OPEN ACCESS Indonesian Journal of Spatial Planning P-ISSN: and E-ISSN: 2723-0619 http://journals. id/index. php/ijsp Vol 6. No 1, tahun 2025, 40-48 FAKTOR Ae FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI NASABAH BANK SAMPAH DI KELURAHAN GENUKSARI KOTA SEMARANG aSoliah, bAndarina Aji Pamurti aUniversitas Semarang. Jl. Soekarno Hatta Semarang aUniversitas Semarang. Jl. Soekarno Hatta Semarang. andarina@usm. Info Artikel: a Artikel Masuk: 2025-01-25 a Artikel diterima: 2025-05-19 a Tersedia Online: 2025-05-24 ABSTRAK Pertambahan penduduk akan mempengaruhi adanya sebuah aktivitas sehingga memiliki dampak berupa peningkatan konsumsi yang akan menimbulkan peningkatan produksi sampah. Sampah merupakan permasalahan yang sangat rumit. Permasalahan ini disebabkan oleh banyaknya sampah. Kepadatan penduduk yang tinggi tentunya mempengaruhi banyaknya sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Permasalahan yang terjadi pada bank sampah di Kelurahan Genuk Sari adalah tingkat partisipasi masyarakat yang kurang optimal yang disebabkan oleh berbagai faktor dari masyarakat itu sendiri atau faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuk Sari. Sasaran yang ingin di capai dalam penelitian yaitu: pertama mengidentifikasi faktor eksternal dalam pengolahan sampah rumah tangga, kedua mengidentifikasi faktor internal dalam pengolahan sampah rumah tangga dan yang ke tiga menentukan faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuk sari. Data di kumpulkan melalui observasi dan kuesioner, dengan metode pendekatan kuantitatif . nalisis statistik deskriptif dan analisis fakto. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah dikelurahan Genuksari ada dua faktor utama, yang pertama faktor internal dan yang kedua faktor Faktor internal yaitu ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Dan yang kedua faktor eksternal yaitu Jarak rumah ke bank sampah dan Peran pemerintah. Kata Kunci: Faktor. Partisipasi . Bank Sampah ABSTRACT Population growth significantly influences the scale and nature of human activities, leading to increased consumption and, consequently, higher volumes of waste generation. Waste management has become a complex issue, primarily due to the vast amount of waste produced. High population density contributes significantly to the volume of waste generated from daily activities. In Genuk Sari Village, a key challenge faced by the local waste bank is the suboptimal level of community participation. This low engagement is influenced by various internal and external factors. The objective of this study is to identify the most influential factors affecting community participation as waste bank customers in Genuk Sari Village. The specific aims are: . to identify external factors that affect household waste processing, . to identify internal factors, and . to determine which factors have the most significant influence on community participation in the waste bank program. Data were collected through observations and questionnaires, using a quantitative research approach with descriptive statistical analysis and factor analysis. The findings indicate that two main categories of factors affect participation: internal and external. Internal factors include availability of free time, knowledge of recycling, education level, age, and gender. External factors include the distance from residentsAo homes to the waste bank and the role of government support. Keyword: Factor. Participation. Garbage bank OPEN ACCESS PENDAHULUAN Pengolahan sampah padat menjadi negara-negara Pertumbuhan industrialisasi, pembangunan perkotaan dan pembangunan ekonomi telah menyebabkan peningkatan jumlah sampah kota atau sampah Kaushal dkk dalam (Nurmansyah et al. Jumlah penduduk yang tiap tahun nya mengalami pertumbuhan yang memunculkan kegiatan pola konsumsi masyarakat yang mengakibatkan jumlah timbunan sampah dari hasil kegiatan masyarakat itu sendiri. Sulistiyorini. Darwis, & Gutama dalam (Widiati. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok atau konsumsi sehari-hari menghasilkan kontribusi besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan (Marliani, 2. Saat ini meningkatnya volume timbunan sampah diperlukan perhatian terkait pengolahan serta lahan maupun sistem untuk pengolahan (Alfian & Phelia, 2. Upaya pengurangan produksi pertambahan penduduk kurang efektif. Pengurangan efektif dapat dilakukan melalui peningkatan partisipasi masyarakat sebagai sumber utama sampah (Jambeck Jenna R. Dalam pembangunan yang berkelanjutan, partisipasi setiap warga masyarakat melalui suatu kegiatan pembangunan sangat penting (Yusuf. Setiap rumah tangga merupakan penghasil sampah tidak bisa lagi mengabaikan masalah sampahnya hanya karena sudah Pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah saja tetapi perlu adanya campur tangan oleh pihak masyarakat untuk menindak lanjuti permasalahan sampah yang ada (Widjaya et al. , 2. Partisipasi masyarakat adalah faktor kunci yang mencapai tujuan pengolahan sampah (Pratiwi, 2. Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan (Fitria & Fatiah. Teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi sampah semakin digalakkan, kondisi ini membutuhkan suatu kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk mengurangi dampak negatif dari menambahnya volume sampah agar mewujudkan kebersihan dan keindahan serta keberlanjutan lingkungan (Siombo, 2. Prajudi . alam Haswindy & Yuliana, 2. menyatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya dimana diperlukan suatu perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut. Azwar . alam Haswindy & Yuliana, 2. menyatakan bahwa jumlah sampah ditentukan oleh kebiasaan hidup masyarakat, musim dan waktu, standar hidup, macam masyarakat dan cara pengolahan Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya menjadi masalah sebagai barang buangan, kotor dan tidak bermanfaat dapat menjadi barang yang bisa di manfaatkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi (Yohana, 2. Paradigma lama pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan pembuangan akhir . nd of pip. yaitu hanya sebatas kumpul, angkut dan buang yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan pengelolaan secara open dumping atau sampah dibiarkan saja terhambur menjadi (Purnamasari & Pengelolaan, 2. Banyak negara lebih memilih metode ini unggul dalam pengelolaan sampah karena proses ini tidak memerlukan biaya yang besar dan pekerjaan Proses pengelolaan ini melibatkan banyak risiko yaitu pencemaran air, udara dan tanah yang sifatnya tidak baik dampaknya (Rahmananda Widjonarko. Pengelolaan sampah yang buruk tentu memerlukan upaya penanganan yang lebih baik dari yang ada sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyusun suatu strategi yang mendorong adanya suatu cara pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan (Prihatin, 2. Seperti yang tercantum dalam Pasal 3 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU no 32 Tahun 2. bahwa salah satu tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam hal pengelolaan sampah (Yuni Puspitawati, 2. Pengelolaan sampah dengan pendekatan pembuangan akhir sudah Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah terpadu (Setyaningrum1, 2. Selain itu hendaknya pengelolaan sampah bertumpu pada (UndangUndang Republik Indonesia Nomor 18, 2. tentang Pengelolaan Sampah yang memiliki konsep 3R. Dengan demikian sampah akan dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai (Agung et al. , 2. Pengelolaan sampah melalui pengurangan jumlah produksi sampah dimunculkan dalam berbagai konsep seperti 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Konsep 3R merupakan usaha untuk mengurangi produksi sampah dengan mengoptimalkan proses pengelolaan sampah (Dwiyanto, 2. Pengurangan sampah dilakukan dengan cara mengurangi produksi sampah . dan kemasannya menggunakan bahan yang tidak dapat atau sulit didaur ulang . , serta menggunakan atau memanfaatkan kembali sampah secara langsung . (Sugiyah. Sedangkan konsep pengolahan bank sampah merupakan penerapan sistem dari 3R yang artinya mendaur ulang yang ditekankan adalah bagaimana agar sampah yang dianggap tidak berguna lagi tetapi barang tersebut masih memiliki nilai ekonomi yang bisa di jadikan sumber perekonomian (Setyaningrum1, 2. Bank Sampah yang masyarakat dalam anorganik yang masih dapat di daur ulang (Angraini et al. , 2. Bank Sampah merupakan tempat menabung sampah yang telah terpilih menurut jenis sampahnya, sampah yang ditabung pada bank sampah adalah sampah yang memiliki nilai ekonomis (Prastyo et al. , 2. Cara kerja bank sampah umumnya sama seperti dengan bank yang semestinya. Bank sampah menyetorkan sampah sedangkan bank yang di setorkan adalah uang (Rahmananda & Widjonarko, 2. Pengelola bank sampah harus orang kreatif dan inovatif serta memiliki (Hikmah & Ruing, 2. Di kota besar sampah sudah menjadi permasalahan baik dari segi jumlah maupun jenis sampah. Permasalahan sampah sangat berkaitan dengan laju meningkat (Armadi, 2. Kota Semarang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah dengan penduduk mencapai 1,7 juta jiwa dengan luas wilayah sebesar 37. 380 hektar. Kota Semarang tiap harinya memproduksi tak kurang dari 1. 400 ton sampah, hal ini dibutuhkannya perhatian serius dari seluruh Sebelumnya, sampah dikelola dengan cara di bakar dan di buang begitu saja tanpa adanya pemilahan yang menyebabkan polusi merusak kondisi lingkungan dan menyebabkan tersumbatnya saluran yang Bank Sampah Masyarakat. Adanya sosialisasi bank sampah yang disertai dengan edukasi mengenai pemilahan sampah, diharapkan masyarakat bisa ikut bergabung menjadi nasabah serta ikut membantu menjaga lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang menyebutkan bahwa dari peran masyarakat melalui bank sampah yang sudah ada di Kota Semarang ini mampu menurunkan produksi Pemanfaatan sampah berbasis pada partisipasi masyarakat adalah mendukung dan mendorongnya pembentukan bank sampah pada skala lingkungan atau kelurahan. Penerapan bank sampah yang sudah di targetkan pemerintah kota semarang ternyata masih belum dapat mengurangi jumlah penimbunan sampah dengan maksimal. Kurang optimalnya peran bank sampah dalam menangani permasalahan masyarakat di Kota Semarang ini disebabkan oleh kurangnya partisipasi masyarakat. Ketersediaan waktu masyarakat enggan berpastsipasi sebgai nasabah bank sampah. (Sumber: Informasi Bank Sampah Kelurahan Genuk Sari 2. DATA DAN METODE Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berlandaskan pada data-data numerik atau angka yang diolah dengan metode statistik, metode kuantitatif merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengkaji suatu populasi atau sampel tertentu dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitan dalam pengumpulan data serta analisis yang bersifat kuantitatif karena akan Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 digunakan untuk mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Untuk mendapatkan data primer dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan observasi. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti. Tujuan dilakukan angket atau kuesioner adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan memperoleh Informasi mengenai suatu masalah secara Menggunakan statistik deskriptif dengan output menggunakan Distribusi Frekuensi yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala suatu variabel yang dilambangkan dengan angka itu lebih terasalur, terbagi dan tersebar serta untuk mengatur susunan analisis. Penentuan faktor itu sendiri menggunakan analisis faktor yang bertujuan untuk menyaring variabel mana yang paling unggul atau paling dominan dari beberapa variabel yang di pilih oleh peneliti. Faktor yang digunakan peneliti terbagi dua yaitu factor internal dan eksternal (Tabel . Faktor karakteristik individu yang dapat mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Beberapa faktor yang diprediksi memiliki hubungan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam daur ulang sampah, antara lain jenis kelamin. pengumpulan barang daur ulang. sikap peduli lingkungan. kenyamanan dalam daur ulang sampah. dan pengetahuan tentang daur ulang. Sedangkan faktor eksternal adalah semua pihak luar yang berkepentingan dan mempunyai pengaruh terhadap program Faktor-faktor tersebut meliputi peran prasarana, petugas bank sampah, sistem menabung sampah yang mudah, jarak sampah rumah ke bank sampah. Tabel 1. Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Faktor Deskripsi Faktor Internal Jenis Kelamin laki-laki / perempuan Usia Produktif / tidak produktif Pendapatan Besaran Pendapatan Pendidikan Tingkat pendidikan Sistem Pengangkutan sampah Pengangkutan terpilah atau tidak Sampah Pengetahuan daur Pengetahuan dasar Ulang mengenai daur ulang bank Ketersediaan Ketersediaan waktu luang Waktu Luang Faktor Eksternal Peran Pemerintah Sosialisasi Pemerintah dan Steakholder Sarana dan Sarana pembuangan Prasarana Petugas Bank Penilaian masyaakat Sampah kepada petugas Sistem Menabung Petugas melakukan Bank Sampah penjemputan sampah daur Syarat Menjadi Kemudahaan Syarat Nasabah menjadi nasabah Jarak rumah ke Jarak rumah menuju bank Bank Sampah Sumber : Penulis, 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Faktor Internal yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga di Kelurahan Genuksari mencakup 5 faktor yang berbeda yaitu factor pengetahuan daur ulang. Pendidikan, ketersedian waktu luang, jenis kelamin, usia. Kelima hal tersebut memiliki pengaruh partisipasi yang berbeda Faktor Pengetahuan Daur Ulang Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor pengetahuan daur ulang, didapatkan 59 % responden memilih mempengaruhi. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan Dimana Pengetahuan daur ulang yang merupakan basic awal sangat mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Faktor Pendidikan Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor Pendidikan, didapatkan 56% responden Pendidikan mempengaruhi sikap hidup seseorang Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 terhadap lingkungannya, suatu sikap yang diperlukan bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyaraka, hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan genuksari. Dimana masyarakat yang berpendidikan lebih aktif berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. berdasarkan data anggota nasabah yang terdaftar dapat berpendidikan SMA keatas berperan aktif sebagai nasabah bank sampah yaitu sebesar 68% dari jumlah anggota. Faktor Ketersedian waktu luang Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor Ketersedian waktu luang didapatkan 50% responden memilih mempengaruhi, sebab masyarakat bekerja sehingga tidak punya waktu luang dan cinderung enggan sebagai nasabah bank sampah. Faktor Jenis kelamin Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor Jenis kelamin, didapatkan 43%, responden memilih mempengaruhi, dari hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan genuksari masyarakat yang berjenis kelamin perempuan lebih aktif berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di bandingkan dengan jenis kelamin laki laki, karena perempuan di rumah dan laki laki bekerja. Faktor Usia Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor Usia, didapatkan 41%, responden memilih Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan genuksari bahwa usia masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Faktor partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga di Kelurahan Genuksari mencakup 2 faktor yang berbeda yaitu Faktor jarak rumah ke bank sampah dan peran Kedua hal tersebut memiliki pengaruh partisipasi yang berbeda yaitu : Faktor jarak rumah ke bank sampah Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor jarak rumah ke bank sampah, didapatkan 65%, responden memilih mempengaruhi. Sebab Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan Dimana jarak rumah ke bank sampah yang lumayan jauh membuat masyarakat enggan berpartisipasi untuk menjadi nasabah bank sampah. Faktor Peran pemerintah Berdasarkan tabel distribusi frekuensi faktor responden memilih mempengaruhi, sebab dengan adanya sosialisasi dari pemerintah tersebut masyarakat menjadi lebih tau tentang pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sehingga dengan adanya sosialisasi tersebut masyarakat lebih berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Sebagai Nasabah Bank Sampah di Kelurahan Genuksari Teknik analisis yang memuat informasi tentang pengelompokan variabel faktor dalam suatu Analisis Faktor bertujuan untuk menyaring variabel mana yang paling unggul atau paling dominan dari beberapa variabel yang di pilih oleh Nilai Kaiser-Meyer-Olkin MSA (KMO-MSA) merupakan indeks yang digunakan untuk menguji kesesuaian analisis. Syarat kecukupan pertama adalah dari KMO MSA (Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequac. dan BarlletAos test. Jika KMO MSA Ou 0,5 Didapat nilai KMO MSA sebesar 0,821 sehingga proses analisis faktor dapat dilanjutkan. Selain itu. BarlletAos test menunjukan nilai 224,406 dengan tingkat (Sig. = 0,. Sehingga dengan metode barlet juga sudah memenuhi persyaratan analisis faktor. Nilai ini menandakan bahwa faktor pembentuk variabel sudah baik. Anti-image Matrices berguna untuk mengetahui dan menentukan variabel mana saja yang layak di gunakan dalam analisis Pada tabel di atas terdapat kode huruf . yang artinya tanda untuk Measure of Sampling Adequacy (MSA). Persyaratan yang harus terpenuhi dalam analisis faktor adalah nilai MSA > 0,5. Dari hasil di atas diketahui bahwa nilai MSA untuk semua variabel yang diteliti adalah > 0,5. Maka persyaratan kedua dalam analisis faktor ini pun terpenuhi. Pada Tabel 2 menunjukkan besarnya variabel yang di saring dengan variabel lainya, variabel Jenis kelamin besarnya 0,308. Hal ini berarti sekitar 30,8 % varians dari variabel Jenis Kelamin dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel yang paling kuat hubunganya adalah Variabel Jarak Rumah Ke Bank Sampah sebesar 0,610 . %) . Tabel 2 Communalities Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 Pada tabel 3 merupakan total variance yang dapat menjelaskan masing-masing faktor, nilai total di atas menunjukkan ada 1 faktor/ kategori yang terbentuk dari 7 variabel yang di masukkan. eigenvalue > 1. Faktor 1 eigen value sebesar 3. dengan variance . 086%). Nilai eigenvalue menggambarkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari 7 variabel yang di analisis. Bila semua variabel dijumlahkan bernilai 7 . ama dengan banyaknya variabe. 436/7 x 100% = 49. Besarnya varians yang mampu dijelaskan oleh faktor baru yang terbentuk adalah 49. 086 % sedangkan sisanya 50,914 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Tabel 3. Total Variance Explained Pada Tabel 4 menunjukkan Rotated Component Matrix nilai loading faktor dari tiap-tiap variabel. Loading faktor merupakan besarnya korelasi antara faktor yang terbentuk dengan variabel tersebut. Dari hasil perhitungan ini dapat dilihat bahwa semua variabel masuk kedalam faktor 1. Faktor yang terbentuk memiliki pengaruh dalam partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah dikelurahan Genuksari. Berikut ini penjelasan variabel faktor yang Ketersedian Waktu Luang Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,779 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa ketersedian waktu luang memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan genuksari. Dimana ketersedian waktu luang mempengaruhi berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. Pengetahuan Daur Ulang Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,751 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa pengetahuan daur ulang memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat Kelurahan Genuksari. Dimana Pengetahuan daur ulang yang merupakan basic awal sangat mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank Pendidikan Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,687 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa Pendidikan memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan genuksari. Dimana masyarakat yang berpendidikan tinggi lebih aktif berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. Usia Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,640 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa usia memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat Kelurahan Genuksari. Dimana usia produktif merupakan usia yang berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari Jenis Kelamin Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,555 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat Kelurahan Genuksari. Jarak Rumah Ke Bank Sampah Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,781 dimana nilai pembentuk ini menunjukan bahwa Jarak Rumah Ke Bank Sampah memberikan pengaruh yang paling besar dari indicator lainnya terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat Kelurahan Genuksari. Dimana jarak rumah ke bank sampah mempengaruhi berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. Peran Pemerintah Berdasarkan hasil analisis faktor, indikator ini memiliki nilai 0,683 dimana nilai pembentuk ini Peran Pemerintah memberikan pengaruh terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi masayarakat sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari. Hal ini didukung oleh hasil kuisioner yang telah dilakukan pada masyarakat kelurahan Genuksari. Dimana peran pemerintah mempengaruhi berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuksari Tabel 5 Pembentuk Faktor Indikator Nilai Pembentuk Internal Ketersedian Waktu Luang 0,779 Pengetahuan Daur Ulang 0,751 Pendidikan 0,687 Usia 0,640 Jenis Kelamin 0,555 Eksternal Jarak Rumah Ke Bank Sampah 0,781 Peran Pemerintah 0,683 Sumber : Penelitian 2024 Berdasarkan hasil keseluruhan analisis yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari, didapatkan melalui hasil analisis faktor. Faktor-faktor yang paling mendominasi sesuai urutan yaitu : Faktor Internal : Ketersedian waktu luang Ketersedian partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari, dikarenakan masyarakat di Kelurahan Genuksari sibuk Hal ini menjadikan ketersediaan waktu luang menjadi factor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank Pengetahuan daur ulang Pengetahuan partisipasi masyarakat di Kelurahan Genuksari, sebab masyarakat Genuksari belum memiliki penetahuan yang cukup tentang pengolahan Sehingga mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Pendidikan Pendidikan mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari, berdasarkan data anggota nasabah yang terdaftar dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang berpendidikan SMA keatas berperan aktif sebagai nasabah bank sampah yaitu sebesar 68% dari jumlah anggota. Usia Usia juga mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari, yang lebih berperan aktif sebagai anggota nasabah bank sampah, yaitu masyarakat yang masuk usia produktif usia 15 Ae 60 tahun. Jenis kelamin. Jenis masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari, berdasarkan data nasabah bank sampah perempuan lebih banyak Dengan 70% anggotanya adalah perempuan terutama ibu Ae ibu. Faktor Eksternal : Jarak rumah ke bank sampah Jarak rumah ke bank sampah mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah, dikarenakan masyaraat sekarang enggan untuk berpartisipasi karena jarak rumah ke bank sampah cukup jauh. Peran pemerintah Peran pemerintah mempengaruhi pasrtisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah, hal ini dapat dilihat jika ada arahan langsung dari pemerinta barulah masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Berdasarkan hasil analisis diatas maka pengujian hipotesa. H 1 faktor yang signifikan mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari. SIMPULAN Berdasarkan pada hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang Kelurahan Genuksari dalam pengolahan sampah rumah tangga adalah faktor yang bersifat internal atau faktor yang berasal dari diri individu mereka sendiri. Faktor internal yang Soliah. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025 dipengaruhi oleh aspek ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Pengetahuan daur ulang memberikan kontribusi tinggi dalam keterlibatan disebabkan karena diketahui berdasarkan analisis faktor, faktor ketersediaan waktu luang memberikan pengaruh yang tinggi dengan nilai 0,779. Ketersediaan waktu luang merupakan pengaruh yang cukup besar dalam partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah, sebab masyarakat di Kelurahan Genuksari cenderung sibuk bekerja sehingga tidak mempunyai waktu luang untuk berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah. Faktor eksternal pun juga mempengaruhi partisipasi pengolahan sampah rumah tangga. Faktor ini merupakan faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan sekitar yang berpengaruh besar dalam partisipasi. Faktor eksternal yang dipengaruhi oleh aspek jarak rumah ke bank sampah berdasarkan hasil analisis factor, faktor jarak rumah ke bank sampah memiliki pengaruh yang cukup tinggi dengan nilai 0,781 dan faktor peran pemerintah sebesar 0,683 . Jarak rumah dikarenakan tingkat mobilitas yang apabila bank mengakibatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menabung sampah tersebut. Serta sosialisasi pemerintah yang dimana sangat penting adanya aksi dari pemerintah yang ikut memberikan contoh kepada masyarakat secara Dari hasil analisis faktor yang dilakukan maka faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuksari yaitu : Jarak rumah ke bank sampah. Ketersedian waktu luang. Pengetahuan daur ulang. Pendidikan. Peran pemerintah. Jenis kelamin dan Usia. REFERENSI