Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 10 I No. 2, hal 258-268 DETERMINAN VOLUNTARY RISK MANAGEMENT DISCLOSURE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Popon Rabia Adawia1. Herlina Puspa Dewi2. Irwan Rutlan Atmadiredja3 Universitas Bina Sarana Informatika, 2,3STIE Dharma Agung. Cikarang adawia@gmail. com, 2puspadharmaagung@gmail. com, 3irwan. rutlan@gmail. Keyword Product diversification, geographical diversification, type of industry, company size, voluntary risk management disclosure, firm value Abstract The aim of this research is to examine the effect of voluntary risk management disclosure and its implication to firm value. Independent variables used in this research are product diversification, geographical diversification, type of industry and company size. Intervening variable is voluntary risk management disclosure. While the dependent variable in this study is firm value measured using TobinAos Q. This research used a sample of non financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in The sampling method in this research is purposive sampling and acquired 418 companies that meet the criteria. Hypothesis testing using multiple regression analysis. The results of this research showed that the higher the level of product diversification, geographical diversification, type of industry and company size, the higher the voluntary risk management Voluntary risk management disclosure has a positive influential on firm value, the wider the disclosure of corporate risk management, will increase the firm value, otherwise the less disclosure of corporate risk management, will decrease the firm value or the value are getting worse. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Aktivitas usaha pada tahun - tahun terakhir berlangsung dinamis, kompleks dan saling berkaitan erat. Keuangan di Amerika Serikat tahun 2008 yang mengalami krisis dan diikuti oleh beberapa negara di Eropa, menunjukkan contoh ketidakstabilan dalam sektor dunia keuangan dapat menurunkan kondisi perusahaan. Kasus laporan keuangan dimana terdapat perencanaan manipulasi secara sistematis dan terstruktur seperti Enron dan Worldcom menyadarkan beberapa pihak agar perusahaan perlu untuk memberikan informasi mengenai risiko yang dialami perusahaan. Proses pencapaian tujuan, ada kejadian yang memiliki kemungkinan untuk terjadi. Hal itu disebut dengan risiko. Umumnya risiko dunia bisnis berkaitan langsung dengan kegiatan investasi dan aktivitas-operasional perusahaan (Hadi,2. Manajemen risiko menjadi suatu kegiatan yang semakin penting dalam perusahaan dan organisasi. Manajemen risiko, seperti kegiatan manajemen lainnya, harus praktis, hemat biaya, dan membantu organisasi untuk terus bertahan dan bertumbuh. Pertumbuhan manajemen risiko secara langsung terkait dengan meningkatnya jumlah risiko organisasi karena menghadapi kompleksitas (Golberg & Palladini,2. Investor memerlukan informasi tentang mengantisipasi segala permasalahan yang terjadi dalam membuat keputusan investasi. Kebutuhan atas kualitas informasi kualitatif secara sukarela tentang berbagai topik seperti risiko perusahaan menjadi penting. Menurut (Miihkinen,2. , tahapan yang mengkomunikasikan manajemen risiko dengan kinerja secara inheren bermasalah, terutama dalam hal pengungkapan naratifnya. Kesulitan dalam pengungkapan risiko timbul dari informasi yang sensitive-komersial, yang berarti bahwa mengakibatkan eksploitasi strategis oleh pesaing dan juga fakta bahwa informasi risiko nyata ke depan dapat mendorong investor untuk menuntut perusahaan (Liebenberg & Hoyt,2. Untuk alasan ini, (Linsley dan Shrives,2. berpendapat bahwa manajer perusahaan mungkin tidak ingin mengungkapkan risiko informasi dalam laporan Mereka menegaskan bahwa pihak ketiga yang tidak memiliki kepentingan yang selaras dengan kepentingan perusahaan dapat menggunakan informasi yang diungkapkan dan bertentangan dengan tujuan kesejahteraan Dampak biaya kepemilikan terhadap nilai perusahaan dan posisi kompetitif yang muncul dari pengungkapan risiko dapat menyebabkan sukarela memiliki dilema dalam pengungkapannya (Liebenberg & Hoyt, 2. Praktek pelaporan risiko yang efektif dapat menurunkan asimetri informasi antara membangun hubungan positif, memperkuat kepercayaan pada manajemen dan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Pengungkapan dikorelasikan dengan beberapa variabel seperti mekanisme Good Corporate Governance (GCG), karakteristik perusahaan, maupun kinerja keuangan perusahaan. Penggunaan variabel GCG tak lepas dari peran GCG dalam meningkatkan Karakteristik perusahaan terkait dengan kepemilikan saham maupun karakteristik bisnis perusahaan seperti diversifikasi dan jenis industri perusahaan. Kinerja perusahaan meliputi profitabilitas, likuiditas, leverage dan harga saham perusahaan. Fokus penelitian ini adalah pengungkapan risiko lembaga non keuangan yang listing di BEI tahun 2017, dimana belum terdapat penjelasan yang lebih lanjut mengenai regulasi yang menyangkut pengungkapan manajemen risiko. Sementara resiko yang terjadi pada perusahaan non perbankan pada masa sekarang lebih rumit dan memiliki resiko yang tinggi pula, sama dengan perusahaan perbankan. Adanya perbedaan dalam penelitian sebelumnya, memunculkan pertanyaan apa sajakah determinan voluntary risk management disclosure (VRMD). Padahal seperti yang kita ketahui bahwa semakin besar pengungkapan risiko kepercayaan investor dan nilai perusahaan tentu akan naik. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian perusahaan. VRMD dan implikasinya terhadap nilai Rumusan Masalah Atas dasar fenomena yang terjadi pada latar belakang dan kontradiksi hasil-hasil penelitian, maka dirumuskan beberapa masalah pada penelitian ini, yaitu: Apakah diversifikasi produk berpengaruh Voluntary Risk Management Dislosure? Apakah diversifikasi geografis berpengaruh Voluntary Risk Management Dislosure? Apakah jenis industri berpengaruh terhadap Voluntary Risk Management Dislosure? Apakah ukuran perusahaan berpengaruh Voluntary Risk Management Dislosure? Apakah Voluntary Risk Management Disclosure berpengaruh terhadap nilai perusahaan? II. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori signalling menyebutkan, perusahaan dengan kualitas yang baik akan dengan sengaja memberikan sinyal pada pasar yang berupa Informasi tersebut yang akan menjadi pembeda perusahaan yang berkualitas baik dan perusahaan yang berkualitas buruk. AuAgar sinyal tersebut efektif, maka harus dapat ditangkap pasar dan dipersepsikan baik, serta tidak mudah ditiru oleh perusahaan yang berkualitas burukAy (Husnan. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai yang belum diketahui oleh investor, maka informasi tersebut akan dianalisis sehingga dapat disimpulkan informasi tersebut sebagai signal baik atau buruk. AuJika informasi tersebut memberikan signal baik maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar yang reaksinya akan terlihat dari adanya perubahan tingkat penjualan sahamAy (Husnan. Agar nilai perusahaan meningkat, tentu manajemen menunjukkan kinerja keuangan yang baik yang tercermin dari laporan keuangan sebagai goodnews bagi investor. AuSelain dari manajemen perusahaan, juga ada informasi lain yang dapat menjadi pengukuran investor untuk menilai investasi, yaitu dari eksternal perusahaan yang berwujud kebijakan politik . ergantian pejabat eksekutif dan sebagainy. , keamanan suatu negara . erkait dengan keamanan investas. , kebijakan ekonomi, bencana alam dan lain sebagainyaAy (Husnan, 2. Teori Stakeholder Teori stakeholder adalah teori yang mempelajari hubungan dinamis dan kompleks antara perusahaan dengan lingkungan di sekitarnya yaitu stakeholder (Gray et al. , 1996 dalam Amran et al. , 2. Usaha dalam mencapai tujuan, perusahaan membutuhkan dukungan stakeholder dalam bentuk penyediaan sumber-sumber ekonomi bagi kegiatan operasi perusahaan. Apabila stakeholder mampu menyediakan mengendalikan sumber ekonomi yang penting bagi perusahaan, maka perusahaan akan bereaksi dengan cara memuaskan kepentingan para stakeholder-nya (Ullman, 1985 dalam Ghozali & Chariri, 2. Salah satu cara bagi perusahaan untuk memuaskan kepentingan stakeholder adalah dengan melakukan pengungkapan yang lebih luas. Berdasarkan teori stakeholder tersebut, perusahaan dengan tingkat risiko tinggi, akan berusaha mengungkap lebih banyak informasi risiko untuk menyediakan pembenaran dan penjelasan mengenai apa yang terjadi dalam perusahaan (Amran, et al. , 2. Jadi semakin tinggi risiko perusahaan, semakin banyak pula pengungkapan informasi risiko yang harus dilakukan, karena manajemen perlu menjelaskan penyebab risiko, dampak yang ditimbulkan, serta cara pengelolaan risiko oleh perusahaan (Linsley & Shrives, 2. Perusahaan yang mengungkap lebih banyak informasi risiko, akan menemukan bahwa pasar memberikan reaksi lebih baik mengenai posisi risiko perusahaan dan perusahaan kemudian dianggap berisiko lebih kecil dari sebelumnya (ICAEW, 1999 dalam Linsley & Shrives, 2. Jadi perusahaan yang lebih banyak mengungkap informasi risiko, akan dianggap lebih tidak berisiko daripada perusahaan yang mengungkapkan lebih sedikit informasi risiko. Kerangka Pemikiran Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh antara variabel dependen yaitu nilai perusahaan yang diukur menggunakan Tobins Q terhadap variabel independen berupa: diversifikasi produk bisnis, diversifikasi geografis, jenis industri, ukuran perusahaan dengan menggunakan variabel VRMD sebagai variabel intervening. Diversifikasi Produk Diversifikasi Geografis Voluntary Risk Management Disclosure (VRMD) Jenis Industri Nilai Perusahaan Ukuran Perusahaan Gambar 1 Kerangka Pemikiran Hipotesis Pengaruh Diversifikasi Perusahaan dengan Voluntary Risk Management Disclosure Diversifikasi kemungkinan menghadapi paparan risiko baru (Frenkel et al. , 2. Diversifikasi perusahaan termasuk diversifikasi produk dan diversifikasi daerah atau diversifikasi geografis (Huber, 2. Adanya penambahan jenis produk atau melakukan perluasan lokasi usaha / diversifikasi geografis, perusahaan harus melakukan lebih banyak upaya untuk mencapai target. Upaya diversifikasi ini juga dapat meningkatkan risiko kegagalan atau kebangkrutan pada segmen bisnis tertentu atau lokasi geografis. Perusahaan diversifikasi untuk mendapatkan keuntungan lebih, namun harus dapat menjelaskan risiko potensial kepada para pemangku kepentingan. Informasi tersebut penting untuk meyakinkan para pemangku kepentingan akan potensi perusahaan ke depannya. Hasil penelitian Taures . pengungkapan resiko sukarela. Hasil penelitian Shabani . ditemukan juga bahwa diversifikasi geografis berpengaruh positif terhadap luasnya pengungkapan resiko sukarela. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis penelitian seperti berikut ini: H1 : Diversifikasi produk berpengaruh positif terhadap VRMD H2 : Diversifikasi geografis berpengaruh positif terhadap VRMD Pengaruh Jenis Industri dengan Voluntary Risk Management Disclosure Industri dimana perusahaan bergerak akan menentukan karakteristik perusahaan, bagaimana perusahaan beroperasi, serta peraturan dan ketentuan yang harus ditaati oleh perusahaan Menurut Amran et al. , . perusahaan yang beroperasi pada industri yang menghadapi jenis risiko yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi kegiatan usaha, peraturan, kebijakan akuntansi, pengukuran, penilaian dan teknik pengungkapan yang berbeda sesuai dengan karakteristik industrinya, yang akan menghasilkan perusahaannya (Aljifri dan Hussainey, 2007 dalam Amran et al. , 2. Perusahaan High Profile Industry melakukan dibandingkan dengan perusahaan Low Profile Industry disebabkan karena pada perusahaan High Profile Industry kompleksitas usaha dan bisnis yang dijalankan lebih kompleks dan sensitif terhadap pengaruh-pengaruh luar seperti stabilitas politik dan tingkat persaingan yang ketat. Berbeda dengan perusahaan retailer yang memiliki risiko lebih kecil karena perusahaan-perusahaan retailer hanya menjual barang, tidak memproduksi. H3: Jenis industri berpengaruh positif terhadap VRMD Pengaruh Ukuran Perusahaan dengan Voluntary Risk Management Disclosure Besar kecil suatu perusahaan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengungkapan informasi suatu perusahaan. Perusahaan besar lebih banyak mengungkapkan informasi dibandingkan dengan perusahaan kecil dikarenakan perusahaan besar memiliki siklus bisnis yang lebih kompleks dibandingkan perusahaan kecil (Cowen et al. , 1987 dalam Hackston dan Milne, 1. Dapat dikatakan bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka pengungkapan resiko sukarelanya akan semakin banyak. Berdasarkan teori signaling, penting bagi perusahaan mempertahankan reputasi perusahaan karena perusahaan lebih dikenal di masyarakat, oleh karena itu perusahaan lebih termotivasi mengungkapkan resiko perusahaan untuk informasi bagi masyarakat sebagai sinyal baik. Teori signalling menyebutkan, perusahaan dengan kualitas yang baik akan dengan sengaja memberikan sinyal pada pasar yang berupa Informasi tersebut yang akan menjadi pembeda perusahaan yang berkualitas baik dan perusahaan yang berkualitas buruk. Perusahaan dengan kualitas baik akan mengungkapkan resiko perusahaan dengan lebih luas agar ditangkap pasar dan dipersepsikan lebih baik oleh pasar (Husnan, 2. , karena perusahaan kecil akan cenderung menutupi resiko agar tidak diketahui pasar. H4 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap VRMD Hubungan Voluntary Risk Management Disclosure dengan Nilai Perusahaan Teori sinyal digunakan untuk menjelaskan efek perilaku ketika dua pihak yang telah akses ke informasi yang berbeda telah mendapatkan momentum (Connelly, 2. Satu pihak, mengkomunikasikan . tau sinya. informasi dan pihak lain, penerima, diasumsikan memilih bagaimana menafsirkan sinyal (Connelly, 2. Banyak memanfaatkan teori sinyal untuk menjelaskan mengapa perusahaan mengungkapkan informasi secara sukarela kepada para pemangku kepentingan (Uyar & Kilic, 2. Amran et al. menyatakan bahwa suatu perusahaan yang memiliki nilai yang baik sebagai hasil dari penciptaan nilai modal dan sumber daya akan mencoba untuk menyampaikan sinyal fakta ini dengan mengungkapkan informasi lebih lanjut di laporan tahunan kepada para pemangku kepentingan. Tujuan perusahaan membuat pengungkapan sukarela untuk sinyal kabar baik kepada investor. Perusahaan berkinerja tinggi juga dilaporkan memiliki insentif untuk mengungkapkan informasi lebih lanjut kepada investor sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja yang lebih baik dari perusahaan pesaing (Mavlanova et al, 2. H5 : VRMD berpengaruh positif terhadap nilai i. METODE PENELITIAN Variabel Dependen Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah nilai sekarang . resent valu. dari free cash flow di masa mendatang pada tingkat diskonto sesuai rata-rata tertimbang biaya modal. Free cash flow merupakan aliran kas yang tersedia bagi investor . reditur dan pemili. setelah memperhitungkan seluruh pengeluaran untuk operasional perusahaan dan pengeluaran untuk investasi serta aset lancar bersih (Brigham & Davis, 2. Nilai perusahaan dalam penelitian ini mengacu pada penelitian Abdullah, et. yang menggunakan TobinAos Q sebagai alat ukur. MVE = Market Value Of Equity D = Debt (Total Hutan. Variabel Intervening. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah VRMD. VRMD adalah pengungkapan atas risiko-risiko yang dikelola perusahaan atau pengungkapan mengenai bagaimana perusahaan dalam mengendalikan risiko terkait masa mendatang. Risk management disclosure berpotensi memiliki manfaat untuk para analis, investor, dan stakeholders (Ruwita. Cahya 2. Perhitungan tingkat VRMD menggunakan pendekatan dikotomi yaitu setiap item VRMD yang diungkapkan diberi nilai 1, dan nilai 0 apabila tidak Setiap item akan dijumlahkan untuk VRMD. Formulasinya sebagai berikut: Variabel Independen Diversifikasi produk merupakan upaya perusahaan untuk mengembangkan jumlah produk usaha yang dijalankan perusahaan. Pengukuran Diversifikasi produk didasarkan pada penelitian Taures . yaitu dengan menghitung jumlah segmen bisnis yang dimiliki perusahaan. Diversifikasi geografis merupakan upaya perusahaan untuk mengembangkan jumlah wilayah pemasaran produk yang dijalankan perusahaan. Pengukuran diversifikasi geografis didasarkan pada penelitian Taures . yaitu dengan menghitung jumlah segmen geografi yang dimiliki perusahaan. Taures . menggunakan jumlah diversifikasi geografis sesuai jumlah negara. Jenis industri akan mempengaruhi perusahaan dalam rangka mengungkapkan risiko secara sukarela. Jenis industri dibagi dua: high profile industry dan low profile industry. Perusahaan yang termasuk dalam high profile adalah perusahaan yang memiliki tingkat sensivitas yang tinggi pada lingkungan, risiko politik tinggi atau tingkat persaingan yang ketat, sedangkan perusahaan low profile industry adalah perusahaan yang memiliki aktivitas operasi yang lebih sederhana, tingkat toleransi atas kegagalan yang lebih tinggi dan jauh dari sorotan masyarakat. Perusahaan yang masuk kelompok high profile industry diberi nilai 1 . sedangkan perusahaan yang masuk ke dalam kelompok low profile industry diberi nilai 0 . Perusahaan yang masuk kelompok high profile industry antara lain: bidang tambang, kimia, perhutanan, kertas, otomotif, penerbangan, agribisnis, rokok, makanan, energy, dan transportasi (Zuhroh dan Sukmawati, 2. Kelompok perusahaan low profile industry antara lain: bangunan, keuangan, property, dan tekstil. Ukuran perusahaan merupakan nilai yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan. Perusahaan besar, tentu mengungkapkan risiko dengan porsi yang berbeda dengan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan merupakan klasifikasi perusahaan berdasarkan jumlah dari kapasitas tenaga kerja, kapasitas produksi dan kapasitas modal. Ukuran perusahaan dihitung berdasarkan total asset. SIZE = Ln . otal asse. Populasi dan Sample Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan non finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan subjektivitas peneliti. Dalam metode purposive sampling, sampel dipilih berdasarkan pada kesesuaian karakterisitik dengan kriteria sampel yang ditentukan agar diperoleh sampel yang representatif. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah: Publikasi laporan tahunan dan annual report tahun 2017 secara lengkap. Perusahaan yang memiliki data lengkap terkait dengan variabel penelitian. Laporan keuangan disajikan dalam rupiah dan berakhir pada 31 Desember Metode Ananlisis Data Untuk pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan analisis multiple regression . egresi Adapun persamaan multiple regression untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah: VRMD = a b1 DIVPROD b2 DIVGEO b3 INDS b4 SIZE e Tobins Q = a b5 VRMD e Keterangan: VRMD : Indeks Pengungkapan Sukarela DIVPROD : Diversifikasi Produk DIVGEO : Diversifikasi Geografi INDS : Tipe Industri SIZE : Ukuran Perusahaan Tobins Q : Nilai Perusahaan IV. : Nilai residual HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Dekripsi sample Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 473 Penelitian dilakukan pada sampel pada tahun 2017, dan didapatkan sampel akhir pada penelitian ini seluruhnya sebanyak 418 unit Proses berdasarkan kriteria dapat dilihat pada Tabel 1 Risiko DAN Tabel 1 Deskripsi Sampel Jumlah Kriteria Seluruh perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2017 Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tidak lengkap yang telah diaudit dan dipubliskan pada Tahun 2017 Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan bukan dalam bentuk rupiah pada Tahun 2017 Jumlah Sampel Akhir Jmlh pengamatan 1 thn x jmlh sampel Perusahaan Sumber : w. Statistik Deskriptif Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah diversifikasi produk, diversifikasi geografis, jenis industri, ukuran perusahaan. VRMD dan nilai Variabel tersebut telah diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat pada tabel berikut ini: Tabel 2 Uji Statistik Deskriptif Sebelum Outlier Diversifikas i Produk Diversifikas i Geografis Ukuran Perusahaan VRMD Nilai Perusahaan Min. Max. Mean Std. Deviation 1,77 0,612 1,02 0,176 2,24x1013 0,615 0,897 0,701 0,060 0,046 89,276 1,295 4,791 Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2019 Berdasarkan Tabel 2. diketahui bahwa pada yang ekstrem harus didrop. Setelah melalui proses awalnya didapatkan seluruh sampel berjumlah outlier, dan tereliminasi sebanyak 103 perusahaan. Hasil uji screening data, terdapat 103 tersisa sebanyak 315 perusahaan. Hasil uji statistik perusahaan yang mempunyai data outlier atau deskriptif 315 perusahaan, tersaji pada Tabel 3. ekstrem, oleh karena itu perusahaan dengan data Tabel 3 Hasil Uji Statistik Deskriptif Setelah Outlier Mea Min. Max. Diversifikasi 1,74 Produk Diversifikasi 1,02 Geografis Ukuran 315 2x1010 3x1014 Perusahaan VRMD 315 0,615 0,872 0,689 Nilai 315 0,218 2,073 0,698 Perusahaan Sumber : Data Sekunder yang diolah, 2019 Pengujian Regresi Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh diversifikasi produk, diversifikasi geografis, jenis industri, ukuran perusahaan terhadap VRMD. Analisis regresi Std. Deviation 0,600 0,202 2,25x1013 0,470 0,299 linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh VRMD terhadap nilai perusahaan. Hasil analisis regresi selengkapnya tersaji sebagai Tabel 4 Hasil Uji t Persamaan Pertama Model 1 Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients (Constan. Diversifikasi Produk Diversifikasi Geografis Jenis Industri Std. Error Sig. -22,558 0,000 -0,688 0,030 0,060 0,005 0,544 12,429 0,000 0,081 0,014 0,247 5,762 0,000 0,026 0,007 0,152 3,545 0,000 0,002 0,175 3,991 0,000 0,007 Ukuran Perusahaan Sumber : Data Sekunder yang diolah, 2019 Keterangan: Y1 = VRMD X1 = Diversifikasi Produk X2 = Diversifikasi Geografis X3 = Jenis Industri X4 = Ukuran Perusahaan Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada Tabel 4. 14, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Persamaan Pertama: Y1 = -0,688 0,060X1 0,081X2 0,026X3 0,007X4 e Model 2 Beta Unstandardized Coefficients (Constan. 0,038 VRMD 1,294 Sumber : Data yang diolah, 2019 Stand. Coeff. Std. Error Beta 0,134 0,353 0,203 Sig. 0,286 0,775 3,666 0,000 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada Tabel 15, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Persamaan Kedua: Y2 = 0,038 1,294Y1 e Keterangan: Y1 = VRMD Y2 = Nilai Persahaan INTERPRETASI Hasil Uji Hipotesis 1: Pengaruh Diversifikasi Produk terhadap VRMD Pada Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel diversifikasi produk memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa diversifikasi produk berpengaruh terhadap VRMD. Hal ini menunjukkan bahwa H1 yang menyatakan diversifikasi produk berpengaruh positif terhadap VRMD diterima. Hasil penelitian didapatkan bukti bahwa diversifikasi produk berpengaruh positif terhadap VRMD. Semakin banyak diversifikasi produk maka semakin luas pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan, sebaliknya semakin kecil diversifikasi produk maka semakin sedikit pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Shabani . bahwa diversifikasi produk pengungkapan manajemen risiko. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Taures . bahwa diversifikasi produk berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengungkapan manajemen risiko perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009. Hasil Uji Hipotesis 2: Pengaruh Diversifikasi Geografis terhadap VRMD Pada Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel diversifikasi geografis memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa diversifikasi geografis berpengaruh positif terhadap VRMD. Hal ini menunjukkan bahwa H2 berpengaruh positif terhadap VRMD diterima. Menurut Frenkel et al. , diversifikasi menjadi peluang terbuka bagi perusahaan ketika mengelola risiko usaha. Diversifikasi ini termasuk diversifikasi produk dan diversifikasi daerah (Huber et al. , 2. Diversifikasi geografis semakin luas maka semakin tinggi berdampak pada banyaknya perusahaan untuk Zook keberhasilan upaya diversifikasi selama dekade lalu sebesar 10%. Hasil penelitian diperoleh bukti bahwa diversifikasi geografis berpengaruh positif terhadap VRMD. Semakin luas diversifikasi geografis maka semakin luas pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan, sebaliknya semakin sempit diversifikasi geografis maka semakin sedikit pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian penelitian Shabani . bahwa diversifikasi geografis berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan manajemen risiko perusahaan non keuangan yang terdaftar di Indonesia Stock Exchange tahun 2010. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Taures . bahwa diversifikasi geografis berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengungkapan manajemen risiko perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Hasil Uji Hipotesis 3: Pengaruh Jenis Industri terhadap VRMD Pada Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel jenis industri memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa jenis industri berpengaruh positif terhadap VRMD. Hal ini menunjukkan bahwa H3 yang menyatakan jenis industri berpengaruh positif terhadap VRMD Industri dimana perusahaan bergerak akan menentukan karakteristik perusahaan, bagaimana perusahaan beroperasi, serta peraturan dan ketentuan yang harus ditaati oleh perusahaan Menurut Amran et al. , . perusahaan yang beroperasi pada industri yang menghadapi jenis risiko yang berbeda-beda. Hasil penelitian didapatkan bukti bahwa jenis industri berpengaruh positif terhadap VRMD. Perusahaan High Profile Industry lebih banyak melakukan pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan, sebaliknya perusahaan Low Profile Industry, lebih sedikit melakukan pengungkapan manajemen risiko. Perusahaan High Profile Industry melakukan pengungkapan informasi lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan Low Profile Industry disebabkan karena pada perusahaan High Profile Industry kompleksitas usaha dan bisnis yang dijalankan lebih kompleks dan sensitif terhadap pengaruh-pengaruh luar seperti stabilitas politik dan tingkat persaingan yang ketat. Berbeda dengan perusahaan retailer yang memiliki risiko lebih kecil karena perusahaan-perusahaan Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Taures . bahwa jenis industri pengungkapan manajemen risiko perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Penelitian Wijananti . dan Shabani . juga melaporkan hal yang sama mengungkapkan risiko manajemen lebih banyak dibandingkan perusahaan low profile. Hasil Uji Hipotesis 4: Ukuran Perusahaan terhadap VRMD Pada Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap VRMD. Hal ini menunjukkan bahwa H4 yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap VRMD diterima. Besar kecil suatu perusahaan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengungkapan informasi suatu perusahaan. Perusahaan besar lebih banyak mengungkapkan informasi dibandingkan dengan perusahaan kecil dikarenakan perusahaan besar memiliki siklus bisnis yang lebih kompleks dibandingkan perusahaan kecil (Mavlanova, 2. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka pengungkapan resiko sukarelanya akan semakin Hasil penelitian didapatkan bukti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap VRMD. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin luas pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan, sebaliknya semakin kecil ukuran perusahaan maka semakin sedikit pengungkapan manajemen risiko secara sukarela yang disajikan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Taures . Lundberg . Fauzi . Shabani . Gunawan dan Zakiah . , serta Baroma . bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap luasnya pengungkapan manajemen risiko perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin termotivasi melakukan pengungkapan manajemen Perusahaan dengan ukuran besar memiliki kegiatan usaha yang lebih kompleks sehingga akan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat luas dan lingkungannya. Hasil Uji Hipotesis 5: Pengaruh VRMD terhadap Nilai Perusahaan Pada Tabel 5 menunjukkan bahwa variabel VRMD memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa VRMD berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa H5 yang menyatakan VRMD berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Teori sinyal dan teori agensi dapat digunakan untuk menjelaskan efek perilaku ketika dua pihak yang telah akses ke informasi yang (Connelly et al. , 2. Satu pihak, pengirim, diasumsikan memilih cara mengkomunikasikan . tau sinya. informasi dan pihak lain, penerima, diasumsikan memilih bagaimana menafsirkan sinyal (Connelly et al. , 2. Hasil penelitian didapatkan bukti bahwa VRMD berpengaruh positif terhadap nilai Semakin manajemen risiko perusahaan, maka semakin tinggi nilai perusahaan, sebaliknya semakin sedikit pengungkapan manajemen risiko perusahaan maka semakin rendah atau buruk nilai perusahaan. Praktik bahwa manajer cenderung mengungkapkan informasi sukarela untuk sinyal mekanisme tata kelola perusahaan yang baik dan konflik keagenan yang lebih sedikit, sehingga menyebabkan nilai perusahaan yang lebih tinggi (Lajili, 2. Pengungkapan risiko yang lebih banyak dapat memberikan manfaat bagi para manajer dalam hal mendapatkan imbalan yang lebih tinggi (Healy dan Palepu, 2. Perusahaan informasi risiko, dapat memberikan kualitas yang lebih baik dari sisi pengungkapan dan dapat menarik lebih banyak investor karena peningkatan kepercayaan sehingga akan meningkatkan nilai Hasil penelitian ini mendukung penelitian Hoyt dan Liebenberg . Jankensgard. Hoffman dan Rahmat . Abdullah . Devi. Budiasih, dan Badera . bahwa semakin tinggi perusahaan melakukan pengungkapan manajemen resiko maka semakin baik atau meningkat nilai perusahaan. PENUTUP Berdasarkan pembahasan bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pengujian penelitian ini Diversifikasi produk berpengaruh positif terhadap voluntary risk management disclosure perusahaan non keuangan yang listing di BEI Tahun 2017. Diversifikasi geografis berpengaruh positif terhadap voluntary risk management disclosure perusahaan non keuangan yang listing di BEI Tahun 2017 Jenis Industri berpengaruh positif terhadap perusahaan non keuangan yang listing di BEI Tahun 2017. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap voluntary risk management disclosure perusahaan non keuangan yang listing di BEI Tahun 2017. Voluntary perusahaan non keuangan yang listing di BEI Tahun 2017. DAFTAR PUSTAKA