JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. Peningkatan Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran di Taiwan Financial Literacy Improvment for Migrant Worker in Taiwan Agung Dharmawan Buchdadi1. Destria Kurnianti2. Dewi Susita3. Ramli4. Amelia Sholeha5 1,2,3 Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. Indonesia Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Muhadi Setiabudi. Indonesia e-mail: 1agungdharmawan@fe. id, 2destria. kurnianti@unj. dewisusita_man@unj. id, 4da71y207@stust. tw, 5amel134@gmail. Abstrak Kemampuan manajemen keuangan dalam hal perencanaan keuangan menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para buruh migran yang bekerja di luar negeri dengan meningkatkan literasi keuangan mereka. Sebab dengan kemampuan manajemen keuangan yang baik dapat melakukan perencanaan keuangan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga para buruh migran diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraannya saat kembali ke tanah air memiliki modal yang cukup selama merantau di luar negeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar para pekerja migran di Taiwan memiliki pengetahuan literasi keuangan yang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah para pekerja migran dapat melakukan perencanaan keuangan rumah tangga. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, masyarakat Indonesia diharapkan menjadi lebih maju, sehat, dan sejahtera khususnya pekerja migran di Taiwan. Kata kunciAi Literasi Keuangan. Perencanaan. Pekerja Migran Abstract Financial management ability in terms of financial planning is one of the skills that must be possessed by migrant workers who work abroad by increasing their financial literacy. Because with good financial management skills, they can carry out effective, efficient, and useful financial planning, so that migrant workers are expected to be able to increase their level of welfare when they return to their homeland and have sufficient capital while traveling abroad. This community service activity is carried out with the aim that migrant workers in Taiwan have good financial literacy knowledge. This community service activity uses the method of material presentation, discussion and question and answer. The result of this activity is that migrant workers can carry out household financial planning. By having good financial literacy. Indonesian people are expected to become more advanced, healthy, and prosperous, especially migrant workers in Taiwan. KeywordAiFinancial Literacy. Planning. Migrant Workers PENDAHULUAN Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia M. Hanif Dhakiri mengatakan bahwa menjadi seorang pekerja migran merupakan hak warga negara Indonesia. Akan tetapi, hal ini tidak boleh menjadi pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan, menjadi pekerja migran adalah pilihan kompetitif bagi angkatan kerja Indonesia yang terus bertambah. Dalam mengelola migrasi tenaga kerja secara profesional dapat membantu pekerja migran mendapatkan akses ke pekerjaan yang baik dan dapat meningkatkan perlindungan mereka selama bekerja di luar Hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah untuk memfasilitasinya. Submitted: Januari 2022. Accepted: Februari 2022. Published: Februari 2022 ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Dalam beberapa laporan terkait keuangan TKI di luar negeri, terdapat kesalahan dalam mengolah keuangannya. Misalnya, ada peningkatan remitansi yang diterima, namun tidak sejalan dengan tujuan ke depan. Artinya remitansi yang dihasilkan hanya untuk kebutuhan jangka pendek dan bukan untuk kebutuhan jangka panjang dan juga untuk kesejahteraan yang ingin dicapai. Artinya, ketika tidak lagi bekerja sebagai migran, akan mengalami ketimpangan ekonomi seperti sebelum bekerja sebagai migran. Hal ini tentunya menjadi catatan untuk melakukan perbaikan dan juga memperluas pengetahuan migran tentang perencanaan keuangan. Kepala BP3TKI Lampung Ahmad Salabi dalam paparannya menyampaikan pentingnya peningkatan edukasi atau literasi keuangan dan pengenalan produk lembaga keuangan. AuPengenalan produk perbankan akan berdampak positif bagi kemandirian ekonomi bagi TKI dan keluarganya,Ay imbuhnya. Oleh karena itu, memperkaya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan TKI, sehingga pengelolaan dan akuntabilitas keuangan para TKI dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih baik layaknya sebuah Beberapa literatur menjelaskan bahwa pekerja migran tidak memahami literasi keuangan, yang menyebabkan ketidaksinambungan antara remitansi yang diterima dengan kualitas kesejahteraan. Kami menyadari perlunya upaya mengedukasi masyarakat dalam hal ini para migran, khususnya para migran di Tainan Taiwan. Pemberdayaan dan penjabaran faktor penghambat merupakan bagian dari kontribusi peningkatan literasi keuangan para pekerja migran, sehingga mereka dapat lebih sejahtera dan untuk perekonomian yang lebih baik, bagi pekerja, keluarga migran, dan Perekonomian Indonesia. Kesuma. Niken . Diberitakan bahwa kesejahteraan keluarga pekerja migran perempuan telah meningkat di bidang pendidikan dan ekonomi, tetapi akan mengalami penurunan jika mereka berhenti dari profesinya. Erryandaru & Rafik . Hal ini menunjukkan bahwa keputusan keuangan pekerja migran Indonesia yang dipengaruhi oleh tingkat literasi keuangan mereka tidak dapat sepenuhnya dibuktikan, karena dapat disebabkan oleh latar belakang dan lingkungan sosial pekerja migran Indonesia yang sangat berbeda. Tidak sepenuhnya bergantung pada literasi keuangan. Laksono . Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi keuangan keluarga pekerja migran AuKeluarga tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal intensitas menerima remitansi dan literasi keuangan keluarga pekerja migranAy dalam hal jumlah remitansi diterima tidak memiliki perbedaan yang Hasil penelitian di UK oleh Byrne . , kebanyakan dari karyawan menunjukkan pengetahuan dan minat yang terbatas dalam pengaturan pensiun mereka. Perbedaan utama adalah bahwa karyawan di Inggris tampaknya tidak memiliki antusiasme untuk saham perusahaan sendiri yang ditemukan di Amerika Serikat. Karyawan di Inggris juga menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi bahwa memiliki properti adalah cara yang lebih baik untuk menyediakan pensiun daripada berinvestasi dalam aset keuangan. Apabila kita amati kebanyakan dari karyawan Indonesia juga memiliki pengetahuan yang terbatas terkait pengaturan pensiun mereka dan lebih memilih investasi pada aset keuangan seperti rumah dan Dalam penelitian Navickas. , et al. menunjukkan bahwa rumah tangga muda tidak tahu konsep dasar literasi keuangan, seperti bunga majemuk. Hal ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan mereka, saat memilih hipotek, leasing, deposito bank, pension dana, dll. Dalam jangka panjang, keputusan ini dapat digabungkan menjadi uang yang sangat besar dan inilah alasan mengapa program pendidikan literasi keuangan harus dilaksanakan dengan tepat. Program literasi keuangan merupakan rangkaian proses atau kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri konsumen dan masyarakat luas sehingga mampu mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik. OJK menggunakan indikator literasi keuangan sebagai berikut: kepemilikan pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan, produk, dan layanan keuangan. memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang fitur, manfaat, dan risiko, hak, dan kewajiban terkait produk dan layanan keuangan, memiliki Peningkatan Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran di Taiwan (Agung Dharmawan Buchdadi1. Destria Kurnianti2. Dewi Susita3. Ramli4. Amelia Sholeha. ISSN 2746-6345 . edia onlin. keterampilan dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Selanjutnya, tingkat literasi keuangan diklasifikasikan menjadi empat tingkatan. Keempat tingkat literasi keuangan tersebut adalah well literate, less literate, dan not literate (OJK. METODE DAN PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaboratif internasional ini melalui kegiatan pelatihan dengan menggunakan metode klasikal kepada para peserta agar materi dapat diterima dengan baik yaitu dengan pendekatan ceramah . enyajian mater. , praktik, dan diskusi. Target peserta diperkirakan 100 hingga 150 pekerja migran di Tainan Taiwan. Data yang diperoleh di awal akan dievaluasi disandingkan dengan hasil pelatihan. Adapun jenis kegiatan yang akan dilakukan sebagai berikut: Identifikasi dan penargetan peserta Pengambilan sampel data Identifikasi kebutuhan Pelaksanaan pelatihan Evaluasi kegiatan Kegiatan ini diadakan oleh tim pengusul karena kurangnya pemahaman para pekerja migran Taiwan Tainan mengenai perencanaan keuangan dan produk investasi yang beredar di pasaran serta terbatasnya akses para pekerja migran terhadap informasi mengenai instrumen investasi yang aman dan diawasi oleh OJK. Berikut adalah beberapa tahap kegiatan yang akan Pertama. Koordinasi dengan para peserta pelatihan dan perusahaan sekuritas, termasuk Pada tahap ini kegiatan yang akan dilakukan antara lain melengkapi data peserta pelatihan dan berkoordinasi dengan perangkat wilayah. Selain itu juga berkoordinasi dengan perusahaan efek yang akan menjadi salah satu narasumber. Kedua: Pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan sebanyak dua kali pertemuan sselama 4 jam dengan pembahasan materi sebagai berikut: Pelatihan pengetahuan perencanaan keuangan dan produk jasa keuangan serta cara mengakses informasi produk investasi melalui platform investasi online. Pelatihan pertama dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan motivasi tentang perencanaan keuangan dan instrumen investasi. Pelatihan kedua ini jauh dari pelatihan pertama dengan materi tentang kesejahteraan keluarga dan ekonomi Indonesia serta tips-tips Dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan juga pendidikan lebih lanjut. Ketiga: Bimbingan dan konsultasi. Kegiatan bimbingan dan konsultasi dilakukan sesuai dengan permasalahan dan/atau kebutuhan peserta pelatihan, terutama mengenai perencanaan keuangan dan profil risiko masing-masing peserta pelatihan serta cara menggunakan platform investasi online untuk mengakses investasi dan memilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko setiap pekerja migran. Keempat: Evaluasi. Pada tahap evaluasi ini dimaksudkan untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan dalam hal perencanaan dan menetapkan tujuan jangka panjang keuangan, termasuk instrumen investasi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat dan pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat ini dalam pelaksanaannya menemukan beberapa kendala karena adanya wabah Pandemi Covid. Namun, tujuan dari program peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi pekerja migran di Taiwan dapat tercapai. Prosedur lengkapnya ditunjukkan sebagai berikut: JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 132 Ae 137 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Menyadari tidak mungkin pergi ke luar negeri pada Mei 2021, tim menghubungi penanggung jawab serikat pekerja migran di Taiwan. Dikatakan tidak mungkin mengumpulkan pekerja di satu tempat. Mereka menyarankan untuk menunda kegiatan hingga September 2021. Mereka juga mengatakan para pekerja migran menginginkan bayaran sebagai pekerja lepas karena mereka akan mendapat denda dari pemilik untuk melakukan aktivitas pada hari kerja. Tim sepakat untuk memberikan kompensasi sebagai makan siang untuk mereka. Selama bulan Juni dan Juli tim melakukan beberapa pertemuan untuk membuat modul, rencana penelitian mini, mengundang peraturan . alam hal ini Kantor Perdagangan dan Ekonomi Indonesia di Taipe. Tim juga mendapat dukungan dari pihak imigrasi karena menemukan banyak kendala yang terjadi di kalangan pekerja terkait literasi keuangan. Tim juga mendapat dukungan dari mahasiswa Indonesia di Taiwan. Mereka membantu tim dengan mengundang pekerja melalui media sosial. Terakhir, kami menyediakan kegiatan dalam satu hari. Kami sudah mengirimkan modul, software, dan mini riset beberapa minggu sebelum implementasi. Kegiatan tersebut didukung oleh Kantor Imigrasi dan Kantor Perdagangan dan Perekonomian Indonesia. Setelah kegiatan, kami mendapat saran bahwa mereka masih membutuhkan kegiatan serupa untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan pekerja di masa depan. Gambar 1. Zoom saat pemaparan materi Pengetahuan para pekerja migran di Taiwan mengenai literasi keuangan sudah cukup baik dengan adanya teknologi smartphone. Oleh karena itu, untuk meningkatkan literasi keuangan mereka, lebih memaparkan materi dalam hal manajemen keuangan, kami membahas khusus tentang perencanaan keuangan. Dalam kehidupan sehari-hari segala sesuatu perlu perencanaan, terlebih masalah keuangan, dapat membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Setiap orang memiliki tujuan perencanaan keuangan, antara lain: menyiapkan dana pembelian kendaraan, menyiapkan dana pembelian rumah, meyiapkan dana pernikahan, menyiapkan dana kelahiran anak, menyiapkan dana pendidikan anak, menyiapkan dana ibadah haji/umroh, serta menyiapkan dana hari tua/pensiun. Sehingga dengan perencanaan keuangan yang efektif, efisien dan bermanfaat dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga khususnya para pekerja migran, karena tidak selamanya para TKI tersebut bekerja sebagai migrans. Selanjutnya, pengabdian kepada masyarakat ini membedah pengelolaan keuangan rumah tangga, cara dan langkah dalam melakukan analisis keuangan keluarga, serta strategi yang harus dilakukan guna mencapai kesejahteraan secara finansial. Hal terpenting yang harus diutamakan Peningkatan Literasi Keuangan untuk Pekerja Migran di Taiwan (Agung Dharmawan Buchdadi1. Destria Kurnianti2. Dewi Susita3. Ramli4. Amelia Sholeha. ISSN 2746-6345 . edia onlin. setelah ada sumber penghasilan adalah mengalokasikan tabungan, setelah itu baru mengatur untuk pengeluaran bulanan. Sedangkan investasi baru dilakukan setelah memiliki pengetahuan akan investasi. Perlu ditekankan juga sebelum mengalokasikan dana untuk tabungan dan investasi, pelunasan hutang dan tagihan tetap menjadi prioritas utama. Jumlah hutang yang ada tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan, bila melebihi itu merupakan ciri keuangan yang Kemudian kami juga menilai pengetahuan literasi keuangan para pekerja Indonesia di Taiwan akan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga secara umum sudah cukup baik. Bagi para pekerja yang telah tinggal lebih dari satu tahun pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang tidak asing. Para pekerja terlihat antusias atas pemaparan materi yang disampaikan meskipun materi disampaikan melalui aplikasi zoom. Banyak dari peserta juga yang menanyakan tentang investasi apa yang tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan dan pengetahuan para pekerja migran di Taiwan mengenai literasi keuangan berada pada kategori Namun, mereka tetap membutuhkan keterampilan dan pengetahuan tentang bagaimana menginvestasikan uang yang mereka peroleh dari pekerjaan. Kegiatan serupa masih diperlukan untuk menciptakan perasaan yang lebih baik di antara para pekerja. Mereka akan senang karena pemerintah masih peduli dengan mereka. Saran untuk program ke depan lebih disukai bila pihak universitas bisa langsung ke lokasi dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan lebih dari satu minggu atau satu semester. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kami ucapkan kepada lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Jakarta yang telah menyetujui dan memberikan dana dalam kegiatan peningkatan literasi keuangan untuk pekerja migran di Taiwan. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak imigrasi dan mahasiswa di Taiwan yang telah membantu terselenggaranya kegiatan. DAFTAR PUSTAKA