Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap Kemampuan Keseimbangan Duduk Pada Pasien Pasca Stroke Trunk Exercise Effect On Unstable Surface Platform For Sitting Balance Ability Of Stroke Patient *Pajar Haryatno1. Aditya Johan Romadhon2 . Raihan Taqiuddin Ramadhani3 Poltekkes Kemenkes Surakarta. Jl Adi soemarmo no. Surakarta. Republik Indonesia Email Korespondensi: *pjr. fisio@gmail. Diterima: 26 Agust 2025 | Ditinjau: 19 Sept 2025 | Disetujui: 24 Sept 2025 | Publikasi Online: 14 Jan 2026 ABSTRAK Pada tahun 2021 kasus stroke merupakan kasus tertinggi ke tiga setelah jantung dan kanker yaitu 014 penderita yang terus semakin meningkat. Orang yang mengalami stroke maka masalah yang sering terjadi, salah satunya turunnya kemampuan keseimbangan duduk yang diakibatkan oleh perubahan pada sensori integrasi aspek dari motor control. untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan trunk dengan unstable surface terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada penderita pasca stroke. penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental one group pre and post test with control design yang dilakukan pada bulan November-December 2023. Perekrutan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling, subjek merupakan pasien stroke di RSUD Haji Surabaya yang sesuai dengan kriteria inklusi. Subjek berjumlah 30 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan berjumlah 15 orang yang diberi perlakuan terapi standart rumah sakit ditambah latihan trunk dengan unstable surface. Kelompok kontrol berjumlah 15 orang yang diberi terapi standart rumah sakit. Pengukuran kemampuan keseimbangan duduk menggunakan Trunk Impairment Scale Dynamic Sitting (TISDS) pada awal dan akhir perlakuan. Berdasarkan hasil uji statistik sebelum dan sesudah perlakuan, kelompok perlakuan diperoleh 0,000 . <0,. yang berarti ada pengaruh. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai p=0,00 . <0,. yang artinya ada pengaruh. Hasil uji hipotesis sesudah perlakuan kelompok kontrol dan perlakuan didapatkan hasil p=0,015 . <0,. yang berarti ada perbedaan Hasil uji selisih mean kelompok perlakuan lebih besar yaitu 2. 93 daripada kelompok pemberian latihan trunk dengan unstable surface terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada penderita stroke pada pasien RSUD Haji Surabaya Kata Kunci: Latihan Trunk. Alas Tidak Stabil. Kemampuan Keseimbangan Duduk. Pasien Stroke ABSTRACT Stroke cases are the third highest cases after heart and cancer, which is 1,992,014 patients who continue to increase. People who have a stroke then problems that often occur, one of which is a decrease in the ability to balance sitting caused by changes in sensory integration aspects of motor To determine the effect of trunk training with unstable surface on improving the ability to balance sitting in post-stroke patients. This study used experimental research one group pre and post test with control design conducted in November-December 2023. The subject recruited by purposive sampling technique was a stroke patient at RSUD Haji Surabaya who met the inclusion The subjects numbered 30 people and were divided into 2 groups. The treatment group consisted of 15 people who were given standard hospital therapy treatment plus trunk training with unstable surfaces. The control group numbered 15 people who were given standard hospital Measurement of sitting balance ability using Trunk Impairment Scale Dynamic Sitting Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 (TIS-DS) at the beginning and end of treatment. Based on the results of statistical tests before and after treatment, the treatment group obtained 0. <0. which means there is an effect. the control group, a value of p=0. <0. was obtained, which means there is an influence. The results of the hypothesis test after the treatment of the control group and treatment obtained results p = 0. <0. which means there is a difference in influence. The test result of the mean difference in the treatment group was greater at 2. 93 than the control group at 1. Conclusion: Providing of trunk exercises with unstable surface to improve the ability to balance sitting in stroke patients at RSUD Haji Surabaya. Keywords: Trunk Exercise. Unstable Surface Platform. Sitting Balance Ability. Stroke Patient PENDAHULUAN Keseimbangan mendukung sebagian besar aktivitas fungsional yang sangat penting untuk kemampuan fungsional keseharian terutama pada aktivitas seperti berjalan, berdiri, dan meraih benda diatas meja. Keseimbangan atau stabilitas postural adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan proses dinamis ketika posisi tubuh dipertahankan dalam Equilibrium adalah keadaan tubuh yang dimana energi internal dan gerak tubuh tidak berubah seiring waktu. Keseimbangan yang paling baik adalah ketika pusat dari masa tubuh . enter of mas. yang dipertahankan terjaga di atas bidang tumpu . ase of suppor. Keseimbangan duduk adalah suatu kondisi untuk mempertahankan keselarasan postural terhadap gravitasi dalam keadaan statis. Keseimbangan duduk juga berperan penting untuk awalan melakukan gerakan forward fleksi trunk, atau side fleksi trunk dengan kombinasi gerak fungsional ektremitas atas secara unilateral atau bilateral, oleh sebab itu keselarasan postural dapat dipertahankan selama lebih dari 30 menit2. Ketika seseorang mengalami stroke maka problem yang sering terjadi, salah satunya ialah menurunnya kemampuan keseimbangan duduk yang diakibatkan dari perubahan pada sensori integrasi aspek dari motor control yang mengakibatkan gangguan keseimbangan3. Mengintregasikan informasi sensoris melalui indra penerima ransang receptor sensory, akan berguna untuk mengontrol postur gerak tubuh sekaligus memberikan respon stimulan yang bersifat motoris dimana berguna untuk mengontrol postur tubuh sesuai dengan tujuan gerak fungsional Stroke secara klasik dikarakteristikan sebagai defisit neurologi yang dikaitkan dengan adanya cedera fokal dari sistem saraf pusat dengan kausa vaskuler, meliputi cerebral infrak, intracerebral hemorrhage (ICH) dan subarachnoid hemorrhage (SAH)4. Jatuh merupakan salah satu komplikasi yang paling terjadi pada pasien stroke. Insiden yang dilaporkan bervariasi dari 7% pada mingu pertama setelah stroke hingga 73% pada tahun pertama setelah keluar dari rumah sakit5. Kontrol trunk pada posisi duduk berkaitan dengan core stabilisasi dan propioseptif di trunk pada pasien paska stroke. Kekuatan dari lateral fleksor pada trunk dan sisi ekstremitas yang terganggu sangat membuat korelasi antara keseimbangan duduk dan resiko jatuh6. Stroke terjadi karena adanya beberapa faktor resiko. Faktor resiko non- modifikasi yaitu usia, etnik, genetik dan riwayat keluarga berkontribusi signifikan pada timbulnya resiko stroke. Terdapat 90 persen faktor resiko stroke diseluruh dunia antara lain hipertensi, obesitas, merokok, malas bergerak, meminum alkohol, penyakit psikososial, diabetes, penyakit jantung dan rasio Hipertensi, hiperlipidemia, diabetes militus, obesitas dan merokok merupakan faktor yang paling dekat terhubung pada kerusakan sistem kardiovaskular, termasuk beberapa penyakit cerebrovascular, penyakit iskemik pada jantung dan penyakit sistem pembuluh darah7. Stroke dapat menyebabkan defisit sensori, motor function dan gangguan sistem saraf pusat. Meskipun setelah diberikan rehabilitasi yang intensif, penderita stroke seringkali meninggalkan defisit fungsional yang membuat penyakit stroke memimpin faktor adanya disabilitas8. Salah satu faktor utama penyebab gangguan keseimbangan setelah mengalami stroke yaitu trunk control Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 impairment. Trunk merupakan bagian tubuh yang utama dan terbesar, dengan trunk yang stabil sangat penting dalam melakukan keseimbangan gerak tubuh di bagian distal . yang mempengaruhi fungsi aktivitas sehari-hari9. stabilisasi otot trunk di proksimal . akan berpengaruh pada mobilisasi di segmen distal yang dimana berintegrasi langsung pada fungsi awalan gerak sebelum ke fungsional. Otot postural terbagi menjadi tiga bagian sebagai penyokong local stability, global stability dan global mobility semua hal tersebut jika terjadi imbalance muscle akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh10. Kontrol otot trunk dan stabilitas core yang tepat berpengaruh terhadap kemampuan dasar untuk melakukan beberapa aktivitas sehari hari, seperti berdiri, duduk, berjalan dan keseimbanagan pada ujung tungkai11. Trunk muscle control dibutuhkan pada aktivitas yang menuntut kondisi seimbang baik dalam aktivitas statis maupun dinamis12. Pasien stroke dengan latihan keseimbangan duduk sangat penting karena untuk meningkatkan keseimbangan, kondisi fungsional dan ambulasi lebih awal. Keseimbangan duduk juga dapat menjadikan bentuk indikator gangguan keseimbangan13. Gangguan trunk, keterbatasan keseimbangan, dan gangguan kontrol postur, pada pasien penderita stroke, berhubungan dengan peningkatan resiko jatuh dan gangguan mobilitas. Core dan trunk adalah pusat dari berbagai rantai gerak kinetik dalam tubuh, kontrol dari trunk oleh otot core, mengontrol kekuatan, keseimbangan, dan rantai gerak kinetik yang maksimal dari anggota gerak atas dan bawah. Definisi core stability adalah kemampuan dari lumbopelvic dari hip kompleks untuk mencegah vertebra fleksi ke depan . atuh ke depa. dan mengembalikannya ke keseimbangan yang baik. Menurut salah satu penelitian systematic review yang dilakukan oleh menunjukkan bahwa implementasi dari core stability exercise merupakan salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan performa trunk dan keseimbangan duduk dinamis, keseimbangan berdiri, dan berjalan pada pasien paska stroke14. Untuk mengatasi keseimbangan pada pasien stroke dapat diberikan intervensi fisioterapi berupa latihan trunk on unstable surface. Dikarenakan penelitian sebelumnya, pada pengukuran menggunakan trunk impairment scale menujukan peningkatan nilai ukur di kelompok eksperimen daripada kelompok kontrol pada penelitian yang dilakukan15. menunjukkan bahwa latihan trunk pada permukaan yang tidak stabil yang dilakukan oleh pasien yang mampu mempertahankan duduk tanpa support selama 30 detik dapat meningkatkan trunk control, kemampuan meraih pada posisi duduk dan berjalan pada pasien stroke level sub akut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan pre and post test design with control group. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian latihan trunk di Unstable Surface terhadap peningkatan keseimbangan duduk pada pasien pasca stroke. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok intervesi, yaitu kelompok diberikan terapi standar rumah sakit dan latihan trunk on Unstable Surface dan kelompok kontrol hanya diberikan terapi standar rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Haji. Surabaya selama 2 bulan mulai dari awal bulan November hingga Desember 2023. Pemberian terapi dilakukan sebanyak seminggu sekali selama 6 minggu sehingga jumlah terapi yang akan diberikan 6 kali pemberian intervensi Perekrutan subjek dilakukan menggunakan cara purposive sampling Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah: . pasien dengan onset stroke 1 sampai dengan 6 bulan, . dapat duduk tanpa adanya bantuan selama 30 detik, . dapat memahami intruksi terapis, . memiliki nilai TIS tidak lebih dari 10, . pasien berusia dibawah 80 tahun. Kriteria esklusi dalam penelitian ini adalah . memiliki nilai TIS lebih dari 10, . memiliki gangguan pendengaran, . memiliki gangguan kognitif, . memiliki gangguan visual, . pasien berusia 80 tahun ke atas dan kriteria drop-out pada penelitian ini adalah: . subjek tidak mengikuti latihan sebanyak 3 kali atau lebih dari jadwal yang ditetapkan, . subjek mengalami Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 serangan stroke kembali ditengah penelitian, . subjek tidak mengikuti post-test, . subjek mengundurkan diri dari penelitian ini. Pasien diminta untuk posisi hook lying, dengan fleksi hip 40A dan fleksi lutut 80A, dengan kaki menapak pada alas. pada bagian pantat diberi unstable surface berupa balance pad, pasien diminta untuk menarik napas dengan cara mengembungkan perutnya ditahan selama 4 detik, kemudian hembuskan napas selama 5 detik, sambil menarik pusar dalam-dalam ke arah lumbal, latihan dilakukan dengan 10 kali pengulangan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Trunk Impairment Scale 2. 0 (TIS). TIS merupakan alat ukur mengukur skala bertujuan untuk mengevaluasi trunk pada pasien yang menderita stroke. Skala ini dirancang untuk menilai keseimbangan dinamis dan koordinasi pada posisi duduk pasien paska stroke10. TIS merupakan golden standart penilaian untuk mengukur keterbatasan yang dialami oleh pasien stroke dan validitasnya telah dibandingkan dengan penilainya alat ukur lainnya. Alat ukur ini memili nilai validitas dan reliabilitas yang sangan baik, dengan total nillai reliabilitas ICC skor 0. 96 dan 0. Untuk keseimbangan dinamis sendiri mempunyai nilai reliabilitas skor ICC intra-rater 0. inter-rater 0. 93 sedang untuk nilai koordinasinya sendiri memiliki nilai intra-rater 0. inter- rater 0. Validitas dari alat ukur tis ialah r :0. 98 dibandingkan dengan MFM12 HASIL Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa usia termuda kelompok kontrol adalah 48 tahun dan tertua adalah 80 tahun, yang memiliki mean usia 60. 20 dengan standar deviasi (SD) 10. Sedangkan pada kelompok perlakuan, usia termuda kelompok perlakuan adalah 50 tahun dan tertua adalah 75 tahun, yang memiliki mean usia 60,93 dengan standar deviasi (SD) Distribusi karakteristik subjek berdasarkan jenis kelamin dari data yang diperoleh yaitu jenis kelamin laki-laki lebih mendominasi yaitu sebanyak 17 orang dan jenis kelamin perempuan sebanyak 13 orang. Distribusi karakteristik subjek berdasarkan tekanan darah dari data yang diperoleh yaitu pada kelompok kontrol didominasi oleh subjek dengan prahipertensi sebanyak 8 orang, dan pada kelompok perlakuan didominasi oleh subjek dengan prahipertensi sebanyak 12 Tabel 1. Karakteristik Subjek Kelompok Perlakuan Perlakuan n= 15 Usia RearataASd 93 A 7 L= 80 PH= 80 P= 20 H1= 20 n= Jumlah. Sd= Standar deviasi. JK= Jenis Kelamin. TD= Tekanan Darah. L= Laki-laki. P= Perempuan. PH= Pre hipertensi. H1= Hipertensi Tipe 1 Tabel 2. Karakteristik Subjek Kelompok Kontrol Kontrol n= 15 Usia RearataASd 2 A 10 L= 33 PH= 53 P= 66 H= 13 n= Jumlah. Sd= Standar deviasi. JK= Jenis Kelamin. TD= Tekanan Darah. L= Laki-laki. P= Perempuan. PH= Pre hipertensi. H1= Hipertensi Tipe 1 Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 Uji hipotesis independent t test sesudah perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil nilai p<0. menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sesudah perlakuan. Pada penelitian ini dari hasil analisis statistik uji t tidak berpasangan nilai post test kelompok kontrol dan perlakuan didapatkan nilai p=0. Hasil ini menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara kelompok perlakuan yaitu latihan trunk on unstable surface ditambah terapi standar rumah sakit dengan kelompok kontrol yang diberikan terapi standar rumah sakit Tabel 3. Nilai TIS Sebelum Dan Sesudah Antar Kelompok Perlakuan TIS n= 15 RearataASd Sebelum 5. 20 A 2 Sesudah 73 A 2 n= Jumlah. Sd= Standar Kontrol n= 15 RearataASd 47 A 1. 40 A 1. Pasien diminta untuk posisi hook lying, dengan fleksi hip 40A dan fleksi lutut 80A, dengan kaki menapak pada alas. pada bagian pantat diberi unstable surface berupa balance pad, pasien diminta untuk menarik napas dengan cara mengembungkan perutnya ditahan selama 4 detik, kemudian hembuskan napas selama 5 detik, sambil menarik pusar dalam-dalam ke arah lumbal, latihan dilakukan dengan 10 kali pengulangan. Gambar 1. Latihan Trunk Unstable Surface PEMBAHASAN Perlakuan terapi standar yang diberikan oleh rumah sakit yakni terapi infrared pada sisi lesi dan latihan berjalan, berdasarkan data yang telah diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa uji statistik untuk pre-test dan post-test diperoleh nilai signifikasi nilai p=0. <0. Hal tersebut menunjukkan bahwa latihan trunk on unstabe surface berpengaruh dalam meningkatkan keseimbangan duduk pada pasien paska stroke. Hasil penelitian yang telah diperoleh ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nadu, . dengan judul AyEffectiveness of selective trunk balance exercises versus conventional therapy on trunk performance and functional sitting balance in patients with acute hemiparetic strokeAy dengan subjek penelitian masing-masing kelompok berjumlah 30 orang, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok A diberikan intervensi berupa selective trunk balance exercises dan kelompok B yaitu terapi konvensional. Selama 5 hari per minggu selama 3 minggu. Didapatkan hasil perubahan signifikan pada performa trunk dan kemampuan fugsional keseimbangan duduk dapat dilihat pada Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 kedua grup. Tetapi, untuk selective trunk exercises terdapat perubahan yang lebih baik pada alat ukur Trunk Impairment Scale (TIS) dan Modified Functional Reach Test (MFRT)16. Latihan trunk pada permukaan yang tidak rata mempengaruhi otot internal oblique dan tranversus abdominis, dimana peran otot-otot tersebut disebut lokal stabilisasi yang membuat ketahanan/ kestabilan tubuh lebih kuat. Apabila grup otot tersebut diperkuat maka kestabilan akan terjaga dan posisi gerak tubuh dapat lebih mobile karena adanya grup otot yang kuat didalam, pada pemberian breathing abdominal draw in maneuver pada posisi hook lying memiliki 2 makna arti, hook lying membuat koreksi pada hip posterior tilting pada sudut lutut 45A dan breathing abdominal maneuver yaitu mengkoreksi atau memperkuat otot bagian dalam core. Sehingga apabila gerak dan posisi yang tepat dapat menciptakan latihan penguatan pada tranversus abdominis yang tepat sebagai stabilisator tubuh sehingga dapat mempengaruhi keseimbangan, baik keseimbangan duduk maupun respon tegak, ini dikarenakan tranversus abdominis memiliki struktur seperti melingkari tubuh . Adanya unstable surface yang memberikan stimulus pertubasi pada tubuh sehingga memberikan level sendiri pada pasien untuk berusaha menyeimbangankan diatas permukaan tersebut menjadi latihan ketahanan, kekuatan dan Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian ini, menunjukkan bahwa hasil rerata TIS pada kelompok perlakuan latihan trunk on unstable surface sebelum perlakuan sebesar 5. 20 A 2 dan sesudah perlakuan sebesar 6. 73 A 2, sedangkan kelompok kontrol berupa terapi standar rumah sakit hasil rerata TIS sebelum sebesar 5. 47 A 1. 7 dan sesudah sebesar 8. 40 A 1. sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada kelompok perlakuan lebih efektif dibandingkan dengan kelompok terapi standar rumah sakit terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada pasien paska Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dengan judul AyEffects of trunk exercise on unstable surfaces in persons with stroke: A randomized controlled trialAy dengan subjek penelitian jumlah 38 orang yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang diberikan terapi rutin standar rumah sakit dan latihan trunk on unstable surface serta kelompok kontrol hanya diberikan terapi rutin standar rumah sakit. Masing-masing kelompok mendapatkan jadwal terapi yang sama yaitu 1 kali dalam seminggu selama 6 minggu dan didapatkan adanya perbedan hasil akhir peningkatan keseimbanagan duduk pada pasien paska stroke antara kelompok terapi rutin dan latihan trunk on unstable surface dengan kelompok terapi rutin, yaitu kelompok dengan terapi rutin dan latihan trunk on unstable surface mendapatkan hasil yang lebih baik dalam peningkatan keseimbangan duduk pada pasien paska stroke15. SIMPULAN Berdasarkan penelitian dengan judul AuPengaruh Pemberian Latihan Trunk Menggunakan Unstable Surface terhadap Kemampuan Keseimbangan Duduk pada Pasien Pasca StrokeAy yang telah dilakukan dalam kurun waktu bulan November- Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah Haji (RSUD Haj. yang berlokasi di Surabaya, pada pasien paska stroke sebanyak 30 orang dengan 15 orang sebagai kelompok intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. terapi sebanyak 2 kali seminggu selama 3 minggu . ebanyak 6 kal. Dari hasil penelitian analisis data diperoleh dengan mengevaluasi peningkatan kemampuan fungsional dengan menggunakan Trunk Impairment Scale Dinamis Sitting (TIS- DS). Diperoleh kesimpulan bahwa . Ada pengaruh pemberian terapi standar rumah sakit dengan penambahan latihan trunk on unstable surface pada peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pasien paska stroke, . Ada perbedaan pengaruh pemberian terapi standar rumah sakit dengan penambahan latihan trunk on unstable surface dengan terapi rutin standar rumah sakit terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada pasien paska stroke, . Pemberian terapi standar rumah sakit dengan penambahan latihan trunk on unstable surface lebih berpengaruh dibandingkan terapi rutin standar rumah sakit terhadap peningkatan kemampuan keseimbangan duduk pada pasien paska stroke. Pengaruh Latihan Trunk Menggunakkan Unstable Surface Terhadap . | Pajar Haryatno dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Bulan Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 11 - 18 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/421 DAFTAR PUSTAKA