Eirene Vol. 10 No. 1, 84-103 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X THE ROLE OF PARENTS TOWARDS CHILDREN IN IMPROVING CHILDREN'S LEARNING ACTIVITIES PERAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM MENINGKATKAN GIAT BELAJAR ANAK Nocky Erna Lobatrar1. Wiesye Agnes Wattimury2. Jean Anthoni3* 1Fakultas Teologi. Program Studi Pendidikan Agama Universitas Kristen Papua Sorong 2Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, 2Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email: jeanantoni8@gmail. Abstak : Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalani kehidupan. Pendidikan bagi seorang anak dimana secara jasmani dan rohani untuk membentuk kedewasaan diri seseorang anak kearah masa depan yang berkualitas. Akan tetapi yang penulis temukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong, khususnya pada kelas Vi, penulis mendapati siswa yang sulit belajar dikelas, malas Ae malasan saat proses pembelajaran berlangsung, anak tidak dapat menjawab dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, anak tidak dapat mengerjakan tugas rumah (PR) bahkan sampai ada anak yang tertidur dikelas saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini merupakan suatu masalah dan harus segera diatasi, karena akan berpengaruh kepada perkembangan pendidikan anak yang berdampak pada pencapaian akademis anak dikelas. Pada penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data secara deskriptif berupa kata Ae kata tulisan atau lisan dari orang Ae orang dan perilaku yang Penulis melakukan penelitian selama 3 bulan di lingkungan SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong dengan mengambil samapel 35 orang dari populasi 69 orang. Hasil yang penulis temukan adalah kurang efektifnya peran dari para orangtua terhadap anak dalam proses belajar di rumah. Orangtua tidak memahami dan kurang memberi perhatian kepada anak selama proses belajar dirumah, kesibukan orangtua dan ketidak adanya buku cetak bagi siswa atau anak dalam belajar disekolah dan dirumah menjadi penyebab anak sulit belajar dirumah serta perlu adanya kerjasama antara guru . ihak sekola. dan orangtua untuk meningkatkan giat anak didalam belajar dirumah. Kata kunci : peran orangtua, pendidikan anak, perkembangan anak, hasil belajar Abstract : Education is knowledge that is very important and needed by someone to live Education for a child which is physically and spiritually to shape the child's maturity towards a quality future. The author found students who had difficulty learning in class, were lazy during the learning process, children could not answer and did not do the assignments given by the teacher, children could not do their homework (PR) and there were even children who fell asleep in class during the learning process This is a problem and must be addressed immediately, because it will affect the child's educational development which will impact the child's academic achievement in class. In writing this final assignment, the author used a qualitative research method which produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The author conducted research for 3 months at SMP Negeri 21 Sorong Regency by taking a sample of 35 people from a population of 69 people. The results that the author found were the less effective role of parents towards children in the learning process at home. Parents do not understand and pay less attention to children during the learning process at home, parents are busy and there are no printed books for students or children to study at school and at home are the causes of children having difficulty learning at home and the need for cooperation between teachers . and parents to improve children are active in studying at home. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Keywords : role of parents, children's education, children's development, learning PENDAHULUAN Pendidikan ialah usaha yang dilakukan oleh para orang dewasa di dalam pembentukan dan perkembangan seorang anak dalam hal jasmani dan rohaninya ke arah 1Dan pendidikan bagi seorang anak dimulai dari dalam sebuah keluarga, di mana terdapat orang tua yang mempunyai peran penting dan terutama dalam tumbuh kembang seorang anak. peran adalah suatu tugas yang memegang kekuasaan yang harus untuk dilakukan. 2sehingga sebagai orang tua yang mempunyai peran penting dan terutama dalam tumbuh kembang seorang anak harus bertanggung jawab didalam tugasnya sebagai orang tua untuk membesarkan dan mendidik anaknya kepada kedewasaan yang baik. sebab anak ialah anugerah yang diberikan Tuhan kepada orang tua didalam sebuah keluarga,untuk dijaga, dibesarkan, diberikan kasih dan sayang, diberikan perhatian dalam mendidik, membimbing, memahami, mengarahkan kepada kedewasaan Agar seorang anak dapat menjalankan kehidupannya dengan baik di masa depan. Peran dari orang tua di dalam proses pendidikan seorang anak sangatlah penting yang mana didalam mendampingi dan mendidik seorang anak tidak hanya sebagai orang tua yang memberikan tanggung jawab menghidupkan. Akan tetapi orang tua memiliki peran secara keseluruhan bagi seorang anak baik itu memenuhi kebutuhan hidup seperti makan, minum, pakaian serta kebutuhan lainnya yang diperlukan seorang anak yang termasuk di dalamnya pendidikan di sekolah. Mengapa demikian, sebab terkadang orang tua lalai dalam memperhatikan perkembangan pendidikan anak di sekolah. Dimana yang penulis temukan di lapangan pada anak kelas 8 di SMP Negeri 21 Kabupaten Kota Sorong adalah ketika anak atau siswa mengikuti proses pembelajaran didalam kelas,penulis menemukan ada siswa atau anak yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik didalam kelas, yang mana terdapat siswa yang malas dan tidak fokus saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Ketika guru membahas pelajaran di kelas dan menanyakan kepada anak atau siswa tentang pelajaran yang sedang diterangkan oleh Anak tersebut tidak dapat menjawab dan mengerjakan tugas yang diberikan. Selanjutnya terdapat anak yang malas, tidur didalam kelas . Kemudian ketika guru memberikan tugas rumah atau PR, hampir sebagian besar anak atau siswa didalam kelas 8 tiadak mengerjakan tugas di rumah yang telah diberikan oleh guru. ini merupakan suatu masalah yang harus segera mungkin untuk diatasi, karena apabila dibiarkan terusmenerus akan membuat siswa atau anak tersebut menjadi malas dalam belajar dan anak akan sulit untuk memahami akan pembelajaran yang diberikan oleh para guru Sehingga akan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan akademis anak Untuk itu sangat diperlukan peran dari orang dewasa baik itu guru . atau orang tua . di dalam mendampingi seorang anak dalam belajar dirumah dan Guru mempunyai waktu belajar bersama anak disekolah hanya sebentar saja sisanya orang tua. Orang tua mempunyai waktu dengan anak lebih banyak sehingga dapat mengontrol perkembangan anak, termasuk dengan pendidikannya. Dan dalam hal ini perlu diketahui dan juga dipahami oleh para orang tua ialah pendidikan anak atau belajar Ngalim purwanto. Ilmu pendidikan tioritis dan praktis, ed. oleh Remaja Rosdakarya (Bandung, 2. , 2. Departemen pendidikan dan kebudayaan. Kamus besar bahasa indonesia (Jakarta:Balai pustaka, 1. , 667. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . anak bukan hanya dilakukan disekolah saja akan tetapi dirumah juga perlu untuk seorang anak belajar. 3Untuk itu diperlukan peran dari orang tua dalam memperhatikan belajar anak disekolah maupun dirumah. Orang tualah yang mempunyai kewajiban besar terhadap anak-anak mereka, selagi anak-anak masih dirumah orang tua harus memberitahu dan memperhatikan anak-anak mereka untuk belajar. 4Orang tua harus memahami bahwa untuk menjadi orang tua merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua dimana anak merupakan hadiah yang sangat berharga, oleh sebab itu sebagai orang tua harus bertanggung jawab didalam mengasuh, membesarkan, serta mendidik, agar kelak seorang anak dapat memiliki pola pikir yang benar dan terarah kepada kedewasaan yang tidak menyimpang dari pada hal-hal yang benar yang membawa seorang anak pada masa depan yang gemilang. 5Sehingga diperlukan peran orang tua bagi seorang anak didalam meningkatkan belajar seorang anak baik disekolah maupun Di mana orang tua adalah wadah pendidikan yang paling pertama bagi seorang anak, disadari ataupun tidak oleh orang tua bahwa segala bentuk prilaku yang dilihat, dirasakan bahkan didengar oleh seorang anak adalah proses belajar untuk anak tersebut. Kerena itu sebagai orang tua perlu menyadari akan pentingnya memberikan atau membekali motivasi belajar yang baik bagi anaknya didalam mendidik,membimbing dan mendampingi seorang anak didalam kehidupan hari lepas hari dari seorang anak. 7Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk meneliti peran orang tua bagi anak dalam meningkatkan belajar anak dirumah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa penyebab anak sulit untuk belajar di rumah? Bagaimana pendampingan orang tua di rumah dalam belajar anak? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab anak sulit untuk belajar di rumah dan untuk mengetahui bagaimana pendampingan orang tua di rumah dalam belajar KAJIAN TEORI Peran sebagai orang tua sangat besar pengaruhnya kepada keberhasilan atau peningkatan seseorang anak didalam belajarnya. Sehingga sebagai orang tua harus benarbenar menjalankan tugasnya dan bertanggung jawabnya sebagai orang tua dengan baik dan bijaksana. Sebab cara mendidik yang dilakukan atau diterapkan oleh orang tua dapat menjadi pegangan bagi seorang anak nantinya. 8 Seorang anak merupakan invenstasi dan merupakan masa depan bagi bangsa,sebagai penerus generasi dimasa yang akan Di mana sikuls kehidupan di masa anak-anak ialah masa dimana seorang anak mengalami pertumbuhan yang akan menentukan masa depannya. Sehingga sebagai orang Jean Anthoni Rehueliah Kemesfleh,Korneles V . Ohuiwutun. AuPengaruh belajar oniline terhadap motivasi belajar siswa,Ay EIRENE jurnal ilmiah teologi Vol. 7,No. : 546. Thomson framonty Elias Mariangke rehinlda Yapen,Skivo reiner Watak. AuPeran orang tua dalam mendorong anak kesekolah minggu,Ay NERIA:Jurnal pendidikan agama kristen Volume 2. Nomor 1, . : 45. Wiesye Agnes Wattimury Banne limbong. Alexanderina Paulin Iwanggin. AuPeran pengasuh terhadap remaja kristen yang terjerumus dalam pergaulan bebas,Ay EIRENE jurnal ilmiah teologi Volume 7. No. : 568. Solihati A. Fikriyah F. Rohaeti T. AuPeran orang tua dalam meningkatkan literasi membaca peserta didik sekolah dasar,Ay DWIJA CENDEKIA:Jurnal riset pedegogik Volume 4. No. :94. M dan Khamdon Nadhifah i,Kanzunnudin. AuAnalisis peran asuh orang tua terhadap motivasi belajar anak,Ay Jurnal Education Fkip UNMA Vol. No. : 1. Sri Lestari. Quantun perinting kiat sukses mengasuh anak secara efektif dan cerdas (Jakarta: Kencana Preananda Media Grup, 2. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi tua harus selalu mengontrol tumbuh kembang anaknya baik secara jasmani maupun 9 Ada beberapa hal yang penulis paparkan terkait peran dari orang tua kepada anak di dalam meningkatkan belajar seorang anak seperti : Definisi Belajar Definisi belajar ialah suatu aktifitas yang dilaksanakan oleh seseorang karna keinginannya sendiri dan dalam keadaan yang sadar tanpa adanya paksaan,agar memperoleh suatu perubahan didalam memahami akan pengetahuan yang akan digunakan bagi dirinya saat ini atau dimasa yang akan datang . asa depa. Belajar ialah proses dimana seseorang mendapatkan suatu perubahan baik itu didalam prilakunya ataupun bentuk pengetahuan,bahkan juga keterampilan didalam bentuk prilaku dari sutu pengalaman yang diperoleh dari berbagai Pelajaran yang telah diterima atau dipelajari. Artinya belajar merupakan suatu proses dimana perubahan kepribadian seorang di mana perubahan tersebut dapat berbentuk peningkatan akan kualitas perilaku,baik itu peningkatan dan pengetahuan,ataupun keterampilan didalam daya pikir sikap dan berbagai bentuk kemampuan lainnya. Definisi belajar menurut para ahli, yaitu : Menurut R. Gagne mengatakan bahwa belajar didefinisikan sebagai suatu bentuk proses didalam suatu organisme yang berubah akan sikapnya sebagai bentuk dari akibat pengalamannya sendiri. Dimana belajar dan juga mengajar adalah dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dimana dua konsep yang menjadi terpadu didalam satu kegiatan yang menjadi komunikasi di antara Guru dengan siswanya,bahkan siswa dan siswa lainnya disaat proses pembelajaran sedang berlangsung. Menurut E. R Hilgard mengatakan bahwa belajar didefinisikan sebagai suatau perubahan akan kegiatan yang berreaksi terhadap dimana perubahan akan kegiatan yang dimaksud mencangkup kecakapan,pengetahuan,bahkan tingkah laku yang diperoleh karna adanya pengalaman. Hilgard menyampaikan belajar ialah satu proses mecari ilmu pengetahuan yang terjadi didalam diri seorang anak melalui pelatihan,kebiasaan, pengalaman dan lain sebagainya. Menurut W. S Winkel yang menyampaikan bahwa belajar merupakan suatu aktifitas mental yang terjadi didalam interaksi yang aktif antara seorang dengan lingkugan yang menghasilkan berbagai perubahan-perubahan akan ketrampilan dan juga nilai-nilai yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Menurut Burton dan Ahmad mengatakan bahwa belajar didefinisikan sebagai suatu perubahan akan prilaku pada diri induvidu karna adanya suatu interaksi antara induvidu dan induvidu lain bahkan induvidu dengan lingkugannya sehingga mereka dapat lebih mampu lagi berinteraksi dengan Terakir menurut Moh. Surya yang mengatakan bahwa belajar didefinisikan sebagai sutu proses usaha yang mana dilaksanakan oleh seorang agar mendapati adanya perubahan prilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman dengan Berdasarkan pendapat diatas, definisi belajar menurut penulis adalah belajar ialah kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman dari apa yang ia pelajari. Sehingga dari pengetahuan itu seseorang akan memperoleh perubahan didalam kepribadiannya yang ia butuhkan dalam menjalani kehidupannya kedepan. Jean Anthoni Yomima okalina masreng,Alexsanderina paulina Iwanggin. AuPeran guru pendidikan agama kristen dalam mengatasi anak bermasalah,Ay NERIA:Jurnal pendidikan agama kristen Volume 2. No. : 146. Pd. I Dr. Ahdar Djamaluddin,M. Pd. I Dr. Wardana. Belajar dan pembelajaran (Parepare: CV. Kaafiah Learning Center, 2. , 6. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . Tujuan Belajar Tujuan dari belajar ialah hasil dari suatu kegiatan belajar yang dapat dilihat dari peningkatan suatu kemampuan pola berpikir dari seseorang,sehingga selain mempunyai pengetahuan,dimana suatu proses didalam belajar juga dapat membuat kemampuan didalam berpikir seseorang akan menjadi lebih baik. Belajar juga bertujuan di dalam menambah akan pengetahuan tentang berbagai bidang ilmu. Misalkan sebagai seorang anak yang pada awalnya tidak dapat menulis, dan membaca,serta menghitung,dapat bisa melakukan ketiga hal tadi dikarenan belajar. Belajar ialah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang mana sangat penting untuk dilakukan seumur hidup atau selama hidup,sebab dengan melaksanakan belajar seseorang akan dapat melakukan suatu perbaikan didalam berbagai hal yang menyangkut kepentigan hidup. yang artinya melalui belajar manusia akan memperbaiki nasibnya,dimana ia akan akan memperoleh satu kesempatan yang lebih luas lagi diuntuk berkarya serta dapat mengapai citacitanya,sehingga dapat dipahami bahwa belajar ialah satu usaha dan kegiatan yang bertujuan untuk mengadakan suatu perubahan, ketrampilan dan sebagainya dari hasil pengalaman seseorang dalam interaksi dengan lingkugannya. Dengan itu manusia dapat mempunyai wawasan luas dan dapat mampu mengatasi setiap persoalan yang akan dihadapinya pada saat ini ataupun dimasa yang akan datang. Berdasarkan uraian di atas, tujuan belajar menurut penulis adalah hasil dari ilmu pengetahuan yang telah dipelajari oleh seseorang sebagai pengetahuan yang akan dipakai dalam membawa perubahan dalam kepribadiannya. Ciri Ae Ciri Belajar Pada hakekatnya belajar ialah perubahan prilaku dari diri seorang yang ditunjukan lewat sikap yang awalnya tidak memehami menjadi memahami karna belajar. dapat dikatakan bahwa perubahan yang terjadi kepada seseorang itu karena adanya ciriciri didalam belajar ciri-ciri dari belajar adalah suatu perubahan yang dimiliki oleh seseorang melakukan suatu proses belajar, maka dapat dilihat bahwa seseorang sesudah melaksanakan proses belajar atau belum ciri-ciri dari belajar ialah perubahan, dan apabila belum adanya suatu perubahan yang terjadi kepada seseorang dengan itu orang tersebut belum dikatakan belajar karna perubahan itu sendiri dapat bersifat positif atau negatif sebab tergantung dari bagaimana tujuan belajarnya. 11 Menurut Hamalik yang mengatakan bahwa dari ciri-ciri belajar yaitu : Kegiatan belajar harus mendalami, membuat,berreaksi, melampaui Didalam belajar ada berbagai macam pengalaman dari materi Pelajaran yang dipusatkan kepada tujuan tertentu. Memiliki makna didalam kehidupan. Bersumber akan kebutuhan yang bertujuan untuk mendorong adanya motivasi yang Terpengaruhi oleh adanya pembawaan di lingkungan Terpengaruhi oleh adanya perbedaan antara individual Keberlangsugan yang efektif dari pengalaman dan adanya keberhasilan yang diingikan sesuai dengan kemampuan anak. Kegiatan belajar yang baik ialah ketika seseorang memahami pembelajaran yang diberikan oleh gurunya sehingga memperoleh hasil yang baik. Kesatuan dari fungsional yang diperoleh melalui berbagai bidang Afri mardicko. AuBelajar dan pembelajaran,Ay Jurnal pendidikan dan konseling Volume 4. No. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Hasil-hasil dari belajar secara fungsional dapat berkaitan satu dengan yang lain akan tetapi perlu diskusikan secara terpisah. Didalam belajar harus adanya pendampingan yang merangsang adanya pendampingan tanpa tekanan dan juga paksan Hasil dari belajar ialah pokok-pokok tindakan, nilai-nilai,pengertian sikap-sikap dan Lengkapi atau dibekali dengan adanya serangkaian dari pengalaman yang dapat di persamaan melalui pertimbangan yang baik. Lanbat laun atau makin lama dapat dipersatukan menjadi suatu kepribadian yang kecepatannya berbeda-beda Bersifat kompleks yang dapat berubah,menjadi pihak yang sederhana dan statis. Kemudian menurut Siregar dan Nara yang mengatakan bahwa ciri-ciri belajar ada empat yaitu : Pertama, kemampuan atau perubahan baru,dimana perubahan prilaku yang bersifat pengetahuan (Kongniti. , sikap (Afekti. dan ketrampilan (Psikomotori. yang didapati karna adanya proses pembelajaran. Kedua, perubahan tidak terjadi atau berlangusng hanya sesaat saja. Ketiga, perubahan yang tidak terjadi secara tiba-tiba akan tetapi karna ada usaha dan interaksi yang dilakukan dengan lingkungannya. Keempat. Perubahan bukan saja semata-mata disebabkan oleh adanya perubahan fisik diantaranya yaitu kedewasaan dan kelelahan serta penyakit ataupun pengaruh minuman yang berakohol dan juga Obat-obatan. Berdasarkan uraian di atas maka penulis berpendapat bahwa ciri-ciri belajar adalah suatu perubahan yang dimiliki seseorang dari hasil yang ia pelajari. Penyebab Anak Sulit Belajar Dirumah Adapun faktor-faktor yang menyebabkan hingga seorang anak sulit dalam belajar dirumah yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Faktor internal dan Faktor Eksternal, sebagai berikut : Faktor Internal Faktor internal terbagi menjadi dua bagian yaitu faktor emosional yang mencangkup kepribadian temperamental, kemarahan, penentagan, kebosanan, over stimulasi kebutuhan akan perhatian, kecemburuan dan rendah diri dan faktor fisiologis yang mencangkup kesehatan, gizi buruk, kelaparan kelelahan atau keletihan yang dialami atau dirasakan oleh seorang anak yang dapat menimbulkan kehilangan motivasi serta malas untuk belajar. Faktor Eksternal Selain faktor dari dalam diri seorang anak yang dapat menyebabkan anak sulit dalam belajar di rumah maupun disekolah terdapat juga faktor dari luar diri anak yang dapat menyebabkan anak sulit belajar seperti kebiasaan didalam keluarga, penerapan tata tertib di sekolah dan kondisi didalam lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga, seperti bagaimana orang tua mendidik, hubungan atau relasi antara keluarga, kondisi didalam rumah, ekonomi didalam keluarga, kenyamanan, kemiskinan, kurangnya perhatian dari orang tua, pelantaran orang tua dan juga kontrol berlebihan serta hukum fisik yang dapat menyebabkan anak sulit dalam belajar. Bintang kasih lumban gaol. AuPengaruh kemampuan berpikir kristis terhadap hasil belajar siswa pada tema lingkungan sahabat kita dikelas,Ay jurnal pajar . endidikan dan pengajara. Volume 6. No. Feni klara dan Ristiono. AuIdentifikasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang pembelajarannya dalam jaringan . kelas XI,Ay journal for lesson and learning studies Volume 4. No. : 351. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . Lingkungan sekolah seperti, keadaan kelas, suhu udara waktu, tempat dan alat peraga yang digunakan belajar, kelemahan dari sistimatika belajar mengajar pada tingkatan pendidikan kurikulum yang seragam, sumber buku yang tidak sesuai dengan tingakatan kemantangan dan perbedaan individu hubungan guru dan siswa serta siswa dengan siswa. Selain itu terdapat juga beban belajar siswa yang berlebihan dan terakhir jumlah populasi siswa dalam satu kelas yang berlebihan. Lingkungan masyrakat dapat juga mempengaruhi atau menjadi penyebab anak malas belajar seperti lingkungan pergaulan dimana anak melakukan keseharian dalam bergaul dengan lingkungan masyarakat serta pengaruh pergaulan yang tidak edukatif dan merusak moral anak sehingga setiap orang tua perlu untuk menyadari bahwa peran mereka dalam membentuk karakter anak sangatlah penting untuk menuju kesempurnaan. Akan tetapi dalam menjalankan peran sebagai orang tua tidak luput dari kesalahan dimana terkadang orang tua lalai di dalam mendampingi seorang anak saat belajar dirumah hal itu bukan karena dilakukan secara sengaja akan tetapi karena kondisi dan situasi yang dialami oleh setiap orang tua yang memilki aktivitas yang berbeda-beda. Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis dapat simpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan hingga seorang anak sulit untuk belajar di rumah adalah bukan saja disebabkan dari lingkungan luar seorang anak akan tetapi dapat juga diakibatkan dari dalam diri anak itu sendiri, yang membuat ia sulit untuk belajar. Penyebab Orang Tua Tidak Mendampingi Anak Dalam Belajar Dirumah Penyebab yang dapat mempengaruhi atau menghambat peran orang tua didalam meningkatkan atau mendampingi anak didalam belajar adalah kondisi dari anak itu Di mana seorang anak menpuyai kondisi yang berbeda-beda,dimana kondisi tersebut sangat mempengaruhi akan kemauan anak di dalam belajarnya. Kondisi fisik yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi anak didalam belajar ataupun kemampuan anak dalam belajar yang kurang menyebabkan hingga motivasi belajar seorang anak menjadi turun. Faktor yang menghambat peran dari orang tua dalam meningkatkan belajar seorang anak berikutnya adalah faktor ekonomi dimana kurang mendukung yang membuat orang tua tdk dapat mencukupi kebutuhan anak. karna ketidak mampuan memberikan fasilitas belajar bagi anak. 14 Adapun menurut Hurlock, bahwa faktor yang menghambat peran dari orang tua di dalam meningkatkan belajar seorang anak adalah pola asuh, penelantaran secara fisik, tidak memperhatikan perkembangan psikis seorang anak,dimana dibiarkan sendiri bertumbuh serta lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri sebagai orang tua karena kesibukan dari para orang tua. 15 Kemudian penyebab yang dapat menghambat peran dari orang tua kepada anak didalam peningkatan belajar seorang anak adalah kesibukan orang tua. Penyebab yang dihadapin oleh orang tua didalam mendampingi seorang anak untuk belajar dari rumah ialah kurangnya akan pemahaman pembelajaran yang diketahui oleh para orang tua yang membuat kesulitan bagi orang tua dalam mendampingi anak bekajar untuk menumbuhkan minat belajar kepada seorang anak, tidak memiliki cukup banyak waktu bagi anak didlam belajar, orang tua tidak sabaran di dalam mendampingi seorang anak untuk belajar dirumah. 16Serta Siti Hamida Elpri Darta Putra. AuPeran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dimasa pandemi Covid-19,Ay Jurnal mimbar ilmu Volume 26. No. : 306. Eliszabeth B Horlock. Psikologi Perkembangan (Jakarta: Erlangga, 2. Anita wardani dan Yulia ayriza. AuAnalisis kendala orang tua dalam mendampingi anak belajar dirumah pada masa pandemi covid-19,Ay jurnal obsesi:Jurnal pendidikan masa usia dini Volum 5. No. : 774. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi kurangnya komunikasi sebagai orang tua dan juga guru didalam mengembangkan pendidikan anak. Berdasarkan uraian diatas maka penulis berpendapat bahwa penyebab hingga orang tua tidak mendampingi anak di rumah didalam belajar adalah bukan karena kesibukan dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan didalam rumah atau keluarga. Tetapi juga karena kondisi dan situasi anak yang tidak menentu, kemudian faktor ekonomi dan pola asuh orang tua yang dapat menjadi penyebab orang tua sulit mendampingi anak belajar di rumah. Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Meningkatkan Belajar Anak Berikut merupakan peran orang tua dalam meningkatkan belajar anak yang terbagi menjadi dua bagian yaitu: Secara umum Peran orang tua sebagai guru Orang tua mempunyai peran sebagai guru di dalam rumah, di mana sebagai seorang guru pertama dan terutama bagi anak di dalam sebuah keluarga ketika anak tersebut hadir di dalam keluarga. Sebagai guru yang mendidik anak pertama kali dalam mengenal tentang kehidupan. Orang tua harus siap sedia dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya sebagai bapak dan mama dari anak-anak yang Maupun anak-anak yang diasuh oleh orang tua yang memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak kepada kedewasaan dirinya Peran orang tua sebagai teladan Anak adalah anuegerah yang dititipkan oleh Tuhan kepada Orang tuanya didalam sebuah keluarga. Untuk dijaga dan dibesarkan dengan penuh cinta kasih dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan kepada kedewasaan diri. peran sebagai teladan bagi anaknya. Di mana anak akan melihat dan mencontohi apa yang dipraktekkan oleh orang tuanya. Sehingga sebagai orang tua perlu untuk memberikan sikap dan tindakan serta kata-kata yang baik dan membangun sehingga diharapkan seorang anak dapat mencontohi apa yang diterapkan oleh orang tuanya. Contohnya: ketika orang tua semangat dalam membaca di rumah secara tidak langsung apa yang dilihat anak dalam hal ini ia akan dapat semangat dalam membaca. Sehingga ada nilai dalam meningkatkan semangat belajar akan dapat terpenuhi karena sikap baik orang tua yang menjadi teladan bagi anak dan lain sebagainya Peran orang tua sebagai fasilitator Orang tua mempunyai peran sebagai fasilitator yang dimana sebagai orang tua harus dapat menyediakan prasarana bagi anaknya di dalam belajar anaknya dengan baik di rumah. Orang tua harus memahami akan kebutuhan dari anaknya. Fasilitas belajar yang diperlukan anak contohnya: buku, alat tulis, buku cetak atau pelajaran, fasilitas pakaian, sepatu, kaos kaki dan lain sebagainya yang diperlukan dalam memberi motivasi kepada anak dalam belajar. Peran orang tua sebagai motivator Orang tua mempunyai peran sebagai motivator yang mana bertugas memberikan semangat dukungan lewat kata-kata, yang memotivasi anak-anak agar anak-anak merasa bahwa orang tua mereka perduli dan memperhatikan anaknya melalui dukungan dari orang tua mereka di dalam proses belajar. Dengan demikian seorang anak dapat bersemangat dalam belajar dan mendapat hasil belajar disekolah yang Syaruhrul dan Nurhafirzah. AuAnalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap pengembangan sosial dan emosional anak usia dini dimasa pandemi covid virus-19,Ay Jurnal Basecedu Vol. No. : 683. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . Secara khusus Menurut Flamento, factor pendukung dalam meningkatkan belajar anak ialah memberikan perhatian kepada anak dengan mendampingi anak saat sedang belajar. Mengajarkan kepada anak tentang bagaimana cara untuk belajar yang menyenangkan dan beragam, kemudian mengontrol setiap waktu anak saat belajar dan bagaimana belajar seorang anak dengan memantau akan perkembangan pendidikan anak disekolah, memantau perkembangan seorang anak dan aktivitas anak. 18 Kemudian faktor yang dapat pendukung peran dari orang tua terhadap seorang anak dalam belajar adalah memberikan motivasi kepada anak untuk semanggat didalam belajar,memberikan penghargaan dalam bentuk hadiah. di mana pemberian reward terhadap seorang anak atas apa yang dia lakukan akan dapat meningkatkan motivasi belajar seorang anak. Kemudian pemberian punishment atau hukuman dimana digunakan agar seorang anak dapat sadar dan memahami akan kesalahan yang ia buat dan tidak akan mengulangi hal yang sama. Contohnya: ketika seorang anak tidak ingin belajar,maka sebagai orang tua akan memberikan nasehat terlebih dahulu kepada anak,namun apabila anak masih tetap tidak ingin belajar maka orang tua dapat memberikan teguran . kepada anak dalam bentuk mensita hp atau melarang anak untuk keluar bermain dengan teman-temannya sehingga diharapkan besok anak tidak akan mengulanginya dan mau belajar. Faktor pendukung peran dari orang tua kepada anak dalam meningkatkan belajar seorang anak berikutnya adalah keadaan sekitar di mana rasa ingin tahu dan tidaknya seorang anak untuk belajar ditentukan oleh diri anak itu sendiri. sehingga orang tua hanya dapat mengajak dan membimbing saja anak didalam belajar. Karena pada prinsipnya seorang anak terbentuk melalui pola yang diterapkan oleh para orang tua, dengan memberlakukan seorang anak dengan penuh kasih sayang dan mencinta anaknya didalam pengasuhan orang tua yang benar. Dengan itu anak-anak akan dipastikan bertumbuh didalam karakter yang positif. 20Sehingga orang tua akan mudah dalam mengarahkan anak untuk belajar yang dapat meningkatkan belajar anak. Peran orang tua dalam meningkatkan belajar anak yang berikut adalah dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut: Orang tua juga belajar Situasi diskusi di rumah Pemberian tugas kepada anak terkait dengan yang dikerjakan di sekolah Mendorong anak untuk aktif didalam kegiatan di sekolah dan Mengetahui akan pengalaman anak di sekolah Menyediakan sarana belajar yang mendukung. Dan yang terakhir faktor pendukung peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak adalah kerjasama antara orang tua dan guru terhadap pendidikan anak. Peran dari orang tua untuk meningkatkan belajar seorang anak menurut para ahli: Menurut Arifin yang mengatakan bahwa ada tiga peran orang tua dalam peningkatan belajar anak, yaitu: Salmento. Belajar dan faktor yang mempengaruhinya, ed. oleh Rajawali Pres (Jakarta, 2. Wina sanjaya. Strategi pembelajaran berorientasi (Jakarta: Kencana Preananda Media Grup. Magdalena Sopacua dan Ricky Donald Montang. AuPeran penting guru sekolah minggu dalam pembangunaan karakter anak,Ay EIRENE jurnal pendidikan agama kristen Volume 1. No. :87. Nursisto. Peningkatan prestasi sekolah menegah acuan siswa (Jakarta: Isan Cerdikia, 2. ,96. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Sebagai orang tua harus dapat memberikan kesempatan kepada seorang anak agar dapat menumbuhkan minat dan bakat serta kecakapan yang dimilki anak yang mendorong agar seorang anak dapat meminta untuk dibimbinga dan dinasehat oleh Sebagai orang tua harus memberikan data mengenai anaknya sesuai dengan kemampuan seorang anak Sebagai orang harus menyediakan berbagai fasilitas dan sarana untuk belajar anak serta membantu kesulitan anak didalam belajarnya. Menurut Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa esensi dari pendidikan merupakan tugas dan tanggung jawab dari keluarga, sedangkan bagi sekolah hanya berpartisipasi didalam membentuk proses perkembangan seorang anak dalam belajar peran dari orang tua dalam meningkatkan belajar anak antara lain: Mendampingi Menjalani komunikasi Memberi kesempatan Mengawasi Mendorong dan memberikan motivasi Mengarahkan Menurut William Stainback dan Susan yang mengatakan bahwa peran dari orang tua terhadap anak ialah sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Menurut Lestari yang mengatakan bahwa peran dari para orang tua ialah bagaimana orang tua mengasuh seorang anak didalam kehidupan sehari-hari yang menjadikan Pelajaran atau contoh bagi anak tentang baik dan buruk. dimana semua yang diajarkan atau diterapkan oleh orang tua akan menjadi pegangan bagi anak tersebut sehingga dapat diartikan bahwa jika orang tua perhatian kepada anak dalam kesehariannya di dalam belajar maka orang tua dapat memberi semangat keoada anak didalam meningkatkan Menurut Selvia S. Rumbewas. Beatus M. Laka dan Naftali Meokbun yang mengatakan bahwa peran dari orang tua untuk meningkatkan belajar anak, yaitu: Menciptakan iklim rumah atau ruangan belajar anak yang mendukung anak didalam belajar yang mana sebagai para orang tua yang menyediakan berbagai kebutuhan perlengkapan ataupun permainan untuk dapat membantu seorang anak didalam belajar, misalnya: komputer, buku-buku, puzzle dan lain sebagainya Memberikan waktu luang didalam kegiatan anak. kemudiaan menyediakan iklim rumah yang menyenangkan bagi anak untuk belajar. selanjutnya adanya interaksi antara orang tua dan anak yang baik yang dapat juga memberikan motivasi bagi anak didalam belajar. Dengan itu hal yang dapat dilakukan untuk menemani seorang anak didalam belajar adalah dengan menunjukkan perhatian kepada anak dalam kegiatan belajar seorang anak, memberi pertolongan kepada anak ketika dalam kesulitan didalam belajar. Selanjutnya orang tua menjadi sahabat bagi seorang anak di dalam belajar, sebagai orang tua harus memberikan sikap yang baik dan positif kepada seorang anak. Memberikan penghargaan kepada anak dengan respon positif didalam setiap prestasi Yang dapat ditujukan dengan memberikan hadiah kepada anak ataupun Arifin. Pokok-pokok pemikiran tentang bimbingan dan penyuluh agama (JAKARTA:Bulan Bintang, 1. , 92. Stainback dan Susan. Bagaimana membantu anak berhasil disekolah (Yogyakarta: Kanisius, 1. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . Maka seorang anak akan merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk melaksanakan sesuatu untuk belajar dan akan memperoleh kecerdasan yang dibutuhkan oleh anak itu sendiri kedepannya. Berdasarkan uraian di atas, menurut pandangan penulis bahwa peran dari orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak sangatlah penting. Sebab seorang anak sangat-sangat membutuhkan peran orang tuannya didalam tumbuh kembangnnya ketahap kedewasaan diri seorang anak. Orang tua merupakan jembatan penghubung bagi seorang anak dalam mengenal dunia luar. Anak pertama kali belajar baik dan buruk melalui orang tuannya, sehingga selain guru di sekolah dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui belajar. Orang tua di rumah juga mempunyai tugas tanggung jawab yang sama dalam belajar anak. Seperti yang telah di jelaskan di atas mengenai peran orang tua terhadap anak. Orang tua harus menjalankan tugas tanggung jawabnya dengan bertanggung jawab, karena orang tua merupakan guru pertama bagi anak semenjak seorang anak hadir di dalam sebuah keluarga. Sebagai orang tua harus menjadi teladan, motivator, vasilitator di dalam mendidik, membimbing, memberi pemahaman, mengarahkan dan mengevaluasi apa yang di pelajari oleh anaknya. Sehingga orang tua dapat mengetahui sudah sampai di mana tumbuh kembang anaknya. Di dalam meningkatkan belajar anak, orang tua harus memberi perhatian di dalam mengeontrol perkembangan belajar anak, memberi motivator semangat melalui kata-kata yang membangun semangat anak di dalam belajar. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik bagi seorang anak untuk mendengar apa yang di rasakan, di butuhkan, oleh seorang anak di dalam belajarnya sehingga di harapkan dapat meningkatkan belajar anak di rumah tetapi juga di sekolah. Kajian PAK Dalam kitab Amsal 22: 6 Tuhan telah berfirman Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan Dari ayat firman Tuhan ini sudah sangat jelas Tuhan memberi perintah kepada setiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik agar mereka tidak menyimpang daripada jalan yang benar dihadapan Tuhan. Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang menjadi seseorang yang memiliki pribadi yang unggul dan hebat. Dimana anak yang berguna kau mau menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan. Yang mana hidup dengan teratur dan membahagiakan orang tua. Impian ini akan ditemukan dalam diri anak-anak yang orang tuanya perduli kepada pendidikan anak tersebut25 Baik itu pendidikan jasmaninya maupun pendidikan rohaninya. Sehingga sebagai orang tua yang tugas utamanya sebagai seorang pendidik bagi anaknya semenjak anak tersebut hadir dalam sebuah keluarga. Orang tua harus bertanggung jawab akan tumbuh kembang anaknya terutama dalam hal ini meningkatkan belajar anak. Orang tua harus mengabdikan diri mereka untuk memberikan didikan kepada anak dalam disiplin belajar mengenal Tuhan yang paling terutama dalam sebuah keluarga dan selanjutnya selalu membimbing anak dalam belajar pembelajaran di sekolah guna mencari bekal bagi kehidupannya di masa depan yang baik. Orang tua harus memberikan perhatian, waktu dan motivasi bagi anak dalam pendidikan anak tersebut. Sehingga dengan peran orang tua terhadap anak akan meningkatkan belajar dari anak tersebut, sehingga anak dapat memperoleh keberhasilan dalam belajar dan memperoleh hasil belajar yang baik dalam akademis di Maulana akbar Sanjani. AuTugas dan peran guru dalam proses peningkatan belajar mengajar,Ay Jurnal sernai ilmu pendidikan Vol. No. : 36. Yelvi sofia adeo dan joko semboda. AuPeran keluarga menurut amsal 22 ayat 6 dalam pembentukan karakter anak,Ay MIKTAB Jurnal teologi dan pelayanaan kristiyani Vol. No. : 53. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Alamat : Jalan Permenas Woisrat Kampung Sas. Distrik Klawak Kabupaten Sorong. untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak. Batas waktu penelitian yang dilakukan oleh penulis 3 bulan. Metode Berdasarkan rumus masalah dan tujuan dari penelitian yang akan dicapai oleh penulis,maka dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode penelitian Artinya data yang akan penulis dikumpulkan nanti dilapangan, bukan saja berupa angka-angka saja akan tetapi terdapat data yang berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo dan dokemen resmi lainnya. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini berjumlah 69 orang yang terdiri dari orang tua, siswa, guru di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Dari populasi ini penulis menetapkan sampel 35 orang yang terdiri dari 16 orang tua anak perwakilan dari kelas Vi, 15 orang anak / siswa, 4 orang guru yang diharapkan dapat mampu memberikan data yang dibutuhkan bagi penulis dalam penelitian ini. Teknik Pengumpulan Data Didalam penelitian ini penulis mengumpulkan data mengunakan teknik wawancara . penulis melakukan interaksi secara langsung dengan objek atau fenomena yang sedang berlangsung. kemudian jenis wawancara yang penulis gunakan ialah wawancara terstruktur yang menggali informasi secara lebih pasti. sebelum penulis melakukan wawancara dengan informan terkait, penulis akan menyiapkan terlebih dahulu pedoman pertanyaan secara terperinci dan sistematis yang mencangkup semua hal tentang Data yang dibutuhkan oleh penulis terkait dengan topik penelitian. Dalam hal ini wawancara merupakan Tanya jawab mengenai peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak. Pengembangan Instrument Adapun beberapa pertanyaan yang di wawancara terhadap responden: Pertanyaan untuk orang tua Bagaimana peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak? Upaya apa saja yang telah dilakukan orang tua terhadap anak dalam menigkatkan belajar anak ? Kendala apa yang dihadapi oleh orang tua dalam meningkatkan belajar anak? Sebagai orang tua. Bagaimana sikap kita ketika menghadapi anak yang sulit dalam Pertanyaan untuk anak Bagaimana kalian belajar saat dirumah ? Kendala apa yang terjadi saat belajar dirumah ? Apa yang kalian harapkan untuk membuat kalian dapat semangat untuk belajar Pertanyaan untuk guru Bagaimana peran guru dalam mengatasi permasalahan anak yang sulit untuk belajar Upaya apa saja yang dilakukan oleh guru terhadap anak dalam meningkatkan atau memotifasi anak dalam belajar baik disekolah maupun dirumah ? Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah dianalisis secara Deksritif dengan memberikan penjelasan, gambaran pelaporan yang disusun kedalam kalimat yang dapat dimengerti dan ditarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Lokasi penelitian SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong beralamat di jln. Permenas Wolsiat kampung sias. Distrik Klawuk Kabupaten Sorong. SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong merupakan salah satu sekolah Negeri dengan Akreditasi C, yang didirikan pada tanggal 24 Januari 2014 Dengan Visi: Meningkatkan Pendidikan yang berkualitas berdasarkan kurikulum Merdeka. Serta dukungan tenaga Pendidikan profesiaonal yang mampu melayani setiap peserta didik untuk memadi manusia beriman, kritis dan cerdas. Misi : Melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 secara efisien dan berkesinambungan. Membentuk suatu karakter peserta didik yang beretika melengkapi peserta didik dengan ilmu pengetahuan sikap dan skill yang diandalkan untuk bersaing diera globalisasi mempersiapkan sumber daya manusia yang berguna begi diri sendiri. Masyarakat, bangsa dan negara. Menyiapkan peserta didik yang kelak menjadi pemikir perencanaan dan pelaksanaan Pembangunan nasional secara umum dan khususnya ditanah papua. Letak geografis sekolah Ditinjau dari letak geografisnya SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong berbatasan Berbatasan timur : Pemukiman penduduk Berbatsan Selatan : Pemukiman penduduk Berbatasan Utara : Pemukiman Penduduk Berbatasan Barat : Pemukiman Penduduk Letak geografis sekolah SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong Berada ditengah-tengah pemukiman Masyarakat. Keadaan Ruangan Ruangan yang dimiliki SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Kelas VII Sampai IX Ruang perpustakaan Ruang leb Komputer WC Guru WC Siswa Gudang Sekolah Jenis Ruangan Jumlah Luas/Panjang . Keterangan Ruang Kepala Sekolah 8x7 m2 Baik Ruang Guru Baik Ruang Kelas 8x7 m2 Baik Ruang Perpustakaan Baik Ruang Lab Komputer Baik Wc Guru 4x2 m2 Baik Wc Siswa Baik Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Gudang Sekolah 7x5 m2 Cukup Keadaan Fisik Kelas Jumlah ruang kelas di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong ada 4 buah ruangan kelas yang terdiri dari kelas VII A. VII B Dan Vi Serta IX Sedangkan perlengkapan fasilitas kelas ialah : Meja dan Kursi Guru Meja dan Kursi Siswa Papan tulis putih (White Boar. Spidol dan penghapus Apsen dan jadwal Pelajaran Peralatan kebersihan kelas ( sapu,serok dan tempat sampah ) Perpustakaan Keadaan ruangan perpustakaan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong dalam kondisi yang baik dan memadai sebagai ruang membaca. Namun belum memiliki buku-buku yang lengkap terutama buku tentang pengetahuan ilmiah masih kurang. Lap Komputer Keadaan Lap Komputer di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong dalam kiondisi yang baik dan cukup memadai sebagai ruang untuk belajar informatika dan juga membantu para guru-guru dalam mengerjakan segala keperluan sekolah menggunakan computer yang berada di Lap. WC Guru dan Siswa Keadaan WC disekolah SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong dalam kondisi yang baik dan air yang mengalir dari (Air Bor ). Terdapat 3 WC yang digunakan 1 WC Guru, 2 WC Gudang Sekolah Keadaan Gudang sekolah di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong cukup untuk di gunakan sebagai tempat manaru segala keperluan yang dibutuhkan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Sarana dan Prasarana lainnya Sumber Listrik Air Bor Area Parkir Dari keseluruhan fasilitas penunjang di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong baik akan tetapi belum memiliki UKS dan kantin sendiri. Namun sudah memadai sebagai penunjang proses pembelajaran disekolah. Hasil Penelitian Setelah penulis melakukan observasi disekolah SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Penulis akan melakukan wawancara dengan dideskripsikan hasil wawancara dengan dideskripsikan hasil wawancara sebagai berikut : Pertama penulis melakukan wawancara dengan orang tua siswa penulis bertanya bagaimana peran dari orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak. Maka jawaban dari : 14 responden menjawab peran orang tua adalah memberikan kasih saying kepada anak, memenuhi kebutuhan anak baik itu makan, minum, pake dan jajan tetapi juga kebutuhan disekolah anak di dalam belajarnya. Membeli apa yang menjadi keperluan anak untuk belajar seperti buku dan bahan tulis, memberi semangat lewat kata-kata motivasi untuk rajin sekolah dan belajar, memberi hadiah kepada anak jika ia dapat nilai yang baik disekolah. Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . 2 responden menjawab sebagai orang tua selain memberi kasih sayang, memenuhi kebutuhan anak orang tua juga harus mengontrol anak didalam Pendidikan dan pergaulan anak. Sebab sekarang ini pengaruh pergaulan yang salah sangat cepat sekali di kalangan anak-anak SMP. SMA Bahkan SD juga. Sehingga peran dari orang tua terhadap seorang anak di dalam peningkatan belajar anak, harus dengan mengontrol pergaulan anak, memberi pemahaman dan nasehat kepada anak agar pintar didalam memilih teman dan pergaulan. Kemudian mengontrol Pendidikan anak dengan selalu mengecek atau menanyakan kepada anak tentang belajarnya disekolah bagaimana, ada PR atau tidak, jika ada harus dikerjakan. penulis bertanya Upaya apa saja yang telah dilakukan orang tua terhadap anak dalam meningkatkan belajar anak. 5 responden menjawab Upaya apa yang dilakukan sebagai orang tua adalah memenuhi kebutuhan sekolah anak seperti buku,alat tulis,memberi uang saku atau uang jajan,mengupayakan segala kebutuhan anak disekolah dan dirumah agar anak semangat dalam belajar. 3 responden menjawab Upaya yang bisa diberikan kepada anak agar semangat dalam belajar adalah perhatian,kasih sayang,waktu bagi anak, memenuhi kebutuhan anak didalam belajar dan memberi hadiah kepada anak jika ia semangat dalam belajar dan mendapat nilai yang baik akan diberikan hadiah (HP) dari orang tua. 8 responden menjawab sebagai orang tua yang mempunyai latar belakang ekonomi yang sulit hanya dapat mengupayakan semampu mereka untuk memenuhi kebutuhan anak agar bisa sekolah dan belajar dengan baik sehingga kelak mereka bisa mengapai Impian dan cita-cita mereka. Kemudian penulis bertanya kendala apa yang dihadapi orang tua dalam meningkatkan belajar anak. 7 responden menjawab AupekerjaanAy yang menjadi kendala bagi para orang tua sehingga tidak ada waktu untuk mendampingi anak didalam belajarnya dirumah. 5 responden menjawab kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam meningkatkan belajar anak adalah orang tua tidak paham tentang Pelajaran dari anak. Ketika ada tugas dari guru disekolah orang tua tidak bisa membantu anak didalam belajar dirumah. hanya dapat menggingatkan kepada anak untuk belajar dan mengandalkan hp untuk membantu anak-anak mencari jawaban dari tugas-tugas yang diberikan oleh guru disekolah untuk dikerjakan dirumah. 4 responden menjawab kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam meningkatkan belajar anak dirumah adalah sifat keras kepala anak yang mana melawan atau tidak mau ketika disuruh belajar,anak malas untuk belajar dan hanya main saja. Kemudian penulis bertanya sebagai orang tua, bagaimana sikap orang tua ketika menghadapi anak yang sulit belajar. 8 responden mengatakan dengan memberikan nasehat kepada anak untuk jagan malas dalam belajar, sebab belajar itu penting. dengan belajar anak -anak bisa mencapai cita-cita kalian. 5 responden menjawab dengan memberikan hukuman fisik . kepada anak atau dengan memberi hukuman dalam bentuk non fisik . ensita hp dan memarah. anak, serta memberi nasehat dan pengertiaan kepada anak agar mau rajin didalam belajar dirumah tetapi juga disekolah untuk masa depan mereka nanti. 3 responden menjawab biarkan anak belajar sendiri sebab jika dipaksakan untuk belajar mereka akan semakin tidak mau belajar. Kedua penulis melakukan wawancara dengan anak atau siswa. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Penulis bertanya bagaimana kalian belajar saat dirumah. Maka jawaban yang didapat 4 responden menjawab karna tidak ada buku cetak untuk dipakai belajar dirumah,anak-anak mengunakan hp untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dirumah. 5 responden menjawab mereka tidak belajar sebab harus membantu orang tua dirumah seperti kekebun, menjaga adik-adik dirumah, membantu orang tua menjaga jualan dipasar sehinga tidak belajar dirumah. 3 responden menjawab malas belajar dirumah sebab mereka sudah belajar disekolah dan dirumah hanya digunakan bermain Bersama teman-teman dan membantu orang tua saja. 3 responden menjawab mereka belajar dirumah dengan Pelajaran yang sudah ditulis dibuku catatan disekolah, jika ada tugas dari guru untuk dikerjakan. Kemudian penulis bertanya kendala apa yang terjadi saat belajar dirumah. Maka jawaban dari : 2 responden menjawab karna disuruh orang tua membantu pekerjaan rumah hingga anak lupa untuk belajar dirumah. Sedangkan 8 responden menjawab kendala yang dihadapi saat belajar dirumah adalah karna tidak adanya buku cetak yang dipakai anak untuk belajar, hal ini dikarenakan anak merasa lupa akan Pelajaran yang sudah dipelajari disekolah, sehingga menyulitkan anak untuk belajar dirumah. 5 responden menjawab tidak ada tugas yang diberikan oleh guru jadi anak tidak belajar dirumah. belajar jika ada tugas yang diberikan guru dan jika ada mau ulangan baru belajar. anak juga mengatakan sulit belajar dirumah karna tidak adanya buku cetak yang dipakai buat belajar dirumah. Selanjutnya penulis bertanya apa yang kalian harapkan untuk membuat kalian dapat semangat untuk belajar dirumah. 10 reponden menjawab dengan tegas sangat mengharapkan adanya buku cetak yang dipakai untuk belajar baik disekolah maupun dirumah. hal ini dikarenakan terkadang anak-anak masih belum paham dengan Pelajaran yang telah dijelaskan oleh para guru-guru disekolah. 5 responden menjawab mengharapkan adanya pengadaan buku cetak disekolah untuk dipakai belajar disekolah maupun dirumah. anak-anak mengharapkan adanya dukungan dari para orang tua untuk memberi mereka waktu belajar dirumah,sebab terkadang anak-anak tidak mempunyai waktu belajar dirumah,hal ini disebabkan anak terkadang tidak mempunyai waktu belajar dirumah karna harus membantu orang tua dirumah. Ketiga penulis melakukan wawancara dengan para guru. penulis bertanya bagaimana peran guru dalam mengatasi permasalahan anak yang sulit untuk belajar. Maka jawaban 1 responden menjawab sebagai guru harus kreatif dalam mengajar, sehingga dalam mengajar guru menggunakan metode mengajar yang berbeda-beda yang membuat siswa semangat didalam belajar. 3 responden menjawab guru adalah orang tua bagi anak disekolah dimana sebagai orang tua guru harus peka terhadap permasalahan yang dihadapi para siswa. mana kebayakan siswa malas saat belajar, mengantuk dan tidak mengerjakan Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . tugas yang diberikan. itu berarti suatu permasalahan, sehingga guru melakukan konseling dengan siswa dan mencari Solusi permasalahan yang dihadapi siswa. dengan cara mengajar guru yang lebih menarik, dengan metode yang berfariasi dan ditambahkan dengan alat peraga didalam mengajar yang memberi ketertarikan kepada siswa yang membuat siswa menjadi semangat belajar yang membuat kelas menjadi kondusif. Selanjutnya penulis bertanya Upaya apa saja yang dilakukan oleh guru terhadap anak dalam meningkatkan atau memotifasi anak dalam belajar baik disekolah maupun Maka jawaban dari : 4 responden menjawab memberikan motivasi yang mambangundan memberi semangat bagi anak-anak, metode mengajar yang berfariasi dengan dikombinasikan alat peraga, memberi pelakaran tambahan . dan yang terpenting menjadi pendengar . bagi anak-anak. sebab jika guru membangun komunikasi yang baik dengan siswanya maka siswa akan mempercayai gurunya yang mana dapat menyampaikan keluh kesahnya pada gurunya dan guru juga harus menjadi teladan yang baik bagi siswanya sehingga siswa akan mencontohi apa yang baik dari pada guru-gurunya. Implikasi Penelitian Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong, khususnya pada kelas Vi. penulis mendapati anak atau siswa yang tidak disiplin dikelas seperti siswa yang datang terlambat ke sekolah, rebut dan menggangu teman yang sedang belajar, malas-malasan saat belajar serta tidur di dalam kelas. selanjutnya penulis mendapati siswa yang tidak focus saat proses pembelajaran sedang berlangsung yang mana ketika guru sedang menerangkan pembelajaran didepan kelas kemudian memberi pertanyaan soal pelajaran yang sedang diterangkan, siswa tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Penulis juga mendapati siswa yang sering sekali tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru disekolah maupun tugas rumah (P. , yang menjadi perhatian oleh penulis untuk meneliti apa penyebabnya, sebab hal ini bukan saja terjadi pada kelas Vi akan tetapi terjadi juga dikelas VII dan IX. Hal ini merupakan permasalahan bagi siswa, jika tidak diselesaikan akan membuat siswa semakin terus menerus melakukan hal tersebut yang akan mempengaruhi perkembangan Pendidikan anak atau siswa yang berdampak pada hasil pencapaian akademik. Selain itu penulis juga mendapati kurangnya kreatif guru didalam mengajar yang membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. Kurangnya perhatian dari para orang tua bagi anak juga penulis temukan. Dimana orang tua kurang menyadari bahwa anak sangat membutuhkan peran dari orang tua. Namun orang tua terlalu sibuk bekerja, orang tua tidak memahami anak aka napa yang diharapkan dari anak mengenai Pendidikan anaknya. Terkadang guru memberi penilaian nakal kepada anak didik karena tidak disiplin dan tidak focus dalam belajar tanpa memahami kondisi dan situasi bagi anak. Sehingga perlu untuk guru dapat memahami anak didiknya peka terhadap apa yang menjadi persoalan anak dan membantu anak menyelesaikan permasalahan anak tersebut. Selain itu peran orang tua bagi anak sangat penting didalam pertumbuhandan perkembangan anak termasuk didalamnya Pendidikan. Sehingga orang tua harus menyadari bahwa sebagai orang tua perlu memberi perhatian, kasih sayang, waktu dan memahami anak agar seorang anak dapat semangat didalam belajar baik disekolah maupun di rumah. Dalam hal ini peran dari guru dan orang tua sangat penting dan diperlukan oleh seorang anak atau siswa, untuk itu perlu adanya Kerjasama antara kedua pihak didalam Pendidikan anak. Agar memberi semangat bagi Eirene Jurnal Ilmiah Teologi anak untuk semangat didalam belajar disekolah tetapi juga dirumah. Yang membawa keberhasilan didalam pencapaian akademis anak. Selain itu yang penulis dapati juga kurangnya atau tidak adanya kesedian buku cetak bagi siswa didalam belajar mereka Sehingga perlu untuk pihak sekolah menyediakan buku cetak bagi siswa agar adanya kesinambungan antara siswa dan guru didalam proses pembelajaran anak. Karena yang mengakibatkan anak malas dalam belajar adalah tidak adanya kesedian buku cetak bagi siswa, dan kurangnya kreatif guru didalam mengajar. Jika guru kreatif didalam mengajar seperti metode mengajar yang berfariasi ditambah dengan alat peraga yang memicu ketertarikan siswa di dalam belajar akan memberi semangat belajar bagi anak sehingga tugas yang diberikan oleh guru akan dikerjakan oleh siswa karena adanya dorongan dari guru tetapi juga orang tua didalam Pendidikan anak. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong, penulis menarik Kesimpulan bahwa : Penyebab anak sulit belajar di rumah karena ketagihan main game yang membuat anak menjadi malas untuk belajar di rumah. Selanjutnya anak selalu membantu orang tua dirumah untuk bekerja pekerjaan rumah,menjaga adik, dan kekebun ataupun membentu orang tua berjualan hasil kebun setelah pulang sekolah. Sehingga membuat anak sulit untuk belajar dirumah karena tidak memiliki waktu luang yang dipakai untuk belajar dirumah. Dimana waktu anak dirumah hanya dipakai untuk main game dan membantu orang tuannya. Kemudian yang penulis dapati juga anak sulit belajar dirumah karena ridak adanya penyediaan atau persediaan buku cetak khusus untuk anak didalam belajarnya baik itu disekolah maupun dirumah. Yang membuat anak terkadang tidak focus dalam belajar dan tidak memahami Pelajaran yang disampaikan oleh paraguru. Peran orang tua kepada anak kurang efektif sebab orang tua terlalu sibuk untuk bekerja dan tidak memahami anak didalam memberi waktu bagi anak untuk belajar dirumah selanjutnya orang tua kurang memberi perhatian kepada anak dalam menasehati atau menegur anak yang suka bermain game karena kesibukan didalam bekerja maupun mengurus keluarga. Kemudian kurangnya pemahaman sebagai orang tua mengenai pembelajaran anak yang menjadi hambatan bagi orang tua didalam mendampingi anak untuk belajar dirumah. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan di SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong mengenai bagaimana peran orang tua terhadap anak dalam meningkatkan giat belajar anak kelas Vi SMP Negeri 21 Kabupaten Sorong. Penulis bermaksud untuk memberikan saran masukan : Guru, untuk meminimalisir perilaku anak yang tidak disiplin dan tidak focus dalam belajar dikelas. Penulis memberikan saran agar para guru perlu membuat suasana kelas yang menyenangkan dengan kreatif guru didalam mengajar. Guru harus kreatif dengan cara mengajar yang berfariasi menggunakan metode mengajar yang berbedabeda setiap hari dengan dikombinasikan menggunakan aat-alat peraga yang menarik bagi siswa. Agar timbul rasa semangat, rasa ingin tahu, tertarik untuk belajar disekolah karena kreatif guru didalam mengajar. Dan jika bisa diterapkan penulis percaya aka nada perubahan dalam diri siswa untuk semangat belajar disekolah tetapi juga dirumah. Dan yang terpenting penulis sangat berharap kepada pihak sekolah Lobatrar at. al : Peran Orang Tua . agar dapat menditribusikan buku cetak kesekolah untuk dipakai oleh siswa-siswi dalam belajar. Orang tua siswa, untuk meminimalisir anak yang malas belajar di rumah,sebagai orang tua harus memberi teguran bagi anak dalam bentuk menasehati anak agar jangan terlalu menghabiskan waktunya untuk bermain game atau memberi hukuman . enyita h. anak agar tidak dapat bermain game dan anak dapat meluangkan waktunya untuk belajar dirumah . kemudian sebagai orang tua harus ikut serta dalam mengambil bagian membantu peran guru-guru dari rumah terhadap Pendidikan anak orang tua harus menyadari bahwa peran dari pada orang tua sangat penting sekali bagi anak-anak di dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh sebab itu para orang tua harus memberi perhatian kepada anak, kasih sayang, waktu, orang tua harus memahami anak tentang pendidikannya penulis berharap orang tua dapat memberi motifasi kepada anak dan memberi semangat kepada anak untuk belajar yang rajin baik disekolah maupun dirumah. Orang tua mau bekerjasama dengan guru-guru untuk mengontrol perkembangan Pendidikan anak agar orang tua dapat mampu mendidik anak dari rumah dalam belajar sehingga diharapkan adanya perubahandalam pendidkannya baik kecerdasan maupun kepribadian yang baik. DAFTAR PUSTAKA