ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO DAN TOTAL ASET TURNOVER TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN RETURN ON ASET SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR KONSUMEN PRIMER YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Andreas Anderson Email: andreasanderson18@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio, total aset turnover, dan return on aset terhadap nilai perusahaan, untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio dan total aset turnover terhadap return on asset, untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio dan total aset turnover terhadap nilai perusahaan melalui return on asset. Populasi dalam penelitian ini yaitu 87 perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer di Bursa Efek Indonesia dan sampel 61 perusahaan dengan penentuan berdasarkan purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang melakukan IPO setelah tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan secara observasi nonpartisipan. Data dianalisis dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis menggunakan uji F dan uji t, dan analisis jalur. Hasil penelitian yang diperoleh adalah debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, total asset turnover berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, return on asset berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap return on asset, total asset turnover berpengaruh negatif terhadap return on asset, return on asset tidak memediasi pengaruh antara debt to equity ratio terhadap nilai perusahaan, return on asset memediasi pengaruh antara total asset turnover terhadap nilai Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya yaitu dapat mempertimbangkang variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini dan menggunakan Teknik analisis yang berbeda untuk menguji. KATA KUNCI: Nilai Perusahaan, debt to equity ratio, total aset turnover, return on aset PENDAHULUAN Dalam berbisnis, nilai perusahaan sangat penting bagi perusahaan karena nilai perusahaan berguna untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Meningkatnya kinerja perusahaan juga akan meningkatkan nilai perusahaan. Harga saham merupakan salah satu cara untuk melihat nilai perusahaan. Harga saham yang meningkat tentu akan meningkatkan nilai perusahaan. Meningkatnya harga saham dapat di lihat oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Struktur modal merupakan rasio yang melihat sumber pendanaan perusahaan. Dalam menggunakan modalnya pihak manajemen harus dapat melihat dengan teliti bagaimana pendanaan yang tepat bagi perusahaanya sehingga struktur modal tentu perlu ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dikelola dengan baik oleh perusahaan. Struktur modal yang tidak dikelola baik oleh perusahaan dapat menurunkan kinerja perusahaan, dikarenakan struktur modal merupakan perbandingan antara Total Utang terhadap modal perusahaan. Utang dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi penggunaan utang yang berlebihan dapat memperburuk kinerja perusahaan. Sehingga semakin tinggi struktur modal perusahaan akan semakin rendah pula nilai perusahaan. (Wirawan. & Willim. Rasio aktivitas merupakan rasio yang melihat seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan aset yang dimiliki. Pengelolaan aset yang baik dapat menunjukan baiknya kinerja manajemen perusahaan. Aset yang dikelola dengan baik oleh perusahaan dapat meningkatkan penjualan perusahaan. Penjualan perusahaan yang meningkat tentu juga akan meningkatkan laba perusahaan. Tingginya tingkat laba yang didapat oleh perusahaan tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan. Sehingga semakin tinggi rasio aktivitas perusahaan akan semakin tinggi pula nilai perusahaan. Profitabilitas merupakan rasio yang melihat kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Tingkat laba yang tinggi dapat mencerminkan bahwa suatu perusahaan mampu bekerja secara efisien. Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik akan mengalami pertumbuhan laba. Untuk meningkatkan laba secara optimal, perusahaan perlu memperhatikan aset dan dana yang digunakan dalam operasionalnya. Pengelolaan aset yang baik dapat meningkatkan laba perusahaan sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penggunaan dana perusahaan yang buruk dapat menurunkan laba perusahaan, dikarenakan apabila tingkat utang perusahaan tinggi tentu akan menaikan beban bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan dan akan menurunkan nilai profitabilitas perusahaan. sehingga semakin tinggi profitabilitas perusahaan akan semakin tinggi pula nilai perusahaan. KAJIAN TEORITIS Struktur Modal Struktur modal merupakan gambaran bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang . ong-term liabilitie. dan modal sendiri . hareholdersAo equit. yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan (Fahmi, 2020: . Struktur modal merupakan masalah penting bagi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 setiap perusahaan karena mempunyai efek langsung terhadap posisi keuangan Jadi pihak manajemen harus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal agar dapat mengambil keputusan dengan baik sumber dana mana yang akan digunakan oleh perusahaan. Dalam Trade Off Theory menjelaskan tentang seberapa banyak hutang perusahaan dan berapa banyak ekuitas perusahaan sehingga terjadi keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dengan keuntungan. Trade off theory dalam struktur modal adalah untuk menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan Teori ini menjelaskan sebuah perusahaan yang struktur modalnya tanpa menggunakan hutang dengan keseluruhan menggunakan hutang adalah perusahaan yang dalam keadaan buruk (Muftiasi. Perusahaan yang membutuhkan modal yang lebih besar, akan menggunakan dana eksternal yaitu pihak kreditur untuk kebutuhan dana perusahaan. Perusahaan juga bisa melakukan opsi selanjutnya yaitu menerbitkan ekuitas baru. Perusahaan yang melakukan penerbitan ekuitas baru akan memperbesar peredaran saham perusahaan. Hal ini mungkin dapat menyebabkan kejatuhan harga saham perusahaan sementara. Jika prospek perusahaan kedepannya tidak semakin baik, harga saham bisa saja tidak kembali. Ini tentu merupakan risiko yang besar bagi perusahaan, dan oleh karena itu pihak manajemen harus bisa menilai sumber dana mana yang baik untuk diambil oleh perusahaan. Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur struktur modal adalah Debt to Equity Ratio (DER). Debt to equity ratio (DER) merupakan salah satu rasio yang dilihat oleh investor untuk menilai apakah kinerja perusahaan baik atau tidak. Karena rasio ini menunjukan tingkat besarnya dana yang digunakan oleh perusahaan entah itu dana internal maupun dana eksternal. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang melihat perbandingan antara total utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan (Kasmir, 2019: 159-. Jadi rasio ini berfungsi untuk melihat seberapa jauh perusahaan mampu mendanai utang perusahaan dengan modalnya. Rasio DER menunjukan tingkat penggunaan utang perusahaan. Rasio DER ini menggambarkan tingkat keterjaminan utang perusahaan dari modal tersedia (Sirait, 2017: Semakin banyak perusahaan menggunakan utang untuk mendanai operasionalnya, maka perusahaan akan semakin bergantung kepada pihak kreditur. Penggunaan utang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 yang besar akan menyebabkan risiko yang besar juga bagi perusahaan. perusahaan yang memiliki utang yang sangat besar akan memberikan beban yang berat kepada perusahaan yang bersangkutan (Riyanto, 2013:. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas merupakan rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam mengelola aktivanya. Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas penggunaan aktiva perusahaan dibiayai dengan utang atau dibiayai pihak luar (Sujarweni, 2019: . Rasio ini dapat melihat bagaimana kinerja manajemen perusahaan dalam mengelola aset perushan, semakin baik perusahaan dalam mengelola asetnya maka dapat dikatakan semakin baik juga kinerja manajemen perusahaan. Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perputaran aset Sehingga rasio ini dapat melihat tingkat efisiensi dan keefektivitasan perusahaan dalam mengelola aset yang dimilikinya. Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas perusahaan, di mana penggunaan aktivitas ini dilakukan secara sangat maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal (Fahmi, 2020:. Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai degan peran serta tenaga kerja persatuan waktu. Peran serta tenaga kerja disini adalah penggunaan sumber daya serta efektif dan efisien (Kussrianto. Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur rasio aktivitas adalah Total Asset turnover (TATO). TATO merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan bersih dari total asetnya dengan membandingkan penjualan bersih dengan Total aset. Total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (Kasmir, 2019: . Semakin tinggi penjualan perusahaan akan semakin meningkat juga nilai TATO perusahaan. Semakin tinggi rasio TATO semakin cepat juga aset perusahaan berputar untuk memperoleh penjualan. Semakin tinggi nilai TATO maka ini menunjukan perusahaan menggunakan asetnya secara efektif. Hal ini dapat mengindikasi bahwa pihak manajemen ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan mampu mengelola aset dengan sangat baik. Ini membuat perusahaan mampu memperoleh laba semaksimal mungkin. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan gambaran mengenai keadaan perusahaan atau persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan. Nilai perusahaan yang menarik akan membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya keperusahaan. Nilai perusahaan biasa dihubungkan dengan harga saham. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik. Nilai perusahaan yang tinggi dapat menunjukan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik sehingga investor mau membayar tinggi untuk membeli saham perusahaan. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang dikaitkan dengan harga Harga saham yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun pada prospek perusahaan di masa depan (Wijaya dan Sedana. Signalling theory menjelaskan pentingnya pihak manajemen memberikan informasi kepada investor sehingga pemegang saham dapat memperoleh gambaran tentang peluang perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan di masa yang akan datang (Brigham dan Houston, 2014: . Tindakan tersebut perlu dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan isyarat kepada pemegang saham atau investor mengenai manajemen perusahaan dalam melihat prospek perusahaan kedepannya sehingga dapat membedakan perusahaan berkualitas baik dan perusahaan berkualitas buruk. Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan adalah Price Book Value (PBV). PBV digunakan untuk melihat harga saham perusahaan yang diperdagangkan bernilai lebih tinggi dari nilai buku atau lebih rendah dari nilai Perusahaan dengan nilai yang lebih tinggi dari nilai bukunya biasanya merupakan perusahaan yang sudah sangat dikenal dan dipercaya oleh investor. Price Book Value (PBV) merupakan perbandingan antara harga pasar per lembar dan nilai buku saham per lembar. Perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek yang baik, biasanya rasio ini mencapai diatas satu, yang menunjukan bahwa harga saham perusahaan lebih tinggi dari nilai buku. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Semakin tinggi rasio PBV menjelaskan investor percaya akan prospek perusahaan tersebut (Darmadji & Fakhruddin, 2012: . Banyak hal yang dapat membuat investor percaya akan prospek masa depan perusahaan. investor dapat melihat kondisi fundamental perusahaan yang baik, maupun dalam segi bisnis yang ada kemungkinan bertumbuh dimasa yang akan datang. Perusahaan yang dijual di bawah nilai bukunya dapat memberikan keuntungan bagi investor karena perusahaan dijual dengan harga diskon, namun ini juga dapat merugikan investor apabila perusahaan yang dijual di bawah nilai bukunya memiliki kinerja yang buruk. Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio yang melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari seluruh ekuitas dan aset yang dioperasikan oleh perusahaan. Profitabilitas atau kemampulabaan disebut juga rentabilitas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba secara komprehensif, mengkonversi penjualan menjadi keuntungan dan arus kas (Sirait, 2017: . Oleh karena itu, rasio ini menunjukan ukuran tingkat efisiensi manajemen dalam memperoleh kas dengan menggunakan Asetnya. Semakin tinggi rasio profitabilitas maka menunjukan semakin baik juga kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan (Fahmi, 2020: . Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur tingkat perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri (Sujarweni, 2019: . Profitabilitas adalah rasio yang dapat menunjukan ke pemegang saham bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik kedepannya dan juga dapat menunjukan bahwa pihak manajemen efisien dalam menjalankan tugasnya. Rasio ini juga menyediakan evaluasi yang menyeluruh atas kinerja perusahaan dan manajemen. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang tinggi akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan menyebabkan para investor menarik modalnya dari perusahaan, dikarenakan rendahnya tingkat profitabilitas perusahaan dapat menunjukan bahwa ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan memiliki kinerja yang buruk dalam melakukan bisnisnya. profitabilitas juga digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi atas keefektivitasan pengelolaan Semakin tinggi nilai profitabilitas perusahaan menggambarkan perusahaan memiliki kinerja yang baik. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang mencerminkan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional (Brigham dan Houston, 2010: . Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur profitabilitas adalah Return on Asset (ROA). Return On Asset (ROA) menunjukan seberapa efektif perusahaan tersebut memberdayakan asetnya. ROA dapat dipakai untuk mengukur efisiensi perusahaan. Semakin tinggi ROA suatu perusahaan, semakin efisien perusahaan tersebut (Djaja 2018: . Semakin efisien perusahaan maka laba yang didapat oleh perusahaan akan semakin meningkat. ROA menunjukan kemampuan perusahaan dalam menggunakan total aset dalam menghasilkan laba perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA ini akan membuat perusahaan semakin baik di mata investor. Return on Asset merupakan rasio yang menunjukan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan (Kasmir, 2019: 203-. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset Perbandingan antara total utang dengan total ekuitas disebut sebagai Debt to Equity Ratio (DER). Nilai DER yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan menggunakan cukup banyak utang untuk kegiatan operasional perusahaan (Utami & Prasetiono, 2. Semakin besar penggunaan utang perusahaan akan membuat struktur keuangan perusahaan memburuk, dan akan mempengaruhi laba perusahaan. Utang yang tinggi akan mempengaruhi laba bersih yang diterima perusahaan, karena utang yang tinggi akan membuat perusahaan memiliki beban bunga yang tinggi. Semakin tinggi beban bunga perusahaan itu akan berdampak kepada laba perusahaan dan membuat laba bersih perusahaan semakin kecil. Semakin kecil laba bersih yang diterima perusahaan akan membuat semakin kecil pula ROA perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap return on asset. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pengaruh Total Asset turnover terhadap Return on Asset Total Asset turnover (TATO) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perputaran aset yang dimiliki perusahaan. Semakin besar nilai TATO maka menunjukan semakin efisien perusahaan menggunakan seluruh aset dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan (Utami & Prasetiono, 2. Perusahaan yang mampu mengelola asetnya dengan baik untuk operasional perusahaan tentu akan meningkatkan tingkat penjualan perusahaan. Perusahaan yang efisien dalam menggunakan asetnya akan meningkatkan jumlah penjualan bersih perusahaan. meningkatnya penjualan perusahaan tentu akan meningkatkan laba bersih yang didapat perusahaan. Dengan laba perusahaan yang baik akan membuat nilai ROA semakin tinggi. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on asset Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Nilai Perusahaan Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi dapat memberi pandangan buruk kepada Dikarenakan dengan adanya peningkatan DER berarti meningkat pula beban bunga yang ditanggung perusahaan (Utami & Prasetiono, 2. Dengan meningkatnya beban bunga perusahaan ini akan membuat perusahaan menanggung beban yang besar dan menurunkan laba perusahaan. Dengan kurangnya laba yang diakibatkan oleh beban bunga yang tinggi, ini akan membuat investor kurang meminati saham perusahaan. Dikarenakan ini dipandang akan membuat laba bersih operasional perusahaan semakin kecil dikarenakan mengurangi beban bunga perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai H3: Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Nilai Perusahaan Rasio Total Asset turnover (TATO) merupakan rasio yang dapat melihat seberapa efektif perusahaan memanfaatkan asetnya untuk memperoleh laba. Semakin tinggi nilai TATO menunjukan semakin efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk memperoleh ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Tingginya tingkat keefektifvitasan perusahaan akan memberikan sinyal positif bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan. Dan ini akan memicu naiknya harga saham perusahaan, dengan naiknya harga saham membuat naiknya nilai Price to Book Value (PBV). Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berkut: H4: Total asset turnover berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Return on Asset terhadap Nilai Perusahaan Return on Asset merupakan rasio yang mengukur tingkat kinerja keuangan Kinerja perusahaan yang baik dapat dilihat dari meningkatnya tingkat ROA perusahaan setiap periodenya. Semakin meningkatnya ROA perusahaan maka ini menunjukan kinerja perusahaan yang baik juga. Perusahaan dengan kinerja yang baik, tentu memberikan sinyal kepada investor untuk berinvestasi di perusahaan. Karena dinilai perusahaan akan memberikan kemakmuran bagi para investornya. Dengan banyaknya investor yang tertarik berinvestasi di perusahaan ini akan membuat nilai PBV terus meningkat juga. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berkut: H5: Return on asset berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Debt to Eqiuty Ratio terhadap Nilai Perusahaan Melalui Return On Asset Dengan tingginya nilai DER perusahaan, itu dapat mencerminkan besarnya utang yang digunakan oleh perusahaan. Tingginya utang perusahaan maka beban bunga perusahaan akan semakin besar pula. Hal ini pasti membuat investor melihat bahwa perusahaan kurang menarik untuk diinvestasikan karena beban bunga perusahaan yang besar membuat laba yang didapat perusahaan akan semakin kurang juga. Nilai DER yang tinggi tentu akan membuat nilai ROA semakin mengecil dikarenakan beban bunga perusahaan yang besar membuat laba bersih perusahaan Ini akan berpengaruh buruk juga terhadap nilai perusahaan dikarenakan nilai ROA yang mengecil akan membuat buruknya nilai perusahaan dimata investor. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H6: Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui return on ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pengaruh Total Asset turnover terhadap Nilai Perusahaan Melalui Return On Asset Total Asset turnover merupakan rasio yang dapat melihat tingkat keefektivitasan perusahaan dalam mengelola asetnya. Samakin baik perusahaan dalam mengelola asetnya ini akan membuat semakin tinggnya laba bersih yang didapat oleh perusahaan. Dan ini dapat memberikan sinyal dimata investor untuk berinvestasi di perusahaan. Tingginya tingkat TATO membuat samakin tinggi juga tingkat ROA yang didapat oleh perusahaan, karena perusahaan mampu menggunakan asetnya dengan efektif untuk memperoleh laba bagi perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA maka akan membuat nilai perusahaan semakin tinggi juga. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H7: Debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan melalui return on METODE PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional untuk menentukan keterkaitan antara dua variabel atau lebih. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan, variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini debt to equity ratio dan total aset turnover, sedangkan variabel mediasi yang digunakan dalam penelitian ini return on aset. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumenter dengan jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan kriteria IPO setelah 2016, sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 perusahaan Sektor Konsumen Primer di BEI Berikut rumus perhitungan variabel-variabel yang digunakan: Debt to equity ratio Debt to Equity Ratio = Total Utang Total Ekuitas Total aset turnover Total aset turnover = Penjualan Bersih Total Aset Nilai perusahaan . rice book valu. Price book value = Harga Saham Book Value per Share ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Return on aset Return on aset= Laba Bersih Total Asset PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut merupakan hasil analisis statistik deskriptif dari 61 Perusahaan Sektor Konsumen Primer di BEI selama lima tahun berturut-turut: TABEL 1 ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics DER TATO PBV ROA Valid N . Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber:Data olahan 2022 Analisis Uji Asumsi Klasik Pengujian uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa nilai residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda TABEL 2 HASIL UJI REGRESI LINEAR BERGANDA Konstanta Debt To Equity Ratio (X. Total Aset turnover (X. 0,349 0,075 4,410 0,737 Sig 0,000 0,464 -0,258 -2,558 0,003 3,472 0,304 0,093 Sumber: Data Output SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 3 HASIL UJI REGRESI LINEAR BERGANDA Konstanta Debt To Equity Ratio (X. Total Aset turnover (X. Return On Aset (Z) 0,360 0,057 -0,252 -0,107 4,197 0,500 -2,438 -0,348 Sig. 0,000 0,000 0,017 0,029 6,183 0,307 0,094 Sumber: Data Output SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 2, maka akan terbentuk persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y1 = 0,349 0,075 X1 - 0,258X2 e Berdasarkan Tabel 3, maka akan terbentuk persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y2 = 0,360 0,057 X1 - 0,252X2 Ae 0,107Y1 e Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,304 dan bernilai positif yang menunjukkan hubungan searah antara variabel independen dan variabel dependen. Selain itu, nilai dari koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,093. Hal ini berarti bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel debt to equity ratio dan total aset turnover terhadap return on aset adalah sebesar 9,3 persen, sedangkan sisanya sebesar 90,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,307 variabel independen dan variabel dependen. Selain itu, nilai dari koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,094. Hal ini berarti bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel debt to equity ratio dan total aset turnover terhadap return on aset adalah sebesar 9,4 persen, sedangkan sisanya sebesar 90,6 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Uji F Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai F sebesar 3,472. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model regresi yang dibangun dalam penelitian ini layak dianalisis. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji t Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi debt to equity ratio sebesar 0,464 dan derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,464 > 0,05 maka H1 ditolak, artinya variabel DER tidak berpengaruh terhadap ROA. Selanjutnya pengujian hipotesis kedua yaitu TATO nilai signifikansi sebesar 0,003 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,003 < 0,05 maka H2 diterima, artinya variabel TATO berpengaruh terhadap ROA. Maka dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap return on aset pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020, sedangkan total aset turnover berpengaruh terhadap return on aset pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi debt to equity ratio sebesar 0,000 dan derajat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05, dimana 0,000 < 0,05 maka H3 diterima, artinya variabel debt to equity ratio berpengaruh terhadap Nilai Diketahui nilai signifikansi total aset turnover sebesar 0,017 < 0,05 yang berarti H4 diterima, artinya variabel total aset turnover berpengaruh terhadap nilai Diketahui nilai signifikansi return on aset sebesar 0,029 < 0,05 yang berarti H5 diterima, artinya variabel return on aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Maka dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio, total aset turnover dan return on aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Pengaruh Tidak Langsung Berdasarkan perhitungan pengaruh tidak langsung Diketahui pengaruh langsung yang diberikan debt to equity ratio terhadap nilai perusahaan sebesar 0,500. Sedangkan pengaruh tidak langsung debt to equity ratio melalui return on asset terhadap nilai perusahaan adalah perkalian antara nilai DER terhadap ROA dengan nilai ROA terhadap PBV yaitu : 0,737 x -0,348 = -0,2565. Berdasarkan perhitungan diatas diketahui pengaruh langsung sebesar 0,500 dan pengaruh tidak langsung sebesar -0,2565 maka memiliki arti ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 bahwa pengaruh langsung lebih besar dibanding dengan pengaruh tidak langsung, maka dengan demikian, dapat disimpulkan Return On Asset tidak memediasi pengaruh antara Debt to Equity Ratio terhadap nilai perusahaan. sehingga hipotesis keenam tidak dapat Diketahui pengaruh langsung yang diberikan struktur modal terhadap nilai perusahaan sebesar -2,438. Sedangkan pengaruh tidak langsung struktur modal melalui profitabilitas terhadap nilai perusahaan adalah perkalian antara nilai TATO terhadap ROA dengan nilai ROA terhadap PBV yaitu : -2,558 x -0,348 = 0,8901. Berdasarkan perhitungan diatas diketahui pengaruh langsung sebesar -2,438 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,8797 maka memiliki arti bahwa pengaruh langsung lebih kecil dibanding dengan pengaruh tidak langsung, maka dengan demikian, dapat disimpulkan Return On Asset memediasi pengaruh antara Total Asset turnover terhadap nilai Sehingga hipotesis ketujuh dapat diterima. PENUTUP Berdasarkan uraian kesimpulan yang telah dikemukakan, maka penulis memberikan saran yang kiranya bermanfaat. Bagi peneliti selanjutnya, dengan objek penelitian dan tahun penelitan yang sama sebaiknya mempertimbangkan penggunaan faktor lain yang dapat memediasi nilai perusahaan, sebab hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat 90,7 persen pengaruh dari vairabel lain yang memediasi nilai perusahaan. Dan juga peneliti selanjutnya sabaiknya mempertimbangkan factor lain yang mempengaruh nilai perusahaan, sebab hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih terdapat 90,6 persen pengaruh dari variabel lain yang mempengaruh nilai dengan demikian peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel independen lain dan juga variabel mediasi lainnya. Selain itu peneliti selanjutya juga dapat menggunakan perusahaan dari sektor lain dan memperbesar jumlah tahun penelitian, agar memberikan hasil yang lebih valid atau lebih akurat, sehingga hasilnya dapat medekati kondisi sebenarnya. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 DAFTAR PUSTAKA