Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article Effectiveness Of Rheumatic Exercises In Reducing Joint Pain In Elderly People Suffering From Rheumatoid Arthritis Efektivitas Senam Rematik Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Pera Permata Sari1. Andre Utama Saputra2. Sasono Mardiono3. Romadhon4 1,2,3,4 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Kader Bangsa Palembang *Corresponding Author: Andre Utama Saputra Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Kader Bangsa Palembang Email: 07@gmail. Keyword: Effectiveness. Rheumatic exercises, pain scale, elderly, rheumatoid arthritis Kata Kunci: Efektivitas. Senam rematik, skala nyeri, lansia, rheumatoid arthritis A The Author. 2025 Article Info: Received : Ockober 5, 2024 Revised : March 6, 2025 Accepted : March 27, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Abstract Rheumatoid arthritis or better known as rheumatism is a progressive autoimmune disease with chronic inflammation that attacks the musculoskeletal system but can involve organs and body systems as a whole. This study aims to determine the effectiveness of rheumatic exercises on changes in joint pain in elderly people with rheumatoid arthritis. This research is a type of experimental research using a pre-experimental design research method using a one group pre and post test design approach. The sample in this study was 30 respondents, sampling used total sampling technique. Collecting primary data by observing the pain scale of respondents as a measuring tool. Data processing using a computer through the SPSS for Windows version 16 program with the Wilcoxon paired statistical test with a significance level of = 0. 05 and obtained a value of p = 0. 000 which means p < . This shows that Ha was accepted and Ho was rejected, meaning that there is effectiveness of rheumatic exercise on changes in joint pain in elderly people with rheumatoid arthritis at the Harapan Kita Social Home. Palembang City in 2024. Abstrak Rheumatoid arthritis atau yang lebih dikenal dengan rematik adalah penyakit autoimun progresif dengan inflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal namun dapat melibatkan organ dan sistem tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektivitas senam rematik terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental menggunakan metode penelitian pre eksperiment design dengan menggunakan pendekatan one group pre and post test design. Sampel dalam penelitian ini 30 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data dengan menggunakan uji statistic paired Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan = 0,05 dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < . Hal ini menunjukkan Ha diterima Ho ditolak artinya adanya efektivitas senam rematik terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. PENDAHULUAN World Health Organization (WHO), mengatakan lanjut usia . adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Badan Kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2022 mencapai angka 80. Menurut Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2021, ada 30,16 juta jiwa penduduk lanjut usia . di Indonesia pada 2021. Menurut World Health Organization (WHO). Jumlah kasus Rheumatoid Arthritis mencapai 369 kasus penduduk di dunia atau sekitar 23% penduduk dunia yang rheumatoid, terdapat 5-10% berusia 520 tahun 21% berusia 55% tahun . Prevalensi penderita diseluruh dunia menurut World Health Organization rheumatoid arthritis diseluruh dunia sudah mencapai angka 335 juta, dan rheumatoid arthritis akan selalu mengalami peningkatan . Prevenlensi tertinggi dilaporkan pada masyarakat asli Amerika. Yakima. Pima, dan sukusuku Chippewa di Amerika Utara sebesar Namun prevalensi Arthritis di dunia relatif konstan yaitu berkisar antara 0,5- https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Estimasi prevalensi Arthritis untuk negara dengan pendapatan rendah dan menengah berdasarkan meta-analisis adalah di Asia Tenggara sebesar 0,4%. Mediterania Timur sebesar 0,37%. Eropa sebesar 0,62% dan Amerika sebesar 1,25% . Data lansia pria dan wanita pada 2021 yang telah mencapai usia 60-69 tahun di Indonesia adalah 63,65% dari total penduduk Indonesia. Selama ini Rheumatoid Arthritis (RA) menjadi salah satu penyakit yang diderita oleh lansia. Pada tahun 2020 jumlah lansia mencapai 28. 000 dari total populasi. Indonesia sendiri pada tahun 2020 memiliki jumlah lansia Dan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2020 jumlah lansia sebanyak 7,3 sementara untuk jumlah total lansia yang ada di Kabupaten Buton Tengah tahun 2022 sebanyak 9587 lansia. Sumatera selatan, prevalensi penyakit persendian juga mengalami penurunan. Prevalensinya mencapai 8,4% dan turun menjadi 6,48%. Populasi penduduk dunia saat ini berada pada era ageing populaton dimana jumlah penduduk yang berusia lebih dari 60 tahun melebihi 7% dari total penduduk. Angka lansia diproyeksikan akan terus meningkat jumlahnya bahkan mencapai 2 milyar pada 2050. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, jumlah lansia usia 60-64 tahun 491 orang, usia 65-69 tahun sebanyak 169. 798 orang, usia 7075 tahun sebanyak 107. 002 orang dan usia diatas 75 tahun sebanyak 110. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2021, jumlah lansia usia 60-64 tahun sebanyak 460 orang, usia 70-74 tahun sebanyak 613 orang dan usia diatas 75 tahun 272 orang . Berdasarkan studi pendahuluan di Panti Jompo Harapan Kita pada tahun 2024, ada sebanyak 54 orang lanjut usia. Didapatkan data studi awal sebanyak 32 orang penderita nyeri sendi, dari studi pendahuluan ini peneliti melakukan wawancara kepada 5 orang responden yang mengalami nyeri sendi dengan hasil : 3 orang yang mengalami nyeri penurunan nyeri sendi setelah dilakukan senam rematik dan 2 lansia mengatakan nyeri sendinya masih terasa walaupun sudah dilakukan senam rematik dikarenakan skala intesitas nyeri yang dialami lansia melebihi 7 . Rematik merupakan penyakit autoimun yang ditandai adanya inflamasi sistemik kronik dan progresif yang menyerang Penyakit ini disebabkan oleh sinovitis, yaitu terdapat inflamasi pada membran sinovial yang menutupi sendi. Rematik ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor resiko seperti usia, jenis Tanda dan gejala rematik itu sendiri yaitu nyeri dan kaku pada persendian . Sejauh ini penyebab pasti dari Rheumatoid Arthritis belum juga diketahui, tetapi faktor genetik dikaitan dengan kondisi ini, serta tingkat keparahan penyakit, dan beberapa faktor lingkungan dan gaya hidup telah terbukti terkait dengan penyebab perkembangan penyakit ini. Obesitas. Kondisi reproduksi pada wanita serta kekurangan vit D juga dinilai memiliki pengaruh dalam proses berkembangnya Rheumatoid Arthritis. Terdapat beberapa faktor lain yang dikaitkan dengan terjadinya penyakit Rheumotoid Arthritis termasuk usia, status sosial ekonomi dan etnis . Pada Rheumatoid Arthritis, nyeri dan inflamasi disebabkan oleh terjadinya proses imunologi pada sinovium yang pembentukan pannus yang akhirnya menyebabkan kerusakan sendi. Pada https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Artritis gout adanya endapan kristal asam urat di rongga sinovial/sendi akan menyebabkan peradangan. Nyeri juga menggunakan lebih banyak energi dalam melakukan tugas dengan cara yang menyebabkan rasa sakit semakin berat. Rasa nyeri juga dapat menggangu tidur pasien sehingga mempengaruhi tingkat Nyeri rematik akan muncul pada pada pagi hari saat bangun tidur kemudian terasa membaik pada siang hari dan kembali muncul di malam hari. Nyeri pada pasien Rheumatoid Arthritis membahayakan . on gana. yaitu nyeri yang tidak terlalu responsif terhadap metode pereda nyeri . Rheumatoid athritis paling banyak terjadi pada manusia yang berusia diatas 50 tahun. Diatas 85% orang berusia 65 tahun menggambarkan Rheumatoid athritis pada gambaran x-ray, meskipun hanya 35% - 50% hanya mengalami Umur dibawah 45 tahun Rheumatoid athritis lebih banyak terjadi pada pria, sedangkan pada umur 55 tahun lebih banyak terjadi pada wanita . Dampak menyebabkan gangguan kenyamanan, nyeri dan keterbatasan mobilitas fisik bagi penderitanya sampai yang paling kecacatan dan kelumpuhan. Nyeri ini membuat penderitanya mengalami gangguan aktifitas sehari-hari sehingga dapat menurunkan produktifitasnya. Salah olahraga, latihan fisik dan okupasi. Latihan fisik yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak yang positif bagi tubuh tidak hanya itu latihan fisik kesehatan jiwa, melalui neuro-tropik yang dapat meningkatkan fungsi kongnitif, relaksasi, dan vasodilatasi pembuluh darah . Salah satu terapi Rheumatoid Arthritis adalah senam rematik. Senam rematik merupakan latihan rentang gerak dengan teknik relaksasi nafas dalam sebelum dan sesudah latihan untuk mengurangi nyeri pada sendi. Senam rematik ini dilakukan satu kali tiap minggunya, lama kegiatan ini adalah 8 Pemberian senam ini mampu menurunkan skala nyeri 15 orang peserta yang menderita nyeri sedang menjadi nyeri dengan kategori ringan. Lebih lanjut pemberian terapi ini dapat mempengaruhi aspek emosi maupun kognitif pada system kerja di celebral cortex sehingga menghasilkan relaksasi dan persepsi positif yang berpengaruh pada penurunan nyeri . Gerakan yang ringan dan tidak menggunakan beban pada senam rematik menjadi pengaruh keluarnya beta-endorfin , neuromudulator alami dalam tubuh yang dapat memperlambat pelepasan impuls nyeri sehingga skala nyeri pada lansia penderita rematik tersebut maka ditetapkan senam rematik dapat menurunkan nyeri pada lansia yang sedang menderita rematik dengan menggunakan senam rematik keperawatan non farmakologis yang mudah diterapkan dan diaplikasikan . Penelitian terdahulu antara pengaruh senam lansia terhadap nyeri sendi dengan judul pengaruh senam lansia terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji statistik diperoleh hasil p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada pengaruh perubahan nyeri sendi sebelum dengan sesudah Berdasarkan hasil pendahuluan peneliti telah melakukan wawancara secara langsung pada tanggal 23 mei https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 2023 yang dilakukan di Posbindu Teratai 2 desa Sarimukti dengan mendatangi rumah lansia. Jumlah populasi lansia dari usia 60-70 tahun terdapat 80 lansia. Peneliti melakukan wawancara terhadap 10 lansia, hasil wawancara pada lansia didapatkan lansia mengatakan belum pernah ada kegiatan senam lansia untuk menurunkan nyeri sendi. Lansia juga mengatakan sebagian besar tidak tahu jika senam lansia dapat menurunkan nyeri sendi . Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ahmad . dengan judul penelitian AuSenam Rematik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Ny. S keluarga Tn. A dalam melakukan ADL (Activity Daily Livin. Ay Dukuh Pandem Kulon Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Setelah dilakukan senam rematik selama 2 minggu nyerinya berkurang dengan skala nyeri 7 menjadi 3. Senam rematik yang dilakukan 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 3-6 menit, badan rileks, dan segar. Dalam penelitian Ryan Rahmanda Putra dengan judul AuPengaruh senam bugar lansia terhadap skala nyeri persendian pada posyandu lansia Karang Werdha Kedurus SurabayaAy adalah dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengurangan nyeri persendian yang dirasakan lansia pada posyandu lansia Karang Werdha Kedarus Surabaya karena nilai t hitung 6,325 > t table 1,76131 dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon dengan bantuan program computer SPSS for windows 24, didapatkan nilai Z = -3. 742 dengan nilai p-value <0,05 yaitu 0,000 . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian metode penelitian Pre Eksperimen pendekatan one group pre dan post test design yaitu suatu penelitian yang perlakuan/intervensi tertentu, yang diobservasi sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Penelitian mengetahui adanya efektivitas senam rematik terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. dengan kriteria sampel : kriteria inklusi : rheumatoid arthritis, lansia yang mengalami skala nyeri 1-8, lansia yang berusia 45-75 tahun. Kriteria ekslusi : lansia yang tidak memiliki riwayat rheumatoid arthritis, lansia yang tidak bersedia menjadi responden. Sampel dalam penelitian ini 30 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2024 Variabel Usia 45-60 tahun 61-75 tahun Total Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Persentase 36,7% 63,3% 36,7% 63,3% https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Berdasarkan diketahui bahwa usia responden sebagian besar berusia 61-75 tahun sebanyak 19 orang . ,3%). Dan dapat diketahui bahwa sebagian besar jenis kelamin responden laki-laki yaitu sebanyak 19 orang . ,3%) dan responden perempuan sebanyak 11 orang . ,7 %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kadar Asam Urat di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2024 Asam Urat Pre test >7,0 >6,0 Total Post test <6,0 >6,1 Total Persentase 66,7% 33,3% 96,7% 3,3% Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kadar asam urat sebelum dilakukannya senam >7,0 sebanyak 20 responden . ,7%) dan nilai >6,0 sebanyak 10 responden . ,3%) sedangkan nilai kadar asam urat sesudah dilakukannya senam >6,0 sebanyak 29 responden . ,7%) dan <6,0 sebanyak 1 responden . ,3%). Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Skala nyeri Sebelum dan Sesudah Pemberian Intervensi Senam Rematik Pada Lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2024 Skala Nyeri Pre test Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Post test Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Persentase 6,7% 90,0% 3,3% 6,7% 93,3% Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa dari hasil skala nyeri sendi sebelum pemberian intervensi di dapatkan lansia yang mengalami nyeri ringan sebanyak 2 orang . ,7%), nyeri sedang sedang 27 orang . ,0 %), dan nyeri berat 1 orang . ,3 %). Sedangkan hasil skala nyeri sendi sesudah pemberian intervensi di dapatkan mengalami perubahan dimana tidak ada lagi lansia yang mengalami nyeri berat dan nyeri sedang, lansia yang mengalami nyeri ringan sebanyak 28 orang . ,3 %) dan tidak nyeri 2 orang . ,7 %). https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Analisis Bivariat Tabel 4. Analisis Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah Pemberian Senam Rematik Perubahan Skala Nyeri Pre Ae test Negative rangks Post Ae test Positive rangks Ties Total Mean 15,00 ,00 435,00 ,00 Post test dilakukanya senam rematik Ae pre test dilakukannya senam rematik -4,231b Asymp. Sig. -taile. ,000 Tingkat nyeri . ost intervens. < Tingkat nyeri . re intervens. Tingkat nyeri . ost intervens. > Tingkat nyeri . re intervens. Tingkat nyeri . ost intervens. = Tingkat nyeri . re intervens. Analisa bivariat dilakukan untuk intervensi senam rematik terhada perubahan skala nyeri pada lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon berpasangan dengan nilai kemaknaan a = 0,05 berdasarkan nilai p, dimana nilai p < a, maka hipotesis yaitu Ha diterima dan Ho ditolak artinya adanya efekvitas pemberian senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. Berdasarkan tabel diatas dengan menggunakan uji wilcoxon di dapatkan nilai = 0,000 dimana nilai p<0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian senam rematik terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. PEMBAHASAN Analisa Univariat yang mengikuti senam rematik yaitu berusia 45-60 tahun sebanyak 11 orang . ,7%), sedangkan responden yang berusia 61-75 tahun sebanyak 19 orang . ,3%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian Amelia . yang menyatakan bahwa mayoritas karakteristik responden berdasarkan umur yaitu 60-74 tahun sebanyak . %) responden, usia 75-90 tahun . ,9%) dan . ,1%) berusia >90 tahun. Berdasarkan uraian diatas, peneliti bertambahnya usia semakin meningkat terjadinya nyeri sendi yang ditandai penurunan kemampuan tubuh untuk perubahanperubahan terkait usia. Perubahan tersebut diantaranya seperti perubahan fisik, mental, dan sosial. Jenis Kelamin Usia Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 30 responden penderita rematik di Panti Sosial Harapan Kita Palembang tahun 2024 dapat diketahui bahwa paling banyak usia responden Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 responden penderita rematik di Panti Sosial Harapan Kita Palembang tahun 2024 sebagian besar adalah laki-laki dengan persentase 63,3 % sedangkan perempuan dengan persentase 36,7 %. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Faktor selanjutnya adalah jenis kelamin atau gender. Faktor tersebut sesuai dengan teori Hermayudi & Ariani . yang menyatakan bahwa jenis kelamin adalah faktor risiko penyebab rematik, wanita lebih rawan terkena laki-laki, perempuan lebih sering terkena osteoarthritis di lutut dan sendi dan lakilaki lebih sering terkena osteoarthritis paha, pergelangan tangan dan leher. Berdasarkan uraian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa jenis kelamin laki-laki rheumatoid arthritis dikarenakan akan mengalami penurunan hormon estrogen sehingga mengakibatkan penurunan masa tulang sehingga menimbulkan tulang menipis, berongga, kekakuan sendi, pengelupasan tulang rawan sendi. Skala Nyeri Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 30 responden penderita rematik di Panti Sosial Harapan Kita Palembang tahun 2024 dapat diketahui bahwa skala nyeri sendi sebelum pemberian intervensi di dapatkan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 2 ,7%), nyeri sedang sebanyak 27 responden . ,0%), dan nyeri berat 1 responden . ,3%) sedangkan setelah diberikan intervensi berupa senam tidak ada lagi lansia yang berada pada skala nyeri berat dan sedang, dan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 28 responden . ,3%), dan tidak nyeri sebanyak 2 responden ,7%) Hasil menunjukkan bahwa ada perubahan skala nyeri pada lansia setelah diberikan intervensi berupa senam rematik. Hasil penelitian ini sejalan dengan . Agusrianto et al. , . rematik yang dilakukan selama 7 hari berdampak pada nyeri pada kaki Skala nyeri dari skala 8 . - . menjadi 6 . Pemberian terapi responden menjadi lebih tenang dan nyaman, lebih rileks. Lebih lanjut menurut penelitian Transyah & Rahma, . senam rematik merupakan mempengaruhi skala nyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia. Kemudian menurut Elviani et al. , . nyeri yang dirasakan dapat dikurangi melalui senam ataupun olahraga pagi khusus Hasil yang menunjukkan bahwa Senam Rematik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia terdapat pada penelitian lain yang dilakukan oleh Hasanah et al. , . menunjukkan bahwa hasil dari penelitian ini adalah Rerata skala nyeri sebelum dilakukan senam rematik adalah 4 . kala nyeri sedan. sedangkan rerata sesudah diberikan senam rematik adalah 2 . kala nyeri ringa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Marsiami et al. , . juga menjelaskan bahwa terdapat pengaruh pemberian senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia yang mengalami rheumatoid arthritis ditunjukkan dengan niali pvalue sebesar 0,000. Berdasarkan uraian diatas peneliti berasumsi bahwa responden yang melakukan senam rematik tersebut skala nyerinya berkurang dikarenakan senam rematik memilik dampak psikologis langsung yaitu membantu memberi perasaan santai, ketegangan dan meningkatkan perasaan senang karena saat senang kelenjar pituari menambah produksi endorfin. Analisa Bivariat Untuk menyimpulkan hasil penelitian ini, peneliti menggunakan uji statistic dengan menggunakan uji wilcoxon untuk menguji beda mean skala nyeri https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 sebelum dan sesudah senam rematik pada lansia dan untuk menjawab efektivitas senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita rheumatoid arthritis di Panti Sosial Harapan Kita Palembang tahun Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji wilcoxon pada lansia sebelum dan sesudah melakukan senam rematik yang menderita rematik. Berdasarkan uji wilcoxon pada tabel 5. 1 nilai mean pada pre-test skala nyeri sebelum melakukan senam rematik pada lansia adalah 15,00 dan nilai mean pada posttest skala nyeri sesudah dilakukan senam rematik adalah ,00 dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji wilcoxon tersebut, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya senam rematik dan ada pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri pada lansia yang menderita rematik di Panti Sosial Harapan Kita Palembang tahun 2024. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arfitasari, . dimana didapatkan hasil uji Mann Whitney dan hasil uji Wilcoxon pvalue: 0. 000 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skala nyeri Rheumatoid Artritis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok yang mendapat senam rematik mengalami penurunan skala Samahalnya dengan penelitian dalam bentuk studi kasus yang dilakukan Tri Novana et al. , . skala nyeri yang alami klien dapat diturunkan dengan menggunakan terapi senam rematik. Terjadi penurunan skala nyeri pada klien pertama dan klien kedua setelah mendapat terapi senam Lebih lanjut menurut Yuniati et , . pemberian terapi senam rematik dengan durasi 30 menit dalam 4 minggu sebanyak 12 kali dapat menurunkan nyeri kronik klien dengan Rheumatoid Artritis sejumlah 3 skala. Pemberian senam rematik dan minyak menurunkan nyeri rematik (Sunandar et , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahman. Irfan Hi A . bahwa terjadi penurunan skala nyeri yang signifikan sebelum diberikan senam lansia dengan sesudah senam lansia. Dengan Hasil uji statistik minggu pertama diperoleh p-value . = 0,. > 0,. yang artinya tidak ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan skala nyeri responden. Namun tiga minggu berikutnya berturut-turut, pada minggu kedua diperoleh p-value . = 0,. , minggu ketiga dan keempat . = 0,. Menurut asumsi peneliti bahwa dari hasil penelitian yang sudah dilakukan senam lansia berpengaruh terhadap penurunan sendi, berdasarkan data yang sudah diteliti pemberian senam lansia sebelum dan sesudah menunjukan perubaham skala nyeri yang signifikan Sejalan dengan penelitian Suwarni . menyebutkan bahwa setelah senam rematik memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan rentang gerak dan aktivitas berjalan osteoarthritis dimana hasil yang diperoleh p = 0. 000 dengan nilai korelasi hubungan sangat erat yaitu 0,934. Kegiatan senam rematik diharapkan meningkatkan kemampuan rentang gerak lansia sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat pula dan lansia tidak menjadi beban bagi orang lain. Untuk itu penelitian dilakukan dengan pengembangan sebuah strategi agar kemampuan lansia memenuhi aktivitas sehari-hari dapat tercapaidan ditindak lanjuti dengan model pengembangan. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Menurut asumsi peneliti pengobatan non farmakologis dengan teknik senam rematik sangat efektif diberikan kepada penderita nyeri sendi atau rematik, metode ini dipilih karena efek sampingnya sangat kecil dan lebih Proses senam rematik berupa gerakan yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita rematik. Oleh karena itu saat penelitian peneliti juga menjelaskan manfaat dan kelebihan dari senam melakukannya secara mandiri. Dengan Rematik. Lantera Perawat. :48Ae54. Henny. Theresia. Harmanto Saro Nikmah. Https://Stikes-Nhm. EJournal. Id/Obj/Index. :198Ae205. Siska F. Upaya Lansia Dalam Menjaga Keseimbangan Tubuh Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan. :36Ae47. Panti Sosial Harapan Kita. Data Lansia Di Panti Sosial Harapan Kita. Setiati S. Alwi I. Sudoyo Aw. K Ms. Setiyohadi B. Syam Af. Ilmu Penyakit Dalam Jilid i Edisi Vi (V. Jakarta Pusat: Internapublishing. Rahma Delia Transyah Hafifa Chich. Systematic Review: Pengaruh Senam Rematik Terhadap Skala Nyeri Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis. Jurnal Amanah Kesehatan. :64Ae74. Huryah Fadhilatul. Parisman Intan Wan Anggara Ari. Kesehatan. :1Ae7. Lusi. Cotimah K. Cotimah Lk. Lidiana H. Penerapan Senam Rematik Terhadap Intensitas Nyeri Rematik Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran. :239Ae52. Firmansyah Ramadhani. Afriyani Rahmalia Hun. Senam Rematik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Rhematoid Arthritis KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rerata sebelum dan sesudah dilakukannya senam rematik, sebelum dilakukannya senam nilai mean adalah 15,00 dan pada sesudah dilakukannya senam nilai selisih mean adalah ,00. Melalui uji statistic wilcoxon dengan p value 0,000 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya senam rematik dan terdapat efektivitas senam rematik terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis di Panti Sosial Harapan Kita Palembang SARAN Diharapkan memberikan senam rematik secara berkala kepada penderita nyeri sendi yang bisa dilakukan 1-3 kali dalam seminggu dan diharapkan agar lansia bisa melakukan senam secara mandiri. DAFTAR PUSTAKA