JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 60 - 68 PEMBELAJARAN EKONOMI: PERBANDINGAN KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SMA KECAMATAN NGANJUK DAN KECAMATAN LOCERET Mega Aprilia1*. Nunung Sonya Angrainy1. Mandha Frischa Handani1. Dimas Wahyu Prasetyo1. Desi Eka Sari1. Fifi Sepfiana1. Fitri Dwi Wahyuni1. Juliawan1. Maria Yolanda1. Saiful Huda1. Pina Aprilia1`. Rio Lina Setio Ningrum1,Trias Ismi Racmawati1. Winda Riska Yunita1 . Arindra Trisna Widiansyah2 STKIP PGRI Nganjuk e-mail: megaapril1604@gmail. Abstrak Pembelajaran di era modern ini sudah banyak menggunakan teknologi membantu guru dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kebutuhan media pembelajaran ekonomi di SMA Kecamatan Nganjuk dan Kecamatan Loceret. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara dan pengisian angket oleh guru yang mengajar pelajaran ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2019 dan 19 September 2019. Tempat penelitian yaitu berada di SMA Negeri 1 Nganjuk dan SMA Negeri 1 Loceret. Hasil Penelitian menunjukan bahwa media yang dibutuhkan di SMA Negeri 1 Nganjuk berupa papan bergaris sedangkan di SMA Negeri 1 Loceret dibutuhkan media berupa Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan media yang dibutuhkan masih sederhana. Kata Kunci : Media Pembelajaran. Pembelajaran Ekonomi. Pendahuluan Awalnya di dalam pendidikan, guru merupakan satu-satunya sumber belajar, tetapi seiring berjalannya waktu buku sangat membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dijadikan sumber belajar Menurut Ali . 2: . , media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong proses belajar. Media berfungsi mengarahkan siswa untuk memperoleh berbagai pengalaman belajar yang tergantung pada interaksi siswa dengan media. Arsyad . 3: . mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya, dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain Media yang tepat dan sesuai dengan tujuan belajar akan ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 60 - 68 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK mampu meningkatkan pengalaman belajar sehingga anak didik dapat meningkatkan hasil belajar. Pentingnya pembelajaran, menuntut seorang guru untuk mampu menggunakan media yang menarik sehingga menciptakan motivasi yang tinggi bagi siswa untuk mempelajari materi tersebut. Penggunaan media pengajaran sangat penting bagi proses belajar dan mengajar. Dikatakan demikian karena media pengajaran sangat membantu pendidik atau pengajar dalam memberikan pengajaran secara maksimal. Pada beberapa sekolah penggunaan media pada pembelajaran masih terbatas pada buku paket. LKS, maupun soal-soal latihan yang diberikan oleh guru saja. Guru harus menggunakan media yang baik untuk memfasilitasi pembelajaran atau meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran. Walaupun demikian, sukar bagi guru untuk memilih media yang paling baik diantara begitu banyak alat yang Winkel . 5: . mengemukakan bahwa banyak penelitian diadakan mengenai media pembelajaran mana yang paling sesuai untuk tujuan tertentu, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak setiap media pengajaran dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Semua media pengajaran membantu guru dalam melaksanakan satu atau beberapa fungsi dalampengajaran, seperti mengisahkan, mengontrol atau mengecek, memberikan penguatan dan mengadakan evaluasi. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara media pembelajaran yang dibutuhkan dalam mata pelajaran ekonomi jurnal dan penghitungan di SMA kecamatan Nganjuk dan Kecamatan Loceret. Penelitian ini dilakukan secara menyeluruh mengenai penggunaan media pembelajaran di sekolah tersebut. ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 60 - 68 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2019 sampai dengan 19 September 2019. Tempat penelitian yaitu berada di SMA Negeri 1 Nganjuk dan SMA Negeri 1 Loceret. Prosedur Penelitian Data diambil dengan teknik wawancara dan pengisian angket oleh guru mata pelajaran ekonomi secara langsung. Guru diberikan pertanyaan tentang media apa yang dibutuhkan untuk mempermudah peserta didik memahami materi. Instrumen Penelitian Instrumen dibuat dengan memperhatikan beberapa aspek yang terdiri dari materi yang di sajikan di media, kesulitan materi, penyebab siswa sukar memahami, sudah menerapkan media, keefektifan media, media yang diharapkan Tehnik Analisis Data Data hasil wawancara dan pengisian angket dilakukan analisis secara deskriptif. Analisis diarahkan kepada media apa saja yang dibutuhkan untuk mempermudah guru menyampaikan materi. Hasil analisa data berupa uraian secara deskriptif. Hasil Penelitian dan Pembahasan Setelah dilakukan pengisian angket dan wawancara kepada guru, maka diperoleh data yang telah dirangkum sebagai berikut yang terdapat pada tabel 1. Terlihat bahwa di SMA Negeri 1 Nganjuk dengan SMA Negeri Loceret pembelajaran yang diharapkan. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 60 - 68 Tabel 1. Hasil Angket Analisis Kebutuhan Media Aspek Materi yang disajikan dalam pembelajaran SMAN 1 Nganjuk Mencatat transaksi mekanisme debet dan kerdit Mekanisme debet & kredit Mencatat perubahan harta Mencatat perubahan utang Mencatat perubahan modal Pengertian, fungsi dan bentuk jurnal Pengertian dan bentuk buku Prosedur posting jurnal umum kedalam buku Posting jurnal umum ke buku SMAN 1 Loceret Pendapatan nasional Pengertian Manfaat Komponenkomponen Metode Pendapatan ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 60 - 68 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Materi yang sulit dalam pembelajaran ekonomi Materi posting jurnal umum ke dalam buku besar Materi perhitungan dalam pendapatan Aspek Penyebab siswa sulit dan kurang memahami materi SMAN 1 Loceret Banyaknya rumus yang sulit dipahami Media yang telah digunakan dalam kegiatan Apakah media yang digunakan sudah bisa dikatakan efektif dalam proses pembelajaran SMAN 1 Nganjuk Banyaknya kolom jurnal yang harus diisi dan menentukan debit dan kredit di suatu akun LCD Ya. Karena tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan bahan ajar Ya. Karena tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan bahan ajar dan bisa ditampilkan di LCD Perlu. Karena dengan media siswa lebih paham dengan materi yang disampaikan dan membuat siswa tidak mudah bosan Kartu permainan Apakah perlu adanya pengembangan media untuk mendukung kegiatan pembelajaran Perlu. Agar siswa lebih memahami materi yang Media yang diharapkan oleh guru Papan tulis bergaris Papan tulis. LCD. Power Point Pembahasan Berikut pembahasan berdasarkan hasil data angket yang sudah dicantumkan diatas mengenai perbandingan media yang dibutuhkan di SMA Negeri 1 Nganjuk dan SMA Negeri 1 Loceret. Materi yang disajikan dalam pembelajaran ekonomo di SMAN 1 nganjuk yaitu mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit sedangankan di SMAN 1 loceret tentang pendapatan nasional. Dari kedua sekolah tersebut materi yang disajikan berbeda karena penerapan kurikulum 2013 diharapkan dapat JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 62 - 70 menghasilkan sumber daya manusia yang produktifan kreatif inovatif dan afektif, melalui penguatan kopetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan . uskurbuk, 2. diambil dari jurnal Hari Setiadi . Kurikulum yang digunakan SMA Negeri 1 Nganjuk dan SMA Negeri 1 Loceret sama menggunakan kurikulum 2013. Materi yang sulit dalam pembelajaran ekonomi di SMAN 1 Nganjuk yaitu materi posting jurnal umum sedangakan di SMAN 1 Loceret yaitu materi perhitungan. Dari kedua sekolah tersebut merasakan kesulitan dalam memahami isi materi yang disampaikan oleh guru. dengan teori kognitif bermakna Ausubel. Berdasarkan teori yang telah dikemukakan oleh David Ausubel (Soemanto 1990:. Bahwa dalam belajar bermakna dan belajar menghafal itu akan berbeda hasilnya. Belajar dengan memahami atau bermakna akan jauh lebih baik dari pada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian. Belajar bermakna adalah suatu proses belajar di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Sedangkan belajar menghafal adalah siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa Kebiasaan siswa dalam belajar adalah dengan cara menghafal, sehingga siswa menerima materi pelajaran itu tanpa makna. Penyebab siswa sulit memahami materi di SMAN 1 Nganjuk dikarenakan banyaknya kolom jurnal yang harus diisi dan menentukan debit dan kredit di suatu akun sedangkan di SMAN 1 Loceret dikarenakan banyaknya rumus yang sulit dipahami. Dari kedua sekolah tersebut penyebab siswa sulit memahami materi dikarenakan siswa kurang teliti dan mudah lupa rumus. siswa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh David Ausubel (Soemanto 1990:. Media yang digunakan pada pembelajaran di SMAN 1 Nganjuk berupa LCD sedangkan di SMAN 1 Loceret berupa papan tulis. LCD dan ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 62 - 70 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Dari kedua sekolah tersebut media yang digunakan memiliki kelebihan mudahnya dalam penyampaian materi dan dengan mudah mengevaluasi segala bentuk aktivitas pembelajaran. menurut Arief S. Sadiman, dkk . dikatakan bahwa media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Ada pun batasan yang diberikan, ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar Menurut guru media yang telah digunakan dalam pembelajaran di SMAN 1 Nganjuk sudah efektif karena tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan bahan ajar sedangkan di SMAN 1 Loceret sudah efektif karena tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan bahan ajar dan bisa ditampilkan di LCD. Dari kedua sekolah tersebut bahwa media yang telah digunakan sudah efektif karena pemakaian media dalam proses pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu (Wiratojo,P dan Sasonohardjo, 2. diambil dari jurnal Iwan Falahudin . Menurut SMAN Nganjuk pengembangan media agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan sedangkan di SMAN 1 Loceret juga memerlukan media karena adanya pengembangan media siswa lebih paham materi yang disampaikan dan membuat siswa tidak mudah bosan. Briggs . menyatakan bahwa media adalah alat untuk memberi perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Diambil dari Cepi Riana . JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 62 - 70 Media yang diharapkan oleh guru di SMAN 1 Nganjuk yaitu meida papan tulis bergaris sedangkan di SMAN 1 Loceret berupa kartu Dari kedua sekolah tersebut berupa media sederhana dikarenakan Aumedia memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber . menuju penerima . Ay. Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pemebelajaran. Simpulan,danRekomendasi Simpulan Adanya perbedaan kebutuhan media pembelajaran antara SMA Negeri 1 Nganjuk dengan SMA Negeri 1 Loceret pada umumnya kedua sekolah tersebut sudah memiliki media pembelajaran, namun pada materi tertentu masih membutuhkan media sederhana, yaitu media papan tulis bergaris dan kartu permainan Rekomendasi Bagi pembaca diharapkan dapat menambah wawasan tentang media pembelajaran yang dibutuhkan oleh sekolah agar menghasilkan kegiatan proses pembelajaran yang lebih memuaskan bagi peserta didik maupun guru. Daftar Pustaka