Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Edukasi Pencegahan Kecacingan Dari Usia Dini di Gereja GKPS Pasar 3 Namorambe Apriska Dewi Sipayung1*. Eka Margareta Sinaga2. Maniur A Siahaan3 1,2,3Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara. Indonesia *penulis korespondensi : dewisipayung23@gmail. Abstrak. Penyakit kecacingan tersebar luas di seluruh penjuru kepulauan di Indonesia Infeksi ini umumnya di daerah tropis, dan penyakit ini termasuk golongan yang ditularkan melalui tanah. Penularan umumnya dapat terjadi apabila memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan telur cacing infektif. Lalat juga dapat berperan sebagai vektor mekanik yang menyebarkan penyakit. Dalam jangka panjang, parasit ini dapat mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh karena cacing menyerap nutrisi dari tubuh manusia yang di tumpanginya antara lain karbohidrat dan protein, hal ini akan berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui program pengabdian bagi masyarakat sesuai tujuan yang direncanakan terkait edukasi bahayanya kecacingan bagi anak-anak, melalui dengan mengajarkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar, memakai alas kaki jika keluar rumah, tidak main tanah, membersihkan tangan dn kaki sehabis dari luar, mencuci tangan sebelum makan dan rajin memotong kuku. Abstract. Worm disease is widespread throughout the archipelago in Indonesia. This infection is generally in the tropics, and this disease belongs to the class that is transmitted through the soil. Transmission can generally occur when food or drink is contaminated with infective worm eggs. Flies can also act as mechanical vectors that spread disease. In the long term, this parasite can cause a decrease in body resistance because worms absorb nutrients from the human body which they host between carbohydrates and other proteins, this will result in the growth and development of children. Through community service programs according to planned goals related to education on the dangers of helminthiasis for children, through prohibitions on how to wash hands properly and correctly, wear footwear when leaving the house, don't play in the dirt, clean hands and feet after going outside, wash hands before eat and cut nails diligently. Historis Artikel: Diterima : 17 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Kata Kunci: Pencegahan. Kecacingan. Edukasi PENDAHULUAN Infeksi kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan bagi masyarakat hingga pada saat ini. Infeksi kecacingan tersebar luas di seluruh penjuru pulau Indonesia, hal ini di sebabkan banyaknya faktor yang mendukung pertumbuhan parasit. Salah satunya adalah sanitasi lingkungan dan kebiasaan penduduk yang Cacing ini di temukan secara kosmopolit dengan prevalensi tertinggi di daerah yang beriklim panas dan Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar. Sampai saat ini infeksi kecacingan masih menjadi masalah karena kondisi sosial dan ekonomi di beberapa bagian dunia. Pada umumnya, cacing jarang menimbulkan penyakit serius dan menyebabkan gangguan kesehatan kronis, dimana cacing mengisap nutrisi dan karbohidrat serta protein yang ada di dalam tubuh manusia sehingga membuat kondisi fisik lemah, menurunkan berat badan dan daya tahan tubuh penderita. Penularan umumnya dapat terjadi apabila memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan telur cacing infektif. Lalat juga dapat berperan sebagai vektor mekanik yang menyebarkan penyakit. Sehingga berdampak pada gangguan kemampuan untuk belajar pada anak-anak. Dalam jangka panjang, parasit ini dapat mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh karena cacing menyerap nutrisi dari tubuh manusia yang di tumpanginya antara lain karbohidrat dan protein, hal ini akan berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemakaian tinja sebagai pupuk tanaman dapat menimbulkan sumber infeksi terutama jika memakan sayuran yang tidak bersih dicuci atau mentah terkontaminasi dengan telur cacing dari Pencemaran tanah merupakan penyebab terjadinya transmisi telur cacing dari tanah kepada manusia melalui tangan atau kuku yang mengandung telur cacing, lalu ke mulut bersama makanan. Tinggi frekuensi tingkat kecacingan berhubungan dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang menjadi sumber infeksi. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang dapat mendukung penyebaran infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Iklim tropis dan kelembapan yang tinggi mendukung untuk perkembangan larva cacing tambang dan pematangan telur cacing gelang dan cacing cambuk. Prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia ini masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu dari segi Pemahaman, kesadaran, dan kedisiplinan terkait bahaya kecacingan masih sangat minim, bisa terlihat dari perilaku setiap anak serta kebiasaan sehari-harinya. Permasalahan ini didapat dari wawancara yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat kepada penanggung jawab di Gereja GKPS Pasar 3 Namorambe. Hasil dari wawancara tersebut didapat sebuh informasi dan harapan dari masing-masing penanggung jawab untuk dapat diberikan edukasi kepada anak-anak dari gereja tersebut. Dalam pengabdian ini berupa pemberian edukasi langsung pencegahan kecacingan dengan cara mengarkan cuci tangan dengan benar, memakai alas kaki jika keluar rumah, tidak main tanah, membersihkan tangan dan kaki sehabis dari luar dan mencuci tangan sebelum makan. METODE Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan, maka dilakukan beberapa persiapan, antara lain: Menghubungi dan bertemu dengan kalangan pimpinan majelis Gereja GKPS Pasar 3 Namorambe, untuk berbincang dan menyampaikan maksud pengadaan edukasi tersebut kepada anak-anak. Dilanjutkan dengan Pembekalan . bagi mahasiswa dan dosen yang akan turut serta dalam kegiatan, terakhir yaitu persiapan alat dan bahan untuk kegiatan pengabdian masyarakat. Adapun materi yang dipersiapan untuk pembekalan mencakup: Fungsi mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, panduan dan pelaksanaan program pengabdian masyarakat, sambutan pengurus gereja setempat, sesi pembekalan/simulasi, persiapan materi dan alat-alat cuci tangan yang akan diberikan dan alokasi waktu, dan yang terakhir yaitu pelaksanaan kegiatan dalam bentuk metode yang akan digunakan dalam penyuluhan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada awal kegiatan terlebih dahulu tim penyuluh menggali informasi pada kalangan pimpinan majelis di Gereja GKPS Pasar 3 Namorambe mengenai kegiatan ini. Hasilnya masih banyak sekali anak- anak sekolah minggu tidak menjaga kebersihan tubuhnya, terlihat pada kuku tangan dan kaki yang panjang dan kotor . , yang mana jika dibiarkkan akan mengakibatkan infeksi dan penyakit. Kecacingan lebih sering terjadi di daerah pedesaan. Tingginya prevalensi ini di Indonesia karena negara beriklim tropis yang menjadi lingkungan perkembangan penyakit endemik termasuk kecacingan serta Indonesia memiliki berbagai faktor resiko terjadinya kecacingan seperti kurangnya perilaku hidup bersih dalam menjaga lingkungan, pengetahuan yang kurang, dan rendahnya sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan seseorang. Infeksi kecacingan ini mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderita sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian, karena adanya kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Penyakit yang sering terjadi ini sangat menggangu tumbuh kembang anak. Jika berlangsung lama pada anak Sekolah Dasar, maka akan mengurangi kemampuan belajar anak dan kesehatan anak. Sehingga sangat penting untuk mengenali dan mencegah penyakit kecacingan pada anak sejak dini. Gangguan yang ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai berat bahkan sampai mengacam jiwa. Dengan memberikan edukasi ini, diharapkan anak-anak di Gereja GKPS Pasar 3 Namorambe memahami dan termotivasi dalam pentingnya mencegah dan bahaya kecacingan. Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kecacingan tersebut dengan cara mencuci tangan dengan baik dan benar, memakai alas kaki jika keluar rumah, tidak main tanah, membersihkan tangan dn kaki sehabis dari luar, mencuci tangan sebelum makan dan rajin memotong kuku. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Gambar 1. Memberikan Edukasi kepada anak- anak sekolah minggu GKPS Pasar 3 Namorambe Gambar 2. Memeriksa salah 1 kuku dan memotong kuku anak sekolah minggu GKPS Pasar 3 Namorambe KESIMPULAN DAN SARAN Setelah melakukan edukasi dapat disimpulkan bahwa anak- anak sekolah minggu GKPS masih banayak yang tidak menjaga kebersihan tubuhnya, seperti tidak memotong kukunya baik pada taangan maupun kaki. Sehingga penting dilakukan pelatihan cara mencuci tangan dengan baik dan benar, mengedukasi anak-anak untuk lebih rajin memakai alas kaki sebelum keluar rumah, dan diharapkan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan anak-anak untuk lebih rajin mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain diluar. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapakan terimakasih kepada Universitas Sari Mutiara Indonesia Kota Medan, yang telah memberikan supportnya baik secara materil dan moril, dan kepada pimpinan majelis jemaat Gereja GKPS Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pasar 3 Namorambe beserta anak- anak sekolah minggu GKPS Namorambe. DAFTAR PUSTAKA