PERAN FUNGSI HIKAYAT AuLEGENDA TUAN MUDA SELAT DAN PUTRI CERMIN CINAAy PADA MASYARAKAT DESA SELAT BATANG HARI JAMBI *Irah Suwara1. Lusia Oktri Wini2 Universitas Jambi12 *Corresponding author Email: irahsuwara@gmail. Abstrak Sastra klasik, sastra lama, atau sastra tradisional adalah karya sastra yang tercipta dan berkembang sebelum masuknya unsur-unsur modernisme ke dalam sastra itu. Karya sastra Melayu klasik terikat oleh aturan-aturan yang sifatnya konvensional. Hal tersebut dapat dilihat pada puisi. Puisi-puisi klasik, seperti pantun dan syair, terikat oleh aturan suku kata, aturan bunyi, dan jumlah baris. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang telah diperoleh dan dengan demikian tidak menganalisis angka-angka. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan 2 . metode, yaitu wawancara dan observasi. Penelitian ini berfokus di daerah Jambi, khususnya di Desa Selat. Kecamatan Pemayung. Batang Hari, terkait sastra melayu jenis hikayat yang berjudul Legenda Tuan Muda Selat dan Putri Cermin Cina. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya peranan fungsi sastra melayu klasik hikayat pada kehidupan masyarakat desa Selat. Batang Hari. Jambi. Kata kunci: hikayat, peran fungsi hikayat, sastra melayu jambi Abstract Classical literature, old literature, or traditional literature are literary works that were created and developed before the introduction of modernist elements into that Classical Malay literary works are bound by conventional rules. We can see this in poetry. Classical poetry, such as pantun and syair, is bound by syllable rules, sound rules, and number of lines. This research is a type of qualitative research that has been obtained and thus does not analyze the numbers. Provision of data in this study using 2 . methods, namely interviews and observation. This research focuses on the Jambi area, especially in Selat Village. Pemayung District. Batang Hari, regarding Malay saga-type literature entitled The Legend of Tuan Muda Selat and Putri Cermin Cina. The results of the study show that there is a role and function of classical Malay literature saga in the life of the people of Selat village. Batang Hari. Jambi. Keywords: hikayat, the role and function of the hikayat. Jambi Malay literature PENDAHULUAN Indonesia merupakan sebuah negara multikultural dengan beragam budaya yang melahirkan banyak macam kearifan lokal. Kekayaan yang dimiliki Indonesia sangat beragam, di antaranya berupa karya sastra, seni, dan kebudayaan. Keanekaragaman karya sastra Indonesia bisa diketahui dengan banyaknya karya sastra daerah. Karya sastra daerah yang sangat terkenal, salah satunya adalah karya sastra Melayu. Suatu karya sastra akan berfungsi sesuai dengan sifatnya. Kedua segi tadi, kesenangan dan manfaat, harus ada dan saling mengisi. Kesenangan yang diperoleh dari sastra bukan seperti kesenangan fisik lainnya, melainkan kesenangan yang lebih tinggi, yaitu kontemplasi yang tidak mencari keuntungan. Sedang manfaatnya, keseriusan itu bersifat didaktis, yaitu keseriusan yang menyenangkan, keseriusan estetis, dan keseriusan persepsi. (Wellek & Warren, 1. Pada awalnya bentuk sastra merupakan cerita rakyat yang disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut dan turun temurun. Menurut A. Ikram, dalam bukunya Filologi Nusantara (Jakarta: Pustaka Jaya 1991, hal. Sekarang cerita rakyat ditulis dan diterbitkan menjadi buku, seperti halnya cerpen atau novel. Sastra Melayu klasik sebenarnya merupakan karya sastra Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 sampai dengan tahun 1942, yang pada waktu itu berkembang di lingkungan masyarakat sumatera seperti Auminangkabau, langkat, tapanuli dan daerah sumatera lainnyaAy, orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Sastra Melayu adalah hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa Melayu yang lahir dari perasaan dan pemikirannya bisa berbentuk lisan maupun tulisan. Dalam sastra Melayu terekam pantun, sajak, seloka, dan peribahasa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan teladan hidup manusia sampai sekarang. Hal ini menujukkan bahwa nilai-nilai itu tidak akan oleh geseran waktu. Salah satu karya sastra Melayu klasik yang berasal dari wilayah Selat adalah Hikayat. Hikayat merupakan bagian dari sastra Melayu klasik berbentuk prosa. Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tetang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian, serta mukjizat tokoh utama. Hikayat menceritakan nilai-nilai moral kemanusiaan dengan latar tempat daerah kerajaan. Sastra Melayu memiliki beberapa jenis, diantaranya gurindam, karmina, hikayat, seloka, pantun, talibun, syair, dll. Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita. Hikayat adalah cerita yang panjang yang sebagian isinya mungkin terjadi sungguh-sungguh, tetapi di dalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal, penuh keajaiban. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Afrizal . menyatakan bahwa peneletian kualitatif adalah metode penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata . isan maupun tulisa. dan perbuatan-perbuatan manusia serta penelitian tidak berusaha menghitung atau mengkuantifikasikan data kualitatif yang telah diperoleh dan dengan demikian tidak menganalisis angka-angka. Sumber data akan diambil dari dokumen, hasil wawancara, catatan lapangan dan hasil dari observasi. Narasumber dari penelitian ini adalah warga atau penduduk asli Desa Selat. Kecamatan Pemayung. Batang Hari. Metode penelitian pada proposal ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Fokus penelitian adalah pada bahasa dan sastra yang digunakan masyarakat Desa Selat di lapangan. Pemakaian metode deskriptif bertujuan untuk melukiskan kenyataan-kenyataan sosial yang sedang terjadi dan memerlukan pemikiran yang lebih cermat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini, menyajikan data atau temuan-temuan yang diperoleh dari kajian terhadap hikayat AuLegenda Tuan Muda Selat dan Putri Cermin CinaAy. Temuan berupa kutipan-kutipan dalam teks hikayat yang memuat nilai-nilai sastra seperti nilai moral, sosial, keagamaan, pendidikan, dan budaya, yang relevan dengan konteks masyarakat pengarang dan latar lokal. HASIL Sastra menggunakan bahasa sebagai medianya, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang berbentuk dan bernilai keindahan. Berkaitan dengan maksud tersebut, sastra selalu bersinggungan dengan pengalaman manusia yang lebih luas daripada yang bersifat estetik saja. Sastra selalu melibatkan pikiran pada kehidupan sosial, moral, psikologi, dan agama. Berbagai segi kehidupan dapat diungkapkan dalam karya sastra. Seiring berkembangnya zaman, sastra juga mengalami perkembangan Sastra memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan masyarakat. Selain menghibur, memperluas wawasan juga untuk menajamkan nurani, berempati kepada orang lain dan sebagainya. Kosasih . membagi fungsi-fungsi sastra menjadi lima golongan, yaitu: Fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur. Fungsi didaktif, yaitu mendidik para pembaca karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalamnya. Fungsi estetis, yaiu memberikan nilai-nilai keindahan. Fungsi moralitas, mengandung nilai moral yang tinggi sehingga para pembaca dapa mengetahui moral yang baik dan buruk. Fungsi religiusitas, mengandung ajaran agama yang dapa dijadikan eladan bagi para pembacanya. Adapun peran sastra melayu khususnya hikayat terdapat dalam beberapa nilainilai seperti berikut: Nilai Moral Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat. Nilai sosial Nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam Nilai agama Nilai agama adalah nilai yang berhubungan dengan masalah keagamaan atau hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai Pendidikan Nilai pendidikan adalah yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan. Nilai Budaya Nilai Budaya merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita. Pada perkembangannya, hikayat yang berkembang di lingkungan masyarakat Selat di Kabupaten Batang Hari. Muaro Jambi, mengandung amanat seperti apabila melakukan sesuatu tidak boleh ceroboh karena sedikit kecerobohan akan dapat menimbulkan akibat yang fatal. Kemudian, pada saat mendapat musibah harusnya dterima dengan ikhlas karena itu kehendak Yang Kuasa, jangan menghadapi sesuatu dengan gelap mata, semua harus dipikiran dengan matang dan pikiran yang tenang, dan juga jangan melepas tanggung jawab yang telah diebankan pada tiap manusia. Hikayat AuLegenda Tuan Muda Selat Dan Putri Cermin CinaAy memiliki peran dalam kehidupan sosial, moral, dan psikologi dalam masyarakat Desa Selat Batang Hari. Dapat dilihat dari bait-bait hikayat berikut: AuGasing itu terpelanting kearah Putri Cermin Cina yang melihat dari jendela. Gasing itu berputar diatas kening Putri Cermin Cina. Putri Cermin Cina menjerit Kening Putri Cermin Cina berlumuran darah, ia jatuh ke lantai tak sadarkan Semua orang panik dan berusaha menolong Putri Cermin Cina. Ay Dalam paragraf tersebut, digambarkan musibah atau kecelakaan yang disebabkan oleh kecerobohan semata. AuNamun takdir berkata lain. Putri yang cantik jelita itu akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir. Tuan Muda Senaning sangat merasa bersalah atas kematian Putri Cermin Cina, dia menjadi putus asa dan gelap mata. Dia melihat dua tombak bersilang di dinding, dengan cepat tombak itu di tarik dan di tancapkan ke tanah dengan posisi mata tombak mencuat ke atas. Kemudian Tuan Muda Senaning melompat kearah mata tombak dan seketika itu mata tombak menembus perutnya hingga punggungnya. Tuan Muda Senaning meninggal untuk menyusul Putri Cermin Cina. Ay Kematian sosok Putri Cermin Cina dikatakan sangat tragis sehingga membuat rasa penyesalan yang amat mendalam bagi Tuan Muda Senaning yang kemudian secara impulsif mengambil nyawanya sendiri dikarenakan hal tersebut. AuTuan Muda Selat juga merasa bersalah atas kematian adik tercintanya, dia terus menyalahkan dirinya karena gasingnya. Putri Cermin Cina meninggal dunia. Akhirnya Tuan Muda Selat pergi meninggalkan negerinya bersama orang-orang kampung. Orang-orang yang ikut dengannya ditinggal di suatu tempat dan tempat itu di sebut Kampung Selat. Namun Tuan Muda Selat pergi tanpa memiliki tujuan yang jelas. Ay Putri Cermin Cina merupakan adik perempuan dari Tuan Muda Selat yang menikah dengan Bujang Senaning. Penggambaran sosok Tuan Muda Selat memberikan kesan bahwa ia adalah seorang kakak laki-laki yang amat menyayangi adiknya dan juga teman yang sangat peduli sesama. AuTidak lama kemudian Sutan Mambang Matahari tiba di kampungnya. Sutan bingung karena kampungnya begitu sepi, dia menuju istanan namun hanya tersisa beberapa orang yang menjaga istana beberapa orang yang menjaga istana. Setelah Sutan tahu tentang kejadian sebenarnya. Sutan Mambang Matahari merasa sedih, kemudian ia beserta pengikutnya pergi meninggalkan kampungnya, mereka pergi ke dusun seberang dan mendirikan kampung disana. Kampung itu terletak diantara kubur Tuan Muda Senaning, dan kapal Tuan Muda Selat. Kampung itu bernama Dusun Tengah Lubuk Ruso. Ay Masyarakat Desa Selat mempercayai asal-usul desa mereka seperti yang digambarkan di dalam hikayat AuLegenda Tuan Muda Selat dan Putri Cermin CinaAy. Menariknya, hikayat yang dikisahkan dengan alur yang terbilang tidak terduga tersebut menjadi pelayaran bagi tiap anggota masyarakat untuk tidak ceroboh dalam Baik anak-anak maupun orang dewasa menjadi lebih berhati-hati terhadap sekitar agar tidak mencelakai orang lain. PEMBAHASAN Kutipan-kutipan yang ditemukan dalam hikayat tersebut memperlihatkan beragam nilai yang terkandung secara eksplisit maupun implisit. Nilai moral tergambar dari sikap ceroboh Tuan Muda yang berujung pada tragedi, memperlihatkan pentingnya tanggung jawab dan kehati-hatian. Nilai psikologis tercermin dalam penyesalan mendalam dan tindakan impulsif Tuan Muda Senaning yang menekankan dampak emosional dari sebuah musibah. Sementara itu, nilai sosial dan budaya muncul dalam proses pendirian kampung oleh tokoh-tokoh dalam cerita sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa yang Narasi ini secara tidak langsung memperkuat legitimasi historis masyarakat Desa Selat Batang Hari terhadap asal-usul wilayah mereka. Adapun nilai keagamaan dan pendidikan terwujud melalui sikap menerima takdir, serta penyampaian pesan moral untuk tidak gegabah dalam bertindak. Dengan demikian, hikayat Legenda Tuan Muda Selat dan Putri Cermin Cina berfungsi bukan hanya sebagai hiburan . , tetapi juga sebagai media pendidikan . , penyampaian nilai moral . , refleksi nilai estetika . , dan penyadaran akan nilai-nilai keagamaan . Fungsi-fungsi ini menjadikan hikayat sebagai sarana penguatan karakter dan budaya masyarakat setempat. SIMPULAN Dengan menggunakan bahasa sebagai medianya, sastra melayu menggunakan bahasa yang berbentuk dan bernilai keindahan. Sastra selalu bersinggungan dengan pengalaman manusia yang lebih luas daripada yang bersifat estetik saja. Sastra selalu melibatkan pikiran pada kehidupan sosial, moral, psikologi, dan agama. Berbagai segi kehidupan dapat diungkapkan dalam karya sastra. Hikayat Legenda Tuan Muda Selat dan Putri Cermin Cina memiliki beberapa fungsi seperti fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta Fungsi didaktif yang mendidik para pembaca karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalamnya. Fungsi estetis, yaitu memberikan nilai-nilai Serta fungsi moralitas, mengandung nilai moral yang tinggi sehingga para pembaca dapa mengetahui moral yang baik dan buruk. DAFTAR RUJUKAN Ikram. Filologi Nusantara. Jakarta: Pustaka Jaya Bogdan dan Taylor. Prosedur Penelitian. Dalam Moleong. Pendekatan Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta. Jan Van Luxemburg, dkk. Pengantar Ilmu Sastra. Gramedia Jakarta. Kosasih. Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya. Wellek. Renne Dan Austin Warren. Teori Kesusastraan (Diterjemahkan Oleh Melani Budiant. Jakarta: Pustaka Jaya.