PENGARUHTASAUF DALAM KESUSASTERAAN JAWA ABAD 19. Oleh : Drs. Simuh Perkembdngan Kerajaan Mataram hingga abad 19. Sesudah wafatnya Sultan Agung Anyokrokusumo, kerajaan Mataram kemudian diperintah oleh putranya yang bergelar Amangkurat . I)alam masa pemerintahannya timbul pemberontakan yang dipimprn olch Trunojoyo dari Madura yang dibantu oleh Karaeng Galesong dari Makasar. Amangkurat dengan bantuan tentara kompeni (Beland. tidak sanggup mengatasi pemberontakan ini, bahkan Trunojoyo mendapat bantuan pangeran Kajoran dari Mataram yang tidak puar terhadap pemerintahan Amangkurat. Dalam tahun 1677 Amangkurat wafat dan diganti oleh putranya yang bcrgelar Amangkurat II yanC. emerintah sampai tahun 1703. Pemberontakan Trunojoyo yang selain mendapat bantuan pangeran Ka. oran juga dibantu oleh Pangeran Puger dan Pangeran Giri akhirnya bisa dihancurkan oleh Amangkurat II dengan bantuan Belanda 1670. Sebagai upahnya seluruh daerah pesisir utara terpaksa digadaikan kepada Belanda . , dan kemudian ibu kota kerajaan dipindah ke Kartosuro oleh Amangkurat II. Amangkurat II yang sangat kecewadan tidak rela kchilangan kota & pelabuhan sepanjang pantai utara pulau Jawa akbirnya secara diam-diam . embunyi-sembuny. rnembantu pemberontakan Surapati terhadap Belanda. Kcmudian sesudah Amangkurat lI wafat tahun 1703 maka Amangkurat i (Sunan Ma. terang terangan bersekutu dengan pemberontak Surapati. Keluarga bangsawan yang tidak menyetujui tindakan Amangkurat i segera mengangkat Pangeran Pugcr jadi susuhunan dengan qelar Paku Buwana I tahun 1704. Dalam perselisihan ini Belanda membantu Paku Buwana I sehingga Surapati dapat dibunuh dan Sunan Mas diacingkan ke Sailan. Pcrselisihankeluarga istana dan perlawanan terhadlap kekuas,aan kompeni (Belaud. berulang kali terjadi. Bahkan akhirnya dalam masa pemerintahan Paku Buwana II . 6 - 174 ), terjadi pemberontakan orang-orang cina dimana l. rtosura berhasil diduduki pemberontak-pemberontak Cina . 0- 1. , dan Paku Buwana II mclarikan diri kedaerah Ponorogo (Kenten. Masa ini disebut Jaman Gegcr Pacinan. Pemberontak Cina mengangkat R. Garindi yang masih kecil jadi raja yang sering disebut dengan gelar Sunan Kuning. Dengan banruan V. akhirnya paku Buwana II dapat mengusir para pemberontak dan Sinuhun Kuning diasingkan ke Sailan . Karena ibu kota l. rtosuro menderita kerusakan yang parah dan dipandang kurang baik oleh Paku Buwana II, maka daiam tahun 1744 dibangunlah ibu kota baru yaitu burakarta. Pada tahun 1746 Belanda mendesakkan suatu perjanjian untuk mempcrbesar kekuaraan kompeni, dimana penarikan-penarikan bea cukai akan dilakukan kompeni dan raja akan 6diberi ganti rugi 9000 rial setahun. Pangeran Mangkubumi, adik Paku Buwana II tidak menyetujui perjanjian itu mengadakan persekutuan dengan Mas Said dan menyerang kedudukan kompeni. Paku Buwana II pada tahun 1749 wafat dan diganti putranya Paku Buwana i . Perselisihannyadengan Pangeran Mangkubumi akhirnya bisa diatasi dengan mcmbagi kerajaan Mataram jadi dua, yaitu kerajaan Surakarta dengan Paku Buwana i sebagai rajanva, dan kerajaan Ngayogyakarta dengan Mang. ku Bumi sebagai rcjanya dengan gelar Hamengku Buwana I. Penyelesaian ini dicapai dengan perundingan perdamaian di Giyanti tahun 1755 M. Adapun perselisihandengan Raden Mas Said juga dapat diselesaikan dengan perundingan di Salatiga tahun 1757 M, dimana Raden 1\4asSaid memperoleh sebagian kecil dari daerah Surakarta yang kemudian menjadi raja dengan gelar Pangeran Adipati Arya Mangku Negara. Dan demikian pula kerajaan Nguyogyakarta akhirnya dipecah pula dengan berdirinya kerajaan kecil Paku Alaman . Bl. Pcrpecahan kerajaan Mataram dan perang melawan kompeni Belanda yang tak henti-hentinya mau tidak mau menelan korban yang cukup besar baik jiwa ataupun harta, sehingga menyebabkan kemelaratan dan penderitaan rakyat yang berkepentingan. Hal ini disusul pula olch kekejaman dan tindakan sewenang-wenang dari pemerintahan G. Daendels. Raffles dan G. Van der Capcllen. Mclihat penderitaan dan kemelaratan rakyat, penghinaan dan penggerogotan kekuasaan taja-raja Jawa olch pemcrintah kolonial Belanda akhirnya bangkit pula periawanan dari keluarga bangsawan terhadap pemerintah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro dari Ngayogyakarta . Perang Diponegoro yang sangat memayahkan ini menghabis_ kan sisa-sisa kekuatan dan keberanian kaum bangsawan Jawa, sehingga sehabis perpng Diponegoro kekuatan dan kekuasain bang. sawan-bangsawan Jawa (Matara. boleh dikatakan telah lumpuh sama sekali. Dan penderitaan rakyat serta kemelaratan makin tak tertahan lagi. Apalagi pemcrintah kolonial Belanda yang berusaha mengatasi kebobrokan ekonomi akibat perang Diponegoro dan por lawanan . erang-peran. diluar Jawa akhirnya mengetrapkan iistem tanam paksa . ultuur stelse. Sistem ini mcmaksa petani-petani untuk menyerahkan llSataul12 dari garapan tanah-tanah mereka untuk ditanami dengan tanaman yang menguntungkan cxport bagi negeri Belanda. Maka sistem tanam pakra yang berlaku sejak tahun 1830 M, ini sangat menguntungkan perekoaomian negeri Belanda, tetapi sebaliknyamenambah penderitaan, kemelaratan dan kelaparan petani-petani Jawa. Akibat dari krisis kehidupan yang tak terperikan dan keruntuhan mental yang diderita akibat kekalahan demi kekalahan dalam perlawanan terhadap kekuasaan Belanda timbullah keputus asaan dan rasa rendah diri, merasa lemah tak berdaya menghadapi kekejaman dan penindasan kekuatan raksasa dari kornpeni yang tak terkalahkan itu. Keadaan penderitaan yang berpanjangan dan perasaan lemah tidak punya kekuatan untuk melawan kedlaliman penjajah Belanda ini menimbulkan kerinduhan dalam masyarakat akan datangnya Ratu Adil, juru pembebar penegakkeadilan yang diharapkan akan membalaskan sakit hati mereka terhadap kekejaman kaum penjajah dan menghadiahkan kepada mereka kerajaan Jawa yang adil dan makmur dan damai, dan mengembalikan kehormatan dan kejayaan bangsa Jawa Dan diantara penulis yang kenarnaan yang berusaha menghilangkan rasa keputus as^an masyarakat Jawa dan menum. buhkan harupan dan cita-cita akan segera datangnya juru pembebas adalah R. Ng. Ronggowarsito dengan kitab-kitab jangkanya yang terkenal, yaitu Joyoboyo dan Jokolodang. Kitab-kitab jangka . yang menumbuhkan harapan-harapan akan datangnya juru pembebas dan akan kembalinya masa keemasan bagi hangsa Jawa merupakan pelipur lara yang menyelamatkan masyarakat Jawa dari kehancuran mental dan keputus asaan yang tak berke. Oleh karena itu ramalan-ramalan dalam kitab-kitab jurgka bahwa "Orang Jawa keri separo, dan londo, keri sajodo" sangat menarik jiwa masyarakat Jawa dan rnasyhurtersebar merata dari mulut kemulut. II. Kebangkitan Rokhani dan kesusasteraan Jawa di Surakarta. Sesudah kera. jaan Mataram terpecah jadi empat kerajaan kecil seperti Surakarta. Ngayogyakarta. Mangkunegaran dan Pakualaman, dimana keempatnya telah kehilangan kekuasaan politik dan kencgaraan, perdamaian dan ketenangan mulai dapat dipulihkan dibawah pengawasan pemerintah kalonial B. Dengan hilangnya kekuasaan kenegaraan dan politik maka pemikiran dan aktivitas istana dapat dipusatkan bagi perkembangan rokhani dan kebudayaan spirituil. Usaha ini merupakan satu*satunya jalan untuk mempertahankan wibawa istana sebagai pusat kebudayaan Jawa. Dr. Soebardi mcngatakan : "The reawakening of cultural life within the court of Surakarta in the second half of the lB th. was reflected in the development of Modern Javanesc literaturf'. Soebardi. Pri,nceMangku Negara IV. Ruler and a Poet of 19 th, conturltJawa. Australian National University, hal, 30. Kebangkitan rokhani dan kesusasteraanJawa baru ini bcrmula semenjak pusat kerajaan l\. taram dipindahkan dari Kartosuro ke Surakarta. Atau tepatnya semenjak tahun 1757 d. an berlangsung selama kurang lebih 125 tahnn. Yaitu sampai wafatnya E. Ng. Ronggowarsito tahun lB73 M. yang sering disebut sebagai pujangga penutup . s the coping stone of Javanese writer. Atau lebih tepatnya berakhir pada tahun lBBt M. dengan wafatnya penyair . wa kenamaan Pangeran Aryo Mangku Negoro IV. Kebangkitan spirituil ini menghasilkan perkembangan dalam kesusilaan . , kesusarteraandan bahasa Jawa, serta kesenian, seni tari, seni musik dan syair Jawa. Ada dua sumber yang diambil untuk membina dan wengembangkan kesusasteraanJawa baru diatas. Yaitu dari kitab-kitab lamafkuno yang kemudian digubah kedalam bahasadan ryair . Masa ini disebut masa pembaharuan atau masa penggubahan kitab-hitab yang berbahasaJawa kuna kedalam bahasaJawa Usaha ini dipelopori oleh R. Ng. Yosodipuro I . afat tahun lB. iangga istana Surakarta, dan kernudian diteruskan oleh putranya R. Ng. Yosodipuro II. Sumber yang keduz adalah ajaran agama dan kebudayaan Islam yang telah lama berkemhang di Jawa dan berpusat di pesantren diluar istana kerajaan-kerajaan . Dengan unsur*unsrlr ke Islaman yang terdapat dalam literatur-literatur Arab ataupun Arab-Jawen . kemudian digubah kedalam bahasa dan tulisan Jarva serta dipadukan dengan alam pikiran Jawa. Perpaduan antara unsur-unsur Islam dan Jawa ini menumbuhkan karya-karya Maka masa ini ditandai dengan terbitnya karangan-karangan baru dalam kesusasteraanJawa modern . adi bukan hanya gubahan kitab-kitab lama seperti masa pertam. Contoh dari karya-karya baru misalnya kitab Centini yang ditulis oleh tiga orang pujangga yaitu Yosodipuro II. Ronggosutrasno dan R. Ng. Sastrodipuro . aji Ahmad Ilha. Serat Wirid Hidayat Jati karya R. Ng. Ronggowarsito. Wulangreh karya Paku Buwana IV. Wedhatama karya Pangeran Adipati Mangkunegoro IV, dan lain-lainnya. Oleh karena itu sistem pendidikan yang ditempuh oieh keluarga-keluarga istana Surakarta dan calon pujangga pembina kesusasteraanJawa baru selalu melalui pesansren . dan mempelajari kitab-kitab kesusasteraanJawa lama. NS. Yorudipuro I misalnya dikatakan bahwa berumur B tahun dipondokkan kepesanlren Kedu. Dan R. Ng. Ronggowarsito sendiri waktu berusia 14 tahun bclajar dipesantren Gebang Tinatar. Ponorogo. Pengaruh ajaran dan kebudayaan Islam dalam kesusasteraanJawa telah nampak semenjak agama ini tersebar meluas di pulau . Dalam literatur-literatur . Soebardi. The Book of Cobolek. The Hagus Martinus Nyhoff. Jawa Tengahan pengaruh ajaran dan unsur-unsur kebudayaan Islam dalam literatur Jawa mcnimbulkan berbagai macam kitab-kitab Dan delam literatur-literatur Jawa baru yang terbit dalam masa kebangkitan kesusasteraan di Surakarta ini telah nampak dengan jelas pengaruh kitab-kitab & tasauf yang tinggi nilainya seperti Ihya 'Ulum ad Din. Insan Al Kamil dan lain-lainnya. Dalam serat wirid Hidayat Jati dan Wedhotomo pengaruh Ihya 'Ulum ad Din karya ulama sufi yang kenamaan Imam al Ghozali sangat bcsar. Dalam kitab Centhini berbagai macam nama kitab Tafsir Fckih dan Akaid telah disebutkan. Bahkan Dr. Soebardi mengatakan "tiga kitab penting tentang tasauf yang direbut dalam Centhini adalah Hulumodin. Adkia dan Kitab Insan Kamil" (Ihya 'Ulum al-Din. Hidayat al-Adhkiya 'ila Thariq al Auliya' dan Al Insan al Kamil fi Ma'rifat al Awakhir warl-Awa'i. Maka dapat dipastikan bahwa kebudayaan Islarn dalam daerah-daerah kerajaan Matararn atau di Jawa masa ini telah cukup Kitab-kitab yang bertaraf internasional tclah tersiar luas di pesantren-pisantren di Jawa. Bahkan kepustakaan lslam yang berbahasa Melayupun agaknya telah dikcnal di Jawa. Kitab Tajusalatin karya Kyahi Jorodipuro menurut Prof. Dr. Ng. Poerbatjaraka dikatakan bahwa : "Kitab ini. krtab aslinya ialah kitab dalam bahasa Melayu yang bernama Mahkota segala Raj a-Raja yang kemudian digubah kedalam bahaca Jawa dengan tembang Jadi kcmungkinan besar ajaran-ajaran atau buku-buku tasauf yang berkembang di Aceh seperti karya-karya Hamzah Fansuri. Nuruddin ar Raniri dan sebagainya, telah dikenal oleh pujangga-pujangga Jawa masa ini. Hal ini dapat kita maklumi karena -ajaian-alaran tasauf dan etika ketaraufan sangat menarik perhatian pujangga-pujangga Jawa. Dan tugas rnereka memang berusaha mengembangkan dan memperbaharui kesusasteraan tradisionil Jawa lama dengan memanflaatkan un$ur-unsur kebudayaan baru, yang dalam segi-segi keagamaan dan kebatinan . serta moral telah memiliki'perbendaharaan yang cukup kaya dan tinggi. Bagaimanapun juga kitab-kitab tasauf seperti fnsan al Kamil. Ihya 'Ulum an Din. Bidayat al Hidayah. Minhaj Abidin. Al Hikan dan sebagainya adalah perbendahara n ilmu kebatinan dan moralismc yang cukup kaya raya dan sangat berharga. Maka wajarlah apabila orang-orang Jawa yang sejak semula telah dibesarkan dalam kebudayaan timur yang agamis sangat dahaga terhadap sumbersurnber ilmu kebatinan Islam yan3 iqdah dan baya raya diatas. Kiranya tidak dapat dibantah bahwa hingga dewasa ini kitab Ihya 'Ulum Al Din karya imam al Ghazali tetap merupakan mercu suar, sumber yang terkaya dalam ilmu kebatinan dan akhlak di dunia. Lihat S. Soebardi. Unsur-unsur KeagamaanSantri sebagairnanad'i. ceriterakan dalan Kitab Centhini. t,al. Namun demikian apabila kita pelajari hasil-hasil karya para pujangga-pujangga Jawa, seperti Centini. Hidayat Jati. Gatoloco. Darmogandul. Wedhotorno. Ma'lumat Jati dan sebagainya, nampak bahwa penulis-penulisnya kurang cukup dalam pengetahuan dan pemahamannye terhadap ajaran-ajaran Islam. Agaknya para bangsawan dan pujangga-pujangga kerajaan Surakarta masa itu mendapat kesulitan untuk menguasai bahasa Arab schingga agaknya mereka kurang mampu untuk memetik dari sumber-sumber perbcndaharaan ilmu kebatinan Islam diatas secara langsung. Kelemahan inilah yang menyebabkan terdapatnya banyak kekeliruankekeliruan dalam pengungkapan unsur-unsur ke-Islaman dalam karya-karya mereka. Dan karena kesusasteraanJawa Baru masa Surakarta ini bersumber dari primbon Jawa larna, den sebagainya dihubungkan dengan aJartn-ajaran tasauf Islam yang bersifat baru, hingga menghasilkan karya baru, maka jiwa dari literatur-literatur lawa Baru ini menurut Dr. Soebardi bersifat konservative dan tradisionil, dimana beliau mengatakan : "The Javanese kraton lite. rature that was produced has a conservatire and traditional charactor. It reflects an introverted court attitude. There is a section of the literature which reflect: a syncretic outlook, i. an outlook which represents an alignment of traditional Javancse values with Islamic religious element which at that time formed a tangible cultural element in Javanese society, especially outside the court. Sifat tradisionil dan konservatif ini jelas sebab primbonprimbon Jawa pada umumnva memuat ilmu-ilmu yang berasal dari kepercayaan-kepercayaan tradisionil masyarakat Jawa yang berkembang dalam taraf & pcmikiran yang masih sederhana. Agak nya metode-metode keilmuan dalam perbendaharaan Islam untuk memahami dan menuliskan karya-karya ilmiah, belum dapat dimanfaatkan oleh pujangga-pujangga Jawa masa itu. Apabila tradisi-tradisi pemindahan dan penulisan ilmiah dalam kebudayaan Islam telah bisa mereka fahami, mungkin akan tumbuh pemikiran Jawa yang bersifat ilmiah seperti dewasa ini. IIL Pengaruh Tasauf dalam Kepustakaan Jawa abad 19. Menurut Ki Hajar Dewantara "Kebudayaan rakyat kita yang tadinya bersifat 'animistis dan Hinduistis, sejak mendalamnya ag^ra fslam bertambah corak-warnanya. Pada permulaan, yaitu pada jaman kewalian, sifat ke fslaman amat mementingkan pengajaran serta laku mistik (Tasauf Tarika. Perpaduan antara kebudayaan Jawa lama dengan kebudayaan Islam yang baharu semenjah masa kewalian tercermin dalarn perhitungan Tahun Jawa gubahan Sultan Agung Anyokrokusumo dari Mataram pada pertengahan abad l7 M. oleh Suitan AgcngTahun . Soebardi. Prince Mangku Negara IV. Ibid, hal. Majlis Luhur Taman Siswa. Karla Ki Hajar Dewantara. Bag. TI A Yogyakarla 1967, hal. 54 - 55. Saka yang bersandar atas jalan matahari (Tahun Syamsia. diubah dengan Tahun Hijriah yang berdasarperjalanan bulan (Qomaria. , namun cara menghitungnya tetap dari Tahun Saka (Tahun satu Sak. Juga perhitungan hari digunakan hari-hari Islam (Isnain. Salasa dsbny. dan digabung dengan hari pasaran lima (Wage. Kliwon. Legi. Paing. Po. Demikian pula perhitungan bulan dipakainya bulan-bulan fslam (Sura. Sapar. Maulud dsbny. tetapi bulan-bulan Jawa lama'tetap digunakan yang kemudian disebut mangsa, yang lamanya tidak tctap . da yang kurang dari 20 hari tetapi ada yang lebih dari 30 har. Demikian pula sistem perhifungan windon . etiap8 tahu. lama tetap dipakai dan namanama tahun digunakan huruf-huruf Arab (Alip. Ehe. Jimawal. Je. Dal. Be. Wawu. Jimakhi. Demikian seterusnya menjadi jelmaan baru yang berasal dari unsur-unlur lama disintesakan dengan unEur-unsur baru (Isla. Bahwa sejak masa kewalian unsur-unsur tasauf-lah yang sangat digemari oleh masyarakat Jawa. Maka pengaruh tasauf ini srgera merosap dalam kepustakaan Jawa semsnjak masa pertumbuhan Bahasa Jawa Tengahan. Maka masa ini terbitlah kitab-kitab suluk atau primbon-primbon yang mencerminkan pengolabanJawa terhadap unsur-unsur kcbudayaan baru (Isla. terutama unsurunsur tasauf, seperti misalnya primbon Sunan Bonang. Suluk Wujil. Suluk Sukarsa. Suluk Malang Sumirang dsbnya. Kitab-kitab yang demikian ini mcnurut Prof. Dr. Ng. Poerbacaraka dikatakan : "Adapun yang diceritakan, ialah hal mistik, hampir sama saja dengan apa yang dibentangkan didalam kitab Dewaruci bedanya hanya yang satu bukan Islam dan yang lain Islam". Dan pengaruh tasauf ini juga mengilhami kepustakaandatt kesurasteraan Jawa Baru dalam abad 19 atau masa perkembangan dan kebangkitan krsurastetaan Jawa masa Surakarta awal. Dalam kitab Centhini suatu kitab kesusastcraanJawa yang terbesar yang ditulls oleh pujangga-pujangga kraton Surakarta pada perempat awal abad 19, atas perintah Paku Buwono V . 01823 M) banyak dipengaruhi oleh faham tasauf tentang jenjang pengamalan ilmu kebatinan, yaitu Syariat, tarikat, hakikat dan Jelas didalamnya unsur-unsur ajaran kitab-hitab tasauf seperti Ihya' Ulumud-Din, fnsan al Kamil dan Hidayat al-Adhiya'ila Thariq al-Auliya'. Dr. Soebardi dalam tinjauannya terhadap Certhini dengan judul Santri Religious Elements as Reflected by the Book of Tientini, . Ng. Poerbacaraka dan Tarjan H,rdijaya. KepustakaanJawa. Jembatan. Jakarta 1952, hai 100. "Disini kita melihat penyajian ala lawa terhadap bagian penting dari empat fase dalam mistik ortodoks, dimana syari'at dan tarikat dibandingkan dengan wadah, dan hakikat dan ma'rifat dengan bcnih anugerah (Wiji Nugrah. Wadah dan wiji tak dapat dipisahkan, keduanya harus tetap harmonis, yang satu tergantung pada yang lain. Keharmonisan itu sangat penting dalam mencari Hidup Scmpurna . Syaikh Among Raga berulang-ulang menekankan bahwq supaya mencapai Hidup Sempurna dan Mati Sempurna, orang hendaknya berpegang teguh pada pedoman hidup . ger-ugering agesan. , yang terdiri dari serengat, tarekat, kakekat dan makripat". Pokok ajaran dalam kitab Ccnthini mempengaruhi timbulnya kitab Suluk karya Yosodipuro yaitu l. tab Cabolck. Kcmudian kalau kita meninjau Serat wulangreh karya Susuhunan Paku Buwana IV . 7BB-1820 M), didalam kitab yang amat populair karena keindahan syair Jawanya dan petuah-petuahnya ini terbayanglah pengaruh ajaran iman al Ghazali tentang jenjangjenjang tinggi rendahnya kwalitas kemakripatan yang sangat tergantung sekali atar tingkat-tingkat kesucian hati para sufi. Dalam Serat Wulangreh dijelaskan tinekat-tingkat pamoring kawulo Gusti itu diibaratkan seperti halnya pembuatan suwasa, apabila tembaga nya beroih dan emasnya tua, tentu akan cemerlang. Dalam pupuh Sinon dinyatakan sebagai bcrikut : "Pamoring Gusti kawula, punike ingkang sayekti, dandanan setya rudisa, iku den waspada ugi. gampangane ta kaki. baga lawan mas iku, linebur ing dahana, luluh amor dadi siji, mri nama kencana miwah tembaga". "Cahya abang tungtung jenar, punika suwasa murni, kalamun gawe suwasa, tembagane nora becik, pambesute tan rcsik utawa nom emasipun, iku dipun pandingna. sorote pasti tan sami, pan suwasa bubul wastane punika". ait : . "Yen arsa karya suwasa, darapon dadine becik, amilihana tembaga, oleha tembaga prusi, binesut ingkang becik, sarta mase ingkang scpuh, resik tan kawoworan, dasar sari yekti dadi, iku kcna ingaran cuwasamulya". ait : . "Puniku mapan upama, tepane badan puniki, lamun arsa ngawruhana, pamore kawula*Gusti, sayekti kudu resik, aja ketempelannapsu. Iuarnah lan amarah, sarta suci lahir batin, dadine sarira bisa atunggal". Artinya : Berkumpulnya Tuhan-hamba, itu sebenarnya, laksana perhiasan sotya rudira, itu harap hati-hati juga, untuk mudahnya putraku, seperti halnya tembaga dengan emas, bila di hancurkan dalam apio luluh menjadi satu, tidak lagi bernama emas atau Sinar merah kekuning-kunintran, itulah suwasa yang murni. Apu. bila rnembuat suwasa, tembaganya tidak bagus, menggosoknyatidak bersih, atau mudah emasnya,. bila dibandingkan cahayanya . pasti tak sama, su\ryasabubul . namanya itu. Apabila akan membuat ruwasa, agar jadi yang bagus, pilihlah tembaga, kalau dapat tembaga prusi, dan digosok sebaik-baiknya, dan pilih emas yang tua, benih tak bercampur apa-apa, memang indah pasti jadi, itu dapat dinamakan suwasa mulia. Itu semua perumpamaan, tamsil bagi badan ini, apabila akan m e ngerti, manunggalnya hamba dengan Tuhan pasti harus bersih, jangan dilekati nafsu lauwamah dan amarah, dan harus suci lahir batin, hasilnya diri kita dapat manunggal. Disini jelas pengaruh Ihya'ulumud Din jilid i tentang nafsu-nafsu lauwamah dan amarah, juga ajaran penyucian hati tathhir al Qal. Apalagi dalam Serat Wirid Hidayat Jati karya pu. iangga Surakarta yang paling besar R. NS. Ronggowarsito . B-2-1. pengaruh sangat menonjol. Pengaruh ini telah dibahas oleh Dr. Fladiwijono dalam bukunya "Kebatinan Jawa dalam Abad 19", dimana dikatakan dalam Prakata sebagai berikut : "Serat Wirld bukan buko yang mudah untuk dibaca, orang yang ingin mengetahui isinya secara mendalam harus sudah mengetahui terlebih dahulu ajaran kebatinan Islam yanq umum, umpamanya ajaran tentang martabat tujuh dan sebagainya". Kemudian mengenaiSerat Wedhatama karya K. G,A. Mangkunegoro IV dan merupakan karya kepujanggaan Surakarta abad 19 yang rerakhir, telah diteliti oleh Prof. Dr. Soebardi dalam "Prince Mangku Nagara IV : A R. uler and A Poet of l9 th. Century Java", dimana disimpulkan bahwa dalam Serat Wedhatama terdapat pengaruh ajaran moral tasauf al Ghazali. Yaitu ajatan I. tab Munjiyat yang terdapat dalam Ihya 'Ulumid Din, dan pengaruh ini mungkin melalui terjemahnya dalam bahasa Jawa dan berhuruf Arab . Mengenai Serat Wedhatama karya K. A,A. Mangkunagara IV bisa kita tunjukkan betapa besar pengaruh ajaran tasawufi didalam Misalnya mengenai pengertian ngelmu diterangkan sebagai Ngelmu iku, kalakone kanthi laku. Sekaselawan kas, tegese kas nyantosani Setya budya pengekesedur ankara. ( pupuh Pucung, bait . Artinya . Ngelmu (Ilrn. itu, hanya dapat dicapai dengan laku . dimulai dengan niat yang tqguh. Arti kas menjadikan Iman yang teguh untuk rrengatasi segala goda. an, rintangan dan kejahatan. Disini ngelmu tidak bisa disamakanrienganilmu-pengetahuan atau kawruh biasa. Scbab ngclmu hanya bisa dicapai derrgan jalan mujahadah yang berat atau laku. Maka ngelmu disini lebih dekat atau sama dengan konsep ibnu dalam ajaran tasawuf yaitu ilmu hakekat atau ilrnu batin. Dalam pupuh 94 diterangkan sebagai 'Mangka ta kang aran laku, lakune ngelmu sejati, tan dah. wen pati-openan, tan panasten nora jail, tan nyurungi itg kaardan, amungeneng marnrih ening. upuh kinanthi, bait l. Adapun yang disebut laku, ialah laku bagi ngelrnu yang sejati . , tidak punya pamrih, hati tidak ada rasa iri dan hasad, tidak menuruti hawa nafsu, hanyalah tenang agar tetap jernih. Ungkapan ini lebih memperjel. rs pengeriian ngehnu dan laku sepe. ti yang berlaku dalam ajaran tasawuf. Inti ajaran kerohanian atau mistik yang terkandung dalam Wedhatama adalah "sembah catur" atau sembah yang empat ting Apabila kita renungkan sedalafir-dalamnya, ajaran ini adalah sejajar dengan ajaran tentang ernpat tingkat daiam pengetrapan ajaran tasawuf yaitu syari'at, tarikat, hakekat dan ma'rifat. Jadi tidak akan jauh meieset apabila kita katakan batiwa sernbah catur ini rnerupakur p. rg,rbahan dari ajaran ernpei tingkat dalam pengetrapan tasawuf. Atau dengan kata lain sembah-catur adalah perwujudan baru ci'ari tataran pendakiar-r$yari. t, tarikatl hakekat dan ma'rifat. Adapun taraf-taraf sembah catur itu terdapat dalam pupuh Gambuh sebagai berikut : "Samengko ingsun tutur . sennbah-catur supaya lumuntur i dhingin raga, cipta, jiwa, rasa kakil ing kono lamun tinemu. tandha nugrahaning Manon" "Sembah raga puniku, pakartine lvong amageng laku, sesu' cine asarana saking warih. kang wus lumrah limang waktu. wantu wataking wawaton. ait 1-. "Sire sarengat iku. kena uga ingaran laku. dhingin ajeg kapindhone ataberi. pakolehe putraningsun. nyenyeger badan mrih kaot. Wong seger badanipun. otot claging kulit balung tumrah ing rah marnarah antenging ati. ati nunungku, dngruwat ruweting batos. ait 7-. Artinya ' Kini kami rnemberi petuab, sembah Cmpat agar diteruskan turun-temurun, yang terdahulu sembah raga . , cipta, jiwa, dan rasa, apabila keempatnya dikuasai, pertanda rnenr. pat anugerah Tuhan. Adapun sembah raga itu, adalah langkah permulaan, untuk mcncapai laku batin, bersucinya dengan air . , dan mengikuti aturan nash . Adapun yang disebut syari'at itu, blsa pula dinamakan laku, mula-mula ajeg . ilaksanakan sccara teta. dan keduanya dijalankan secara teliti dan rajin, adapun hasilnya he putraku, menyegerkan badan dan memiliki kelebihan. Or-anq yang segar badannya, merata seluruh otot . , daging, kulit tulang dan sungsum, mempengaruhi darah menim. bulkan ketenangan hati, ketenangan hati membuahkan lenyapnya kekusutanfa,ti". Jadi laku syari,at dipandang sebagai tataran pertama bagi laku batin, seperti halnya orang yang ikan melakukan Tingkat kedua disebut sembah cipta atau sembah kalbu. Ketcrangannya adalah sebagai bcrikut : "Samengko sembah kalbu. yen lumintu juga dadi laku. agung kang kagungan Narapati. patitis reteping kawruh. meruhi marang kang momong. Sucine tanpa banyu. nyunyuda mring hardane kalbu. pambukane tata titi ngatiati. atetep talaten atul. tuladan marang lr-aspaos. Mring jatine pandulu. panduking don dadanan satuhul lamun lugu legutanlng reh maligi. lagehane tumalawung. wenganing alam kinaat" Yen rvus kambah kadyeku. sarat sareh saniskareng kalakone saka eneng-eneng*eling. ilanging rasa tumlawungl kono adiling Hyang Manon" . ait I l-. Artinya : I. mudian sembah kalbu apabila dijalankan terus . jadi laku, laku yang agung . seperti yang dijalankan para Raja, harus tepat pentrrapan dan penyebaran ilmunya, untuk mengenal kepada Tuhan. Bersucinya tanpa air, hanya dengan mengurangi keserakahan nafsu, pembukanya dcngan keteraturan, cermat dan hati-hati, dilakukan secara tetap, telaten . abar dan cerma. hingga terbiasa berpegang pada kewaspadaan . was daninga. Kepada pandangan yang se. iati, terarah pada tujuan akan jalan yang sebenarnya, bila henar-benar tekun terbiasa pada'konscntrasi . -emusata. biasanya lalu mengalami pengalaman fana, . kstase, tak sadar alam sekelilingny. , itulah terbukanya alam gaib. Kalau sudah mengalami seperti itu, syaratnya harus sabar pelan-pelan segala laku batinnya, sebab tercapainya iantaran ketenangan, keheningan . dan ingatnya hati. pengalaman fana,. disitulah anugerah Tuhan. Jadi sembah kalbu . tidak lain dari pada tataran tarikat. Yaitu mulai menginjak atau menempuh jalan tasawufl yakni laku batin . untuk mencapai pengalaman ma6rifat pada Tuhan. Mulai melatih hati melakukan wirid, berrnujahadah, mengurangi dan menekan kridanya hawa nafsu, berlatih memusatkan dan mengkonsrragikan pikiran kearah sptu tujuan, yaitu kearah Tuhan saja. Nlemandang sepi atau rnelepaskan ikatan-ikatan hati kepada Itulah laku tarikat, yang apabila berhasil dilalui, akan berakhir dalam pengalaman fana' atau jadzab dalam istilah ilmu tasawuf. Adapun tataran yang ketiga, adalah sembah jiwa, yang di terangkan sebagai berikut ! "Samengko kang tinutur, sembah katri kang sayekti katur, mring Hyang Sukma sukmanen saari-ari. arahen dipun ka* cakup, sembah ing jiwa sutengong. Sayekti luwih perlu, ingaranan pupuntoning laku, kalakuan kang tumrap bangsaning batin, sucine lan awas emut, mring alame lama amot. Ruktine ngangkah ngukut, ngikat ngruket triloka kakukut, jagad agung gimulung ian jagad cilik, den kandel-kumendel kulup, mring kelaping alam kono. Keleme mawa linout, kalamatan jroning alam kanyut, sanyatane iku kanyataan kaki, sejatine yen tan ernut, sayekti tan bila awor. Pamete saka luyut, sarwa sareh saliring panganyut, lamun yitna kayitnan kang miyatani, tarlen mung pribadinipun, kang katon tinonton Nging aywa salah surup, kono ana rajatining urub, yeku urub pangarep uriping budi' sumirat-sirat narawung, kadya kartika katonton. Yeku wenganing kalbu, kabukanc kang wengku-winengku. wewengkone wis kawengku neng sireki, nging sira uga kawengku, mring kang pindha kartika . ait 16-. Artinya : Kemudian yang diterangkan, sembah yang ketiga tcntu diujudkan kepada Tuhan terasa setiap hari, harap diusahakan agar tercakup, yaitu sembah jiwa, he putrakr. Pasti terlebih penting, bisa disebut puncaknya laku . khir lak. , laku yang bersifat batin, bersucinya dengan rasa awas dan ingat, terhadap alam lama yang termuat didalamnya, tata cara dalam usaha untuk menggulungnyar tiga alam digulung jadi satu, alam raya { macrocosmo. digulung dalam alam kecil . icrocormos : alam bati. , harap yakin dan percaya putraku, akan terserapnya alam. Tenggelarnnya dalam batin tanpa sadar, ditandai oleh alam sir . aib, bati. , sesungguhnva itu kenyataan, putraku sebenarnya apabila tidak ingat, pasti tak dapat kumpul. Pengambilannya dari ketelitian . , serba tidak tergesagesa dari segala keinginan hati, apabila hati-hati dan dijaga betul. betul, tak lain hanya dirinya sendiri yang nampak terlihat disitu. Akan tetapi jangan sampai salah penerimaan, disitu ada sejatinya cahaya . esuatu yang menyal. , yaitu nyala . permulaan hidupnva . budi, memancar bergemerlapan tanpa bayang. bayang, sebagai bintang bergemerlapan nampaknya" Itulah terbukanya kalbu, terbukanya pengalarnansaling rnencakup . aJing menguasa. , daerah kekuasaannya telah , teicakup pada dirimu, sebaliknya dirimu tercakup . , oleh yang setupa. bintang bergemeriapan. Jadi sembah kalbu . , adalah tataran hakilcat dalam ajaran tasawuf, yaitu bermulanya penghayatan terhadap alam sirr atau alarn hakikat yairu terbukanya kaibu kealaro atas atau aiarn Malakut menurut lconsep imam Al Ghazali. Ajaran tentang terbukanya kalbu . engaring kalb. , terbukanya warna . bersumber dari ajaran Al Ghazaii. Dalam Ihya' Ulum ad Din jilid i bab l. ajaiban Hati (Aja'ibul Qulu. iman Al Ghazali telah menjelaskan bahwa kalbu . ati dalam pengertian rohan. itu punya dua pintu. Pintu penama menghadap alam syahadah . iam l, berhubungan dan menerima kesan melalui panca indera. Sedang pintu yang satu lagi terbuka kcdalam dan berhubungan dengan alam atas . lam gai. Oleh karena itu apabila pintu hati atau kalbu yang berhubungan dengan ala. m materi . larn duni. ditutup, dan pintu yang beihubungan dengan alam batin . intu kedala. dapat dibuka, manusia akan dapar menghayati langsung alam atas bahkan . zat Tuhan dapat pula ditangkap dengan terbukanya pintu l*albu. Jalan untuk menutup pintu hati yang berhubungan dengan alanr luar . dan rnembuka pintu hati yaus menghadap kealam batin . lam gai. adalah apa yang discbut. tarikas, yans pokoknya terdiri clari dua tnraf, yaitu mensucikan hati dari ikatan. ikatan dunia . embelakangi duni. , dan me. nenggelamkan hati dalarn dzikir yaitn pemusatan kesadaran dan pikiran kepada Allah (Tuirar. Puncak dari konsentrasi didalam dzikir ini apabiia berhasil akan uneiihat nur . dari alarn gaib dan fana' . iiang kesadarannya terhadap alam lahir sebab seluruh perhatiannya tclah terpusat kealam dalarn. Semenjak alanr . hakihat ini tercapai, kita harus bersikap pasif. , gerak dan tingkah laku kita akan dikuasai oleh kekuatan atas. Jadi harus memelihara ketenangan batin atau ening, eneng, awas lan Jadi konsep sembah kalbu, chardaning kalbu, wenganing &albu, nugrahaning Manon . a'rifat itu semata. mata anugerah Tuha. adalah erat hubungannya dengan ajaran Imam Al Ghazali, baik dalarn Ihya' Ulurn ad*Din. Munqidzu min ad-Dlalal dan se. ' Adapun mengerrai tataran keempat, yaitu sembah-catur diterangkan sebagai berii