ISSN : 2442-4986 An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat . -Journa. Volume 10 . Desember 2023 DOI : http://dx. org/ 10. 31602/ann. PENGARUH SODA ASH DAN MEDIA FILTER SINTETIS TERHADAP KEKERUHAN DAN pH AIR EFFECT OF SODA ASH AND SYNTHETIC FILTER MEDIA ON TURBIDITY AND pH OF WATER Ismi Ridha1. Abdul Khair2*. Munawar Raharja3. Noraida4 1,2,3,4Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jl. Mistar Cokrokusumo. Sungai Besar. Kota Banjar Baru, *Authors Correspondence : ulunkhair2@gmail. ARTICLE INFO Article history Received: Sept 2023 Accepted: Oct 2023 Published Online : Dec 2023 Keywords: Turbidity. Synthetic Filter Media. Soda Ash Kata Kekeruhan. Media Filter Sintetis. Soda Ash ABSTRACT People in Barito Kuala Regency still use river water for their daily needs. The turbidity value of the river water is 90 NTU and the pH is 3. 1 which does not meet the maximum allowable levels for turbidity of less than or equal to 3 NTU and pH 5 and 8. Water treatment methods are very diverse, including neutralization and filtration. Filtration media is a filter that can function to reduce the level of water turbidity. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of soda ash and filtration using synthetic filter media on turbidity and pH of Anjir Pasar river water. This type of research is an experiment with pretestpostest design with control group. Variations of synthetic filter media used are without filter media, catridge foam, cloth, cotton, and a combination of filter media Turbidity before treatment was 42 NTU with a pH of 3. After neutralization using 10 grams of soda ash, the pH of the river water became 7. Meanwhile, the turbidity decreased to 36. 55 NTU, 18. 26 NTU, 3. 89 NTU, 10. NTU, and 7. 9 NTU after filtration with a media thickness of 60 cm with a turbidity reduction percentage of 13%, 57%, 91%, 74%, and 84%. The results of statistical analysis showed that there were differences in each type of synthetic filter media on the decrease in turbidity level and there were no differences in each type of synthetic filter media on the pH quality of Anjir Pasar river water. ABSTRAK Masyarakat di Kabupaten Barito Kuala masih menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Nilai kekeruhan air sungainya sebesar 90 NTU dan pH sebesar 3,1 yang belum memenuhi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk kekeruhan sebesar kurang dari atau sama dengan 3 NTU dan pH antara 6,5 sampai 8,5. Cara pengolahan air sangat beragam, diantaranya netralisasi dan filtrasi. Media filtrasi merupakan saringan yang dapat berfungsi menurunkan tingkat kekeruhan air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh akibat penambahan soda ash dan penggunaan media filter sintetis pada pH dan kekeruhan air sungai Anjir Pasar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan pretestpostest with control group. Variasi media filter sintetis yang digunakan yaitu tanpa media filter, busa catridge, kain, kapas, dan kombinasi jenis media filter. Kekeruhan sebelum perlakuan sebesar 42 NTU dengan pH sebesar 3,8. Setelah dilakukan netralisasi menggunakan 10 gram soda ash, pH air sungai menjadi 7,5. Sedangkan kekeruhan mengalami penurunan menjadi 36,55 NTU, 18,26 NTU, 3,89 NTU, 10,75 NTU, dan 7,9 NTU setelah dilakukan filtrasi dengan ketebalan media 60 cm dengan persentase penurunan kekeruhan sebesar 13%, 57%, 91%, 74%, dan 84%. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan tiap jenis media filter sintetis terhadap penurunan tingkat kekeruhan dan tidak ada perbedaan tiap jenis media filter sintetis terhadap kualitas pH air sungai Anjir Pasar An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat . -Journa. is licensed under a Creative Commons Attribution-Non Commercial 4. 0 International (CC BY NC) license. Copyright A 2023 by Authors Ismi Ridha dkk: Pengaruh Soda Ash Dan Media Filter Sintetis Terhadap Kekeruhan Dan pH Air PENDAHULUAN dosis soda ash 1% sebanyak 2,5 ml dengan hasil yang didapat yaitu tingkat kekeruhan awal 96 NTU menjadi 9 NTU, dan pH awal 6,85 menjadi 7,12 . Untuk meningkatkan kualitas air sungai yang digunakan masyarakat dapat digunakan sebagai air untuk keperluan hygiene dan sanitasi maka peneliti menawarkan alternatif pemecahan masalah yaitu dengan melakukan pengolahan air melalui proses netralisasi menggunakan soda ash untuk menetralkan pH air dan filtrasi menggunakan media filter sintetis . ain, busa catridge, dan kapa. untuk menurunkan tingkat kekeruhan, tidak menambahkan tahapan koagulasi agar dapat menjadi lebih praktis ketika diaplikasikan oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh akibat penambahan soda ash dan filtrasi menggunakan media filter sintetis pada kekeruhan dan pH air sungai Anjir Pasar. Survey yang dilakukan di Kabupaten Barito Kuala khususnya di Kecamatan Anjir Pasar diketahui sebagian masyarakat sudah menggunakan air PDAM untuk keperluan sehariAeharinya, namun tidak semua masyarakat mampu menggunakan jasa layanan air bersih, sehingga mereka masih menggunakan air sungai untuk keperluan sehariAeharinya. Kualitas air sungai tersebut masih belum memenuhi persyaratan khususnya terhadap parameter kekeruhan dan pH. Berdasarkan hasil uji pendahuluan pada 1 November 2021, air sungai memiliki tingkat kekeruhan mencapai 90 NTU dengan pH 3,1. Air sungai tersebut memiliki kekeruhan dan pH asam yang paling tinggi jika dibandingkan dengan air sungai yang ada di kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Air sungai umumnya mengandung padatan tersuspensi, berwarna coklat, memiliki pH yang cukup tinggi, dan sangat keruh. Padatan tersuspensi berasal dari lumpur dasar sungai dan naik melalui banyak kegiatan pelarutan. Air dengan terlalu banyak padatan dapat menyebabkan rasa tidak enak, menyebabkan mual, menyebabkan serangan jantung . enyakit jantun. , dan menyebabkan heat stroke pada ibu hamil. Untuk mengatasi masalah kebutuhan air bersih, dapat diterapkan proses pengolahan seperti oksidasi, absorpsi, koagulasi, flokulasi, dan filtrasi. Proses pengolahan yang digunakan harus sesuai dengan kondisi sumber air baku, kondisi sosial budaya, dan ekonomi serta sumber daya manusia masyarakat setempat. Penelitian pengolahan air bersih agar layak digunakan oleh masyarakat telah dilakukan oleh banyak peneliti, seperti penelitian yang dilakukan oleh Marsono, yang menunjukkan bahwa pengolahan air dengan filtrasi menggunakan media filter berjenis media fabrikasi . apas dacro. terjadi penurunan kekeruhan sebesar 44,3% pada ketebalan 10 cm dan laju aliran 6 m3/m2/jam, sedangkan media plastik PET hanya mampu menurunkan tingkat kekeruhan sebesar 23,63% dengan ketebalan dan kecepatan aliran yang Hal ini menunjukan bahwa media filter kapas dacron mampu memberikan kontribusi yang baik untuk unit filter. Penelitian Bancin. , & Nuzlia, , menunjukkan peningkatan kualitas air pada parameter kekeruhan dan pH yang optimum terjadi pada penambahan dosis tawas 1% sebanyak 5 ml dan BAHAN DAN METODE Penelitian eksperimental yaitu uji coba penambahan dosis soda ash dan filtrasi menggunakan variasi jenis media filter sintetis terhadap kualitas air sungai agar menjadi air yang dapat digunakan untuk keperluan hygiene dan sanitasi ditinjau dari parameter kekeruhan dan pH. Adapun variasi jenis media filter yang dimaksud yaitu tanpa media filter, media filter busa catridge, media filter kain, media filter kapas, dan kombinasi jenis media filter. Penelitian ini dilakukan dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai April 2022. Rancangan penelitian adalah pretestpostest with control group, yaitu pengukuran yang dilakukan pada kelompok sampel sebelum dan sesudah diberi perlakuan untuk melihat perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian air sungai yang digunakan oleh warga di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Jumlah air yang diambil sebanyak 100 liter. Air sampel terlebih dahulu dilakukan pengukuran pH awal sebelum diberikan perlakuan. Selanjutnya dilakukan netralisasi menggunakan soda ash dengan dosis tertentu . ilakukan hingga pH air berada pada 7,. Air yang keluar dari bagian outlet filter dilakukan pengukuran pH akhir dan pengambilan sampel untuk tingkat kekeruhan sesudah perlakuan yang akan diperiksa di Laboratorium Kimia Jurusan Kesehatan Lingkungan. Data penelitian dibuat dalam bentuk grafik dan table. Ismi Ridha dkk: Pengaruh Soda Ash Dan Media Filter Sintetis Terhadap Kekeruhan Dan pH Air Selanjutnya menggunakan uji beda yaitu uji One Way Anova. Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Kekeruhan dan pH Sebelum Perlakuan Parameter HASIL DAN PEMBAHASAN Satuan Hasil Kondisi air sungai Anjir Pasar pada saat penelitian secara fisik terlihat keruh dan berwarna Hal tersebut disebabkan pada saat penelitian sedang musim hujan, adanya aktivitas kapal, dan aktivitas membuang limbah domestik ke sungai oleh masyarakat. Sebagian besar masyarakat menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci, dan kakus. Data hasil pemeriksaan sampel dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini. Hasil Pemeriksaan Baku Mutu O 25 NTU Kekeruhan NTU 6,5Ae8,5 Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa hasil pengukuran pH sebelum perlakuan sebesar 3,8, sedangkan hasil pengukuran kekeruhan sebelum dilakukan perlakuan yaitu sebesar 42 NTU. Hasil tersebut tidak memenuhi standar baku mutu jika dibandingkan dengan Permenkes Nomor 2 Tahun Selanjutnya sampel diberikan perlakuan berupa netralisasi menggunakan soda ash dengan hasil seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Kualitas pH Sesudah Penambahan Soda Ash Volume Air Dosis Soda Ash (Gra. (Lite. 0 gram 100 Liter 1 gram 100 Liter 2 gram 100 Liter 3 gram 100 Liter 6 gram 100 Liter 8 gram 100 Liter 10 gram 100 Liter 12 gram 100 Liter Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa soda ash mampu meningkatkan kualitas pH dan penambahan dosis soda ash yang bervariasi menghasilkan kenaikan pH yang juga bervariasi. Setelah dilakukan netralisasi, sampel diberikan perlakuan lanjutan yaitu filtrasi dengan variasi jenis media filter sintetis. Data hasil pemeriksaan sampel sesudah perlakuan seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-Rata Pengukuran Kekeruhan dan pH Sesudah Perlakuan Rerata Hasil Pengukuran Jenis Media Filter Kekeruhan (NTU) Tanpa Media Filter Busa Catridge Kain Kapas 36,55 18,26 3,89 10,75 Kombinasi Jenis Media Filter Tabel Persentase Penurunan Sesudah Perlakuan Kekeruhan Jenis Media Filter Rerata (%) Tanpa Media Filter Busa Catridge Kain Kapas Kombinasi Jenis Media Filter Berdasarkan pada Tabel 4, dapat diketahui bahwa persentase penurunan kekeruhan pada uji coba filtrasi tanpa media filter memiliki rata-rata sebesar 13%, pada variasi jenis media filter busa catridge didapatkan rata-rata sebesar 57%, pada variasi jenis media filter kain didapatkan rata-rata sebesar 91%, pada variasi jenis media filter kapas didapatkan rata- rata sebesar 74%, dan pada variasi kombinasi jenis media filter didapatkan rata-rata sebesar 84%. Hasil uji statistik seperti pada Tabel 5. Ismi Ridha dkk: Pengaruh Soda Ash Dan Media Filter Sintetis Terhadap Kekeruhan Dan pH Air Tabel 5. Hasil Uji Statistik Parameter Distribusi Kekeruhan Normal Uji Beda One way anova Nilai p 0,000 Kruskal-Wallis 0,608 mudah larut dalam air dan dapat membentuk larutan basa kuat. Kenaikan pH menggunakan soda ash lebih tinggi dibandingkan bahan lain seperti kapur tohor. Menurut Amri dalam penelitiannya bahwa netralisasi menggunakan soda ash bertujuan untuk meningkatkan kadar pH pada air yang asam dan mempertahankan kondisi pH yang sudah stabil. Adapun dosis yang digunakan yaitu 10 gram atau 1 sendok makan . ntuk 100 liter ai. , sedangkan filtrasi dapat menggunakan variasi jenis media filter sintetis. Data nilai pH air sampel dari hasil pengujian berbagai perlakuan telah dilakukan di uji secara Diketahui nilai rata-rata pH masingmasing perlakuan tidak berdistribusi normal sehingga digunakan uji Kruskal-Wallis. Nilai p pada uji Kruskall-Wallis parameter pH air sampel sebesar 0,608. Hal tersebut berarti bahwa secara statistik tidak ada perbedaan nilai pH air sampel dari berbagai perlakuan yang diberikan pada tingkat kesalahan . 0,05. Oleh karena hasil pengujian Kruskal-Wallis maka tidak dilakukan pengujian lanjutan. Dari hasil yang didapatkan mengenai pengolahan air sungai Anjir Pasar terhadap tingkat kekeruhan sesudah perlakuan jika dibandingkan dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dengan baku mutu tingkat kekeruhan sebesar kurang dari atau sama dengan 3 NTU maka air hasil perlakuan filtrasi tanpa media filter masih belum memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai air untuk keperluan higiene dan sanitasi. Tingkat kekeruhan yang tinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti saat pengambilan sampel sedang musim hujan, adanya aktivitas transportasi sehingga memicu ombak. atau arus pada air sungai, partikel dalam air dari limbah organik yang tinggi, selain itu kekeruhan pada air sungai juga disebabkan adanya lumpur yang terdiri dari bahan tersuspensi yang terbawa saat pasangsurut air sungai. Dalam penelitian Saputra dkk dinyatakan bahwa tingginya konsentrasi padatan tersuspensi dalam badan air akan menyebabkan kekeruhan yang dapat menyebabkan sinar matahari terhalang untuk proses fotosintesis sehingga air menjadi tidak produktif. Kekeruhan memang tidak menimbulkan dampak secara langsung bagi kesehatan. tetapi dapat mengurangi efektivitas proses desinfeksi pada proses penjernihan air, dapat mengganggu proses penyaringan, dapat menimbulkan gangguan estetika dalam air, sungai yang memiliki tingkat Tidak Normal Tabel 5 menunjukkan hasil uji statistik untuk kekeruhan dan pH dari berbagai perlakuan. Untuk parameter kekeruhan diketahui berdistribusi normal sehingga uji beda yang digunakan adalah One Way Anova. Nilai p dari uji One Way Anova sebesar 0,000 dan uji Least Significace Difference (LSD) berbeda semua. Untuk parameter pH diketahui tidak berdistribusi normal sehingga digunakan uji Kruskal-Wallis. Nilai p pada uji Kruskall-Wallis parameter pH air sampel sebesar 0,608. PEMBAHASAN Pada Tabel 1, pH air sampel sebelum perlakuan berada pada 3,8. Sungai Anjir Pasar merupakan salah satu sungai yang berada pada kawasan perairan gambut sehingga kecenderungan untuk memiliki pH rendah . Kondisi ini bersesuaian dengan penelitian Legowo dkk, bahwa air gambut yang banyak terdapat di daerah rawa maupun dataran rendah memiliki karakteristik nilai pH yang rendah, intensitas warna yang tinggi . erwarna merah kecoklata. , kandungan zat organik yang tinggi, kandungan kation yang rendah, dan kekeruhan dan kandungan partikel tersuspensi yang rendah. Rendahnya pH air sungai ini juga bersesuaian dengan hasil penelitian Setiyono di daerah sungai pasang surut yaitu nilai pH sebesar 4. Dalam penelitian Proksch et al dinyatakan bahwa kondisi pH dalam air dapat mempengaruhi toksisitas senyawa kimia dalam air, proses biokimiawi dalam air, proses metabolisme organisme dalam air, jika pH air yang dikonsumsi tidak seimbang sedangkan keasaman darah tinggi dapat menyebabkan hilangnya mineral dari tulang, organ, sel dan jaringan. Hal ini juga mempengaruhi penyerapan vitamin dan akumulasi limbah dan racun dalam tubuh, dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sedangkan pada proses pengolahan air, pH berpengaruh terhadap efektivitas proses koagulasi. Proses koagulasi akan maksimal apabila pH berada pada kondisi optimum yaitu berkisar 5,5Ae8,0. Pengaruh pH air sangat signifikan pada hasil proses jartest. Untuk memperbaiki kualitas air bersih dirumah tangga yang ditinjau dari parameter pH dan kekeruhan dapat menggunakan proses netralisasi dan filtrasi. Soda ash merupakan salah satu jenis garam natrium dari asam karbonat yang Uji Lanjutan Least Sig Diff Kesimpulan Berbeda semua Ismi Ridha dkk: Pengaruh Soda Ash Dan Media Filter Sintetis Terhadap Kekeruhan Dan pH Air kekeruhan tinggi tidak layak dijadikan sebagai air baku untuk keperluan air minum. Selain itu, pada air sungai Anjir Pasar diketahui bahwa adanya aktivitas membuang sampah ke sungai oleh masyarakat yang mana memungkinkan pada partikel-partikel tersuspensi terdapat zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu tingkat kekeruhan pada air tidak boleh diabaikan dan harus dikendalikan agar aman ketika digunakan sesuai dengan peruntukannya. Kerapatan pori-pori media filter sintetis sangat mempengaruhi hasil penurunan kekeruhan, semakin rapat pori-pori maka akan semakin tinggi daya saring terhadap zat-zat tersuspensi penyebab Namun, media dengan ketebalan yang tinggi dan pori-pori yang rapat akan lebih cepat jenuh, setelah beberapa waktu tertentu media telah mencapai maksimum, maka secara perlahan kemampuan untuk menyaring akan berkurang sehingga akan berdampak pada kualitas air sesudah pengolahan. Hal ini disebabkan oleh zat-zat penyebab kekeruhan yang sudah tersaring pada pori-pori media membentuk endapan yang menutupi sebagian pori-pori dari media. Sehingga, jika media sudah jenuh perlu dilakukan pencucian agar penurunan tingkat kekeruhan tetap mencapai hasil yang maksimal. Pada Tabel 5 ditunjukkan hasil uji statistic menggunakan uji beda. Untuk parameter kekeruhan digunakan uji One Way Anova dikarenakan data pada masing-masing perlakuan berdistribusi normal, diperoleh nilai p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa secara satistik ada perbedaan rata-rata nilai kekeruhan pada perlakuan yang diberikan pada tingkat kesalahan . 0,05. Oleh karena itu dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Least Significance Difference (LSD). Hasil uji LSD menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata nilai kekeruhan pada semua perlakuan. Disimpulkan bahwa perlakuan menggunakan Kombinasi Jenis Media Filter adalah perlakuan terbaik karena menghasilkan nilai kekeruhan terkecil . ,9 NTU) atau persentase penurunan sebesar 84% dan nilai pH sebesar 7,5. Filter agar kualitas pH dan kekeruhan air yang diambil dari sungai Anjir Pasar memenuhi kadar maksimum yang diperbolehkan. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih disampaikan kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan seluruh jajarannya sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA