Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Pengelolaan Perikanan Tangkap Ikan Terbang (Family Exocoetida. pada Domain Teknik Penangkapan Ikan di Perairan Majene (Management Flying Fish (Family Exocoetida. Capture Fisheries in the Domain of Fishing Techniques in Majene Water. Muhammad Said1*. Muhammad Nur2. Joeharnani Tresnati1,3. Tikawati1. Rasti Sapri2 Program Studi Ilmu Perikanan. Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Program Studi Sumber Daya Akuatik. Universitas Sulawesi Barat Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Universitas Hasanuddin *Corresponding author: saidmuhammadsaid929@gmail. ABSTRACT The abundant potential of flying fish resources in Rangas and Mosso Villages. Majene Regency, has increased fishing pressure. This study aims to evaluate the status of flying fish fisheries management using an ecosystem-based approach within the domain of fishing techniques in Majene waters. The research was conducted from June 2023 to May 2024 in Rangas and Mosso Villages. Majene Regency. The study employed a survey method, with primary and secondary data collected through interviews. Data analysis was performed using a simple scoring system based on an ordinal scale . , 2, . , where higher scores indicate better management practices. The findings revealed that the management of flying fish fisheries in Majene, based on fishing technique indicators, was categorized as "good," with a total score of 2. Specifically, the destructive fishing indicator scored 3. ery goo. , fishing gear modification 2. , fishing capacity and effort 2. , fishing selectivity 2. ery goo. , compliance of vessel functionality and size with legal documentation 3. ery goo. , and crew certification 1. This study highlights the need for improvements in low-scoring indicators, particularly in crew certification. Overall, the results emphasize the importance of sustainable management strategies to ensure the conservation of flying fish resources and enhance management quality in the region. Keywords: capture fisheries, ecosystem approach, fisheries, flying fish, majene ABSTRAK Potensi ikan terbang yang melimpah di Kelurahan Rangas dan Kelurahan Mosso. Kabupaten Majene, telah mendorong nelayan untuk melakukan penangkapan secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status pengelolaan perikanan ikan terbang dengan pendekatan ekosistem pada domain teknik penangkapan ikan di perairan Majene. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 hingga Mei 2024 di Kelurahan Rangas dan Kelurahan Mosso. Kabupaten Majene. Metode survei digunakan dengan pengambilan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan skoring sederhana berbasis ordinal . , 2, . , di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan pengelolaan yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan domain teknik penangkapan, berada pada kategori baik dengan skor total 2,35. Indikator penangkapan destruktif memperoleh skor 3,0 . angat bai. , modifikasi alat tangkap 2,3 . , kapasitas perikanan dan upaya penangkapan 2,0 . , selektivitas tangkap 2,8 . angat bai. , kesesuaian kapal dengan dokumen legal 3,0 . angat bai. , dan sertifikasi awak kapal 1,0 . urang bai. Penelitian ini menyoroti perlunya perbaikan pada indikator dengan skor rendah, khususnya terkait sertifikasi awak kapal. Keseluruhan hasil ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan terbang dan meningkatkan kualitas pengelolaan di wilayah tersebut. Kata kunci: Ikan terbang. Majene. Penangkapan ikan. Pendekatan ekosistem. Perikanan AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 Pendahuluan Oleh karena itu, pengelolaan ikan terbang dengan pendekatan ekosistem merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan yang dapat diketahui seberapa pentingnya ekosistem dalam pengelolaan perikanan ikan terbang di perairan Majene. Sehingga upaya tersebut perlu dilaksanakan pengelolaan sumber daya perikanan ikan terbang agar potensinya tetap lestari. Dengan adanya pendekatan ekosistem berbasis teknik memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dan menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan dalam rangka pengelolaan perikanan ikan terbang yang berkelanjutan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Ikan terbang famili Exocoetidae termasuk jenis ikan pelagis kecil yang bersifat oesanik . dan memiliki nilai komersial yang tinggi . , 5, . Ikan terbang merupakan sumber makanan dan pendapatan penting bagi banyak negara di seluruh dunia mulai dari karibia hingga Pasifik Selatan . Selain itu, komoditas ini menjadi sumber penghidupan oleh nelayan . Salah satu perairan yang menjadi habitat ikan terbang di perairan tropik adalah wilayah Kabupaten Majene yang menjadi persebaran dan penangkapan ikan Potensi perikanan Kabupaten Majene mempunyai sumber daya kelautan yang sangat melimpah karena di dukung oleh kondisi alam sehingga dikenal dengan wilayah pesisir. Salah satu perairan yang menjadi habitat ikan terbang di perairan tropik adalah perairan Kabupaten Majene. Provinsi Sulawesi Barat. Pada daerah ini sumber daya ikan terbang termasuk salah satu komoditas penting . Pemanfaatan ikan terbang oleh masyarakat di daerah ini cukup besar seperti usaha penjualan ikan terbang segar, bahan baku usaha pengeringan, dan pengasapan ikan, serta ikan dan telurnya diekspor ke berbagai negara di Saat ini, permintaan akan ekspor ikan terbang semakin besar dengan berdirinya perusahaan cold stroge bertempat di Desa Lalatedzong. Kecamatan Sendana. Kabupaten Majene. Permasalahan utama terkait dengan sumber daya ikan terbang di perairan Majene adalah semakin menurunnya populasi ikan terbang yang dibuktikan dengan semakin sulitnya nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah berbeda pada tahun-tahun sebelumnya sehingga berdampak pada masyarakat pengolah. Selain itu ukuran yang tertangkap juga semakin kecil. Faktor lain yang mengancam penurunan ikan terbang juga termasuk aktifitas penangkapan ikan terbang yaitu bertepatan musim pemijahan dan fasefase produktif ikan terbang . Hal inilah yang menjadi kekhawatiran jika sumber daya ikan pengelolaan yang berkelanjutan secara terus menerus dapat mengancam kelestarian dan populasi ikan terbang . Metode Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 hingga Mei tahun 2024 di Kabupaten Majene. Provinsi Sulawesi Barat. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mosso dan Kelurahan Rangas meliputi domain teknik penangkapan ikan. Prosedur Penelitian Penelitian dilakukan dengan metode Pengambilan dilakukan secara langsung yang berupa data primer dan sekunder melalui data statistik, serta kajian Data di kumpulkan secara purposive sampling dengan cara memberikan kuesioner dan wawancara mendalam kepada responden . Variabel yang Diamati Kapasitas Penangkapan Kapasitas penangkapan dapat dihitung menggunakan formula 1 . FC= Oc V y C y E Keterangan: = Fishing capacity . = Jumlah kapal . = Jumlah hasil tangkapan . = Jumlah upaya penangkapan . Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 Penilaian Indikator EAFM Nilai indikator = Bobot y Nilai skor Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan skoring untuk melihat kriteria setiap domain melalui kriteria berdasarkan Ariyanto et al. Analisis komposit indikator EAFM untuk performa perikanan dapat dilihat pada Tabel 1. Menentukan nilai dari masing-masing indikator dilakukan menggunakan formula 2 Nilai komposit = (Cat-ma. Cat-i Keterangan: Cat-i = Niai total yang didapat dalam suatu aspek/domain CatAeimax = Nilai maksimal dalam suatu aspek/domain yang diperoleh saat semua indikator memiliki Tabel 1. Analisis komposit Indikator EAFM untuk performa perikanan Nilai Model bendera Rataan skor Total komposit <=1 <=30 >1,1 >30 >1,9 >56 >2,3 >65 >2,8 >80 Deskripsi Buruk Kurang baik Sedang Baik Baik sekali Sumber: National Working Group EAFM . Pada penangkapan ikan yang bersifat destruktif atau illegal dapat dinilai dengan melihat jumlah kasus pelanggaran yang terjadi selama setahun. Penangkapan ikan yang merusak . meliputi penggunaan bahan atau alat yang berbahaya, seperti penggunaan bom ikan, racun, sianida dan Dalam UU No 45 tahun 2009, tentang perikanan pasal 8 ayat 1 sampai 3 serta pasal 12 ayat 1 dan 4 ditegaskan bahwa penggunaan bahan destruktif tersebut dilarang dan penggunanya dapat dikenakan sanksi (Katili et Kegiatan penangkapan illegal tidak hanya berkaitan dengan alat tangkap yang destruktif saja, akan tetapi juga ditentukan oleh lokasi atau wilayah penangkapan itu sendiri. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan tidak ada kegiatan penangkapan di daerah terlarang . Berasarkan hasil wawancara oleh nelayan penangkapan ikan yang bersifat atau destruktif masih dalam tahap yang ramah lingkungan atau tidak pernah terjadi sehingga jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan hampir tidak ada. Penangkapan ikan terbang di perairan Majene nelayan menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. Adapun jumlah kapal yang disampling sebanyak tiga buah kapal. Spesifikasi alat tangkap jaring insang . rifting gill ne. yang digunakan yaitu panjang 50 m, lebar 1,50 m Hasil dan Pembahasan Domain Teknik Terbang Penangkapan Ikan Penilaian domain teknologi penangkapan ikan terdiri atas 6 . indikator, yaitu: . Metode penangkapan ikan yang bersifat destruktif dan atau ilegal, . modifikasi alat penangkapan, . Fishing capacity dan effort, . Selektivitas penangkapan, . Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan dokumen legal, dan . Sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan. Metode Penangkapan Ikan Bersifat Destruktif dan Illegal Metode penangkapan ikan bersifat destruktif atau illegal adalah suatu cara menangkap ikan yang dapat menimbulkan kerusakan secara langsung baik terhadap habitat tempat hidup dan berkembang biak ikan maupun terhadap sumber daya ikan itu Hasil wawancara langsung dengan nelayan di Kelurahan Mosso dan Kelurahan Rangas. Kabupaten Majene bahwa nelayan menyatakan tidak melakukan penangkapan ikan terbang yang bersifat destruktif atau illegal yang bersifat merusak atau menggunakan alat tangkap yang berbahaya pada jenis target tangkapan yaitu ikan terbang. Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 dan ukuran mata jaring sebesar A inci. Selain itu tidak ditemukan penggunaan alat tangkap yang bersifat destruktif atau illegal maupun dilarang yang digunakan oleh nelayan di perairan Majene, penggunaan alat tangkap bersifat ramah lingkungan nelayan hanya menggunaan alat tangkap berupa jaring insang hanyut . Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa kasus pelanggaran penggunaan alat tangkap di perairan Majene masih berada <5 kasus per tahun atau tidak ada pelanggaran penangkapan ikan terbang yang bersifat destruktif sehingga nilai sebesar 3 skor pada indikator metode penangkapan ikan. Oleh karena itu, penggunaan alat tangkap menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut bersifat ramah Hal ini terlihat dari jumlah pelanggaran yang dilakukan tidak ada. Informasi ini diperoleh langsung dari hasil wawancara oleh nelayan di Kelurahan Mosso dan Kelurahan Rangas. Kabupaten Majene. menimbulkan dampak negatif terhadap keberlanjutan sumber daya ikan terbang. Gambar 1. Persentase alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di perairan Majene Umumnya alat tangkap yang digunakan sudah dimodifikasi tanpa memperhatikan peraturan yang ada atau panduan yang telah ditetapkan pemerintah akan berpotensi mengancam kelestarian sumber daya ikan. Penggunaan alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. yang digunakan oleh nelayan termasuk alat tangkap yang selektif dan ramah Selain itu, alat tangkap jaring insang . rifting gill ne. memiliki beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria penangkapan ikan yang ramah lingkungan antara lain terdapat selektivitas terhadap ikan yang dijadikan target tangkapan atau ikan layak tangkap serta tidak menggunakan mezh size yang dilarang . Berdasarkan hasil wawancara oleh nelayan diperoleh bahwa ukuran alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. yaitu 1,4 inci dengan hasil tangkapan rata-rata ukuran ikan terbang kategori tidak layak tangkap masih tinggi. Penangkapan ikan terbang di perairan Majene umumnya menggunakan alat tangkap yang digunakan jaring insang hanyut . rifting gill ne. dengan ukuran mata jaring yang digunakan oleh nelayan 1,5 inci memperoleh semakin berkurangnya ikan terbang yang masih muda dan ukuran mata jaring 1,25 inci memperoleh jumlah ikan terbang lebih banyak dibandingkan dengan ukuran jaring insang . rifting gill ne. 1 inci . Prinsip penangkapan ikan terbang dengan menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. harus disesuaikan Modifikasi Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan didefinisikan sebagai penggunaan alat tangkap dan alat bantu yang tidak sesuai dengan peraturan yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap sumber daya ikan. Secara keseluruhan modifikasi yang dilakukan oleh nelayan hanya terletak pada bahan alat tangkap yang digunakan yaitu ukuran mata jaring. Adapun jumlah nelayan yang diwawancarai sebanyak 90 orang nelayan menunjukkan bahwa sebanyak 2 nelayan . ,22 %) menyatakan ikan terbang yang tertangkap banyak belum dewasa dengan proporsi > 50 %, sebanyak 20 nelayan . ,22 %) menyatakan ikan terbang yang tertangkap banyak sekali belum dewasa dengan proporsi 25 Ae 50 %, dan sebanyak 68 nelayan . ,56 %) menyatakan ikan terbang yang tertangkap sedikit belum dewasa dengan proporsi < 25 %. Berdasarkan hasil wawancara oleh nelayan terhadap alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan penggunaan alat tangkap dan alat bantu yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada dapat Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 dengan ukuran ikan terbang yang akan Alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. dikategorikan sebagai alat tangkap yang ramah bagi lingkungan. Oleh karena itu upaya dalam mempertahankan keberlanjutan usaha penangkapan ikan terbang adapun ukuran mata jaring yaitu ukuran 1 inci dan 1,25 inci. dihalangi oleh berbagai tindakan pengelolaan perikanan yang menghambatnya. Satuan unit yang digunakan untuk fishing capacity adalah ton/tahun . Fishing capacity menjadi input control dalam manajemen perikanan tangkap. Input perikanan yang berlebih berpotensi menimbulkan kapasitas yang berlebih . ver capacit. apabila kondisi ini jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan over fishing yang menghambat terwujudnya perikanan berkelanjutan . Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di perairan Majene adalah menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. Berdasarkan kapasitas perikanan dan upaya penangkapan ikan terbang di perairan Majene pada musim puncak nelayan melakukan penangkapan ikan terbang dengan rataan sebesar 23/trip dan hasil tangkapan maksimum sebesar 900 kg ikan terbang, selanjutnya pada musim sedang nelayan melakukan penangkapan ikan terbang dengan rataan sebesar 14/trip dan hasil tangkapan maksimum sebesar 500 kg ikan terbang, dan yang terakhir pada musim kurang nelayan melakukan penangkapan ikan terbang dengan rataan sebesar 7/trip dan hasil tangkapan maksimum sebesar 200 kg ikan Ukuran ikan yang tertangkap umunya sangat bervariasi ukuran antar jenis. Ukuran ikan yang ditangkap oleh nelayan diperairan Rangas Majene mengalami perubahan ukuran panjang ikan pada setiap tahunnya, berdasarkan struktur ukuran ikan terbang jenis Hirundichthys oxycephalus yang ditemukan di perairan Rangas Majene ukuran ikan terbang lebih relatif kecil dibandingkan yang ditemukan dilaut Seram, begitu pula dengan jenis Cheilopogon abei ukuran yang relatif lebih kecil serta jenis Cheilopogon nigricans dan Cheilopogon spilopterus relatif ukuran Ikan Cheilopogon spilopterus maksimum ukuran panjang yaitu 250 mm, dan jenis Cheilopogon abei maksimum ukuran 220 mm, sedangkan Hirundichthys oxycephalus maksimum 180 mm . Ikan terbang dari jenis Hirundicthys oxycephalus di Laut Seram memiliki kisaran panjang total 18,71 Ae 28,11 mm . Sedangkan ukuran panjang ikan terbang jenis Cheilopogon abei di perairan selat Geser Kapasitas Perikanan Upaya Penangkapan (Fishing Capacity and Effor. Kapasitas penangkapan adalah jumlah total maksimum ikan yang ditangkap pada suatu periode tertentu dalam tahun atau musim oleh armada penangkapan ikan. Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh nelayan dengan jumlah nelayan sebanyak 90 orang nelayan menyatakan bahwa kapasitas perikanan dan upaya penangkapan ikan terbang sebanyak 39 nelayan . ,89 %) menyatakan bahwa upaya penangkapan dilakukan pada musim puncak. Selanjutnya 30 nelayan . ,91 %) menyatakan bahwa kapasitas perikanan dan upaya penangkapan dilakukan pada musim sedang dan sebanyak 21 nelayan . ,20 %) menyatakan bahwa kapasitas perikanan dan upaya penangkapan dilakukan pada musim Adapun kapasitas perikanan dan upaya penangkapan ikan terbang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Kapasitas perikanan dan upaya penangkapan ikan terbang di perairan Majene Kapasitas penangkapan adalah indikator selanjutnya yang digunakan untuk menilai kinerja teknik Fishing capacity didefinisikan sebagai jumlah hasil tangkapan ikan maksimum yang dapat dihasilkan pada periode waktu tertentu . oleh satu kapal atau armada bila dioperasikan secara penuh, dimana upaya dan tangkapan tersebut tidak Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 Seram Timur memiliki kisaran panjang total yaitu 18,26 Ae 24,33 mm . Daerah penangkapan ikan terbang di perairan Majene berada pada sekitar perairan tersebut, dalam melakukan penangkapan ikan terbang nelayan hanya mengandalkan informasi yang berasal dari sesama nelayan dan pengalaman terhadap tanda-tanda alam sehingga apabila dalam perjalanan melewati banyak sebaran ikan terbang maka nelayan menetapkan area tersebut sebagai daerah . ishing menggunakan alat bantu. selektif terhadap jumlah total alat tangkap yang ada di suatu perairan, adapun jenis dan jumlah alat tangkap ikan yang digunakan saat ini mengalami perubahan sesuai tingkat kebutuhan manusia. Penggunaan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, diantaranya adalah jaring insang hanyut . rifting gill ne. dengan penggunaannya sangat sesuai dengan metode penangkapan yang dilakukan dan karakteristik nelayan setempat . Selektivitas penangkapan ikan sangat berkaitan dengan sifat aplikatif alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan termasuk alat tangkap jaring insang . , . Pada Gambar 3 Menunjukkan bahwa tingkat selektifitas penangkapan ikan terbang di perairan Majene tergolong selektif, dengan target tangkapan ikan yaitu berfokus pada penangkapan ikan terbang dan tidak menangkap dengan jenis ikan lainnya. Hasil analisis sebesar 56,67 % tergolong selektifitas tinggi, selanjutnya sebesar 17,78 % tingkat selektifitas rendah dan sebesar 25,56 % tingkat selektifitas sedang, sehingga perikanan ikan terbang di perairan Majene bersifat Berdasarkan hasil wawancara oleh nelayan ukuran mata jaring insang yang digunakan umunya menggunakan ukuran A inci dengan hasil tangkapan ikan lebih banyak yang belum layak tangkap dibandingkan dengan ikan yang sudah layak tangkap, ikan terbang yang masih muda dan ukuran mata jaring 1,25 inci memperoleh jumlah ikan terbang yang lebih banyak dibandingkan dengan ukuran jaring insang 1 inci . Jaring ukuran mata 3,81 cm masih cukup aman bagi potensi ikan terbang. Sehingga dalam upaya pengembangan alat tangkap yang lebih selektif harus memperhatikan ukuran mata jaring yang digunakan agar mendapatkan ikan terbang yang layak tangkap . Ikan terbang termasuk kedalam kelompok ikan pelagis yang biasa ditangkap dengan menggunakan jaring insang hanyut . rifting gill ne. , ukuran ikan yang tertangkap memiliki dengan alat penangkapan seperti inilah yang dinamakan selektifitas alat . Posisi penangkapan ikan terbang setiap tahun semakin menjauh dari 5 tahun terakhir dengan jarak tempuh lokasi penangkapan ikan terbang 15-30 mil. Penangkapan ikan terbang di perairan Majene Selektifitas Penangkapan Ikan Selektifitas penangkapan ikan adalah menghitung persentase penggunaan alat tangkap yang tergolong tidak atau kurang selektif terhadap jumlah total alat tangkap yang ada di suatu perairan. Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan nelayan adapun jumlah nelayan sebanyak 90 orang nelayan menyatakan bahwa sebanyak 51 nelayan . ,67 %) menyatakan tingkat selektifitas alat tangkap jaring insang hanyut di perairan Majene tergolong tinggi, selanjutnya sebanyak 16 nelayan . ,78 %) menyatakan tingkat selektifitas alat tangkap tergolong rendah, dan sebanyak 23 nelayan . ,56 %) menyatakan tingkat selektifitas alat tangkap tergolong Adapun penangkapan ikan terbang dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Persentase selektifitas penangkapan ikan terbang di perairan Majene Berdasarkan kriteria baik atau buruknya dalam penilaian selektifitas penangkapan ikan, indikator selektivitas penangkapan ikan dengan pengelolaan perikanan dalam pendekatan ekosistem di suatu perairan yaitu menghitung persentase penggunaan alat tangkap yang tergolong tidak atau kurang Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 jarak terdekat daerah penangkapan yang ditempuh dari fishing base ke fishing ground yaitu 5,74 mil dan jarak terjauh sampai 20 mil. Perbedaan jarak tempuh tersebut menjadi indikasi bahwa operasional penangkapan ikan terbang di perairan Majene sudah mengalami range collapse atau penyusutan semakin menjauh . maka dapat diperkirakan pada wilayah perairan tersebut masih terjadi tindakan illegal fishing, yang tentunya dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan . Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh nelayan kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan terbang di perairan Majene menunjukkan bahwa sebesar 86,67 % tidak memiliki dokumen kapal, selanjutnya sebesar 7,78 % tidak sesuai dokumen kapal, dan sebesar 5,56 % sesuai. Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkap ikan terbang dengan struktur perikanan tangkap di perairan Majene saat ini masih didominasi oleh nelayan skala kecil yang dilihat melalui kapasitas kapal penangkapan ikan yang digunakan. Adapun sentra penangkapan ikan terbang terpusat hanya di wilayah Kabupaten Majene dengan sentra penangkapan ikan terbagi menjadi dua daerah yaitu Kelurahan Mosso dan Kelurahan Rangas. Kelurahan Mosso didominasi oleh nelayan tradisional dengan spesifikasi kapal yang digunakan di bawah 1 GT dengan waktu melaut yaitu satu hari sedangkan di Kelurahan Rangas didominasi oleh nelayan dengan spesifikasi kapal berkapasitas 5 GT dengan waktu melaut yaitu hingga satu minggu. Kesesuaian Fungsi dan Ukuran Kapal Penangkapan Ikan dengan Dokumen Kapal Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan kapal merupakan suatu perbandingan antara dokumen legal yang dimiliki dengan aktivitas dari fungsi dan dimensi ukuran kapal dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh nelayan dengan jumlah nelayan sebesar 90 orang nelayan menyatakan bahwa sebanyak 7 nelayan . ,78 %) menyatakan bahwa kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan terbang dan dokumen kapal di perairan Majene tergolong sesuai, selanjutnya sebanyak 5 nelayan . ,56 %) menyatakan bahwa tidak sesuai, dan sebanyak 78 nelayan . ,67 %) menyatakan tidak memiliki. Adapun kesesuain fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan terbang dapat dilihat pada Gambar 4. Sertifikasi Awak Kapal Perikanan Sesuai dengan Peraturan Sertifikat awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan awak kapal perikanan dibuktikan dengan adanya bukti sertifikat. Berdasarkan hasil wawancara langsung dengan nelayan sebanyak 90 orang nelayan menyatakan bahwa sebanyak 85 nelayan . ,44 %) tidak memiliki sertifikat dan sebanyak 5 nelayan . ,56 %) memiliki Adapun sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan dapat dilihat pada Gambar 5. Diharapkan agar awak kapal perikanan merupakan pekerja profesional dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan yang Sebagaimana dikemukakan pada bagian terdahulu, penangkapan ikan terbang di perairan Majene dilakukan oleh nelayan skala kecil dengan metode penangkapan yang relatif Gambar 4. Persentase kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan terbang di perairan Majene Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan kapal merupakan suatu perbandingan antara dokumen legal yang dimiliki dengan aktivitas nyata dari fungsi dan dimensi ukuran kapal dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Atribut kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal, memiliki pengaruh penting, karena jika persentase kesesuaian dokumen legal rendah. Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 tersebut menjadi permasalahan untuk kecakapan nelayan dalam melaut, oleh karena itu sangat penting dilakukan upaya perbaikan agar nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dapat memiliki sertifikat. Berdasarkan hal ini sesuai dengan PP. 7/2020 tentang kepelautan, seluruh awak kapal perikanan diharuskan memiliki sertifikat kepelautan seperti BST (Basic safety trainin. serta sertifikasi lainnya yang berkaitan dengan penangkapan ikan skala kecil. Selain awak kapal, nahkoda kapal juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan minimal sesuai pelayarannya yang dapat dibuktikan dengan sertifikat kompetensi . Gambar 5. Persentase sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan di perairan Majene Kecakapan melaut dan menangkap ikan terbang umumnya diperoleh secara turuntemurun. Dengan demikian dapat dikatakan nelayan perikanan ikan terbang di daerah ini masih kurang dalam memiliki sertifikat Nelayan yang bekerja di kapal ikan masih sedikit yang mempunyai sertifikat bahkan masih banyak yang tidak mengetahui sertifikat tersebut sehingga nelayan yang ditemui belum memiliki sertifikat. Indikator ini merupakan salah satu yang harus diperbaiki karena meskipun nelayan telah mempunyai keterampilan dalam beroperasi dengan keahliannya tetapi sertifikat tetap dibutuhkan keterampilan yang merujuk pada peraturan. Pada (Gambar. hasil wawancara langsung di Kelurahan Mosso dan Kelurahan Rangas yang menunjukkan bahwa nelayan yang tidak memiliki sertifikat nelayan sebesar 94,44 % dan nelayan yang memiliki sertifikat nelayan sebesar 5,56 %. Tingginya angka Evaluasi Status Pengelolaan Perikanan Ikan Terbang pada Domain Teknik Penangkapan Ikan Aspek penangkapan ikan terbang yang berkelanjutan dapat didukung oleh kegiatan ketersediaan sumber daya ikan. Adapun domain teknik penangkapan ikan yaitu: . Metode penangkapan yang bersifat destruktif dan ilegal. Modifikasi alat tangkap dan alat Kapasitas Tingkat . Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal. Sertifikat awak kapal. Hasil penilaian indikator domain teknik penangkapan ikan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil penilaian domain teknik penangkapan ikan terbang di perairan Majene No Indikator Penangkapan ikan yang bersifat destruktif Modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan Kapasitas Perikanan dan Upaya Penangkapan (Fishing Capacity and Effor. Selektivitas penangkapan Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan dokumen legal Sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan Peraturan Agregat Nilai 2,35 Sumber: Data primer hasil penelitian . Berdasarkan penilaian indikator nilai komposit teknik penangkapan ikan terbang sebesar 2,35 adapun penangkapan ikan yang bersifat destruktif menunjukkan bahwa tidak terjadi pelanggaran yang bersifat destruktif atau merusak selama dalam kurung waktu <5 tahun terakhir nelayan di perairan Majene menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut . rifting gill ne. yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan. Selanjutnya modifikasi alat penangkapan ikan umumnya nelayan menggunakan ukuran 1,4 inci dengan hasil tangkapan rata-rata ukuran tidak layak tangkap masih tinggi. perairan Majene penangkapan ikan terbang umumnya menggunakan alat tangkap jaring Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 insang hanyut . rifting gill ne. dengan ukuran 1,5 inci memperoleh semakin berkurangnya ikan terbang yang masih muda . Lebih lanjut kapasitas penangkapan dan upaya penangkapan ikan terbang pada musim puncak rata-rata 23/trip, musim sedang 14/trip, dan musim kurang 7/trip, nelayan di perairan Majene pada musim puncak dan upaya produksi ikan terbang sangat meningkat. Selain itu, kemampuan penangkapan ikan sangat bergantung ketersediaan stok ikan yang ditangkap selama musim maupun tahunan dan kemampuan alat tangkap itu sendiri. Selektifitas penangkapan ikan terbang tergolong selektif dengan menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut karena nelayan hanya terfokus pada penangkapan ikan Tingkat selektivitas penangkapan ikan sangat berkaitan dengan sifat aplikatif alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan . Lebih lanjut Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkap ikan terbang bahkan struktur perikanan tangkap di perairan Majene saat ini masih didominasi oleh nelayan skala kecil yang dilihat melalui kapasitas kapal penangkapan ikan yang digunakan. Sehingga kepemilikan dokumen kapal kategori masih Kemudian sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan adapun nelayan masih sedikit yang mempunyai sertifikat bahkan masih banyak yang tidak mengetahui sertifikat tersebut sehingga nelayan yang ditemui belum memiliki Upaya pengelolaan perikanan pada domain teknik penangkapan ikan terbang di perairan Majene masih kondisi yang optimal. Hal ini didasari dengan tingkat kepatuhan oleh nelayan tinggi seperti penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, dan selektif. Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan yaitu menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut yang termasuk alat tangkap ramah terhadap lingkungan, tetapi dalam upaya perbaikan pengelolaan perikanan ikan terbang yang berkelanjutan di perairan Majene yaitu melakukan tindakan pengawasan penangkapan ikan bersifat destruktif dan Hal ini dilakukan untuk tindakan penegakan hukum dalam keberlanjutan produktifitas perikanan dan ekosistem overfishing yang berpotensi menurunkan produksi ikan terbang. selain itu mengawasi sesuai ukuran kapal dan dokumen serta sertifikat nelayan. Pengawasan dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan pada saat instansi melakukan monitoring dan evaluasi kepada Lebih lanjut alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Selanjutnya perlu dilakukan modifikasi alat tangkap seperti memperbesar mesh size gill net menjadi 2,5 Hal ini perlu dilakukan karena penting untuk mengatur alat tangkap tersebut walaupun bersifat selektif, tetapi apabila memodifikasi tanpa memperhatikan peraturan yang ada akan membuat alat tangkap tersebut tidak efektif lagi dan bisa mengancam kelestarian sumber daya ikan . Upaya penangkapan (Fishing Capacity and Effor. oleh nelayan sangat meningkat pada saat musim puncak dan ini sangat mengancam terhadap populasi ikan terbang yang dapat memberikan indikasi bahwa kondisi perikanan tersebut telah mengalami over capacity sehingga perlu dilakukan kontrol terhadap upaya penangkapan guna menjaga keberlanjutan komoditas ikan terbang di perairan Majene. Lebih lanjut, jika proporsi hasil tangkapan sasaran utama > 60 % maka suatu alat tangkap dapat dikatakan ramah lingkungan . Alat tangkap jaring insang Tindakan Pengelolaan Perikanan Ikan Terbang Domain Teknik Penangkapan Ikan Berdasarkan penilaian status pengelolaan perikanan ikan terbang di lokasi penelitian maka dalam mewujudkan tujuan pengelolaan perikanan ikan terbang yang berkelanjutan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, tindakan pengelolaan yang direkomendasikan pada domain teknik penangkapan ikan disajikan pada Tabel 3. Pada Tabel 3, tersebut menunjukkan pengelolaan domain teknik penangkapan ikan terbang untuk semua sub indikator sudah dalam keadaan baik kecuali pada sub domain sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan peraturan yang kepemilikan sertifikat < 50 %. Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 . ill ne. memiliki beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria penangkapan ikan yang ramah lingkungan antara lain terdapat selektivitas terhadap ikan yang dijadikan target tangkapan atau ikan layak tangkap serta tidak menggunakan mesh size yang dilarang. Alat tangkap gill net termasuk dalam alat tangkap yang pasif, ramah lingkungan serta selektif terhadap ikan target . Tabel 3. Tindakan pengelolaan domain teknik penangkapan ikan terbang Indikator Penangkapan ikan yang bersifat destruktif Target Tindakan pengelolaan Jangka menengah 5 tahun kedua Pengawasan dan perizinan terhadap penggunaan metode penangkapan ikan Jangka menengah 5 tahun kedua Menerapkan aturan ukuran mata jaring dan kampaye penyadaran masyarakat Jangka pendek 5 tahun pertama Pengendalian jumlah dan kapasitas alat tangkap yang Jangka menengah 5 tahun kedua Pelatihan tentang perikanan ramah lingkungan Jangka menengah 5 tahun kedua Penyuluhan tentang peraturan bidang perikanan Jangka pendek 5 tahun pertama Jumlah nelayan yang Base line Prioritas Frekuensi pelanggaran <5 kasus per tahun Modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan 25 Ae 50 % ukuran target spesies < Lm Kapasitas Perikanan dan Upaya Penangkapan (Fishing Capacity and Effor. Selektivitas Rasio kapasitas penangkapan = 1. Sedang . Ae 75 %) Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal penangkapan ikan dengan dokumen legal Sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan Kesesuainnya tinggi (< 30 %) Kepemilikan sertifikat < 50 %. Sumber: Data primer hasil penelitian . Adapun tindakan yang perlu dilakukan yaitu penyederhanaan sertifikasi nelayan sehingga nelayan dapat dengan mudah segera mendapatkan sesuai ketentuan dari regulasi yang berlaku, selanjutnya perlunya kapal ikan yang masuk ke dalam pelabuhan akan diperiksa kelengkapan dokumennya oleh petugas syahbandar memeriksa dokumendokumen kapal, seperti Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Sertifikat Hasil Penangkapan (SHTI). Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan sebagainya. Petugas juga melakukan cek fisik kapal . Berdasarkan data di lapangan, hampir keseluruhan nelayan belum memiliki sertifikat yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku secara menyeluruh. Sehingga Anak Buah Kapal belum tersertifikasi karena belum memiliki sertifikat keahlian . Oleh karena itu dalam upaya pengelolaan perikanan sangat penting dilakukan tindakan dan perbaikan sistem pengelolaan perikanan ikan terbang. Kesimpulan Hasil analisis pengelolaan ikan terbang dengan pendekatan ekosistem menunjukkan bahwa status pengelolaan ikan terbang di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat pada domain teknik penangkapan dengan nilai komposit sebesar 2,35 kategori baik. Adapun Tindakan ekosistem ikan terbang di perairan Kabupaten Majene. Provinsi Sulawesi Barat yang direkomendasikan yaitu upaya pengendalian jumlah dan kapasitas alat tangkap yang beroperasi serta menerapkan aturan ukuran mata jaring yang digunakan dan kepemilikin sertifikat nelayan. Fadlan et al. | Seminar Nasional PKP I . : 230 Ae 241 Ucapan Terima Kasih fshes and other epipelagics in the northern Gulf of Mexico using airborne Bulletin of Marine Science. 93, 2 , 591Ae609. DOI: https://doi. 5343/bms. Penulis mengucapkan terima kasih Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang telah mendanai penelitian ini melalui program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Penulis juga berterima kasih kepada para nelayan Kelurahan Rangas dan Kelurahan Mosso serta para asisten peneliti yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian ini. Daftar Pustaka