JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTEK MENCUCI TANGAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN AISYIYAH JAKARTA PUSAT Nur Hudzaifah1. Anita Apriliawati,2 Program Studi Ilmu Keperawatan FIK UMJ Program Studi Ilmu Keperawatan FIK UMJ Email : nurhudzaifah1@gmail. com anita@umj. Abstrak Angka positif Covid-19 pada anak-anak terbilang kecil namun anak dapat menjadi carrier jika terpapar oleh virus tersebut, dan membahayakan bagi populasi rentan. Salah satu pencegahan penularan Covid-19 dan penyakit menular lain adalah mencuci tangan dengan baik dan benar. Kesadaran akan pentingnya mencuci tangan dimulai dari pengetahuan serta praktek mencuci tangan itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan desain one group pre test and post test dengan tujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan serta praktek mencuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. Populasi penelitian ini sebanyak 20 orang anak di Panti Asuhan Aisyiyah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Non Probability sampling dengan teknik Purposive Sampling dimana teknik ini didasarkan pada pertimbangan tertentu yang peneliti Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terhadap variabel pengetahuan dan praktek mencuci tangan . =0. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 salah satunya adalah terkait mencuci tangan. Kata kunci : Mencuci tangan. Covid-19. Pengetahuan. Praktek PENDAHULUAN Novel Coronavirus Disease (COVID-. pertama kali ditemukan di kota Wuhan. China pada 31 Desember 2019. Covid-19 adalah virus yang menyebabkan penyakit flu ringan hingga penyakit lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV (WHO, 2. Covid-19 adalah jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada Pada 12 Maret 2020 World Health Organization (WHO) telah merincikan Covid-19 sebagai pandemi, yaitu wabah penyakit yang menyebar secara global (WHO, 2. Infeksi Covid-19 juga bisa dialami oleh anak-anak. Penelitian yang dipimpin oleh Huimin Xia . didapatkan kesimpulan, bahwa walau hasil swab test pada hidung dan mulut anak-anak yang telah melakukan kontak langsung dengan orang dewasa yang terinfeksi mendapatkan hasil test negative, namun test pada fases menunjukan bahwa adanya virus Anak-anak dapat mempertahankan virus lebih lama dari yang diperkirakan, hal tersebut menjadikan mereka carier atau kelompok pembawa yang dapat membahaya populasi rentan yang sering melakukan kontak langsung dengan anak-anak. WHO . menyebutkan bahwa distribusi kasus positif covid berdasarkan umur 0-19 tahun cenderung stabil. Dari data diatas, kejadian kasus positif Covid-19 pada usia anak tidak sebanyak pada usia dewasa. Namun anak tetap dapat tertular dan menjadikan mereka kelompok pembawa jika tidak mematuhi protocol pencegahan Covid19. WHO merekomendasikan standar pencegahan penyebaran infeksi, antara lain mencuci tangan secara teratur menggunakan menggunakan handrub jika tidak ditemukan air dan sabun, menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk, memasak makanan hewani sampai benar-benar matang, dan hindari kontak dekat dengan seseorang yang menunjukan gejala penyakit pernapasan (WHO, 2. Sedangkan Kemenkes RI 1 . -ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 melalui websitenya juga merekomendasikan langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19, antara lain sering mencuci tangan menggunakan sabun, gunakan masker bila pilek atau batuk, mengkonsumsi gizi seimbang, hati-hati jika kontak dengan hewan, rajin berolahraga dan istirahat yang cukup, jangan menkonsumsi daging yang tidak dimasak, serta bila batuk, pilek, dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan (Kemenkes RI, 2. Mencuci tangan dengan sabun jika dilakukan dengan benar sangat penting dalam memerangi penyakit Covid-19. Ketika pandemi ini terus menyebar. UNICEF mengingatkan masyarakat akan pentingnya mencuci tangan sebagai langkah pencegahan terhadap Covid-19 (UNICEF, 2. Mencuci tangan dengan sabun dapat membunuh virus penyebab infeksi dari tangan sebelum virus tersebut menginfeksi Selain itu rutin mencuci tangan juga mampu menekan penyebaran virus kepada orang lain (Global Hand Washing, 2. Mencuci tangan dengan sabun juga mampu pernapasan dengan melepaskan patogenpatogen yang terdapat pada tangan dan menghilangkan patogen . uman penyaki. lainnya yang tidak hanya menjadi penyebab penyakit diare, namun juga berupa penyakit Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, serta setelah buang air dapat mengurangi infeksi hingga Penelitian lain di Pakistan menunjukan bahwa mencuci tangan dengan sabun pneumonia pada anak-anak hingga 50% (Infodatin CTPS, 2. Perilaku mencuci tangan menggunakan sabun merupakan cara yang paling Namun, perilaku ini belum membudaya pada masyarakat. Dibuktikan Riskesdas 2018 menunjukan bahwa proporsi perilaku cuci tangan dengan benar pada penduduk usia 10 tahun keatas yaitu hanya sebesar 47%. Bila perilaku mencuci tangan dengan sabun sudah membudaya, penyakit menular akan dapat dicegah penularan dan penyebarannya seperti, diare, tipus, flu, bahkan menurut WHO . dan Kemenkes RI, . menyatakan bahwa virus baru Covid-19 melakukan cuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin. Pada masa usia sekolah sangat penting untuk kesehatan yang dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, penanaman perilaku dan praktek kesehatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk anak disaat masa dewasa nanti. Karena pada masa ini perkembangan kognitif anak mulai berkembang pesat, sehingga pendidikan kesehatan yang efektif akan berdampak pada perilaku dan praktek kesehatan anak dan anak akan terbiasa dengan perilaku hidup bersih dan sehat sampai anak berusia Pendidikan kesehatan merupakan salah satu tanggung jawab keperawatan. Pendidikan kesehatan yang efektif untuk anak adalah dengan memberitahu pada anak tentang tubuhnya dan dampak kesehatan yang mereka dapat dari pilihan mereka, sehingga anak dapat berfikir mana yang baik dan yang buruk untuk diri mereka sendiri (Potter, 2. METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design. Desain ini dirancang dengan tidak menggunakan kelompok pembanding atau kontrol, namun sudah dilakukan observasi pertama . yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan yang terjadi setelah adanya 2 . -ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 (Setiadi. Dengan menggunakan desain penelitian ini penulis dapat mengetahui perbedaan pengetahuan dan praktek anak usia sekolah di Panti Asuhan Aisyiyah mengenai cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah intervensi dalam upaya pencegahan penularan Covid19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Panti Asuhan Aisyiyah sebanyak 20 orang, dengan anak usia sekolah berjumlah 15 orang . %) dan anak usia remaja berjumlah 5 orang . %). Sampel dalam penelitian ini menggunakan total samplimg pada anak usia sekolah di Panti Asuhan Aisyiyah sebanyak 15 orang. peneliti juga berpegang teguh pada etika penelitian yaitu informed consent, anonym. Alat pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah daftar tilik dan kuesioner, pertanyaan pada kuesioner mengacu pada media edukasi yang peneliti sampaikan pada responden. Namun sebelum dilakukan penelitian telah dilakukan uji validitas dan realibitas Sedangkan pengolahan data, peneliti menggunakan uji paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. HASIL Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Table 5. 1 Distribusi Frekuensi Menurut Jenis Kelamin Responden Pada Anak Usia Sekolah di Panti Asuhan Aisyiyah Jakarta Pusat Karakteristik Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Frekuensi Presentase (%) Data pada table 5. 1 menunjukan bahwa dari 15 responden di Panti Asuhan Aisyiyah menyatakan jumlah responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 8 orang dan perempuan berjumlah 7 orang. Dengan presentase laki-laki sebanyak 53,3 % dan perempuan 46,7%. Tendensi Sentral Umur. Skor Pre-test Post-test Pengetahuan dan Praktek Mencuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Table 5. 2 Gambaran Umur. Pengetahuan dan Praktek Sebelum dan Sesudah Dilakukan Edukasi Kesahatan di Panti Asuhan Aisyiyah Karakter Umur Medi Pre-test Post-test Pre-test Post-test Minim Maxim Data pada table 5. 2 menunjukan bahwa ratarata umur responden adalah 9. 40 yang berarti rata-rata umur pasien adalah 9 tahun lebih, dengan usia tertua 12 tahun dan umur termuda 7 tahun. Sedangkan umur tengah anak usia sekolah di Panti Asuhan Aisyiyah adalah 9 tahun. Untuk skor rata-rata pre-test pengetahuan mencuci tangan yaitu 6. dengan nilai tengah 7. 00, skor minimum 5 dan skor maksimum 8. Skor rata-rata pretest praktek mencuci tangan adalah 4. dengan nilai tengah 5. 00, skor minimum 4 dan skor maksimum 6. Sedangkan skor posttest mendapatkan nilai rata-rata sebesar 9. nilai tengah 10, skor minimum 9 dan skor 3 . -ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 Dan untuk skor post-test praktek mencuci tangan didapatkan nilai rata-rata sebesar 8. 87 dengan nilai tengan 00, skor minimum 7 dan maksimum 10. Distribusi skor rata-rata pengetahuan dan praktik mencuci tangan responden sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan mencuci tangan Tabel 5. 4 Perbedaan Pengetahuan dan Praktek Mencuci Tangan Responden Sebelum dan Sesudah Dilakukan Edukasi Kesehatan Variabel Mean Pengetahuan mencuci tangan Pre-test Post-test Praktek mencuci tangan Pre-test Post-test Value Rata-rata skor tingkat pengetahuan mencuci tangan sebelum dilakukan edukasi kesehatan . re-tes. 80 dengan standar deviasi Pada pengukuran setelah dilakukan edukasi kesehatan . ost-tes. didapatkan rata-rata skor pengetahuan mencuci tangan 67 dengan standar deviasi 0. Terilihat dari perbedaan nilai mean perbedaan antara pre-test dan post-test 867 dengan standar deviasi 0. Hasil uji statistic didapatkan nilai p value= 000, maka dapat disimpulkan ada pengetahuan mencuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 Rata-rata skor praktek mencuci tangan sebelum dilakukan edukasi kesehatan . 93 dengan standar deviasi Pada pengukuran setelah dilakukan edukasi kesehatan . ost-tes. didapatkan rata-rata skor praktek mencuci tangan 87 dengan standar deviasi 0. Terlihat dari perbedaan nilai mean antara pre-test dan post-test praktek mencuci tangan adalah 3. 933 dengan standar deviasi Hasil uji statistic didapatkan nilai p value= 0. PEMBAHASAN Hasil analisa bivariate pada variable pengetahuan mencuci tangan dan praktek mencuci tangan dengan menggunakan paired t-test dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan praktek mencuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan covid-19 dengan nilai p value=0. 000 yang artinya < 0. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Listyowati . yang menyebutkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna pada pengetahuan, sikap dan praktek mencuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi promosi kesehatan. Selain itu penelitian serupa yang dilakukan oleh Febriani . juga menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pengukuran pengetahuan mencuci tangan sebelum dan seseduah dilakukan pendidikan kesehatan di SDN 05 Pagi Cempaka Baru. Pendidikan kesehatan yang efektif untuk anak adalah dengan memberitahu pada anak tentang tubuhnya dan dampak kesehatan yang mereka dapat dari pilihan mereka, sehingga anak dapat berfikir mana yang baik dan yang buruk untuk diri mereka sendiri (Potter, 2. WHO yang dikutip dari Notoatmodjo . menjelaskan bahwa tujuan pendidikan kesehatan adalah sebagai penyakit, mempertahankan derajat agar tidak terjadi komplikasi lebih, serta membantu klien ataupun keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan. -ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 JAKHKJ Vol. No. 1, 2021 KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terbagi dengan dengan jumlah responden yang sama antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sedangkan berdasarkan usia rata-rata usia sekolah pada penelitian ini adalah 9 Nilai rata-rata pengetahuan mencuci tangan sebelum dilakukan edukasi mencuci tangan adalah 6. 80 dan nilai rata-rata praktek mencuci tangan di Panti Asuhan Aisyiyah sebelum diberikan edukasi kesehatan adalah Setelah dilakukan edukasi kesehatan nilai rata-rata pengetahuan mencuci tangan sebesar 9. 67 serta praktek mencuci tangan dengan nilai rata-rata Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan praktek mencuci tangan pada anak usia sekolah di Panti Asuhan Aisyiyah sebelum diberikan diberikan edukasi kesehatan dengan p SARAN