Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 KETIDAKSANTUNAN POSITIF DAN NEGATIF DALAM FILM DUBBING BERBAHASA ARAB AuONE PIECEAy Ariandito Hilmy Maulana1. Maman Abdul JalilA. DayudinA Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Arianditomaulana15@gmail. com1, mamanabduljalil@uinsgd. idA, dayudin@uinsgd. AIEEAA A E OE NIE EO II EA EOI OIOI I ENOAUA OEEIA. AENO NO uO II IAO EOAE EEA A OO EOI I NIE N I ENO EEOO OA EAOEIAU A OA EAOEI IEE OI AO uEo OA. AO OI uC EOAEA A) O OOAA EOO I ENO uEOO OEEO IEOO OA O EAEI EO ECA1 :ANA NN E uOEA A) O OOAA EOIE EO I ENO EO OA EAOEI IEE OI AO OII N EA2 A OAU AEON OA OI AOA A I I EOI II EO IO AO EAEI IEEA. AEOAAO EIOO O OI OAA EOI OA EE EEI EAAOEA A O I NNA. A I I EOEN I EOC EOCOAU A I I EOI I OC IEE OEOEA. AOI AOA A OO I E OIE EOAU A EEI OO EO OO I ENO uEOO o EEOA10 AE I IIONA A I ENO EEOOA A EAEOIA,A EOIEA,A EOEOAo I ENOA:AeI EEA ABSTRACT Politeness is one of the keys to smooth communication. However, there are still many people who use impoliteness so that communication is hampered. In the dubbed film One Piece by Eichiro Oda, researchers see that there is a phenomenon of language impoliteness in the film. This study aims to: . identify and describe the positive and negative impolite strategies contained in the dialogue of the film dubbed One Piece, and . identify and describe the factors that cause impoliteness from the impolite speech contained in the dubbed film One Piece This research includes descriptive-qualitative where data in the form of speech is described in Then the data was taken from the dialogue between the characters of the dubbed film One Piece. The data was collected using the observation and recording method, then analyzed using the contextual method. The results of this study found a total of 10 speeches that contained positive impoliteness strategies and negative impolite strategies, and three factors were found to cause language impoliteness. Keywords: Pragmatic. Impoliteness. Factor. Film ABSTRAK Kesantunan merupakan salah satu kunci agar terjalinnya komunikasi yang lancar. Akan tetapi masih banyak orang yang menggunakan ketidaksantunan sehingga komunikasi menjadi Dalam film dubbing One Piece karya Eichiro Oda, peneliti melihat bahwa terdapat fenomena ketidaksantunan berbahasa dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk : . mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi ketidaksantunan positif dan negatif yang terdapat di dalam dialog film dubbing One Piece, dan . mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor penyebab ketidaksantunan dari tuturan tidak santun yang terdapat di dalam film dubbing One Piece Penelitian ini termasuk deskriptif-kualitatif yang dimana data yang berupa tuturan dideskripsikan secara rinci. Kemudian data diambil dari dialog antar tokoh film dubbing One Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Piece. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat, kemudian di analisis menggunakan metode kontekstual. Hasil penelitian ini ditemukan total 10 tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif, serta ditemukan tiga faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa. Kata Kunci: Pragmatik. Ketidaksantunan. Faktor. Film. PENDAHULUAN Dalam berkomunikasi, seseorang harus menggunakan bahasa yang santun agar komunikasi berjalan dengan lancar. Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak menghiraukan kesantunan dalam berkomunikasi dan menggunakan ketidaksantunan Pada zaman ini, fenomena tersebut dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Selain dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, ketidaksantunan juga dapat ditemukan di dalam karya sastra digital seperti film dubbing One Piece karya Eichiro Oda. Film dubbing One Piece merupakan film animasi asal Jepang bergenre action yang bahasa aslinya sudah di dubbing ke bahasa arab. Pada umumnya film animasi selalu menggunakan bahasa yang family friendly karena banyak penontonnya yang dari kalangan anak-anak, akan tetapi pada film ini malah ditemukan banyaknya tokoh-tokoh yang menggunakan tuturan-tuturan yang kurang pantas dan mengandung ketidaksantunan Banyak para ahli bahasa yang telah mengkaji mengenai fenomena ketidaksantunan Salah satunya adalah Jonathan Culpeper . yang menjadi pencetus pertama Culpeper . ketidaksantunan merupakan suatu cara dalam berkomunikasi yang dibentuk untuk menyerang muka mitra tutur secara sengaja atau membuat mitra tutur merasa diserang. Dalam mengkaji ketidaksantunan. Culpeper memperhatikan aspek muka dalam tiap Muka yang dimaksud dalam teori ini adalah harga diri atau citra publik (Culpeper. Selanjutnya. Culpeper . merumuskan teori mengenai faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menggunakan ketidaksantuan berbahasa. Menurut Culpeper, terdapat tiga faktor yang melatarbelakangi penggunaan ketidaksantunan berbahasa. Faktorfaktor tersebut adalah . faktor jarak hubungan: . faktor kekuasaan atau status sosial: dan . faktor kesengajaan penutur yang tidak ingin menjaga muka mitra tutur. Kemudian. Culpeper . merumuskan mengenai strategi ketidaksantunan Dalam teorinya. Culpeper memaparkan bahwa terdapat lima strategi ketidaksantunan berbahasa yang dua diantaranya adalah strategi ketidaksantunan positif dan ketidaksantunan negatif. Strategi ketidaksantunan positif yaitu strategi yang bertujuan untuk Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 menyerang muka positif. Muka positif sendiri adalah kebutuhan citra diri seseorang untuk dihargai (Brown, 1. Strategi ini terbagi menjadi beberapa substrategi seperti mengabaikan mitra tutur, menghina mitra tutur, mencari ketidaksetujuan, menganggap mitra tutur tidak hadir, memisahkan diri, tidak menunjukkan ketertarikan, menggunakan julukan tidak pantas, menggunakan panggilan yang menghina, menggunakan bahasa yang tabu dan menggunakan bahasa yang tidak dipahami mitra tutur. Selanjutnya strategi ketidaksantunan negatif yaitu strategi yang bertujuan untuk menyerang muka negatif. Muka negatif sendiri adalah kebutuhan seseorang untuk bebas dari tekanan. Strategi ini terbagi menjadi beberapa substrategi seperti menakut-nakuti mitra tutur akan hal yang buruk, merendahkan, mengejek, melanggar ruang pribadi mitra tutur, memberikan tanggungan pihak lain, menghalangi mitra tutur dan mengaitkan mitra tutur dengan hal yang bersifat negatif PENELITIAN TERDAHULU Penelitian-penelitian mengenai ketidaksantunan berbahasa sudah banyak dilakukan sebelumnya, berikut adalah contoh-contoh penelitian mengenai ketidaksantunan. Pertama, penelitian Fatimah N. , & Arifin Z. yang mengkaji strategi ketidaksantunan dalam bahasa lisan di sekolah dan menghasilkan kesimpulan bahwa strategi ketidaksantunan positif paling banyak digunakan di sekolah. Kedua, penelitian Dr. Wesam M. Ibrahim . yang mengkaji Ketidaksantunan yang menghibur dalam acara televisi Mesir : Abla Fahita dan menghasilkan kesimpulan bahwa ketidaksantunan yang bersifat merendahkan mitra tutur menghasilkan komedi dan memancing gelak tawa penonton. Ketiga, penelitian Tasya Angelita & M. Saiful Mukminin . yang mengkaji ketidaksantunan berbahasa dalam film taksi . dan menghasilkan kesimpulan bahwa ketidaksantunan yang ditemukan di dalam film yaitu ketidaksantunan secara langsung, ketidaksantunan positif dan ketidaksantunan negatif. Meskipun sebelumnya, penelitian ini akan menitik fokuskan kajian hanya pada strategi ketidaksantunan positif dan ketidaksantunan negatif. Film yang digunakan sebagai sumber data dalam film ini juga berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini, film yang dikaji adalah film dubbing yang merupakan film yang bahasa aslinya telah diubah ke bahasa target (Riska. Penelitian ini juga menawarkan pembaharuan dengan membahas faktor-faktor penyebab ketidaksantunan positif dan ketidaksantunan negatif yang terdapat di dalam film dubbing One Piece. Setelah pemaparan diatas, penelitian ini layak untuk dilakukan karena ketidaksantunan berbahasa dapat menimbulkan konflik-konflik sosial. Penelitian ini akan mengidentifikasi dan Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 mendeskripsikan mengenai strategi ketidaksantunan positif dan ketidaksantunan negatif yang terdapat di dalam film dubbing One Piece dari episode satu hingga dua. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang terdapat di dalam penelitian ini berasal dari film dubbing One Piece dari episode satu hingga dua, yang Khayr Nime Indonesia https://w. tv/id. Data penelitian berupa dialog antar tokoh film yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif Culpeper . dan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa Culpeper . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode analisis simak dan catat. Pada metode ini peneliti menyimak dialog pada film dubbing One Piece dengan bantuan subtitle bahasa Indonesia secara teliti kemudian mencatat menit dan tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif. Pada metode ini Metode analisis data menggunakan metode analisis kontekstual yang dimana pada metode ini data-data penelitian dihubungan dengan konteksnya. Kemudian untuk penyajian data penelitian akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu hasil, yang dimana data-data akan dipaparkan dalam bentuk tabel yang mencakup strategi ketidaksantunan, substrategi dan jumlah ketidaksantunan. Bagian kedua yaitu analisis, yang dimana data-data akan di deskripsikan secara merinci dengan memaparkan dialog terlebih dahulu, kemudian dijelaskan konteks dari dialog tersebut, penutur dan mitra tutur yang terlibat, tuturan yang mengandung ketidaksantunan dan faktor penyebab dari tuturan yang mengandung ketidaksantunan tersebut. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif dalam dialog film dubbing One Piece. Lebih jelasnya data-data yang ditemukan akan dirangkum dalam tabel berikut Tabel 1. Rangkuman Strategi Ketidaksantunan Positif dan Negatif Nomor Strategi Ketidaksantunan Berbahasa Jumlah Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Menghina Mitra tutur Menggunakan panggilan yang Strategi Ketidaksantunan Positif Menggunakan julukan yang tidak pantas Menunjukkan ketidaktertarikan terhadap mitra tutur Menakut-nakuti Mitra tutur Strategi Ketidaksantunan Menghalangi Tindakan Mitra Negatif Merendahkan mitra tutur Total Keseluruhan Berdasarkan data yang telah dijabarkan pada tabel, total keseluruhan strategi ketidaksantunan positif dan negatif yang terdapat di dalam film dubbing One Piece berjumlah 10 tuturan. Strategi ketidaksantunan berbahasa positif dan strategi ketidaksantunan berbahasa positif sama-sama berjumlah lima tuturan. Substrategi yang paling banyak digunakan dalam strategi ketidaksantunan positif yaitu menggunakan panggilan yang menghina dengan dua tuturan. Kemudian diikuti dengan substrategi menghina mitra tutur, menggunakan julukan yang tidak pantas dan menunjukkan ketidaktertarikan terhadap mitra tutur dengan masing-masing berjumlah satu tuturan. Kemudian substrategi yang paling banyak digunakan dalam strategi ketidaksantunan negatif yaitu menakut-nakuti mitra tutur dengan jumlah tiga tuturan, kemudian diikuti dengan substrategi merendahkan mitra tutur dengan jumalh dua tuturan dan menghalangi Tindakan Mitra tutur dengan satu tuturan. Selain strategi ketidaksantunan, terdapat juga faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menggunakan ketidaksantunan berbahasa. Dalam penelitian ini ditemukan keseluruhan faktor yang menyebabkan penggunaan ketidaksantunan berbahasa. Berikut Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 rekapitulasi faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan di dalam film dubbing One Piece yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Rangkuman Faktor Penyebab Ketidaksantunan Berbahasa Nomor Penyebab Ketidaksantunan berbahasa Jumlah faktor jarak hubungan Faktor kekuasaan status sosial faktor kesengajaan penutur yang tidak ingin menjaga muka mitra tutur Total Keseluruhan Berdasarkan data yang telah dijabarkan pada tabel, faktor kesengajaan penutur yang tidak ingin menjaga mitra tutur menjadi penyebab ketidaksantunan berbahasa yang paling banyak ditemukan di dalam film dubbing One Piece dari episode satu hingga dua dengan jumlah total keseluruhan 15 tuturan. Kemudian diikuti dengan faktor kekuasaan yang berjumlah tiga tuturan kemudian faktor jarak hubungan dua tuturan. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Strategi Ketidaksantunan Positif Pada bagian ini akan dideskripsikan tuturan-tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif. Substrategi yang ditemukan di dalam film dubbing One Piece meliputi menghina mitra tutur, menggunakan panggilan yang menghina, menggunakan julukan yang tidak pantas dan menunjukkan ketidaktertarikan terhadap mitra tutur. Berikut pemaparannya. Menghina Mitra Tutur Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menghina Mitra Tutur. )01:12-01:16( AEEC EOOEA Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 !A A:1 AECIA A OI IEA:2AECIA !AOEI EOOINA :3AECIA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika kru kapal 1 hendak mengambil tong yang terdampar dilaut, ia meleset. Kru kapal 3 yang melihat hal tersebut pun mentertawakan kru kapal 1 dan Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk menghina mitra tutur kru kapal 3 dan kru kapal 1. pada dialog tersebut kru kapal 3 berlaku sebagai penutur sedangkan kru kapal 1 berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak tebal termasuk ketidaksantunan positif dikarenakan citra diri kru kapal 1 diserang oleh kru kapal 3. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk menghina mitra tutur dalam dialog diatas dipengaruhi oleh keinginan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra tutur Menggunakan Panggilan yang Menghina Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menggunakan Panggilan yang Menghina. )14:01-14:17( AEEC EOOEA A I OO A CAI EOO II IE I OA EA:ACAIA AuNI IA :AEOA AII NN IE EIOIA :AEOAA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Lufi dan Coby sedang membicarakan tentang sang bajak laut, bajak laut tersebut pun hadir secara tiba-tiba. Sang bajak laut bertanya kepada Lufi apakah dia zoro, akan tetapi Lufi yang kebingungan dengan hal tersebut memanggil sang bajak laut dengan panggilan AuWanita gendutAy. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menggunakan Panggilan yang Menghina Lufi dan bajak laut. pada dialog tersebut Lufi berlaku sebagai penutur sedangkan bajak laut berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 bercetak tebal termasuk ketidaksantunan positif dikarenakan citra diri sang bajak laut diserang oleh Lufi. Pada yang menyebabkan ketidaksantunan positif dengan bentuk Menggunakan Panggilan yang Menghina dalam dialog diatas dipengaruhi oleh keinginan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra Menggunakan Julukan yang Tidak Pantas Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menggunakan Julukan yang Tidak Pantas. )17:04-17:10( AEEC EOOEA !A NO IN OEOOAA:AEOA A IEA:AEOAA !A IE E C EO O uNI IEI AE OE I NA:AEOA AI IEE CAIA:ACAIA !A II ON ECOA:AEOA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Coby mengajak Lufi untuk kabur dari sang bajak laut diancam oleh sang bajak laut agar tidak berani melawan. Akan tetapi Coby yang sudah kesal dijadikan tawanan pun akhirnya memanggil sang bajak laut dengan julukan yang tidak pantas yaitu AuWanita jelekAy. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menggunakan Julukan yang Tidak Pantas Coby dan bajak laut. pada dialog tersebut Coby berlaku sebagai penutur sedangkan bajak laut berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak tebal termasuk ketidaksantunan positif dikarenakan citra diri sang bajak laut diserang oleh Coby. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menggunakan Julukan yang Tidak Pantas dalam dialog diatas dipengaruhi oleh keinginan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra tutur Menunjukkan Ketidaktertarikan terhadap Mitra Tutur Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menunjukkan Ketidaktertarikan terhadap Mitra Tutur. )06:21-06:29( AEEC EOIA A NE I COO CA:AEOAA A E E NIA:AOOA A AEOA O E NA,A uI EI COO CA:AEOAA !A uNI NOIEA:AOOA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Lufi ingin membebaskan Zoro yang sedang ditawan oleh Angkatan laut mengusir Lufi agar tidak terus mengganggunya. Hal itu dikarenakan Lufi yang terus melontarkan pertanyaan yang menyebalkan bagi Zoro. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menunjukkan Ketidaktertarikan terhadap Mitra Tutur Zoro dan Lufi. pada dialog tersebut Zoro berlaku sebagai penutur sedangkan Lufi berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak tebal termasuk ketidaksantunan positif dikarenakan citra diri Lufi diserang oleh Zoro. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menunjukkan Ketidaktertarikan terhadap Mitra Tutur dalam dialog diatas dipengaruhi oleh keinginan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra tutur Strategi Ketidaksantunan Negatif Pada bagian ini akan dideskripsikan tuturan-tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan negatif. Substrategi yang ditemukan di dalam film dubbing One Piece meliputi menakut-nakuti mitra tutur, menghalangi tindakan mitra tutur dan merendahkan mitra Berikut pemaparannya. Menakut-nakuti Mitra tutur Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menakut-nakuti Mitra tutur. )04:04-04:18( AEEC EOOEA A EOO! I AEA::ACAIA Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 !A E IA:AEOA !A I CE I IE IE OA:ACAIA !A IOOI OEOA:AEOA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Coby yang ketahuan tidak merompak kapal oleh sang bajak laut. Bajak laut yang kesal melihat Coby pun akhirnya memaksa Coby untuk ikut merompak kapal dengan kru yang lain. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menakut-nakuti Mitra tutur Bajak laut dan Coby. pada dialog tersebut bajak laut berlaku sebagai penutur sedangkan Coby berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak tebal termasuk ketidaksantunan negatif dikarenakan kebebasan Coby dihalangi atau dibatasi oleh sang Bajak laut. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menakut-nakuti Mitra tutur dalam dialog diatas dipengaruhi oleh faktor kekuasaan. Menghalangi Tindakan Mitra Tutur Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Menghalangi Tindakan Mitra Tutur. )06:56-07:06( AEEC EOOEA A OCA! NE I IAE ON EOE NE EII EEIA:ACAIA A I COEA:AEOAA !A EC uINO EAA:ACAIA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Lufi yang dirinya ketahuan oleh komplotan bajak laut. Lufi diancam akan dianiaya apabila ia tidak mengaku dirinya siapa. Lufi yang kebingungan dengan hal tersebut pun hanya bisa diam dan membuat sang bajak laut kesal. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menghalangi Tindakan Mitra Tutur Bajak laut dan Lufi. pada dialog tersebut bajak laut berlaku sebagai penutur sedangkan Lufi berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 tebal termasuk ketidaksantunan negatif dikarenakan kebebasan Lufi dihalangi atau dibatasi oleh sang Bajak laut. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menghalangi Tindakan Mitra Tutur dalam dialog diatas dipengaruhi oleh kesengajaan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra tutur. Merendahkan Mitra Tutur Berikut dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung substrategi Merendahkan Mitra Tutur. )15:06-15:08( AEEC EOOEA A II I IAEA:AEOAA )A (OA EOOAA:ACAIA Konteks dari dialog diatas yaitu ketika Lufi sedang bertarung dengan komplotan bajak laut, tiba-tiba muncul bajak laut yang hendak menyerangnya dari belakang. Lufi yang menyadari hal tersebut pun langsung menangkap sang bajak laut dan menghajarnya. Pada dialog diatas, tokoh-tokoh yang terlibat dalam strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menakut-nakuti Mitra tutur Lufi dan Bajak laut pada dialog tersebut Lufi berlaku sebagai penutur sedangkan Bajak laut berlaku sebagai mitra tutur. Dialog yang bercetak tebal termasuk ketidaksantunan negatif dikarenakan kebebasan Bajak laut dihalangi atau dibatasi oleh Lufi. Pada dialog diatas faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan strategi ketidaksantunan positif dengan bentuk Menakut-nakuti Mitra tutur dalam dialog diatas dipengaruhi oleh kesengajaan penutur yang dengan sengaja enggan menjaga muka mitra KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap film dubbing One Piece, ditemukan sejumlah dialog yang didalamnya terdapat tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan negatif. Strategi Ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif yang ditemukan sama-sama berjumlah lima tuturan. Pada strategi menggunakan panggilan yang menghina, menggunakan julukan yang tidak pantas dan menunjukkan ketidaktertarikan terhadap mitra tutur. Substrategi yang paling banyak Volume 07Nomor 02. JuliAeDesember2024 . Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 digunakan adalah menggunakan panggilan yang menghina dengan jumlah dua tuturan. Kemudian untuk strategi ketidaksantunan negatif, substrategi yang ditemukan yaitu menakutnakuti mitra tutur, menghalangi tindakan mitra tutur dan merendahkan mitra tutur. Substrategi yang paling banyak digunakan adalah menakut-nakuti mitra tutur dengan jumlah tiga tuturan. Sedangkan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan di dalam film yaitu faktor jarak hubungan, kekuasaan atau status sosial dan kesengajaan penutur yang tidak ingin menjaga muka mitra tutur. Faktor yang paling banyak ditemukan yaitu faktor kesengajaan penutur yang tidak ingin menjaga muka mitra tutur dengan jumlah 8 tuturan. Manfaat penelitian ini dari segi teoritis adalah mduabah serta memperluas wawasan dalam studi pragmatik terutama pada kajian mengenai ketidaksantunan berbahasa arab. Kemudian untuk manfaat dari segi praktis adalah penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam penelitian ketidaksantunan berbahasa arab dan bahan pembelajaran orang tua untuk selalu memantau tontonan anak-anaknya. DAFTAR PUSTAKA