E-ISSN : 2722-3612 Hal: 57-65 Vol. 5 No. 2, 2024 This article is licensed under https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Pengembangan Bahan Ajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi Desa Laban-Menganti. Gresik Melisa1A 1 UPT SDN 239 Gresik. Jl. Raya Menganti Kabupaten Gresik. Jawa Timur 1 meborahe@gmail. Coresponding Author: meborahe@gmail. ABSTRACT This paper discusses the development of social studies teaching materials based on local wisdom of the sedekah bumi tradition. The development of teaching materials based on local wisdom is expected to be an alternative to foster the desired character where students can be sensitive to the phenomena that occur around students. One of the local wisdom values that can be developed as a source of character education in social studies learning is certainly chosen based on life values that are expected to be able to help students see and learn the meaning or significance of life and apply them in their daily lives. The results of the research on the development of social studies module teaching materials based on local wisdom of the sedekah bumi tradition in Laban village on the theme of Indonesian cultural diversity in class VII of SMP N 2 Menganti were assessed through assessments by media experts, material experts, and student responses. The assessment of the aspects of content feasibility, presentation feasibility and graphics received an average score of 3. 7 with a very good category. Student responses during the trial received an average percentage of 93. 6% with very good criteria. Student responses to the integration of character education values in the module were 96% with a very good category. Thus, the social studies module based on local wisdom of the earth alms tradition in Laban village that has been developed can be said to be suitable for use as teaching material on the theme of Indonesian cultural diversity and can be used as a source for developing character values. Keywords: Teaching Materials. Local Wisdom. Earth Alms. Social Studies Artikel Info Masuk Desember 31, 2024 Revisi Januari 25, 2025 Diterima Januari 28, 2025 Terbit Januari 30, 2025 PENDAHULUAN Pendidikan berguna untuk membuat manusia menjadi manusia, saat seorang anak lahir kedunia, ia diberikan oleh Tuhan dengan berbagai potensi yang harus diaktualisasikan (Alpian. , et al 2. Proses aktualisasi inilah yang disebut dengan Proses tersebut berlangsung hingga seorang anak mencapai tahap dewasa yang dapat ditunjukan dengan kepribadian yang matang yakni dengan menimbulkan sikap diri sebagai manusia yang baik yang mengaktualisasikan nilainilai kebenaran dan kebaikan dalam hidupnya. Wilayah Indonesia yang luas terdiri dari berbagai budaya dan etnis bagian barat, tengah, dan timur (Setyowati. , & Supriyanto. Budaya daerah yang di bentuk oleh etnis di kepulauan Indonesia menampilkan pola asli, karakteristik, bahasa, nilai-nilai dan simbol-simbol unik yang berasal dari budaya masyarakat. Kearifan lokal budaya Indonesia yang saat ini kita kenal sebenarnya di bentuk melalui proses yang sangat panjang (Farhaeni. , & Martini. A 2024 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Nenek moyang bangsa Indonesia yang telah memprakarsainya, yang pada akhirnya mengalami pasang surut sehingga dalam beberapa kasus ada beberapa budaya yang dihilangkan, dan beberapa dipertahankan hingga menjadi apa yang kita miliki sekarang (Mariana. Proses panjang yang membentuk budaya negara kita dan telah menentukan unsur-unsur budaya untuk tumbuh dan berkembang di dalam lingkup kehidupan masyarakat. Sebuah penyelidikan sejarah telah menunjukan bahwa adanya berbagai budaya etnis yang diwariskan di Indonesia yang tercermin dalam kearifan lokal, kepercayaan, sistem pemerintah, kesehatan, subsistem dan sistem garis keturunan (Puspita. , & Erlin. Nilai kebudayaan yang selalu dipegang teguh dan dilestarikan merupakan salah satu konsistensi dan eksistensi setiap daerah yang menjadikan nilai tradisi dan kebudayaan merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya (Nugraha. , & Hasanah. Budaya Indonesia yang berasal dari pikiran masyarakat Indonesia dimana dalam hal ini adalah tradisi sedekah bumi desa menganti dapat berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai penting untuk mengembangkan kesadaran tentang perlunya memahami akan adanya budaya pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia (Pandaleke. , et al. Pendidikan adalah salah satu media yang tepat dan efektif untuk menciptakan generasi muda yang mampu menghasilkan pikiran yang bertanya, bijaksana, berpikiran terbuka, dan sikap konstruktif. Pendidikan sistemik yang berisi subsistem pelengkap, didistribusikan ke daerah-daerah di kepulauan Indonesia, dan ke berbagai tingkat lembaga pendidikan negeri dan swasta. Oleh karena itu, pendidikan negara harus memiliki tujuan yang jelas untuk mencapai tujuan yang tepat dan ideal (Trisiana. Fenomena budaya sedekah bumi di desa Laban yang terdapat pada lapisan masyarakat suku jawa ini merupakan wujud kearifan lokal yang didalamnya terlibat suatu keyakinan bagi masyarakat sebagai ucapan syukur masyarakat kepada Tuhan ataslimpahan dan karunia dalam bentuk hasil bumi di sawah selama setahun sebelumnya (Prasasti. Upacara sedekah bumi merupakan semacam upacara atau jenis kegiatan yang tujuan dari dilaksanakannya adalah untuk mengingat Sang Pencipta yang telah memberikan rahmat-Nya kepada manusia di muka bumi ini, khususnya kepada para petani yang hidupnya bergantung pada hasil bumi di pedesaan (Fatimah. Budaya atau tradisi sedekah bumi di desa laban ini di pandang perlu dipertahankan karena keberagaman suku, budaya, etnis, agama dan sumber daya alam yang potensial yang dimiliki Indonesia seharusnya dapat menjadi modal pembangunan bangsa kearah yang lebih baik secara utuh. Ditengah-tengah kemajuan pembangunannasional dalam segala bidangterjadi pergeseran nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Masruroh. Rahman. , & Hermawan. Nilai budaya dan bahasa, musyawarah mufakat, kekeluargaan, sopan santun, kejujuran, rasa malu, dan rasa cinta tanah air semakin memudar hal ini dikarenekan adanya pergeseran sistem tersebut yang terlihat dalam kehidupan masyarakat dewasa ini (Kharisma. , & Talan. Dalam hal ini tujuan dari IPS adalah sebagai media pengembangan potensi dan keterampilan siswa supaya peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat, mempunyai sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi baik yang menimpa dirinya sendiri, maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan IPS tersebut dapat dicapai Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article apabila adanya pengembagan pembelajaran berbasis budaya lokal yang mendorong berkembangnya potensi berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan tradisi sedekah bumi yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dapat digunakan dalam bahan ajar peserta didik karena pada saat ini banyaknya generasi muda yang muda yang jarang ikut serta dalam pelestarian tradisi ini di daerahnya. Khususnya peserta didik yang belum mengetahui tentang arti petingnya tradisi yang ada disekitar mereka, sehingga membuat sejumlah kalangan merasa prihatin akan mundurnya pengetahuan tentang budaya. Pada saat ini ditengah-tengah modernisasi seakan-akan tradisi sedekah bumi tersebut mulai Berdasarkan uraian diatas, dapat diketahui besarnya pengaruh kebudayaan yang ada disekitar peserta didik dapat mempengaruhi karakter mereka. Oleh sebab itu, pengembangan bahan ajar IPS berbasis nilai-nilai kearifan lokal menjadi amat penting karena mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan kondisi realitas sosial siswa dan kehidupan sosialnya dengan materi pembelajaran. Mengingat belajar merupakan pengembangan pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan yang sebenarnya. Proses pembelajaran yang berangkat pada kebutuhan serta berupaya memunculkan fenomena yang berada di lingkungan peserta didik diharapkan mampu memberikan kebermanfaatan dan kebermaknaan pada diri peserta didik mutlak diberikan. Pengembangan modul bahan ajar yang berpijak dan berangkat dari lingkungan tempat peserta didik tinggal menjadi amat penting demi terselenggaranya proses pembelajaran yang lebih METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan Borg and Gall menyebutkan penelitian model pengembangan pendidikan adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan tidak hanya pengembangan sebagai produk yang sudah ada melainkan untuk menemukann pengetahuan atau jawaban permasalahan (Putra. , at al 2. Tahapan dari penelitian model pengembangan Borg & Gall . 9: . , terdiri atas . studi pendahuluan, . perencanaan, . desain produk, . uji coba awal, . revisi hasil uji coba awal, . uji coba lapangan, . revisi hasil uji coba lapangan, . uji coba lapangan operasional, . penyempurnaan produk akhir, dan . diseminasi dan Tetapi pada penelitian ini hanya sampai pada tahap yang kesembilan, dikarenakan keterbatasan waktu penelitian. Menurut Sugiyono, penelitian dan pengembangan menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk Model ini dipilih karena alasan, untuk megembangakan bahan ajar berupa modul dengan menggunakan kearifan lokal yang ada disekitar siswa yaitu tradisi sedekah bumi pada materi keragaman budaya Indonesia, kemudian untuk menguji keefektifan bahan ajar yang telah dikembangkan agar menjadi sumber pendidikan bagi siswa (Nurmawati. , & Sulistyowati. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Tahapan Penelitian Desain Modul Ajar Analisis Data Kearifan Lokal Pengumpulan Data Gambar 1. Model Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Penelitian Penelitian di lakukan di SMP N 2 Menganti Gresik. Untuk waktu penelitian dilaksanakan sesuai dengan jadwal mata pelajaran IPS di sekolah tersebut. Dalam melaksanakan penelitian agar didapatkan hasil yang diinginkan oleh peneliti, maka penelitian ini di laksanakan dengan beberapa tahapan yang terdiri atas (Risnita. Desain Modul Ajar Pada tahap ini peneliti merancang produk bahan ajar yang berupa modul dengan materi bentuk-bentuk keragaman social dan budaya di Indonesia melalui Tradisi Sedekah Bumi. Penyususan rancangan ini didasarkan pada hasil pengumpulan informasi yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan, tingkat kesulitann materi, serta kompetensi yang akan dicapai. Selanjutnya disusun komponen-komponen bahab yang meliputi 7 . komponen yakni sebagai . judul, . pedoman penggunaan . edoman guru/peserta didi. , . deskripsi singkat mata pelajaran (SK. KI. KD, tujuan pembelajara. , . konten atau isi materi, . informasi pendukung, . latuhan-latihan, dan . kunci jawaban (Gunawan. Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumentasi atau kajian pustaka serta wawancara. Kajiaan pustaka memanfaatkan membaca buku yang berkaitan dengan seni dan budaya khususnya AuTradisi Sedekah Bumi di GresikAy. Dalam penelitian ini mengumpulkan data dengan menggunakan beberapa cara antara lain (Data. Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi dataanalisis kebutuhan, kelayakan bahan ajar, dankeefektifan bahan ajar. Data hasil wawancara, observasi, dan studi pustaka sebagai analisis kebutuhan, pengembangan bahan ajar dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi 3 tahap, yaitu, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi (Yuliani. Data kelayakan bahan ajar didapatkan dari validasi ahli dan skala respons siswa dan guru terhadap bahan ajar. Hasil validasi ahli dan skala respons bahan ajar oleh guru dan siswa berupa data kuantitatif. Data kuantitatif tersebut kemudian dikonversikan ke dalam data kualitatif. Skor total yang diperoleh kemudian dikonversikan ke dalam Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article skala lima, dengan kategori: . sangat baik, . baik, . cukup baik, . kurang baik, . tidak baik. Penilaian dikatakan memenuhi kriteria jika kategori minimal yang dicapai adalah baik (Siregar. Kebudayaan merupakan seluruh sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupannya yang dijadikan milik diri manusia dengan cara Menurut Koentjaraningrat . manusia dan kebudayaan nya adalah adalah kesatuan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan lepas dari masalah kebudayaan, karena kebudayaan itu sendiri adalah bagian dari kehidupan manusia. Ssuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, peneliti mengembangkan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial tentang budaya lokal sedekah bumi dengan memfokuskan realitas kebudayaan ditengah kehidupan siswa, sehingga bahan ajar ini dapat ditinjau dari tiga aspek yaitu kelayakan bahan ajar yang dikembangkan, kepraktisan dari bahan ajar tersebut serta efektifitas bahan ajar sebagai sumber pendidikan karakter. Selanjutnya akan dibahas secara detail hasil peneitian yang sudah diperoleh saat penelitian (Sari. , & Yustiana. Pengembangan Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi Teknis yang dilakukan dalam pembuatan bahan ajar atau modul yaitu dengan menganalisis kurikulum, menganalisis sumber belajar dan menganalisis sumber yang akan dijadikan sumber penelitian. Menganalisis kurikulum berfokus pada kompetensi inti dan kompetensi dasar yang akan dikembangkan. Analisis sumber belajar yaitu hasil dari perolehan informasi dengan materi pokok yang akan dijabrkan, sumber belajar tidak harus buku, namun apa saja yang dapat menghasilkan informasi guna mendukung tercapainya tujuan pembelajaran (Ernandi. , et al Pendekatan pembelajaran juga merupakan salah satu hal yang penting dalam meyusun bahan ajar atau modul pembelajaran, seperti halnya dalam pendekatan sehingga peneliti menggunakan pendekatan saintifik yakni mengamati, menanya. Pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan bahan ajar yang tidak cukup hanya dalam bentuk bahan ajar konvensional seperti buku-buku teks, buku pelajaran yag diperjual belikan, buku dari dinas pendidikan, ataupun buku dari agen penyaluran distribusi buku. Dalam hal ini, guru dituntut untuk kreatif dan kompeten dalam menyusun bahan ajar yang menarik dan berkualitas (Hasna. Modul pembelajaran berbasis kearifan lokal tradisi sedekah bumi dapat memberikan kontribusi kepada peserta didik untuk mengenal lebih dalam tentang potensi daerah dan budaya lokal setempat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan dimana menyimpulkan bahwa bahan ajar IPS berbasis budaya lokal membantu pendidik dan peserta didik dalam mengembangkan dan mengintegrasikan materi pembelajaran dalam mata pelajaran IPD dengan nilai dan kearifan lokal setempat (Khoiriyah, et all 2. Kelayakan Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi Bahan ajar yang berkualitas merupakan syarat yang perlu dipenuhi agar bahan ajar tersebut bisa digunakan dalam pembelajaran, pengukuran untuk menentukan kualitas bahan ajar yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif meliputi hasil validasi dari kedua validator. , sedangkan secara kuantitatif didapat Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article melalui hasil uni validasi kelayakan bahan ajar, angket respon siswa terhadap modul sebagai sumber pendidikan karakter dan hasil evaluasi pembelajaran. Berdasarkan analisis validasi yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukan bahwa modul dan RPP yang dikembangkan rata-rata memperoleh kategori baik dan layak digunakan dengan sedikit revisi. Hasil validasi menujukan untuk rata-rata skor modul sebesar 3,61 . ategori baik/laya. , sedangkan RPP sebesar 3,75 . ategori baik/laya. Validasi terhadap bahan ajar berupa modul yang dikembangkan meliputi komponen kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kebahasan dan komponen Hasil validasi modul menurut masing-masing komponen yaitu kelayakan isi dengan rata-rata 3,7 berkategori baik, kelayakan penyajian dengan rata-rata skor 3,9 berkategori sangat baik, kelayakan kebahasaan dengan rata-rata skor 3,7 berkategori sangat baik, dan yang terakhir komponen kegrafikan 3,8 berkategori sangat baik. Dalam teori Vygotsky menegaskan bahwa pengetahuan dibentuk baik secara pribadi tetapi juga oleh interaksi sosial dan kultural dengan orang-orang yang lebih tahu tentang hal itu dan lingkungan yang mendukung. Hasil validasi yang diperoleh dari pengembangan RPP menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara total mendapat penilaian kelayakan untuk digunakan dalam proses uji coba, meskipun dalam beberapa aspek perlu dilakukan revisi kembali baik pada komponen modul dan RPP. Berbagai catatan yang perlu direvisi meliputi tata bahasa, penggunaan gambar, contoh yang diberikan dalam modul harus sesuai dengan kondisi yang bersifat nyata dilingkungan siswa. Proses revisi dilakukan sebelum uji coba yang berlangsung di tempat lokasi penelitian dengan tujuan agar memperoleh hasil modul yang berkualitas sehingga dapat digunakan dalam proses Hal ini sejalan dengan apa yang dinyakatan oleh kemendikbud 2013, yakni terdapat tiga komponen dalam menyusun sebuah modul yaitu komponen isi, komponen bahasa, dan komponen penyajian. Selain itu hal yang harus dicermati dalam modul adalah hal komtekstual, sebagaimana kontekstual merupakan konsep yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. Sehingga, para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan komptensi hasil belajar dalan kehidupan sehari-hari. Menurut Joyomartono . 1:5-. perubahan kebudayaan merupakan cara hidup masyarakat sebagai akibat dari perkembangan. Perkembangan kebudayaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu . faktor dari dalam, perkembangan dari masyarakat itu sendiri misalnya dengan adanya penemuan baru, perubahan dalam struktur kependudukan, perunahan dalam lingkungan fisik, . faktor dari luar, perubahan sehingga kontak dengan masyarakat yang memilki cara hidup yang berbeda, antara lain perkembangan sebagai difusi, perkembangan sehingga adanya akulturasi, perkembangan sehingga adanya Bahan Ajar Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Pendidikan karakter secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajran dengan pengenalan nilai-nilai, fasilitas yang diperolehnya dari kesadaran akan pentingnya suatu nilai-nilai ke dalam tingkah laku sehari-hari peserta didik melalui proses Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata Dengan demikian kegiatan pembelajaran selain menjadikan siswa menguasai materi yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari, peduli dan mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi sedekah bumi menjadikannya perilaku. Budaya sebagai kearifan lokal memiliki nilai tambah tersendiri, hal ini didasari atas pentingnya budaya sebagai bentuk perwujudan karakter bangsa. Suku Jawa di Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya adalah ritual budaya sedekah bumi termasuk salah satunya yang berada di desa Laban. Suatu wujud perayaan atas ekspresi rasa syukur masyarakat kepada Tuhan dari limpahan rahmat dan rezeki yang telah Ekspresi rasa syukur tersebut menjelma menjadi suatu warisan trasdisi dari nenek moyang yang harus dijaga dari tahun ke tahun. Sehingga banyak nilai dan pesan yang terkandung didalamnya, tidak terkecuali penanaman pendidikan karakter pada anak. Karena pendidikan karakter menjadi salah satu tujuan dari pelestarian budaya yang dimaksud. Karakter yang baik, berkaitan dengan mengetahui yang baik, mencintai yang baik, dan melakukan yang baik sehingga bagaimana ketiga poin tersebut bisa dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi dan budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam membangun kehidupan yang ideal. Seperti halnya dengan ilmu dan agama. Ilmu dan budaya juga berproses dari ide atau pikiran otak manusia. Ilmu berkembang dari otak kiri yang berfungsi membangun kemampuan berpikir ilmiah, kritis, dan teknologi. Seperti halnya dengan tradisi, termasuk kedalam suatu kebudayaan daerah yang harus Selain itu juga tujuan dari pelestarian ini paling tidak akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan unggul tapi juga berjiwa humanis serta merasa memilki tradisi setempat. Dalam teori pendidikan karakter Thomas Lickona berfokus pada bagaimana menerapkan nilai-niali karakter dari hal-hal yang sangat sederhana yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang sangat besar dimasa yang akan datang bagi setiap individu yang mampu melaksanakan nilai-nilai karakter itu sendiri dengan baik. Dapat dijelaskan bahwa karakter terdiri atas tiga korelasi antara lain moral knowing, moral feeling, dan loral behavior. Karakter itu sendiri terdiri atas, mengetahui hahal yang baik, memiliki keinginan untuk berbuat baik, dan melaksanakan yang baik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi hasil penelitian, maka pengembangan bahan ajar modul IPS berbasis kearifan lokal tradisi sedekah bumi di desa Laban pada tema keanekaragaman budaya Indonesia di kelas VII SMP N 2 Menganti dinilai melalui penilaian ahli media, ahli materi, dan respon siswa. Penilaian dari aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian dan kegrafikan mendapat skor rata-rata 3,7 dengan kategori sangat baik. Respon siswa saat uji coba mendapatkan prosentase rata-rata sebesar 93,6% degan kriteria sangat baik. Respon siswa terhadap integrasi nilai-nilai pendidikan karakter yang ada di dalam modul adalah 96% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul IPS berbasis kearifan lokal tradisi sedekah bumi di desa Laban yang telah dikembangkan dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar pada tema keanekaragaman budaya Indoneisa serta dapat dijadikan sumber penumbuhan bilai-bilai berkarater. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article REFERENSI