p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Edukasi Penggunaan Obat Pada Kehamilan dan Menyusui Di Banjar Wongaya Kaja Desa Wongaya Gede Pande Made Desy Ratnasari1*. Agustina Nila Yuliawati2. Gusti Ayu Dewi lestari3. I Wayan Rama Wijaya Putra4 Program Studi Sarjana Farmasi. Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha Jalan Tukad Barito Timur No. Renon. Denpasar. Bali 1*desypandemade@gmail. 2nila290789@gmail. 3lestaridewi87@gmail. 4ramaw1383@gmail. Abstrak Penggunaan obat pada kondisi kehamilan dan menyusui untuk mengatasi berbagai keluhan yang dialami memerlukan perhatian khusus. Kurangnya pengetahuan terkait penggunaan obat dapat menyebabkan efek samping serius pada janin dan anak yang sedang menyusui. Untuk mencegah hal tersebut maka dilakukan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang aman selama kehamilan dan menyusui. Metode yang digunakan adalah pemberian penyuluhan menggunakan alat bantu power point dan leaflet. Kegiatan ini menyasar perkumpulan ibu-ibu di Banjar Wongaya Kaja Desa Wongaya Gede. Alat pengumpul data berupa kuesioner pre-test dan post-test. Frekuensi jawaban tepat dipersentasekan untuk memudahkan dalam melihat tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistika Wilcoxon . ingkat kepercayaan 95%) untuk melihat perubahan yang Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan responden secara signifikan . ilai p=0,. sebelum dan sesudah pemberian materi sebesar 16,5%. Kata Kunci: kehamilan, menyusui, obat, pengetahuan Abstract The use of medication during pregnancy and breastfeeding to treat the various complaints experienced requires special attention. Lack of knowledge regarding drug use can cause serious side effects on the fetus and breastfeeding children. To prevent this, education is provided regarding the safe use of drugs during pregnancy and breastfeeding. The method used is providing counseling using power point tools and leaflets. The target respondents were women in Wongaya Kaja. Wongaya Gede Village. The frequency of correct answers is presented to make it easier to see the respondent's level of knowledge before and after counseling. Next, the respondent's level of knowledge was analyzed using the Wilcoxon statistical . % confidence leve. to see whether any changes had occurred. The conclusion of this program is that there was a significant increase in respondents' knowledge . value=0. before and after providing the information by 16. Keyword: Pregnancy, breastfeeding, medication, knowledge Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN Kehamilan dan menyusui merupakan kondisi alamiah yang dapat terjadi pada wanita normal yang memiliki pasangan (Chalik et al. , 2. Kehamilan terjadi setelah pembuahan sel telur, terbentuknya zigot hingga berkembang menjadi janin (Ummah et al. , 2. Menyusui sendiri merupakan proses fisiologis yang dilakukan untuk memberikan asupan nutrisi pada bayi dari ibu secara optimal (Latuharhary et , 2. Selama kehamilan dan menyusui, ibu sering mengalami berbagai gangguan kesehatan yang memerlukan obat dalam Apabila keluhan tersebut tidak tertangani dengan baik, maka dapat berdampak pada kesehatan ibu dan Beberapa keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil maupun menyusui yaitu mual, muntah, demam, sakit kepala, batuk, pilek, diare dan konstipasi (Nurliana et al. , 2. Studi terdahulu menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dan menyusui menggunakan obat-obatan dan suplemen kesehatan untuk menangani beberapa keluhan yang dialami (Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, 2. Penggunaan obat pada kondisi hamil dan menyusui sangat perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan tidak semua obat dapat diberikan secara aman (Khasanah, 2023. Zulfa, 2. Dilaporkan bahwa sebanyak 2-3% kejadian cacat lahir akibat penggunaan beberapa obat seperti angiotensin converting enzyme inhibitor, carbamazephine, phenytoin, misoprostol, tetracycline, thalidomide, dan valproate acid (Burkey, 2013. Servey, 2. Pada kondisi menyusui, obat akan berdifusi masuk ke dalam air susu ibu (ASI) sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan bayi (Luthfiyanti, 2023. Zulfa, 2. Berdasarkan Food Drug Administration (FDA) terdapat lima kategori obat yaitu A. D dan X (Burkey. Dewi et al. , 2. Berdasarkan kategori tersebut, obat yang aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui masuk dalam kategori A dan B. Pada obat kategori A telah dilakukan peneliltian yang memadai serta tidak menimbulkan efek buruk pada janin. Pada obat dengan kategori B risiko pada janin minimal (FDA. Dua hasil penelitian di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dan Desa Pengengat. Lombok Tengah menunjukkan kesadaran dan penggunaan obat pada kondisi hamil dan menyusui masih kurang. Hal tersebut dapat disebabkan karena kurangnya edukasi, minimnya fasilitas dan tenaga kesehatan di pedesaan. Di Desa Cendana hanya memiliki 1 bidan serta jumlah kader tiap posyandu hanya 5 orang, sedangkan pada Desa Pengengat, edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan masih terbatas (Hanif et al. , 2018. Pradiningsih et , 2. Kondisi tersebut juga terjadi pada Desa Wongaya Gede. Kecamatan Penebel. Kabupaten Tabanan. Desa ini memiliki sembilan wilayah Banjar yang terdiri dari Wongaya Kaja. Wongaya Kangin. Wongaya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Ratnasari. Yuliawati. Lestari & Putra Kelod. Kloncing. Bendul. Bengkel. Batukambing. Amplas, dan Sandan (Budiwati et al. , 2. Berdasarkan survei wawancara pada Kepala Desa, pemberian edukasi terkait penggunaan obat yang aman pada kondisi hamil dan menyusui belum pernah dilakukan. Selain itu hanya terdapat satu puskesmas pembantu serta posyandu pada setiap Banjar. Dengan jumlah fasilitas kesehatan yang kurang dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang memerlukan pelayanan dan edukasi kesehatan, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang berdampak pada kurangnya mengenai pengobatan yang aman selama kehamilan dan menyusui. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penggunaan obatobatan yang aman pada kondisi hamil dan menyusui sehingga harapannya dapat pengetahuan masyarakat agar terhindar dari efek yang tidak diinginkan maupun merugikan dari penggunaan obat. II. METODE Kegiatan PkM ini dilakukan dengan cara perkumpulan ibu-ibu Banjar Wongaya Kaja yang berlokasi di Balai Banjar Wongaya Kaja. Penyuluhan dilakukan selama 90 menit dengan pembagian waktu kegiatan yaitu pemberian pre-test selama 10 menit, pemaparan materi selama 30 menit, lalu sesi diskusi tanya jawab selama 40 menit, dan terakhir mengisi post-test selama 10 Metode yang digunakan pada PkM ini adalah dengan pemberian penyuluhan berupa pemaparan materi dan edukasi mengenai obat yang aman digunakan oleh wanita selama kehamilan dan menyusui. Pemaparan materi menggunakan alat bantu berupa slide power point yang ditampilkan dengan proyektor serta dilengkapi leaflet. Pada slide power point dipaparkan sejumlah materi mengenai pengertian obat, golongan obat, klasifikasi obat, contoh obat yang aman dikonsumsi pada kondisi hamil dan menyusui serta pemberian edukasi. Leaflet memuat materi singkat dan padat yang telah tercetak dan dapat dibawa pulang. Alat ukur yang digunakan untuk responden menggunakan instrumen kuesioner yang telah tervalidasi. Dilakukan pengujian validitas kuesioner untuk melihat tingkat ketepatan materi yang diberikan saat penyuluhan dengan kuesioner yang dibuat (Yusoff, 2. Uji validitas dilakukan dengan cara mengkaji kuesioner pada dua orang pakar di bidang ilmu terkait, yaitu di bidang farmakologi dan farmasi klinis yang berasal dari Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha (Ummah et , 2. Diperoleh hasil uji validitas dengan nilai Item-Level Content Validity Index (I-CVI) sebesar 0,95 menggunakan prosedur validitas konten. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kuesioner yang dibuat telah valid karena nilai yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg diperoleh melebihi persyaratan standar nilai validitas konten (>0,. (Yusoff, 2. Reliabilitas kuesioner dipenuhi dengan nilai Croncbach alpha . sebesar 0,662, jika dibandingkan dengan nilai r tabel sebesar 0,632 dengan jumlah item pertanyaan 10 (Janna, 2. Hasil tersebut menunjukan bahwa kuesioner yang dibuat telah reliabel karena diperoleh nilai yang melebihi persyaratan pada r Oleh karena itu kuesioner tersebut dapat digunakan untuk mengukur Kuesioner diberikan pada saat pengisian pre-test . ebelum pemaparan mater. dan post-test . etelah pemaparan mater. Kuesioner berisikan 10 item pertanyaan yang memuat pertanyaan umum mengenai obat . ertanyaan 1-. , dan penggunaan obat untuk kategori hamil dan menyusui . ertanyaan 5-. dengan dua pilihan jawaban yaitu benar atau salah yang dijabarkan pada Tabel 3. Data yang diperoleh terkait jawaban tepat dari kuesioner pre-test dan post-test dihitung dengan cara menjumlahkan nilai tiap responden lalu dibagi dengan total responden kemudian dikalikan dengan 100 persen (Zulfa, 2. Selanjutnya dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov serta uji Wilcoxon untuk melihat penyuluhan (Maghfira, 2019. Syahza, i. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Banjar Wongaya Kaja mengenai obat yang aman digunakan pada kondisi hamil dan menyusui sehingga harapannya dapat mencegah dan mengurangi kesalahan penggunaan obat yang dapat berdampak pada kesehatan janin dan anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu hari yaitu Jumat tanggal 25 agustus tahun 2023 pada pukul 17. 30 WITA yang bertempat di Balai Banjar Wongaya Kaja. Tabel 1. Karakteristik responden Variabel Usia . <30 >40 Pendidikan Tidak SMP SMA Pekerjaan Petani Ibu rumah Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh 40 orang responden dengan jenis kelamin wanita yang telah menikah atau baru menikah dengan mayoritas . ,50%) berusia 30-40 tahun, tingkat pendidikan SMA . ,5%) dengan pekerjaan petani . %) yang ditampilkan pada Tabel 1. Pada rentang usia 20-35 tahun wanita secara biologis telah berada pada kondisi yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Ratnasari. Yuliawati. Lestari & Putra matang untuk mengalami kehamilan dan menyusui (Amanah, 2. Kegiatan perkumpulan ibu-ibu karena wanita dianggap berperan penting dalam menjaga kesehatan diri dan anggota keluarganya. Selain itu wanita juga lebih peduli pada harapannya dapat menyebarkan informasi kepada sanak saudara dan masyarakat sekitar (Robiyanto et al. , 2018. Ratnasari, dalam proses pengisiannya. Terdapat 5 orang responden yang bertanya dan kebingungan terkait maksud pertanyaan dari kuesioner tersebut. Hal ini dikarenakan tidak sedikit responden yang belum mengetahui informasi mengenai jawaban yang tepat dari beberapa pertanyaan yang telah disediakan karena minimnya pemberian edukasi maupun penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 1. Pengisian pre-test Kegiatan PkM ini diawali dengan pembukaan yaitu sambutan dari Kepala Desa Wongaya Gede dan perwakilan Banjar Wangaya Kaja. Setelah itu dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pre-test (Gambar . selama 10 menit terkait materi yang nanti akan diberikan. Pemberian pre-test bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum penyampaian materi (Fajrin et al. , 2022. Mustari et al. , 2. Pada proses ini tim PkM memandu dan membantu responden apabila terdapat kendala dan kebingungan Kegiatan selanjutnya merupakan acara inti berupa pemaparan materi selama 30 menit (Gambar . Materi yang diberikan terkait dengan pengenalan obat secara umum, kategori keamanan obat pada populasi khusus, contoh obat yang aman untuk ibu hamil dan menyusui serta dampak yang ditimbulkan apabila mengkonsumsi obat diluar kategori Penyampaian responden mendengarkan dengan baik dan seksama setiap materi yang diberikan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Selain itu mereka juga dibekali dengan leaflet yang telah dibagikan memuat materi secara singkat dan padat (Gambar 3 dan . Tujuan dari pemberian leaflet adalah sebagai media penunjang dalam memperjelas penyampaian materi. Leaflet memiliki ukuran yang kecil sehingga mudah untuk disimpan dan dibaca ulang dikemudian hari (Aliva et al. , 2. Bagi responden yang bertanya juga memperoleh hadiah sebagai bentuk Gambar 3. Pembagian leaflet Selama presentator juga mengadakan beberapa kuis untuk meningkatkan antusiasme dan perhatian responden. Responden yang berhasil menjawab soal kuis diberikan hadiah sebagai bentuk partisipasi dalam Pada akhir materi dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai materi yang disampaikan selama 40 menit (Gambar . Sesi ini bertujuan untuk pemahaman materi yang diberikan (Sandy. Terdapat delapan orang responden yang bertanya dengan rincian pertanyaan tertuang pada Tabel 2. Berdasarkan jumlah dan pertanyaan yang dikemukakan, responden tampak sangat bersemangat dan antusias mengenai materi yang Gambar 4. Leaflet Pada akhir kegiatan dilakukan pengisian kuesioner post-test selama 10 menit terkait materi penyuluhan (Gambar . Pemberian post-test bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan setelah penyampaian materi edukasi (Fajrin et al. Pada pengisian post-test tidak terdapat responden yang bingung dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Ratnasari. Yuliawati. Lestari & Putra Pada akhir kegiatan dilakukan pengisian kuesioner post-test selama 10 menit terkait materi penyuluhan. Pemberian post-test bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan setelah penyampaian materi edukasi (Fajrin et al. , 2. Pada pengisian post-test tidak terdapat responden yang bingung dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Berdasarkan pada Tabel 3, persentase jawaban tepat terendah pada pre-test berada pada pertanyaan nomor 3 dan 4 dengan nilai <50%. Hasil tersebut menandakan bahwa responden belum mengetahui informasi mengenai golongan obat secara umum. Terdapat 4 golongan obat yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras dan obat narkotika dan 3 golongan obat tradisional yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka (Adiyasa, 2. Dari beberapa golongan tersebut, tidak semua obat dapat digunakan pada ibu hamil dan menyusui (Anggraini et al. , 2. pada kondisi hamil dan menyusui, hampir sebagian responden masih keliru dalam menjawab khususnya terkait kategori obat untuk ibu hamil . ertanyaan nomor . dan obat demam yang dapat digunakan pada ibu menyusui . ertanyaan nomor . disampaikan bahwa menurut FDA, kategori obat yang aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui hanya termasuk dalam kategori A dan B, sedangkan kategori X tidak aman digunakan karena dapat Gambar 5. Sesi tanya jawab Pada poin pertanyaan 5-10 (Tabel . yang membahas penggunaan obat khusus Tabel 2. Pertanyaan responden Pertanyaan Responden Apa yang dimaksud dengan produk biologis pada kalimat di definis obat? Apakah golongan obat keras dapat dibeli di Apotek secara bebas?? Apakah semua jenis obat yang termasuk dalam kategori A dan B dapat digunakan untuk ibu hamil? Apakah keamanan obat parasetamol yang dijual di toko obat sama dengan di Apotek? Apakah parasetamol dapat digunakan untuk obat nyeri? Apakah semua obat yang bisa diminum pada ibu hamil bisa diminum pada ibu Apa perbedaan obat parasetamol dan ibuprofen dalam hal khasiat dan mekanisme kerjanya? Berikan contoh lainnya obat yang beredar di pasaran namun tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyebabkan risiko kelainan maupun kejadian yang sangat fatal pada janin serta tumbuh kembang anak (FDA, 2. Salah satu obat yang aman digunakan oleh ibu ibuprofen untuk meredakan demam (Susanti et al. , 2. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Tabel 3. Persentase jawab tepat pada kuesioner Jawaban tepat (%) Pertanyaan Pre-test Post-test Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi Golongan obat dibagi menjadi 4 golongan utama Obat golongan bebas terbatas dan obat bebas dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter Obat golongan keras dapat dibeli di apotek tanpa resep Penyalahgunaan obat dapat menyebabkan efek samping Obat untuk ibu hamil dengan kategori X dapat diberikan pada ibu hamil Obat paracetamol boleh untuk ibu hamil Obat nyeri bebas digunakan untuk ibu hamil Obat yang diminum oleh ibu yang menyusui dapat masuk kedalam air susu ibu Selain paracetamol, obat demam untuk ibu menyusui adalah Rata - Rata Hasil sebaran data dari jawaban tepat pengisian kuesioner pre-test dan post-test adalah terdistribusi normal . ilai p >0,. dengan nilai masing-masing 0,504 dan 0,620. Selanjutnya hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang . ilai p=0,. peningkatan jawaban tepat pada nilai pretest dari rata-rata sejumlah 70% menjadi 86,5% pada nilai post-test yang di tampilkan pada Tabel 3. Hal ini pengetahuan responden secara signifikan sebelum dan sesudah pemberian materi penyuluhan sebesar 16,5%. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu bahwa dengan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan responden akan tata cara penggunaan obat (Huda et , 2. Nilai 0,008 Hasil yang sama juga didapat pada penelitian yang dilakukan pada Kader Posyandu di Desa Cendana. Kecamatan Kutasari. Kabupaten Purbalingga dan Desa Karangnanas, kecamatan Sokaraja. Terjadi peningkatan pengetahuan masing-masing sebesar 25,73% dan 3,03% dari kegiatan sebelum dan sesudah pemberian materi penyuluhan (Endriastuti et al. , 2022. Hanif et al. , 2. Serupa dengan penelitian di Kabupaten Lebak. Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Provinsi Banten bahwa terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan responden ibu hamil dan menyusui mengenai penggunaan obat yang aman . ilai p=0. Selain menunjukkan hasil sejenis yaitu dengan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien (Putra et al. , 2. Berdasarkan hasil yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Ratnasari. Yuliawati. Lestari & Putra diperoleh, secara umum kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan serta menimbulkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan PkM ini dilihat dari jumlah responden yang bertanya dan menjawab kuis. penyuluhan sebesar 16,5%. Selain itu responden menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan dilihat dari jumlah responden yang bertanya dan menjawab kuis, sehingga harapannya penggunaan obat yang tidak tepat pada kondisi hamil dan menyusui. Saran untuk kegiatan PkM selanjutnya adalah materi sejenis dapat diberikan pada Banjar lainnya maupun daerah disekitarnya. Selain itu dilakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan agar informasi yang diperoleh dapat tersalurkan dengan baik. UCAPAN TERIMA KASIH Gambar 6. Pengisian post-test Tim PkM mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Wongaya Gede. Kawil Banjar Wongaya Kaja, perkumpulan ibuibu Banjar Wongaya Kaja beserta kesuksesan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA