T e r a p e ut i k J ur n a l PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA Ketut Rasmiati Dosen. Stikes Karya Kesehatan Kendari. Kendari Email: ketutrasmiatiety@gmail. Abstract Introduction:Posyandu lansia adalah salah satu fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hal-hal yang mendukung pemanfaatan posyandu lansia. Methode:Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi fenomenologi dengan wawancara mendalam . n-depth intervie. Jumlah 10 informan yang dipilih dengan purposive samplingterdiri dari 3 informan dari petugasposiandu dan 7 orang dari lansia. Result:ada dua tema yang dihasilkan yaitu tema: tanggung jawab petugas yang terdiri dari dua kategori yaitu memberi informasi untuk mengingatkan lansia dan meningkatkan pelayanan. Tema kedua yaitu ketertarikan lansia yang terdiri dari empat kategori yaitu gangguan kesehatan, jarak posyandu, bentuk pelayanan posyandu, sikap petugas. Conclusions:pemanfaatkan posyandu lansia sudah menjadi tanggung jawab semua pihak khususnya petugas posyandu dan lansia itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan petugas agar lansia dapat memanfaatkan fasilitas posyandu yang ada. Dalam pemanfaatan posyandu lansiadipengaruhi beberapa hal seperti: kondisi kesehatan lansia yang sedang kurang baik, jarak posyandu, berbagai jenis pelayanan posyandu, sikap baik petugas. Sehingga dapat disarankan agar pihak puskesmas terus melakukan upaya dan mengembangkan strategi agar lansia tetap memanfaatkan fasilitas posyandu yang telah disediakan dengan tujuan kesehatan dan kesejahteraan lansia. Keywords: posyandu lansia, lansia, kunjungan lansia. PENDAHULUAN Jumlah penduduk lansia di negara berkembang telah mendunia dan Indonesia adalah penyumbang tertinggi persentase peningkatan jumlah lansia (Chamsyah, 2. Penduduk lansia di Indonesia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Lansia akan dialami secara alamiah oleh setiap orang yang mencapai tingkat umur tersebut. Seiring bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental, termasuk kontak sosial otomatis berkurang. Aspek kesehatan lansia seyogyanya lebih diperhatikan mengingat kondisi anatomi dan faal organ-organ tubuhnya tidak sesempurna ketika berusia muda. Hubungan horisontal atau kemasyarakatan juga tidak kalah pentingnya karena perawatan dan perhatian terhadap diri sendiri semakin menurun kualitas dan kuantitasnya (Nurkusuma, 2. WHO dan Undang-Undang Nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahtraan lansia menyebutkan bahwa umur 60 tahun adalah usia permulaan tua. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan yang komulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh yang berakhir dengan kematian. Untuk mempertahankan derajat kesehatan dan kesejahteraan lansia, pemerintah membentuk posyandu lansia sebagai salah satu upayanya. Posyandu lansia hendaknya dapat dimanfaatkan dengan efektif oleh lansia. Fenomena yang ada dilapangan menunjukkan kunjungan lansia ke posyandu lansia semakin menurun. Dari 61 orang lansia yang terdaftar di Kelurahan Sumpamg Bita, jumlah lansia yang memanfaatkan posyandu tahun 2011 periode Januari-juni yang tertinggi mencapai 47,5% di bulan Februari dan terendah hingga mencapai 21,3% di bulan Juni. Berdasarkan hasil wawancara pendahuluan bersama dua orang petugas bahwa walaupun data menemukan bahwa kunjungan lansia ke posyandu lansia Kelurahan Sumpang Bita Kec. Balocci mengalami penurunan, namun posyandu lansia ini merupakan . V o l . I V / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 8 T e r a p e ut i k J ur n a l salah satu posyandu yang tetap aktif dimanfaatkan oleh lansia dibanding posyandu lansia lainnya di bawah wilayah kerja Puskesmas Balocci (Data Sekunder Puskesmas Balocci 2. Melihat fenomena tersebut sehingga peneliti melakukan suatu penelitian di lapangan untuk menggali lebih dalam terkait melihat hal-hal yang mendukung pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Balocci Kabupaten Pangkep. METODE Desain penelitian kualitatif, pendekatan studi fenomenologi yang dilakukan pada tanggal 11 Oktober sampai 3 November 2011 di wilayah kerja Puskesmas Balocci Kelurahan Sumpang Bita Kec. Balocci Kab. Pangkep. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam . n-depth intervie. bersama 10 informan yang dipilih menggunakan purposive sampling dari 61 populasi. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini menemukan dua tema yang dibentuk dari beberapa kategori dengan penjabaran sebagai berikut: Tema 1: Tanggung Jawab Petugas Tema ini terdiri dari dua kategori yaitu memberi informasi untuk mengingatkan lansia dan meningkatkan pelayanan. Memberi informasi untuk mengingatkan lansia Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa petugas posyandu melakukan beberapa strategi agar lansia lebih memanfaatkan posyandu lansia seperti memberikan dan selalu mengingatkan lansia untuk berkunjung ke posyandu sesuai jadwalnya, hal ini dilakukan saat posyandu sedang berlangsung, mengaktifkan kader posyandu untuk menginformasikan kepada lansia tentang jadwal posyandu atau melalui masjid. Strategi selanjutnya adalah melakukan sosialisasi kemasyarakat tentang posyandu lansia, walaupun hal ini masih dirasa kurang dilakukan. Pernyataan informan diantaranya diungkapkan sebagai berikut: AoAoOh biasa kalau ada posyandu hari ini kita kasitau lagi bu pak hari rabu bulan depan minggu pertama datangki lagi nah ke posyandu periksa kesehatanAota . (IP/. A biasa kalau pas di posyandu dikasitau datangki lagi rabu depan minggu pertama nah nenek . AoAo (IP/. Meningkatkan Pelayanan Hasil penelitian ini menemukan bahwa petugas terus berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan agar posyandu lansia dapat berjalan lebih efektif. Pelayanan yang dimaksud adalah memberikan pemeriksaan dan pengobatan sesuai keluhan yang dirasakan oleh lansi dengan ramah dan gratis. Pernyataan informan diungkapkan sebagai berikut: AoAoYah semakin meningkatkan pelayanan saja de seperti kasi pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan keluhan lansianya sendiri . AoAo (IP/. Tema 2: Ketertarikan Lansia Tema ini terdiri dari empat kategori yaitu gangguan kesehatan, jarak posyandu, bentuk pelayanan posyandu, sikap petugas. Gangguan kesehatan Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa lansia memanfaatkan fasilitas posyandu karena sedang Gangguan kesehatan menjadi satu dorongan tersendiri yang membuat lansia tertarik berkunjung ke posyandu. Pernyataan informan diantaranya diungkapkan sebagai berikut: AoAoSaya itu nak. kalau sakitmi kurasa pergi ka ke posyandu nak . (I/. A Itu tertarik ka karena saya sakit, jadi kalau sakitmi kesitumi lagi pergi periksa . engerutkan ali. (I/. A . V o l . I V / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 8 T e r a p e ut i k J ur n a l Biasa kalau ku tanyai to mereka bilang karena sakit-sakit, jadi mereka datang . engerutkan ali. AoAo (IP/. Jarak posyandu Hasil penelitian ini menemukan bahwa jarak rumah ke posyandu yang dekat juga menjadi salah satu faktor yang membuat lansia tertarik berkunjung dan memanfaatkan posyandu. Pernyataan informan diungkapkan sebagai berikut: AoAoKalau pergi berobat di posyandu kan dekat dibawah situ nak jadi itu sudah merupakan suatu keringanan buat saya, salah satu alasan kenapa saya tertarik itu kesana nak . enunjuk ke arah bawah ke tempat pust. AoAo(I/. Bentuk pelayanan posyandu Hasil penelitian ini menemukan bahwa lansia memanfaatkan posyandu karena ada beberapa bentuk pelayanan yang mereka dapatkan diposyandu seperti: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan Hb, serta pemberian obat-obatan sesuai dengan penyakit yang diderita oleh lansia. Pernyataan informan diungkapkan sebagai berikut: AoAoYa itu nak biasa di periksa tekanan darahAota, ditimbang, dikasi obat, e biasa juga ada pemeriksaan gula darah itu tapi kadang-kadang saja kalau ituAoAo . (I/. AoAoSebenarnya ada itu pemeriksaan Hb sama pemeriksaan gula darah tapi itu jarang dilakukan . AoAo (IP/. Sikap Petugas Hasil penelitian ini menemukan bahwa lansia memanfaatkan posyandu karena sikap petugas yang ramah, selalu melayani lansia, rajin memeriksa lansia bahkan datang ke rumah lansia memberikan pelayanan kesehatan jika lansia tidak dapat berkunjung ke posyandu. Sikap-sikap tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi lansia untuk berkunjung memanfaatkan posyandu lansia yang Pernyataan informan diungkapkan sebagai berikut: AoAoBaik nak setiap saya kesitukan ya saya selalu dilayani berobat tidak pernah tidak dilayani . AoAo (I/. AuKalau tibami jadwal posyandunya itu saya tidak bisa pergi jadi bisa lewat telpon saja dipanggil itu petugas datang dirumah . AoAo (I/. PEMBAHASAN Banyak cara yang dapat dilakukan agar lansia dapat memanfaatkan posyandu lansia. Salah satunya adalah mengingatkan lansia terkait jadwal pelaksanaan posyandu yang merupakan salah satu tanggung jawab dari petugas posyandu. Selain mengingatkan lansia akan jadwal posyandu hasil penelitian ini mendapatkan bahwa petugas juga melakukan usaha untuk membuat lansia tertarik dengan memberikan berbagai jenis pelayanan dan meningkatkan pelayanan posyandu seperti memberikan pengobatan sesuai keluhan lansia. Undang-undang kesehatan nomor 23 tahun 1992 menekankan pentingnya upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Hal ini terlihat dengan adanya pesan agar tenaga kesehatan melakukan fungsinya secara professional, sesuai dengan standar dan pedoman (Asnawi. Pelayanan kesehatan yang bermutu akan dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat (Depkes, 2000 dikutip dalam Asnawi, 2. Komisi Nasional Lanjut Usia . menjelaskan ada banyak bentuk pelayanan yang diberikan di posyandu lansia meliputi: pengukuran index massa tubuh melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin, gula darah dan kolestero darah, konseling serta penyuluhan gizi dan kesehatan, konseling usaha ekonomi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan lansia, aktivitas fisik seperti senam yang dilakukan minimal seminggu sekali diluar jadwal penyelenggaraan posyandu. V o l . I V / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 8 T e r a p e ut i k J ur n a l Hasil penelitian ini menemukan lansia tertarik memanfaatkan fasilitas posyandu lansia karena beberapa faktor seperti karena lansia sakit, sehingga lansia merasa perlu memeriksakan dirinya ke Siregar . dalam penelitiannya bahwa sekelompok orang yang kemungkinan besar sakit mereka lebih memilih pergi ketempat pelayanan kesehatan. Seseorang yang berusia 60 tahun keatas atau yang berusia 70 tahun keatas dikatakan sebagai lansia risiko tinggi terhadap masalah kesehatan (Depkes RI, 2003 dikutip dalam Maryam, dkk. , 2. Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Kondisi ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ (Suharti, 2. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa jarak posyandu menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi lansia memanfaatkan posyandu lansia. Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa jarak sangat mempengaruhi minat lansia dalam memanfaatkan posyandu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Fauzi . bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat lansia berkunjung ke posyandu adalah jarak rumah lansia ke posyandu. Hasan . dalam penelitiannya tentang motivasi lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia salah satunya dipengaruhi oleh jarak. Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk memanfaatkan keberadaan posyandu (Kresno, 2. Ruslan . dalam penelitiannya menyebutkan jarak yang jauh . idak terjangkau oleh responde. Ou500 meter, dan kategori dekat . erjangkau oleh responde. <500 meter. Terlepas dari hal tersebut, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa sikap petugas sangat mempengaruhi lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia. Petugas yang memiliki sifat kekeluargaan, rajin mengobati, rajin memeriksa dan ramah-ramah dalam memberikan pelayanan. Sikap petugas yang baik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi lansia untuk berkunjung memanfaatkan posyandu. Sikap dapat diartikan sebagai ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal. Sikap adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi sosial hampir selalu menyertakan unsur sikap, baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya (Wismanto, 2. Hasil penelitian Sadik . dikutip dalam Kurniawati . juga mengatakan bahwa sikap petugas berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, pendidikan dan Pendidikan, pengalaman dan pengetahuan yang baik akan berarti bagi tenaga kerja bila didukung dengan sikap yang positif karena akan menghasilkan perilaku yang baik pula (Notoadmodjo, 2003 dikutip dalam Musdalipah, 2. KESIMPULAN Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatkan posyandu lansia sudah menjadi tanggung jawab semua pihak khususnya petugas posyandu dan lansia itu sendiri. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan petugas agar lansia dapat memanfaatkan fasilitas posyandu yang ada. Dalam pemanfaatan posyandu lansia dipengaruhi beberapa hal seperti:kondisi kesehatan lansia yang sedang kurang baik, jarak posyandu, berbagai jenis pelayanan posyandu, sikap baik petugas. Sehingga dapat disarankan agar pihak puskesmas terus melakukan upaya dan mengembangkan strategi agar lansia tetap memanfaatkan fasilitas posyandu yang telah disediakan dengan tujuan kesehatan dan kesejahteraan lansia. V o l . I V / N o . 2 / D e s e m b e r 2 0 1 8 T e r a p e ut i k J ur n a l DAFTAR PUSTAKA