DE_JOURNAL (Dharmas Education Journa. http://ejournal. id/index. php/de_journal E-ISSN : 2722-7839. P-ISSN : 2746-7732 Vol. 6 No. , 89-99 Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul Ahmad Chandra JayaA. Edi PurwantaA. Eva Imania EliasaA. Nur SholihinA. Deananda SyafitriAA e-mail: ahmadchandra. 2024@student. aFakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia AAFakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Respati Yogyakarta. Indonesia Abstrak Latar belakang masalah ini adalah Kurikulum Merdeka Belajar, sebuah inisiatif pedagogis yang dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas pembelajaran dan mendorong keterlibatan siswa secara Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar siswa sekolah menengah atas di Bantul. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan metode survei untuk mengumpulkan data dari 130 siswa SMA Negeri 2 Bantul yang terdiri dari kelas X. XI, dan XII. Responden dipilih secara proporsional dari setiap jenjang untuk merepresentasikan keragaman pengalaman dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Temuan penelitian ini, yang dibuktikan dengan analisis regresi linier sederhana, menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh substansial terhadap motivasi belajar (B = 0,266. Sig. = 0,. Elemen-elemen Kurikulum Merdeka seperti keleluasaan memilih mata pelajaran, penilaian formatif, dan pembelajaran berbasis proyek berkontribusi pada peningkatan motivasi intrinsik siswa. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator diidentifikasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini sejalan dengan prinsip-prinsip Teori Penentuan Nasib Sendiri, yang menekankan peran otonomi dalam meningkatkan motivasi. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka melalui peningkatan dukungan bagi guru dan lembaga pendidikan. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang kurikulum ini terhadap prestasi siswa. Kata Kunci: Kurikulum. Merdeka Belajar. Motivasi Belajar Abstract The background of this issue is Merdeka Learning Curriculum, a pedagogical initiative designed to increase learning flexibility and encourage active student engagement. The purpose of this study is to analyze the impact of Merdeka Curriculum on the learning motivation of high school students in Bantul. A quantitative approach was used, with a survey method to collect data from 130 students of SMA Negeri 2 Bantul consisting of grades X. XI, and XII. Respondents were proportionally selected from each level to represent the diversity of experiences in implementing Merdeka Curriculum. Data were collected through a Likert scale questionnaire. The findings of this study, as evidenced by simple linear regression analysis, show that Merdeka Curriculum has a substantial effect on learning motivation (B = 0. Sig. = 0. Elements of the Merdeka Curriculum such as freedom to choose subjects, formative assessment, and project-based learning contribute to increasing students' intrinsic In addition, the teacher's role as a facilitator was identified as an important factor in increasing student engagement. This finding is in line with the principles of Self-Determination Theory, which emphasizes the role of autonomy in increasing motivation. This research recommends optimizing the implementation of Merdeka Curriculum through increased support for teachers and educational Future research needs to explore the long-term impact of this curriculum on student Keywords: Curriculum. Independent Learning. Learning Motivation Info Artikel : Diterima Maret 2025 | Disetujui Juni 2025 | Dipublikasikan Juni 2025 Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan di Indonesia telah mengalami sejumlah perubahan Salah satu perubahan terbesar adalah penerapan Kurikulum Merdeka (KM) sebagai pengganti Kurikulum 2013. Kurikulum ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberikan otonomi kepada guru serta kebebasan bagi siswa dalam menentukan arah belajarnya. Hasil observasi awal di SMA Negeri 2 Bantul menunjukkan bahwa siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran berbasis proyek dan merasa lebih bebas dalam memilih mata pelajaran sesuai minat. Hal ini tercermin dari peningkatan partisipasi dalam diskusi kelas dan proyek lintas mata pelajaran, terutama pada siswa kelas XI. Selain itu, laporan internal sekolah tahun 2024 menunjukkan adanya peningkatan indeks motivasi belajar sebesar 12% setelah Kurikulum Merdeka diterapkan. Dengan demikian. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif, efektif, dan adaptif terhadap perubahan Kurikulum ini terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman (Tunas & Pangkey, 2. Penggunaan teknologi tepat guna menjadi topik utama dalam kurikulum mandiri ini karena kemungkinan besar kita sudah memasuki era 5. 0, era digital yang sangat maju. Karena media pembelajaran juga akan semakin terfokus pada teknologi, seperti platform di gadget, maka baik siswa maupun pendidik harus mampu menggunakan teknologi, seperti gadget, agar pembelajaran memiliki variasi yang dapat menggugah semangat belajar (Zakso, 2. Istilah AuMerdeka BelajarAy mengacu pada paradigma baru dalam pendidikan yang memberikan otonomi, fleksibilitas, dan kebebasan kepada siswa untuk mencapai potensi penuh mereka. Memberikan siswa alat untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka, berpikir kritis, menyelidiki masalah dunia nyata, dan berkolaborasi untuk menemukan jawaban lebih penting daripada sekadar memberikan pengetahuan. Untuk membuat pendidikan lebih relevan dan memiliki pengaruh positif yang lebih besar terhadap masyarakat, gagasan ini juga mengakui keragaman keadaan lokal dan potensi serta kebutuhan peserta didik (Sitorus et al. Peningkatan keterlibatan aktif dan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik adalah dua indikator efek menguntungkan dari Kurikulum Merdeka pada antusiasme siswa untuk belajar. Siswa didorong untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, pengajar memfasilitasi eksplorasi siswa terhadap berbagai materi pembelajaran (Padilah et al. , 2. Metode ini memberikan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan, sehingga siswa dapat memahami bagaimana teori-teori tersebut digunakan di dunia nyata, selain menghafalnya di luar kepala (Fitra, 2. Gagasan di balik pembelajaran mandiri adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada konten yang memiliki aplikasi praktis. Siswa yang memiliki kemampuan menghafal yang baik tidak lagi lebih baik dari yang lain. sebaliknya, konsep pembelajaran mandiri bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi (Cardoso et al. , 2. Selain itu, kurikulum pembelajaran mandiri bertujuan untuk menumbuhkan pengembangan karakter dan jiwa mandiri yang positif sehingga baik guru maupun siswa dapat dengan bebas dan gembira mengeksplorasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dari berbagai lingkungan dengan landasan yang berada, mampu mengembangkan diri, memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan, mudah beradaptasi, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas peserta didik (Heryanti et al. , 2. Implementasi Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan kesiapan para pendidik dan anggota staf Kurikulum Merdeka diimplementasikan secara mandiri dengan menggunakan tiga pendekatan yang berbeda. Pembelajaran otonom menjadi yang pertama, diikuti oleh perubahan otonom dan berbagi secara mandiri (Sari, 2. Hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama proses tersebut merupakan standar pembelajaran dan penilaian dalam kurikulum otonom. dalam hal ini, hasil pembelajaran sudah mempertimbangkan STPPA. Untuk hasil belajar peserta didik, pendidik menggunakan capaian pembelajaran (CP) (Shalehah, 2. Guru memiliki peran penting dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum. Guru juga memainkan peran kunci dalam menerapkan kebijakan pembelajaran mandiri. Untuk menyusun dan mengatur sumber daya, buku pelajaran, dan konten instruksional, guru dapat bekerja secara kooperatif dan berhasil dengan konstruksi kurikulum sekolah. Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul Untuk mencocokkan konten kurikulum dengan kebutuhan siswa di kelas, partisipasi guru dalam proses pembuatan kurikulum sangat penting (Daga, 2. Kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi kurikulum Merdeka Belajar perlu diperhatikan. Guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep dan metode pembelajaran abad ke-21 serta mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses mengajar. Siswa juga perlu didorong untuk aktif belajar, mengembangkan keterampilan mandiri, dan menjadi pemimpin belajar mereka sendiri (Enawati et al. , 2. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, kurikulum ini memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka. Salah satu aspek utama yang ditekankan adalah kebebasan dalam memilih mata pelajaran serta metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa karena mereka tidak hanya sekadar mengikuti kurikulum yang bersifat seragam, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mendalami bidang yang diminati (Siregar et al. , 2. Motivasi belajar siswa dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi diukur hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga melalui perkembangan keterampilan, pemahaman konsep, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. yang menjadi salah satu ciri utama kurikulum ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi. Dengan metode ini, siswa tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya dapat meningkatkan capaian akademik mereka (Iqbal et al. , 2. Menurut penelitian (Sulkipli et al. , 2. jika strategi implementasi yang efektif digunakan, supervisi klinis dapat diimplementasikan dalam Kurikulum Merdeka Belajar dengan cara yang paling efektif. Agar kurikulum Merdeka Belajar dapat dilaksanakan dengan benar, sosialisasi pelaksanaannya juga perlu disebarluaskan seluas mungkin. Hasilnya, hal ini akan membuat belajar menjadi menyenangkan bagi anak-anak, yang akan meningkatkan motivasi mereka dan mendorong mereka untuk berhasil ketika mereka senang dengan pendidikan mereka. Siswa memiliki motivasi dari dalam diri mereka maupun dari luar diri mereka. Salah satu motivasi eksternal adalah dukungan sosial. Peran penting dari dukungan ini adalah dalam hal menunjang motivasi belajar, seperti mendapatkan informasi dari teman, terutama ketika mendapatkan kegiatan atau tugas yang berhubungan dengan perkuliahan. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa motivasi belajar dipandang sebagai pendorong mental untuk mengarahkan dan menggerakkan perilaku mahasiswa untuk Motivasi belajar mencakup tiga dimensi utama, yaitu tujuan belajar, minat belajar, dan kebutuhan Dimensi-dimensi ini berinteraksi satu sama lain untuk mendorong kemajuan siswa dalam eksplorasi pengetahuan (Dewaruci & Hanurawan, 2. Tujuan pembelajaran yang jelas dapat meningkatkan semangat siswa untuk belajar dan memotivasi mereka untuk mengalokasikan waktu dan sumber daya mereka secara strategis, yang akan meningkatkan hasil pembelajaran. Tujuan pembelajaran juga menunjukkan kepada siswa ke mana arah pembelajaran mereka. Salah satu sumber motivasi belajar adalah minat belajar. Siswa akan bekerja lebih keras di kelas, menyukai proses belajar, dan merasakan pencapaian dan kepuasan ketika mereka bersemangat dengan apa yang mereka pelajari (Rongjie et al. , 2. Prestasi membaca secara langsung dipengaruhi oleh motivasi, yang merupakan komponen kunci dalam membaca. Sebenarnya, sejumlah penelitian terdahulu dalam literatur menunjukkan bahwa insentif membaca berhasil (Bakkalolu & Pilten. Motivasi belajar adalah kunci keberhasilan dalam proses belajar-mengajar. Motivasi belajar, seperti namanya, adalah apa yang 'menggerakkan' kita. Ini adalah alasan kita melakukan sesuatu. Motivasi untuk melakukan sesuatu dapat muncul dalam berbagai cara. Hal ini dapat berupa karakteristik kepribadian atau minat jangka panjang yang stabil untuk melakukan sesuatu. Penting untuk dicatat bahwa mencapai tingkat motivasi yang tinggi di dalam kelas akan menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi (Filgona et al. , 2. Siswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat keterlibatan belajar yang lebih tinggi meskipun menghadapi kesulitan dan risiko dalam belajar. Beberapa Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul peneliti telah menunjukkan bahwa motivasi belajar dapat membantu membangun ekspektasi yang tinggi yang memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam pembelajaran secara aktif (Shao & Kang, 2. Salah satu cara untuk mengkonseptualisasikan motivasi belajar adalah sebagai kekuatan internal dan eksternal yang mendorong aktivitas belajar tertentu. Motivasi belajar mencakup pengejaran tujuan pembelajaran dan dorongan untuk mendapatkan hasil yang positif (Ima et al. , 2. siswa yang mengalami hambatan seperti fasilitas yang tidak memadai atau kurangnya perhatian cenderung kurang termotivasi dibandingkan dengan siswa yang merasa dihargai dan didukung selama proses pembelajaran. Banyak hal yang dapat memengaruhi dorongan siswa untuk belajar (Ahmad & Rana, 2. Hal-hal tersebut meliputi pengalaman afektif, ekspresif, dan emosional mereka (Lo et al. , 2. Karakter inovatif dan terobosan dari penelitian ini ditunjukkan oleh analisis mendalam tentang bagaimana Kurikulum Merdeka mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan disesuaikan. Kurikulum Merdeka membawa perubahan paradigma dengan memungkinkan siswa untuk memilih mata pelajaran berdasarkan minat pribadi mereka, berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang ditandai dengan struktur dan konformitas yang lebih besar. Kemampuan kurikulum yang memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pengajaran dengan berbagai kebutuhan siswa mendukung otonomi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana motivasi intrinsik siswa dipengaruhi oleh otonomi belajar, serta bagaimana partisipasi aktif dalam pembelajaran berbasis proyek dan evaluasi formatif berkontribusi terhadap minat dan antusiasme siswa untuk belajar. Selain itu, dengan menyelidiki pengaruh gamifikasi dan pembelajaran individual dalam Kurikulum Merdeka terhadap motivasi siswa, penelitian ini menawarkan sudut pandang baru. Penelitian ini bermaksud menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang lebih signifikan dan aplikatif dalam kehidupan siswa, selain pengaruh eksternal seperti evaluasi guru, turut berdampak pada motivasi belajar Hal ini diterapkan melalui strategi penilaian berbasis tantangan, penghargaan, dan kemajuan Meskipun beberapa penelitian sebelumnya telah membahas dampak Kurikulum Merdeka secara umum terhadap hasil belajar, masih terbatas penelitian yang secara spesifik mengkaji bagaimana elemenelemen seperti gamifikasi dan pembelajaran individual dalam kurikulum ini memengaruhi motivasi intrinsik siswa di tingkat SMA, khususnya di wilayah Bantul. Kesenjangan penelitian ini menjadi dasar penting untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam dinamika motivasi belajar dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat memberikan rekomendasi konkret bagi pendidik dan pengambil kebijakan untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih fleksibel dan adaptif guna terus meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode Penelitian ini mengevaluasi pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar siswa sekolah menengah atas di Bantul dengan menggunakan metodologi kuantitatif dan metode survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena sesuai untuk mengukur hubungan antara variabel secara objektif dan sistematis melalui data numerik (Zulfikar et al. , 2. Penelitian kuantitatif memungkinkan generalisasi hasil berdasarkan sampel yang representatif dan dianalisis dengan statistik inferensial. Kelompok sasaran adalah siswa yang telah mengikuti Kurikulum Merdeka selama minimal satu tahun Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan mempertimbangkan keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Jumlah sampel akhir terdiri dari 130 siswa SMA Negeri 2 Bantul, yang terdiri dari 45 siswa kelas X, 45 siswa kelas XI, dan 40 siswa kelas XII. Jumlah ini dipilih karena sekolah tersebut telah menjadi pelaksana penuh Kurikulum Merdeka dan dianggap mampu merepresentasikan konteks implementasi di daerah Bantul. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup secara daring dan Instrumen kuesioner disusun berdasarkan teori motivasi belajar dari (Ryan & Deci, 2. , khususnya kerangka Self-Determination Theory (SDT) yang mencakup motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, serta persepsi terhadap otonomi dan dukungan lingkungan belajar. Kuesioner menggunakan Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul skala Likert empat poin, dan mencakup aspek keterlibatan siswa, fleksibilitas kurikulum, serta pengalaman dalam pembelajaran berbasis proyek. Untuk menjamin validitas dan reliabilitas instrumen, dilakukan dua tahap: . validitas isi melalui penilaian ahli . xpert judgmen. oleh dua dosen pendidikan dan satu praktisi Kurikulum Merdeka. pengujian reliabilitas menggunakan koefisien CronbachAos Alpha, dengan nilai > 0,7 sebagai indikator bahwa instrumen reliabel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar siswa. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi terbaru. Uji asumsi klasik . ormalitas, linearitas, dan homogenita. juga dilakukan sebagai prasyarat analisis. Sebagai bagian dari validasi data, digunakan prosedur triangulasi metode, yaitu dengan membandingkan hasil kuesioner dengan temuan wawancara terbatas terhadap lima guru dan enam siswa yang dipilih berdasarkan variasi jenjang kelas dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Tujuannya adalah memperkuat interpretasi hasil kuantitatif dengan informasi Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, diagram, dan output analisis regresi, untuk memberikan gambaran empiris tentang sejauh mana Kurikulum Merdeka berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sekolah menengah. Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan 130 siswa SMA Negeri 2 Bantul dari kelas X. XI, dan XII yang telah mengikuti Kurikulum Merdeka selama minimal satu tahun akademik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua skala utama, yaitu skala Kurikulum Merdeka . ang mencerminkan persepsi siswa terhadap fleksibilitas, proyek pembelajaran, dan kebebasan memilih mata pelajara. serta skala motivasi belajar . ang mencerminkan aspek motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan keterlibatan belaja. Seluruh data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring dan luring. Langkah uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebagai tahapan awal sebelum analisis utama, untuk memastikan bahwa setiap butir pernyataan dalam instrumen memiliki konsistensi internal dan mampu merepresentasikan konstruk yang diukur. Validitas menunjukkan sejauh mana instrumen mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan konsistensi hasil Oleh karena itu, penyajian hasil uji validitas dan reliabilitas menjadi krusial sebagai dasar keabsahan data sebelum dilakukan uji statistik lebih lanjut seperti regresi linier sederhana. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana butir-butir pernyataan dalam instrumen mampu mengukur konstruk yang dimaksud, yakni persepsi siswa terhadap Kurikulum Merdeka dan tingkat motivasi belajar mereka. Validitas item diuji menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment, dengan membandingkan nilai r hitung terhadap r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan jumlah uji coba 50 responden. Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka item dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pengukuran. Uji validitas ini menjadi tahap awal yang penting untuk menjamin bahwa instrumen penelitian benar-benar merepresentasikan aspek-aspek yang ingin diukur secara konseptual. Uji Validitas Tabel 1 Hasil Uji Validitas Kurikulum Merdeka Belajar Pernyataan Rhitung Rtabel . %) 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 Hasil Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Seluruh 20 item skala kurikulum pembelajaran mandiri yang dievaluasi oleh para peneliti pada siswa yang bukan merupakan bagian dari sampel penelitian dianggap valid, sesuai dengan tabel 1 di atas, yang menyajikan temuan uji validitas kurikulum pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, skala ini dapat disebarkan kepada sampel penelitian. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar Pernyataan Rhitung Rtabel . %) 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 0,279 Hasil Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Seluruh 20 item skala motivasi belajar yang dievaluasi oleh peneliti pada siswa yang bukan merupakan bagian dari sampel penelitian dianggap valid, sesuai dengan tabel 2 di atas, yang menyajikan temuan uji validitas motivasi belajar. Oleh karena itu, masuk akal untuk mendistribusikan skala secara penuh kepada sampel penelitian ini. Uji Reliabilitas Setelah instrumen dinyatakan valid, langkah berikutnya adalah melakukan uji reliabilitas untuk memastikan konsistensi internal antar butir pernyataan dalam skala yang digunakan. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Instrumen dikatakan reliabel jika nilai CronbachAos Alpha Ou 0,60, yang menunjukkan bahwa item-item dalam skala tersebut memiliki konsistensi yang baik dalam mengukur konstruk yang sama. Hasil uji reliabilitas ini penting untuk Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul memastikan bahwa data yang diperoleh dari responden dapat dipercaya dan stabil ketika digunakan dalam analisis lebih lanjut. Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kurikulum Merdeka Belajar (X) Motivasi Belajar (Y) CronbachAos Alpha 0,866 0,913 Status Reliabel Reliabel Nilai Cronbach's Alpha lebih tinggi dari nilai rtabel pada tingkat siginifikansi 0,05, sesuai dengan temuan perhitungan reliabilitas pada tabel di atas. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika cronbach's alpha lebih besar dari 0,05. Statistik motivasi belajar (Y) dan kurikulum merdeka belajar (X) dianggap reliabel berdasarkan tabel di atas. Uji Prasyarat Analisis Sebelum dilakukan analisis regresi linear sederhana, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis untuk memastikan bahwa data memenuhi asumsi dasar analisis parametrik. Salah satu uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas, yang bertujuan untuk mengetahui apakah data residual terdistribusi secara normal. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 5%. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dianggap berdistribusi normal dan layak untuk dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Uji ini penting agar hasil analisis yang diperoleh bersifat valid dan dapat diinterpretasikan secara statistik. Uji Normalitas Setelah instrumen dinyatakan valid dan reliabel, langkah berikutnya adalah melakukan uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas terhadap data penelitian yang diperoleh dari 130 siswa sebagai sampel utama. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi data dari masing-masing variabel Kurikulum Merdeka dan motivasi belajar mengikuti pola distribusi normal. Dalam penelitian ini digunakan metode Kolmogorov-Smirnov, yang sesuai diterapkan untuk jumlah sampel di atas 50 Uji ini penting untuk memastikan bahwa data memenuhi asumsi dasar analisis parametrik sebelum dilakukan regresi linear sederhana. Apabila nilai signifikansi pada uji ini melebihi 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Tabel 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean 0,0000000 Std. Deviation 7,09711529 Most Extreme Differences Absolute 0,065 Positive 0,051 Negative -0,065 Test Statistic 0,065 Asymp. Sig. -taile. Hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test untuk uji normalitas menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. = 0,200 lebih besar dari = 0,05. Asumsi normalitas yang diperlukan untuk melakukan analisis regresi linier terpenuhi dengan kesimpulan ini, yang menunjukkan bahwa distribusi residual dalam penelitian ini mengikuti distribusi normal. Selain itu, penggunaan data untuk analisis tambahan divalidasi oleh nilai Test Statistic sebesar 0,065, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara distribusi data dengan distribusi normal. Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul Uji Hipotesis Penelitian Setelah seluruh data memenuhi prasyarat analisis, tahap selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen, yaitu Kurikulum Merdeka, terhadap variabel dependen, yaitu motivasi belajar siswa. Regresi linear sederhana dipilih karena hanya melibatkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Melalui analisis ini, dapat diketahui seberapa besar kontribusi Kurikulum Merdeka dalam memengaruhi tingkat motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Bantul. Tabel 5 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Model (Constan. Motivasi Belajar Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 50,378 7,198 0,266 0,070 Standardized Coefficients Beta Sig. 6,999 0,000 0,342 3,822 0,000 Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Motivasi Belajar dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Kurikulum Merdeka. Berdasarkan nilai koefisien regresi (B = 0,. , motivasi belajar siswa akan naik sebesar 0,266 satuan untuk setiap kenaikan satu satuan penerapan Kurikulum Merdeka. Nilai t hitung sebesar 3,822 yang signifikan pada tingkat 0,000 (<0,. mendukung pentingnya pengaruh ini secara statistik. Selain itu, konstanta sebesar 50,378 menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa akan tetap cukup kuat tanpa adanya Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka membantu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pembahasan Kurikulum menjadi bagian penting dari sistem pendidikan yang tidak hanya merumuskan tujuan yang harus dicapai, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap peserta didik. Kurikulum menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena salah satu instrument untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan cara mengembangkan kualitas kurikulum yang sudah ada (Rahayu et al. , 2. Kurikulum terdiri dari pengalaman belajar yang telah diprogramkan sebelumnya, sumber daya pengajaran, dan rencana Kurikulum memainkan peran kunci dalam semua jenis kegiatan pendidikan. Untuk menetapkan tujuan pendidikan, kurikulum harus dapat meningkatkan kualitasnya, termasuk beradaptasi dengan keadaan unik dari setiap sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tahap perkembangan Kurikulum memainkan peran penting dalam membentuk kompetensi dan karakter siswa (Simbolon et al. , 2. Kurikulum Merdeka dapat secara aktif berkontribusi pada pertumbuhan pribadi siswa dalam hal kompetensi dan karakter. Agar guru dan komponen pengajaran lainnya dapat berpartisipasi aktif dalam memilih proses belajar mengajar yang sesuai dengan kondisi mereka, hasil pembelajaran disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, dan karakteristik siswa. Gagasan AuMerdeka BelajarAy dalam Kurikulum Merdeka merupakan perubahan yang signifikan dari kurikulum sebelumnya. Penekanannya sekarang adalah pada pengembangan siswa yang unggul dengan kualitas profil pelajar Pancasila dan kompetensi yang dapat menangani isu-isu global daripada memperoleh nilai ketuntasan minimum (Rahmah et al. Melalui implementasi program intervensi pendidikan, khususnya ide kurikulum yang fleksibel dan beragam, memperkuat otonomi sekolah dan kapasitas guru . erbasis kebutuha. , kepala sekolah . anajemen instruksiona. , dan teknologi pembelajaran. Merdeka Belajar memiliki kesempatan untuk menutup kesenjangan kualitas. Akses yang setara terhadap teknologi sangat penting karena tujuan utama Merdeka Belajar adalah untuk menyelidiki potensi terbesar untuk inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran bagi guru dan siswa (Hartati et al. , 2. Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul Siswa dapat mengikuti pembelajaran secara fleksibel dengan Kurikulum Merdeka yang menyederhanakan materi pelajaran, sehingga membantu siswa berkonsentrasi lebih baik dan mendorong motivasi dan antusiasme dalam mata pelajaran. Rendahnya motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan fakta bahwa siswa biasanya kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, hanya mendengarkan materi dari guru tanpa berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar, dan bersikap pasif terhadap setiap mata pelajaran. Mereka juga beranggapan bahwa setiap mata pelajaran kurang penting dan membosankan karena harus selalu menghafal materi yang diajarkan (Maladjai et al. , 2. Komponen penting dari prestasi siswa adalah motivasi belajar. Siswa yang memiliki motivasi tinggi biasanya lebih bersemangat, energik, dan terlibat dalam kegiatan kelas. Diharapkan bahwa penerapan strategi ini akan memberikan dampak yang baik terhadap motivasi belajar di lingkungan Merdeka Belajar. Antusiasme siswa untuk belajar dapat berkurang, dan kurangnya motivasi akan menghasilkan lebih sedikit kegiatan belajar, yang akan menurunkan kualitas hasil belajar. Oleh karena itu, motivasi belajar siswa perlu ditingkatkan secara konsisten. Untuk mencapai hasil belajar yang terbaik, siswa harus memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar (Rufaida & Haryati, 2. Kurikulum Merdeka Belajar telah dirancang dengan cermat untuk menawarkan fleksibilitas yang tinggi dalam proses pembelajaran. Fleksibilitas ini memungkinkan siswa untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka (Mawarni & Rozak, 2. Kebebasan untuk memilih materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka telah terbukti dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar secara mandiri. Pendekatan berbasis proyek yang digunakan dalam kurikulum ini mendorong siswa untuk terlibat dalam pemikiran kritis dan kreatif, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka. Desain kurikulum ini juga menekankan peran guru sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kemandirian dan rasa ingin tahu siswa (Aulina & Nurdiana, 2. Dampak dari Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar terlihat dari meningkatnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa tidak lagi hanya menjadi penerima pasif materi pelajaran, tetapi mereka secara aktif berpartisipasi dalam diskusi, eksplorasi, dan kegiatan pemecahan Penggabungan penilaian formatif yang memprioritaskan pertumbuhan individu semakin memperkuat paradigma ini, menumbuhkan rasa penghargaan di antara para siswa atas upaya mereka sendiri dan dengan demikian meningkatkan motivasi intrinsik mereka. Selain itu, penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih personal memungkinkan siswa dengan gaya belajar yang berbeda untuk memahami materi dengan lebih mudah, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri yang lebih tinggi dalam kemampuan belajar mereka (Erhy et al. , 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Bantul. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan koefisien regresi sebesar 0,266, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan Kurikulum Merdeka, maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Hal ini menegaskan bahwa kebebasan siswa dalam memilih mata pelajaran, fleksibilitas pembelajaran, serta pendekatan yang berpusat pada siswa sebagaimana diusung oleh Kurikulum Merdeka, mampu meningkatkan aspek motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan keterlibatan belajar. Temuan ini mendukung asumsi awal dalam penelitian bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya membawa perubahan struktural dalam sistem pembelajaran, tetapi juga berdampak nyata terhadap semangat dan dorongan siswa untuk belajar secara mandiri dan bermakna. Simpulan (Penutu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar secara positif mempengaruhi kemauan siswa untuk belajar, terutama dalam hal menawarkan fleksibilitas dalam belajar, pilihan topik, dan pendekatan berbasis proyek yang berpusat pada siswa. Hasil ini memberikan lebih banyak kepercayaan pada gagasan bahwa motivasi intrinsik siswa dapat ditingkatkan melalui otonomi dan relevansi dalam proses pembelajaran. Diharapkan dengan meningkatnya keterlibatan siswa dalam Ahmad Chandra Jaya. Dkk | Pengaruh Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar SMA di Bantul proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka akan terus disempurnakan dan dimodifikasi untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien. Hasil penelitian ini dapat ditelaah lebih lanjut untuk melihat cara-cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan elemen-elemen Kurikulum Merdeka yang berbeda, seperti pembelajaran berbasis proyek dan penilaian formatif, untuk meningkatkan hasil akademis secara umum. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti dampak dari peran guru dan kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka terhadap motivasi dan keberhasilan akademik siswa. Pemahaman yang lebih mendalam akan diperoleh untuk menciptakan kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dan tahan lama Daftar Pustaka