https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENANGANAN PERILAKU RESISTENSI SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muhammad Kadrida STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakh. Amuntai Kalimantan Selatan muhammadkadrida@gmail. Ramlan Thalib STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakh. Amuntai Kalimantan Selatan alanstairkh@gmail. Khairul Washfiah STAI Rasyidiyah Khalidiyah (Rakh. Amuntai Kalimantan Selatan khairulwashfiah@gmail. Article History: Received: Juni 10, 2025. Accepted: Agustus 07, 2025. Published: Oktober 30, 2025. Keywords: Teacher Strategies. PAI Teacher. Student Resistance Abstract. Education plays an important role in addressing resistance, especially in the form of student resistance behavior in madrasahs, which is one of the problems often faced by teachers, such as rejection, protests, or even violence against teachers or classmates. This research aims to identify the strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in addressing student resistance. The subjects of this research are four Islamic Education teachers, while the object of the research is the strategies used by Islamic Education teachers to address studentsAo resistance behavior. The data collection technique for this research uses a qualitative approach that is descriptive in nature. With data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. The data processing techniques used are data collection, data reduction, data display, data verification, and data analysis. And the verification of the data validity used in this research includes The research results show that the teacher's strategy in handling resistance in learning is quite good. This was known from the results of the interview with the teacher. Then, in addressing student resistance, there were some obstacles such as not wanting to follow the teacherAos advice. The factor causing the handling of resistance is found in the madrasa activities, which can foster religiosity and socialization among peers, ultimately aimed at the studentsAo character. Therefore, the teacher periodically changes strategies by observing the studentsAo conditions, and there are also hindering factors such as students feeling afraid and not liking the teaching style presented by the teacher. Abstrak. Pendidikan berperan penting dalam memperhatikan resistensi, khususnya pada perilaku resistensi siswa di madrasah ialah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh guru berupa penolakan, protes, atau bahkan kekerasan 809 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah terhadap guru atau teman sekelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani resistensi siswa. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam dengan jumlah 4 orang sedangkan objek penelitian ialah strategi Guru Pendidikan Agama Islam menangani perilaku resistensi siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumenter. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi data, dan analisis data. Dan pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kredibilitas data, transferability, dependability, serta confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menangani resistensi dalam pembelajaran yang diterapkan cukup baik. Hal ini diketahui dari hasil wawancara dengan guru. Kemudian dalam menangani resistensi siswa sedikit mendapatkan hambatan seperti tidak mau menurut dari nasehat guru. Faktor penyebab penanganan resistensi didapatkan dengan adanya kegiatan madrasah dapat menumbuhkan agamis dan bersosialisasi kepada sesama, pada akhirnya tidak lain hanya untuk akhlak siswa tersebut. Oleh karena itu, guru melakukan perpindahan strategi secara berkala dengan melihat kondisi dari siswa, kemudian adanya faktor penghambatnya terdapat siswa merasa takut dan tidak menyukai dari gaya belajar yang dibawakan oleh guru sedang PENDAHULUAN Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan, baik itu kehidupan di keluarga maupun kehidupan dalam berbangsa dan Manusia mempunyai bekal cukup untuk melakukan kewajibannya mendidik anaknya, berupa pengalaman, perasaan cinta kodrat terhadap anaknya, pikiran kemauan kuat, budi ilham, dan sebagainya. (A. Bakar & Fadhila Daulai, 2. Pendidikan merupakan tanda bahwa manusia adalah makhluk yang bisa membangun kebudayaan itu, yang di antara salah satu tugas kebudayaan itu terlihat peran dan kontribusinya dalam proses Pendidikan berkontribusi penting terhadap kesuksesan manusia ke depannya. (Fauzi dkk. , 2. Peserta didik mungkin saja mengalami kebingungan atau keraguan dalam proses belajar mengajar sehingga guru akan bertanggungjawab untuk membimbing dan mengarahkan anak didiknya 810 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. agar tetap berada pada jalur yang tepat, dalam hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan. (Safitri, 2. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar yang menyampaikan materi, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sebagaimana dalam firman Allah surah Nahl ayat 125 yang berbunyi: a Aa eO aE aa aE a eE a eE aI a aO eE aI eO aA A a aI acaI a aacE aN aO a eEa aIA a AO a eA a A a eE aA a A a ea aEOA a AIa a aO a eaE aN eI aEaca eO aNA aA a eO aE aN aO aN aO a eEa aI a eE aI eN a aOeIA a Aa aI eIA a A acEA a A eIA Artinya: AuSerulah . ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia . yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk. Ay Ayat ini berhubungan dengan upaya dakwah Rasulullah Saw. dalamnya, ditemukan kata kerja amar AuudAouAy yang bermakna mengajak, menyeru, atau memanggil. Dalam studi tentang ilmu dakwah, terdapat prinsipprinsip yang digunakan dalam metode dakwah, seperti kebijaksanaan, nasehat yang baik, dan diskusi. Prinsip-prinsip ini telah tersebar dan menjadi dasar dari berbagai sistem dan metode, termasuk dalam komunikasi dan pendidikan. (Fitri dkk. , 2. Dengan berupaya untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas pemerintah harus berupaya keras dalam membangun pendidikan Nasional yang lebih maju dengan merumuskan pendidikan di Indonesia, hal ini tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab i Pasal 4 menyebutkan bahwa Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Ay Pada undang-undang tersebut untuk menyoroti pentingnya pendekatan yang adil dalam penanganan perilaku resistensi siswa sehingga strategi yang digunakan oleh guru harus menghormati hak-hak siswa dan mempertimbangkan keragaman budaya dan nilai yang ada di lingkungan Pendidikan. (Republik Indonesia, 2. Berdasarkan undang-undang tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa semua Pendidikan 811 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah dilaksanakan tanpa melihat latar belakang, budaya, fisik, tingkat sosial, dan ekonomi siswa yang terlibat di dalamnya. Setiap orang peserta didik bakat, minat, dan kemampuannya masing-masing untuk membantu memastikan bahwa setiap peserta didik dapat belajar dengan cara yang paling sesuai untuk mereka dalam metode pengajaran dan kurikulum. Perilaku peserta didik adalah segala bentuk tindakan, sikap, dan respons yang diperlihatkan oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan di lingkungan sekolah. Perilaku peserta didik mencakup berbagai aspek, seperti interaksi sosial dengan teman sekelas dan guru, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, partisipasi dalam kegiatan, kerja sama, sikap positif terhadap pembelajaran, dan lain sebagainya. (Wartini, 2. Perubahan dalam pendidikan bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari kebijakan Namun, meskipun perubahan ini sering kali diinisiasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansinya dengan kebutuhan zaman, sering kali mereka menghadapi resistensi dari berbagai pihak di dalam sistem pendidikan itu Resistensi ini bisa muncul dari guru, staf administrasi, orang tua, atau bahkan siswa. Oleh karena itu, penting bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk memahami strategi yang efektif dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan. (Suheti dkk. , 2. Strategi guru akan bisa menjadi pedoman atau acuan dalam bertindak secara sistematis dalam melaksanakan pembelajaran di lembaga pendidikan. Kemudian strategi ini membantu guru mempermudah dalam proses pembelajaran, karena pada setiap strategi guru yang di rancang oleh guru berbeda-beda dengan tujuan berbeda pola. Perilaku resistensi siswa ialah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh guru di sekolah. Perilaku ini dapat berupa penolakan, protes, atau bahkan kekerasan terhadap guru atau temanteman sekelas. Perilaku resistensi siswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi belajar, kesulitan dalam memahami materi pelajaran, atau konflik dengan guru atau teman-teman sekelas. 812 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Permasalahan di atas tentunya hal ini tidak bisa di biarkan begitu saja, melainkan harus dicari jalan keluarnya, agar pembelajaran yang di lakukan guru PAI sesuai dengan perencanaan dan tujuan dengan baik sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran madrasah atau jenjang sederajat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui strategi guru dalam menghadapi sikap yang menunjukkan penolakan, enggan, dan tidak setujuan terhadap arahan atau aturan yang di berikan oleh guru. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. menurut Sugiyono, metode ini sering di sebut dengan metode penelitian naturalistik karena pada penelitian ini dilakukan di saat kondisi secara ilmiah . atural settin. Menurut pada buku metode penelitian kualitatif bahwa kualitatif ini bercorak dengan khas deskriptifnya ditandai dengan data berupa teks. (Sugiyono, 2. Subjek penelitian ini pada 4 orang guru PAI yang menerapkan strategi untuk menangani perilaku resistensi siswa. Sedangkan Objek penelitian ini terfokus terhadap instruksi atau aturan yang diterapkan oleh guru PAI dan strategi atau pendekatan dengan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru saat memberikan materi pelajaran. Terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, seperti observasi ini adalah agar peneliti bisa melakukan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi siswa yang melakukan resistensi yang ada pada madrasah sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang nyaman sesuai dengan harapan para guru. Teknik dialog antara subjek untuk mencari jawaban, mencatat dan menafsirkan setiap jawaban maka peneliti dapat mengadakan wawancara. (Abdussamad, 2. Menggali data berdasarkan catatan-catatan atau dokumen lain yang ada di sekolah, di antaranya berupa analisis dokumen-dokumen dan arsip pencatatan yang diperlukan. 813 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah Kemudian data diolah denga teknik reduksi data yang dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu. (Abdussamad, 2. Selanjutnya data tampilkan dalam bentuk sajian dalam data bentuk uraian dari hasil penelitian berupa hasil wawancara, dokumen-dokumen yang diperoleh. Dilanjutkan dianalisis secara sistematis untuk mendapatkan sebuah kesimpulan dari penelitian yang Uji Keabsahan data dalam penelitian kualitatif menurut Sugiyono meliputi, uji kredibilitas data, uji transferability, uji dependability, dan uji Uji kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi, menurut Wiliam Wiersma Triangulasi data diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber, teknik dan waktu. (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk dan karakteristik resistensi yang sering muncul di kalangan siswa Memandang secara teliti kepada siswa Melalui dari memahami kebutuhan individu karena siswa mempunyai kebutuhan belajarnya masing-masing seperti yang lebih cepat belajar secara visual, auditori, atau kinestetik. Terkadang siswa yang mengalami kesulitan pada sat pembelajaran, baik itu karena faktor internal maupun eksternal. Dengan mengamati siswa guru dapat mendeteksi masalah sejak awal dengan memberikan bantuan yang di Garbarino dan Ben dalam Kosim, mengatakan bahwa pengasuhan . merupakan perilaku . sadar yang setidaknya memiliki beberapa kata kunci yaitu sensitifitas, kehangatan, penuh penerimaan, bersifat resiprokal, serta terdapat pengertian, dan tanggap yang tepat pada apa yang dibutuhkan oleh anak. (Sadiran & RifaAoi, 2. Dengan berdasarkan pernyataan di atas dapat buktikan siswa memberikan alasan untuk meminta kesempatan agar bisa keluar dari kelas, sehingga guru dapat memberikan metode atau langkah untuk menanggulangi adanya sebuah penolakan yang dilakukan oleh siswa kepada guru sehingga dapat menuju pada periku resistensi atau 814 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. hambatan dalam proses pembelajaran. Bahwa bentuk dari mereka alasan membeli alat tulis akan tetapi disempatkannya untuk pergi ke warung untuk membeli makanan atau sejenisnya bisa dibawa ke dalam kelas, memperhatikan secara serius materi pembelajaran. Pada tahapan ini ternyata pengasuhan penting dan sesuai dengan teori yang sajikan penulis dalam menyampaikan bahwa terjadi penolakan Sebagaimana menurut dari teori tersebut menyatakan bahwa Siswa sering kali merasa bahwa pelajaran tersebut tidak sesuai dengan minat atau bakat mereka, sehingga mereka memilih untuk tidak mengikuti pelajaran tersebut. Masalah tersebut bisa berkisar dari tekanan sosial, keluarga, hingga tantangan emosional yang mempengaruhi konsentrasi mereka di sekolah. (Junaidi dkk. , 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari hasil wawancara sesuai dengan teori yang di sajikan, sehingga dapat di analisis mengenai guru harus memperhatikan dan memahami bentuk karakteristik siswa yang muncul, adanya wawancara menjadi bahan temuan siswa melakukan resistensi tertutup dengan karakteristik perilaku yaitu pada meminta izin kepada guru untuk meninggalkan kelas dengan berbagai macam alasan. Maka dari itu diperlukan adanya strategi guru untuk pengalihan perhatian mereka akan tertuju kepada pembelajaran yang sedang berlangsung. Memperdalam karakteristik perilaku siswa Setiap siswa sangat unik dengan gaya belajar, minat, dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Dengan memahami karakteristik perilaku siswa sangat memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran, materi, dan pendekatan agar lebih sesuai dan efektif kepada setiap siswa. Dengan tahapan ini guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan beragam bagi siswa. Menurut Atma 815 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah pembentukan karakter di sekolah, tiga komponen utama dari nilai-nilai moral aktivitas moral, perasaan moral, dan pengetahuan moral merupakan landasan yang penting. (Musyawir dkk. , 2. Hal ini menandakan bahwa adanya sebuah penolakan atau resistensi yang dilakukan oleh siswa kepada guru. Sehingga karakteristik siswa dapat dilihat dari mereka sering melamun, membuat sesuatu di bawah mejanya seperti memakan makan ringan, siswa yang berperilaku dengan tidak Dengan mereka meminta izin dalam berbagai alasan, tertidur kurangnya motivasi, serta kurangnya perhatian dari semua pihak, dapat menyebabkan timbulnya perasaan bosan, kurang fokus, dan kurangnya konsentrasi dalam berpikir. Dari tahapan ini, bahwa dapat diketahui karakteristik juga menjadi bagian dari hal terpenting untuk mengetahui bentuk resistensi siswa dengan yang disampai oleh Lickona bahwa pendidikan karakter berkontribusi terhadap pembentukan nilai-nilai moral, seperti integritas, empati, dan tanggung jawab, yang diperlukan dalam membentuk hubungan yang sehat dengan orang lain dan membantu individu dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. (Purnomo dkk. , 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari hasil wawancara sesuai dengan teori yang di sajikan, sehingga dapat di analisis mengenai guru harus memberikan perhatian lebih dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada siswa dan memahami bentuk karakteristik siswa yang muncul, adanya wawancara menjadi bahan temuan siswa melakukan resistensi tertutup dengan karakteristik perilaku yaitu pada meminta izin kepada guru untuk meninggalkan kelas dengan berbagai macam alasan. Maka dari itu diperlukan adanya strategi guru untuk mendapatkan sikap siswa pada kejujuran, rasa tanggung jawab, ketulusan, dan empati. Melalui pembelajaran nilai-nilai ini, siswa akan memiliki landasan moral yang kuat dalam mengambil keputusan dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. 816 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Mengenali pengaru utama perilaku siswa Siswa yang mungkin melakukan resistensi karena mereka memiliki ras tidak termotivasi, tidak dihargai, atau memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi di madrasah. Mereka memberikan rasa cemas, stres, atau tidak aman di lingkungan kelas. Dengan tidak setuju dengan peraturan atau kebijakan yang di tetapkan, sehingga mendapatkan dorongan dari teman sebaya mereka. Sebuah teori yang mendukung tentang pengaruh terjadinya resistensi siswa, yaitu pengelolaan kelas tidak hanya sebatas pada aktivitas guru dalam mempersiapkan dan membuat peraturan kelas untuk kegiatan belajar untuk memberikan pujian dan hukuman atas respons positif maupun negatif siswa. (Harjali, 2. Adanya dari salah satu siswa seperti mereka merasa adanya kebebasan, kurangnya perhatian dari orang tua yang terbawa ke sekolah sehingga pada saat di sekolah tidak terlalu pusat perhatian keluarga dikarenakan ditinggal oleh orang tuanya untuk mencari pekerjaan di luar kota, sehingga mereka ini di asuh kakek, nenek, paman atau keluarganya, karena para remaja saat ini tidak jauh dari kenakalan remaja yang berpotensi merugikan orang Pada tahap ini dapat diketahui karakteristik akan bisa menjadi bagian dari hal penentu untuk mengetahui bentuk resistensi siswa dengan yang disampai oleh Hughes yaitu jenis-jenis dari perilaku bawaan pada anak-anak yang didapat secara ilmiah dalam banyak hal mirip dengan jenis perilaku yang di jumpai dalam dunia binatang. Biasa disebut insting atau naluri. (Triwiyanto, 2. Bentuk dan karakteristik dari perilaku resistensi dari kalangan siswa yang sering muncul itu terdapat resistensi tertutup dari siswa, sehingga guru dianjurkan memberikan strategi yang tepat. Adapun yang perlu guru terapkan strategi untuk mendapatkan sikap siswa untuk menuju pada kejujuran, rasa tanggung jawab, ketulusan, dan empati. Sehingga guru dapat di katakan mengamalkan perannya sebagai 817 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah Strategi yang diterapkan oleh guru dalam menangani perilaku siswa Cara penanggulanggan perilaku dari siswa Dengan berusaha menanggulangi perilaku siswa yang melakukan resistensi dapat berkembang menjadi tidak terkendali, sehingga berakibat mengganggu proses pembelajaran dan membuat para siswa merasa tidak Penanggulangan perilaku siswa dapat mencegah perilaku siswa yang tidak bisa ditangani, membantu mengembangkan kemampuan sosial dan interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, menanggulangi perilaku siswa hal yang sangat penting dan harus menjadi prioritas dalam proses Heimstra memberikan pandangan lingkungan belajar AuLearning environment is all of the physical surrounding, psychological or emotional condition, and social or cultural influences affecting the growth and development of an adult engaged in an educational enterpriseAy. Padangan ini menerangkan bahwa lingkungan belajar harus semua yang ada di sekitar kita, baik itu dari segi kondisi fisik, psikologi . maupun budaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan orang dewasa dalam bidang suatu lembaga Pendidikan. (Harjali, 2. Dengan mengelola lingkungan belajar dapat diketahui strategi yang menjadi bagian dari hal terpenting untuk mengetahui cara untuk mengatasi resistensi siswa dengan yang disampai oleh buku yang di tulis Erwin Widiasworo yaitu. Kondisi lingkungan yang tertata rapi, bersih, dan menarik bagi peserta didik akan memberikan suasana yang nyaman sehingga peserta didik dapat belajar dengan optimal. Sebaliknya, kondisi yang kotor dan berantakan akan membuat peserta didik tidak nyaman di kelas dan tidak fokus pada kegiatan pembelajaran karena terganggu. (Widiasworo, 2. Penolakan siswa terhadap guru bisa terjadi dari berbagai bentuk dari meminta izin dengan berbagai alasan, merokok dan tidak mengerjakan tugas hingga perilaku yang lebih penting sering membantah dari perintah guru dan terganggu jalannya pembelajaran. Oleh karena itu, 818 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. adanya siswa melakukan penolakan guru selalu sigap menghadapinya. Langkah lain pada pertemuan selanjutnya Setiap langkah yang digunakan dalam menanggulangi perilaku siswa yang berpotensi untuk memberikan penolakan kepada guru, karena bisa dilihat dari latar belakang, kepribadian, dan kebutuhan yang begitu Perilaku seperti tersebut kemungkinan disebabkan oleh kesulitan dalam memahami, masalah keluarga, atau memiliki kekurangan. Dengan demikian, guru agar lebih sesuai untuk menangani perilaku penolakan siswa dan membantu mereka mencapai kesuksesan dalam pembelajaran. Menurut pendapat Dick dan Carrey strategi pembelajaran secara umum digunakan mencakup berbagai aspek pemilihan, penyampaian, pengurutan materi dan pengelompokan isi/materi ajar, menggambarkan komponen pembelajaran yang akan di sajikan, menentukan bagaimana peserta didik akan dikelompokkan selama pembelajaran berlangsung, membangun struktur pelajaran, memilih media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. (Rahmat, 2. Strategi pembelajaran yang jelas dapat diketahui adanya penguasaan terhadap bahan ajar untuk mengetahui langkah yang berbeda untuk mengatasi resistensi siswa yaitu. Benyamin S Bloom berpendapat bahwa tingkat keberhasilan atau penguasaan dapat dicapai, kalau pengajaran yang di berikan secara klasik bermutu baik dan berbagai tindakan korektif terhadap siswa yang mengalami kesulitan, dilakukan dengan tepat. (Hamzah, 2. Adanya perilaku penolakan siswa diperlukan sikap sabar dan bijaksana dalam melakukan proses pembelajaran, dengan adanya membangun hubungan baik kepada siswa untuk mendengarkan keluhan dari mereka untuk bisa memberikan variasi metode yang beragam. Dengan memanajemen kelas untuk menetapkan aturan yang jelas untuk fokus pada perilaku siswa, dengan kesabaran serta pengertian agar strategi yang tepat dan tidak terjadi penolakan. 819 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah Strategi yangg sering digunakan pada penanganan perilaku siswa Strategi yang lebih mencolok biasa dapat membantu guru untuk selalu memperhatikan metode dan cara yang dipakai seperti pembelajaran dengan media teknologi untuk membuat gaya belajar yang menarik. Selain itu, guru dapat pendekatan pada emosional untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi. Dalam menanggulangi untuk menangani perilaku yang terjadinya resistensi siswa, yaitu emosi sebagian besar diungkapkan melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah, yang merupakan sesuatu tidak dapat disembunyikan satu sama lain. (Ekawarna, 2. Dengan mengatasi perilaku siswa dengan menampakkan keberhasilan strategi yang diterapkan yang terpenting tidak berhenti untuk memberikan strategi dengan seiring waktu dari perkembangan emosional, sosial, dan pemikiran mereka serta perubahan lingkungan maupun dari teman sesama siswa. Sebuah tingkah laku dan ekspresi wajah akan menjadi penentu dalam kemudian di perkuat oleh teori yang menyatakan bahwa tingkah laku seseorang berkaitan dengan nilai, norma dan adat istiadat, sekalipun bisa mengarahkan kepada tutur kata, bahasa dan pilihan kata, serta cara berkomunikasi. (Nofrion, 2. Strategi untuk menangani dari perilaku resistensi dari kalangan siswa yang sering muncul, sehingga guru dianjurkan memberikan strategi yang tepat. Adapun yang perlu guru terapkan mengatur emosi siswa, memberikan kondisi kelas yang nyaman, dan guru harus menguasai bahan ajar yang ingin sampaikan kepada siswa. Keefektifan strategi dalam mengatasi perilaku resistensi siswa Kesesuaian strategi untuk perilaku siswa Ketika guru dapat menunjukkan bahwa strategi yang digunakan efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Maka kepercayaan dan kerja sama antara guru, siswa, maupun orang tua agar meningkat. Hal ini dapat menciptakan strategi untuk lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, sehingga siswa agar mencapai kesuksesan pada masing-masing Sebuah pendekatan yang berasumsi bahwa peserta didik 820 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. memiliki latar belakang perbedaan dari segi kecerdasan, bakat. Dengan individualitas peserta didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi pembelajaran harus memperlihatkan perbedaan peserta didik pada aspek individunya. Dengan kata lain. Guru harus melakukan pendekatan ini dam strategi belajar mengajarnya, bila hal ini tidak dilakukan maka strategi tuntas . astery learnin. (Nata, 2. Beranjak dari pendekatan individu adanya senada sekaligus memperjelas mengenai adanya kesesuaian strategi sesuai dilakukan kepada siswa ialah Manusia diciptakan Allah dengan potensi fitrah, yaitu potensi rohaniah yang berkencenderungan kepada kebenaran Ilhahiah, seperti di sebutkan dalam Al-QurAoan dan dipertegas oleh Hadis Rasulullah SAW: AuSetiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci . engan potensi fitra. , maka orang tuanya yang menjadikannya sebagai seorang penganut agama Yahudi. Nasrani, atau Majusi. AuHR. Buchari dan MuslimPerubahan (Arraiyyah & Musfah, 2. Dengan adanya menerapkan strategi, sangat penting untuk terus melihat perkembangan terjadinya strategi. Ketika memilih strategi yang tepat untuk perilaku resistensi dengan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dengan mempertimbangkan dari pengaruh utama agar bisa membantu penanganan resistensi. Perubahan yang muncul setelah mengunakan strategi Perubahan yang muncul setelah melakukan strategi dalam mengatasi perilaku penolakan siswa karena memungkinkan guru untuk tingkat keefektifan strategi yang digunakan. Dengan mengetahui perubahan yang muncul setelah menggunakan strategi, guru dapat memastikan perilaku siswa berhasil diatasi. Perubahan yang peningkatan kemampuan sosial, atau penurunan perilaku penolakan dari proses pembelajaran. 821 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah Mengelola menyambut perubahan dengan baik. Identifikasi sumber resistensi . aik bersifat individu maupun kelompo. , selanjutnya strategi ini melibatkan komunikasi tambahan, pelibatan lebih sensitif, atau bahkan penyesuaian pada rencana perubahan jika resistensi memiliki dasar yang kuat. (Fauzan dkk. , 2. Dari penjelasan tersebut pengelolaan perubahan resistensi akan mendapatkan hasil yang potensi yang bagus, sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Scott Cenderung mengacu pada gerakan penolakan secara perlahan dengan memperhitungkan bentuk perlawanan, capaian yang diperoleh dan penentuan sikap individu dalam (Rahmawati dkk. , 2. Dapat disimpulkan dengan adanya siswa akan di uji dengan cara latihan sesuai dengan materi yang sedang diajarkan, mengubah strategi dan metode akan berdampak pada keaktifan siswa dalam proses Untuk dilaksanakan dengan berbagai strategi dengan menggunakan metode seperti ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan diskusi, dengan keseluruhan ini menjadi metode termasuk media pembelajaran yang digunakan pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan adanya strategi demikian, siswa akan dapat dikendalikan oleh para guru untuk menciptakan pembelajaran kondusi dan efektif. Halangan pada strategi untuk perilaku siswa Guru dapat menyesuaikan strategi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Adapun yang sering terjadi pada hambatan yang muncul dapat berupa kurangnya motivasi dari keluarga, sehingga siswa yang kurangnya dukungan dari orang tua, atau kurangnya sumber pembelajaran yang memadai. Menurut Carl R. Rogers bahwa peserta didik yang belajar hendaknya tidak terpaksa, melainkan, dibiarkan belajar bebas. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan sendiri dan berani 822 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambilnya sendiri. (Hapudin, 2. peserta didik hendaknya tidak ada unsur paksaan agar mendapatkan hasil yang potensi yang bagus, sesuai dengan teori yang Andrianto Pengembangan memperhatikan karakter dasar yang memiliki individu. Jika tidak, maka dapat dipastikan pembentukan karakter akan mengalami jalan buntu. Oleh karena itu, karakter dasar seseorang harus digunakan sebagai pijakan dalam mengembangkan dan membentuk karakternya. (M. Ali, 2. Beberapa halangan siswa untuk menuju perubahan setelah strategi diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani perilaku siswa bahwa didapatkan adanya dari salah satu guru mendapatkan siswa saat mendapatkan teguran dari bentuk lisan akan tetapi mereka Setelah diteliti kembali terlihat dari siswa yang terus mengulangi perbuatan tersebut, akan tetapi sebagai guru harus bisa memiliki kepribadian pada sikap jujur, adil kepada siswa dan penuh percaya, sehingga mampu menjadi sumber teladan bagi siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keefektifan strategi dalam menangani dari perilaku resistensi dari kalangan siswa yang sering muncul, sehingga guru dianjurkan menggunakan strategi yang tepat yang diarahkan kepada siswa. Adapun yang perlu guru terapkan memberikan motivasi yang membangun, dikarenakan siswa yang melakukan resistensi cenderung dilakukan secara perlahan, dan guru harus menguasai bahan ajar yang ingin sampaikan kepada siswa. Faktor penyebab dalam mengatasi perilaku muncul Keberhasilan penerapan strategi Mengetahui keberhasilan saat menggunakan strategi dapat membantu mengatasi perilaku penolakan siswa dan membantu mereka mencapai prestasi akademik yang baik. Selain itu, mengetahui keberhasilan juga dapat membantu guru mengidentifikasi situasi yang masih memerlukan perbaikan dan terus menyesuaikan strategi untuk 823 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Keberhasilan pembelajaran dilihat dari sisi hasil memang mudah dilihat dan ditentukan kriterianya, akan tetapi hal ini dapat mengurangi makna proses pembelajaran sebagai proses yang mengandung nilai-nilai Dengan kata lain, kebersihan pembelajaran yang hanya melihat sisi hasil sama halnya dengan mengerdilkan makna pembelajaran itu sendiri. (Sanjaya, 2. Kelemahan sistem pendidikan kita, seringkali mengondisikan anak tidak menjadi dirinya sendiri, tetapi menjadikan dirinya sesuai keinginan guru. Guru harus memperlakukan anak dalam pembelajaran agar anak menjadi dirinya sendiri, sebagai potensinya. (Selegi dkk. , 2. Dapat di simpulkan bahwa dari penerapan strategi yang di gunakan guru saat terjadi perilaku penolakan oleh siswa untuk strategi diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani perilaku siswa dapat simpulkan bahwa didapatkan siswa di saat melakukan proses belajar mengajar ditemukan siswa yang tidak lancar membaca khususnya pada kitab suci al-QurAoan, sehingga guru lain mencoba menggunakan metode pembelajaran tanya jawab untuk meningkatkan pemikiran kritis Dengan hasil dari kemampuan mereka pada hasil belajar yang di keluarkan oleh wali kelas. Hambatan pada keberhasilan strategi Guru dapat membantu siswa mencapai kemampuan mereka dengan mengetahui tantangan, sehingga mereka dapat mengetahui strategi yang tepat atau tidak sepenuhnya untuk mengatasi tantangan. Dengan demikian, sebagai guru, mereka dapat membantu siswa mencapai kemampuan mereka, sementara hambatan keberhasilan dapat membantu guru berbicara tentang kebutuhan siswa kepada orang tua dan orang lain. Proses perubahan yang efektif membutuhkan investasi waktu, tenaga, dan dana. Jika tidak memiliki sumber daya yang cukup, perubahan dapat menjadi lambat atau tidak terlaksana dengan baik. Dengan mengatasi hambatan ini, penting untuk menyusun rencana 824 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. perubahan yang realistis, mengalokasikan sumber daya dengan (Darmadi, 2. Peserta didik hendaknya mendapatkan pembiasaan dari kegiatan yang dikembangkan oleh madrasah, karena sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Wragg ialah Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama, atau suatu hasil belajar yang diinginkan. (Pohan, 2. Berdasarkan hambatan yang terjadi untuk lakukan oleh siswa di saat melakukan proses belajar mengajar ditemukan siswa yang tidak lancar membaca. Dikarenakan guru hanya sebagai fasilitator saat pembelajaran, sehingga hambatan yang utama terletak pada siswa untuk terlatih dalam konsentrasi dalam pembelajaran. Ditemukan siswa merasa takut dan tidak menyukai dari gaya belajar yang dibawakan oleh guru. Akan tetapi beberapa guru sudah mulai berinovasi dalam menggunakan media pembelajaran, dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru. Kegiatan madrasah untuk keberhasilan strategi Ketika kegiatan yang laksanakan oleh lembaga pendidikan, guru dapat memahami bagaimana kegiatan terbut dapat membantu siswa untuk mengatasi dari bentuk resistensi, kegiatan bisa juga berupa seperti kegiatan pembelajaran, kegiatan berada di luar lingkungan kelas, kegiatan ekstrakurikuler, atau kegiatan lainnya yang dapat membantu dan mengembangkan kemampuan tergolong positif dari siswa. Menurut Julian Huxley mengatakan bahwa realitas keagamaan yang esensial yakni yang berupa pengalaman khusus yang berusaha menyatakan dirinya dalam simbol-simbol dan mencari pernyataan intelektualnya dalam ilmu kalam/teologi ialah rasa kesucian. (Muhtarom , 2. Peserta didik berikan bentuk pembiasaan dengan melakukan praktik dari madrasah karena sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Davidoff ialah Penyebab utama dari sering lupa adanya sering kegagalan dalam pemasukan atau penandaan informasi, karena kurangnya 825 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanganan Perilaku Resistensi Siswa Di Madrasah. | Muhammad Kadrida. Ramlan Thalib. Khairul Washfiah perhatian yang diberikan terhadap objek, atau rinciannya belum diperlukan benar saat itu sehingga diabaikan begitu saja. (Arraiyyah & Musfah, 2. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa mungkin terlibat dalam menerapkan metode yang mereka gunakan di kelas. Guru tidak hanya harus mengajar di kelas tetapi juga harus memahami kebutuhan siswa. Dengan cara ini, guru dapat memberikan waktu dan bimbingan yang tepat kepada siswa mereka untuk belajar secara mandiri. Kegiatan ini berfungsi sebagai pelengkap pembelajaran di kelas untuk menangani perilaku resistensi siswa. Kegiatan seperti amaliah pagi, praktik, dan menghafal 30 juz adalah contoh kegiatan madrasah sebelumnya untuk membantu siswa lebih agamis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh madrasah untuk menangani resistensi ialah kegiatan seperti hafalan, pembiasaan, dan demonstrasi. Ini karena siswa yang menghadapi resistensi dapat diatasi dengan cara ini, dan guru harus memberikan perhatian yang lebih besar kepada siswa KESIMPULAN Berdasarkan hasil uraian di atas bahwa strategi guru dalam menangani perilaku resistensi dapat di simpulkan bahwa bentuk dan karakteristik resistensi yang sering muncul di kalangan siswa, guru perlu menerapkan strategi untuk mendapatkan sikap siswa untuk menuju pada kejujuran, rasa tanggung jawab, ketulusan, dan empati. Sehingga guru dapat di katakan mengamalkan perannya sebagai fasilitator. Dengan menerapkan strategi oleh guru dalam menangani perilaku siswa, bahwa guru dianjurkan memberikan strategi yang tepat, agar guru terapkan mengatur emosi siswa, memberikan kondisi kelas yang nyaman, dan guru harus menguasai bahan ajar yang ingin sampaikan kepada siswa. sehingga keefektifan strategi dalam mengatasi perilaku resistensi siswa, guru dianjurkan menggunakan strategi yang tepat 826 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. yang diarahkan kepada siswa, selalu memberikan motivasi yang membangun, dikarenakan siswa yang resistensi cenderung dilakukan secara perlahan, dan guru harus menguasai bahan ajar yang ingin sampaikan kepada siswa. Dan faktor penyebab dan hambatan dalam mengatasi perilaku muncul, dengan melihat kegiatan dilakukan oleh madrasah seperti hafalan, pembiasaan, dan Dengan ini siswa dapat diatasi, dan guru harus memberikan perhatian lebih besar kepada siswa. Sedangkan hambatannya siswa merasa takut dan tidak menyukai dari gaya belajar yang dibawakan oleh guru. REFERENSI