JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Peran OJK ( Otoritas Jasa Keuanga. dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Pada Masyarakat Murni Purnama Sari . Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. UIN STS Jambi . Email: murnipurnama99@gmail. Mellya Embun Baining . Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. UIN STS Jambi . Email: mellyaembunbaining@uinjambi. Saijun . Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. UIN STS Jambi . Email: saijunjun40@gmail. ABSTRAK Mengetahui cara menganggarkan merupakan suatu keharusan bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Solvabilitas keuangan tidak hanya sekedar fungsi pendapatan . ekurangan uan. , permasalahan keuangan juga dapat timbul akibat kesalahan dalam pengelolaan keuangan . seperti penyalahgunaan utang dan kurangnya perencanaan keuangan. Keterbatasan finansial dapat menimbulkan stres dan rendahnya harga diri, bagi sebagian keluarga keadaan ini berujung pada perceraian. Literasi keuangan sangat penting untuk memiliki kehidupan yang sehat dan berkualitas. Laporan tersebut selanjutnya menjelaskan bahwa literasi keuangan, serta keterampilan membaca dan berhitung, merupakan kunci untuk menjadi konsumen yang cerdas, mengelola utang, pendidikan tinggi, menabung dan berinvestasi, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawaban. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumenter. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di kantor OJK (Otoritas Keuanga. Provinsi Jambi. Kata Kunci: Peran OJK. Literasi Keuangan PENDAHULUAN Permasalahan perekonomian di dunia semakin kompleks, dimana hal tersebut menjadikan masyarakat menyadari akan pentingnya literasi keuangan yang baik. Masyarakat akan terus mencari solusi atas permasalahan ekonomi yang dihadapi agar dapat memenuhi kebutuhannya. Meningkatnya berbagai macam produk dan jasa yang ditawarkan di pasar. Hal ini membuat masyarakat yang diposisikan sebagai konsumen terkadang membeli tanpa memperhatikan prinsip keuangan. Prinsip keuangan yang dimana membeli produk atau jasa sesuaidengan apa yang dibutuhkan bukan produk atau jasa yang diinginkan, hal inilah yang sering dilalaikan oleh para konsumen sehingga lebih memilih untuk membeli sesuatu yang diinginkan bukan sesuatu yang dibutuhkan. Literasi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 210 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 keuangan yang erat kaitannya dengan manajemen keuangan dimana semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang maka makin baik pula manajemen keuangan seseorang tersebut. Manajemen keuangan pribadi merupakan salah satu aplikasi dari konsep manajemen keuangan pada level individu. Manajemen keuangan yang meliputi aktivitas perencanaan, pengelolaan dan pengendalian keuangan, sangatlah penting untuk mencapai kesejahteraan finansial. Edukasi keuangan berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap lembaga keuangan. Dalam literasi keuangan. Penyelenggaraan pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat, karena menurut penelitian yang dilakukan OJK pada tahun 2013, tingkat literasi keuangan penduduk India terbagi menjadi empat kategori: literasi baik, literasi baik, literasi buruk, tidak ada literasi. OJK atas nama Otoritas Pengawas Keuangan Norwegia akan menetapkan program peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses masyarakat terhadap industri keuangan formal sebagai prioritas. OJK telah menerbitkan Strategi Literasi Keuangan Nasional Indonesia (SNLKI) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan secara terstruktur dan sistematis. Pada tahun 2019, hasil Survei Diskusi Keuangan Nasional (SNLKI) yang dilakukan OJK menunjukkan indeks literasi keuangan di Indonesia sebesar 38,03 persen dan indeks partisipasi sebesar 76,19 persen. Menurut Bank Dunia. Indonesia memiliki tingkat literasi keuangan terendah ketiga setelah India dan Tiongkok. Gambar 1 Survei Nasional Literasi dan Inklusi keuangan 2019 Laporan publikasi otoritas jasa keuangan (OJK) 2019 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 211 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Horas V. M Tarihoran. Direktur Keuangan dan Edukasi OJK, mengatakan tingkat literasi masyarakat Jambi sangat rendah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia, namun tingkat partisipasinya sangat tinggi. Angka literasi masyarakat Jambi baru 30%, sedangkan angka partisipasi sekolah sudah mencapai 76%. Artinya, banyak masyarakat di Jambi yang memiliki produk keuangan namun tidak mengetahui produk yang Selain itu juga sangat rentan terhadap investasi palsu dan online banking palsu. Badan Usaha Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menilai tingkat literasi dan partisipasi di Jambi lebih tinggi dibandingkan statistik nasional. Persentase partisipasi ekonomi di Jambi sebesar 64,63% dan pendidikan keuangan di Jambi sebesar 35,17%, sehingga OJK bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pendidikan dan ekonomi di atas rata-rata nasional. Integrasi perekonomian Provinsi Jambi terus mengalami penurunan tren nasional, kata Ketua OJK Provinsi Jambi. OJK Jambi menargetkan mencapai indeks partisipasi pendapatan nasional sebesar 76,19 persen. Dengan demikian, berdasarkan gender, tingkat partisipasi ekonomi Jambi adalah 70,53 persen laki-laki dan 59,16 persen Saat ini menurut daerah, tingkat inklusi ekonomi di perkotaan sebesar 77,49% dan di perdesaan sebesar 52,11%. Inklusi keuangan merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk mendukung pembangunan nasional Indonesia, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan (SNKI). Melalui undang-undang tersebut. Presiden menargetkan mencapai 90% inklusi keuangan nasional pada tahun 2024. Indeks literasi ekonomi di Provinsi Jambi sebesar 35,17% dan inklusi keuangan sebesar 64,83%. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang sangat besar, sehingga perlu adanya strategi untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengimbanginya. Organisasi Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menilai tingkat litersi dan partisipasi di Jambi berada di atas statistik nasional. Masyarakat Jambi memiliki angka partisipasi keuangan sebesar 64,83 persen, pendidikan keuangan di Jambi sebesar 35,17 persen, sehingga OJK menargetkan peningkatan pendidikan dan partisipasi keuangan di atas rata-rata nasional. Integrasi perekonomian Provinsi Jambi masih mengalami penurunan tren nasional, kata pejabat OJK Provinsi Jambi. OJK Jambi menargetkan mencapai indeks partisipasi pendapatan nasional sebesar 76,19 persen. Literasi keuangan memerlukan kemampuan mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan mengenai produk dan layanan keuangan yang paling sesuai dengan Masyarakat harus memahami manfaat dan risikonya, memahami hak dan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 212 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 tanggung jawabnya, serta meyakini bahwa produk dan layanan keuangan dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Umum Memahami manfaat dan risiko produk dan layanan keuangan. Pendidikan keuangan juga memiliki banyak manfaat bagi sektor Industri keuangan dan masyarakat saling membutuhkan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang keuangan publik agar dapat lebih memanfaatkan produk dan jasa keuangan. OJK juga menyatakan ada dua hal penting yang perlu didorong, yakni memperluas kesempatan keuangan masyarakat dan meningkatkan literasi keuangan. Hal inilah yang menjadikan industri keuangan sebagai mitra sosial. Untuk mencapai semua itu harus ada kerjasama yang baik antara otoritas keuangan, otoritas dan industri Jika literasi keuangan dapat dilaksanakan secara efektif jika didukung oleh program keuangan yang komprehensif, maka akan efektif jika kedua program tersebut Inklusi keuangan berkelanjutan berarti layanan keuangan universal dan non-eksklusif tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat. Edukasi keuangan membimbing setiap orang untuk dapat menggunakan alat dan produk keuangan yang memungkinkan mereka mengambil keputusan keuangan yang tepat dalam pengelolaan keuangan agar memiliki kehidupan finansial yang baik. Cude dkk. menurut perkembangan instrumen keuangan belum sejalan dengan kebutuhan masyarakat. untuk mulai berinvestasi, percaya bahwa salah satu dari mereka memiliki sedikit pengetahuan Everton . dalam Irman, 2018: . berkomentar bahwa literasi keuangan tidak dapat dipisahkan Dalam kehidupan masyarakat, literasi keuangan adalah alat yang berguna untuk menghasilkan uang, namun selalu ada pengalaman di berbagai negara. Byrne . juga menemukan bahwa kurangnya literasi keuangan menyebabkan perencanaan keuangan yang buruk dan dapat menyebabkan tahun yang tidak menguntungkan. Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Penerapan edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sangat diperlukan karena menurut survey yang dilakukan OJK pada tahun 2022, indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 49,68% meningkat dibandingkan tahun 2013, 2016 dan 2019. , hanya 21,84 persen, 29,70%, dan 38,03%. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 213 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Kegiatan edukasi keuangan ini dapat membantu mengedukasi masyarakat dengan menyediakan sumber daya edukasi keuangan yang meliputi: karakteristik sektor jasa keuangan. karakteristik produk dan/atau layanan, yang terdiri atas: Deskripsi. Manfaat. Risiko. Biaya. Hak Dan Kewajiban. Cara Mengakses Dan Penanganan Pengaduan Dan Penyelesaian Sengketa. pengelolaan keuangan perpajakan terkait produk dan/atau layanan Literasi Keuangan memiliki tujuan jangka panjang bagi seluruh golongan masyarakat, yaitu: Merupakan bentuk investasi jangka panjang yang bermanfaat dalam mengelola dan menjaga kondisi keuangan agar tetap terjaga atau stabil. Meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan. Agar masyarakat dapat menentukan produk dan jasa keuangan mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya, masyarakat harus memahami manfaat dan risikonya, memahami hak dan tanggung jawabnya, serta yakin bahwa produk dan jasa keuangan yang dipilihnya akan memberikan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Bagi masyarakat. Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar, seperti: Mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai Memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik. Mampu bertanggung jawab pada keputusan keuangan yang diambil. Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas. Literasi Keuangan juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat Literasi Keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. Seiring meningkatnya permasalahan keuangan dunia, masyarakat menyadari pentingnya literasi keuangan. Masyarakat selalu mencari solusi atas permasalahan perekonomian yang mereka hadapi untuk memenuhi kebutuhannya. Memperluas jangkauan produk dan layanan yang ditawarkan ke pasar. Artinya, masyarakat yang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 214 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 ditempatkan pada posisi konsumen terkadang membeli tanpa mempertimbangkan motif Maksud dari ilmu ekonomi adalah konsumen membeli produk atau jasa berdasarkan pada apa yang mereka butuhkan, bukan pada apa yang mereka inginkan. Hal ini cenderung diabaikan oleh konsumen, sehingga mereka lebih memilih membeli apa yang mereka inginkan daripada apa yang mereka butuhkan. Literasi pemahaman/pengetahuan seseorang atau masyarakat tentang bagaimana uang bekerja. Namun nyatanya masyarakat Indonesia juga cenderung semakin konsumtif. Hal itu tercermin dari menurunnya Marginal Propensity to Save (MPS) dan meningkatnya Marginal Propensity to Consumption (MPC) selama lima tahun terakhir. Oleh sebab itu tingkat konsumtif masyarakat saat ini semakin tinggi sehingga masyarakat semakin tidak rasional dalam membeli kebutuhannya baik kebutuhan konsumsi makanan maupun non Literasi keuangan (Financial Literac. merupakan suatu keharusan bagi tiap individu agar terhindar dari masalah keuangan karena individu seringkali dihadapkan pada trade off yaitu situasi dimana seseorang harus mengorbankan salah satu kepentingan demi kepentingan lainnya. Menurut Robb & Woodyard . financial literacy yang cukup akan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku keuangan seseorang, seperti mengatur atau mengalokasikan keuangannya dengan tepat. Mengembangkan Theory of Reasoned Action (TRA) menjadi sebuah teori lain, yaitu Theory of Planned Behavior (TPB) dan memperlihatkan hubungan dari perilakuperilaku yang dimunculkan oleh individu untuk menanggapi sesuatu. Theory of Planned Behavior (TPB) menyatakan bahwa selain sikap terhadap tingkah laku dan norma-norma subjektif, individu juga mempertimbangkan kontrol tingkah laku yang dipersepsikan yaitu kemampuan mereka melakukan tindakan tersebut. teori ini menjelaskan bahwa adanya niat untuk berperilaku dapat menimbulkan perilaku yang ditampilkan oleh (Ajzen, 1. Theory of Reasoned Action digunakan sebagai acuan dalam teori literasi keuangan Teori ini menggambarkan bahwa sikap memperngaruhi perilaku dalam pengambilan keputusan (Ajzen & Fisbhein, 1. Teori tersebut mengasumsikan juga bahwa manusia berprilaku dengan sadar dan tidak mempertimbangkan informasi yang tersedia. Faktor yang dapat dihubungkan oleh teori TRA yaitu sikap, keyakinan/niat, kehendak dan perilaku dalam pengambilan keputusan. Teori ini pula diketahui bahwa perilaku UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 215 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 dipengaruhi oleh niat berperilaku individu terhadap perilaku tertentu yang menjadi faktor utama dari perilaku invidu. Sikap individu terhadap perilaku tersebut, norma subjektif dan perasaan individu tentang kemampuan mengontrol segala sesuatu yang mempengaruhi apabila hendak melakukan perilaku tersebut. Teori risiko dapat dijelaskan ketika orang melihat perilaku individu terhadap Teori ini tidak berbeda dengan teori utilitas, karena dalam penelitian ini perilaku individu dalam memutuskan suatu investasi dapat mencegah terjadinya risiko (Kristanti dan Mehestanti, 2011 dalam Arianti, 2. Teori ini juga relevan untuk menjelaskan perilaku keuangan masyarakat ketika mengelola uang dengan baik. METODOLOGI Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang memanfaatkan data dan fakta dalam bentuk Wawancara. Data. Tertulis atau lisan dari subjek penelitian. Dengan kata lain, metode penelitian kualitatif adalah mekanisme penelitian yang mengandalkan deskriptif atau frasa yang ditempatkan secara hati-hati dan sistematis, mulai dari pengumpulan data hingga interpretasi dan analisis temuan. Metode dan Jenis Penelitian Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan Wawancara. Pengumpulan data dan tertulis, lisan faktual dari bahan penelitian. Kajian ini bermula dari hasil survei OJK yang menelusuri berbagai program peningkatan literasi Lokasi dan Objek Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Kantor Pelayanan Keuangan Daerah (OJK) Kota Jambi dan lokasi kantor: Jalan Prof. Dr. Soemantri Barojonegoro No12 A. Desa Selamat. Kota Jambi. Tujuan penelitian adalah permasalahan yang telah dipecahkan dalam studi kasus ini, yaitu peran OJK di negara bagian Jambi dalam mencoba meningkatkan edukasi ekonomi pada masyarakat. Jenis dan Sumber Penelitian Jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan dimana penelitian ini dilakukan dengan cara menulis, merinci dan menjadikan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber lapangan. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 216 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Kajian ini bermula dari hasil survei OJK yang mengamati berbagai program peningkatan literasi keuangan. Sedangkan penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang menggambarkan, merangkum berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan bertujuan untuk memunculkan realitas sosial dalam bentuk ciri, ciri, pola tertentu, tanda atau gambar. Dalam kajian ini pembahasan terfokus pada peran OJK dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Kota Jambi. Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan oleh penulis dengan menggunakan sampel yang relevan dari kepala kantor OJK di negara bagian Jambi dan stafnya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah buku atau catatan yang menunjang serta memberikan masukan - masukan yang dapat mendukung penulis untuk lebih menguatkan sumber data penelitian. Sumber Data Menurut jenisnya, data penelitian digolongkan menjadi data primer dan data Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian yaitu dengan menggunakan alat penggukuran atau alat pengembalian data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Untuk mendapatkan data primer dari penelitian ini, maka penulis akan melakukan pengumpulan data dengan cara purposive sampling kepada Kepala kantor OJK Provinsi Jambi dan karyawan. Data Sekunder Data sekunder adalah penelusuran data malalui bahan tertulis dapat berupa buku, berkas dari lembaga yang terkait, berita dari media massa hasil penelitian atau laporan yang telah dilakukan sebelumnya. 26 Yang termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah buku atau catatan yang menunjang serta memberikan masukan-masukan yang dapat mendukung penulis untuk lebih menguatkan sumber data penelitian. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 217 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Observasi Metode observasi adalah suatu kegiatan untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menyajikan gambaran sebenarnya tentang suatu peristiwa atau peristiwa, menjawab pertanyaan penelitian, memahami dan mengevaluasi perilaku manusia, yaitu. melakukan pengukuran terhadap aspekaspek tertentu dan memberikan umpan balik terhadapnya. Pengukuran tersebut dilakukan dengan observasi secara tidak langsung. Data yang diperoleh melalui teknik observasi adalah data-data yang diperlukan terkait dengan usaha OJK meningkatkan literasi keuangan. Oleh karena itu, teknik observasi yang dilakukan oleh penulis adalah observasi Wawancara Wawancara adalah pertemuan antara dua orang dimana informasi dan ide dipertukarkan melalui tanya jawab untuk menciptakan makna tentang suatu Dalam penelitian ini dilakukan wawancara terstruktur maupun tidak terstruktur terhadap pimpinan dan pegawai Otoritas Pengawas Keuangan. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu cara untuk mencari informasi tentang suatu hal atau variabel dalam bentuk catatan, buku, surat kabar, majalah, internet dan media lainnya. Informasi yang diharapkan dari metode ini adalah mengenai kinerja program OJK Kota Jambi dalam meningkatkan literasi keuangan. HASIL Peran OJK dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Pada Masyarakat Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk memahami apa yang dilakukan OJK untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan seluruh data yang terkumpul, maka dimungkinkan untuk menganalisis model permasalahan pertama terkait peran OJK dalam meningkatkan pengetahuan keuangan masyarakat dengan menggunakan permasalahan dan seluruh teks teori. Kewajiban yang dimaksud dalam konsep ini merupakan syarat bagi orang atau lembaga untuk memenuhi hak dan kewajibannya berdasarkan statusnya. Salah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 218 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 satu tujuan OJK adalah melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK memberikan informasi dan pelatihan kepada masyarakat dan UU Syariah No. untuk OJK. Komunikasi dan edukasi pendidikan keuangan dikelola secara aktif oleh OJK Provinsi Jambi. Masyarakat perlu literasi finansial agar masyarakat dapat mengelola keuangannya dengan baik. Kemitraan dan edukasi ini dilakukan OJK di Provinsi Jambi untuk mencapai tujuan peningkatan literasi masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan literasi keuangan harus dilakukan secara sistematis dengan meningkatkan sumber daya dan platform yang tersedia untuk mencapai tujuan secara efektif. Sosialisasi Dan Edukasi Literasi Keuangan Dilakukan Dengan Berbagai Program Edukasi ekonomi lebih kuat di OJK Provinsi Jambi. OJK Provinsi Jambi dapat melakukan kegiatan sosial dan edukasi untuk memberikan informasi Masyarakat perlu diberi informasi tentang pengetahuan keuangan sehingga masyarakat dapat mengelola uangnya secara individu dan kolektif. Komunikasi dan edukasi yang dilakukan OJK di Provinsi Jambi merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut khususnya peningkatan literasi keuangan pada masyarakat, oleh karena itu komunikasi tersebut sebaiknya direncanakan secara sistematis, atau literasi keuangan dengan memaksimalkan sumber daya data dan media yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut. OJK Jambi punya banyak sekali kegiatan informasi dan edukasi di bidang keuangan. Sosialisasi Dan Edukasi Dalam literasi keuangan, kami telah melakukan upaya literasi dan pendidikan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan usaha kecil dan besar, pelajar, guru, pegawai negeri, pembicara, kelompok profesional dan lingkungan lainnya. Melalui Media Massa Komunikasi dapat terjadi dalam bentuk tertulis atau elektronik. Program elektronik ini akan memanfaatkan stasiun radio atau televisi lokal untuk mempromosikan kegiatan OJK di Provinsi Jambi melalui surat kabar UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 219 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 atau majalah. OJK juga memiliki majalah Blangkon Magazine yang diperuntukkan bagi kelompok internal OJK dan industri keuangan. Secara Langsung Sosialisasi dilakukan secara langsung melalui 2 sistem, yaitu sistem pertama adalah sosialisasi langsung pegawai OJK kepada masyarakat melalui bakti sosial. Kedua informan mendatangi langsung kantor OJK di Provinsi Jambi. Faktor-Faktor Yang Memepengaruhi Tingkat Literasi Keuangan Berdasarkan hasil survei nasional pendidikan keuangan dan inklusi keuangan, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pendidikan keuangan adalah sebagai berikut: Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula kekuatan Tingkat masyarakat Semakin tinggi tingkat masyarakat maka semakin tinggi pula tingkat literasi. Kelompok strata sosial diklasifikasikan berdasarkan pengeluaran bulanan per kapita. Usia, semakin tua kelompok sosial maka semakin tinggi tingkat literasinya, hal ini dipengaruhi oleh tingkat intelektual masyarakat tersebut. Strategi Literasi Keuangan Oleh Otoritas Jasa Keuangan Terdapat 3 pilar Strategi Infrastruktur Nasional Indonesia (SNLKI) yang dirinci dalam 5 rencana strategis dan 16 rencana proyek. 3 pilar inilah yang menjadi kerangka dasar penyelenggaraan komunitas sastra Indonesia. Kerangka Strategi Edukasi Keuangan Nasional Indonesia adalah: Pilar 1 adalah Edukasi dan Kampanye Literasi Keuangan Nasional yang didukung oleh rencana strategis yaitu penyiapan pendidikan nasional dan program edukasi dan inovasi keuangan. Mengembangkan sumber daya literasi keuangan seluruh sektor keuangan pada seluruh jenjang pendidikan formal untuk meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan. Menyiapkan materi pendidikan bagi masyarakat umum berbasis komunitas dan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 220 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Menyiapkan materi promosi literasi keuangan. Melaksanakan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat umum. Melaksanakan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan. Melaksanakan program literasi keuangan untuk meningkatkan efektivitas produk dan layanan keuangan. Pilar 2 adalah penguatan infrastruktur literasi keuangan yang didukung oleh rencana strategis penyusunan database sumber daya literasi keuangan dan sistem informasi serta pembangunan infrastruktur pendukung pendanaan pendidikan lainnya yang didukung oleh program-program inovatif seperti: Mengumpulkan database bahan ajar dan bahan pendukung lainnya untuk Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan pengajaran literasi pembangunan media interaktif. Menyiapkan sumber daya manusia untuk pelaksanaan program pendidikan nasional dan pendidikan keuangan. Menciptakan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. penciptaan perangkat administrasi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan Mendorong terciptanya komunitas masyarakat yang peduli terhadap literasi Pilar 3 adalah pengembangan produk dan jasa keuangan yang didukung oleh rencana strategis yaitu pengembangan dan pemasaran produk jasa keuangan sesuai kebutuhan masyarakat, didukung proyek-proyek baru, dan sebagainya: Mendorong sektor keuangan untuk menciptakan produk dan layanan yang relevan bagi semua kalangan. Penciptaan bersama produk dan layanan keuangan . enggabungkan produk dan layanan antar sektor keuangan untuk meningkatkan penggunaan produk dan layanan keuanga. Mendorong sektor keuangan untuk memperluas jalannya. Mendorong sektor keuangan untuk meningkatkan kualitas layanan. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 221 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti kemudian dilakukan analisis dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tujuan didirikannya OJK salah satunya adalah untuk melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK juga mempunyai kesempatan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 tentang OJK. OJK dapat melindungi konsumen dengan dua cara, yaitu tindakan preventif dan tindakan perbaikan. Upaya preventif ini merupakan salah satu contoh pelatihan OJK kepada masyarakat Provinsi Jambi. Jadi untuk Kuratif OJK yang menangani proses pengajuan pengaduan nasabah, misalnya jika ada masyarakat yang mempunyai permasalahan terhadap produk dan jasa yang digunakan nasabah dapat mengadu ke OJK, alasan pengaduan ke OJK Untuk menyediakan yang diperlukan fasilitas. Komunikasikan cara atau solusi terbaik terkait permasalahan manajemen pelayanan dengan pelanggan. Diharapkan kedepannya setelah kegiatan edukasi dan komunikasi yang dilakukan OJK di Provinsi Jambi kepada masyarakat, pengetahuan masyarakat mengenai produk edukasi dan layanan keuangan, serta kesadaran masyarakat terhadap literasi keuangan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA