Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar website: https://ejournal. id/index. php/edukasitematik Volume . No. PENANAMAN NILAI TOLERANSI DAN KEBERAGAMAN SUKU BANGSA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Yulianti. Dinie Anggraeni Dewi2 Universitas Pendidikan Indonesia1. Universitas Pendidikan Indonesia2 yuliantiyya@upi. edu1, anggraenidewidhinie@upi. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai nilai toleransi dan keberagaman suku bangsa siswa sekolah dasar melalui pendidikan Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif yang berdasarkan para ahli atau penelitian terdahulu serta mengumpulkan data dari beberapa jurnal ilmiah dan buku. Pendidikan Kewarganegaraan menjadi salah satu aspek penting dalam penanaman nilai toleransi dan keberagaman suku bangsa siswa sekolah dasar karena dapat membentuk siswa menjadi warga negara yang baik dan menjamin persatuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai toleransi dan keberagaman suku bangsa dibina dan tanamkan mulai dari tingkat sekolah dasar karena dengan begitu siswa sejak dini dapat hidup berdampingan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap toleransi dan keberagaman suku bangsa yang ada pada siswa sekolah dasar dapat mencerminkan jati diri dan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Kata Kunci: Toleransi. Keberagaman. Pendidikan Kewarganegaraan Abstract: This study aims to provide an overview of the value of tolerance and ethnic diversity in elementary school students through civic education. The research method used is descriptive research based on experts or previous research and collects data from several scientific journals and books. Citizenship education is an important aspect in instilling the value of tolerance and ethnic diversity in elementary school students because it can shape students to become good citizens and ensure unity in the life of Indonesian society. The values of tolerance and ethnic diversity are nurtured and instilled starting from the elementary school level because students from an early age can live side by side in the life of the nation and state. The attitude of tolerance and ethnic diversity in elementary school students can reflect the identity and wealth of the Indonesian nation. Keywords: Tolerance. Diversity. Citizenship Education PENDAHULUAN Indonesia adalah negara kepulauan sehingga memiliki beragam budaya, suku, etnik, dan agama. Masing-masing dari keberagaman tersebut menjadi ciri dan khas tersendiri pada suatu wilayah tertentu. Bangsa Indonesia yang terkenal akan beragam budaya ini, dinamika dan dialektika kehidupan bangsa-nya dinyatakan dalam UndangUndang 1945. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Keragaman ini menggambarkan Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 bahwa bangsa Indonesia ini heterogen, memiliki banyak perbedaan dan bahkan wilayah satu dan lainnya tidak dapat disamakan, akan tetapi keberagaman ini tetap terbentuk dalam satu ikatan bangsa yang utuh. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus hidup berdampingan dengan cara menghargai perbedaan dan saling toleransi. Keberagaman yang dimiliki ini dapat menjadi jati diri dan kekayaan bagi bangsa Indonesia apabila setiap wilayah saling bersinergi dan bekerja sama untuk membangun bangsa. Namun, keberagaman sering kali dianggap sebagai perbedaan, dan perbedaan bisa menjadi semakin dipertajam oleh beberapa orang yang sering menggunakannya dan memanfaatkannya untuk mewujudkan ambisi dan kepentingan pribadi atau kelompok Keragaman ini bila dianggap sebagai perbedaan akan mengarah kepada konflik dan permasalahan. Keberagaman yang seharusnya dibanggakan dapat berubah menjadi hal yang menakutkan. Potensi permasalahan tersebut jika tidak segera ditangani bahkan sampai berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat, permasalahan itu dapat terus berkembang hingga mengancam persatuan dan kesatuan. keragaman ini diabaikan dan tidak dikelola, bisa menjadi tantangan, sumber konflik dan permasalahan yang dapat merusak bangsa Indonesia itu sendiri. Berbagai konflik yang bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sudah sering terjadi di Indonesia yaitu seperti memaksakan kehendak, intoleran, diskriminasi di berbagai daerah, dsb. Konflik yang pernah terjadi di negara Indonesia diantaranya Konflik di Ambon dan Poso. Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Republik Maluku Selatan (RMS) dan masih banyak lagi, yang pada akhirnya hanya akan merugikan berbagai pihak dan mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu cara untuk meminimalisir adanya konflik dan permasalahan tersebut adalah hanya dengan sebuah pembentukan karakter melalui Pendidikan. Upaya dalam peningkatan karakter dalam pendidikan sudah banyak dilakukan baik itu antar pemegang kebijakan dan pelaku kebijakan. Pendidikan berupaya untuk membentuk generasi yang berkualitas di masa depan dan sebagai pembentuk karakter yang cerdas dan bermoral. Oleh sebab itu, pendidikan harus dirancang menjadi suatu pembelajaran yang menyenangkan, karena jika siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan tentu akan mendapatkan hasil yang baik. Pada anak usia sekolah dasar toleransi dan keragaman merupakan tahap penting untuk pelaksanaan karakter. Pendidikan karakter ini dapat dilakukan melalui berbagai cara baik di sekolah sebagai pendidikan formal ataupun di lingkungan rumah sebagai pendidikan non-formal. Sekolah dasar sebagai lingkungan pendidikan formal yang pertama dialami oleh siswa akan dikenalkan mengenai pendidikan karakter agar secara formal menjadi pondasi yang kuat bagi kesuksesan perkembangan siswa menjadi warga negara yang baik di masa yang akan datang. Pendidikan keragaman dan toleransi mengandalkan sekolah dan kelas sebagai bentuk pengimplementasian pembentukan karakter yang nyata, demikian pula halnya dengan belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk pengembangan karakter. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan Kewarganegaraan memfokuskan pada pembentukan warga negara yang dapat memahami dan melaksanakan segala hak juga Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter dalam kehidupan sehari-hari sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan menurut Kansil . alam Suharyanto 2013:. Bahwa: AuPendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang melestarikan dan mengembangkan nilainilai luhur, yang berakar nilai moral pada budaya bangsa Indonesia juga diharapkan mampu diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari, peserta didik baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ay Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang diwajibkan dari mulai satuan dasar hingga satuan tinggi, sebagai pembentukan menjadi warga negara yang baik dan mengembangkan nilai-nilai tinggi yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Pembentukan sikap warga negara yang baik salah satunya adalah melalui toleransi dan keragaman dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Nilai tersebut dibina dan ditanamkan mulai dari tingkat sekolah dasar karena dengan begitu siswa sejak dini dapat hidup berdampingan di tengah-tengah keragaman yang ada. Siswa memahami sikap saling menghormati dan menghargai antarsesama juga membangun perilaku yang positif terhadap keragaman suku, etnis, ras, budaya dan agama. Penanaman nilai tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin persatuan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Adapun Pengertian Toleransi menurut Peter Salim . alam Suharyanto 2013:. Bahwa: Pengertian kata Toleransi awalnya dari bahasa Latin yaitu AuTolerareAy yang artinya sabar membiarkan orang lain dalam melakukan sesuatu atau perbuatan, sedangkan dalam bahasa Arab AuTasamuhAy yang artinya bermurah hati dalam bersikap. Kata lain dari tasamuh adalah AuTasahulAy yang artinya bermudah-mudah. AuToleransi berarti tenggang rasa dan sikap membiarkan. Ay Toleransi yaitu sikap saling tenggang rasa, menghargai dan menghormati dalam pergaulan atau kehidupan sehari-hari. Memberi kebebasan terhadap orang lain dalam melakukan sesuatu atau berpendapat meskipun bertentangan dengan pendirian sendiri baik dalam hal ideologi, ras, ataupun perbedaan lainnya. Mengingat bangsa indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, adat istiadat dan budaya tentunya sangat rawan terjadi konflik, untuk itu perlu penanaman dan pembinaan sikap toleransi sebagai dasar yang kokoh dalam kehidupan bangsa. Adapun Pengertian Keberagaman menurut Sukini . alam Yanty, 2019:. adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang berbeda suku, agama ras dan antargolongan. Keberaga-man tersebut suatu kemajemukan yang dimiliki bangsa yang merupakan kekayaan serta keindahan yang menjadi suatu bangsa Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi suatu kemajemukan, kekayaan dan keindahan yang dimiliki bangsa Indonesia. Prinsip pendidikan keberagaman sejalan dengan penyelenggaraan pendidikan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak didiskriminasi untuk menjaga hak asasi manusia, nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya, dan keberagaman bangsa. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode penelitian yang termasuk ke dalam penelitian deskriptif yaitu mengumpulkan data-data relevan bersifat kepustakaan. Sumber kepustakaan yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu buku, jurnal ilmiah yang berupa artikel, skripsi, sumber internet, yang berdasarkan para ahli terdahulu. Metode ini dilakukan dengan membaca berbagai sumber kemudian dihubungkan dengan topik yang dibahas untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk deskripsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Keberagaman Konsep keberagaman sangat erat berhubungan dengan kehidupan bangsa Indonesia, keberagaman harus dipandang sebagai kesetaraan dan persamaan. Dapat diartikan juga sebagai cara memahami, menghargai dan penilaian terhadap budaya seseorang, serta rasa hormat dan keingintahuannya terhadap budaya masyarakat lain. Memberikan kebebasan juga kesempatan kepada seseorang dalam melakukan suatu hal sesuai dengan karakteristik yang dibawa oleh dirinya. Hasil sidang UNESCO pada Oktober 1999 di Geneva menurut deddy . alam Wihardit 99:. merusumuskan bahwa pendidikan seharusnya dapat menumbuhkan kemampuan untuk menerima dan mengakui nilai-nilai kebhinekaan baik masyarakat atau budaya, serta menumbuhkan kemampuan komunikasi dan sikap bekerja sama dengan orang lain. Pendidikan seharusnya dapat mengembangkan sikap solidaritas dan persamaan pada tatanan nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil sidang UNESCO tersebut dapat dijadikan acuan dalam pendidikan untuk mulai memasukkan keberagaman sebagai dasar dalam proses pembelajaran. Pendidikan keberagaman menjadi tuntutan kebutuhan di tengah-tengah kehidupan baik di persekolahan yang memiliki beragam latar belakang budaya. Pendidikan keberagaman erat kaitannya dengan pengembangan karakter siswa yang bermoral, berikut ini pendidikan keragaman yang ada di sekolah: . hubungan yang baik antarsesama siswa meskipun dari berbagai latar belakang budaya. sikap berempati siswa dengan cara mengamati berbagai pandangan, perasaan, dan persepsi yang berbeda latar belakang budaya beraneka ragam. rasa saling menghormati dan menghargai nilai-nilai budaya yang beragam sebagai kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pendidikan keragaman berpusat pada kegiatan dan perilaku siswa yang banyak dipengaruhi oleh budayanya. Pendidikan keragaman menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan potensi siswa sebagai pelajar dan sekaligus sebagai anggota Menurut Permendiknas No 22 tahun 2006 pengintegrasian pendidikan keragaman dalam mata pelajaran PKn untuk sekolah dasar dan telah memberi gambaran mengenai pengintegrasian PKn berbasis keragaman, yaitu sebagai berikut: Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi kebanggaan menjadi warga negara Indonesia, hidup rukun dalam perbedaan, dan ikut serta dalam pembelaan negara. Hak asasi manusia, meliputi hak dan kewajiban sebagai seorang anak, pelajar dan sebagai anggota masyarakat Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Kebutuhan warga negara, meliputi sikap gotong royong, belajar mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat dan persamaan kedudukan sebagai anggota Menurut Banks 1993 . alam Zulkifli 2020:. mengemukakan pengintegrasian pendidikan keragaman ke dalam 4 pilar, yaitu sebagai berikut: Pendekatan kontribusi . he contributions approac. pendekatan ini sering di pakai dalam proses pembelajaran, contohnya seperti mengingat dan memasukkan para pahlawan suku dan etnis yang berbeda budaya ke dalam materi pembelajaran. Pendekatan aditif . ditif approac. pada pendekatan ini dilakukan penambahan materi dan konsep dalam bentuk buku ataupun modul yang berpusat pada pendidikan Pendekatan transformasi . he transformation approac. pendekatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kompetensi dasar mengenai tema, konsep, isu dan sudut pandang etnis, sehingga rasa kebersamaan saling menghargai antar sesama dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman belajar. Pendekatan aksi sosial . he social action approac. pendekatan ini bertujuan mendidik siswa dalam keterampilan mengambil keputusan, memperoleh nilai dan pengetahuan untuk berpartisipasi dalam kelompok etnis, ras, dan golongan dalam masyarakat. Penanaman nilai keberagaman melalui pendidikan kewarganegaraan menjadi hal yang penting dalam rangka mempersiapkan siswa sekolah dasar yang memiliki komitmen kuat dalam mempertahankan keutuhan bangsa. Di lingkungan sekolah sama halnya dengan lingkungan masyarakat, yaitu terdapat banyak keragaman. Khususnya di kehidupan dan aktivitas siswa cenderung membawa atau setidaknya dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan keluarga. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai keragaman ini harus dimulai dari tingkat sekolah dasar karena jika nilai keragaman diabaikan akan membentuk sikap kurangnya kepedulian terhadap nilai budaya suku bangsa. Pendidikan kewarganegaraan memberi tekanan pada sekolah bahwasanya sekolah harus bisa menjadi dasar adanya perubahan dan menghilangkan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan akan suku bangsa. Sekolah sebagai Lembaga formal dan guru sebagai pelaku dalam pendidikan, dapat memberikan nilai-nilai yang sesuai dalam kehidupan, memberikan cara pandang yang benar mengenai keberagaman dan membangun sudut pandang yang anti diskriminatif dalam berbangsa dan bernegara. Keberagaman akan kebudayaan daerah masing-masing harus terus dipertahankan dan dijaga baik dalam kehidupan ataupun dalam proses pembelajaran. Keragaman yang ada harus diterima dan diakui oleh masing-masing individu tanpa mempermasalahkan budaya lainnya. Nilai keragaman ini membutuhkan penguatan dalam proses pembelajaran dengan penguatan konsep penanaman nilai keberagaman yang menekankan pada adanya keadilan dan kebebasan bagi peserta didik dan tidak mementingkan atau memihak kepentingan kelompok tertentu, saling menghargai dan menempatkan setiap siswa memiliki kedudukan dan status yang sama, karena masing-masing dari siswa tersebut memiliki budaya yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dalam proses pembelajaran. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Penanaman nilai keragaman diterapkan dalam pendekatan pembelajaran, dengan memberikan wawasan keanekaragaman, memberi gambaran kesederajatan yang sama antar agama, suku, budaya, ras, maupun antargolongan. Contoh pengimplementasian yang dapat di lakukan dalam proses pembelajaran yaitu dengan menyelipkan pembiasaan untuk menyanyikan lagu-lagu nasional dan daerah di kelas sebelum pembelajaran di mulai supaya memberikan suasana persatuan dan rasa cinta budaya bangsa meskipun dengan latar belakang yang berbeda-beda. Pada pembelajaran guru dapat menerapkan pendidikan terkemuka berbasis keberagaman tanpa ada budaya tertentu yang mendominasi proses pembelajaran di dalam kelas, guru mampu membimbing dan menerapkan pendidikan keberagaman Ini yang membuka kesempatan masuknya beragam latar belakang budaya siswa dalam pembelajaran. Memberikan kemudahan-kemudahan dalam suasana belajar dengan memberi kesempatan bagi siswa terlibat aktif dalam diskusi atau kelompok, dengan begitu dapat membangun paradigma keragaman dan membentuk kerukunan. Keberagaman dapat memperkaya budaya bangsa, menegaskan identitas dan warisan budaya seseorang. Menilai perbedaan kebudayaan sebagai hal positif yang harus dihargai dan dijaga. Penanaman nilai-nilai keragaman yang dimulai dari tingkat sekolah dasar juga dapat mencegah adanya permasalahan atau konflik. Nilai keragaman menjadikan satu alternatif membangun persatuan dan kesatuan melalui konsep pendidikan kewarganegaraan berbasis pemanfaatan keragaman yang ada pada bangsa Indonesia. Pada pembelajaran PKn, khususnya pembahasan mengenai keragaman budaya dan suku bangsa di Indonesia, guru diharapkan mampu memberi pemahaman dan mengenalkan pada siswa mengenai pentingnya keberagaman yang ada dengan semua perbedaannya, sehingga perbedaan tersebut tidak akan menjadi potensi terjadinya Membangun Toleransi Toleransi sebenarnya berkembang berdasarkan keberadaan keragaman, terutama keragaman budaya, adat istiadat, tradisi dan agama. Oleh karena itu, semakin besar keberagaman suatu negara maka semakin besar tuntutan nilai-nilai persatuan dalam masyarakat, terutama perkembangan nilai-nilai toleransi di kehidupan bangsa. Indonesia yang memiliki banyak keberagaman menjadikan aspek toleransi sebagai hal yang sangat penting untuk diajarkan dan ditanamkan sejak dini kepada masyarakat Indonesia. Pendidikan Kewarganegaran merupakan salah satu bentuk membekali sikap toleransi pada siswa sekolah dasar agar dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Hal ini terkait erat dengan fungsi, peran dan tanggung jawab utama sekolah untuk mendorong siswa meningkatkan kemampuannya, juga mempersiapkan siswa untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegan disekolah menjadi utama, karena sekolah merupakan garda terdepan dalam pengembangan nilainilai toleransi. Sekolah menjadi pelopor adanya penerimaan budaya, karena itu sekolah haruslah masyarakat yang beretika dan secara keseluruhan budaya sekolah merupakan budaya yang bermoral. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Di lingkungan sekolah, toleransi menjadi salah satu aspek penting dan mendasar untuk ditanamakan pada siswa. sekolah disetujui sebagai bentuk terwujudnya sistem sosial yang terdiri dari macam-macam latar belakang, lingkungan keluarga yang berbeda, kebiasaan, bahkan cita-cita dan keinginan yang berbeda. Dengan perbedaan tersebut, bukan tidak mungkin dalam lingkungan sekolah juga terjadi pertikaian dan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tidak dipungkiri juga pada siswa sekolah dasar masih terjadi permasalahan atau konflik yang bernuansa budaya, suku, dan agama. Dalam proses pembelajaran masih banyak ditemukan sikap yang tidak menghormati dan menghargai di kalangan siswa sekolah dasar. Masih terdapat siswa yang kurang menghargai perbedaan. Seperti pada perbedaan agama masih ada siswa yang beranggapan bahwa hanya agama yang dianutnya yang paling baik. Adapula siswa yang masih saling mengejek dengan membawa nama dari suku lain, seperti nama marga yang berasal dari keturunan. Selain itu, masalah yang masih sering timbul di kalangan siswa yaitu sikap saling mengejek ciri fisik. Hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa siswa sekolah dasar yang masih bersikap kurang baik dan belum memahami arti dari toleransi. Setiap siswa tentunya akan memiliki kemampuan yang berbeda, kemampuan yang dimiliki siswa jangan sampai dijadikan alasan atau bahan timbulnya permasalahan. Guru berperan dalam memberi pemahaman bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, masing-masing dari siswa mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tugas setiap guru untuk memiliki keinginan yang kuat dalam mengajarkan dan mengembangkan sikap toleransi pada siswa agar memperoleh pengalaman dan latihan-latihan yang relevan dan bermakna, sehingga kedepannya dapat lebih dikembangkan dalam ruang lingkup kehidupan bermasyarakat yang lebih beragam. Maka perlu kesadaran dan upaya yang terarah untuk mengembangkan sikap toleransi. Nilai-nilai karakter toleransi ditanamkan kepada siswa dengan pemberian dan penguatan yang dilakukan secara berulang, hingga siswa menjadi terbiasa memiliki karakter yang toleransi dalam kehidupan sehari-hari. pembiasaan untuk siswa sekolah dasar dinilai ampuh dalam penanaman nilai-nilai Guru di sekolah menjadi contoh dan teladan bagi siswa dalam pembelajaran di sekolah, oleh karena itu dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan guru dituntut untuk menjadi panutan dalam bersikap, mengajarkan dan melibatkan siswa untuk berinteraksi sehingga toleransi akan tumbuh dalam diri siswa. Guru harus lebih memperhatikan cara bertutur kata dan berperilaku, karena suatu perbuatan atau tutur kata yang tidak sesuai pada tempatnya bisa berakibat buruk pada siswa sekolah dasar. Berikut ini beberapa nilai-nilai toleransi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah: kebebasan dan saling menghargai dalam berpendapat Pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas adalah dengan membuat kelompok berdiskusi melakukan kegiatan tanya-jawab dan kerja kelompok. Siswa diajarkan untuk menghargai pendapat teman dengan tidak memotong pembicaraan teman saat berdiskusi, begitu pula ketika siswa mengutarakan pendapatnya harus dengan cara yang sopan, tidak memaksakan kehendak dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Ketika siswa berani Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 berpendapat, guru harus memberinya penghargaan dan tidak boleh langsung menyalahkan pendapat siswa. Ketika guru secara tidak langsung menyalahkan siswa, maka siswa juga bisa mengikuti perilaku menyalahkan pendapat orang lain seperti guru Pembelajaran ini akan meningkatkan interaksi dan menyatukan perbedaan pendapat yang ada antar siswa sehingga dapat mengembangkan hidup saling menghargai dan toleransi. dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan siswa akan dapat lebih banyak memiliki kesempatan untuk berdiskusi, berpendapat, dan merespon baik secara individu ataupun kelompok. Kepeduliaan antar siswa Pembelajaran toleransi dapat dilakukan dengan menanamkan sikap peduli dikelas dan disekolah, setiap siswa ditanamkan agar peduli antara satu sama lain, mempedulikan kondisi teman teman sebaya-nya di kelas. Ketika salah satu siswa mengalami kesulitan maka teman-temannya akan menghawatirkan dan saling menumbuhkan rasa kepedulian. Contoh implementasi nyata yang sudah biasa dilakukan adalah dengan mengumpulkan dana . untuk siswa yang sedang sakit dengan menjenguknya atau membantu teman yang mengalami musibah. Dalam kehidupan, sudah selayaknya untuk saling bersikap saling tolong-menolong dan menciptakan sikap kepedulian, karena manusia pada hakikatnya saling membutuhkan antara satu sama lain. Persaudaraan Guru dapat menciptakan sikap persaudaraan dengan sikap yang menganggap bahwa semua siswa adalah saudara dengan tidak membeda-bedakan latar belakangnya. Guru memberikan keteladanan dalam bersikap toleransi dengan tidak membedakan siswa satu dengan siswa lainnya, guru tidak bertutur kata secara kasar dan tidak bermain fisik. Guru harus mencoba menjalin hubungan baik dengan setiap siswa, karena dengan menjalin persaudaraan juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi terhadap hasil Mengajarkan siswa untuk bersaudara ini sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu AuBhinneka Tunggal IkaAy yang sudah kita pahami bahwa semboyan ini memiliki arti walaupun berbeda-beda kita tetap satu jua. Pelatihan perilaku siswa Guru memberikan pelatihan kepada siswa untuk belajar menjauhkan diri dari perilaku atau sikap yang dapat memicu pertengkaran. Jika terjadi suatu permasalahan maka haru segera diselesaikan secara baik-baik, segera meminta maaf apabila terjadi perbedaan pendapat. Ketika ada siswa yang bersikap intoleran maka guru tidak boleh memberi teguran yang keras, tetapi dengan cara memberi nasihat dan bimbingan agar siswa menyadari kesalahannya. Guru memberikan keteladanan dalam bersikap toleransi, guru tidak bertutur kata secara kasar dan tidak bermain fisik. Guru harus mencoba menjalin hubungan baik dengan setiap siswa. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mengenai toleransi, guru membutuhkan pendekatan dan metode yang baik dalam penerapannya di kelas. Pembelajaran yang dibutuhkan adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Karena dengan begitu maka akan menumbuhkan sikap ketertarikan antar siswa. Membiasakan dan memberi kesempatan untuk berinteraksi, berlatih, toleransi dan bekerja sama, sehingga tidak ada lagi pembelajaran yang berpusat pada guru. Pendidikan toleransi dengan mengandalkan guru sebagai relasi dan siswa sebagai pembelajar. Guru memberikan pembiasaan dan teladan dalam proses belajar yang secara langsung akan bepengaruh terhadap perilaku siswa. Perbedaan ini harus dipahami dengan saling menghormati, sehingga terwujud persatuan antar teman sekelas. Menghormati perbedaan bukan berarti mengabaikan bahkan menghilangkan identitas diri, tetapi memberi suatu kebebasan dan kesempatan bagi setiap orang dalam melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan karakteristik yang dibawa oleh orang tersebut. Menghormati dan memberi kesempatan kepada sesama temannya dalam melakukan aktivitas di lingkungan sekolah, atau juga menghormati perbedaan perilaku di lingkungan sekolah namun tetap tidak melanggar pedoman juga peraturan umum sekolah. Pengembangan toleransi di antara siswa selain untuk meningkatkan interaksinya dengan orang lain juga terkait dengan pengembangan pribadi Adanya perbedaan dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu hal yang wajar, apalagi perbedaan pandangan dan tujuan, apabila mampu menyikapi nya dengan sikap yang biajkasana, maka tidak akan mempengaruhi rasa persaudaraan diantara sesama, jika dijadikan sebagai sarana untuk lebih mengenal karakter dan latar belakang budaya bangsa, maka akan tercipta hidup toleransi. dengan begitu tidak aka nada lagi sikap saling menghina atau menyakiti. Negara kepulauan Indonesia yang teridiri dari berbagai budaya, suku bangsa, agama dan adat istiadat sejatinya akan menjadi kekuatan apabila dijaga oleh seluruh warga negara. Keragaman yang ada akan menjadi aset bangsa dan menjadi bentuk kearifan lokal jika di kelola untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan. Akan tetapi bila tidak dijaga dapat menjadi kelemahan bagi persatuan dan kesatuan. PENUTUP Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang diwajibkan dari mulai satuan dasar hingga satuan tinggi, sebagai pembentukan menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan mengembangkan nilai-nilai tinggi yang sesuai dengan budaya dan keragaman bangsa Indonesia, membentuk perilaku yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi dan keragaman memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan bangsa Indonesia karena bangsa Indonesia yang beragam dapat dibina untuk terus memiliki sikap toleransi dan saling menghargai melalui pendidikan Pembinaan sikap toleransi dan penguatan nilai keragaman yang dimulai baik dari tingkat satuan dasar hingga satuan tinggi menjadi suatu usaha dalam meneguhkan persatuan bangsa Indonesia. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021 Penanaman pendidikan keragaman dan toleransi dapat dilakukan melalui berbagai cara baik di sekolah sebagai pendidikan formal ataupun di lingkungan rumah sebagai pendidikan non-formal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegan disekolah telah memuat pendidikan keragaman dan toleransi, sehingga sekolah menjadi utama, karena sekolah merupakan garda terdepan dalam pengembangan nilai-nilai keragaman dan Sekolah menjadi pelopor adanya penerimaan budaya dan berbagai latar belakang budaya siswa. Inti dari implementasi penanaman pendidikan keragaman dan toleransi adalah melalui pembelajaran yang bertumpu pada guru sebagai relasi pendidikan dan siswa sebagai pembelajar. Guru memberikan pembiasaan dan teladan dalam proses belajar yang secara langsung akan bepengaruh terhadap perilaku siswa. Penanaman nilai keragaman pada pembelajaran ditekankan dengan memberikan wawasan keanekaragaman, memberi gambaran kesederajatan yang sama antar agama, suku, budaya, ras, maupun antargolongan. guru dapat menerapkan pendidikan terkemuka berbasis keragaman tanpa ada budaya tertentu yang mendominasi proses pembelajaran di dalam kelas, guru mampu membimbing dan menerapkan pendidikan keragaman Ini yang membuka kesempatan masuknya beragam latar belakang budaya siswa dalam Pada pembelajaran Toleransi guru menekankan pada kegiatan siswa sehari-hari dengan pembiasaan dalam pembelajaran, karena dengan begitu siswa akan dengan sendirinya terbiasa untuk melakukan sikap toleransi. Proses pembelajaran yang bertoleransi dalam pembelajaran yaitu dengan kebebasan dan saling menghargai dalam berpendapat antar siswa, kepedulian, interaksi harmonis, persaudaraan, dan pelatihan perilaku siswa untuk belajar menjauhi sikap yang dapat memicu pertengkaran. DAFTAR PUSTAKA