CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Annisa Asra Fitria SMA Negeri 1 Kec. Gunuang Omeh Email: annisaasrafitria@gmail. Delvia Febrina SMA Negeri 1 Kec. Lareh Sago Halaban Email: delviafebrina2@gmail. Zulfani Sesmiarni Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Email: zulfanisesmiarni@uinbukittinggi. Herlina Rasyid SMA Negeri 1 Bukittinggi Email: herlina. rasyid@gmail. Abstract: Based on observations made at SMA Negeri 1 Gunuang Omeh District, the problem found was the low interest in learning of students in PAI and BP subjects due to the large number of students who did not pay attention to the teacher's explanation, and the lack of use of learning models and media used in learning , one of which is the Problem Based Learning learning model. The role of the learning model is very important, because using visual media will be able to influence students' learning The purpose of this study was to find out the use of the Problem Based Learning learning model in increasing students' learning interest in PAI and BP subjects on Da'wah Strategy and Islamic Development in Indonesia Class XII. MIPA at SMA Negeri 1 Gunuang Omeh District. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The process of implementing PTK has four main components, namely planning, action, observation and reflection carried out in 3 cycles. The results of data analysis obtained the percentage of students' learning interest using the Problem Based Learning learning model of 44. 83% in cycle I. The process of applying the Problem Based Learning learning model in PAI and BP learning increased in cycle II by 65. 52% and 79. 31 % in cycle i. So it can be concluded that the implementation of PAI and BP learning by using the Problem Based Learning learning model can increase students' learning interest. Keywords : Student learning interest. Problem Based Learning learning model Abstrak. Berdasarkan Observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kecamatan Gunuang Omeh, masalah yang ditemukan yaitu rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP yang disebabkan karena banyaknya peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru, dan minimnya penggunaan model dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran, salah satunya model pembelajaran Problem Based Learning. Peran model pembelajaran sangat penting, karena dengan menggunakan media visual akan dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik. Tujuan Received Desember 30, 2022. Revised Januari 04, 2023. Februari 01, 2023 * Annisa Asra Fitria, annisaasrafitria@gmail. Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning penelitian ini untuk mengetahui penggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia Kelas XII. MIPA di SMA Negeri 1 Kecamatan Gunuang Omeh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) proses pelaksanaan PTK mempunyai empat komponen pokok, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil analisis data diperoleh persentase hasil minat belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 44,83% pada siklus I. Proses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI dan BP meningkat pada siklus II sebesar 65,52% dan 79,31% pada siklus i. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI dan BP dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Kata Kunci : Minat belajar peserta didik. Model pembelajaran Problem Based Learning LATAR BELAKANG Faktor intern dari dimensi psikologis yang berpengaruh penting pada hasil belajar adalah minat belajar. Minat menunjukkan bahwa seseorang terikat dengan apa yang cenderung dilakukannya sesuai dengan harapan atau keinginannya (Dewey, 2001:130. Syah, 2015:. Lebih lanjut. Slameto . mendefinisikan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang Hilgrad . menyatakan bahwa minat merupakan kecenderungan untuk memerhatikan beberapa kegiatan yang diminati dan diikuti perasaan senang serta rasa Selain itu, minat belajar merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas, strategi pembelajaran tentunya menjadi hal yang penting dilakukan oleh guru sebagai salah satu solusi jangka panjang. Model pembelajaran yang cocok diterapkan sebagai proses pembiasaan dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dinamika serta problematika kehidupan adalah model pembelajaran Problem based Learning. Problem based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk berpikir kritis menjawab problematika dan mencari solusi sebagai jalan keluar problematika tersebut. Menurut Hmelo-Silver . alam Eggen dan Kauchak, 2012:. Problem based Learning adalah seperangkat model mengajar yang menggunakan masalah sebagai fokus untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, materi, dan pengaturan diri. Inti dari CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Problem based Learning adalah penyajian permasalahan yang autentik dan bermakna kepada siswa (Santrock, 2008:31. Arends, 2013:100. Marra, dkk. , 2014:. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap peserta diperoleh gambaran minat belajar peserta didik masih rendah yang ditunjukkan oleh banyaknya peserta didik yang malas mengikuti pembelajaran, tidak adanya rasa suka/senang dengan materi yang diberikan dan tidak adanya kesadaran untuk belajar tanpa disuruh terlebih dahulu. Masalah lain yang dihadapi peserta didik adalah masih banyak yang enggan bertanya kepada guru tentang materi pembelajaran yang belum dimengerti, masih banyak peserta didik yang kurang percaya diri dalam mengungkapkan pendapatnya di depan kelas dan masih kurangnya kerjasama antar teman dalam pembelajaran, serta guru belum menerapkan model pembelajaran Problem based Learning yang dianggap dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dalam mengatasi permasalahan di atas, terdapat beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan, salah satunya adalah model Problem based Learning. Harapannya peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran yang lebih terbuka dan percaya diri sehingga pemahaman serta keterampilan peserta didik menjadi lebih baik. Dengan ini peneliti memilih model pembelajaran Problem based Learning yang akan digunakan dalam pembelajaran PAI dan BP pada materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas XII agar mampu mempermudah peserta didik dalam meningkatkan minat belajarnya. METODE PENELITIAN Arikel ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur pelaksanaannya mengikuti prinsip-prinsip dasar penelitian tindakan yang umum. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dapat dilakukan dalam empat tahap yaitu . pelaksanaan tindakan . Pengamatan tindakan dan . refleksi tindakan. Tahap perencanaan tindakan peneliti membuat rencana tindakan yang akan Tindakan itu berupa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Problem based Learning. Kegiatan itu dimulai dengan merumuskan rancangan tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, yaitu dengan kegiatan sebagai berikut: . Menetapkan jadwal selama penelitian. Mengkaji Kurikulum 2013 pembelajaran PAI d a n B P materi Strategi Dakwah dan Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Perkembangan Islam di Indonesia. Menyusun rancangan tindakan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pembelajaran PAI dan BP materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Menyusun alat perekam data berupa pedoman observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Mendiskusikan dengan observer tata cara pengumpulan data dalam pelaksanaan observasi saat kegiatan dilakukan, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengambilan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada siklus 1 sampai siklus 3 terdiri dari 3 kali pertemuan dengan materi pembelajaran Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 07 Desember 2022. Pada kegiatan siklus I, peneliti menyusun kegiatan berupa perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi tindakan. Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan siklus I diantaranya menyiapkan materi ajar, membuat RPP, membuat instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket minat belajar dan lembar pengamatan pembelajaran. Guru melakukan kegiatan pembelajaran berupa kegitan pendahuluan, kegiatan inti dan kegitan penutup. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran dengan materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia, dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Pada kegiatan pendahuluan, pertama guru mengucapkan salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat, guru menanyakan kondisi, mengecek kahadiran peserta didik, mengecek kondisi ruang kelas, guru mengajak peserta didik membaca ayat Al-QurAoan: QS. Al-Baqarah/2. 121, kemudian guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu wajib Nasional Bagimu Negeri untuk membangkitkan jiwa nasionalisme, kemudian guru memotivasi peserta didik dengan cara mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Guru menggali pengetahuan awal peserta didik dengan mengaitkan materi/ kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/ kegiatan sebelumnya. Setelah itu guru menyampaikan Kompetensi Dasar (KD) dan tujuan pembelajaran dengan jelas dan lengkap, menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran secara jelas, lengkap. Kemudian guru mengecek/memeriksa kemampuan awal peserta didik dengan pretest melalui Google Form yang ditayangkan di layar Pada kegiatan inti peserta didik mengamati gambar tentang permasalahan yang ditampilkan oleh guru melalui infocus. Peserta didik membaca artikel yang dibagikan oleh guru atau bahan ajar lainnya. Peserta didik mengamati, menyimak tanyangan video pembelajaran youtube tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Peserta didik mendengar, mengamati, dan menyimak penjelasan melalui video Selanjutnya guru mengorientasikan peserta didik pada masalah dengan memberikan pertanyaan pemantik: setelah mengamati gambar permasalahan tentang yang berkaitan dengan materi pembelajaran, uraikanlah gambar tersebut! Kemukakanlah kaitan gambar dengan kehidupan pada saat sekarang ini! Setelah mengamati video pembelajaran, powerpoint, artikel ilmiah dan bahan ajar lainnya, uraikanlah strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia! Melalui motivasi dari guru, peserta didik menganalisis masalah dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang disajikan oleh Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan tanggapan atau menelaah/memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sikap mandiri. Peserta didik menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan sikap Guru memberikan konfirmasi atas pertanyaan atau tanggapan peserta didik. Setelah itu guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok. Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas mengenai materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Langkah selanjutnya membimbing penyeledikan individu maupun kelompok. Peserta didik mengumpulkan semua informasi yang diperoleh dari bahan ajar yang sudah ditayangkan pada lembar kerja yang telah dibagikan guru mengenai Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Langkah berikutnya adalah mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Peserta didik menyampaikan atau mempresentasikan hasil diskusi tentang materi Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia . Berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tulisan, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan. Peserta didik dari kelompok lain menanggapi atas presentasi yang dialakukan oleh kelompok penyaji materi pembelajaran. Kemudian menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peserta didik bertanya atas presentasi tentang materi yang dipaparkan oleh masing-masing kelompok belajar. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menjawab dari pertanyaan tersebut mengenai materi Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia. Guru memberikan penguatan materi terhadap jawaban yang disampaikan oleh masing-masing kelompok jika masih ada jawaban yang kurang Guru memberikan pertanyaan secara lisan terkait materi pembelajaran. Peserta didik menjawab perntanyaan yang diberikan guru. Peserta didik menganalisis masukan atau tanggapan dari temannya. Pada kegiatan penutup Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Guru melaksanakan penilaian . dari hasil belajar dengan posttest menggunakan Google Form. Guru melaksanakan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan untuk langkah Guru melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan tugas LKPD baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Guru dan peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. Pada pelaksanaan proses belajar mengajar siklus I, pengamatan dilakukan terhadap minat belajar peserta didik. Adapun lembar observasi yang dinilai terdiri dari 10 indikator yang diamati. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Tabel 1 Rekapitulasi Minat Belajar PAI dan BP peserta didik siklus I No. Skala % Kategori Jumlah Siswa Persentase Sangat Berminat 17,24 % Berminat 27,59 % Cukup Berminat 13,79 % Kurang Berminat 41,38 % Tidak Berminat Pada siklus I ini diperoleh data peserta didik dengan kategori tidak berminat tidak ada atau 0 %, kategori kurang berminat sebanyak 12 orang atau 41,38 %, kategori cukup berminat sebanyak 4 orang atau 13,79 %, kategori berminat sebanyak 8 orang atau 27,59 %,dan kategori sangat aktif sebanyak 5 orang atau 17,24 %. Setelah pelaksanaan pengamatan kemudian dilakukan refleksi. Pada tahap siklus I peserta didik . ,17 %) sebagian besar peserta didik kurang berminat dalam pembelajaran, hal tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang ingin dicapai oleh penulis yakni 75%. Pengkondisian kelas yang masih kurang tertib juga mempengaruhi kenyamanan peserta didik dalam belajar. Pada saat pelaksanaan sikus I, ada beberapa peserta didik yang tidak membawa HP/Android sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan Hanya Sebagian kecil yang sudah memiliki minat belajar yang tinggi dalam Sebagian besar peserta didik masih ada kendala-kendala saat Namun melihat hasil yang belum maksimal, penulis merasa perlu melanjutkan ke siklus II agar target yang diharapakan dapat tercapai yakni 75%. Siklus II Siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2022. Pada kegiatan siklus II, kegiatan yang dilakukan berupa perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi tindakan. Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan siklus II diantaranya menyiapkan materi ajar, membuat RPP, membuat instrumen penelitian berupa lembar observasi angket minat belajar dan lembar pengamatan pembelajaran. Guru melakukan kegiatan pembelajaran berupa kegitan pendahuluan, kegiatan inti dan kegitan penutup. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran dengan materi Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia, dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Pada kegiatan pendahuluan, pertama guru mengucapkan salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat, guru menanyakan kondisi, mengecek kahadiran peserta didik, mengecek kondisi ruang kelas, guru mengajak peserta didik membaca ayat Al-QurAoan: QS. Ali-Imran/3. 19, kemudian guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu wajib Sorak-Sorak Bergembira untuk membangkitkan jiwa nasionalisme, kemudian guru memotivasi peserta didik dengan cara mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking. Guru menggali pengetahuan awal peserta didik dengan mengaitkan materi/ kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/ kegiatan sebelumnya. Setelah itu guru menyampaikan Kompetensi Dasar (KD) dan tujuan pembelajaran dengan jelas dan lengkap, menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran secara jelas, lengkap. Kemudian guru mengecek/memeriksa kemampuan awal peserta didik dengan pretest melalui Google Form yang ditayangkan di layar Pada kegiatan inti peserta didik mengamati video permasalahan tentang: Kasus Penistaan Agama Islam yang ditampilkan oleh guru melalui infocus. Peserta didik membaca artikel yang dibagikan oleh guru atau bahan ajar lainnya. Peserta didik mengamati, menyimak tanyangan video pembelajaran youtube tentang Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Peserta didik mendengar, mengamati, dan menyimak penjelasan melalui video pembelajaran. Selanjutnya guru mengorientasikan peserta didik pada masalah. setelah mengamati video permasalahan tentang: Kasus Penistaan Agama Islam di Indonesia, uraikanlah Kemukakanlah solusi permasalahan dari tayangan video tentang: Kasus Penistaan Agama CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Islam di Indonesia! Setelah mengamati video pembelajaran, powerpoint, artikel ilmiah dan bahan ajar lainnya, uraikanlah perkembangan Islam di beberapa wilayah di Indonesia! Setelah mengamati video pembelajaran, powerpoint, artikel ilmiah dan bahan ajar lainnya, uraikanlah kerajaan Islam di Indonesia! Melalui motivasi dari guru, peserta didik menganalisis masalah dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang disajikan oleh guru. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan tanggapan atau menelaah/memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sikap Peserta didik menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan sikap mandiri. Guru memberikan konfirmasi atas pertanyaan atau tanggapan peserta didik. Setelah itu guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok. Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas mengenai materi Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Langkah selanjutnya membimbing penyeledikan individu maupun kelompok. Peserta didik mengumpulkan semua informasi yang diperoleh dari bahan ajar yang sudah ditayangkan pada lembar kerja yang telah dibagikan guru mengenai Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Langkah berikutnya adalah mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Peserta didik menyampaikan atau mempresentasikan hasil diskusi tentang materi Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tulisan, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan. Peserta didik dari kelompok lain menanggapi atas presentasi yang dialakukan oleh kelompok penyaji materi pembelajaran. Kemudian menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peserta didik bertanya atas presentasi tentang materi yang dipaparkan oleh masing-masing kelompok belajar. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menjawab dari pertanyaan tersebut mengenai materi Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Guru memberikan penguatan materi terhadap jawaban yang disampaikan oleh masing-masing kelompok jika masih ada jawaban yang kurang tepat. Guru memberikan pertanyaan secara lisan terkait materi pembelajaran. Peserta didik menjawab perntanyaan yang diberikan guru. Peserta didik menganalisis masukan atau tanggapan dari temannya. Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Pada kegiatan penutup Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran Perkembangan Dakwah dan Kerajaan Islam di Indonesia. Guru melaksanakan penilaian . dari hasil belajar dengan posttest menggunakan Google Form. Guru melaksanakan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan untuk langkah Guru melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan tugas LKPD baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Guru dan peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. Pada pelaksanaan proses belajar mengajar siklus II, pengamatan dilakukan terhadap minat belajar peserta didik. Adapun lembar observasi yang dinilai terdiri dari 10 indikator yang diamati. Tabel 2 Rekapitulasi Minat Belajar PAI dan BP peserta didik siklus II No. Skala % Kategori Jumlah Siswa Persentase Sangat Berminat 44,83 % Berminat 20,69 % Cukup Berminat 13,79 % Kurang Berminat 20,69 % Tidak Berminat Pada siklus II ini diperoleh data peserta didik dengan kategori tidak berminat tidak ada atau 0 %, kategori kurang berminat sebanyak 6 orang atau 20,69 %, kategori cukup berminat sebanyak 4 orang atau 13,79 %, kategori berminat sebanyak 6 orang atau 20,69 %, dan kategori sangat berminat sebanyak 13 orang atau 44,83 %. Setelah dilaksanakan pengamatan kemudian dilakukan refleksi. dari hasil refleksi diketahui bahwa pada siklus II Pada tahap siklus II peserta didik . ,52 %) sebagian besar peserta didik sudah berminat dalam pembelajaran, hal tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang ingin dicapai oleh penulis yakni 75%. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Pengkondisian kelas yang masih kurang tertib juga mempengaruhi kenyamanan peserta didik dalam belajar. Pada saat pelaksanaan sikus II, ada sebagian kecil peserta didik yang tidak membawa HP/Android sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Sebagian besar yang sudah memiliki minat belajar dalam Namun melihat hasil yang belum maksimal, penulis merasa perlu melanjutkan ke siklus i agar target yang diharapakan dapat tercapai yakni 75%. Siklus i Siklus i dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2022. Pada kegiatan siklus i, peneliti menyusun kegiatan berupa perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi tindakan. Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti menyiapkan perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan siklus i diantaranya menyiapkan materi ajar, membuat RPP, membuat instrumen penelitian berupa lembar observasi angket minat belajar dan lembar pengamatan pembelajaran. Guru melakukan kegiatan pembelajaran berupa kegitan pendahuluan, kegiatan inti dan kegitan penutup. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran dengan materi Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia, dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Pada kegiatan pendahuluan, pertama guru mengucapkan salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat, guru menanyakan kondisi, mengecek kahadiran peserta didik, mengecek kondisi ruang kelas, guru mengajak peserta didik membaca ayat Al-QurAoan: QS. Al-Fatihah/1. 1-7, kemudian guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu wajib Maju Tak Gentar untuk membangkitkan jiwa nasionalisme, kemudian guru memotivasi peserta didik dengan cara mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking. Guru menggali pengetahuan awal peserta didik dengan mengaitkan materi/ kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/ kegiatan sebelumnya. Setelah itu guru menyampaikan Kompetensi Dasar (KD) dan tujuan pembelajaran dengan jelas dan lengkap, menyampaikan garis besar kegiatan Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning pembelajaran secara jelas, lengkap. Kemudian guru mengecek/memeriksa kemampuan awal peserta didik dengan pretest melalui Google Form yang ditayangkan di layar Pada kegiatan inti peserta didik mengamati video permasalahan tentang: Aliran Sesat di Indonesia yang ditampilkan oleh guru melalui infocus. Peserta didik membaca artikel yang dibagikan oleh guru atau bahan ajar lainnya. Peserta didik mengamati, menyimak tanyangan video pembelajaran youtube tentang Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia. Peserta didik mendengar, mengamati, dan menyimak penjelasan melalui video pembelajaran. Selanjutnya guru mengorientasikan peserta didik pada masalah. setelah mengamati video permasalahan tentang: Aliran Sesat di Indonesia, uraikanlah permasalahan yang ditemukan dari tayangan video permasalahan tersebut! Kemukakanlah solusi permasalahan dari tayangan video tentang: Aliran Sesat di Indonesia! Setelah mengamati video pembelajaran, powerpoint, artikel ilmiah dan bahan ajar lainnya, uraikanlah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia di bidang pendidikan dan sosial! Setelah mengamati video pembelajaran, powerpoint, artikel ilmiah dan bahan ajar lainnya, uraikanlah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia di bidang politik! Melalui motivasi dari guru, peserta didik menganalisis masalah dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang disajikan oleh guru. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan tanggapan atau menelaah/memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sikap mandiri. Peserta didik menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan sikap mandiri. Guru memberikan konfirmasi atas pertanyaan atau tanggapan peserta didik. Setelah itu guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok. Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas mengenai materi Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia. Langkah selanjutnya membimbing penyeledikan individu maupun kelompok. Peserta didik mengumpulkan semua informasi yang diperoleh dari bahan ajar yang sudah ditayangkan pada lembar kerja yang telah dibagikan guru mengenai Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Pada kegiatan penutup Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia. Guru melaksanakan penilaian . dari hasil belajar dengan posttest menggunakan Google Form. Guru melaksanakan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan untuk langkah selanjutnya. Guru melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan tugas LKPD baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Guru dan peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. Pada pelaksanaan proses belajar mengajar siklus i, pengamatan dilakukan terhadap minat belajar peserta didik. Adapun lembar observasi yang dinilai terdiri dari 10 indikator yang diamati. Tabel 3 Rekapitulasi Minat Belajar PAI dan BP peserta didik siklus i No. Skala % Kategori Jumlah Siswa Persentase Sangat Berminat 55,17 % Berminat 24,14 % Cukup Berminat 13,79 % Kurang Berminat 6,90 % Tidak Berminat Pada siklus i ini diperoleh data peserta didik dengan kategori tidak berminat tidak ada atau 0 %, kategori kurang berminat sebanyak 2 orang atau 6,90 %, kategori cukup berminat sebanyak 4 orang atau 13,79 %, kategori berminat sebanyak 7 orang atau 24,14 %, dan kategori sangat berminat sebanyak 16 orang atau 55,17 %. Memperhatikan hasil pengamatan, yang perlu dilakukan oleh guru adalah menggunakan media-media pembelajaran yang variatif dan menyenangkan sehingga siswa lebih bersemangat dalam proses pembelajaran sehingga aktivitas belajar siswa menjadi meningkat. Selain itu guru juga harus bisa menjadikan suasana pembelajaran sepenuhnya bersumber pada siswa, dengan terlibat aktifnya siswa dalam pembelajaran Minat Belajar Peserta didik ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning diharapkan dapat meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu indikator keberhasilan dan penelitian tindakan kelas ini telah tercapai, maka tidak perlu lagi untuk dilanjutkan ke siklus selanjutnya. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian selama kegiatan pembelajaran mulai dari siklus I . ke siklus II . dan sampai ke siklus i . , minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi karena penggunaan model Problem Based Learning (PBL) yang membuat peserta didik antusias dan termotivasi dalam belajar. Selain itu juga karena adanya hubungan kerjasama yang baik antara peneliti dengan peserta didik, antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain. Suasana seperti inilah yang sebenarnya diharapkan oleh peserta didik, sehingga peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Data akumulatif dan presentase minat belajar peserta didik secara keseluruhan pada mata pelajaran PAI dan BP mulai dari siklus I . , siklus II . dan siklus i . dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4 Data Kumulatif Minat Belajar Peserta didik Kategori Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Siklus II Siklus i Sangat Berminat 17,24 % 44,83 % 55,17 % Berminat 27,59 % 20, 69 % 24,14 % Cukup Berminat 13,79 % 13,79 % 13,79 % Kurang Berminat 41,38 % 20,69 % 6,90 % Tidak Bermninat Keterangan Berdasarkan data kumulatif dan presentase minat belajar peserta didik secara keseluruhan di atas dapat dilihat bahwa minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP sebesar 44,83 % pada siklus I . Minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP meningkat menjadi 65,52 % pada siklus II . Dan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan BP terus meningkat menjadi 79,31 % pada siklus i . CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2962-3561. p-ISSN: 2962-3561. Hal 125-139 Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan minat belajar peserta didik dari siklus I . , menuju siklus II . dan siklus i . Oleh karena itu setelah dilakukan refleksi pada siklus i . , peneliti mengambil kesimpulan bahwa penelitian dicukupkan pada siklus i. Dengan demikian, dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penggunaan model pembelajaran Problem based Learning (PBL) dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAI dan BP pada Kelas XII. MIPA di SMAN 1 Kecamatan Gunuang Omeh. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus dengan menggunakan model pembelajaran Problem based Learning (PBL) dalam pembelajaran, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: . Penggunaan model pembelajaran Problem based Learning (PBL) dalam mata pelajaran PAI dan BP di Kelas XII. MIPA SMAN 1 Kecamatan Gunuang Omeh selama penelitian telah berjalan dengan lancar hanya saja perlu ditingkatkan dan perlu pembiasaan peserta didik dengan model pembelajaran tersebut. Minat belajar peserta didik Kelas XII. MIPA SMAN 1 Kecamatan Gunuang Omeh pada mata pelajaran PAI dan BP telah mengalami peningkatan, sehingga presentase minat belajar peserta didik yang diperoleh yaitu 79,31 REFERENSI