anak. Secara keseluruhan, pendampingan ini memberikan dampak nyata dalam membangun ekosistem sosial yang lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan perlindungan anak. Ibu-ibu Majelis TaAolim Al Yamin kini memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan keluarga dan komunitas yang aman, mendukung, serta penuh kasih sayang. Berikut gambar 1 suasana foto bersama pasca kegiatan pendampingan. Gambar 1 Foto bersama antara peserta dengan tim pendamping KESIMPULAN Kegiatan pendampingan lingkungan aman untuk anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Melalui pendekatan partisipatif, ibu-ibu mampu mengidentifikasi potensi risiko di lingkungan sekitar serta mengembangkan langkah-langkah preventif dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan Selain menghasilkan perubahan perilaku individu, pendampingan ini juga memperkuat solidaritas sosial dan tanggung jawab bersama antaranggota majelis dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan keagamaan dan upaya perlindungan anak yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Cite this article as : Rizkiah. , & Dazia. Pendampingan Lingkungan Aman Untuk Anak bagi Ibu-Ibu Anggota Majelis TaAolim Al Yamin Citeras Rangkasbitung Lebak Banten. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3. , 275Ae283 . https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. UCAPAN TERIMA KASIH