Great: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam. Vol. 3 No. 1, 2026, pp. e-ISSN: 3032-7253 Doi: https://doi. org/10. 61111/great. Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship Siti Khumairoh. Adhi Pradiptya. dan Asih Niati. Universitas Semarang. Indonesia. sitikhumairohsafii@gmail. Universitas Semarang. Indonesia. adhipradiptya@usm. Universitas Semarang. Indonesia. asihniati@usm. Abstract This research aim to determine and analyze influence spiritual motivation, management time and entrepreneurship on independence economy based santripreneurship . tudy at the LP3iA Narukan Islamic Boarding Schoo. Type research used is method study quantitative with use tool data processing in the form of SPSS version 26. Research use variables bound that is independence economy and 3 variables free that is spiritual motivation , management time And entrepreneurship . Data in study This in the form of primary data with 34 respondents as sample of the 55 populations which are students active in the entrepreneurship unit Islamic boarding school . Retrieval sample use non-probability sampling technique with purposive sampling technique . Previously research related the same variable there is gap, then need done study update. Results study This show that spiritual motivation And entrepreneurship own influence positive And significant to independence economy. Meanwhile management time own influence positive However No significant to independence economy . Keywords: Spiritual Motivation. Time Management. Entrepreneurship. Economic Independence. Santripreneurship Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terhadap kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship . tudi pada Pondok Pesantren LP3iA Naruka. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan alat pengolahan data berupa SPSS versi 26. Penelitian ini menggunakan variabel terikat yaitu kemandirian ekonomi dan 3 variabel bebas yaitu motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan. Data dalam penelitian ini berupa data primer dengan 34 responden sebagai sampel dari 55 populasi yang merupakan santri aktif dalam unit kewirausahaan pesantren. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian sebelumnya terkait variabel yang sama terdapat kesenjangan, maka perlu dilakukan penelitian pembaruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi spiritual dan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Sedangkan manajemen waktu memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Kata Kunci: Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu. Kewirausahaan. Kemandirian Ekonomi. Santripreneurship Article History: Received Revised Accepted Available online : December/02/2025 : January/31/2026 : January/31/2026 : https://journal. id/index. php/great/article/view/1105 12 | Khumairoh. Pradiptya. Niati. : Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship PENDAHULUAN Sistem pendidikan berpotensi membentuk sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif dalam berbagai disiplin ilmu, serta mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan agama dengan ilmu terapan yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat (Muttaqin, 2. Pondok pesantren di Indonesia berperan sebagai model inspiratif bagi pengembangan berbagai institusi pendidikan, mengingat posisinya yang signifikan mudah diterima dalam masyarakat luas (Fauzul et al. , 2. Menurut (Dofiri & Istianah, 2. perubahan paradigma menunjukkan bahwa fokus pesantren tidak hanya terbatas pada pendidikan berbasis agama, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan generasi berkarakter religius. Pemberdayaan santri sebagai sumber daya manusia merupakan representasi keilmuan saat terjun di masyarakat. Lulusan pesantren bukan hanya mampu mencetak cendekiawan keilmuan Islam, namun juga kompeten dengan ilmu sosial. Pada persaingan global santri dituntut untuk menguasai fundamental diri dalam menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan sendiri, mengemban tanggung jawab serta menunjukkan inisiatif tanpa mengabaikan konteks sosial. Kemandirian merujuk pada faktor kemampuan psikologi dan sosial untuk berusaha menjaga kelangsungan hidupnya tanpa tekanan dan ketergantungan pada orang lain. Meskipun kemandirian tidaklah lepas dari membutuhkan orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Pentingnya penelitian ini adalah untuk menyoroti peran krusial pondok pesantren dalam memberdayakan santri dan melibatkan masyarakat. Santri yang telah diberdayakan diharapkan mampu membawa kemajuan kesejahteraan bagi keluarga mereka. Secara nilai kekeluargaan pondok pesantren dan masyarakat memiliki hubungan saling ketergantungan yang erat, bahkan berdirinya pondok pesantren tidak terlepas dari dukungan masyarakat Maka dari itu kemandirian harus terbentuk sejak dini di pesantren hingga lahirnya generasi lulusan yang mampu untuk meningkatkan kesehjahteraan ekonomi (Chamidi, 2. Beberapa pesantren telah menjadi contoh keberhasilan dalam mengembangkan unit usaha mandiri. Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan dikenal sebagai pelopor koperasi pesantren (Koppontre. yang mengelola unit ritel dan layanan keuangan mikro syariah (Asiah et al. , 2. Pesantren Al-Ittifaq di Bandung menerapkan sistem pertanian terpadu dan menjalin kemitraan dengan petani lokal (Muttaqin, 2. Pemberdayaan ekonomi skala ekspor dan lintas sektor seperti toserba, produksi air kemasan, produksi gula dan sebagainya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Pencapaian tersebut disusul oleh Pesantren Al-Anwar Sarang dengan percetakan dan dsitribusi kitab dan buku serta masih banyak lagi. Berdasarkan data EMIS Kemenag 2024/2025 jumlah santri aktif pada pondok pesantren berbasis nonformal tercatat lebih dari 9 juta. Sedangkan pada Pondok Pesantren LP3IA Narukan tercatat 2. 409 santri aktif dan memiliki prosentase 13 persen dari total santri yang tersebar di 137 pesantren pada kabupaten Rembang. Dari jumlah santri yang cukup besar diharapkan sebagai peluang sumber daya manusia (SDM) yang bisa memajukan ekonomi umat berbasis pesantren. Pernyataan oleh direktur pesantren (Said, 2. bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menjawab perubahan generasi. Salah satunya adalah dengan melayani kebutuhan dengan mengimbangi cara berpikir, mengembangkan bakat-minat serta memfasilitasi santri untuk berkembang. Santri sangat strategis diberdayakan dan diarahkan potensinya melalui jiwa kewirausahaan yang bertujuan kemandirian secara ekonomi. Melalui prasurvey yang ditujukan kepada 25 orang dari 180 total alumni Pondok Pesantren LP3IA sejak tahun 2015-2025. Menunjukkan bahwa prosentase tertinggi yaitu sebagai wirausaha. Unit usaha yang bisa dikembangkan oleh santri berupa koperasi, toko sembako, retail, peternakan, pertanian, jasa laundry hingga usaha kuliner (Syamrotun et al. Hal ini mencerminkan bahwa santri dan alumni bisa mencapai kemandirian ekonomi GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam. Vol. No. 1, 2026 | 13 berbasis santripreneurship. Sedangkan 32 persen lainnya berprofesi guru atau tenaga pengajar baik di lingkungan formal maupun non-formal. Profesi lainnya disini tidak diketahui secara detail yang merupakan pilihan selain dari dua profesi teratas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terhadap kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship pada Pondok Pesantren LP3IA Narukan. Penelitian terdahulu oleh (Bastomi & Sudaryanti, 2. bahwa motivasi spiritual memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kemandirian ekonomi santri Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang. Artinya, semakin tinggi nilai motivasi spiritual maka semakin baik kemandirian yang ditunjukkan dengan terpenuhinya kebutuhan santri seperti aktualisasi diri dan kerohanian. Sedangkan menurut penelitian (Lukmiyani, 2. Motivasi spiritual tidak menunjukkan signifikan pengaruhnya terhadap Menurut penelitian (Fandi et al. , 2. terkait manajemen waktu pada santri Pondok Pesantren Hidayatul QurAoan Lampung Timur, dimana manajemen waktu yang efektif dapat membangun jiwa kemandirian, meningkatkan integritas bagi para santri serta memupuk jiwa kemandirian ekonomi mereka. Sedangkan penelitian (Lestari & Makki, 2. bahwa manajemen waktu tidak signifikan terhadap kemandirian ekonomi. KAJIAN LITERATUR Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutupi diri terhadap berbagai kemungkinan kerjasama yang saling mengutungkan (Fauzul et al. , 2. Upaya kemandirian pada semua bidang terutama dibidang ekonomi sangat dianjurkan untuk berikhtiar dalam mencapai kesejahteraan. Allah SWT berfirman pada Q. S Ar-RaAod ayat 11 yang artinya AuSesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain DiaAy. Kemandirian Ekonomi Pesantren dapat diartikan sebagai sebuah proses dalam upaya perbaikan, penguatan dan penyempurnaan terhadap semua potensi dalam bidang ekonomi pondok pesantren sehingga dapat mencapai kemandirian, kemakmuran, dan kesejahteraan baik dari segi finansial maupun spiritual islami yang ada pada pesantren tersebut dan berdampak bagi pihak pesantren serta masyarakat yang ada pada lingkungan tersebut (Umiyah & Kusuma, 2. Kemandirian ekonomi di konteks pesantren dipahami sebagai kemampuan pesantren . an alumni santr. untuk memenuhi kebutuhan operasional dan keluarganya sendiri tanpa bergantung pada bantuan eksternal (Adrianto et al. , 2. Sedangkan menurut (Muhtarom et , 2. Kemandirian ekonomi pada kemampuan pondok pesantren salah satu kriterianya adalah unit usaha yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap operasional pendidikan dan pondok pesantren. Selain bertujuan pengembangan kemandirian ekonomi di pesantren tetapi juga untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan andal di bidang perekonomian. Menurut (Fandi et al. , 2. pengembangan kemandirian ekonomi berbasis Santripreneurship dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal adalah motivasi yang bersumber dari nilai-nilai spiritual. Dalam Al-QurAoan Allah SWT menjelaskan pada Q. Adz-Dzariyat: 56 yang artinya AuDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KuAy Berdasarkan firman tersebut, seorang muslim menyikapi kerohanian ini sebagai penyerahan diri melalui aktualisasi sepenuhnya hanya untuk Dzat yang menciptakannya. Nilai spiritual ini kemudian menjadikan Allah SWT sebagai pedoman awal untuk mencapai tujuan akhir hidupnya. Spiritualitas menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam kehidupan, menjadikan segala aktivitas didunia sebagai sarana untuk berbakti kepada Allah SWT. 14 | Khumairoh. Pradiptya. Niati. : Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship Motivasi spiritual merupakan kemauan yang bersumber dari prinsip agama sehingga mendasari upaya memperkuat karakter santri saat bermasyarakat agar tidak oleh budaya yang sifatnya keduniawian yang cepat berubah-ubah (Zufiyardi et al. , 2. Maka, semakin tinggi motivasi spiritual santri, semakin tinggi pula kemauan untuk mencapai tujuan, sehingga karakter kemandirianya lebih tinggi (Dofiri & Istianah, 2. Faktor eksternal kemandirian ekonomi berbasis Santripreneurship ialah tingkat keterampilan individu. Manajemen waktu sangat penting bagi santri untuk keseimbangan aktivitas sehari-hari. Fungsi-fungsi manajerial ini terdiri dari aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Dimana santri tidak hanya dituntut mengejar prestasi dan mengasah softskill di bidang pendidikan namun juga hardskill dan strategi dalam agar berbagai kegiatan agar terfokus dan terarah sesuai tujuan (Habib, 2. Sehingga, apabila seseorang mampu menjadi mengoptimalkan waktunya maka implikasi terhadap kemandiriannya akan besar. Dari kemandirian tersebut membentuk karakter yang mampu berkontribusi dan berdampak bagi orang lain. Kemandirian yang terorganisir serta didukung keterampilan memungkinkan efektif dibidang kemandirian ekonomi. Faktor eksternal lainnya yaitu peran kewirausahaan. kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship tidak lepas dari kewirausahaan. Menurut (Nanda & Fitryani, 2. kewirausahaan adalah penggerak kemandirian ekonomi. Jiwa kewirausahaan mempraktikkan kecakapan dalam model pembinaannya dibandingkan penguatan teori. Unit usaha pesantren mendukung pemberdayaan santri pada sector aktivitas ekonomi yang bersendikan nilai-nilai syariat. Pelatihan hardskill, kerja tim merupakan aset bagi sumber daya manusianya melalui implementasi doing by learning. Sehingga, semakin baik kewirausahaan maka semakin banyak kontribusinya terhadap kemandirian ekonomi. Ini berarti untuk dapat meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship maka perlu meningkatkan kewirausahaan. METODE PENELITIAN Populasi Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah sejumlah santri yang mengikuti prorgam kewirausahaan dari total keseluruhan dari santri pondok Pesantren LP3IA. Populasi adalah keseluruhan santri yang terlibat langsung dalam program unit kewirausahaan. Jumlah populasi penelitian ini tercatat sebanyak 55 orang. Sampel Menentukan besarnya sampel pada populasi penelitiaan ini, menggunakan metode pengambilan sampel yaitu non-probality sampling dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel diambil berdasarkan karakteristik tertentu, sehingga yang memenuhi kriteria sampel adalah sebanyak 34 responden. Tabel 1. Kriteria Populasi Penelitian Keterangan Jumlah Menempuh pendidikan minimal SMA/ Sederajat Belum menempuh pendidikan minimal SMA/ Sederajat Usia populasi 20-29 tahun Usia populasi kurang dari 20 tahun Menempuh pendidikan di pondok dari 3-8 tahun Jumlah Perempuan Jumlah Laki-laki Aktif berpartisipasi pada unit kewirausahaan milik pondok pesantren Sumber: Data sekunder diolah, 2025 GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam. Vol. No. 1, 2026 | 15 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan memberikan daftar pernyataan . kepada santri pondok Pesantren LP3IA yang sesuai dengan karakteristik sampel. Responden menjawab kuesioner untuk menentukan persepsi tentang pengaruh motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terhadap kemandirian ekonomi berbasis Lokasi dan Waktu Penelitian Objek dari penelitian ini dilakukan pada Pondok Pesantren (PP) LP3IA yang berlokasi di Desa Narukan RT 04 RW 02 Kecamatan Kragan. Kabupaten Rembang. Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan selama bulan Oktober 2025 dengan respondennya adalah santri yang aktif dalam unit kewirausahaan milik pesantren pada periode tersebut. Kerangka Penelitian Gambar 1. Kerangka Penelitian Sumber: Data diolah, 2025 Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan darinya (Sugiyono, 2. Variabel terikat (Dependen variabl. pada penelitian ini hanya satu yaitu kemandirian ekonomi, sedangkan (Independen variabl. variabel bebasnya diantaranya adalah motivasi spiritual, manajemen waktu dan Sehingga hipotesis yang dihasilkan adalah: H1: Motivasi Spiritual berpengaruh terhadap Kemandirian Ekonomi H2: Manajemen Waktu berpengaruh terhadap Kemandirian Ekonomi H3: Kewirausahaan berpengaruh terhadap Kemandirian Ekonomi Operasional Variabel Variabel Penelitian Kemandirian Ekonomi (Y) Table 2. Operasional Variabel Indikator Pernyataan Punya tujuan dan Sumber Saya punya tujuan dan rencana yang Skala matang untuk stabilitas ekonomi, likert 1maka saya harus menpersiapkannya 5 dengan sungguh-sungguh serta tidak pantang menyerah Kemandirian dalam Saya dapat membuat keputusan berdasarkan nilai manfaat dan keuntungan berkelanjutan tanpa intervensi dari pihak lain 16 | Khumairoh. Pradiptya. Niati. : Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship Mengurangi Saya ketergantungan pada orang lain dalam mengelola finansial Semangat tinggi Saya memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi ekonomi umat Islam Berkolaborasi dan Saya kerjasama tim bekerjasama dan menjalin kemitraan dengan pihak lain di bidang ekonomi Motivasi Motivasi akidah Saya berkeyakinan Allah akan Skala Spiritual dan likert 1(X. kemakmuran kepada saya Motivasi ibadah Saya konsisten dalam beribadah dan menjalankan perintah Allah agar memeroleh kedamaian Saya selalu berpegang pada nilainilai Islam menjalankan kegiatan sehari-hari Motivasi muamalah Saya memprioritaskan kejujuran dan transparansi dalam menjalankan tugas maupun usaha Saya aktif dalam kegiatan dan komunitas positif untuk berbagi motivasi dalam menjemput rezeki halalan toyyiban Manajemen Penetapan tujuan Saya menetapkan tujuan agar hidup Skala Waktu lebih terarah dan disiplin waktu likert 1(X. Menetapkan prioritas Saya dapat memprioritaskan antara 5 kewajiban dan kegiataan pilihan dengan efektif Kontrol penundaan Saya dapat menghindari penundaan dan kebiasaan tidak produktif Pengendalian Saya dapat mengikuti kegiatan sesuai jadwal dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat Evaluasi penggunaan Saya secara teratur mengevaluasi penggunaan waktu dan membuat perubahan jika dibutuhkan Kewirausahaan Inovasi dalam Saya dapat menciptakan produk Skala (X. menciptakan produk yang menarik likert 1konsumen Kemampuan Saya mampu mengenali minat dan mengasah minat dan mengasah keterampilan melalui kewirausahaan dalam menghadapi kemandirian ekonomi Kemampuan Saya mampu mengelola dan dan berkontribusi dengan baik dalam GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam. Vol. No. 1, 2026 Menambah Pengambilan resiko | 17 Saya bertambah kreatif dalam mengikuti kewirausahaan dalam mencapai kemandirian ekonomi Saya dapat mempertimbangkan, menganalisa dalam mengambil resiko atas pengelolaan usaha dalam mencapai kemandirian ekonomi Sumber: Data primer 2025 Metode Analisis Pengumpulan data kemudian diolah secara kuantitatif. Metode analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terhadap kemandirian ekonomi. Data statistik berupa numerik sehingga dapat disimpulkan kesesuaian hipotesis dan perumusan hasil kesimpulan. Uji validitas dan reliabilitas instrument penting untuk memastikan keabsahan dan hasil yang konsisten. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji validitas digunakan untuk mengetahui sah atau tidaknya instrument penelitian pada Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom . = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Besar . = 34-2 = 32, dan alpha 0,05 atau 5% maka menghasilkan nilai r tabel sebesar 0,3388 Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan indikator tersebut valid. Adapun hasil perhitungan uji validitas pada penelitian ini adalah: Tabel 3. Hasil Pengujian Korelasi Instrumen Penelitian Variabel Kemandirian Ekonomi Motivasi Spiritual Manajemen 0,696 Waktu Kewirausahaan Sumber: Data primer diolah, 2025 Dari tabel 4. 9 dapat dilihat bahwa semua indikator yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan memiliki koefisien korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan r tabel = 0,3388. Sehingga semua indikator dari variabel dependent maupun independent yang ada dalam penelitian ini adalah valid. Uji T digunakan untuk mengetahui signifikansi dan pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial atau terpisah. Dengan tingkat kepercayaan 95% atau () = 0,05 terdapat pengaruh signifikan sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan rumus df = n-k, dimana n = jumlah sampel . k = jumlah variabel, maka df = 34-3 = 31 diperoleh nilai t tabel 1,695. Hasil output untuk uji statistik t dilihat dari tabel Coefficient. 18 | Khumairoh. Pradiptya. Niati. : Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship Tabel 4. Hasil Output Uji T SPSS 26 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. MotivasiSpiritual ManajemenWaktu Kewirausahaan Dependent Variabel: KemandirianEkonomi Berdasarkan dari tabel di atas, dapat dilihat masing-masing nilai t hitung dan nilai signifikansi variabel independen. Dengan demikian diperoleh hasil sebagai berikut: Uji hipotesis motivasi spiritual (X. terhadap kemandirian ekonomi (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh t hitung sebesar 2,177 > t tabel 1,695. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya motivasi spiritual berpengaruh terhadap kemandirian ekonomi. Nilai signifikansi variabel X1 sebesar 0,021 < 0,05 . ebih keci. maka berkesimpulan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap Y. Uji hipotesis manajemen waktu (X. terhadap kemandirian ekonomi (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh t hitung sebesar 2,069 > t tabel 1,695. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya manajemen waktu berpengaruh terhadap kemandirian ekonomi. Nilai signifikansi variabel X2 sebesar 0,079 > 0,05 . ebih besa. maka berkesimpulan bahwa variabel X2 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Uji hipotesis kewirausahaan (X. terhadap kemandirian ekonomi (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh t hitung sebesar 3,033 > t tabel 1,695. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya kewirausahaan berpengaruh terhadap kemandirian ekonomi. Nilai signifikansi variabel X3 sebesar sebesar 0,001 < 0,05 . ebih keci. maka berkesimpulan bahwa variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap Y. Tabel 5. Koefisiensi Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Kewirausahaan. MotivasiSpiritual. ManajemenWaktu Dependent Variabel: KemandirianEkonomi Sumber: Data primer diolah, 2025 Berdasarkan tabel di atas, didapatkan koefisien determinasi (Adjusted R Squar. yaitu 510 atau 51%. Dimana variabel independennya yaitu motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan sebesar 51% terhadap kemandirian ekonomi. Sedangkan sisanya 49% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini seperti pelatihan SDM, kepemimpinan kyai, dan sebagainya. PEMBAHASAN Pada variabel dependen, yaitu kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship, dan variabel independen, yaitu motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terdapat GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam. Vol. No. 1, 2026 | 19 hubungan yang menunjukkan korelasi yang kuat. Pengaruh motivasi spiritual terhadap kemandirian ekonomi ditunjukkan berdasarkan hasil uji T. Bahwa motivasi spiritual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Hal ini sesuai dengan hipotesis bahwa semakin baik motivasi spiritual, maka semakin tinggi tingkat kemandirian Hal ini dapat ditafsirkan bahwa dengan meningkatkan indikator-indikator dari motivasi spiritual seperti motivasi akidah, motivasi ibadah dan motivasi muamalah berintegrasi dengan semangat kemandirian. Didukung penelitian terdahulu oleh (Bastomi & Sudaryanti, 2. Ketercapaian kemandirian dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya berkeyakinan memiliki kemampuan dalam menjalankan usaha, penerapan nilai ajaran agama dalam menjalankan usaha, serta landasan usaha yang beorientasi pada ibadah. Oleh karena itu, pesantren telah memberikan fasilitas untuk diikuti santri dengan tujuan pengembangan pengetahuan dan pengalaman yang mampu menguatkan kemandirian ekonomi berbasis Berdasarkan hasil uji T menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Sehingga hipotesis kedua Hal ini dapat ditafsirkan bahwa meskipun santri memiliki manajemen waktu yang baik, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan atau memberikan pengaruh yang kecil terhadap kemandirian ekonomi pada santri pondok pesantren LP3IA Narukan. Indikator manajemen waktu yang meliputi penetapan tujuan, menetapkan prioritas, kontrol penundaan, pengendalian gangguan, evaluasi penggunaan waktu. Sesuai pengertian manajemen waktu yaitu kemampuan dalam merencanakan, memprioritaskan dan mengatur waktu antara kegiatan pesantren . badah dan belaja. dengan kegiatan pengembangan kemandirian di bidang ekonomi. Santri dengan manajemen waktu yang baik, sehingga dicapai semua kegiatan secara produktif agar seimbang antara jadwal kegiatan wajib dan praktik kewirausahaan sehari-hari. Sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh (Lestari & Makki, 2. bahwa manajemen waktu tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian Selain itu, banyak santri membutuhkan masa pendidikan lebih lama karena fokus belajarnya harus terbagi selama menjalani aktivitas pengembangan dan pemberdayaan ekonomi di pesantren. Sehingga problematika tersebut menjadi hal yang dapat menganggu tingkat kecakapan. Berdasarkan hasil uji T menunjukkan bahwa kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Hal ini sesuai dengan hipotesis bahwa semakin baik kewirausahaan, maka semakin tinggi tingkat kemandirian ekonomi. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa dengan meningkatkan indikator-indikator dari kewirausahaan seperti berinovasi dalam menciptakan produk, kemampuan mengasah minat dan bakat, kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha, menambah kreativitas, pengambilan resiko berintegrasi dengan semangat kemandirian. Kewirausahaan berpengaruh pada kemandirian ekonomi santri didukung oleh penelitian (Badruzzaman et al. , 2. bahwa kewirausahaan adalah suatu proses dimana santri mengembangkan keterampilan-keterampilan penting yang memungkinkannya menjadi pelajar yang mandiri, santri dimotivasi oleh tujuannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis olah data yang telah diperoleh mengenai motivasi spiritual, manajemen waktu dan kewirausahaan terhadap kemandirian ekonomi berbasis santripreneurship pada pondok pesantren LP3IA Narukan. Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, bahwa variabel motivasi spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Artinya semakin tinggi motivasi spiritual santri maka akan semakin tinggi pula kemandirian ekonomi pada pondok pesantren LP3IA Narukan. 20 | Khumairoh. Pradiptya. Niati. : Pengaruh Motivasi Spiritual. Manajemen Waktu dan Kewirausahaan terhadap Kemandirian Kemandirian Ekonomi Berbasis Santripreneurship Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, bahwa variabel manajemen waktu berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Artinya meskipun santri memiliki manajemen waktu yang baik, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan atau memberikan pengaruh yang kecil terhadap kemandirian ekonomi pada pondok pesantren LP3IA Narukan. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, bahwa variabel kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi. Artinya semakin baik kewirausahaan santri maka akan semakin tinggi pula kemandirian ekonomi pada pondok pesantren LP3IA Narukan. REFERENSI