Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 STUDI KORELASI ANTARA VARIAN PRODUK TERHADAP MINAT PENGUNJUNG EDU MINA WISATA UNTUK PENINGKATKAN PENDAPATAN PADA POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN SIDOARJO Chairil Anwar* Program Studi Akuntansi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo *e-mail: chairil_anwar@unusida. Abstract Visitors interest edu mina tour Polytechnic of Marine and Fishery Sidoarjo influenced by Tourism Product Variant that is product of fishery product, fishery product tourism product, fishery tourism service produc. The availability of fish culture process as part of cultivation education, including the processed fish, also the completeness of the main object of tourism and its prasarananya as well as services of tourism managers and tourism environment including the surrounding community will lead to increased interest of visitors edu mina wisata. To know the correlation of product variant of tourism to visitor interest of edu mina wisata, need empirical verification. The study population of 569 people spread over 3 groups. The sampling of 254 people was done by random sampling technique . abulation of Isac and Micha. Two variables in the research are: variant of tourism product and visitor interest of edu mina wisata taken through questionnaire. Data quality test using One Sampel Kolmogorov- Smirnov Test (Minitab . Instrument Quality Test using SPSS 16, and Reliability test with Alpha Classic assumption test using Durbin-Watson Aotukorelasitas Test. Multikolineritas Test with VIF (Varian Infalaction Facto. <5 & R2 high. Heteroscedasticity test with scater plot. P-value Normality> 0,05 Test Regression Model through F Test and T test , and interpretation of output model MINITAB 14. Multiple linear regression result there is positive influence of variant of tourism product variables . and tourism product variant . to visitor interest of tourism edu mina 84,4% and the rest equal to 15,6% explained by another factor. There is a positive influence of product variant on the interest of visitors of edu mina wisata together or Keywords: Tour Product Variant. Edu Mina Wisata Community. Polytechnic of Maritime and Fishery of Sidoarjo. Abstrak Minat pengunjung edu mina tour Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dipengaruhi oleh Varian Produk Pariwisata yaitu produk hasil perikanan, produk wisata produk perikanan, produk jasa pariwisata perikana. Ketersediaan proses budidaya ikan sebagai bagian dari pendidikan budidaya, termasuk ikan olahan, juga kelengkapan objek wisata utama dan prasarananya serta layanan pengelola pariwisata dan lingkungan pariwisata termasuk masyarakat sekitar akan menyebabkan peningkatan minat pengunjung edu mina wisata. Untuk mengetahui korelasi varian Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 produk pariwisata dengan minat pengunjung edu mina wisata, perlu verifikasi empiris. Populasi penelitian dari 569 orang yang tersebar di 3 kelompok. Pengambilan sampel 254 orang dilakukan dengan teknik random sampling . abulasi Isac dan Micha. Dua variabel dalam penelitian ini adalah: varian produk wisata dan minat pengunjung edu mina wisata diambil melalui kuesioner. Uji kualitas data menggunakan One Sampel Kolmogorov-Smirnov Test (Minitab . Uji Kualitas Instrumen menggunakan SPSS 16, dan uji Reliabilitas dengan rumus Alpha . Uji asumsi klasik menggunakan Uji DurbinWatson Aotukorelasitas. Uji Multikolineritas dengan VIF (Varian Infalaction Facto. Model Uji Regresi 0,05 melalui Uji F dan uji T, dan interpretasi model output MINITAB 14. Hasil regresi linier berganda terdapat pengaruh positif varian variabel produk wisata . dan varian produk pariwisata . terhadap minat pengunjung edu mina pariwisata 84,4% dan sisanya sebesar 15,6 % dijelaskan oleh faktor lain. Ada pengaruh positif varian produk terhadap minat pengunjung edu mina wisata bersama atau sebagian. Kata kunci: Varian Produk Wisata. Komunitas Edu Mina Wisata. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. PENDAHULUAN Cita-cita pembangunan pendidikan menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju. Pembentukan masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformasi struktural, yang menandai suatu perubahan dari masyarakat yang potensi kemanusiannya kurang berkembang menuju masyarakat maju yang mengaktualisasikan potensi kemanusiannya secara optimal untuk eksploitasi lingkungan yang bermanfaat dan bermartabat. Tidak dijalankan pemerintah diarahkan tidak hanya pada pengembangan pariwisata sebagai sektor andalan dan unggulan dalam arti luas memberikan pendidikan . secara tidak langsung untuk mampu menjadi salah satu alternatif penghasil devisa, mendorong ekonomi, memberdayakan perekonomian rakyat, memperluas lapangan pekerjaan, dan kesempatan berusaha serta meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memelihara kepribadian bangsa, nilai-nilai agama serta kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup yang bersandar pada nilai luhur pengembangan pendidikan dalam arti luas . Salah satu prinsip kepariwisataan yang terkandung dalam Undang-undang No 10 Tahun 2009 memberdayakan masyarakat setempat dimana masyarakat berhak berperan kepariwisataan dan berkewajiban menjaga dan melestarikan daya tarik wisata. membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi Keikutsertaan masyarakat juga dijelaskan secara eksplisit dijelaskan dalam UU RI No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan yang menyatakan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di tingkat lokal memiliki penyelenggaraan kepariwisataan. Menurut Cohen dan Uphoff . bahwa peran atau partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat dan institusi bisa dilihat mulai dari tahap perencanaan, pemanfaatan, karena dengan managemen wisata yang benar maka wisata yang bercorak pendidikan dengan varian produk yang tersaji akan memberikan dampak dampak yang positif terhadap berkembangnya wisata daerah . Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidaorjo merupakan salah satu pendidikan tinggi yang berkembang semakin baik dari tahun ke tahun, dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, pertumbuhan jumlah peningkatan kualitas sejalan dengan berbagai usaha civitas akademika dalam Politeknik dimata masyarakat dan pemerintah daerah dengan upaya untuk mengembangkan salah satu tempat praktek edu mina wisata yang tidak hanya sebatas education practical tetapi ada muatan pengembangan bisnis managemen hasil perikanan di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan secara emperis melalui Studi Korelasi Antara Varian Produk terhadap Minat Pengunjung Edu Mina Wisata Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Menurut Spillane . Daya tarik pariwisata adalah hal-hal yang menarik perhatian wisatawan yang dimiliki oleh suatu daerah tujuan wisata. Dengan lima unsur penting dalam objek wisata, yaitu: Attraction atau hal-hal yang menarik perhatian wisatawan, . Facilities / fasilitas-fasilitas yang diperlukan, . Infrastructure / infrastruktur dari objek wisata, . Transportation atau jasa-jasa pengangkutan, dan . Hospitality atau menerima tamu. Sedangkan menurut Karyono . , suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik disamping harus ada objek dan atraksi wisata, juga harus memiliki tiga syarat daya tarik, yaitu : . ada sesuatu yang bisa dilihat . omething to se. , . ada sesuatu yang bisa dikerjakan . omething to d. , . ada sesuatu yang bisa dibeli . omething to bu. Menurut Utama . dalam studi kasus pada obyek wisata AuFaktor-faktor berkunjung ke kebun raya ekakarya Bedugul BaliAy di ungkapkan bahwa faktor cendramata, pilihan produk dan arena bermain sangat menentukan banyaknya pengunjung untuk datang ke lokasi wisata kebun raya ekakarya Bedugul Bali. Hubungan varian produk wisata yang tersedia di areal wisata memungkinkan sekali untuk lebih banyak mendatangkan pengunjung datang ke tempat lokasi Produk Pariwisata berbeda dibanding dengan jenis produk barang dan jasa lainnya yang memiliki ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata, maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 dikemukanan oleh Burkat dan Medlik, yaitu produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang terpadu, yang terdiri dari objek dan daya tarik wisata, transportasi, akomodasi dan hiburan, dimana tiap unsur produk pariwisata masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara . isatawan/touris. Sedangkan Medlik dan Middleton, yaitu produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang merupakan suatu paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat tujuannya dan kembali lagi ketempat Produk wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki unsur-unsur varian produk utama yang terdiri 3 bagian (Oka Yoeti, 2002:. yaitu Daya tarik didalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan, fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, parkir, trasportasi, rekreasi dan lainnya, dan kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata Bukart dan Medlik . alam Yoeti,1986:. mendeskripsikan produk wisata sebagai susunan produk yang terpadu, yang terdiri dari obyek wisata utama, obyek wisata pendukung, atraksi wisata, transportasi . asa angkuta. , akomodasi dan tersedianya kebutuhan pengunjung serta hiburan di mana tiap unsure varian produk wisata dipersiapkan oleh masing-masing pengelolan atau perusahaan dan ditawarkan secara terpisah atau secara bersama dalam rangka menarik pengunjung. Menurut International Union of Official Travel Organization (IUOTO), pengunjung yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud pekerjaan yang menerima upah. Pengunjung digolongkan dalam dua kategori, yaitu: Wisatawan . Pengunjung yang tinggal sementara sekurang-kurangnya selama 24 jam di negara yang kunjunginya dan tujuan perjalanannya dapat digolongkan ke dalam klasifikasi sebagai berikut: Pesiar . , untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan dan olahraga. Hubungan dagang . , keluarga, konferensi, misi, dan lain sebagainya. Pelancong . Pengunjung sementara yang tinggal di suatu negara yang dikunjungi dalam waktu kurang dari 24 jam. Dari beberapa pengertian tersebut, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pengunjung adalah seseorang yang melakukan kunjungan pada objek dan daya tarik wisata yang dalam hal ini adalah objek wisata Pantai Penyusuk sebagai lokasi penelitian. Karakteristik dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu sosial-ekonomi karakteristik perjalanan wisata Smith . Dalam hal ini karakteristik pengunjung memberikan pengaruh yang tidak langsung terhadap pengembangan Tidak dapat diterapkan secara langsung langkah-langkah yang harus karakteristik pengunjung, melainkan perlu Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 melihat keterkaitan dengan persepsi Sarana pariwisata disebut sebagai ujung tombak usaha kepariwisataan dapat diartikan sebagai usaha yang secara memberikan pelayanan kepada wisatawan pada suatu daerah tujuan wisata dimana keberadaannya menjadi salah satu minat pengunjung . yang juga sangat tergantung kepada adanya kegiatan perjalanan wisata. Menurut Edward Inskeep . , sarana tersebut adalah sebagai berikut: Akomodasi Wisatawan akan memerlukan tempat tinggal untuk sementara waktu selama dalam perjalanan untuk dapat beristirahat. Dengan adanya sarana ini, maka akan mendorong wisatawan untuk berkunjung dan menikmati objek dan daya tarik wisata dengan waktu yang relatif lebih Informasi mengenai akomodasi ini pilihan jenis akomodasi yang dipilih, seperti jenis fasilitas dan pelayanan yang diberikan, tingkat harga, jumlah kamar yang tersedia dan sebagainya. Tempat makan dan minum Wisatawan yang berkunjung ke suatu objek wisata tentunya ingin menikmati perjalanan wisatanya, sehingga pelayanan makanan dan minuman harus mendukung hal tersebut bagi wisatawan yang tidak membawa bekal. Bahkan apabila suatu makanan yang khas, wisatawan yang datang disamping menikmati atraksi wisata juga menikmati makanan khas Pertimbangan yang diperlukan dalam penyediaan fasilitas makanan dan minuman antara lain adalah jenis dan variasi makanan yang ditawarkan, tingkat pelayanan yang diberikan, tingkat harga, tingkat kebersihan, dan hal-hal lain yang dapat menambah selera makan seseorang serta lokasi tempat makannya. Tempat belanja Berbelanja merupakan salah satu aktivitas kegiatan wisata dan sebagian pengeluaran wisatawan didistribusikan untuk berbelanja. Penilaian dalam penyediaan fasilitas belanja ini dilakukan terhadap ketersediaan barang-barang yang dijual dan pelayanan yang memadai, lokasi yang nyaman dan akses yang baik serta tingkat yang relatif terjangkau. Fasilitas umum di lokasi objek wisata Fasilitas umum yang akan dikaji adalah fasilitas yang biasanya tersedia di tempat rekreasi seperti tempat parkir, toilet umum, musholla, dan lain-lain. Edu pendidikan perikanan yang di buat sebagai salah satu unit fungsi sebgai : . mengembangkan skill keilmuannya. meningkatkan kompetensi para taruna. sebagai wahana pengembangan diri taruna dalam bersosialisi dengan dunia luar tanpa harus menanggalkan dirinya sebagai Adapun alasan pemanfaatan lahan yang sebelumnya terbengkalai akan dijadikan edu mina wisata perikanan, karena : . lokasi lahan yang akan dikembangkan menjadi wisata pendidikan perikanan merupakan jalur menuju destinasi wisata kolam pancing air asin yang terletak di Desa Gisik Semanggi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo yang letaknya kurang lebih 5 . Km dari dari lahan yang akan dikembangkan milik Politeknik Kelautan dan Perikanan dan keberadaanya merupakan alternatif Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 pilihan wisata kolam pancing air asin. pengunjung di kolam pancing air asin tersebut dari waktu ke waktu dan ini merupakan peluang pengembangan wisata kolam pancing Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo yang jaraknya lebih dekat dari sisi jarak dan lebih mudah terjangkau dari sisi akses transportasi. keunggulan edu mina wisata adalah keberadaan kolam dengan air tawarnya yang memberikan nuansa pendidikan perikanan air tawar. lokasi edu mina wisata dekat pasar Desa Kalangnganyar yang memungkinkan masyarakat sekitar untuk mudah menjangkaunya sebagai pilihan wisata kolam pancing bernuansa pendidikan karena setiap kolamnya berisi ikan yang berbeda jenisnya. sebagai salah satu mendekatkan sistem pendidikan Politeknik Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat Sidoarjo pada umumnya. Edu mina wisata . isata pendidikan perikana. di programkan menjadi : . wisata pendidikan perikanan. wisata konservasi dan lingkungan. wisata dan ke . wisata kuliner yang berbahan ikan tawar. iolah dari hasil wawancara dengan salah satu Dosen Prodi Teknik Budidaya Perikanan yaitu Bapak Ir. Teguh W. MP). Berdirinya Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo (Politeknik KP Sidoarj. dilatar belakangi adanya keinginan untuk mencetak Sumberdaya Manusia (SDM) bidang kelautan dan perikanan yang kompeten, berdaya saing, dan unggul. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo merupakan Satuan Pendidikan Tinggi lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan pendidikan program Diploma i. Dimana tujuannya: Menyiapkan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kebutuhan pembangunan Nasional dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di bidang kelautan dan perikanan, serta berdaya saing tinggi di pasar global. Mengembangkan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan di bidang Membangun dikalangan sivitas akademika yang dapat menumbuh kembangkan sektor industri bidang kelautan dan perikanan Mewujudkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan pelayanan terbaik bagi Memperluas kesempatan belajar bagi pelaku utama berazaskan pemerataan dan keadilan Mengembangkan program kemitraan dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, masyarakat, stakeholder dan pemerintah daerah. Menurut Edward Inskeep . , mengatakan bahwa suatu objek wisata harus mempunyai 5 unsur penting, yaitu: Daya tarik Daya tarik merupakan faktor produk utama yang mampu menarik wisatawan mengunjungi tempat tersebut, baik suatu tempat primer yang menjadi tujuan utamanya, atau tujuan sekunder yang dikunjungi dalam suatu perjalanaan primer karena keinginannya untuk Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 menyaksikan, merasakan, dan menikmati daya tarik produk utama dari tujuan Prasarana Wisata Prasarana wisata ini dibutuhkan untuk melayani wisatawan selama perjalanan wisata. Fasilitas ini cenderung berorientasi pada daya tarik wisata di suatu tempat lokasi, sehingga fasilitas ini harus terletak dekat dengan objek Prasarana wisata cenderung perkembangan pada saat yang bersamaan. Prasarana wisata ini terdiri dari: Prasarana akomodasi Prasarana akomodasi ini merupakan fasilitas utama yang sangat penting dalam kegiatan wisata. Proporsi terbesar dari pengeluaran wisatawan biasanya dipakai untuk kebutuhan menginap, makan dan minum. Daerah wisata yang menyediakan tempat istirahat yang nyaman dan mempunyai nilai estetika tinggi, menu yang cocok, menarik, dan asli daerah tersebut pengelolaan suatu daerah wisata. Prasarana pendukung Prasarana pendukung harus terletak ditempat yang mudah dicapai oleh Pola gerakan wisatawan harus diamati atau diramalkan untuk menentukan lokasi yang optimal mengingat prasarana pendukung akan digunakan untuk melayani mereka. Jumlah dan jenis prasarana pendukung ditentukan berdasarkan kebutuhan Sarana Wisata Sarana Wisata kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan Pembangunan sarana wisata di daerah tujuan wisata maupun objek wisata tertentu harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Lebih dari itu, selera pasar pun dapat menentukan tuntutan berbagai sarana yang dimaksud. Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata antara lain biro perjalanan, alat transportasi, dan alat komunikasi, serta sarana pendukung Tidak semua objek wisata memerlukan sarana yang sama atau Pengadaan sarana wisata tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Infrastruktur Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi sarana dan prasarana wisata, baik yang berupa sistem pengaturan maupun bangunan fisik diatas permukaan tanah dan dibawah tanah, seperti: sistem pengairan, sumber listrik dan energi, sistem jalur angkutan dan terminal, sistem komunikasi, serta sistem keamanan atau pengawasan. Infrastruktur yang memadai dan terlaksana dengan baik di daerah tujuan wisata akan membantu meningkatkan fungsi sarana wisata, sekaligus membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Masyarakat . Lingkungan, dan Budaya Daerah dan tujuan wisata yang memiliki berbagai objek dan daya tarik wisata akan mengundang kehadiran METODE PENELITIAN Adapun konsep dan definisi secara operasional setiap variabel dengan Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Produk Wisata Hasil Perikanan (X. Produk Wisata Hasil Perikanan diartikan objek wisata budidaya ikan dan hasil olahan ikan. Dimana: Wisata Budidaya Ikan adalah Wisata perikanan yang tersedia dan disiapkan mulai dari pembibitan, pemeliharaan, mekanisasi ikan dengan prosesnya. Wisata Hasil Olahan Ikan adalah Wisata perikanan yang tersedia dan disiapkan mulai dari pengelolaan hasil olahan ikan sampai pada kemasan, pemasaran dan distribusi . Pelayanan pengelola wisata adalah pelayanan terhadap pengunjung dari pengelola untuk memberikan kepuasan berwisata dan memberikan pelayanan service yang memuaskan semua pihak. Lingkungan Wisata adalah proses mengelola dan menjaga kelestarian alam di dalam dan di lua objek wisata termasuk menjaga budaya sekitar terjaga serta melibatkan masyarakat sekitar berperan aktif dengan merasa memiliki objek wisata pendidikan perikanan . du mina wisat. Minat Pengunjung Edu Mina Wisata (Y) Minat pengunjung edu mina wisata adalah penciptaan image, keinginan dan kebutuhan untuk tergerak mendatangi . ke edu mina wisata karena tersedianya varian : . produk wisata hasil . produk sarana wisata . produk layanan wisata Sehingga keberadaan edu mina wisata lebih banyak dikunjungi pengunjung tiap bulannya. Produk Sarana Wisata Perikanan (X. Produk sarana wisata perikanan adalah objek wisata utama . olam pancing ika. dan sarana wisata lainnya sebagai pendukung dan pelengkap wisata utama . olam pancing ika. Dimana: Objek wisata utama adalah kolam pancing ikan yang didalamnya tersedia ikan hidup siap pancing terdiri dari beberapa jenis ikan. Sarana Wisata lainnya adalah sarana wisata hiburan, pendidikan, rekreatif dan olahraga yang disediakan dan disiapkan untuk memberikan pilihan pada pengunjung wisata selain kolam pancing ikan. Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut (Sugiyono, 2009: . Dalam penelitian ini ada dua macam variabel yaitu variabel bebas disebut juga variabel penyebab atau independen variabel (X) dan variabel terikat atau dependen variabel (Y) (Arikunto, 2002: . dalam Wahyuni . Dimana Variabel varian produk wisata . adalah Produk Wisata Hasil Perikanan(X. dengan 2 indikator, 6 pernyataan. Produk Sarana Wisata Perikanan (X. dengan 2 indikator. Produk Layanan Wisata Perikanan (X. Produk layanan wisata perikanan adalah tata kelola pelayanan terhadap pengunjung untuk memberikan sevice exelent dan memperhatikan lingkungan . ondisi alam, budaya dan masyarakat sekita. Dimana: Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 6 pernyataan. dan Produk Layanan Wisata Perikanan(X. ) dengan 2 indikator, 6 pernyataan sementara variabel dependen atau terikatnya adalah minat pengunjung yang dapatdiketahui melalui Minat Pengunjung Edu Mina Wisata(Y) Polteknik Kelautan dan Perikanan Sidaorjo. Jawaban setiap item instrumen dalam kuisioner dengan menggunakan skala likert yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai negative. pola sebagai berikut: Sangat Setuju 5 4 3 2 1 Sangat Tidak Setuju. Menurut Sugiyono . populasi adalah wilayah generalisasi yang obyek/subyek mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Populasi penelitian ini adalah taruna angkatan akhir. Dosen Politeknik Kelauatan dan Perikanan Sidoarjo dan Masyarakat sekitar lokasi tempat penelitian sebanyak 569 orang yang tersebar dalam 3 kelompok . aruna, dosen, masyaraka. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam poulasi itu (Sugiyono, 2009: . atau memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi (Mustafa, 2. Artinya jika elemen populasi ada 569 dan yang akan dijadikan sampel adalah 254, maka setiap elemen 254/569 untuk bisa dipilih menjadi sampel dari populasi tertentu sesuai yang dikembangkanIsaac dan Michael. Menurut Arikunto ( 2002: . dalam Wayuni . sumber data dalam penelitian adalah dari mana data dapat diperoleh, ada dua sumber data dalam penelitian ini yaitu: Sumber data primer Yaitu sumber data langsung subyek penelitian diperoleh dari Badan Akademik Administrasi Keuangan (BAAK) Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, obyek penelitian dari taruna aktif dan . melalui penyebaran kuisioner. Sumber data sekunder Yaitu sumber data yang terdapat pada buku-buku, jurnal, tesis terdahulu dan hubungannya dengan penelitian ini. Menurut Sugiyono . 9: . untuk menghasilkan kualitas hasil penelitian perlu dilakukan pengumpulan data dengan Wawancara Sutrisno Hadi . dalam Sugiyono . 9: . Wawancara dapat dilakukan secara struktur maupun tidak, dan dapat pula melalui tatap muka . ace to fac. maupun dengan menggunakan telepon. Angket . Angket/kuisioner sejumlah pertanyaan tertulis yang informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau halhal yang diketahuinya (Arikunto, 2006: . Angket/kuisioner dalam penelitian ini terdiri dari daftar butirbutir pernyataan yang dibagikan Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 kepada responden dan dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan variabel penelitian. Alternatif jawaban setiap instrument menggunakan pengukuran skala . Jika r Alpha positif dan r Alpha> r tabel, maka butir atau variabel tersebut reliable. Jika r Alpha positif dan r Alpha< r tabel, maka butir atau variabel tersebut tidak reliable. Metode mengumpulkan data dokumen yang menjadi target dalam populasi, yang masuk kategori sebaran sampel dalam Uji menggunakan One Sample KolmogorovSmirnov Test. engan program software MINITAB . Sampel yang akan dipakai untuk analisis haruslah berasal dari populasi yang berdistribusi normal dengan tingkat signifikansi =5% . , jika signifikansi < 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal. Sebaliknya jika signifikansi > 0,05 maka distribusi data dikatakan normal. Dalam penyusunan angket, dilakukan ujicoba kepada responden kemudian dihitung validitas dan reliabilitasnya. Menurut Santoso . 0: . dalam Akbar keputusan uji validitas dengan bantuan program SPSS16: Jika r hasil positif, serta r hasil> r tabel, maka butir atau variabel itu . Jika r hasil tidak positif, dan r hasil < r tabel, maka butir atau variabel itu tidak valid. Uji Autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson (D-W), dengan tingkat = 5% pada software MINITAB 14. Apabila D-W terletak antara -2 sampai 2 maka tidakada autokorelasi (Santoso. Model regresi berganda yang baik adalah model regresi yang variabelvariabel bebasnya tidak memiliki korelasi Deteksi multikolinearitas dipergunakan nilai VIF (Varian Infalaction Facto. dengan bantuan software MINITAB 14, apabila nilai koefisien VIF > 0,05 . %) berarti apabila nilai koefisien < 0,05 . %) dan nilai toleransi di atas 0,1 berarti data bebas multikolinearitas (Santoso, 2001: Uji dideteksi menggunakan uji Glejser untuk meregres nilai absolute residualterhadap variabel bebas. Jika variabel bebas signifikan secara statistik dengan bantuan software MINITAB 14 mempengaruhi variabel terikat, maka ada indikasi terjadi Apabila signifikansi ( Sig . -taile. ) >5% di atas Untuk menguji instrumen penelitian ini digunakan rumus Alphadengan bantuan program SPSS 16. Menurut Santoso . 0: . dasar pengambilan uji reliabilitas adalah . Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 tingkat kepercayaan 95% maka dapat disimpulkan tidak ada heteroskedastisitas atau tidak terjadi ketidaksamaan varience dari residual suatu pengamatan ke heteroskedastisitas (Santoso, 2001: . Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari Menguji asumsi kenormalan residual juga bisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov,menggunakan bantuan software MINITAB 14. Analisis yang dipergunakan dengan MINITAB menggunakan persamaan: Y= a b1X1 b2X2 b3X3 e (Sugiyono, 2009: . Dimana: Y = Minat Pengunjung Edu Mina Wisata X 1 = Produk Wisata Hasil Perikanan X2 = Produk Sarana Wisata Perikanan X3 = Produk Pelayanan Wisata Perikanan A = konstanta yang merupakan intersep antara garis X dan b1 x1= koefisien perubah bebas antara X1 b 2 x2= koefisien perubah bebas antara X2 terhadap Y b 3 x3= koefisien perubah bebas antara X3 terhadap Y e = tingkat kesalahan b = Koefisien Regresi independen secara parsial terhadap variabel dependen digunakan uji t. HASIL DAN DISKUSI Pengujian kenormalan data untuk variabel varian produk hasil wisata perikanan (X. Variabel varian produk sarana wisata perikanan (X. Variabel varian pelayanan wisata perikanan (X. tampak pada output diatas didapatkan nilai p-value 0,150 . %) yang melebihi nilaI , yaitu 0,05 . %) maka kesimpulannya adalah menerima H0 yang berarti bahwa data berdistribusi normal. Pengujian kenormalan data untuk variabel varian produk wisata tampak pada output diatas didapatkan nilai pvalue 0,150 . %) yang melebihi nilia , yaitu 0,05 . %) maka kesimpulannya adalah menerima H0 yang berarti bahwa data berdistribusi normal. Pengujian kenormalan data untuk variabel minat pengunjung edu mina wisata tampak pada output diatas didapatkan nilai p-value 0,150 . %) yang melebihi nilia , yaitu 0,05 . %) maka kesimpulannya adalah menerima H0 yang berarti bahwa data Ketiga dalam penelitian berdistribusi normal, sehingga layak dilakukan uji statistik Uji validitas variabel varian produk wisata didapatkan semua butir pernyataan mempunyai nilai r korelasi lebih dari 0,1279, sehingga semua butir pernyataan dinyatakan valid. Uji validitas variabel minat pengunjung edu minawisata didapatkan butir soal nomor 1 dan 5 mempunyai nilai r korelasi kurang dari 0,1279, sehingga dinyatakan tidak valid. Butir soal yang tidak valid tersebut dikeluarkan dan kemudian dilakukan pengujian kembali. Uji F digunakan untuk menguji kecocokan model yang digunakan, sehingga hasil pengolahan regresi linier berganda dapat digunakan untuk melihat pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y. Untuk menguji signifikan atau tidaknya pengaruh antara variabel Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Setelah uji validitas variabel varian produk wisatatahap kedua dilakukan, didapatkan pernyataan butir soal nomor 10 mempunyai nilai r korelasi kurang dari 0,1279, sehingga dinyatakan tidak valid. Butir soal yang tidak valid tersebut dikeluarkan dan kemudian dilakukan pengujian kembali. Setelah mengeluarkan butir soal nomor 10 untuk variabel varian produk wisata, maka dilakukan uji validitas ketiga. Setelah mengeluarkan item butir soal yang tidak valid, maka didapatkan nilai r . yang semuanya lebih dari 0,1279 sehingga dapat disimpulkan bahwa sisa butir soal Tampak pada output bahwa nilai Alpha Cronbach pada variabel varian produk wisata adalah 0,727 yang lebih dari nilai r tabel 0,1279. maka butir-butir soal pada variabel varian produk wisata dinyakan realibel. Demikian juga nilai Alpha Cronbach pada variabel minat pengunjung edu mina wisata adalah 0,668 yang lebih dari nilai r tabel 0,1279. butir-butir soal pada variabel varian produk wisata dinyatakan realibel. Dapat disimpulkan bahwa 18 butir soal dari variabel varian produk wisata dan 9 butir soal dari variabel minat pengunjung edu mina wisata . etelah tiga butir soal dikeluarka. dinyatakan valid dan reliable, sehingga data inilah yang akan dipakai untuk uji selanjutnya. Pemeriksaan residual atau sisaan ini dilakukan untuk menguji asumsi-asumsi yang berlaku dalam suatu analisis regresi, yang dikenal dengan IIDN ( identik, independent, dan norma. dan kasus Dasar keputusan berdasarkan Singgih Santosa . , jika nilai D-W antara -2 sampai 2 tidak ada autokorelasi. Nilai D- W hasil perhitungan 1,44123 pada tabel 10 yang terletak antara -2 sampai 2, sehingga disimpulkan tidak terjadi Hasil ouput MINITAB 14 11menunjukkan nilai VIF (Varian Infalaction Facto. kurang dari 0,05 atau 5% dan uji parsial . signifikan semuanya dengan dibarengi oleh nilai R2 yang tinggi . ,7%), sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinier. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menguji apakah penyebaran residual identik . atau varians dari setiap residual yang dihasilkan adalah homogen dan menyebar secara acak. Hasil output MNITAB memperlihatkan hasil scatter plot antara residual yang dibakukan dan acak atau tidak membentuk pola, sehingga bisa Menguji asumsi kenormalan residual digunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dengan Output MINITAB 14 tampak bahwa nilai p-value sebesar 0,150 lebih dari 0,05 sehingga diputuskan terima H0 sehingga residual berdistribusi normal. Model regresi linier berganda . atu variabel respons dan lebih dari satu variabel predikto. adalah y = 0 1x1 2x2 3x3 . kxk A Dalam penelitian ini model regresi linier berganda adalah y = 0 1x1 2x2 3x3 A Dimana: x1 : Produk Wisata Hasil Perikanan x2 : Produk Sarana Wisata Perikanan x3 : Produk Pelayanan Wisata Perikanan y : Minat Pengunjung Edu Mina Wisata Perikanan Hasil MINITAB didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 yang signifikan antaraproduk wisata hasil perikanan dengan varian produk wisata perikanan, antara sarana wisata perikanan dengan varian produk wisata perikanan, antara pelayanan wisata perikanan dengan varian produk wisata ditunjukkan dengan nilai r . lebih dari 0,05 yaitu 0,816. Antara produk wisata hasil perikanan dengan minat pengunjung edu mina wisata, antara produk sarana wisata perikanan dengan minat pengunjung edu mina wisata , antara produk pelayanan pengunjung edu mina wsiata ditunjukkan dengan nilai r . lebih dari 0,05 yaitu 0,873. Antara varian produk wisata dengan minat pengunjung edu mina wsiata ditunjukkan dengan nilai r . lebih dari 0,05 yaitu 0,890. Hasil korelasi yang signifikan dapat pula diliat dari nilai p-value yang kurang dari 0,05 (=5%) atau 0,000. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara simultan antara varian produk wisata terhadap minat pengunjung edu mina wisata. Pada tabel tampak bahwa nilai p-value kurang dari 0,05 yaitu 0,000 dan nilai F hitung lebih dari 3,95 yaitu 266,00, maka diputuskan tolak H0 yang berarti bahwa model regresi signifikan atau varian produk wisata secara nyata berpengaruh terhadap minat pengunjung edu mina wisata. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara parsial varian produk wisata hasil perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata,varian produk sarana wisata perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata, varian produk pelayanan wisata perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisatapada tabeltampak bahwa nilai pvalue nya 0,000 kurang dari 0,05 dan nilai t hitung sebesar 6,31 lebih dari 1,980 . ada lampiran tabel distribusi tabel . maka diputuskan tolak H0 yang berarti bahwa independent (X1,X2,X. secara (Y) Indepenedent X1,X2,X3 konstan. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara parsial varian produk wisata terhadap minat pengunjung edu mina wisata, hasil output MINITAb 14 tampak bahwa nilai p-value sebesar 0,000 kurang dari 0,05 . %)dan nilai t hitung sebesar 7,67 lebih dari 1,980 . ada lampiran tabel distribusi tabel . maka diputuskan tolak H0 yang berarti bahwa independent (X) secara signifikan berpengaruh terhadap minat pengunjung edu mina wisata dengan asumsi independent (X) konstan. Dari output MINITAB 14, dapat dijelaskan sebagai berikut : Koefisien regresi X1 sebesar 0,450 signifikan variabel produk wisata hasil perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata atau dapat dikatakan bahwa produk wisata hasil perikanan semakin baik, maka minat pengunjung edu mina wisata akan meningkat. Nilai koefisien bahwa jika produk wisata hasil perikanan ditingkatkan 1 unit satuan maka minat pengunjung edu mina wisata rata-rata akan meningkat sebesar 0,450. Koefisien regresi X2 sebesar 0,436 signifikan variabel produk sarana wisata perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata atau dapat dikatakan bahwa produk sarana Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 wisata perikananyang disediakan pengunjung edu mina wisata akan Nilai koefisien tersebut dapat diinterpretasikan bahwa jika produk sarana wisata ditingkatkan 1 unit satuan maka minat pengunjung edu mina wisata rata-rata akan meningkat sebesar 0,436. Koefisien regresi X3 sebesar 0,426 signifikan variabel produk pelayanan wisata perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata atau dapat dikatakan bahwa produk pelayanan wisata perikananyang disediakan semakin baik, maka minat pengunjung edu mina wisata akan Nilai koefisien tersebut dapat diinterpretasikan bahwa jika produk pelayanan wisata ditingkatkan 1 unit satuan maka minat pengunjung edu mina wisata rata-rata akan meningkat sebesar 0,436. Koefisien (R. digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya . oodness of fi. kata lain koefisien determinasi untuk mengukur prosentase total variansi variabel Y yang dijelaskan oleh variabel independent di dalam garis pada output MINITAB 14 tampak bahwa R2 sebesar 85,7 % yang berarti bahwa variansi dari minat pengunjung edu mina wisata dijelaskan oleh variansi produk wisata hasil perikanan, produk sarana wisata hasil perikanan, produk pelayanan wisata perikanan sebesar 85,7 % dan sisanya sebesar 14,3% dijelaskan oleh faktor lain diluar independent X1. X2. X3, misalnya banyaknya tempat wisata lain yang berbeda yang ada di sekitar lokasi edu mina wisata Poltkenik KP Sidoarjo, pengunjung yang sudah berlangganan di tempat wisata lainnya dan lainlain. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa independent X1. X2. X3 berpengaruh signifikan dependent Y baik secara parsial ataupun secara simultan, hal ini ditunjukkan pada tabel 4. 12 dimana nilai r . lebih dari 0,5 yaitu 0,816 untuk korelasi antara independent X1. X2,X3 dan independent X. 0,873 untuk korelasi antara independent X1,X2,X3 dan independent X, serta 0,890 untuk korelasi independent X dan dependent Y. Hasil penelitian mengenai korelasi varian produk hasil perikanan, varian produk sarana wisata perikanan, varian produk pelayanan wisata perikanan dan varian produk wisata terhadap minat pengunjung edu mina wisata Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjosecara signifikan dapat meningkatkan jumlah kunjungan pengunjung ke edu mina wisata Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo kedepan. Menurut Ariyanto . , ada berbagai faktor yang menentukan seseorang untuk membeli jasa atau mengunjungi objek wisata yaitu : lokasi, fasilitas, citra, harga/tarif dan pelayanan. Faktor-faktor lainnya adalah sebagai . Attraction (Daya tari. daerah tujuan wisata untuk menarik wisatawan pasti memiliki daya tarik, baik daya tarik berupa alam maupun masyarakat dan Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Accesable (Transportas. dimaksudkan agar wisatawan domestik dan mancanegara dapat dengan mudah dalam pencapaian tujuan ke tempat . Amenities (Fasilita. memang menjadi salah satu syarat daerah tujuan wisata agar wisatawan dapat dengan nyaman tinggal lebih . Ancillary (Kelembagaa. lembaga pariwisata atau ciri khas yang membedakan dari wisata lainnya , wisatawan akan semakin sering mengunjungi dan mancari DTW . aerah tujuan wisat. apabila di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan keamanan . rotection of touris. dan terlindungi. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh: Penelitian Oleh Akrom . Penelitian ini berjudul AuAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan wisatawan di Pantai Cahaya. Weleri. Kabupaten KendalAy adalah pendapatan wisatawan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke obyek wisata lain, lama perjalanan dan Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 orang wisatawan yang berkunjung ke Pantai Cahaya dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa pendapatan dan fasilitas berpengaruh positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan Pantai Cahaya, sedangkan biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek wisata lain dan lama perjalanan tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan Pantai Cahaya. Penelitian Oleh Thiumsak dan Ruangkanjanases . Penelitian ini berjudul AuFaktorFaktor Mempengaruhi Pengunjung Internasonal Kembali Mengunjungi Bangkok. ThailandAy. Penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi faktor yang memiliki dampak yang signifikan dalam mempengaruhi wisatawan untuk kembali berkunjung ke Bangkok di masa depan. Metodologi penelitian ini adalah menggunakan kuesioner dengan mengumpulkan data primer untuk Total sampel sebanyak 189 wisatawan Internasional. Analisis regresi sederhana dan berganda diambil untuk menguji faktor-faktor yang secara signifikan memprediksi minat kunjungan kembali. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor yang secara statistik signifikan adalah kepuasan yang dirasakan pada akomodasi, belanja dan sikap dari orang-orang Thailand, motif relaksasi, tempat rekreasi dan tujuan keseluruhan. Faktor ini berhubungan positif dengan minat Penelitian ini menemukan bahwa responden yang setia ke Bangkok dimana kemungkinan mereka untuk merekomendasikan Bangkok kepada orang lain. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Penelitian yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya terlihat bahwa tujuan pertama penelitian yaitu untuk menguji secara emperis adanya korelasi melalui studi antara varian produk wisata yang meliputi produk wisata hasil perikanan, produk sarana wisata perikanan, produk pelayanan wisata perikanan terhadap minat pengunjung edu mina wisata Polteknik Kelautan Perikanan Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini tercapai, baik secara simultan ataupun parsial variabel independentX1. X2. X3 berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent Y . Manfaat kepadaPolitekhnik Kelautan Perikanan adalah dapat memberikan masukan yang berguna untuk perbaikan dan pengembangan edu mina wisata melalui varian produk wisata yang akan dikembangkan ke depan dengan merujuk pada referensi hasil penelitian ini. Manfaat bagi Taruna dan pengampu (Dose. dapat memberikan masukan bahwa varian produk wisata apabila di sediakan dan disiapkan secara baik akan meningkatkan minat pengunjung edu mina wisata yang dimiliki Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Sehingga nantinya diharapkan para Taruna khususnya Prodi Agribisnis dan umumnya Taruna dari Prodi yang lain memiliki pemikiran entrepreneurship di bidang edu mina wisata hasil perikanan. Pemberian alternatif sistematika logika dan implementatif bagi praktisi pengembang wisata, bahwa varian produk wisata memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan minat pengunjung edu mina wisata, sehingga diharapkan kedepan tempat wisata dengan latar belakang perikanan akan tumbuh berkembang dengan pesat. KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan bahasan tentang korelasi variabel varian produk wisataterhadap minat pengunjung edu mina wisata Politeknik Kelautan dan Perikanan dapat disimpulkan bahwa: Dari hasil analisis dan pengujian hepotesis pertama yang diajukan signifikan terhadap minat pengunjung edu mina wisata Politeknik Kelautan Perikanan Sidoarjo dengan asumsi bahwa produk wisata hasil perikanan, produk sarana wisata perikanan, produk layanan wisata perikanan semakin baik, maka minat pengunjung edu mina wisata akan meningkat. Dari hasil analisis dan pengujian hepotesis kedua bahwa terdapat hubungan antar varian produk wisata secara signifikan terhadap minat Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dengan asumsi semakin baiknya varian produk wisata maka minat pengunjung edu mina wisata Politeknik Kelautan Perikanan Sidoarjo akan meningkat. Dari hasil dan pengujian ketiga didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara produk wisata hasil perikanan, produk sarana wisata hasil perikanan dan produk pelayanan wisata perikanan dengan varian produk wisata terhadap minat pengunjung edu mina wisata Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. DAFTAR PUSTAKA